KONSEP DAN TIPS MENJADI MC

dokumen-dokumen yang mirip
Persiapan Menjadi MC. Oleh: Marita Ahdiyana

PROFESSIONAL IMAGE. Etiket dalam pergaulan (2): Berbicara di depan Umum, etiket wawancara. Syerli Haryati, S.S. M.Ikom. Modul ke: Fakultas FIKOM

APLIKASI KOMUNIKASI NON-VERBAL DI DALAM KELAS

BAB II LANDASAN TEORI. Pendekatan pengajaran dan pembelajaran kontektual atau Contextual Teaching

GUMGUM GUMILAR, S.SOS., M.SI Jurnalistik Fikom Unpad

MC DAN PROTOKOLER. (Teori dan Praktik) 1

I. PENDAHULUAN. Berbicara di depan umum atau lebih dikenal dengan public speaking adalah

BAB I PENDAHULUAN. kreativitas dari pemandu acara, suatu acara akan berjalan biasa sehingga para

Agar Anda Mampu Menghipnotis Para Audiens

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Modul ke: PUBLIC SPEAKING MC dan Entertainer. 10Ilmu. Fakultas. Christina Arsi Lestari, M.Ikom. Komunikasi. Program Studi Broadcasting

PERSONAL GROOMING. 1. Kesan Pertama 2. Etiket dan Etika 3. Penampilan Menarik

TINGKATKAN PERCAYA DIRI

5 KEY ELEMENT SERVICE

Presentasi adalah salah satu bentuk komunikasi yaitu pertukaran. pesan/informasi antara Anda dengan seseorang atau beberapa orang.

Standar Kompetensi Lulusan. Master of Ceremony

DASAR PRESENTASI. Kunci presentasi yang sukses adalah persiapan yang baik.

BAB IV HASIL PENELITIAN

ETIKA DALAM BERKOMONIKASI

I. PENDAHULUAN. universal. Anderson dalam Tarigan (1972:35) juga mengemukakan bahwa salah

Peluang. Penawaran. Menjelaskan lebih detil Siapa dan Kemampuan Anda serta kesesuaiannya dg kebutuhan Perusahaan

BAB IV ANALISIS HASIL KEJENUHAN

Pesan yang sudah Anda susun dalam bentuk kerangka bahkan teks jadi sesuai dengan sistematika penulisan pidato atau presentasi, tentu saja akan segera

Measurement I. DIGIT SPAN (Before Treatment)

BAB IV ANALISIS DATA. dianalisis maka ada beberapa hal yang ditemukan yaitu : panca indra. Dalam iklan oreo versi oreo dan handphone ayah terdapat

Modul ke: Produksi Berita TV. Wawancara Dalam Berita TV. Fakultas Ilmu Komunikasi. Program Studi Broadcasting.

PERTEMUAN 18 PRESENTASI ILMIAH

09/09/2011. Who says (Komunikator) Says what (Pesan) To Whom (komunikan) With Channels (Saluran/Media) What Effect (umpan balik)

Tips Menghadapi Wawancara 5 artikel/tulisan Saran-Saran Menghadapi Wawancara

Materi Minggu 1. Komunikasi

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. penontonnya apa yang disebut Simulated Experiece, yaitu pengalaman yang

EMOTIONAL INTELLIGENCE MENGENALI DAN MENGELOLA EMOSI DIRI SENDIRI DAN ORANG LAIN Hogan Assessment Systems Inc.

