MEMAHAMI PERINGATAN DINI TSUNAMI

dokumen-dokumen yang mirip
SMA/MA IPS kelas 10 - GEOGRAFI IPS BAB 7. MENGANALISIS MITIGASI DAN ADAPTASI BENCANA ALAMLATIHAN SOAL BAB 7

1) Panduan Keselamatan... i

Tindakan Persiapan Menghadapi Badai Topan

BAB 2 DATA DAN ANALISA

DOKUMEN. SD No. 2 Kelurahan Tanjung Benoa

Perencanaan Evakuasi

1. SIAGA GEMPA BUMI A. Tanda-tanda terjadinya gempa: B. Saat terjadi gempa, bila berada di dalam bangunan : C. Bila berada di luar bangunan

PENGENALAN. Irman Sonjaya, SE

PROSEDUR KESIAPAN TANGGAP DARURAT

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

GEMPA BUMI! CERITA TENTANG PERAN MASYARAKAT DESA SAAT MENGHADAPI BENCANA GEMPA

UJI KOMPETENSI SEMESTER I. Berilah tanda silang (x) pada huruf a, b, c, atau d yang merupakan jawaban paling tepat!

BUKU SISWA ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

Apa itu Tsunami? Tsu = pelabuhan Nami = gelombang (bahasa Jepang)

Dicetak ulang oleh: UPT Loka Uji Teknik Penambangan dan Mitigasi Bencana, Liwa Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia 2014

MITIGASI BENCANA ALAM II. Tujuan Pembelajaran

BAB 1 PENDAHULUAN. mengenai bencana alam, bencana non alam, dan bencana sosial.

STANDARD OPERATING PROCHEDURE (SOP) KEDARURATAN DI TEKNIK KELAUTAN ITB

Berikut kerangka konsep kegiatan pembelajaran geografi kelas VI SD semester II pada KD mengenal cara cara menghadapi bencana alam.

BAB 1 : PENDAHULUAN Latar Belakang

MITIGASI BENCANA ALAM TSUNAMI BAGI KOMUNITAS SDN 1 LENDAH KULON PROGO. Oleh: Yusman Wiyatmo ABSTRAK

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Menjelaskan Informasi Layanan Peringatan Tsunami Kepada Publik 3 Langkah Tanggap Tsunami

BAB I PENDAHULUAN Latar belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. Bencana alam dapat terjadi secara tiba-tiba maupun melalui proses yang

TEORI TEKTONIK LEMPENG

MITIGASI BENCANA ALAM I. Tujuan Pembelajaran

PENDAHULUAN Latar Belakang

5.1.1 Bencana Lainnya A. Bencana Angin Puting Beliung Berdasarkan data yang diperoleh terdapat kejadian bencana yang diakibatkan oleh bencana angin

SEKOLAH SIAGA BENCANA: KAJIAN EVALUATIF KESIAPSIAGAAN SEKOLAH MENGHADAPI BENCANA

SMA/MA IPS kelas 10 - GEOGRAFI IPS BAB 7. MENGANALISIS MITIGASI DAN ADAPTASI BENCANA ALAMLATIHAN SOAL 7.4

URGENSI KOMUNIKASI BENCANA DALAM MEMPERSIAPKAN WARGA DI DAERAH RAWAN BENCANA. Dr. Andy Corry Wardhani, M.Si. ABSTRAK

PELATIHAN TEKNIK MITIGASI BENCANA GEMPABUMI BAGI KOMUNITAS SMPN 2 BANTUL

SMA/MA IPS kelas 10 - GEOGRAFI IPS BAB 7. MENGANALISIS MITIGASI DAN ADAPTASI BENCANA ALAMLATIHAN SOAL 7.2

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

Handouts Geologi Lingkungan (GG405) GEMPA BUMI. Disusun Oleh: Nandi, S.Pd

No semua komponen bangsa, maka pemerintah bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan pencarian yang dalam pelaksanaannya dilakukan oleh Badan

PENYEBAB TERJADINYA TSUNAMI

BAB I PENDAHULUAN. bencana. Dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan

BAB I PENDAHULUAN Pengertian Dan Proses Terjadi Tsunami

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 64 TAHUN 2010 TENTANG MITIGASI BENCANA DI WILAYAH PESISIR DAN PULAU-PULAU KECIL

BAB I PENDAHULUAN. yaitu Lempeng Euro-Asia dibagian Utara, Lempeng Indo-Australia. dibagian Selatan dan Lempeng Samudera Pasifik dibagian Timur.

