PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN / INFLASI

dokumen-dokumen yang mirip
PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN / INFLASI

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN / INFLASI

BPS PROVINSI SULAWESI SELATAN

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN / INFLASI

BPS PROVINSI SULAWESI SELATAN

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI 2016 BULUKUMBA INFLASI SEBESAR 0,59 PERSEN

PERKEMBANGAN IHK/INFLASI KOTA MANADO

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI DI KOTA KEBUMEN BULAN MARET 2015 INFLASI 0,03 PERSEN

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI 2016 BULUKUMBA INFLASI SEBESAR 0,30 PERSEN

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

BERITA RESMI STATISTIK

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/ INFLASI KOTA BLORA JULI 2016 INFLASI 1,03 PERSEN

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI KOTA BLORA AGUSTUS 2017 DEFLASI 0,21 PERSEN

WARTA INDEKS HARGA KONSUMEN (IHK) BPS KABUPATEN KENDAL

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN (INFLASI/DEFLASI) JULI 2017, PROVINSI RIAU INFLASI 0,48 PERSEN

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN PROVINSI RIAU

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN (INFLASI/DEFLASI) APRIL 2016, PROVINSI RIAU DEFLASI 1,10 PERSEN

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI KOTA BLORA JANUARI 2016 INFLASI 0,28 PERSEN

WARTA INDEKS HARGA KONSUMEN (IHK) BPS KABUPATEN KENDAL

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN (INFLASI/DEFLASI) APRIL 2015, PROVINSI RIAU INFLASI 0,73 PERSEN

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN (INFLASI/DEFLASI) AGUSTUS 2017, PROVINSI RIAU INFLASI 0,24 PERSEN

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI KOTA PADANG DAN KOTA BUKITTINGGI

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI KOTA MANOKWARI

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI BULAN JUNI 2015 DEFLASI -0,57 PERSEN

WARTA INDEKS HARGA KONSUMEN (IHK) BPS KABUPATEN KENDAL

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN OKTOBER 2011 KOTA PEKANBARU MENGALAMI INFLASI 0,54 PERSEN

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI KOTA MANOKWARI

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/ INFLASI KOTA BLORA SEPTEMBER 2016 INFLASI 0,07 PERSEN

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI JANUARI 2017 INFLASI 0,77 PERSEN

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI KOTA MANOKWARI

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI DI KOTA KEBUMEN BULAN NOVEMBER 2016 INFLASI 0,52 PERSEN

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

Transkripsi:

BPS PROVINSI SULAWESI SELATAN 22/04/73/Th. XIX, 1 April PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN / INFLASI MARET PROVINSI SULAWESI SELATAN INFLASI 0,50 PERSEN Pada et, Provinsi Sulawesi Selatan terjadi inflasi sebesar 0,50 persen dengan Indeks Harga Konsumen () sebesar 116,95. Dari 82 kota, tercatat 54 kota mengalami inflasi, sedangkan 28 kota lainnya deflasi. tertinggi terjadi di Manokwari 0,84 persen dengan 113,44 dan terendah terjadi di Padang dan Cilacap sebesar 0,01 persen dengan masing-masing 120,99 dan 120,74. Deflasi tertinggi terjadi di Tanjung Pandan- 1,97 persen dengan 123,59 dan terendah terjadi di Tarakan, Padang Sidempuan dan Medan sebesar -0,01 persen dengan masing-masing 126,43; 116,24 dan 118,63. di Provinsi Sulawesi Selatan terjadi karena adanya peningkatan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks pada kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,74 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,79 persen; kelompok sandang sebesar 0,23 persen; kelompok kesehatan 0,74 persen; kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,08 persen; dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,99 persen, meskipun satu kelompok lainnya deflasi yaitu : kelompok bahan makanan -0,19 persen. Tingkat inflasi tahun kalender et sebesar 0,05 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (et terhadap et ) sebesar 7,13 persen. Komponen inti di Sulawesi Selatan pada et mengalami inflasi sebesar 0,61 persen, tingkat inflasi komponen inti tahun kalender et sebesar 1,55 persen dan tingkat inflasi komponen inti tahun ke tahun (et terhadap et ) sebesar 4,74 persen. Setelah pemerintah menaikkan harga BBM sebanyak dua kali di Bulan et, maka berdasarkan hasil Survei Harga Konsumen BPS Provinsi Sulawesi Selatan terjadi inflasi sebesar 0,50 persen, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen () dari 116,37 pada Februari menjadi 116,95 pada et. Tingkat inflasi tahun kalender dan tingkat inflasi tahun ke tahun (et terhadap et ) masing-masing sebesar 0,05 persen, dan 7,13 persen. Berita Resmi Statistik Provinsi Sulawesi Selatan 22/04/73/Th. XIX, 1 April 1

terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks pada kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,74 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,79 persen; kelompok sandang sebesar 0,23 persen; kelompok kesehatan 0,74 persen; kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,08 persen; dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,99 persen, meskipun satu kelompok lainnya deflasi yaitu : kelompok bahan makanan -0,19 persen. Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada et antara lain: beras, bensin, bahan bakar rumah tangga, mobil, tukang bukan mandor, ikan bandeng, bawang merah, kayu balokan, sop, minyak goreng, donat, cumi-cumi, daging sapi, pemeliharaan/service dan baju kaos berkerah. Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan harga adalah: daging ayam ras, cabe rawit, angkutan dalam kota, telur ayam ras, tomat sayur, emas perhiasan, tomat buah, kacang panjang dan udang basah. Kelompok komoditas yang memberikan andil/sumbangan inflasi pada et, yaitu: kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,1219 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,1846 persen; kelompok sandang 0,0178 persen; kelompok kesehatan 0,0313 persen; kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga 0,0054 persen; dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan 0,1825 persen, sedangkan kelompok yang memberikan andil deflasi, yaitu: kelompok bahan makanan sebesar -0,0434 persen; Tabel 1 dan Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan et,, dan Ke Menurut Kelompok Pengeluaran (2012 = 100) Kelompok Pengeluaran Desember Februari et et 1) Laju 2) ke 3) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) U m u m (Headline) 116,89 116,37 116,95 0,50 0,05 7,13 1. Bahan Makanan 125,03 125,81 125,57-0,19 0,43 12,87 2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau 114,11 114,84 115,70 0,74 1,39 6,34 3. Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar 114,88 116,18 117,10 0,79 1,93 7,33 4. Sandang 110,82 112,61 112,87 0,23 1,85 4,51 5. Kesehatan 109,25 110,74 111,56 0,74 2,11 5,75 6. Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga 105,45 105,84 105,92 0,08 0,44 2,18 7. Transpor, Komunikasi, dan Jasa Keuangan 121,49 114,34 115,47 0,99-4,96 4,35 1) Persentase Perubahan et terhadap bulan sebelumnya 2) Persentase Perubahan et terhadap Desember 3) Persentase Perubahan et terhadap et 2 Berita Resmi Statistik Provinsi Sulawesi Selatan 22/04/73/Th. XIX, 1 April

