GAMBARAN TINGKAT KECEMASAN ORANGTUA TERHADAP HOSPITALISASI ANAK DENGAN KEJANG DEMAM DI RUANG ANAK BAWAH RSUD dr. SOEKARDJO KOTA TASIKMALAYA

dokumen-dokumen yang mirip
KECEMASAN PASIEN PRE OPERASI BEDAH MAYOR

TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN YANG HOSPITALISASI. Nugrahaeni Firdausi

BAB 1 PENDAHULUAN. Keluarga merupakan orang terdekat dari seseorang yang mengalami

GAMBARAN TINGKAT KECEMASAN ORANG TUA TERHADAP HOSPITALISASI ANAK DI RSUD Dr. MOEWARDI

ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MOTIVASI ORANG TUA DALAM MEMANFAATKAN ALAT-ALAT PERMAINAN EDUKATIF DI RUANG ANAK RS. BAPTIS KEDIRI ABSTRACT

BAB I PENDAHULUAN. suatu proses yang dapat diprediksi. Proses pertumbuhan dan. tumbuh dan kembang sejak awal yaitu pada masa kanak-kanak (Potter &

BAB 1 PENDAHULUAN. lingkungan rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan dalam perawatan atau

BAB I PENDAHULUAN. tidak lagi dipandang sebagai miniatur orang dewasa, melainkan sebagai

KECEMASAN ANAK USIA TODDLER YANG RAWAT INAP DILIHAT DARI GEJALA UMUM KECEMASAN MASA KECIL

HUBUNGAN DAMPAK HOSPITALISASI ANAK DENGAN TINGKAT KECEMASAN ORANG TUA DI IRINA E ATAS RSUP PROF. DR. R. D. KANDOU MANADO

BAB I PENDAHULUAN. jika seringkali pasien dan keluarganya menunjukkan sikap yang agak

KETERKAITAN LAMA MENDERITA DIABETES MELITUS TIPE II DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN DI RSUD PROF. Dr. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO.

KOMUNIKASI TERAPEUTIK DENGAN TINGKAT KECEMASAN KELUARGA PASIEN DI INTENSIVE CARE UNIT (ICU) RS ADI HUSADA KAPASARI SURABAYA

Performance Hospital Service Against The Level Of Anxiety In Child. Performance Pelayanan Rumah Sakit Terhadap Tingkat Kecemasan Anak

PENELITIAN TINGKAT KECEMASAN MASYARAKAT YANG MENGALAMI PROSES PENUAAN. Di Dusun Besar Desa Prayungan Kecamatan Sawoo Kabupaten Ponorogo

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Kebutuhan dasar manusia merupakan unsur-unsur yang dibutuhkan

Siti Nursondang 1, Setiawati 2, Rahma Elliya 2 ABSTRAK

PERSEPSI ORANG TUA TENTANG PENERAPAN PRINSIP PERAWATAN ATRAUMATIK DI RUANG IBNU SINA RS PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA

Ibnu Sutomo 1, Ir. Rahayu Astuti, M.Kes 2, H. Edy Soesanto, S.Kp, M.Kes 3

ABSTRAK. Gambaran Tingkat Kecemasan Pada Pasien Gagal Ginjal Yang Menjalani Proses Hemodialisa Di RSUD Dr. Hardjono Ponorogo.

PENGARUH TERAPI MUSIK TERHADAP PENURUNAN TINGKAT KECEMASAN PADA ANAK YANG DIRAWAT DI RUMAH SAKIT Dr.OEN SURAKARTA

GAMBARAN TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN STROKE ISKEMIK DI RUANG V RUMAH SAKIT UMUMKOTA TASIKMALAYA. Ridwan Kustiawan Rani Hasriani ABSTRAK

HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA LANSIA USIA TAHUN DI RW 08 KELURAHAN SUKUN KECAMATAN SUKUN KOTA MALANG

TINGKAT PENGETAHUAN KELUARGA DAN KESIAPAN KELUARGA DALAM MERAWAT ANGGOTA KELUARGA YANG MENDERITA STROKE DI DESA KEBAKKRAMAT KARANGANYAR

Syntax Literate : Jurnal Ilmiah Indonesia ISSN : e-issn : Vol. 2, No 2 Februari 2017

Study Tingkat Kecemasan Penderita Diabetes Mellitus Di Poli Rawat Jalan Puskesmas Ngawi Purba Kabupaten Ngawi

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Kelurahan Wongkaditi, Kecamatan Kota Utara, Kota Gorontalo. Rumah Sakit ini

BAB I PENDAHULUAN. hidup mereka. Anak juga seringkali menjalani prosedur yang membuat. Anak-anak cenderung merespon hospitalisasi dengan munculnya

: tingkat pengetahuan, kecemasan PENDAHULUAN

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN MEKANISME KOPING PENDERITA GASTROENTERITIS KRONIK DI RSUD. DR. HAULUSSY AMBON TAHUN *Dewiyusrianti Lina

ejournal keperawatan (e-kp) Volume 1. Nomor 1. Agustus 2013

BAB 1 PENDAHULUAN. (lebih dari 15 menit) dapat menyebabkan kematian (0,64-0,74%). pertama sebelum umur 4 tahun, terbanyak diantara bulan.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. yang berada di Provinsi Daerah Istimewah Yogyakarta. Kecamatan