C A R E E R H O G A N D E V E L O P TIPS- TIPS PENGEMBANGAN UNTUK MANAJEMEN KARIR. Laporan untuk: John Doe ID: HC Tanggal: 29 Juli 2015

Seni Menata Hati Dalam Bergaul

BAB 2 DATA DAN ANALISA. Untuk mempelajari perkembangan anak dari usia 2 tahun, ada baiknya

29/05/2012 PRESENTASI ILMIAH. Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor 2012 K14 MPPI

Cara Membaca Bahasa Tubuh

ali muqoddas, S.Sn, M.Kom

CATATAN TEKNIK PRESENTASI

BAB 4 KONSEP DESAIN. 4.1 Landasan Teori Teori Publikasi

BAB I PENDAHULUAN. merupakan sebuah hiburan yang garis besarnya untuk menghibur orang lain

public speaking in an easy way! disusun oleh : Ivany L. Goutama Universitas Tarumanagara Pengurus Harian Wilayah Kajian & Strategis ISMKI Wilayah 2

BAB I PENDAHULUAN. konsumen, yaitu pada bagian sales product. Bagian ini terdiri dari beberapa divisi,

ETIKA DAN ETIKET DALAM KOMUNIKASI

5. Pilihlah salah satu dari pilihan di bawah ini yang merupakan KELEMAHAN anda! (Jawablah dengan sejujur-jujurnya)

ACCOUNT MANAGEMENT. Modul ke: 12FIKOM. Teknik Presentas. Dra. Tri Diah Cahyowati, Msi. Fakultas. Program Studi Marcomm & Advertising

ABSTRAK. kawasan/tempat, kuliner, dan tradisi yang ada di kota Semarang dan sekitarnya.

BAB I PENDAHULUAN. Masa kanak-kanak merupakan gambaran awal manusia, dimana anak-anak

BAB I PENDAHULUAN. Lebih kuat dari surat kabar, majalah maupun radio karena pesawat televisi. bagaikan melihat sendiri peristiwa yang disiarkan itu.

Pdt Gerry CJ Takaria

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

TEKNIK PRESENTASI. Mata Kuliah : Komunikasi Bisnis Dadang Syafarudin, SE., MM

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Pertumbuhan dan perkembangan dunia usaha di era globalisasi saat ini

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pendidikan anak usia dini merupakan program pendidikan yang

BAB I PENDAHULUAN. menyampaikan isi pikiranya kepada orang lain. Bahasa memiliki komponen penting yaitu

KOMUNIKASI YANG EFEKTIF

TINJAUAN PUSTAKA. seseorang dalam proses pembelajaran (Suparlan, 2004: 31). Di dunia

UU No. 9 /2010 tentang Keprotokolan:

Hubungan Interpersonal Antara Petugas Pajak dan Wajib Pajak. Sumber: Djamaludin Ancok, Psikologi Terapan, Yogyakarta, Darussalam, 2004

BAB 1 PENDAHULUAN. dalam bahasanya. Bahasa setiap daerah memiliki style atau gaya tersendiri dalam

BAB IV KONSEP PERANCANGAN

BAB I PENDAHULUAN. didalam menyiapkan dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM). Dalam

Pemahaman Protokoler dan Pembawa Acara Untuk Kesuksesan Penyelenggaraan Acara Resmi

BAB I PENDAHULUAN. jenis kelamin, pendidikan, maupun status sosial seseorang. Untuk mendukung

MANUAL KETERAMPILAN KLINIK KEDOKTERAN KOMUNITAS TEKNIK KOMUNIKASI : MENYAMPAIKAN KABAR BURUK DAN KONSELING KELUARGA

PRINSIP PENGELOLAAN ADMINISTRASI KEUANGAN

BAB I PENDAHULUAN. kejenuhan belajar. Berkaitan dengan itulah tingkat kejenuhan belajar siswa perlu memperoleh

Oleh FMIPA Institut Teknologi Bandung

C A R E E R H O G A N D E V E L O P TIPS- TIPS PENGEMBANGAN UNTUK MANAJEMEN KARIR. Laporan untuk: Sam Poole ID: HC Tanggal: 23 Februari 2017

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN

BAB I PENDAHULUAN. manusia tidak dapat berjalan dengan lancar. Alisjahbana (dalam Pateda dan Pulubuhu,

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Pada Bab IV penulis akan membahas mengenai hasil penelitian yang

