Mengenali Perkembangan Balita

dokumen-dokumen yang mirip
KARAKTERISTIK TAHAPAN PERKEMBANGAN MASA BAYI (0 2 TAHUN)

BAB I PENDAHULUAN. yang bisa merangsang motorik halus anak. Kemampuan ibu-ibu dalam

Psikologi anak usia dini

Perkembangan Remaja yang Positif

SATUAN ACARA PERKULIAHAN

BAB I PENDAHULUAN. berkualitas, deteksi, intervensi dini penyimpangan tumbuh kembang (Depkes

BAB I PENDAHULUAN. Anak adalah individu yang unik dan memerlukan perhatian khusus untuk

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

TUMBUH KEMBANG ANAK USIA DINI. Rita Eka Izzaty

PENDIDIKAN TPA & KB. Martha Christianti

Pendidikan TPA/ KB. Eka Sapti C

S I L A B I PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK (KD 301)

PERKEMBANGAN ANAK USIA PRASEKOLAH

BAB I PENDAHULUAN UKDW. perkembangan fase selanjutnya (Dwienda et al, 2014). Peran pengasuhan tersebut

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Peran Guru dalam Melatih Kemandirian Anak Usia Dini Vanya Maulitha Carissa

BAB 2 DATA DAN ANALISA. Untuk mempelajari perkembangan anak dari usia 2 tahun, ada baiknya

BAB I PENDAHULUAN. tahun pertama dalam kehidupannya yang merupakan. lingkungan bagi anak untuk memperoleh stimulasi psikososial.

BAB I PENDAHULUAN. sesuai dengan perkembangannya (Hariweni, 2003). Anak usia di bawah lima tahun (Balita) merupakan masa terbentuknya

BAB I PENDAHULUAN. Periode lima tahun pertama kehidupan anak (masa balita) merupakan masa

BAB I PENDAHULUAN. disebut sebagai masa keemasan karena pada masa itu keadaan fisik maupun segala

penting dalam menentukan arah serta mutu pertumbuhan dan perkembangan seorang anak. Kemampuan orangtua dalam memenuhi kebutuhan anak akan asuh, asih,

BAB II TINJAUAN TEORI

BAB 1 PENDAHULUAN. Indonesia. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (RisKesDas) tahun 2013

I. PENDAHULUAN. Lingkungan keluarga seringkali disebut sebagai lingkungan pendidikan informal

Apa respons masyarakat terhadap individu yang sukses atau gagal dalam hidup?

BAB I PENDAHULUAN. dialami individu atau organisme menuju tingkat kedewasaannya atau

BAB I PENDAHULUAN. Anak sebagai individu yang unik memiliki karakteristik yang berbeda beda. Masing

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

KONSEP DASAR PENDIDIKAN PAUD. Oleh: Fitta Ummaya Santi

Rita Eka Izzaty Staf Pengajar FIP-BK-UNY

PERKEMBANGAN ANAK USIA DINI

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar belakang masalah. Kelangsungan hidup sebuah bangsa ditentukan oleh generasi penerusnya.

Perkembangan Anak Usia Dini Ernawulan Syaodih

MEMAHAMI PSIKOLOGI PERKEMBANGAN ANAK BAGI PENGEMBANGAN ASPEK SENI ANAK USIA DINI Oleh: Nelva Rolina

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pengadaan Proyek

BAB I PENDAHULUAN. Departemen Kesehatan RI pada tahun 2010 jumlah anak usia dini (0-4 tahun) di

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan sepanjang hayat (Long Life Education), merupakan kalimat yang telah

PERKEMBANGAN KEMAMPUAN BERBAHASA ANAK PRASEKOLAH

BAB I PENDAHULUAN. Valentina, 2013). Menurut Papalia dan Olds (dalam Liem, 2013) yang dimaksud

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pendidikan anak usia dini (PAUD) adalah jenjang pendidikan sebelum

BAB I PENDAHULUAN. Pengasuhan anak, dilakukan orang tua dengan menggunakan pola asuh

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. bayi, balita hingga masa kanak-kanak. Kebutuhan atau dorongan internal

Seri Pendidikan Orang Tua: PENGASUHAN POSITIF

MAKALAH SEMINAR PENGEMBANGAN MOTORIK ANAK USIA DINI SKB SLEMAN

BAB I PENDAHULUAN. memiliki kemampuan terbatas dalam belajar (limitless caoacity to learn ) yang

BAB I PENDAHULUAN. Hampir dapat dipastikan bahwa setiap orangtua menginginkan yang terbaik