Tabel 2 Kelompok Pengeluaran Terhadap Provinsi Sulawesi Selatan (2012=100) et (persen) Kelompok Pengeluaran Andil (%) (1) (2) U M U M 0,5001 1. Bahan Makanan -0,0434 2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok,dan Tembakau 0,1219 3. Perumahan, Air, Listrik, Gas,dan Bahan Bakar 0,1846 4. Sandang 0,0178 5. Kesehatan 0,0313 6. Pendidikan, Rekreasi,dan Olahraga 0,0054 7. Transpor, Komunikasi,dan Jasa Keuangan 0,1825 URAIAN MENURUT KELOMPOK PENGELUARAN 1. Bahan Makanan Kelompok bahan makanan pada bulan et mengalami perubahan indeks sebesar -0,19 persen, atau terjadi penurunan indeks dari bulan sebelumnya yaitu 125,81 menjadi 125,57 pada bulan ini. Dari 11 sub kelompok dalam kelompok bahan makanan, 7 sub kelompok mengalami inflasi sedangkan 4 sub kelompok lainnya deflasi. Kelompok pengeluaran bahan makanan secara keseluruhan memberikan sumbangan deflasi sebesar -0,0434 persen. Tabel 3 dan Kelompok Bahan Makanan et (%) BAHAN MAKANAN -0,19-0,0434 1 Padi-2an, umbi-2an & hsl-nya 3,00 0,1703 2 Daging & hasilnya -5,77-0,1054 3 Ikan Segar 0,16 0,0054 4 Ikan Diawetkan 4,13 0,0100 5 Telur, Susu dan hsl-nya -1,44-0,0304 6 Sayur-2an -2,96-0,0684 7 Kacang-2an 0,92 0,0047 8 Buah-2an 0,44 0,0101 9 Bumbu-2an -3,05-0,0575 10 Lemak dan Minyak 1,52 0,0165 11 Bahan makanan lainnya 1,66 0,0013 Berita Resmi Statistik Provinsi Sulawesi Selatan 22/04/73/Th. XIX, 1 April 3

2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau Kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau pada bulan et mengalami perubahan indeks dari 114,84 pada bulan Februari menjadi 115,70 pada et atau terjadi kenaikan sebesar 0,74 persen. Dari tiga sub kelompok dalam kelompok pengeluaran ini, semuanya mengalami inflasi. Kelompok pengeluaran ini secara keseluruhan memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,1219 persen. Tabel 4. dan Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau et (%) Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan 0,74 0,1219 Tembakau 1 Makanan Jadi 0,90 0,0858 2 Minuman yang tdk beralkohol 1,03 0,0319 3 Tembakau dan Min. beralkohol 0,09 0,0042 3. Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar Kelompok perumahan, air, gas dan bahan bakar pada bulan et mengalami inflasi sebesar 0,79 persen, atau terjadi kenaikan indeks dari 116,18 pada bulan Februari menjadi 117,10 pada bulan et. sub kelompok biaya tempat tinggal 0,74 persen; bahan bakar, penerangan dan air 1,49 persen; perlengkapan rumah tangga 0,05 persen; dan penyelenggaraan rumahtangga 0,64 persen. Tabel 5. dan Kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas, dan Bahan Bakar et (%) Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar 0,79 0,1846 1 Biaya tempat tinggal 0,74 0,0898 2 Bahan bakar, penerangan dan air 1,49 0,0800 3 Perlengkapan rumahtangga 0,05 0,0022 4 Penyelenggaraan rumahtangga 0,64 0,0126 Kelompok Perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar memberi kontribusi inflasi sebesar 0,1846 persen. 4. S a n d a n g Kelompok sandang bulan et inflasi sebesar 0,23 persen atau terjadi perubahan indeks dari 112,61 pada bulan lalu naik menjadi 112,87. Kelompok ini mencakup 4 sub kelompok, 3 sub kelompok mengalami inflasi sedangkan 1 sub kelompok lainnya deflasi. Kelompok sandang berkontribusi inflasi sebesar 0,0178 persen. Tabel 6. dan Kelompok Sandang et (%) Sandang 0,23 0,0178 1 Sandang laki-laki 0,67 0,0144 2 Sandang wanita 0,58 0,0118 3 Sandang anak-anak 0,73 0,0096 4 Barang pribadi dan sandang lainnya -0,84-0,0180 4 Berita Resmi Statistik Provinsi Sulawesi Selatan 22/04/73/Th. XIX, 1 April