2016 REPRESENTASI SENSUALITAS PEREMPUAN DALAM IKLAN

BAB I PENDAHULUAN. dan bahasa persatuan bangsa Indonesia. Sebagai bahasa negara, BI dapat

Standar Penampilan Pribadi.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Dalam video konser Super Junior bertajuk Super Show World Tour 1-5 banyak

BAB I PENDAHULUAN. makhluk hidup, komunikasi sangat penting dimana komunikasi itu sendiri

KURIKULUM KURSUS DAN PELATIHAN MASTER OF CEREMONY BERBASIS

BAB IV ANALISIS PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN TUTOR SEBAYA PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS V SDN KARANGMLATI 1 DEMAK

BAB I PENDAHULUAN. Sebagai mahluk sosial, manusia senantiasa hidup bersama dalam sebuah

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Fitri Chintia Dewi, 2013

HUBUNGAN ANTARA KECENDERUNGAN EKSTROVERT DENGAN KECEMASAN BERBICARA DI DEPAN UMUM PADA MAHASISWA FKIP PBSID UMS SKRIPSI

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. digunakan sebagai alat komunikasi oleh masyarakat untuk menunjang

BAB IV PEMBAHASAN Pembahasan Data Hasil Observasi Dari data hasil observasi dapat dibahas sebagai berikut:

BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN. Lokasi penelitian ini berada di kompleks Mulawarman, dilihat dari

BAB II DATA ANALISA. 2.1 Serial Animasi Data umum. Serial animasi umumnya ditentukan untuk sebuah program acara

Audio. Format Program. Universitas Pendidikan Indonesia Fakultas Ilmu Pendidikan Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan

ANALISIS PENYIMPANGAN MAKSIM KERJASAMA DAN AKSIM KESOPANAN DALAM WACANA KARTUN PADA URAT KABAR KOMPAS (TINJAUAN PRAGMATIK)

GESTURES MATERI 8 MATA KULIAH ILMU PERNYATAAN KOMUNIKASI KINESIK:

Panduan Sukses Menjalani Assessment Centre. Copyright Andin Andiyasari Mei 2008

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan dari generasi ke generasi yang semakin modern ini

BAB I PENDAHULUAN. dengan bersegmentasikan anak muda. Dalam membawakan program radio, Iqbal Ramadhan

Lampiran. 1. Apa saja yang di lakukan pada saat tahap pra produksi jurnal 19? angkat, artistic pada saat on air.

BAB I PENDAHULUAN. membangun bangsa ke arah yang lebih baik. Mahasiswa, adalah seseorang

BAB I PENDAHULUAN. yang penting yang tidak dapat dipisahkan dari sejarah perkembangan umat

Cara Membuka Aura Positif Dalam Diri

KERANGKA PIDATO. Tine A. Wulandari, M.I.Kom.

Transkripsi:

KONSEP DAN TIPS MENJADI MC oleh: Muslikhah Dwihartanti, SIP Makalah disampaikan pada kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Untuk Pengurus Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Umbulsejahtera Umbulmartani Ngemplak Sleman UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA YOGYAKARTA 2013

