II. Tinjauan Pustaka A. Papua

dokumen-dokumen yang mirip
LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

Provinsi Kabupaten/kota Laki-laki Perempuan Total

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Sejak tahun 2009, tingkat kemiskinan terus menurun namun pada tahun 2013 terjadi peningkatan.

Dapat undangan tetapi musyawarah dilakukan pada waktu yang salah. Dapat undangan terlambat N % N % N % N % N % N %

MENTERI AGRARIA DAN TATA RUANG/ KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL

BAB II KAJIAN PUSTAKA. 2.1 Studi Arkeologis dan Genetik Masyarakat Bali

Waktu Check In Waktu Pembukaan PLPG Tahap Agustus 2015 LPMP Provinsi

DAFTAR DAERAH AFIRMASI LPDP TAHUN 2018

IV GAMBARAN UMUM WILAYAH PENELITIAN

KEMENTERIAN KESEHATAN RI Jalan H.R. Rasuna Said Blok X-5 Kavling 4-9 Jakarta Telepon : (021) (Hunting)

A. CABAI BESAR C. BAWANG MERAH

Proyeksi Penduduk Kabupaten/Kota Provinsi Papua. UNITED NATIONS POPULATION FUND JAKARTA 2015 BADAN PUSAT STATISTIK

MAKALAH BIOLOGI PERBEDAAN DNA DAN RNA

Seuntai Kata. Jayapura, Desember 2013 Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Papua. Ir. Didik Koesbianto, M.Si

GUBERNUR PAPUA PERATURAN GUBERNUR PAPUA

Adalah asam nukleat yang mengandung informasi genetik yang terdapat dalam semua makluk hidup kecuali virus.

GUBERNUR PAPUA PERATURAN GUBERNUR PAPUA NOMOR 24 TAHUN 2010 TENTANG

Paparan Progres Implementasi 5 Sasaran Kegiatan Koordinasi dan Supervisi (Korsup) Minerba di Provinsi Papua PEMERINTAH PROVINSI PAPUA 2015

SINTESIS PROTEIN. Yessy Andriani Siti Mawardah Tessa Devitya

Ciri Khas Materi Genetik

KISI KISI PENULISAN SOAL ULANGAN AKHIR SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2009/2010

Lampiran Surat Nomor : 331/KN.320/J/07/2016 Tanggal : 14 Juli 2016

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2009 TENTANG PEMBENTUKAN KABUPATEN MAYBRAT DI PROVINSI PAPUA BARAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PEMERINTAH KABUPATEN WAROPEN

INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA PAPUA TAHUN 2016

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 2007 TENTANG PEMBENTUKAN KABUPATEN MAMBERAMO RAYA DI PROVINSI PAPUA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

M A T E R I G E N E T I K

BAB I PENDAHULUAN. Papua merupakan provinsi paling timur di Indonesia, memiliki luas wilayah

Organisasi DNA dan kode genetik

GUBERNUR PROVINSI PAPUA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2009 TENTANG PEMBENTUKAN KABUPATEN MAYBRAT DI PROVINSI PAPUA BARAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Aulia Dwita Pangestika A2A Fakultas Kesehatan Masyarakat. DNA dan RNA

Lampiran 1 Nomor : 6517 /D.3.2/06/2017 Tanggal : 22 Juni Daftar Undangan

MATERI GENETIK. Oleh : TITTA NOVIANTI, S.Si., M. Biomed.

SUBSTANSI HEREDITAS. Dyah Ayu Widyastuti

BUPATI BOVEN DIGOEL PROVINSI PAPUA

BIOTEKNOLOGI PERTANIAN TEORI DASAR BIOTEKNOLOGI

DAFTAR DAERAH TERTINGGAL

Daftar Daerah Tertinggal

PEMERINTAH KABUPATEN KEEROM DISTRIK SKANTO KAMPUNG WULUKUBUN Jl. Poros Arso XIV Arso III telf... kode pos...