Definisi dan Jenis Bencana

BAB I PEDAHULUAN. yang disebabkan, baik oleh faktor alam atau faktor non alam maupun. Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007 ).

INSTRUKSI GUBERNUR JAWA TENGAH

Penyebab Tsunami BAB I PENDAHULUAN

BAB 1 PENDAHULUAN. bencana disebabkan oleh faktor alam, non alam, dan manusia. Undang- bencana alam, bencana nonalam, dan bencana sosial.

1. Kebakaran. 2. Kekeringan

BAB I PENDAHULUAN. menimbulkan kerusakan. Gempa bumi adalah getaran atau guncangan bumi yang

Dampak positif dan negatif letak indonesia pada posisi silang dunia & cara mengatasi dampak negatifnya

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI TRENGGALEK,

PELATIHAN TEKNIK PENYELAMATAN DIRI DARI DAMPAK BENCANA ALAM GEMPABUMI BAGI KOMUNITAS SLB B KARNNA MANOHARA YOGYAKARTA

GEMPA BUMI. 1 P a g e

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 64 TAHUN 2010 TENTANG MITIGASI BENCANA DI WILAYAH PESISIR DAN PULAU-PULAU KECIL

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia terletak di antara tiga lempeng aktif dunia, yaitu Lempeng

Lampiran 1. Angket Uji Coba Instrumen Kepada: Yth. Mahasiswa Jurusan Pendidikan IPS FIS, UNY

KRONOLOGI DOKUMEN Penyesuaian dengan PP No 50 Tahun 2012 DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN. Kepulauan Indonesia secara geografis terletak di 6 LU - 11 LS dan

BAB I PENDAHULUAN. pada tahun 2004 yang melanda Aceh dan sekitarnya. Menurut U.S. Geological

BERITA DAERAH KABUPATEN GUNUNGKIDUL ( Berita Resmi Pemerintah Kabupaten Gunungkidul ) Nomor : 72 Tahun : 2015

BAB I PENDAHULUAN. terletakm pada 3 pertemuan lempeng tektonik dunia, yaitu lempeng Euro-Asia

KEPUTUSAN KEPALA, UPT KEAMANAN, KESEHATAN, KESELAMATAN KERJA DAN LINGKUNGAN INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG Nomor : 145/K01.2.6/SK/2010

INFORMASI KEHIDUPAN BERBAGAI BAHASA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 64 TAHUN 2010 TENTANG MITIGASI BENCANA DI WILAYAH PESISIR DAN PULAU-PULAU KECIL

NO. RESPONDEN : IDENTITAS RESPONDEN 1. Nama : 2. Pendidikan terakhir : 3. Umur : A. PENGETAHUAN

BAB I PENDAHULUAN. (Undang-undang nomor 24 tahun 2007). Australia yang bergerak relative ke Utara dengan lempeng Euro-Asia yang

PERATURAN DAERAH KOTA BANJARBARU NOMOR 3 TAHUN 2015 TENTANG PEMBENTUKAN, ORGANISASI DAN TATA KERJA BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH KOTA BANJARBARU

di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil semakin jelas dengan disahkannya peraturan pelaksanaan UU No. 27 Tahun 2007 berupa PP No 64 Tahun 2010 tentan

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

Penyebab Banjir. Ada beberapa jenis banjir:

BAB I PENDAHULUAN. imbas dari kesalahan teknologi yang memicu respon dari masyarakat, komunitas,

