SEKOLAH TINGGI PARIWISATA PELITA HARAPAN. KEPUTUSAN KETUA SEKOLAH TINGGI PARIWISATAPELITA HARAPAN Nomor: 433/STPPH/VIII/2016

dokumen-dokumen yang mirip
BUKU PEDOMAN TATA TERTIB MAHASISWA STT IBNU SINA BATAM

3. Tata tertib ini wajib ditaati oleh semua siswa selama mereka masih berlajar di SMK. BONAVITA TANGERANG.

SURAT KEPUTUSAN KETUA SEKOLAH TINGGI PARIWISATA BANDUNG Nomor : 1526/SK/Ketua/STPB/11/2011. tentang

PETUNJUK TEKNIS PERATURAN PELAKSANAAN KEGIATAN AKADEMIK DAN KEMAHASISWAAN STP BANDUNG

1. Peraturan Tata Tertib Kehidupan Kampus Dalam rangka menjaga ketertiban kampus, ada beberapa hal yang tidak boleh dilakukan mahasiswa di lingkungan

PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR NOMOR 6 TAHUN 2007 TENTANG PAKAIAN KERJA PEGAWAI NEGERI SIPIL DI LINGKUNGAN BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR

Mencetak manusia yang unggul dalam intelektual dan keterampilan dalam bidang akuntansi serta terpuji dalam moral

TATA TERTIB PESERTA POSTER 2016

PANDUAN PROGRAM ORIENTASI STUDI DAN PENGENALAN KAMPUS HARMONI 2016 STIE PERBANAS SURABAYA TAHUN AKADEMIK 2016/2017

INFORMASI ACARA UPH SURABAYA FESTIVAL 06 TAHUN 2013

TATA TERTIB PESERTA RATAM JURUSAN PGSD TAHUN 2013

KODE ETIK DOSEN DAN MAHASISWA. Kode etik Dosen Universitas Swadaya Gunung Jati meliputi 3 hal.

KONTRAK FORUM EXPO INTERNAL 2015

Perancangan Teknik Industri 3

PERATURAN PESERTA OSMARU COR 2015

TATA TERTIB STUDI PENGENALAN DAN SIMULASI AKTIVITAS KAMPUS X (SPESIVIK X) A. TATA TERTIB SPESIVIK

JADWAL KEGIATAN STUDI PENGENALAN DAN SIMULASI AKTIVITAS KAMPUS (SPESIVIK) XI 2016

Perancangan Teknik Industri 2

INFORMASI ACARA UPH SURABAYA FESTIVAL 08 TAHUN 2015

TATA TERTIB KEHIDUPAN KEMAHASISWAAN DI KAMPUS

Dalam rangka mencapai tujuan tersebut di atas diperlukan tata tertib siswa yang terdiri dari hak, kewajiban, larangan dan sanksi.

KEPUTUSAN REKTOR UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO Nomor : 58/KEP/UDN-01/VI/2007. tentang PENYELENGGARAAN UJIAN SEMESTER DI UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO

KODE ETIK MAHASISWA STIKOM DINAMIKA BANGSA

PERATURAN DEKAN FAKULKTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS LAMPUNG NOMOR : 4426/UN26/I/KP/2016 TENTANG TATA PERGAULAN MAHASISWA DI FEB UNILA

Perancangan Teknik Industri 3

PERATURAN SISWA. Setiap siswa/ siswi Madrasah Aliyah YATPI wajib mengikuti ketentuanketentuan

PERATURAN REKTOR UNIVERSITAS ISLAM NAHDLATUL ULAMA JEPARA NOMOR : 024/PR/UNISNU/IX/2013 TENTANG

BERKAS DOKUMEN REGISTRASI CALON MAHASISWA BARU AA YKPN YOGYAKARTA

Tuition Provider Sertifikasi Akuntansi Internasional CAT & CA

KEPUTUSAN REKTOR UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO Nomor :... tentang PENYELENGGARAAN UJIAN SEMESTER DI UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO

TATA TERTIB PESERTA DIDIK SMA NEGERI 1 LUBUK ALUNG SEKOLAH UNGGUL Tahun Pelajaran 2016/2017

PEMERINTAH KOTA BEKASI DINAS PENDIDIKAN SMA NEGERI 1 KOTA BEKASI Jalan KH. Agus Salim No. 181 Telp Fax Bekasi 17112

ALUR PENGISIAN KRS. 1. Memiliki NPM 2017 NPM belum ada karena 1) Belum Registrasi 2) Data Belum Lengkap

TATA TERTIB PESERTA DIDIK SMA NEGERI 1 LUBUK ALUNG SEKOLAH UNGGUL Tahun Pelajaran 2017/2018

1 Kode Etik, dan Tata Tertib Mahasiswa Sekolah Tinggi Manajemen Informatika & Komputer Prabumulih

BAB VI PERATURAN AKADEMIK FAKULTAS

KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM Nomor : Dj.I/255/2007. Tentang TATA TERTIB MAHASISWA PERGURUAN TINGGI AGAMA ISLAM

2016, No Nomor 6, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5494); 3. Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pe

Kepada Yth, Orang tua/wali Mahasiswa Baru Angkatan 2017 Di tempat. Dengan hormat,