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Tahun-tahun pertama kehidupan anak atau yang sering dikenal dengan

BAB I PENDAHULUAN. menggunakan otot-ototnya untuk bergerak. Perubahan pada perilaku motorik

BAB I PENDAHULUAN. kesehatan, yang mencakup beberapa sub bidang, salah satu lingkup

II. TINJAUAN PUSTAKA. peranan adalah untuk mengatur perilaku seseorang pada batas-batas tertentu.

BAB I PENDAHULUAN. banyak pilihan ketika akan memilih sekolah bagi anak-anaknya. Orangtua rela untuk

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

Jurnal Keperawatan, Volume XI, No. 2, Oktober 2015 ISSN HUBUNGAN PEMBERIAN STIMULASI IBU DENGAN PERKEMBANGAN BALITA DI POSYANDU

BAB II KAJIAN PUSTAKA. Pada bab ini akan diuraikan lebih jauh mengenai teori-teori yang

BAB I PENDAHULUAN. tahu terhadap apa yang dilihat, didengar, mereka seolah-olah tak pernah

BAB I PENDAHULUAN. berhubungan dengan orang lain, atau dengan kata lain manusia mempunyai

Tahap-tahap Tumbuh Kembang Manusia

BAB I PENDAHULUAN. maupun psikososial. Namun, sebagian orang tua belum. pertumbuhan dan perkembangannya (Nursalam, 2005: 31-

BAB V PERKEMBANGAN MASA BAYI. Terbagi 2 tahap : - Neonatal (0 atau baru lahir sd ± 2minggu) -Bayi (setelah 2 minggu sd 2 tahun)

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan

BAB I PENDAHULUAN. dalam bentuk fisik maupun kemampuan mental psikologis. Perubahanperubahan

Apa respons masyarakat terhadap individu yang sukses atau gagal dalam hidup?

BAB I PENDAHULUAN. usia kanak-kanak mulai dari 0-6 tahun adalah masa the golden age atau masa usia. sehingga potensi yang dimilikinya semakin terasah.


BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Anak pra sekolah yaitu anak dengan usia 4-6 tahun yang mengalami

BAB I PENDAHULUAN. Usia dini disebut juga sebagai usia emas atau golden age. Pada masamasa

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Secara luas diketahui bahwa periode anak dibagi menjadi dua

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. Anak usia dini adalah anak yang unik, dan memiliki karakteristik khusus,

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. kecerdasan anak sebanyak-banyaknya. Di masa peka ini, kecepatan. pertumbuhan otak anak sangat tinggi hingga mencapai 50 persen dari

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II KAJIAN TEORI. tingkah laku yang menurut kata hati atau semaunya (Anshari, 1996: 605).

BAB I PENDAHULUAN. yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai usia 6 tahun sebelum

Checklist Indikator. PERKEMBANGANANAK Usia 1-2 tahun. Sumber: Konsep Pengembangan PAUD Non Formal, Pusat Kurikulum Diknas, 2007

PERKEMBANG ANAK NORMAL DALAM KELUARGA OLEH: NIA SUTISNA PLB FIP UPI

BAB I PENDAHULUAN. membangun manusia seutuhnya yang dapat dilakukan melalui berbagai. dimasa yang akan datang, maka anak perlu dipersiapkan agar dapat

adapun tahap-tahap perkembangan anak sesuai dengan usianya sebagai berikut:

PENELITIAN PEMBERIAN STIMULASI OLEH IBU UNTUK PERKEMBANGAN BALITA. Nurlaila*, Nurchairina* LATAR BELAKANG

BAB 1 PENDAHULUAN. kepribadian siswa, yakni saat remaja menguasai pola-pola perilaku yang khas

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Anak merupakan karunia Tuhan yang harus disyukuri, dimana setiap keluarga

Tumbuh kembang anak. Intan Silviana Mustikawati, SKM, MPH

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. pada anak yang meliputi seluruh perubahan, baik perubahan fisik, perkembangan kognitif, emosi, maupun perkembangan psikososial yang

Perkembangan Emosi Pada Bayi

BAB 1 PENGANTAR. A. Latar Belakang Masalah. Perjalanan hidup manusia mengalami beberapa tahap pertumbuhan.