Bimbingan Olimpiade SMA. Paramita Cahyaningrum Kuswandi ( FMIPA UNY 2012

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 131 TAHUN 2015 TENTANG PENETAPAN DAERAH TERTINGGAL TAHUN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

3 BAHAN DAN METODE. Sarmi. Kota. Waropen. Jayapura. Senta. Ars. Jayapura. Keerom. Puncak Jaya. Tolikara. Pegunungan. Yahukimo.

BIO306. Prinsip Bioteknologi

STRUKTUR KIMIAWI MATERI GENETIK

PEMERINTAH KABUPATEN TELUK BINTUNI

BAB I PENDAHULUAN. Sapi Bali adalah sapi asli Indonesia yang berasal dari Banteng liar (Bibos

PROVINSI PAPUA BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN KAIMANA NOMOR 2 TAHUN 2014 TENTANG

Drg. Josef Rinta R, M.Kes.MH Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua

ANOTASI UNDANG-UNDANG BERDASARKAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2013 TENTANG

PROVINSI PAPUA BUPATI KEEROM PERATURAN DAERAH KABUPATEN KEEROM NOMOR 2 TAHUN 2014 TENTANG KOTA TERPADU MANDIRI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

BERANDA SK / KD INDIKATOR MATERI LATIHAN UJI KOMPETENSI REFERENSI PENYUSUN SELESAI. psb-psma rela berbagi iklas memberi

Materi Pokok Materi penjabaran Lingkup materi Fisiologi Tumbuhan. Struktur Bagian Tubuh Tanaman. Reproduksi Tumbuhan. Sistem Transportasi

KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA

Home -- Reproduksi Sel -- Hereditas -- Struktur & Ekspresi Gen. Regulasi Ekspresi Gen Teknologi DNA Rekombinan -- Genom Manusia GLOSSARY

Gambar 1. Contoh Double helix

INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA (IPM) PROVINSI PAPUA 2015

- 1 - PERATURAN DAERAH KABUPATEN NABIRE NOMOR 10 TAHUN 2010 TENTANG

PEMERINTAH KABUPATEN KAIMANA

KATA PENGANTAR. Tim Penyusun. Perwakilan BKKBN Provinsi Papua 2014

Topik 4 DNA Sebagai Bahan Genetik

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

REKAYASA GENETIKA. By: Ace Baehaki, S.Pi, M.Si

PEMBANGUNAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PINGGIRAAN MELALUI SAGU

DIREKTORAT PEMBINAAN PENDIDIKAN KHUSUS DAN LAYANAN KHUSUS

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA No. 173, 1999 (Penjelasan dalam Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3894)

DAFTAR DAERAH TERTINGGAL, TERLUAR DAN TERDEPAN (3T)

BUPATI KEEROM PERATURAN DAERAH KABUPATEN KEEROM NOMOR 12 TAHUN 2013 TENTANG WAJIB DAFTAR PERUSAHAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KEEROM,

Oleh: PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. Nomor: 45 TAHUN (45/1999) Tanggal: 4 OKTOBER 1999 (JAKARTA)

BIOTEKNOLOGI. Struktur dan Komponen Sel

UNDANG-UNDANG (UU) Oleh: PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. Nomor: 26 TAHUN 2002 (26/2002) 11 DESEMBER 2002 (JAKARTA) Sumber: LN 2002/129; TLN NO 4245

GUBERNUR PAPUA PERATURAN GUBERNUR PAPUA

SIFAT FISIK DAN KIMIA DNA NUNUK PRIYANI. Progran Studi Biologi Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sumatera Utara PENDAHULUAN

BUPATI KEEROM PERATURAN BUPATI KEEROM NOMOR 15 TAHUN 2013

BUPATI KEEROM PERATURAN DAERAH KABUPATEN KEEROM NOMOR 13 TAHUN 2013 TENTANG SURAT IZIN USAHA PERDAGANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

MENTERIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALIN AN

KATA PENGANTAR. Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan. drg. Oscar Primadi, MPH NIP