5. Kelompok Kesehatan Kelompok kesehatan bulan ini mengalami kenaikan indeks sebesar 0,74 persen, dengan kontribusi inflasi sebesar 0,0313 persen, angka indeks dari 110,74 bulan lalu menjadi 111,56 pada et ini. Sub kelompok yang mengalami kenaikan indeks adalah : sub kelompok jasa kesehatan, sub kelompok obat-obatan, sub kelompok jasa perawatan jasmani, dan sub kelompok perawatan jasmani dan kosmetika. Tabel 7. dan Kelompok Kesehatan et (%) Kelompok/ Sub Kelompok Kesehatan 0,74 0,0313 1 Jasa Kesehatan 0,62 0,0086 2 Obat-obatan 0,02 0,0001 3 Jasa Perawatan jasmani 1,75 0,0083 4 Perawatan jasmani dan kosmetika 0,79 0,0143 6. Kelompok Pendidikan, Rekreasi dan Olah Raga Kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga mengalami perubahan indeks sebesar 0,08 persen. Terdapat 5 sub kelompok dalam kelompok ini, 3 sub kelompok mengalami inflasi, 1 sub kelompok deflasi, sedangkan 1 sub kelompok lainnya stabil. Secara keseluruhan kelompok ini berkontribusi inflasi sebesar 0,0054 persen. Tabel 8. dan Kelompok Pendidikan Rekreasi & Olah Raga et (%) Pendidikan, Rekreasi & Olah Raga 0,08 0,0054 1 Jasa Pendidikan 0,00 0,0000 2 Kursus2 / Pelatihan 0,04 0,0001 3 Perlengkapan/Peralatan Pendidikan 0,33 0,0049 4 Rekreasi -0,01 0,0003 5 Olah raga 0,05 0,0001 7. Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan Kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan mengalami perubahan indeks dari 114,34 bulan lalu naik menjadi 115,47 dibulan ini, atau inflasi sebesar 0,99 persen. Dari 4 sub kelompok, terdapat 2 sub kelompok mengalami inflasi, sementara 2 sub kelompok lainnya tidak mengalami perubahan. Secara keseluruhan kelompok ini berkontribusi inflasi sebesar 0,1825 persen. Tabel 9. dan Kelompok Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan et (%) Transpor, Komunikasi & Jasa Keuangan 0,99 0,1825 1 Transpor 1,37 0,1664 2 Komunikasi Dan Pengiriman 0,00-0,0002 3 Sarana dan Penunjang Transpor 1,24 0,0162 4 Jasa Keuangan 0,00 0,0000 Berita Resmi Statistik Provinsi Sulawesi Selatan 22/04/73/Th. XIX, 1 April 5

PERBANDINGAN INFLASI PROVINSI SULAWESI SELATAN TAHUN 2011 Pada bulan et tahun Sulawesi Selatan mengalami inflasi sebesar 0,50 persen, inflasi bulan ini lebih tinggi dibanding tahun 2012 sebesar 0,34; tahun 2013 sebesar 0,26 persen; dan tahun sebesar 0,02 persen, sementara tahun 2011 mengalami deflasi sebesar -0,33 persen. Laju inflasi year on year Provinsi Sulawesi Selatan et sebesar 7,13 persen lebih tinggi dibanding periode tahun 2011 sebesar 6,32 persen, tahun 2012 sebesar 4,06 persen, tahun 2013 sebesar 4,61 persen dan tahun sebesar 5,88 persen. Tabel 10 Bulanan, dan ke, 2010 2011 (2007 = 100) 2012 (2007 = 100) 2013 (2007 = 100) (2012 = 100) (2012 = 100) (1) (2) (3) (4) (5) (6) 1. et -0,33 0,34 0,26 0,02 0,50 2. (et) tahun kalender 0,76 1,91 2,11 1,44 0,05 3. et terhadap et ( Year) 6,32 4,06 4,61 5,88 7,13 MARET KOTA MAKASSAR INFLASI 0,63 PERSEN Kota Makassar pada bulan et ini mengalami inflasi sebesar 0,63 persen, atau terjadi perubahan indeks dari 116,21 pada bulan Februari naik menjadi 116,94 pada bulan et. Laju inflasi tahun kalender (et ) sebesar 0,38 persen, dan laju inflasi year on year dari et terhadap et sebesar 7,34 persen. dipicu oleh naiknya harga-harga komoditi yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks pada kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,86 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,87 persen; kelompok sandang sebesar 0,29 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,86 persen; kelompok pendidikan, dan rekreasi dan olahraga sebesar 0,08 persen; dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 1,34 persen, meskipun kelompok lainnya mengalami deflasi, yaitu : kelompok bahan makanan sebesar -0,10 persen 6 Berita Resmi Statistik Provinsi Sulawesi Selatan 22/04/73/Th. XIX, 1 April