DETEKSI DINI TUMBUH KEMBANG (DDTK)

I. PENDAHULUAN. perkembangan yang sangat pesat. Masa ini biasa disebut dengan masa the golden

BAB I PENDAHULUAN. Setiap manusia akan melalui tahap perkembangan dari masa bayi hingga

BAB I PENDAHULUAN. Usia toddler merupakan usia anak dimana dalam perjalanannya terjadi

Perkembangan Kognitif, Emosi, dan Bahasa pada Masa Kanak-Kanak Akhir. Dosen Pengampu : Dra. Nadlifah, M.Pd.

BAB 1 PENDAHULUAN. pertumbuhan dan perkembangan toddler. Anak usia toddler yang banyak

Transkripsi:

Mengenali Perkembangan Balita (sebagai dasar bagi usaha pengembangan bangsa yang berkualitas) Oleh : Sutji Martiningsih Wibowo Pelatihan Deteksi Dini dan Stimulasi Tumbuh Kembang Balita Tanggal 19 Desember 1991 Pengantar Sesuai tema panel diskusi Mempersiapkan masa depan bangsa yang berkualitas melalui peningkatan kesehatan ibu dan anak maka makalah ini merupakan suatu tinjauan dari sudut Psikologis mengenai ciri-ciri perkembangan yang dialami Balita dan langkah-langkah yang bisa meningkatka perkembangan optimal Balita. 1. Mengapa perlu mengenali perkembangan Balita? Jawabnya sederhana saja yaitu karena Balita merupakan masa permulaan dari suatu kehidupan manusia. Bila kita mengenali perkembangan Balita maka kita akan mengenali apa yang harus kita lakukan dan apa yang harus kita hindarkan agar masa bayi ini berkembang seoptimal mungkin dan dengan demikian akan menjadi dasar yang baik bagi perkembangan manusia dewasa. 2. Apa saja yang berkembang dalam tahun pertama kehidupan Balita? Pada tahun pertama yang bisa kita amati adalah pertumbuhan fisik. Pertumbuhan fisik ini berupa pertumbuhan tulang, pertumbuhan otot, yang

diikuti oleh pertumbuhan kemampuan bergerak yang lebih luas. Pasa masa ini faktor kematangan biologis sangat berperan, artinya tanpa latihan-latihan yang berarti, bayi akan menguasai gerakan-gerakan tertentu (misal : tengkurap, duduk, merangkak dan lain sebagainya). Dalam hal ini faktor gizi sangat memegang peranan penting. Selain pertumbuhan fisik dan motorik, kita temui juga munculnya bahasa yang dasar yaitu berupa bunyi-bunyian yang tidak terarah. Bahasa kerennya adalah babbling, ini karena anak sering menyebutkan ba.. ba ba.. dan terjadi sebelum anak berusia 6 bulan. Babbling inipun banyak ditentukan oleh kematangan (perkembangan biologis) dan ditentukan oleh faktor pengalaman. Jadi selain karena kematangan fisik, seringnya anak bertemu dengan orang yang merangsang untuk babbling akan menentukan munculnya babbling ini. Selain mengeluarkan bunyi-bunyian, anak usia dibawah satu tahun mengembangkan kemampuan persepsi. Walaupun bayi itu tidak dapat menjangkau, belum dapat merangkak atau bicara, bayi bisa melihat, mendengarkan, meraba dan membaui. Proses persepsi yang paling menarik pada bayi adalah apa sebenarnya yang menyita perhatian bayi. Dari penelitian ditemukan bahwa bayi yang sangat mudah bereaksi bila ia dihadapkan pada stimulus-stimulus baru, atau bila padanya diperdengarkan musik atau bila ia mengecap sesuatu rasa yang baru baginya. Suatu eksperimen juga mengungkapkan bahwa bayi dilahirkan dengan suatu kecenderungan alamiah yaitu bereaksi pada situasi situasi yang berubah. Sebagai contoh, bayi akan sangat tertarik pada warna hitam dengan latar