INFORMASI ACARA UPH FESTIVAL 19 TAHUN /UPHFes19/VII/2012

- 2 - Geofisika Nomor 17 Tahun 2014 tentang Organisasi dan

TATA TERTIB PESERTA DIDIK SEKOLAH UNGGUL SMA NEGERI 1 LUBUK ALUNG

TATA TERTIB SISWA SMA NEGERI 10 PADANG TP 2007/2008

DISIPLIN DAN TATA TERTIB MAHASISWA UNIVERSITAS MERCU BUANA YOGYAKARTA

BUPATI PURBALINGGA PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI PURBALINGGA NOMOR 30 TAHUN 2017 TENTANG

TATA TERTIB PENGENALAN BUDAYA AKADEMIK DAN KEMAHASISWAAN (PBAK) UIN MATARAM

STIKOM DINAMIKA BANGSA

PERATURAN DAN TATA TERTIB RUSUNAWA MAHASISWA UNIVERSITAS SRIWIJAYA

KEPUTUSAN SENAT POLITEKNIK NEGERI JAKARTA Nomor : 50/PL3/SNT/SK/2015 TENTANG PERATURAN PENDIDIKAN POLITEKNIK NEGERI JAKARTA

Tata Tertib Psikologi Bungsu 2017 (PESERTA) Pasal 1 Cara Berpakaian dan Kerapian Selama Berada di Lingkungan Kampus

TATA TERTIB SISWA SMA NEGERI 10 SAMARINDA

PERATURAN AKADEMIK POLITEKNIK INDRAMAYU 2009

Bab I KETENTUAN UMUM. Pasal 1 Kewajiban Siswa

PERATURAN GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH NOMOR 19 TAHUN 2016 TENTANG

PERATURAN PENDIDIKAN. where the innovation grows

KEPUTUSAN KEPALA SMA NEGERI 1 PURI KABUPATEN MOJOKERTO NOMOR: / 660 / / 2017 TENTANG

PERATURAN KEPALA BADAN NARKOTIKA NASIONAL NOMOR 18 TAHUN 2012 TENTANG TATA TERTIB KERJA PEGAWAI BADAN NARKOTIKA NASIONAL

ATURAN AKADEMIK AKADEMI KOMUNITAS NEGERI (AKN) PACITAN

Nomor : In.06.0/R.3/PP.03.1/1701/2009 Semarang, 3 Agustus 2009 Lamp : 1 (satu) berkas. H a l : Pemberitahuan Ketentuan OPAK

I K R A R KAMI MAHASISWA/I SEKOLAH TINGGI PARIWISATA BANDUNG BERIKRAR:

PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 57 TAHUN 2011 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN TATA TERTIB SEKOLAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Briefing , 18 July 2016 Day 1-3, July 2016 Day 4, 23 July 2016

GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 8 TAHUN 2011 TENTANG PAKAIAN DINAS PEGAWAI NEGERI SIPIL DI LINGKUNGAN PEMERINTAH PROVINSI BALI

TATA TERTIB KEHIDUPAN KAMPUS BAGI MAHASISWA

TATA KRAMA DAN TATA TERTIB SISWA SMA NEGERI 1 SIDOARJO

2. Tata tertib ini sifatnya mengikat dan wajib ditaati oleh seluruh siswa

TATA TERTIB MINIHOSPITAL PSIK FKIK UMY

Peraturan Akademik Magister Manajemen

KODE ETIK DAN TATA TERTIB MAHASISWA

2 Serta Susunan Organisasi, Tugas Dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 135 Tahun 2

TATA TERTIB PRAKTIKUM PERANCANGAN SISTEM KERJA DAN ERGONOMI

PETUNJUK DAN TATA TERTIB PELAKSANAAN ASISTENSI LABORATORIUM FENOMENA DASAR MESIN SEMESTER GANJIL 2016 / 2017

PERATURAN PENDIDIKAN POLITEKNIK NEGERI JAKARTA NOMOR : 2481/PL3/SK/2013

PANDUAN PRAKTIKUM PERANCANGAN TEKNIK INDUSTRI 4. Nama : NPM : Kelas : Kelompok : Oleh: Asisten Laboratorium. Perancangan Teknik Industri 4

KODE ETIK KEHIDUPAN KAMPUS BAGI DOSEN DAN TENAGA KEPENDIDIKAN POLTEKKES KEMENKES SURABAYA

TATA TERTIB KEHIDUPAN KAMPUS BAGI MAHASISWA

Petunjuk Kerja ini disusun sebagai panduan tata tertib peserta didik dan sanksi pelanggaran di SMPN 1 Mojokerto

BERITA NEGARA. ARSIP NASIONAL. Pakaian Dinas. Pegawai. Pencabutan.

KEPUTUSAN REKTOR UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG NOMOR Un.3/KP.01.4/ 1130 /2017

TATA TERTIB MAHASISWA

KODE ETIK MAHASISWA SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM (STAI) YASNI MUARA BUNGO

2017, No Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Displin Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor

KODE ETIK AKADEMIK SEKOLAH TINGGI ILMU TARBIYAH SYEKH MUHAMMAD NAFIS TABALONG

SK Rektor Nomor : 591/IKIPVET.H/Q/VII/2013 Tentang PERATURAN DISIPLIN KEMAHASISWAAN BAB I KETENTUAN UMUM. Pasal 1

WALIKOTA BATU PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN WALIKOTA BATU

BERITA DAERAH KOTA BEKASI

NORMA ETIKA KEHIDUPAN KAMPUS BAGI DOSEN DAN TENAGA KEPENDIDIKAN POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SEMARANG KATA PENGANTAR

STIE-MURA LUBUKLINGGAU

KEWAJIBAN Setiap peserta didik mempunyai kewajiban sebagai berikut : 1. Memahami, menghayati dan mengamalkan Pancasila serta mentaati semua ketentuan