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN CIREBON NOMOR 4 TAHUN 2016 SERI D.4 PERATURAN DAERAH KABUPATEN CIREBON NOMOR 4 TAHUN 2016 TENTANG

BAB I LATAR BELAKANG. negara yang paling rawan bencana alam di dunia (United Nations International Stategy

BAB 1 PENDAHULUAN. pembangunan nasional (UU RI No 24 Tahun 2007). penduduk yang besar. Bencana yang datang dapat disebabkan oleh faktor alam

KISAH TENTANG KEMANDIRIAN MASYARAKAT SAAT MENGHADAPI BENCANA TSUNAMI

TUGAS BAHASA INDONESIA

Rambu evakuasi tsunami

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB II JENIS-JENIS BENCANA

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BANTUL

PROSEDUR KEADAAN DARURAT

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 22 TAHUN 2017 TENTANG OPERASI PENCARIAN DAN PERTOLONGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BAB I PENDAHULUAN. empat lempeng raksasa, yaitu lempeng Eurasia, lempeng Hindia-Australia,

GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

GEMPA BUMI! CERITA TENTANG PERAN MASYARAKAT DESA SAAT MENGHADAPI BENCANA GEMPA

BENCANA ALAM GEMPA DAN TSUNAMI KEPULAUAN MENTAWAI PROVINSI SUMATERA BARAT 25 OKTOBER 2010

Definisi dan Jenis Bencana

BUPATI SITUBONDO PERATURAN BUPATI SITUBONDO NOMOR 18 TAHUN 2008 TENTANG PENYELENGGARAAN PENANGGULANGAN BENCANA DI KABUPATEN SITUBONDO

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia merupakan negara yang sarat akan potensi bencana gempa bumi

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

BAB I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Penyusun: Willy Wicaksono, Project Manager KOGAMI Tim Editor: Dr. Eng. Febrin Anas Ismail Ir. Revanche Jefrizal UNESCO Office, Jakarta Buku Saku ini d

KAJIAN TINGKAT PENGETAHUAN SISTEM PERINGATAN DINI INDIVIDU DAN RUMAH TANGGA DALAM MENGHADAPI BENCANA GEMPA BUMI DI KECAMATAN WONOGIRI

Transkripsi:

MEMAHAMI PERINGATAN DINI TSUNAMI

TSUNAMI ADALAH... Ÿ Serangkaian gelombang laut yang sangat besar, akibat dari gempa bumi yang sangat kuat bersumber di laut. Ÿ Gempa bumi membuat perubahan mendadak pada dasar laut. Perubahan ini menyebabkan gelombang. Semakin mendekati daratan, gelombang semakin tinggi. Ÿ Tsunami bisa disebabkan oleh gempa yang berpusat di laut, letusan gunung api dasar laut, longsoran bawah laut, atau meteor yang jatuh ke bumi.

Gempa tidak bisa diprediksi, tsunami juga tidak dapat diprediksi, namun dapat diantisipasi. Tidak semua gempa mengakibatkan tsunami, tetapi hampir semua tsunami disebabkan oleh gempa akibat dari pertemuan dan tumbukan lempeng bumi yang terjadi di dasar laut. Di Indonesia, tumbukan lempeng bumi yang terjadi di laut lokasinya dekat dengan pantai, sehingga tsunami bisa datang dengan sangat cepat dan dalam hitungan menit mencapai pantai. Tidak semua gempa dapat dirasakan, namun tsunami bisa terjadi. Contohnya di Pangandaran 17 Juli 2006.

Sumber: LIPI

KARAKTER TSUNAMI DI INDONESIA Tsunami merupakan serangkaian gelombang, dan gelombang pertama belum tentu yang paling besar. Di laut dalam, tinggi gelombang tidak terlalu besar namun kecepatannya bisa mencapai ratusan kilometer per jam. Sedangkan di laut dangkal (mendekati pantai) tinggi gelombang bisa mencapai lebih dari ketinggian pohon kelapa tua dengan kecepatan yang masih lebih tinggi dari kecepatan orang dewasa sehat yang berlari. Tsunami datang 30-60 menit setelah gempa (tsunami lokal), bahkan terkadang lebih cepat.