A. PENDAHULUAN Siapa yang tidak mengenal Tukul Arwana, Najwa Shihab, Deddy Corbuzier, Nycta Gina, Choky Sitohang, Irvan Hakim, Helmy Yahya, dan lain-lain. Mereka adalah figur-figur yang terkenal karena sering tampil di layar televisi dan bertugas membawakan sebuah acara. Sebenarnya ketenaran mereka tidak semata-mata karena mereka tampil di layar televisi, atau karena mereka telah menjadi artis. Tetapi juga karena kepiawaian dan kesuksesan mereka dalam membawakan sebuah acara, dengan gaya dan modelnya masing-masing. Meskipun jenis acara yang dibawakan berbeda, namun dengan kemampuannya, mereka sukses menyajikan acara sehingga menarik perhatian penonton dan audiens. Setiap acara membutuhkan pembawa acara atau Master of Ceremony atau MC untuk dapat menghantarkan tahapan acara, satu demi satu. Keberadaan MC terkesan sepele, namun sebetulnya tugas MC sangat berat. Kesuksesan maupun kelancaran sebuah acara dapat terlihat dari peran MC dalam menghantarkan acara dan menarik perhatian audiens. Bagaimanapun bagusnya sebuah acara, apabila pembawa acara tidak mampu membawakan rangkaian acara dengan baik, maka acara tersebut tidak akan terlihat sempurna. Maka peran seorang pembawa acara benar-benar luar biasa. B. Apa dan Siapa Master of Ceremony? MC adalah orang yang bertugas pemandu acara dan bertanggung jawab atas kelancaran dan suksesnya suatu acara, acara yang biasa dibawakan menuntut kreativitas dalam improvisasi dan memungkinkan adanya dialog dengan audiens. Jenis acara yang dibawakan adalah, acara hiburan, acara semi hiburan, eksibisi, dan yang sesuai dengan karakteristiknya yang meriah, semangat, dan emosional. MC pertama kali digunakan di Inggris untuk menyebut orang yang paling bertanggung jawab terhadap kelancaran sebuah acara. Dalam menjalankan tugasnya, Pembawa Acara/MC berbicara di depan umum. Berkaitan dengan hal tersebut, Pembawa acara harus mengetahui berbagai hal yang berhubungan dengan penggunaan bahasa, terutama bahasa lisan. Banyak orang yang menyamakan pengertian antara pembawa acara dan master of ceremony atau MC. Tetapi sebenarnya istilah pembawa acara dan MC memiliki arti yang berbeda. Pembawa acara adalah orang yang bertugas mengutarakan acara demi acara. Sedangkan MC adalah orang yang bertugas memandu acara dan bertanggung muslikhah@uny.ac.id Page 2

jawab atas kelancaran dan suksesnya suatu acara. Apabila dilihat dari definisinya, maka tugas MC terlihat lebih berat karena tidak sekedar membaca susunan acara, tetapi harus dapat memastika bahwa acara yang dipandunya berjalan dengan lancar dan sukses. Seorang MC memiliki tugas yang cukup berat. Diantaranya seorang MC dituntut untuk memiliki kreativitas dan mampu berimprovisasi. Kreativitas dibutuhkan agar dalam membawakan acara dapat menarik dan mampu menyesuaikan dengan acara yang dibawakan. Sedangkan improvisasi dibutuhkan agar pada saat tampil tidak macet bicara, tidak garing, dan apa yang disampaikan/diucapkan saling berkaitan. Seorang MC juga dituntut untuk mampu membaca situasi. Artinya seorang MC harus sensitif pada hal-hal apapun yang terjadi. Misalnya pada saat audiens terlihat bosan, audiens terlihat panik, suasana tidak mendukung, cuaca buruk, dan situasi lain yang mungkin terjadi pada saat acara berlangsung. Maka seorang MC harus bisa mengatasi dan mengambil keputusan terkait situasi yang sedang terjadi. Misalnya dengan menenangkan audiens atau menyegerakan untuk menutup acara. MC yang baik harus dapat membangun suasana sesuai dengan karakteristik acara. Membangun suasana berarti dapat menciptakan suasana yang sesuai dengan tema dan ciri khas acara tersebut. Misalnya acara yang sifatnya santai maka pembawaan dan gaya membawakan acara juga harus santai, termasuk intonasi, pakaian, dan selingan berupa gurauan. Demikian juga untuk jenis acara yang sifatnya formal, maka gaya yang dipakai juga harus formal. Selain itu, pada acara yang sifatnya formal, seorang MC tidak mungkin berdialog dengan audience. MC harus berbicara sesuai teks yang telah dipersiapkan sebelumnya. Sedangkan pada acara yang karakteristiknya santai, MC dapat lebih bebas berinteraksi dengan audiens. Jangan sampai pada acara formal, tetapi sang MC membawakan acara dengan gaya dan cara bicara yang santai. C. Siapa yang Cocok Menjadi MC? Meskipun pekerjaan sebagai MC terkesan sepele, tetapi tidak semua orang mampu melakukannya. Paling tidak orang tersebut memiliki modal dasar berupa sifatsifat yang telah dimilikinya. Orang yang cocok menjadi MC/pembawa acara antara lain memiliki sifat-sifat berikut: 1. Ekstrovert muslikhah@uny.ac.id Page 3