: 002/SWRIII/OMB/IX/2015 Hal : Orientasi Mahasiswa Baru 2015 Lampiran : 1. Peraturan Umum 2. Lembar Persetujuan Keikutsertaan OMB 2015

TATA TERTIB MAHASISWA UNIVERSITAS AISYIYAH YOGYAKARTA

BAB I PENGERTIAN Pasal 1

WALIKOTA PROBOLINGGO

PERATURAN REKTOR INSTITUT PERTANIAN BOGOR Nomor : 09/I3/KM/2010. Tentang

Walikota Tasikmalaya Provinsi Jawa Barat

PERATURAN REKTOR INSTITUT PERTANIAN BOGOR Nomor : 09/I3/KM/2010 Tentang TATA TERTIB KEHIDUPAN KAMPUS BAGI MAHASISWA DI LINGKUNGAN INSTITUT PERTANIAN

WALIKOTA YOGYAKARTA PEDOMAN PENYUSUNAN TATA TERTIB SEKOLAH

KETENTUAN DAN TATA TERTIB MAHASISWA PROGRAM PASCASARJ ANA ILMU ISLAM PROGRAM STUDI MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM UNIVERSITAS ISLAM MAKASSAR

Kode Etik, Tata Tertib, Sistem Penghargaan dan Sanksi Tenaga Kependidikann Sekolah Tinggi Manajemen Informatika & Komputer Prabumulih

BUKU TATA TERTIB PROGRAM STUDI PSIKOLOGI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA

Transkripsi:

SEKOLAH TINGGI PARIWISATA PELITA HARAPAN KEPUTUSAN KETUA SEKOLAH TINGGI PARIWISATAPELITA HARAPAN Nomor: 433/STPPH/VIII/2016 Tentang Peraturan Disiplin dan Tata Tertib Perkuliahan Sekolah Tinggi Pariwisata Pelita Harapan KETUA SEKOLAH TINGGI PARIWISATA PELITA HARAPAN Menimbang: 1. Bahwa untuk melaksanakan tugas dan fungsi STPPH secara berhasil dan berdaya guna, perlu ditetapkan Peraturan Disiplin dan Tata Tertib Mahasiswa yang sesuai dengan perkembangan pendidikan. 2. Bahwa untuk maksud tersebut, perlu diadakan penyempurnaan dan penyesuaian Peraturan Disiplin dan Tata Tertib Mahasiswa STPPH yang sebelumnya. Mengingat: 1. Undang-undang RI No. 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional. 2. Peraturan Pemerintah RI No. 30 Tahun 1990 tentang Pendidikan Tinggi. 3. Peraturan Pemerintah RI No. 60 Tahun 1999 jo. PP No. 57 tahun 1998 jo. PP No. 30 tahun 1990 tentang Pendidikan Tinggi. 4. Surat Keputusan Koordinator Sekolah Tinggi Pariwisata Pelita Harapan No. 435/SKK- STPPH/V/2006 tanggal 19 Mei 2006 tentang Peraturan Pokok Pendidikan Sekolah Tinggi Pariwisata Pelita Harapan. 5. Surat Pengangkatan Ketua STPPH No. 043/SKR-HRD-UPH/III/2007 tanggal 1 Maret 2007. 6. Surat Pengangkatan Ketua STPPH No. 064/SKR-HRD-UPH/V/2012 tanggal 24 Mei 2012. 7. Surat Pengangkatan Ketua STPPH No. 094/SKR-HRD-UPH/VI/2013 tanggal 5 Juni 2013. 8. Surat Pengangkatan Ketua STPPH No. 091/SKR-HRD-UPH/VI/2014 tanggal 16 Juni 2014. 9. Surat Pengangkatan Ketua STPPH No. 083/SKR-HRD-UPH/V/2015 tanggal 5 Mei 2015. 10. Surat Pengangkatan Ketua STPPH No. 060/SKR-HRD-UPH/VI/2016 tanggal 25 April 2016. 1

MEMUTUSKAN Menetapkan: KEPUTUSAN KETUA TENTANG PERATURAN DISIPLIN DAN TATA TERTIB PERKULIAHAN SEKOLAH TINGGI PARIWISATA PELITA HARAPAN Dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut: BAB I KETENTUAN UMUM PEMBINAAN MAHASISWA PASAL 1 PENGERTIAN-PENGERTIAN Dalam peraturan ini yang dimaksud dengan: 1. Peraturan Disiplin dan Tata Tertib Perkuliahan adalah ketentuan yang mengatur hak, kewajiban, larangan, dan sanksi untuk mahasiswa STPPH. 2. Mahasiswa STPPH adalah setiap mahasiswa yang mengikuti pendidikan di STPPH dan telah tercatat secara sah melalui registrasi mahasiswa pada setiap awal tahun kuliah. 3. Pelanggaran Disiplin dan Tata Tertib adalah setiap sikap dan perilaku yang bertentangan dengan ketentuan Peraturan Disiplin dan Tata Tertib Perkuliahan STPPH. 4. Sanksi adalah tindakan yang dikenakan kepada mahasiswa STPPH yang melanggar Peraturan Disiplin dan Tata Tertib. 5. Fasilitas Perkuliahanan dan Sarana Pembelajaran adalah fasilitas yang dimiliki STPPH yang dapat digunakan oleh mahasiswa dengan mengikuti ketentuan. PASAL 2 MAKSUD DAN TUJUAN Maksud dan tujuan Peraturan Disiplin dan Tata Tertib Perkuliahan STPPH ini adalah untuk: 1. Menjamin terpeliharanya proses belajar-mengajar mahasiswa serta menunjang kelancaran studi yang sedang diikuti; 2. Memberi landasan dan petunjuk kepada mahasiswa dalam bersikap dan perilaku sehari-hari sebagai anggota masyarakat ilmiah (terpelajar); 3. Menjamin terpeliharanya martabat mahasiswa; dan 4. Dipergunakan sebagai alat untuk menegakkan disiplin dan tata tertib serta pedoman pelaksanaan sanksi terhadap pelanggaran disiplin dan tata tertib. 2