PERAN PERAWAT TERHADAP KECEMASAN KELUARGA PASIEN YANG DIRAWAT DI UNIT PERAWATAN INTENSIF RS Tri Mulia Herawati 1, Sarah Faradilla 2

TRIMESTER III DI PUSKESMAS TEGALREJO YOGYAKARTA

SKRIPSI. Diajukan Oleh : PARYANTO J

BAB 1 PENDAHULUAN. oleh banyak faktor, baik faktor dari petugas (perawat, dokter dan tenaga

BAB III METODE PENELITIAN

PERBEDAAN TINGKAT KECEMASAN PASIEN DENGAN KATEGORI MODERATE CARE DI RUANG PERAWATAN KELAS VIP KELAS I DAN KELAS II DI RUMAH SAKIT ISLAM SURAKARTA

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN PREOPERATIVE DI RS MITRA HUSADA PRINGSEWU

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Sakit merupakan keadaan dimana terjadi suatu proses penyakit dan

PENGETAHUAN ORANG TUA TENTANG STIMULASI PERKEMBANGAN ANAK USIA PRASEKOLAH. Achmad Ridwan, Anita Nur Lely Akademi Keperawatan Pamenang Pare Kediri

BAB I PENDAHULUAN. tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan keterbaruan penelitian.

GAMBARAN STATUS GIZI BALITA UMUR 3-5 TAHUN DI DESA PUTON KECAMATAN DIWEK KABUPATEN JOMBANG

HUBUNGAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK PERAWAT DENGAN TINGKAT KECEMASAN PASIEN GANGGUAN KARDIOVASKULAR YANG DIRAWAT DIRUANGAN ALAMANDA TAHUN 2015

BAB I PENDAHULUAN. Menurut Wong (2009) Masa kanak-kanak awal yaitu pada usia 3 6 tahun

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN PERAWAT DENGAN PELAKSANAAN METODE PENUGASAN DALAM MODEL PRAKTEK KEPERAWATAN PROFESIONAL (MPKP) DI RSUD WATES

Skripsi RIKA RAUDHATUL JANNAH NIM : S RINA AGUSTINA NIM: S

BAB I PENDAHULUAN. yang terbatas antara individu dengan lingkungannya (WHO, 2007). Berdasarkan data dari World Health Organisasi (WHO, 2015), sekitar

BAB I PENDAHULUAN. anak (Undang-Undang Perlindungan Anak, 2002).

DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA PADA PASIEN GANGGUAN ANSIETAS MENYELURUH DI INSTALASI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT BAPTIS KEDIRI

GAMBARAN DEPRESI PERIMENOPAUSE KARYAWATI DI PT PELABUHAN INDONESIA 1(PERSERO) MEDAN

HUBUNGAN PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN KECEMASAN ORANG TUA PADA ANAK HOSPITALISASI

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

GAMBARAN TINGKAT KECEMASAN PADA KLIEN PRA BEDAH MAYOR DI RUANG RAWAT INAP MEDIKAL BEDAH GEDUNG D LANTAI 3 RUMAH SAKIT UMUM CIBABAT CIMAHI

PENGARUH PEMBERIAN TERAPI AKTIVITAS BERMAIN TERHADAP TINGKAT KECEMASAN ANAK USIA TODDLER

ANALISIS MUTU PELAYANAN KESEHATAN DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT DAERAH MADANI PROVINSI SULAWESI TENGAH. Aminuddin 1) Sugeng Adiono 2)

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. 1. Deskripsi Umum Lokasi Penelitian

Abstract. Healthy Tadulako Journal 11. Hubungan antara pendampingan persalinan...( Abd. Halim, Fajar, Nur)

HUBUNGAN ANTARA SUPPORT SYSTEM KELUARGA DENGAN KEPATUHAN BEROBAT KLIEN RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT JIWA DAERAH SURAKARTA

Purwandita Anggarini, Lutfi Nurdian Asnindari STIKES Aisyiyah Yogyakarta

BAB I PENDAHULUAN. (Fidianty & Noviastuti, 2010). Menurut Taylor (2006) kecemasan adalah suatu

REPI SEPTIANI RUHENDI MA INTISARI

HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN TINGKAT KEMANDIRIAN ANAK RETARDASI MENTAL RINGAN DI SDLB YPLB BANJARMASIN

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Estimasi Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan pertumbuhan

GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN GURU TAMAN KANAK-KANAK TENTANG ALAT PERMAINAN EDUKATIF

HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL ORANG TUA DENGAN KESIAPAN REMAJA MENGHADAPI PUBERTAS DI SMP N 2 KASIHAN BANTUL YOGYAKARTA NASKAH PUBLIKASI

MODEL PENDIDIKAN KESEHATAN DALAM MENIGKATKAN PENGETAHUAN TENTANG PENGELOLAAN KEJANG DEMAM PADA IBU BALITA DI POSYANDU BALITA

HUBUNGAN PENDAMPINGAN ORANG TUA DENGAN KECEMASAN PADA ANAK SAAT PENGAMBILAN DARAH DI RUANGAN ANAK RSUD NOONGAN KABUPATEN MINAHASA