PEMERINTAH KABUPATEN WAROPEN

KEPUTUSAN KEPALA DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA KABUPATEN MAMBERAMO RAYA NOMOR: 900 / 019 /DIKPORA/2015

DAFTAR DAERAH TERTINGGAL, TERLUAR DAN TERDEPAN (3T)

5 GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN

PERBANDINGAN ANTAR DAERAH

- 1 - BUPATI RAJA AMPAT,

Pemutahiran Basis Data Terpadu (PBDT) Tahun 2015 di Kabupaten Asmat

Transkripsi:

II. Tinjauan Pustaka A. Papua Provinsi Papua dengan luas 421.981 km 2, terletak diantara 130-141 Bujur Timur dan 2,25 Lintang Utara - 9 Lintang Selatan. Letak pulau ini adalah di ujung Timur Indonesia dan pulau ini dihuni oleh penduduk asli dari ras Melanesia, dengan ciri-ciri fisik : berkulit hitam (coklat kopi) dan berambut keriting (ikal) serta rata-rata berperawakan besar (Wallace, 2000). Papua dipandang sebagai suatu kelangsungan dari benua Australia yang letaknya di zona tropika atas dasar topografi, alam tumbuh-tumbuhan dan hewannya. Di dataran tinggi pulau Papua terdapat sekitar 1000 bahasa, atau seperenam jumlah bahasa yang ditemukan di dunia, sehingga merupakan daerah dengan tingkat kekayaan bahasa tertinggi di dunia. Penggunaannya terkadang hanya puluhan atau ratusan orang saja (Koentjaningrat, 1971). Di daerah ini juga ditemukan puluhan bahasa lokal yang benar-benar asli dan tidak ada hubungannya dengan bahasa di bagian lain dunia ini. Oleh sebab itu oleh Koentjaningrat bahasa-bahasa yang diucapkan oleh suku-suku bangsa Papua di luar bahasa Austronesia disebut dengan keluarga bahasa-bahasa Irian. 5

Pawley (1998), menyimpulkan bahwa bahasabahasa yang digunakan di pegunungan tengah Papua merupakan satu keluarga bahasa yang disebut the Trans- New-Guinea family yang penyebarannya mungkin disetir oleh budaya pertanian yang berasal dari dataran tinggi New Guinea. Kesimpulan ini ditopang oleh kenyataan bahwa di dataran tinggi Papua, masyarakat mempraktekkan budaya pertanian menetap dengan salah satunya hipere (ubi jalar) sebagai tanaman utamanya. Salah satu budaya yang mungkin telah berada di sana antara 7000 hingga 4000 tahun lampau (Diamond and Bellwood, 2003). Pada tahun 1528, gubernur pertama Portugis di Maluku Jorge de Meneses mengunjungi pulau waigeo dan mendapati penduduk yang berkulit hitam dan berambut keriting, maka dia menyebut mereka sebagai orang Papua, sedangkan wilayahnya disebut Ilhas Dos Papua (pulau Papua) (Tim Peneliti LIPI, 2001). Hasil pendataan Badan Pusat Statistik Papua tahun 2000 menyebutkan, ada 250 bahasa yang diujar dan 312 suku di Papua dengan suku terkecil disebut Nalka berada di Jayawijaya, yang anggotanya 13 orang, dan suku terbesar adalah Biak Numfor dengan jumlah anggota 148.104 jiwa. Dari 312 suku ini terdapat sekitar 40 suku yang termasuk paling terisolasi. Mereka tidak tahu masuk dalam distrik atau kabupaten mana karena pemerintah daerah sendiri belum pernah sampai ke daerah itu 6