PASAL 3 HAK DAN KEWAJIBAN MAHASISWA 1. Setiap mahasiswa mempunyai hak untuk: a. Mendapatkan pendidikan sesuai dengan minatnya. b. Berorganisasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. c. Menyalurkan bakat dan minatnya. d. Menyampaikan pendapat sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku. 2. Setiap mahasiswa mempunyai kewajiban untuk: a. Mentaati segala peraturan yang berlaku dalam rangka mencapai tujuan STPPH. b. Menjunjung tinggi martabat mahasiswa di dalam maupun di luar kampus STPPH serta menjaga integritas dan solidaritas STPPH sebagai almamaternya. PASAL 4 SMART CARD 1. Setiap mahasiswa wajib memiliki Smart Card. 2. Smart Card berlaku untuk Tahun kuliah yang sedang berjalan. 3. Kehilangan Smart Card harus segera dilaporkan kepada bagian yang menangani administrasi Smart Card untuk mendapatkan penggantinya. 4. Kegunaan lain dari Smart Card adalah untuk Kartu Tanda Anggota Perpustakaan dan masuk ke MYC. PASAL 5 PAKAIAN SERAGAM 1. Mahasiswa wajib mengenakan pakaian seragam dengan kelengkapan yang sesuai dengan ketentuan dan kegiatan perkuliahan. 2. Desain pakaian seragam ditetapkan oleh Ketua STPPH. 3. Pakaian seragam terdiri atas seragam teori, praktik laboratorium, dan praktik kerja. 4. Pakaian seragam tidak diperkenankan untuk dihiasi logo atau atribut apapun, kecuali yang telah ditetapkan Ketua STPPH. 5. Papan nama (name tag) disematkan pada pakaian seragam di bagian dada sebelah kiri. 6. Mahasiswa tidak diperkenankan menggunakan pakaian lain di luar ketentuan tentang pakaian seragam yang berlaku selama mengikuti kegiatan pendidikan pada hari Senin - Kamis. 7. Pada hari Jumat mahasiswa diperbolehkan memakai pakaian bebas dengan sopan dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. PASAL 6 KESOPANAN DAN KERAPIAN 1. Mahasiswa wajib menghargai agama (kepercayaan) sesama rekan mahasiswa. 2. Mahasiswa wajib menghargai adat istiadat, etika, estetika dan moral. 3. Mahasiswa wajib memelihara kebersihan dan kerapian lingkungan. 4. Mahasiswa wajib menjaga kesopanan dan kerapian penampilan. 5. Mahasiswa tidak diperkenankan merokok di dalam kampus terutama pada waktu mengikuti kuliah dan praktik. 6. Mahasiswa tidak diperkenankan makan dan/atau minum di dalam ruangan kuliah. 3

7. Mahasiswa tidak diperkenankan menggunakan atau mengaktifkan telepon genggam (handphone) dan sejenisnya selama perkuliahan dan/atau praktik berlangsung. 8. Mahasiswa tidak diperkenankan mengecat rambut dengan warna yang tidak alamiah. 9. Mahasiswa pria tidak diperkenankan memelihara rambut panjang, kumis serta jenggot. 10. Mahasiswa pria tidak diperkenankan memakai anting-anting di telinga ataupun di hidung. Mahasiswa wanita tidak diperkenankan untuk menggunakan asesoris yang berlebihan, misalnya: anting-anting di hidung. 11. Selama perkuliahan dan praktik laboratorium mahasiswa wajib memakai sepatu hitam (polos) dan bukan jenis sepatu sandal, sepatu olah raga atau sepatu ABRI. a. Sol bukan karet dan kaos kaki hitam untuk pria. b. Sepatu hitam tertutup dengan hak sepatu setinggi antara 3 s/d 5 cm tanpa kaos kaki untuk wanita. c. Ikat pinggang warna hitam dengan ukuran standar 3 cm. 12. Mahasiswa yang memasuki areal kantor administrasi STPPH untuk mendapatkan layanan administrasi, maupun berkonsultasi dengan dosen (konsultasi akademik maupun bimbingan tugas akhir), wajib menggunakan seragam lengkap dan berpenampilan rapi. Pada hari Jumat, diperbolehkan menggunakan pakaian bebas yang sopan, sesuai dengan ketentuan berlaku, dengan alas kaki berupa sepatu tertutup atau sepatu terbuka bertali belakang dan berhak (bukan sandal atau sepatu sandal). PASAL 7 ALKOHOL, NARKOBA, SENJATA DAN BARANG CETAKAN TERLARANG 1. Mahasiswa tidak dibenarkan berada dalam keadaan mabuk. 2. Mahasiswa tidak dibenarkan menyimpan, mengedarkan atau menggunakan narkotika dan obat terlarang lainnya. 3. Mahasiswa tidak dibenarkan membawa, menggunakan atau menyimpan senjata terlarang. 4. Mahasiswa tidak dibenarkan membawa, menyimpan atau mengedarkan barang cetakan, video kaset, film serta barang-barang yang dinyatakan terlarang oleh negara. PASAL 8 FASILITAS PENDIDIKAN 1. Fasilitas pendidikan yang tersedia untuk mahasiswa meliputi: a. b. c. d. e. f. g. h. i. j. k. Classroom Computer Room Language Laboratory Administration Office Travel Agency Workshop/Simulation Galileo CRS Lab Guiding Simulation Room Passenger and Baggage Check In Counter Lab Kitchen Restaurant and Bar Front Office Lab l. m. n. o. q. r. s. t. u. v. Fidelio Cafetaria Model Room Library Student Council Room Audio Visual Auditorium Sport Facilities Parking Lot Locker 4