belakang putih yang bergerak-gerak. Hal ini agaknya yang merupakan dasar bagi terbentuknya komunikasi dengan pengasuh (karena anak tertarik pada mata pengasuh yang bergerak). Penelitian lainnya mengungkapkan bahwa ingatan (memory) pada bayi mulai meningkat secara berangsur-angsur sejak ia berusia 8 bulan. Kemampuan mengingat ini merupakan dasar pembentukan pengertian dan pemikiran baginya. Dalam membicarakan hal-hal yang umum terjadi pada bayi kiranya kita perlu juga mengetahui bahwa ada hal -hal yang sifatnya individual, yaitu temperamen. Penelitian mengungkapkan bahwa setiap bayi mempunyai temperamen yang berbeda-beda. Ada bayi yang temperamennya mudah. Mereka pada umumnya periang, mempunyai pola tidur yang teratur, mempunyai minat dan perhatian pada situasi baru dan mudah menyesuaikan diri pada perubahan-perubahan yang terjadi di lingkungannya. Kelompok ke-2 adalah bayi yang temperamennya sulit. Pada umumnya kebiasaan tidur, makan, serta buang air tidak teratur, sering murung, sering menarik diri bila menghadapi orang baru atau situasi baru dan marah bila mengalami frustasi. Kelompok ke-3 adalah bayi yang temperamennya lamban menyesuai, mereka cenderung kurang aktif dan pendiam dan cenderung menarik diri pada saat pertemuan pertama. Tetapi bila diberi kesempatan yang agak lama bayi akan mampu menyesuaikan diri dan bisa melakukannya dengan baik.

Temperamen bayi sebenarnya banyak ditentukan oleh faktor biologis, tetapi faktor lingkungan bisa mempengaruhi perkembangan temperamen. 3. Perkembangan yang terjadi pada tahun kedua Balita Pada usia 2 tahun anak mengalami pertumbuhan badan yang cepat, ukuran tubuhnya menjadi jauh lebih besar sedangkan kemampuan motoriknya pun makin bertambah. Struktur dan ukuran tulang berubah demikian pula proporsi tubuh mengalami perubahan. Setelah anak mampu melakukan kegiatan motorik dasar (jalan, menaiki tangga, melempar bola dan lain sebagainya), maka diperlukan latihan-latihan untuk menyempurnakan gerak yang telah dikuasai. Ketrampilan-ketrampilan motorik ini memungkin anak lebih aktif dan memungkinkan anak lebih mandiri. Pada tahun ke-2 ini, perkembangan bahasa menjadi sangat menarik bagi anak. Melalui interaksinya dengan orang lain anak mendengarkan berbagai kata baru dan berbagai bentuk kalimat baru yang kemudian digunakan sebagai kata dan kalimatnya sendiri. Perkembangan perbendaharaan anak membuka suatu cakrawala pemikiran baru, dan bersamaan dengan berkembangnya bahasa anak berkembang pula pemikiran pemikiran serta pemahaman-pemahaman baru mengenai dunia lingkungannya. Disini terlihat bahwa perkembangan bahasa sangat mempengaruhi perkembangan pemikiran dan pengertian anak. Bertambahnya pengertian pada anak memungkinkan anak mengenali peraturan-peraturan mengenai apa yang boleh dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan, memungkinkan anak mulai mengenali apa yang baik dan apa

yang buruk. Proses mengenali turan-aturan a yang berlaku dalam lingkungannya ini yang sering disebut Proses Sosialisasi. Proses Sosialisasi bisa berlangsung melalui 2 cara yaitu : (1) Orangtua menggunakan hadiah atau hukuman sebagai suatu cara membentuk tingkah laku anak. (2) Orang tua atau orang dewasa lainnya atau anak yang lebih besar, secara tidak langsung berperan sebagai contoh. Melalui observasi tingkah laku dari orang-orang tertentu ini anak mempelajari tingkah laku mana yang diperbolehkan dan tingkah laku mana yang tidak diperbolehkan. 4. Perkembangan yang terjadi pada usia prasekolah Pada usia 3 hingga 5 tahun, selain perkembangan fisik, perkembangan ketrampilan motorik, perkembangan pengertian (kognitif), dan perkembangan bahasa, proses sosialisasi yang dialami anak akan mempengaruhi berkembangnya kepribadian anak. Pada usia prasekolah ini mulai terjadi apa yang disebut sebgai proses identifikasi yaitu munculnya keyakinan anak bahwa dirinya sama dengan orang lain tertentu, baik dalam tingkah laku maupun perasaan dan nilainilainya. Biasanya identifikasi ini dilekatkan anak pada orang-orang yang mempunyai daya tarik tersendiri bagi anak. Tokoh identifikasi pada prasekolah biasanya adalah orang tuanya sendiri, dan dengan proses identifiksai itu anak secara tidak sadar meniru, mngadopsi pola-pola kepribadian, motif sikap dan nilai-nilai dari orang-orang yang jadi tokoh