KARAKTER TSUNAMI DI INDONESIA PETA DAERAH RAWAN TSUNAMI DI INDONESIA 10 95 100 105 110 115 120 125 130 135 140 10 5 5 0 0-5 -5-10 -10 95 100 105 110 115 120 125 130 135 140

TANDA-TANDA ALAM DATANGNYA TSUNAMI Gempa bumi di dasar laut. Air laut surut tiba-tiba (tetapi tsunami dapat terjadi tanpa surutnya air laut terlebih dahulu). Bau yang tidak biasa (amis dan/atau belerang) yang sangat kuat. Suara gemuruh disertai angin kencang dari arah laut. Binatang-binatang melarikan diri menjauh dari pesisir. Catatan: Tsunami tetap mungkin terjadi meskipun masyarakat tidak merasakan tandatanda alam ini.

TANDA-TANDA ALAM DATANGNYA TSUNAMI

Segeralah masuk ke bawah meja yang kokoh, lindungi kepala, dan tetaplah merunduk. Setelah gempa berhenti, segeralah keluar rumah ke tempat yang terbuka. Jika berada di luar ruangan, jauhilah pohon, tiang listrik, papan reklame, atau benda berat lainnya yang mungkin jatuh/menimpa kita. Jauhi jendela kaca agar tidak terkena pecahannya.

APA YANG DAPAT KITA LAKUKAN SETELAH GEMPA? Memberikan pertolongan pertama kepada orangorang yang berada di sekitar Anda. Tetap tenang dan tidak panik! Menjauhi pantai dan tepian sungai, menuju ke tempat aman. Ingat bahwa gempa adalah tanda alam pertama terjadinya tsunami.

APA YANG DAPAT KITA LAKUKAN SETELAH GEMPA?

BAGAIMANA SISTEM PERINGATAN DINI TSUNAMI BISA MEMBANTU KITA SETELAH GEMPA? Setelah gempa, BMKG akan menginformasikan apakah gempa yang terjadi berpotensi tsunami atau tidak. Informasi dan peringatan tersebut akan disiarkan melalui stasiun radio dan televisi. PEMDA/PUSDALOPS akan memberikan peringatan dan arahan untuk masyarakat melalui peralatan yang tersedia, seperti sirene, pengeras suara, radio komunikasi, dan radio siaran di daerah (tergantung kesiapan infrastruktur di daerah/desa Anda). Bunyi sirine selama 3 menit tanpa henti berarti evakuasi tsunami.

BAGAIMANA SISTEM PERINGATAN DINI TSUNAMI BISA MEMBANTU KITA SETELAH GEMPA?

BAGAIMANA KITA BEREAKSI ATAS PERINGATAN TSUNAMI DARI BMKG DAN ARAHAN EVAKUASI DARI PEMDA/PUSDALOPS? Tetap tenang dan tidak panik! Jika informasi dari BMKG atau PEMDA/PUSDALOPS menyatakan bahwa gempa yang terjadi berpotensi tsunami (yaitu peringatan tsunami) lanjutkan evakuasi ke tempat aman. Jangan kembali ke rumah jika kita tidak menerima informasi tentang ancaman tsunami berakhir dari sumber resmi. Ikuti arahan evakuasi dari PEMDA/PUSDALOPS. Tetap dan selalu dengarkan informasi dari pihak berwenang melalui radio dan peralatan lain yang tersedia.

BAGAIMANA KITA BEREAKSI ATAS PERINGATAN TSUNAMI DARI BMKG DAN ARAHAN EVAKUASI DARI PEMDA/PUSDALOPS?