2. Peraturan penggunaan fasilitas pendidikan ditetapkan oleh Ketua STPPH dan merupakan bagian integral dari Peraturan Disiplin dan Tata Tertib Perkuliahan Mahasiswa STPPH. 3. Mahasiswa wajib mengikuti semua ketentuan mengenai penggunaan fasilitas pendidikan. PASAL 9 BIAYA DAN KEPERLUAN PENUNJANG PENDIDIKAN 1. Komponen Biaya Pendidikan yang menjadi tanggung jawab mahasiswa diatur oleh Yayasan UPH antara lain adalah: a. SPP. b. BPP Pokok. c. BPP Tambahan dan/atau Biaya per SKS. d. Uang Praktik. e. Seragam. f. Biaya lain-lain: 1) Jas almamater. 2) Orientasi. 3) UKM. 4) Asuransi. 2. Pembayaran biaya dan keperluan penunjang pendidikan ditentukan setiap semester/ tahun kuliah. 3. Apabila dalam tahun kuliah yang sedang berjalan mahasiswa tidak mengikuti suatu kegiatan pendidikan yang telah ditetapkan baik atas kehendak sendiri ataupun oleh keputusan Ketua STPPH, maka biaya pendidikan tidak dibayarkan kembali kepada yang bersangkutan. Demikian pula halnya bagi mahasiswa yang ditunda perkuliahannya, diberhentikan atau meninggal dunia. BAB II KEGIATAN AKADEMIK PASAL 10 PERATURAN PELAKSANAAN PROGRAM PENDIDIKAN Peraturan-peraturan tentang kegiatan Akademik seperti: SKS, Semester, Tahun Akademik, Kalender Akademik, Beban Studi Mahasiswa, Cuti Akademik, Putus Kuliah, Penasehat Akademik, Tugas Akhir, Ketertiban Belajar-Mengajar, Persiapan Kuliah, Ujian, Penilaian dan Registrasi Mahasiswa semuanya mengikuti Peraturan Pokok Pendidikan Sekolah Tinggi Pariwisata Pelita Harapan. PASAL 11 JADWAL PERKULIAHAN 1. Jadwal perkuliahan teori diatur sebagai berikut: a. Senin s/d. Kamis : 07.15-16.20 b. Jumat : 07.15-11.40 12.40-16.20 2. Jadwal perkuliahan praktik laboratorium dan praktik lapangan disesuaikan dengan 5

kurikulum, yang diatur oleh masing-masing Ketua Jurusan Sekolah Tinggi Pariwisata Pelita Harapan. PASAL 12 UJIAN 1. Mahasiswa wajib mengikuti Ujian Tengah Semester dan Ujian Akhir Semester sesuai dengan jadwal yang ditetapkan. 2. Mahasiswa yang belum lulus mata kuliah tertentu harus mengulang mata kuliah tersebut sesuai dengan ketentuan dan jadwal yang ditetapkan. 3. Mahasiswa wajib memiliki Kartu Studi Mahasiswa (KSM) untuk mengikuti ujian semester. Bagi mahasiswa yang tidak dapat menunjukkan KSM pada saat ujian, tidak diperkenankan untuk mengikuti ujian. 4. Mahasiswa yang tidak memenuhi 80% kehadiran pada setiap mata kuliah tidak diperkenankan untuk mengikuti Ujian Akhir Semeter. 5. Mahasiswa wajib mengenakan seragam teori dengan kelengkapannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 6. Ujian susulan (UTS maupun UAS) paling lambat diselenggarakan 1 minggu setelah masa ujian selesai. Ujian susulan hanya diberikan kepada mahasiswa yang berhalangan dengan alasan yang dapat dipertanggungjawabkan dan dapat diverifikasi kebenarannya. PASAL 13 PRAKTEK KERJA LAPANGAN (PKL) 1. Mahasiswa pada semester VII diwajibkan untuk melaksanakan PKL. 2. PKL adalah bagian Integral dari Kurikulum Nasional Sekolah Tinggi Pariwisata Pelita Harapan. 3. Pelaksanaan PKL: a. Untuk Jurusan Manajemen Perhotelan pada semester VII selama 6 (enam) bulan. Nilai/bobot SKS: 12 SKS. b. Untuk Jurusan Manajemen Usaha Wisata pada semester VII selama 6 (enam) bulan. Nilai/bobot SKS: 12 SKS. 4. Penentuan penempatan PKL diatur/ditentukan oleh Ketua Sekolah Tinggi Pelita Harapan berdasarkan prestasi. Untuk penempatan di Luar Negeri, dilaksanakan atas dasar permintaan mahasiswa kemudian diseleksi. 5. Persyaratan mengikuti PKL: a. Memiliki IP 2.00 b. Telah menyelesaikan minimal 80 SKS dengan: c. Sehat jasmani dan rohani. 6. Mahasiswa yang tidak dapat melaksanakan PKL pada semester VII karena tidak dapat memenuhi persyaratan di atas, dapat melaksanakan PKL pada semestersemester berikutnya, namun masih dalam batas waktu studinya, setelah memenuhi persyaratan PKL. 7. Mahasiswa yang karena pelanggaran disiplin atau karena ketidakhadiran yang tinggi waktu melaksanakan PKL yang dinyatakan gagal oleh pihak perusahaan harus mengulang PKL-nya yang dapat dilaksanakan pada semester-semester berikutnya, 6