identifikasi. Dengan berkembangnya ketrampilan-ketrampilan anak, berkembang pula kemandirian pada anak. Dari suatu penelitian diungkapkan bahwa kemandirian dan kecapakan anak bisa dicapai bila orang tua bersikap hangat, penuh kasih sayang, membina komunikasi yang baik dengan anaknya, mendorong anak dan selalu merangsang penalaran anak, disamping itu orangtua selalu mengontrol dan menuntut agar anak bertingkah laku sesuai dengan kemampuan yang telah dicapainya. Dari uraian yang singkat ini jelas perkembangan yang terjadi pada balita. Pertama tama yang terjadi adalah perkembangan fisik motorik yang merupakan suatu perkembangan utama yang terjadi pada balita yang terjadi sejak anak dilahirkan. Proses perkembangan fisik dan motorik ini semata-mata ditentukan oleh faktor kematangan biologis. Perkembangan fisik dan motorik pada pertengahan tahun pertama ini diikuti oleh perkembangan ucapanucapan, yang dalam interaksinya dengan lingkungan sosial akan mengembangkan bahasa anak. Dilain pihak, interaksi anak dengan lingkungan juga merangsang munculnya pengertian-pengertian, maka terjadilah pengembangan pengertian dan penalaran (kognitif). Keseluruhan dinamika perkembangan ini dengan adanya faktor emosi, akan tampil sebagai kepribadian dengan berbagai mekanismenya. Gambaran singkat ini menunjukkan bahwa faktor dalam diri anak (faktor biologis, faktor potensi kejiwaan) dan faktor lingkungan (orang tua, masyarakat) saling berinteraksi dan mengembangkan anak.

5. Langkah-langkah apa kiranya yang bisa dilakukan untuk pengembangan Balita di Indonesia pada umumnya? Hingga belakangan ini banyak kegiatan kegiatan preventif dan kegiatan promotif yang dilakukan dibidang kesehatan ibu anak dan bidang gizi yang diselenggarakan melalui jalur Departemen Kesehatan (Puskesmas), jalur Departemen Dalam Negeri (PKK). Namun belum terlihat adanya gerakan preventif ataupun gerakan promatif yang targetnya adalah pengembangan kesejahteraan jiwa Balita, kecuali gerakan-gerakan sporadic yang sifatnya individual dan tidak kontinyu. Menurut hemat penulis, usaha preventif yang berkaitan dengan kesejahteraan jiwa pada umumnya dan kesejahteraan Balita pada khususnya perlu digalakkan karena ternyata banyak keluarga-keluarga dari berbagai lapisan masyarakat yang tidak menyadari pentingnya pengembangan kejiwaan yang optimal karena mereka sangat sibuk/ bersibuk diri dengan masalah-masalah pemenuhan kebutuhan dasar. Ketidak acuhan dan ketidak tahuan ini bisa mengakitkan cara-cara pengasuhan anak yang keliru sehingga menyebabkan tidak berkembangnya potensi anak atau menyebabkan perkembangan kearah yang keliru. Beberapa bentuk kegiatan preventif dibidang kesejahteraan jiwa bisa berupa program bagi Balita yang dilakukan dari rumah ke rumah atau program bagi Balita yang dilakukan di Pusat-pusat tertentu ( misal : Puskesmas).

Kegiatan preventif dan kegiatan promotif yang disarankan adalah : (1) Program peningkatan pemahaman orang tua mengenai berbagai hal yang menyangkut kesejahteraan jiwa anak. Ini bisa berupa ceramah-ceramah, program stimulasi pemahaman orangtua. (2) Program peningkatan ketrampilan berbagai aspek pengasuhan anak yang diberikan pada orang tua. (3) Program gabungan antara program (1) dan program (2). Dalam menentukan program-program diatas perlu ditentukan secara jelas target apa yang ingin dicapai dalam kegiatan preventif ini dan kemudian direncanakan secara matang langkah-langkah yang perlu diambil. (4) Program-program yang khusus ditujukan pada Balita. Bisa berupa program-program pengembangan bahasa, program pengembangan kreatifitas dini, program pengembangan kognitif dan lain sebagainya. Namun tidak bisa dihindarkan bahwa keberhasilan program ini ditentukan oleh sejauh mana orang tua mau berpartisipasi. (5) Program peningkatan pemahaman mengenai kesejahteraan jiwa Balita yang ditujukan pada kelompok (keluarga, masyarakat dan lain sebagainya).

Kepustakaan : 1 Hurlock E.B (1975) Developmental Psychologi, Fourth Edition, Tata Mc Grow Hill. Publishing Company LTD, New Delhi 2 Hetherington, E. Mavis (1986) : Child Psychology, a Contemporary View Point, Third Edition, Mc Graw-Hill Book Company, New York