I. PENDAHULUAN. otak (Dipiro et.al, 2005). Epilepsi dapat dialami oleh setiap orang baik laki-laki

HUBUNGAN PENGETAHUAN PASIEN TENTANG KEMOTERAPI DENGAN KECEMASAN DALAM MENJALANI TINDAKAN KEMOTERAPI DI RSUD PANEMBAHAN SENOPATI BANTUL

PENGARUH TERAPI BERMAIN TERHADAP RESPON KECEMASAN ANAK USIA PRASEKOLAH DALAM MENJALANI HOSPITALISASI DI RUANG SERUNI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH JOMBANG

BAB I LATAR BELAKANG

Oleh : Muskhab 2 ABSTRACT

HUBUNGAN KARAKTERISTIK IBU HAMIL TRIMESTER III DENGAN TINGKAT KECEMASAN DALAM MENGHADAPI PERSALINAN DI POLI KIA PUSKESMAS TUMINTING

GAMBARAN SIKAP PERAWAT DALAM KOMUNIKASI TERAPEUTIK PADA ANAK USIA BALITA OVERVIEW ATTITUDE OF NURSES IN COMMUNICATION THERAPEUTIC IN CHILDREN

BAB I PENDAHULUAN. yang dapat mempengaruhi setiap bagian tubuh. Penyakit kanker sangat. kematian di seluruh dunia disebabkan oleh kanker.

BAB I PENDAHULUAN. Menurut American Diabetes Association / ADA (2011) DM adalah suatu

TERAPI BERMAIN : GAMES PENGARUHI TINGKAT ADAPTASI PSIKOLOGIS ANAK USIA SEKOLAH

HUBUNGAN TINGKAT HARGA DIRI (SELF-ESTEEM) DENGAN TINGKAT ANSIETAS ORANG TUA DALAM MERAWAT ANAK TUNAGRAHITA DI SDLB C NEGERI DENPASAR

TINGKAT KECEMASAN PASIEN PREOPERATIF PADA PEMBEDAHAN SEKSIO SESAREA DI RUANG SRIKANDI RSUD KOTA SEMARANG

PENGARUH TERAPI BERCERITA TERHADAP SKALA NYERI ANAK USIA PRASEKOLAH (3-6 TAHUN) SELAMA TINDAKAN PENGAMBILAN DARAH VENA DI RSUD TUGUREJO SEMARANG

HUBUNGAN ANTARA TINGKAT DEPRESI DENGAN KEMANDIRIAN DALAM ACTIVITY of DAILY LIVING (ADL) PADA PASIEN DIABETES MELLITUS DI RSUD PANDAN ARANG BOYOLALI

BAB I PENDAHULUAN. menyesuaikan diri yang mengakibatkan orang menjadi tidak memiliki. suatu kesanggupan (Sunaryo, 2007).Menurut data Badan Kesehatan

HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN DIIT DIABETES MELLITUS

HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN TINGKAT KECEMASAN PASIEN PRE APPENDIKTOMI DI RUANG KELAS III BEDAH RSU SWADANA DAERAH TARUTUNG TAHUN 2013

PENGARUH TERAPI MUSIK DANGDUT RITME CEPAT TERHADAP PERBEDAAN TINGKAT DEPRESI PADA PASIEN DEPRESI DI RUMAH SAKIT JIWA DAERAH SURAKARTA

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. terhadap pengalaman sakit, yang disebabkan karena faktor lingkungan,

BAB I PENDAHULUAN. yang tumbuh melampaui batas normal yang kemudian dapat menyerang semua

PHARMACY, Vol.07 No. 02 Agustus 2010 ISSN

FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMANFAATAN PELAYANAN KESEHATAN DI PUSKESMAS TAMALANREA KOTA MAKASSAR

KESEJAHTERAAN SUBJEKTIF PADA PENYANDANG KANKER PAYUDARA

TINGKAT STRES PADA CAREGIVER PASIEN GANGGUAN JIWA PSIKOTIK LAPORAN HASIL PENELITIAN KARYA TULIS ILMIAH

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Anak merupakan anugerah dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Sudah

HUBUNGAN KEBIASAAN CUCI TANGAN DENGAN PERILAKU IBU DALAM PENCEGAHAN DIARE PADA BALITA DI PUSKESMAS GAMPING 1 YOGYAKARTA NASKAH PUBLIKASI

PERAN PETUGAS KESEHATAN DAN KEPATUHAN IBU HAMIL MENGKONSUMSI TABLET BESI

HUBUNGAN KARAKTERISTIK DAN LINGKUNGAN BELAJAR KLINIK DENGAN KECEMASAN MAHASISWA SAAT PRAKTEK KLINIK DI RSJD DR AMINO GONDOHUTOMO SEMARANG

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEAKTIFAN IBU BALITA DALAM KEGIATAN POSYANDU DI POSYANDU NUSA INDAH DESA JENAR KECAMATAN JENAR KABUPATEN SRAGEN

GAMBARAN TINGKAT KECEMASAN IBU SAAT BALITA DIARE DI PUSKESMAS WILAYAH KECAMATAN SEMARANG TIMUR

GAMBARAN PENGETAHUAN IBU BALITA TENTANG PENYAKIT ISPA DI PUSKESMAS PEMBANTU SIDOMULYO WILAYAH KERJA PUSKESMAS DEKET KECAMATAN DEKET KABUPATEN LAMONGAN