namun masih dalam batas waktu studinya. 8. Evaluasi/penilaian dilakukan sepenuhnya oleh pihak perusahaan, dan STPPH akan memantau secara berkala. 9. Mahasiswa wajib mengikuti semua aturan-aturan dari pihak Industri seperti: a. Peraturan Kepegawaian. b. Peraturan Kerja. 10. Biaya-biaya yang dikeluarkan untuk keperluan PKL dan selama PKL merupakan beban mahasiswa, bukan tanggung jawab STPPH. 11. Biaya Pelaksanaan PKL termasuk: a. Ongkos transportasi. b. Biaya hidup ditanggung oleh mahasiswa yang bersangkutan. 12. Pada akhir masa PKL, mahasiswa diwajibkan menyampaikan Laporan PKL kepada Ketua STPPH. Laporan PKL merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan PKL. BAB III KEHADIRAN DALAM PENDIDIKAN PASAL 14 IZIN MENINGGALKAN PENDIDIKAN 1. Izin tidak mengikuti kegiatan perkuliahan/praktik dibenarkan dengan alasan: a. Sakit, dengan keterangan dokter rumah sakit umum. b. Keluarga terdekat sakit keras atau meninggal dunia. c. Keluarga terdekat (kakak atau adik kandung) melangsungkan pernikahan. d. Mengikuti kegiatan atas penugasan Ketua STPPH. 2. Permintaan izin tidak mengikuti kegiatan pendidikan terlebih dahulu harus mendapatkan persetujuan tertulis dari masing-masin Ketua Jurusan STPPH. Bagi mahasiswa yang sedang melakukan praktik, izin termaksud terlebih dahulu harus mendapat persetujuan tertulis dari pejabat yang memimpin praktik tersebut. 3. Mahasiswa yang tidak hadir dengan alasan sakit, walaupun hanya satu hari, wajib menyerahkan surat keterangan dokter. Surat keterangan dokter yang diakui adalah surat dari dokter yang berpraktik di rumah sakit umum, bukan dokter yang berpraktik mandiri ataupun poliklinik. 4. Surat keterangan dokter atau surat orang tua (wali) termaksud harus diserahkan kepada Ketua Jurusan atau Sekretaris Jurusan STPPH yang ditetapkan, pada hari pertama yang bersangkutan mengikuti kegiatan pendidikan. 5. Bagi mahasiswa yang ketidakhadirannya disebabkan oleh hal-hal selain yang telah disebutkan di atas, akan dianggap absen. Jumlah absen maksimal pada setiap mata kuliah adalah 20% atau 2 kali dari total jumlah pertemuan. PASAL 15 PENGHITUNGAN KETIDAKHADIRAN 1. Jumlah hari ketidakhadiran diperhitungkan secara kumulatif selama satu semester. 2. Rekapitulasi perhitungan ketidakhadiran diumumkan menjelang Ujian Akhir Semester (UAS). 7

BAB IV SANKSI-SANKSI PASAL 16 JENIS SANKSI 1. Jenis sanksi yang dikenakan kepada mahasiswa yang melanggar ketentuan peraturan pelaksanaan ini terdiri dari: a. Peringatan lisan. b. Peringatan tertulis. c. Penundaan Perkuliahan. d. Pemberhentian. PASAL 17 PELANGGARAN PERATURAN DISIPLIN DAN TATA TERTIB 1. Pelanggaran atas ketentuan tentang pakaian seragam dikenakan sanksi tidak diperkenankan mengikuti perkuliahan. 2. Pelanggaran atas ketentuan tentang kesopanan, kerapian dikenakan sanksi peringatan tertulis atau pemberhentian, tergantung kasusnya. 3. Pelanggaran hukum atas ketentuan tentang alkohol, narkoba, senjata, barang cetakan terlarang dan pencurian dapat dikenakan sanksi pemberhentian. 4. Fasilitas perkuliahan: a. Pelanggaran atas ketentuan penggunaan fasilitas perkuliahan dikenakan sanksi tidak diperkenankan menggunakan fasilitas, peringatan tertulis atau pemberhentian, tergantung kasusnya. b. Mahasiswa wajib mengganti kerusakan atau kehilangan yang terjadi pada fasilitas perkuliahan pelatihan baik secara individu maupun kolektif, tergantung kasusnya. 5. Kehadiran dalam perkuliahan dan kegiatan lain-lain: a. Mahasiswa yang terlambat hadir lebih dari 15 menit dinyatakan tidak hadir tanpa alasan. b. Ketidakikutsertaan dalam perkuliahan teori, praktik, studi lapangan di luar ketentuan tentang izin meninggalkan kegiatan pendidikan dinyatakan tidak hadir tanpa alasan. c. Mahasiswa yang terbukti memalsukan pengisian daftar hadir mahasiswa, dikenakan sanksi tidak hadir tanpa alasan sejumlah hari mahasiswa yang kehadirannya dipalsukan. d. Mahasiswa yang terbukti memalsukan tanda tangan Ketua STPPH, Ketua Jurusan, Sekretaris Jurusan, Kepala Laboratorium, Dosen, Asisten Dosen, Petugas Administrasi STPPH dan Mahasiswa lain dikenakan sanksi pemberhentian. e. Mahasiswa yang terbukti memalsukan tanda tangan orang tua (wali) atau dokter yang menerangkan mengenai keadaan kesehatan atau permohonan izin yang bersangkutan dikenakan sanksi peringatan tertulis sampai pemberhentian. f. Mahasiswa yang tidak memiliki atau tidak membawa Kartu Studi Mahasiswa (KSM) tidak diperkenankan untuk mengikuti ujian. 6. Mahasiswa yang jumlah hari ketidakhadiran per mata kuliah melebihi 20% dari jumlah tatap muka dalam satu semester tanpa alasan, dikenakan sanksi tidak boleh mengikuti Ujian Akhir Semester untuk mata kuliah tersebut. 7. Sanksi-sanksi terhadap pelanggaran Peraturan Disiplin dan Tata Tertib Perkuliahan tidak mengenal tahapan tapi diberikan sesuai dengan kasus pelanggaran. 8