1. Kondisi Geografis Papua Papua memiliki luas hampir tiga setengah kali Pulau Jawa (421.981 km 2 ) dengan topografi yang bervariasi dimana ada wilayah yang berada dibawah permukaan laut, beberapa meter diatas permukaan air laut, bahkan pegunungan yang senantiasa ditutupi air salju. Dengan luas wilayah tersebut menjadikannya sebagai salah satu propinsi terluas di Indonesia. Wilayah ini terbagi dalam tiga bagian, yakni kepala burung atau semenanjung cenderawasih, leher dan tubuh. Saat pertama dikenal dunia luar hingga bergabung kedalam NKRI, Papua hanya memiliki satu provinsi yang bertempat di Jayapura. Tiga tahun setelah Undang- Undang Otonomi Khusus diberlakukan di Papua, tepatnya pada tahun 2004, Papua mengalami pemekaran hingga menjadi dua wilayah provinsi, yaitu provinsi Papua dan provinsi Papua Barat. Ibu kota provinsi Papua terletak di kota Jayapura dan terdiri atas 19 kabupaten, antara lain (www.badan Pusat Statistik Papua.com) : Merauke, Jayawijaya, Jayapura, Paniai, Puncak Jaya, Nabire, Mimika, Yapen, Biak Numfor, Boven Digoel, Mappi, Asmat, Yahukimo, Pegunungan Bintang, Tolikara, Sarmi, Keerom, Waropen, Supiori. Sedangkan propinsi Papua Barat terdiri atas delapan kabupaten, antara lain : Fak-fak, Kaimana, Teluk Wondama, Teluk Bintuni, Manokwari, Sorong Selatan, Sorong, Raja Ampat. (BPS Provinsi Papua Barat, 2008). 7

Keadaan geografis dan iklim di Provinsi Papua, menyebabkan terjadinya pola-pola adaptasi yang berbedabeda antara satu atau beberapa golongan etnik lainnya berdasarkan perbedaan lingkungan ekologi yang menjadi tempat tinggal mereka. 2. Kondisi Demografis Papua Masyarakat bangsa Papua termasuk dalam rumpun Melanesia yang memliki kulit coklat gelap, berambut keriting dan memiliki adat istiadat yang beragam mulai dari tari-tarian, seni ukir hingga seni lukis. Bangsa Papua terdiri dari dua golongan, yaitu Papua pantai dan papua gunung. Papua pantai artinya masyarakat Papua yang bermukim di pesisir pantai dan berprofesi sebagai nelayan, sedangkan Papua gunung yaitu masyarakat Papua yang bermukim di lereng-lereng gunung dan mencari nafkah dengan cara bertani. Dalam laporan perdana Bank Dunia/UNDP (1987), Walker dan Mansoben mencatat bahwa keanekaragaman orang Papua (sebelumnya disebut orang Irian) di Papua bertalian erat dengan pola-pola adaptasi sosial-ekonomi penduduk pada zona-zona ekologi utama yang ada. Propinsi Papua termasuk Irian Jaya Barat secara geografis terdiri dari tiga jenis daerah, yaitu daerah pegunungan tengah, daerah dataran pantai di sebelah selatan dan daerah kaki gunung di sebelah utara (Mansoben, 1995). 8

B. Evolusi molekuler dan Definisi Genetik Evolusi molekuler merupakan proses evolusi yang terjadi pada skala DNA, RNA, dan protein. Perkembangan ilmu biologi molekuler telah banyak memberikan kontribusi yang besar pada pengetahuan evolusi biologi dan mampu menjelaskan hal-hal yang sebelumnya sulit dijelaskan, misalnya persamaan gen antara manusia dan simpanse. Evolusi biologi merupakan proses dan diversifikasi organisme menurut waktu dan morfologi, fisiologi, perilaku dan ekologinya. Evolusi molekuler memiliki 3 prinsip dasar, yaitu : 1. Mutasi Mutasi bersifat permanen dan dapat mengantar perubahan material genetik (biasanya DNA atau RNA) sebuah sel. Mutasi dapat disebabkan oleh kesalahan penggandaan pada material genetik, pada saat pembelahan sel dan dapat disebabkan juga oleh efek radiasi, bahan kimia, virus atau dapat juga terjadi secara bebas selama proses seperti meiosis dan Hypermutation. Mutasi alami tidak mempengaruhi perubahan kelangsungan hidup pada sebuah organisme pada habitatnya dan dapat terakumulasi dari waktu ke waktu. 9