Transkripsi:

GAMBARAN TINGKAT KECEMASAN ORANGTUA TERHADAP HOSPITALISASI ANAK DENGAN KEJANG DEMAM DI RUANG ANAK BAWAH RSUD dr. SOEKARDJO KOTA TASIKMALAYA Ridwan kustiawan Fajar Firdaus Anshori ABSTRAK Kecemasan merupakan pengalaman subjektif dari individu dan tidak dapat diobservasi secara langsung serta merupakan suatu keadaan emosi tanpa objek yang spesifik. Kecemasan tersebut dapat terjadi pada orang tua karena kecemasan orang tua bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya oleh factor kehidupan anaknya. Kejang demam adalah bangkitan kejang yang terjadi pada kenaikan suhu tubuh diatas 38 C. Data yang diperoleh pada tahun 2013, anak yang mengalami kejang demam di RSUD dr. Soekardjo sebanyak 236 kasus dalam satu tahun. Maka dari itu orang tua perlu diukur tingkat kecemasanya dengan menggunakan skala HARS. Tujuan penelitiaan ini untuk mengetahui tingkat kecemasan orang tua terhadap hospitalisasi anak dengan kejang demam di Ruang Anak Bawah RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya. Dalam penelitian ini selain meneliti tingkat kecemasan orang tua juga meneliti tentang karakteristik orang tua, seperti usia, pendidikan, pekerjaan dan jenis kelamin. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Dilakukan dari bulan April Mei 2014, dengan populasi orang tua pasien yang anaknya dirawat karena penyakit kejang demam di Ruang Anak. Pengambilan sampel menggunakan tekhnik accidental sampling, jumlah responden sebanyak 21 orang. Hasilnya menunjukan bahwa 19% responden mengalami kecemasan ringan, 32,4% mengalami kecemasan sedang, 19% mengalami kecemasan berat dan 9,5% mengalami panik. Saran penulis terhadap hasil penelitian ini diharapkan rumah sakit dapat memperhatikan orang tua pasien khususnya yang rentan mengalami kecemasan dengan cara mengadakan penyuluhan dan konsultasi kesehatan tentang kecemasan. Kata Kunci: Tingkat Kecemasan, Kejang Demam Daftar Pustaka, 22 buah (2004-2014) ABSTRACT Anxiety is subjective experience from individual and can not observed directly and was a emosional state without specific object. Anxiety can happens to parents because it can be influenced by some factors, there is children s life factor. Febrile seizures is seizure seizures that occur in the temperature rise above 38 C. The date obtained in 2013, children who experience febrile seizures in RSUD dr. Soekardjo that 236 cases of the year. Therefore parents need to measured anxiety levels using a scale Hars. The study was aimed to know parents anxiety levels for children hospitalization with febrile seizures in under pediatric ward RSUD dr.soekardjo Tasikmalaya. In this study in addition examining the parents level of anxiety also examines the characteristics of parents such as age, education, employment and gender. The study using descriptive method. It was conducted in April May with the population of patients febrile seizures in under pediatric ward. The sampling using accidental sampling technique, amount respondents was 21. The result indicated that 19% of respondents have mild anxiety, 32,4% of respondents have moderate anxiety, and 19% respondents have severe anxiety, and 9,5% respondents have panic. Advice authors for this result of study, Hospitalwas expected can pay attention to parents especially prone to anxiety by way of counseling and health consultation about anxiety. Keyword : Anxiety Level, Febrile Seizure References, 22 book (2004-2014) PENDAHULUAN Kecemasan orang tua bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya oleh faktor kehidupan anaknya (Supartini, 2004). Kehidupan anak juga dipengaruhi oleh ada tidaknya dukungan dari orang tua, apabila dukungan orang tua kurang baik, maka anak akan mengalami hambatan pada dirinya yang dapat mengganggu psikologis anak (Alimul. 2005). Orang tua merupakan unsur penting dalam perawatan, khususnya perawatan pada anak. Oleh karena anak merupakan bagian darikeluarga, maka 148