PASAL 18 LAIN-LAIN Pelanggaran lain di luar ketentuan-ketentuan di atas yang dapat mengakibatkan pemberhentian meliputi: 1. Terbukti melakukan pencurian dan penipuan. 2. Melakukan perkelahian di dalam dan/atau di luar kampus. 3. Melakukan tindakan bersifat menentang atau merongrong kebijaksanaan Ketua STPPH. 4. Melakukan tindakan mencemarkan dan merusak nama baik almamater. 5. Melakukan tindakan melanggar norma kesusilaan. BAB V PENUTUP PASAL 19 KETENTUAN TAMBAHAN 1. Ketentuan-ketentuan tentang Peraturan Disiplin dan Tata Tertib STPPH yang pernah dikeluarkan dan bertentangan dengan peraturan ini dinyatakan tidak berlaku. 2. Hal-hal yang belum diatur dalam Peraturan Disiplin dan Tata Tertib Perkuliahan STPPH ini akan diatur secara tersendiri. 3. Peraturan Disiplin dan Tata Tertib Perkuliahan STPPH mengacu pada Peraturan Pokok Pendidikan Program Sarjana UPH No. 003/SK-Senat-UPH/IV/2013 tanggal 2 April 2013. 4. Bila di kemudian hari diketahui terdapat kekurangan atau kesalahan atas keputusan tersebut maka akan diperbaiki sebagaimana mestinya. Ditetapkan di Karawaci Pada tanggal, 22 Agustus 2016 SEKOLAH TINGGI PARIWISATA PELITA HARAPAN KETUA Tembusan: - Koordinator Sekolah Tinggi Pariwisata Pelita Harapan 9

KEPUTUSAN KETUA SEKOLAH TINGGI PARIWISATA PELITA HARAPAN Nomor: 434/STPPH/VIII/2016 Tentang Ketentuan Seragam Mahasiswa Sekolah Tingi Pariwisata Pelita Harapan KETUA SEKOLAH TINGGI PARIWISATA PELITA HARAPAN Menimbang: 1. Bahwa untuk melaksanakan tugas dan fungsi STPPH secara berhasil dan berdaya guna, perlu ditetapkan Ketentuan Mengenai Seragam yang sesuai dengan perkembangan pendidikan. 2. Bahwa untuk maksud tersebut, perlu diadakan penyempurnaan dan penyesuaian Ketentuan Mengenai Seragam Teori dan Praktik. Mengingat: 1. Undang-undang RI No. 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional. 2. Peraturan Pemerintah RI No. 30 Tahun 1990 tentang Pendidikan Tinggi. 3. Peraturan Pemerintah RI No. 60 Tahun 1999 jo. PP No. 57 tahun 1998 jo. PP No. 30 tahun 1990 tentang Pendidikan Tinggi. 4. Surat Keputusan Koordinator Sekolah Tinggi Pariwisata Pelita Harapan No. 435/SKK- STPPH/V/2006 tanggal 19 Mei 2006 tentang Peraturan Pokok Pendidikan Sekolah Tinggi Pariwisata Pelita Harapan. 5. Surat Pengangkatan Ketua STPPH No. 043/SKR-HRD-UPH/III/2007 tanggal 1 Maret 2007. 6. Surat Pengangkatan Ketua STPPH No. 064/SKR-HRD-UPH/V/2012 tanggal 24 Mei 2012. 7. Surat Pengangkatan Ketua STPPH No. 094/SKR-HRD-UPH/VI/2013 tanggal 5 Juni 2013. 8. Surat Pengangkatan Ketua STPPH No. 091/SKR-HRD-UPH/VI/2014 tanggal 16 Juni 2014. 9. Surat Pengangkatan Ketua STPPH No. 083/SKR-HRD-UPH/V/2015 tanggal 5 Mei 2015. 10. Surat Pengangkatan Ketua STPPH No. 060/SKR-HRD-UPH/VI/2016 tanggal 25 April 2016. MEMUTUSKAN Menetapkan: 1. Seragam untuk kegiatan perkuliahan tatap muka (jurusan Manajemen Perhotelan dan Manajemen Usaha Wisata) adalah: Baju : Putih, berkerah, berkancing di depan, lengan panjang berkancing di pergelangan, tanpa emblem, dan/atau gambar dan/atau atribut lainnya. Jas : Warna abu-abu. Desain ditetapkan oleh Ketua Jurusan. Celana : Panjang hingga di bawah mata kaki, dengan kantong samping kirikanan. Warna abu-abu. Ban ikat pinggang selebar 3 5 cm Rok : Panjang hingga 5 cm di bawah lutut. Ban ikat pinggang selebar 3 5 cm 10