2. Penyebab perubahan pada frekuensi alel Ada 4 proses yang dapat berakibat pada kelangsungan hidup sebuah karakter, atau lebih spesifiknya sebuah varian gen, yaitu: - Mutasi - Penyimpangan genetik, merupakan akumulasi perubahan secara acak pada kelompok gen. - Aliran gen (campuran gen), merupakan sesuatu yang membuat populasi lebih dekat secara genetik pada saat membangun kelompok gen yang besar. - Seleksi, pada kenyataannya seleksi alami terbentuk oleh angka kematian dan angka kelahiran yang berbeda. 3. Mempelajari filogeni pada tingkat molekuler Sistematika molekuler merupakan bidang penting dari sistematik dan genetika molekuler, yakni suatu proses menggunakan data molekuler dari organisme biologis (DNA, RNA atau keduanya, untuk menyelesaikan pertanyaan dalam sistematik. Gen merupakan satuan dasar bahan genetik yang terkait degan sifat tertentu yang diteruskan kepada turunannya melalui sebuah mekanisme cetak-copy (replication), terekspresi ke dalam struktur RNA atau protein melalui sebuah proses transkripsi dan atau translasi. Watson dan Crick (1953) menyatakan bahwa molekul DNA itu berbetuk spiral ganda yang berpilin 10

( doble helix ) dan memperlihatkan berbagai aktifitas dari molekul DNA. Thomas Hunt Morgan (1910) menunjukkan bahwa gen terletak di kromosom. Asam nukleat merupakan sebuah polimer nukleotida yang berperan dalam penyimpanan serta pemindahan informasi genetik (polinukleotida). Asam nukleat terdapat dalam 2 bentuk yaitu: Asam Deoksiribosa (DNA) dan Asam Ribosa (RNA). Keduanya merupakan polimer linier, tidak bercabang dan tersusun dari subunit-subunit yang disebut nukleotida. Nukloetida merupakan dasar penyusun asam nkleat, RNA dan DNA dimana strukturnya terdiri dari Basa, Gula dan Phospat. C. DNA (Deoxyribo Nucleic Acid) dan Kromosom Y DNA atau Asam Deoksiribonukleat adalah zat kimia polimer yang satuan-satuan dasarnya adalah nukleotida, sehingga DNA tergolong polinukleotida. Nukleotida terdiri atas tiga komponen utama, yaitu gugus fosfat, gula deoksiribosa, dan basa nitrogen. Pada sistem hayati, DNA adalah pembawa informasi genetik, artinya bahwa DNA mengandung pada urutan khas basa nukleat, informasi yang diperlukan bagi organisme pembawanya merealisasikan sifat-sifat atau potensi dirinya sebagai organisme hayati, disamping informasi tersebut dapat 11

diwariskan. Prinsip bahwa DNA sebagai pembawa informasi genetik berlaku secara umum/universal, kecuali pada beberapa virus yang menyimpan informasi genetiknya dalam bentuk RNA. Kromosom merupakan suatu struktur makromolekul yang berisi DNA di mana informasi genetik dalam sel disimpan. Kromosom Y sendiri adalah merupakan kromosom terkecil pada manusia yang diperlukan untuk perkembangan seksual dan spermatogenesis (Jobling and Smith, 2003). Kromosom Y yang merupakan penentu kelamin pada manusia khususnya pada penentu kelamin seks jantan pada pria mengandung 58 juta pasang basa dan merupakan 0,38 % dari total DNA dalam sel (Bruyere et al.,2006). Kromosom Y dipahami hanya membawa gen yang memicu diferensiasi testes, yang diketahui kemudian sebagai gen SRY (sex-determining region Y) penentu identitas seks jantan. Ada beberapa perilaku penting dimiliki oleh kromosom Y, antara lain yang pertama kromosom Y merupakan kromosom yang hanya terdapat pada pria, ada bagian dari DNA kromosom Y tidak melakukan proses perpasangan dengan kromosom X selama pembelahan sel miosis. 12