Ekstrovert adalah orang yang terbuka, yaitu orang yang suka mengekspresikan perasaan dan pikirannya. Maka orang dengan sifat ini sangat menyukai sharing dan membicarakan hal-hal yang menarik. Orang yang ekstrovert tidak menutup diri, tetapi berusaha mendiskusikan berbagai hal secara terbuka. 2. Generalis Yaitu orang yang memiliki pengetahuan umum. Bekal pengetahuan sangat penting dimiliki seorang MC sebagai modal untuk berbicara dan mengantarkan acara dengan mudah dan lancar. Seorang MC yang berpengatahuan umum dapat berbicara tentang segala sesuatu dengan lancar. 3. Fleksibel Fleksibel artinya luwes dan mudah menyesuaikan diri dengan situasi. Seorang MC harus luwes dan tidak kaku. 4. Friendly Friendly artinya mudah bergaul dan disenangi banyak orang. Orang seperti ini sangat menyenangkan untuk diajak berdiskusi. Maka antara friendly dan ekstrovert memiliki hubungan karena seseorang yang mudah bergaul biasanya karena mau membuka diri dengan orang lain. D. Persyaratan Master of Ceremony Profesi sebagai Pembawa Acara/MC menuntut kreativitas dan kepribadian matang, karena itu ada beberapa persyaratan yang harus dimiliki oleh seorang Pembawa Acara/MC, antara lain: 1. Pengetahuan dan pengalaman yang luas 2. Cerdas 3. Rasa humor 4. Sabar (saat audience kacau) 5. Imajinasi 6. Anusiasme rendah hati dan bersahabat 7. Kemampuan kerjasama Sedangkan tugas seorang MC ada beberapa hal antara lain: menyusun acara, mengecek kesiapan, membawakan acara, mengendalikan waktu, dan memuaskan hadirin. Menyusun acara merupakan tugas yang harus dilakukan sebelum bertugas muslikhah@uny.ac.id Page 4

sebagai MC. Menyusun acara wajib dilakukan meskipun MC telah terlatih atau terbiasa melakukan tugas tersebut. Fungsinya adalah agar lebih tertata dan lebih siap. Mengecek kesiapan jug merupakan tugas MC sebelum pelaksanaan acara. Dalam hal mengecek kesiapan, MC harus dapat memastikan segala sesuatunya telah siap. Mulai dari tempat atau lokasi acara, meja kursi dan penataannya, sound system yang mendukung acara, penataan panggung atau area berlangsungnya acara, pengisi-pengisi acara, mengetahui tamu yang akan hadir, siapa saja yang akan menyambut, dan lainlain. memastikan hal-hal tersebut, berarti telah melakukan sebagian tugas dengan harapan lancar dan sukses. Tugas MC pada saat pelaksanaan acara adalah membawakan acara demi acara, termasuk mengendalikan waktu. MC dalam hal ini tidak sekedar membacakan susunan acara, tetapi juga harus memperhitungkan waktu yang rencananya akan digunakan. Tujuannya rencana dan waktu yang telah disusun dan dirancang tidak akan meleset. Sedangkan tujuan akhir dari tugas MC adalah memuaskan hadirin. Memuaskan hadirin dilakukan dengan memberikan performa yang bagus dan sesuai dengan keinginan audiens. E. Penampilan, Sikap dan Bahasa Tubuh Apapun yang dilakukan seseorang, penilaian pertama adalah pada apa yang dikenakan. Dengan kata lain, penampilan menempati urutan pertama yang akan dilihat dan dinilai audiens. Maka penampilan seorang MC juga harus diperhatikan. Penampilan adalah pakaian dan cara berdandan yang menarik sesuai acara yang dipandu. Beberapa hal terkait dengan penampilan MC antara lain pakaian harus bersih dan rapi. Pakaian yang kurang rapi memberikan kesan kurang baik bahkan kurang pantas dilihat. Pakaian juga jangan terlalu ketat yang dapat menampilkan kesan seksi atau bahkan seronok. Apabila menggunakan dasi, jangan sampai dasi terkesan menekan dan mengikat leher. Selain menjadi kurang bagus dipandang, MC pun menjadi kurang nyaman, tidak bebas dan lebih gerah. Dan apabila MC tampil duet atau berpasangan, usahakan agar semua MC seragam atau serasi. Seragam belum tentu sama, tapi paling tidak menggunakan tema yang sama, misalnya baju daerah, baju muslim, warna baju yang senada, maupun bentuk dan model baju yang senada. Selain penampilan, sikap tubuh juga harus diperhatikan oleh seorang MC. Sikap tubuh adalah posisi tubuh yang merepresentasikan tingkah laku seorang MC. Sikap muslikhah@uny.ac.id Page 5