perawat harus mampu mengenal orang tua sebagai tempat tinggal atau konstanta tetap dalam kehidupan anak terutama kehidupan anak di rumah sakit. Populasi anak yang dirawat di rumah sakit menurut Wong (2009), mengalami peningkatan yang sangat dramatis. Persentase anak yang dirawat di rumah sakit saat ini mengalami masalah yang lebih serius dan kompleks dibandingkan kejadian hospitalisasi tahun-tahun sebelumnya. Mc Cherty dan Kozak mengatakan hampir empat juta anak dalam satu tahun mengalami hospitalisasi (Lawrence J. Cit Hikmawati. 2003). Rata-rata anak mendapat perawatan selama enam hari. Selain membutuhkan perawatan yang spesial dibanding pasien lain, anak sakit juga mempunyai keistimewaan dan karakteristik tersendiri karena anak-anak bukanlah miniatur dari orang dewasa atau dewasa kecil. Waktu yang dibutuhkan untuk merawat penderita anak-anak 20-45% lebih banyak dari pada waktu untuk merawat orang dewasa (Speirs, cit Hikmawati 2003). Peran orang tua pada saat hospitalisasi mempunyai peran penting, seperti halnya dikatakan oleh para ahli bahwa peran orang tua pada saat hospitalisasi bagi anak dapat menjadi motivator bagi anak untuk dapat kooperatif saat hosptalisasi berlangsung, selain itu peran orang tua menurut para ahli pada saat hopitalisasi dapat menentukan pertumbuhan dan perkembangan anak untuk dapat kembali pada keadaan stabil. Namun pada saat anak bersikap tidak kooperatif justru orang tua anak merasa cemas pada keadaan anaknya, kecemasan tersebut dapat terjadi karena tingkat penyakit yang diderita oleh anak memang cukup berat, atau kecemaan itu dapat timbul karena ketidaktahuan mengenai penyakit yang dideritanya sedangkan penyakit yang diderita mempunyai tingkat keparahan yang rendah. Hospitalisasi anak merupakan suatu proses karena suatu alasan yang berencana atau darurat yang mengharuskan anak untuk tinggal di rumah sakit dan menjalani terapi atau perawatan (Supartini, 2004). Kejang Demam keadaan yang paling dikhawatirkan para orang tua saat anak mengalami demam yang tinggi, Kejang karena demam tersebut seringkali terjadi pada usia anak tertentu. Kejadian kejang demam pada anak usia 6 bulan sampai 5 tahun hampir 2 5% (Ngastiyah 2005). Data yang diperoleh pada tahun 2013, Anak yang mengalami kejang demam di RSUD dr Soekardjo sebanyak 236 kasus dalam satu tahun terakhir atau berada di urutan kedua terbanyak setelah penyakit diare. Angka kejadian hospitalisasi anak dengan kejang demam yang tinggi ini disebabkan oleh tingginya kekhawatiran orang tua terhadap kesehatan anaknya. Kekhawatiran tersebut disebabkan oleh rasa takut akan dampak yang terjadi akibat penyakit kejang demam yang tidak ditangani. Kejang demam yang tidak ditangani akan mengakibatkan kerusakan pada otak, retardasi mental, epilepsi, bahkan menyebabkan kematian dan itulah yang membuat orang tua menjadi cemas (Mansjoer, 2005). Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang telah dilakukan dengan cara mengamati perilaku orang tua pasien yang mengalami hospitalisasi anak dengan penyakit kejang demam di Ruang Anak Bawah RSUD dr Soekardjo dan diklarifikasi dengan wawancara pada 5 orang tua pasien, diketahui sebanyak 3 orang tua masuk kedalam karakterisitik cemas sedang yaitu 60% dan 2 orang tua lainya masuk kedalam karakteristik cemas ringan yaitu 40 %. Tujuan Penelitian Tujuan Umum Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat kecemasan orang tua terhadap hospitalisasi anak dengan penyakit kejang demam di Ruang Anak Bawah RSUD dr Soekardjo. Tujuan Khusus Mengetahui gambaran tingkat kecemasan orang tua pasien berdasarkan karakteristik orang tua (usia, pekerjaan, tingkat pendidikan dan jenis kelamin ). METODE PENELITIAN Desain Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif yaitu suatu metode penelitian yang dilakukan dengan tujuan utama untuk membuat gambaran deskripsi tentang suatu keadaan secara objektif, dan memecahkan masalah atau menjawab 149

permasalahan yang sedang dihadapi pada situasi sekarang (Notoatmodjo, 2012). Populasi dan Sample Populasi Populasi adalah keseluruhan objek penelitian atau objek yang akan di teliti(notoatmodjo, 2012). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh orang tua pasien kejang demam yang dirawat di Ruang Anak Bawah RSUD dr Soekardjo. Sampel Sampel adalah objek yang diteliti dan dianggap mewakili seluruh populasi (Notoatmodjo, 2012). Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Accidental Sampling, yang merupakan teknik pengambilansampel yang dilakukan dengan mengambil kasus atau responden yang kebetulan ada atau tersedia di suatu tempat sesuai dengan konteks penelitian (Notoatmodjo, 2010). Maka Sampel dalam penelitian ini adalahorang tua (ibu atau ayah) pasien anak yang di rawat karena penyakit kejang demam dan yang bersedia menjadi responden berjumlah 21 orang. Instrumen Penelitian Instrumen Penelitian adalah alat-alat yang akan digunakan untuk pengumpulan data (Notoatmodjo,2012). Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah berupa kuesioner (daftar pertanyaan) tentang tingkat kecemasan yang sudah baku yakni menggunakan skala HARS. Analisis Data Analisa yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa univariat. Analisa univariat digunakan untuk mengetahui distribusi frekuensi dari setiap variable yang diteliti. Analisa univariat bertujuan untuk menjelaskan atau mendeskripsikan karakteristik setiap variable penelitian. Pada umumnya dalam analisis ini hanya menghasilkan distribusi frekuensi dan persentase dari tiap variable (Notoatmodjo, 2012). Untuk mengetahui tingkat kecemasan responden dihitung skor penilaian derajat kecemasan dengan cara menjumlah nilai skor dan item soal 1-14 dengan hasil : <14 : Tidak ada kecemasan 14-20 : Kecemasan ringan 21-27 : Kecemasan sedang 28-41 : Kecemasan berat 42-56 : Panik HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel 1 Distribusi Frekuensi Tingkat kecemasan Orang Tua di RSUD dr.soekardjo Kota Tasikmalaya Periode April-Mei Tahun 2014 Tingkat kecemasan Frekuensi Prosentase Kecemasan Ringan 4 19.0% Kecemasan Sedang 11 52.4% Kecemasan Berat 4 19.0% Panik 2 9.5% Tabel 1 diatas menunjukan jumlah responden berdasarkan tingkat kecemasan. Ini menggambarkan bahwa responden yang memiliki tingkat kecemasan sedang adalah yang paling banyak yaitu 11 orang (52.4%). Tabel 2 Usia di Ruang Anak Bawah RSUD dr.soekardjo Kota Tasikmalaya Periode April- Mei Tahun 2014 usia Frekuensi Prosentase < 20 tahun 2 9.52% 21-30 tahun 9 42.86% 31-40 tahun 7 33.33% > 40 tahun 3 14.29% Tabel 2 diatas menunjukan jumlah responden berdasarkan usia. Ini menggambarkan bahwa responden yang berusia 21-30 tahun paling banyak dengan jumlah 9 orang (42.86%) dari jumlah responden 21 orang Tabel 3 Tingkat Pendidikan di Ruang Anak Bawah RSUD dr.soekardjo Kota Tasikmalaya Periode April-Mei Tahun 2014 Pendidikan Frekuensi Prosentase SD 5 23.8% SMP 8 38.1% SMA 5 23.8% PT 3 14.3% Tabel 3 Menunjukan jumlah responden berdasarkan pendidikan terakhir. Inimenggambarkan bahwa pendidikan 150