BAGAIMANA KITA BEREAKSI ATAS INFORMASI DARI BMKG DAN PEMDA/PUSDALOPS BAHWA GEMPA TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI? Jika informasi dari BMKG atau PEMDA/PUSDALOPS menyatakan bahwa gempa yang terjadi TIDAK berpotensi tsunami atau ancaman tsunami berakhir, silahkan kembali ke rumah. Bersyukur bencana tsunami tidak terjadi dan kita selamat. Periksa apakah terjadi sesuatu yang membahayakan seperti: kebakaran, kebocoran gas, rumah retak, dll. Hubungi pihak terkait untuk melaporkan situasi atau memerlukan bantuan. Berikan P3K bagi korban yang terluka. Tetap mengikuti arahan dari PEMDA/PUSDALOPS. Tetap waspada terhadap gempa susulan.

BAGAIMANA KITA BEREAKSI ATAS INFORMASI DARI BMKG DAN PEMDA/PUSDALOPS BAHWA GEMPA TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI?

JIKA TSUNAMI TELAH TERJADI: APA TINDAKAN KITA PADA SAAT TSUNAMI TELAH SELESAI? Jangan kembali ke rumah sebelum menerima informasi dari pihak berwenang (Pemda, Kepala Desa/Lurah) bahwa ancaman tsunami sudah berakhir dan keadaan sudah aman kembali untuk pulang. Bersyukur bencana sudah berlalu dan kita selamat. Tetap mengikuti arahan dari PEMDA/PUSDALOPS. Periksa apakah terjadi sesuatu yang membahayakan. Berikan P3K bagi korban yang terluka. Hubungi pihak terkait untuk melaporkan situasi atau memerlukan bantuan. Tetap waspada terhadap gempa susulan.

JIKA TSUNAMI TELAH TERJADI: APA TINDAKAN KITA PADA SAAT TSUNAMI TELAH SELESAI?

BAGAIMANA KITA MENYIAPKAN DIRI MENGHADAPI GEMPA DAN TSUNAMI? Kita harus menyadari daerah kita rawan gempa dan tsunami. Ingatkan anggota keluarga dan tetangga tentang hal ini secara terus-menerus. Siapkan tas siaga berisi makanan kering, minuman, senter, surat berharga, obat-obatan, dan pakaian. Pahamilah peta evakuasi dan ingatlah jalur-jalur evakuasi serta tempat-tempat aman yang sudah disepakati. Ketahui sumber informasi gempa dan tsunami.

BAGAIMANA KITA MENYIAPKAN DIRI MENGHADAPI GEMPA DAN TSUNAMI?

Mengapa rencana evakuasi dibutuhkan? Rencana evakuasi perlu agar kita siap untuk menyelamatkan diri pada waktu terjadi gempa dan tsunami. Apa isi rencana evakuasi? Peta evakuasi dan tata cara yang kita sepakati untuk menyelamatkan diri ke tempat aman, serta cara mendapatkan informasi. Bagaimana rencana evakuasi dibuat? 1. Warga melakukan pertemuan untuk menentukan 'siapa akan melakukan apa' dalam upaya menyusun rencana evakuasi. 2. Menggunakan peta evakuasi (atau peta bahaya) tsunami dari kabupaten/kota untuk menentukan daerah berisiko di wilayah kita, serta tempattempat aman/cukup aman dan jalan-jalan untuk evakuasi menuju tempat aman tersebut. 3. Menggunakan data kependudukan terbaru untuk mendaftar kelompok rentan. 4. Menyepakati tata cara penyelamatan diri, misalnya jalur evakuasi yang dipilih, boleh menggunakan kendaraan/tidak, cara-cara mendapatkan informasi terbaru saat evakuasi, dll. 5. Memasukkan jalur-jalur evakuasi dan tempattempat aman ke dalam peta evakuasi. 6. Mensosialisasikan rencana evakuasi yang sudah disepakati serta rambu evakuasi dan alat-alat penyebaran peringatan yang terpasang di desa kepada seluruh penduduk desa tanpa terkecuali.