tubuh akan dilihat pertama kali, selain penampilan pakaian. Sikap tubuh yang baik di awal tampil, akan sangat berarti karena akan mempengaruhi penilaian audiens terhadap sang MC. Usahakan MC beriri tegak namun tidak kaku. Berdiri yang kaku seperti robot akan memberi kesan kalau MC sedang tegang. Maka rileks menjadi kata kuncinya. Rileks tidak hanya pada sikap tubuh tapi juga pada alat vokal. Caranya dengan bernafas dengan benar dan tidak terengah-engah. Tangan dan kepala juga harus rileks dan menghadap ke depan. Tentunya bagian-bagian tubuh juga jangan terlihat tegang dan kaku. Bahasa tubuh merupakan gerakan yang menyertai pembicaraan. Bahasa tubuh juga menjadi wujud ekspresi dari apa yang dikatakan. Bagi seorang MC, bahasa tubuh juga harus diperhatikan. Bahasa tubuh dapat menjadi penguat pesan yang ingin disampaikan. Tetapi bila dilakukan pada saat yang tidak tepat atau bahasa tubuh yang dilakukan tidak sesuai, justru akan mengganggu dan berakibat fatal. Yang harus diketahui adalah bahasa tubuh seringkali tidak direncanakan atau tidak sengaja dilakukan. Misalnya seorang MC yang sedang grogi, maka biasanya akan muncul banyak gerakan yang sebenarnya tidak perlu dan justru mengganggu. Oleh karena itu bahasa tubuh perlu dipelajari untuk kemudian dikendalikan, sehingga MC bisa memunculkan gerakan yang tepat dan dapat memperlancar komunikasi. Beberapa gerakan yang lazim dilakukan MC antara lain: mengulurkan tangan sebagai tanda setuju atau mempersilakan, mengacungkan jari telunjuk sebagai tanda minta perhatian, menyatukan telapak tangan ke dada sebagai tanda memohon, menggerakkan tangan dari bawah ke atas sebagai tanda mengajak, dan lain-lain. F. Tips Umum MC Teori mengenai MC mungkin telah banyak disampaikan, tetapi tidak banyak tips yang diperoleh dari teori-teori tersebut. Tips yang ada justru lebih sering dari hasil sharing pengalaman. Adapun beberapa tips yang dapat diterapkan oleh seseorang yang akan menjadi MC antara lain: 1. Murah senyum Seorang MC tidak boleh pelit senyum. Tunjukkan wajah yang ramah karena keramahan menunjukkan kita welcome terhadap orang lain. 2. Percaya diri muslikhah@uny.ac.id Page 6