terakhir responden paling banyak adalah SMP sebanyak 8 orang (38.1%). Tabel 4 Pekerjaan di Ruang Anak Bawah RSUD dr.soekardjo Kota Tasikmalaya Periode April-Mei Tahun 2014 Pekerjaan Frekuensi Prosentase bekerja 12 57.1% Tidak 9 42.9% bekerja Tabel 4. diatas menunjukan jumlah responden berdasarkan pekerjaan. Ini menggambarkan bahwa yang dominan adalah responden yang bekerja yaitu sebanyak 12 orang (57.1%). Tabel 5 Jenis Kelamin di Ruang Anak Bawah RSUD dr.soekardjo Kota Tasikmalaya Periode April-Mei Tahun 2014 Jenis kelamin frekuensi Prosentase Laki-laki 8 38.1% perempuan 13 61.9% Tabel 5. diatas menunjukan jumlah responden berdasarkan jenis kelamin. Ini menggambarkan bahwa yang dominan adalah responden dengan jenis kelamin perempuan yaitu sebanyak 13 orang (61.9%). PEMBAHASAN Gambaran Tingkat Kecemasan Orang Tua Berdasarkan Karakteristik Orang Tua Berdasarkan karakteristik usia menunjukan bahwa tingkat kecemasan orang tua dengan usia 21-30 tahun adalah yang paling tinggi yaitu dengan jumlah 9 responden (43%). Hal ini serupa dengan hasil penelitian yang dilakukan Yandi (2009) tentang tingkat kecemasan orang tua pasien diare di RS Prof dr.margono Purwokerto menunjukan bahwa dari 40 orang responden terdapat 16 orang (40%) yang mengalami kecemasan adalah responden dengan usia 21-30 tahun. Kusmarjathi (2009), mengemukakan hal yang serupa bahwa kematangan usia berpengaruh terhadap seseorang dalam menyikapi situasi atau kondisi dalam mengatasi kecemasan yang dialami. Hal ini sesuai dengan yang dikemukanan oleh Lutfa (2008) bahwa gangguan kecemasan dapat terjadi pada semua usia namun lebih sering pada usia dewasa karena banyak masalah yang dihadapi. Kaplan & Saddock, 1997 juga mengungkapkan hal yang serupa bahwa usia merupakan salah satu factor internal yang berkontribusi terhadap timbulnya kecemasan pada orang tua. Hal ini sesuai dengan teori yang dikemukakan Haryanto (2002) bahwa umur menunjukan ukuran waktu pertumbuhan dan perkembangan seorang individu. Umur berkorelasi dengan pengalaman, pengalaman berkorelasi dengan pengetahuan, pemahaman dan pandangan terhadap suatu penyakit atau kejadian sehingga akan membentuk persepsi dan sikap. Hasil penelitian ini serupa dengan hasil penelitian yang dilakukan Sawitri (2008) tentang tingkat kecemasan orang tua terhadap penyakit bronchopneumonia di Ruang Anak RSU Islam Kustari Surakarta didapatkan responden yang banyak mengalami kecemasan adalah dengan tingkat kecemasan sedang. Hal ini serupa dengan hasil penelitian yang dilakukan Makmuri (2011) tentang tingkat kecemasan orang tua pasien demam typoid di RS Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwekerto menunjukan bahwa dari 40 orang responden terdapat 16 orang (40%) mengalami tingkat kecemasan dalam kategori sedang. Berdasarkan uraian hasil penelitian di atas penulis beranggapan bahwakematangan usia responden berpengaruh terhadap seseorang dalam menyikapi situasi atau suatu penyakit dan dalam mengatasi kecemasan yang dialaminya, hal itu dibuktikan dari hasil penelitian di atas bahwa responden dengan usia 21-30 tahun adalah yang paling banyak mengalami kecemasan, Berdasarkan penelitian di atas juga menunjukan bahwa responden dengan usia 21-30 tahun adalah responden sedang, mungkin hal itu terjadi karena usia responden tersebut belum mengalami kematangan. 151