Tabel 11 dan Tingkat Kota Makassar et, kalender, dan ke Menurut Kelompok Pengeluaran (2012=100) Kelompok Pengeluaran Desember Februari et et 1) Laju 2) ke 3) Andil (%) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) U M U M 116,50 116,21 116,94 0,63 0,38 7,34 1. Bahan Makanan 124,26 125,95 125,83-0,10 1,26 13,96-0,0205 2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau 113,47 113,73 115,15 0,86 1,48 6,38 0,1397 3. Perumahan, Air, Listrik, Gas, dan Bahan Bakar 115,04 116,16 117,40 0,87 2,05 7,33 0,2046 4. Sandang 111,94 112,73 114,32 0,29 2,13 4,95 0,0227 5. Kesehatan 109,61 110,55 112,29 0,86 2,45 6,18 0,0362 6. Pendidikan, Rekreasi, dan Olahraga 105,44 105,50 105,70 0,08 0,25 2,17 0,0057 7. Transpor, Komunikasi, dan Jasa Keuangan 120,64 115,09 115,08 1,34-4,61 4,21 0,2447 1) 2) 3) Persentase perubahan et terhadap bulan sebelumnya Persentase perubahan et terhadap Desember Persentase perubahan et terhadap et PERBANDINGAN ANTAR KOTA DI PULAU SULAWESI Kota-kota di wilayah pulau Sulawesi yang berjumlah 11 kota, 8 kota mengalami inflasi sedangkan 3 kota lainnya mengalami deflasi. tertinggi terjadi di Watampone sebesar 0,83 persen dengan 116,02, terendah di Bulukumba sebesar 0,20 persen dengan 124,49, deflasi tertinggi terjadi di Parepare sebesar -1,01 persen dengan 115,36 dan terendah di Bau-bau sebesar -0,39 persen dengan 121,39. (lihat tabel 12 kolom 6). Laju inflasi tertinggi berdasarkan tahun ke tahun (et terhadap et ) terjadi di Bau-bau sebesar 10,52 persen; diikuti berturut-turut Manado sebesar 7,99 persen; Makassar sebesar 7,34 persen; Palopo sebesar 6,95 persen; Kendari sebesar 6,81 persen; Mamuju sebesar 6,68 persen; Parepare sebesar 6,53 persen; Bulukumba sebesar 6,21 persen; Watampone sebesar 5,66 persen, serta Palu dan Gorontalo masing-masing sebesar 5,28 persen. Berita Resmi Statistik Provinsi Sulawesi Selatan 22/04/73/Th. XIX, 1 April 7