Percaya diri menjadi modal utama. Dengan kepercayaan diri yang dimiliki, MC dapat mengelola acara dengan baik, dan lebih mudah melakukan improvisasi. 3. Konsentrasi Konsentrasi sangat dibutuhkan oleh seseorang yang tampil meskipun orang tersebut sudah biasa melakukannya. Dengan konsentrasi, maka akan melancarkan bicara dan tidak akan blank. 4. Menguasai urutan acara Menguasai urutan acara berarti menguasai setengah acara. Karena MC kemudian dapat memperkirakan apa yang akan dikatakan dan dilakukan pada saat berikutnya. 5. Rajin membaca Rajin membaca juga akan memberikan pengaruh positif bagi MC. Seorang MC yang rajin membaca, setidaknya memiliki wawasan yang lebih luas, sehingga pada saatnya MC dapat meleburkan pembicaraan dengan lawan bicara, tamu, maupun audiens. 6. Mengenali kelompok audiens Mengapa MC harus mengetahui kelompok audiens. Dengan memahami kelompok audiens, paling tidak seorang MC dapat menentukan gaya bicara, bahasa, maupun selingan dan gurauan yang akan dilontarkan. Jangan sampai MC mengatakan atau menyampaikan sesuatu yang tidak dipahami sama sekali oleh audiens. 7. Tepat waktu Seorang MC harus tepat waktu, tidak hanya untuk urusan kehadiran, tapi juga harus pandai mengatur waktu, karena tugas MC sebenarnya juga berkaitan dengan pengaturan waktu sehingga keseluruhan acara dapat berjalan dengan baik. 8. Meringkas isi pembicaraan Ada baiknya MC meringkas isi yang disampaikan oleh pembicara. Fungsinya selain secara pribadi menambah ilmu, MC juga dapat menyimpulkan apa yang disampaikan pembicara, sehingga ada kesan perhatian yang lebih. Bagi audiens, kesimpulan yang disampaikan MC bisa dijadikan pengingat lagi, karena pesan yang disampaikan berulang dapat berefek menguatkan ingatan terhadap pesan tersebut. 9. Memperhatikan konsumsi makan sebelum tampil muslikhah@uny.ac.id Page 7

Meskipun terdengan sepele, tetapi seorang MC sebaiknya memperhatikan apa yang dikonsumsi sebelum tampil. Jangan sampai pada saat tampil MC merasa terganggu akibat salah makan dan minum. Bahkan bisa jadi bukan hanya MC yang terganggu tapi juga audiens. Misalnya sebelum tampil MC makan pete atau minum soda. Akibatnya mulut menjadi bau dan sering bersendawa sehingga hal itu sangat mengganggu dan menurunkan kepercayaan diri. 10. Menghindari gerakan monoton Gerakan atau bahasa tubuh yang tepat memang dapat menguatkan pesan yang ingin disampaikan. Namun demikian jangan melakukan gerakan yang sama berulang-ulang sehingga memberikan kesan monoton. Gerakan yang monoton justru akan mengaburkan pesan dan mengganggu konsentrasi audiens. 11. Menguasai diri Menguasai diri dalam hal ini adalah kemampuan MC untuk mengontrol diri. Baik mengontrol bicara, mengontrol emosi, maupun mengontrol gerakan-gerakan. Misalnya, jika membuat lelucon, jangan sampai MC ikut tertawa terbahak-bahak sehingga justru mengganggu audiens. 12. Melakukan relaksasi Relaksasi dibutuhkan oleh siapa saja, terutama bagi orang yang akan tampil di hadapan orang banyak. Maka relaksasi mestinya juga dibutuhkan oleh seorang MC. Cara yang paling mudah adalah dengan mengatur tarikan nafas dengan rumus 5-20-10, yaitu 5 detik menghirup udara, 2o menit menahannya di dada, dan 10 detik menghembuskan udara pelan-pelan. Apabila hal iu dilakukan berulang akan sangat membantu MC untuk tenang sehingga lebih mampu menguasai diri. muslikhah@uny.ac.id Page 8