Tingkat Kecemasan Berdasarkan Karakteristik Pendidikan Berdasarkan karakteristik Tingkat pendidikan menunjukan bahwa responden yang pendidikan terakhirnya SMP adalah dengan jumlah 8 responden (38%). Hal ini dilakukan Yandi (2009) tentang tingkat kecemasan orang tua pasien diare di RS Prof dr.margono Purwokerto menunjukan bahwa dari 40 orang responden terdapat 15 orang (37.50%) yang mengalami kecemasan adalah responden dengan pendidikan terakhirnya SMP. Hal ini juga dilakukan Sawitri (2008) tentang tingkat kecemasan orang tua terhadap penyakit bronchopneumonia di Ruang Anak RSU Islam Kustari Surakarta didapatkan kecemasan adalah responden dengan pendidikan terakhirnya SMP. Penelitian yang serupa tentang gambaran tingkat kecemasan orang tua terhadap penyakit demam typoid oleh Agus (2008) di Ruang Anak RSUD kabupaten serang di dapatkan hasil bahwa responden dengan pendidikan terakhir SMP adalah kecemasan sedang. Berdasarkan uraian hasil penelitian di atas penulis beranggapan bahwa pendidikan seseorang adalah salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat kecemasan seseorang, hal ini menunjukan bahwa tidak semua responden yang memiliki pendidikan tinggi tidak mengalami kecemasan begitu juga responden yang memiliki pengetahuan kurang tentang hospitalisasi akan mengalami kecemasan berat. Berdasarkan penelitian di atas juga menunjukan bahwa responden dengan pendidikan terakhir SMP adalah kecemasan sedang. Tingkat Kecemasan Berdasarkan Karakteristik Pekerjaan Berdasarkan karakteristik pekerjaan menunjukan responden yang bekerja adalah yang paling banyak mengalami kecemasan yaitu dengan jumlah responden 12 orang (57%) sedangkan responden yang tidak bekerja (ibu rumah tangga) dengan jumlah 9 responden (43%). Hal ini dilakukan oleh Yasin (2011) tentang tingkat kecemasan orang tua terhadap hospitalisasi anak di Ruang Flamboyan III RSUD Kabupaten Serang menunjukan bahwa dari 30 orang responden terdapat 18 orang (60%) adalah responden yang bekerja. Hal ini sesuai dengan dengan teori yang dikemukakan Maryaningtyas (2005) diketahui bahwa pekerjaan berpengaruh terhadap kecemasan. Teori ini dikuatkan dalam penelitian, bahwa faktor pekerjaan adalah salah satu factor yang dapat berkontribusi terhadap timbulnya kecemasan. Tetapi hal ini tidak serupa dengan teori yang dinyatakan oleh Kusmarjathi, 2009 bahwa jenis pekerjaan di swasta yang mempunyai penghasilan tidak menentu dapat mempengaruhi perilaku responden dalam menentukan pengobatan, membeli obat, biaya perawatan di rumah sakit, dan biaya pengobatan yang tinggi dapat menambah tingkat kecemasan responden. Hasil penelitian ini serupa dengan hasil penelitian yang dilakukan Sawitri (2008) tentang tingkat kecemasan orang tua terhadap penyakit bronchopneumonia di Ruang Anak RSU Islam Kustari Surakarta didapatkanresponden yang bekerja adalah sedang. Hal ini serupa dengan hasil penelitian yang dilakukan Makmuri (2011) tentang tingkat kecemasan orang tua pasien demam typoid di RS Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwekerto menunjukan bahwa dari 30 orang responden yang bekerja terdapat 15 orang (50%) mengalami tingkat kecemasan dalam kategori sedang. Berdasarkan uraian hasil penelitian di atas penulis beranggapan bahwa pekerjaan dapat mempengaruhi tingkat kecemasan hal ini mungkin dipengaruhi oleh beberapa hal, diantaranya pengalaman kerja serta wawasan tentang pengetahuan yang berhubungan dengan faktor kecemasan. Berdasarkan penelitian di atas juga menunjukan bahwa responden yang bekerja adalah responden sedang. 152