Tabel 12 Perbandingan Indeks dan et Antar Kota di Pulau Sulawesi (2012=100) K o t a Desember Februari et et 1) Laju 2) ke 3) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) 01. WATAMPONE 117,35 115,07 116.02 0.83-1.13 5.66 02. GORONTALO 115,26 113,11 113.96 0.75-1.13 5.28 03. MAKASSAR 116,50 116,21 116.94 0.63 0.38 7.34 04. KENDARI 116,16 114,00 114.65 0.57-1.30 6.81 05. MANADO 118,61 117,54 118.13 0.50-0.40 7.99 06. MAMUJU 116,85 115,69 116.20 0.44-0.56 6.68 07. PALOPO 116,54 115,98 116.40 0.36-0.12 6.95 08. BULUKUMBA 125,61 124,24 124.49 0.20-0.89 6.21 09. BAU-BAU 121,89 121,87 121.39-0.39-0.41 10.52 10. PALU 120,21 118,14 117.34-0.68-2.39 5.28 11. PAREPARE 117,71 116,54 115.36-1.01-2.00 6.53 1) 2) 3) Persentase perubahan et terhadap bulan sebelumnya Persentase perubahan et terhadap Desember Persentase perubahan et terhadap et INFLASI MENURUT KOMPONEN MARET Komponen inti Sulawesi Selatan pada bulan et inflasi sebesar 0,61 persen, komponen diatur pemerintah inflasi 1,06 persen; dan komponen bergejolak deflasi sebesar -0,26 persen. Sementara itu komponen inti untuk kota Makassar pada et mengalami inflasi sebesar 0,71 persen; komponen yang harganya diatur pemerintah mengalami inflasi sebesar 1,29 persen, dan komponen bergejolak deflasi sebesar -0,17 persen. Kota Watampone komponen inti inflasi sebesar 0,12 persen; harga diatur pemerintah inflasi sebesar 0,97 persen; dan komponen bergejolak inflasi sebesar 2,56 persen. Kota Parepare komponen inti inflasi sebesar 0,16 persen; harga diatur pemerintah -2,37 persen; dan komponen bergejolak deflasi sebesar -3,11 persen. Kota Palopo komponen inti inflasi sebesar 0,37 persen; harga diatur pemerintah inflasi sebesar 2,05 persen; dan komponen bergejolak sebesar -0,88 persen. Kota Bulukumba komponen inti deflasi sebesar -0,04 persen; harga diatur pemerintah inflasi sebesar 1,55 persen; dan komponen bergejolak sebesar -0,11 persen. 8 Berita Resmi Statistik Provinsi Sulawesi Selatan 22/04/73/Th. XIX, 1 April

Tabel 13 Laju et, dan Year Menurut Komponen Di Provinsi Sulawesi Selatan Komponen Kota Makassar Kota Watampone Kota Parepare Perubahan (%) Perubahan (%) Perubahan (%) Year Year Year (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) U M U M 116.94 0.63 0.38 7.34 116.02 0.83-1.13 5.66 115.36-1.01-2.00 6.53 Inti 111,77 0,71 1,67 4,82 108,58 0,12 0,84 3,96 109,72 0,16 1,11 4,29 Harga Diatur Pemerintah 126,72 1,29-5,11 8,77 127,23 0,97-6,27 6,84 130,15-2,37-6,60 11,11 Bergejolak 127,37-0,17 1,31 14,98 130,69 2,56-2,19 9,35 121,42-3,11-6,28 9,38 Komponen Kota Palopo Kota Bulukumba Provinsi Sulawesi Selatan Perubahan (%) Perubahan (%) Perubahan (%) Year Year Year (14) (15) (16) (17) (18) (19) (20) (21) (22) (23) (24) (25) U M U M 116.40 0.36-0.12 6.95 124.49 0.20-0.89 6.21 116,95 0,50 0,05 7,13 Inti 110,71 0,37 1,58 5,16 120,57-0,04 0,75 4,34 111,62 0,61 1,55 4,74 Harga Diatur Pemerintah 128,32 2,05-6,08 11,10 134,86 1,55-5,59 8,49 127,31 1,06-5,36 8,96 Bergejolak 124,06-0,88 0,35 8,64 127,65-0,11-1,41 9,19 126,94-0,26 0,42 13,66 Berita Resmi Statistik Provinsi Sulawesi Selatan 22/04/73/Th. XIX, 1 April 9