Tingkat Kecemasan Berdasarkan Karakteristik Jenis Kelamin Berdasarkan karakteristik jenis kelamin menunjukan bahwa responden yang yang berjenis kelamin perempuan adalah yang paling banyak mengalami kecemasan yaitu dengan 13 responden (62%). Hal ini dilakukan oleh Yasin (2011) tentang tingkat kecemasan orang tua terhadap hospitalisasi anak di Ruang Flamboyan III RSUD Kabupaten Serang menunjukan bahwa dari 30 orang responden terdapat 18 orang (60%) adalah responden dengan jenis kelamin perempuan. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Sawitri (2008) tentang gambaran tingkat kecemasan orang tua terhadap penyakit bronchopneumonia di ruang anak RSU Islam Kustati Surakarta didapatkan responden yang banyak mengalami kecemasan adalah perempuan yaitu sebanyak 67.2%. Hal ini sangat sesuai dengan teori yang dikemukakan Videbeck (2008) bahwa laki-laki dan perempuan mempunyai perbedaan tingkat kecemasan, dimana perempuan lebih mudah tersinggung, sangat peka dan menonjolkan perasaanyan. Sedangkan laki-laki memiliki karakteristik maskulin yang cenderung dominan, aktif, lebih rasional dan tidak menunjukan perasaan. Hal serupa dengan teori yang diungkapkan Myers (1983) mengatakan bahwa perempuan lebih cemas akan ketidakmampuannya dibanding dengan laki-laki, karena laki-laki lebih aktif, eksploratif, sedangkan perempuan lebih sensitif. Penelitian lain menunjukkan bahwa laki-laki lebih rileks di banding perempuan. Hasil penelitian ini serupa dengan hasil penelitian yang dilakukan Makmuri (2011) tentang tingkat kecemasan orang tua pasien demam typoid di RS Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwekerto menunjukan bahwa dari 30 orang responden yang berjenis kelamin perempuan terdapat 15 orang (50%) mengalami tingkat kecemasan dalam kategori sedang. Hal ini mungkin semakin menegaskan bahwa jenis kelamin dapat mempengaruhi kecemasan hal ini terlihat dari beberapa teori dan penelitian lain yang menyatakan bahwa perempuan lebih mudah cemas dibandingkan laki-laki ini disebabkan karena laki-laki lebih rileks dalam menghadapi masalah sedangkan perempuan lebih sensitif dalam menghadapi masalahnya. Berdasarkan penelitian di atas juga menunjukan bahwa responden dengan jenis kelamin perempuan adalah kecemasan sedang. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan pada bulan April 2014 terhadap 21 responden di Ruang Anak Bawah RSUD dr.soekardjo Kota Tasikmalaya, Peneliti menarik kesimpulan bahwa gambaran tingkat kecemasan orang tua terhadap hospitalisasi anak dengan kejang demam di RSUD dr.soekardjo Kota Tasikmalaya, dengan hasil sebagai berikut : 1. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat kecemasan orang tua terhadap hospitalisasi anak dengan kejang demam di Ruang Anak Bawah RSUD dr.soekardjo Kota Tasikmalaya tahun 2014 yang paling banyak adalah responden dengan tingkat kecemasan sedang yaitu sebanyak 11 orang (52.4%). 2. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat kecemasan orang tua berdasarkan karakteristik orang tua yaitu 1) Berdasarkan usia yang paling banyak mengalami kecemasan yaitu responden dengan usia 21-30 tahun dengan jumlah 9 responden (43%). 2) Berdasarkan tingkat pendidikan menunjukan bahwa responden yang paling banyak mengalami kecemasan adalah yang pendidikan terakhirnya SMP yaitu dengan jumlah 8 responden (38%). 3) Berdasarkan pekerjaan menunjukan bahwa responden yang bekerja adalah yaitu dengan jumlah responden sebanyak 12 orang (57%). 4) Berdasarkan jenis kelamin menunjukan bahwa responden yang jenis kelaminnya perempuan adalah yang paling banyak mengalami kecemasan yaitu dengan jumlah sebanyak 13 responden (62%). 153

5.2 Saran Peneliti Selanjutnya Diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai referensi untuk penelitian selanjutnya mengenai gambaran tingkat kecemasan orang tua. DAFTAR PUSTAKA Arikunto, S. (2006). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta : Rineka Cipta Atkinson. (2004). Pengantar Psikologi. Jakarta: Penerbit Erlangga. Azwar, S. (2007). Penyusunan Skala Psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Hawari, D. (2006). Psikiatrik Manajenen Stres, Cemas & Depresi. Jakarta :FKUI. Mansjoer, A. (2005). Kapita Selekta Kedokteran. (Edisi 3). Jakarta : FKUI. Ngastiyah. (2005). Perawatan Anak Sakit. (Edisi 2). Jakarta : EGC. Notoatmodjo, S. (2012). Metodologi Penelitan Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta. Soetjiningsih. (2003). Tumbuh Kembang Anak. Jakarta: EGC. Suliswati. (2004), Buku Saku Keperawatan Jiwa. (Edisi 5). Jakarta : EGC. Supartini, Y. (2004). Buku Ajar Konsep Dasar Keperawatan Anak. Jakarta : EGC Suprajitno.2004.Asuhan Keperawatan Keluarga:Aplikasi DalamPraktik.Jakarta:EGC. Wiramihardja, S. (2005). Pengantar Psikologi Abnormal. Bandung : PT Refika Aditama. Wong. (2009), Pedoman Klinis Perawatan Pediatrik Edisi Buku Kedokteran. Jakarta : EGC. Yandi, A (2009). Gambaran Tingkat Kecemasan Orang Tua Pasien Diare di RS Prof dr.margono Purwokerto Tahun 2009.PANMED, Vol 2 (2), 1909-154