Sepatu Dasi Scarf : Warna hitam tertutup bagian depan maupun belakang. Hak dengan tinggi maksimal 3 5 cm. Pria mengenakan kaos kaki hitam. Wanita tidak mengenakan kaos kaki, atau dapat mengenakan stocking. : Warna sesuai ketentuan, tanpa emblem, dan/atau gambar dan/atau atribut lainnya. : Warna sesuai ketentuan, tanpa emblem, dan/atau gambar dan/atau atribut lainnya. Name tag : Dasar hitam, huruf emas, dengan logo Sekolah Tinggi Pariwisata Pelita Harapan dan disematkan di sebelah kiri jas. 2. Seragam untuk kegiatan perkuliahan praktik dapur (Jurusan Manajemen Perhotelan) adalah: Baju : Putih, berkerah pendek, double-breasted, lengan panjang, dengan lambang Sekolah Tinggi Pariwisata Pelita Harapan di sebelah kiri baju, tanpa gambar dan/atau atribut lainnya. Celana : Panjang hingga di bawah mata kaki. Warna hitam. Ban ikat pinggang selebar 3 5 cm. Sepatu : Warna hitam tertutup bagian depan maupun belakang. Hak dengan tinggi maksimal 5 cm. Mengenakan kaos kaki. Sepatu kelom dapat digunakan waktu praktik di dapur. Name tag : Dasar hitam, huruf emas, dengan logo Sekolah Tinggi Pariwisata Pelita Harapan, dan disematkan di sebelah kiri jas. Lain-lain : Membawa lap (kitchen towel), satu buah paring knife, dan satu buah vegetable peeler. 3. Seragam untuk kegiatan perkuliahan praktik restoran dan bartending (Jurusan Manajemen Perhotelan) adalah: Baju : Putih, berkerah, berkancing di depan, lengan panjang berkancing di pergelangan, tanpa emblem, dan/atau gambar dan/atau atribut lainnya. Rompi : Warna abu-abu. Celana : Panjang hingga di bawah mata kaki, dengan kantong samping kirikanan. Warna abu-abu. Ban ikat pinggang selebar 3 5 cm. Rok : Panjang hingga 5 cm di bawah lutut. Ban ikat pinggang selebar 3 5 cm. Sepatu : Warna hitam tertutup bagian depan maupun belakang. Hak dengan tinggi maksimal 5 cm. Pria mengenakan kaos kaki hitam. Wanita tidak mengenakan kaos kaki, atau dapat mengenakan stocking. Name tag : Dasar hitam, huruf emas, dengan logo Sekolah Tinggi Pariwisata Pelita Harapan, dan disematkan di sebelah kiri rompi. 4. Seragam untuk kegiatan perkuliahan praktik agen perjalanan (Jurusan Manajemen Usaha Wisata) adalah: Baju : Putih, berkerah, berkancing di depan, lengan panjang berkancing di pergelangan, tanpa emblem, dan/atau gambar dan/atau atribut lainnya. Jas : Warna abu-abu. Celana : Panjang hingga d bawah mata kaki, dengan kantong samping kirikanan. Warna abu-abu. Ban ikat pinggang selebar 3 5 cm. Rok : Panjang hingga 5 cm di bawah lutut. Ban ikat pinggang selebar 3 5 cm. Sepatu : Warna hitam tertutup bagian depan maupun belakang. Hak dengan tinggi maksimal 5 cm. Pria mengenakan kaos kaki hitam. Wanita tidak mengenakan kaos kaki, atau dapat mengenakan stocking. Name tag : Dasar hitam, huruf emas, dengan logo Sekolah Tinggi Pariwisata Pelita Harapan, dan disematkan di sebelah kiri jas. 11

5. Seragam untuk kegiatan perkuliahan praktik perjalanan keluar kampus (Jurusan Manajemen Usaha Wisata) adalah dengan mengenakan kaos yang desainnya ditentukan oleh Ketua Jurusan Manajemen Usaha Wisata. 6. Pakaian seragam wajib dipakai selama hari Senin hingga Kamis. Pada hari Jumat mahasiswa diperkenankan berpakaian bebas tetapi harus bersih, rapi, dan sopan, kecuali ada instruksi khusus dari Ketua Jurusan, dan/atau mengikuti kegiatan kelas praktik. 7. Dengan dikeluarkannya Surat Keputusan ini, maka keputusan tentang seragam yang sebelumnya tidak berlaku lagi di kemudian hari. 8. Apabila dalam keputusan ini terdapat hal-hal yang belum jelas atau kurang dalam peraturan maka akan diperbaiki sebagaimana mestinya. Ditetapkan di Karawaci Pada tanggal, 22 Agustus 2016 SEKOLAH TINGGI PARIWISATA PELITA HARAPAN KETUA Tembusan: - Koordinator Sekolah Tinggi Pariwisata Pelita Harapan 12

PERNYATAAN MAHASISWA Demi tercapainya tujuan Pendidikan dan Pelatihan serta demi menjaga nama baik Sekolah Tinggi Pariwisata Pelita Harapan, maka dengan ini saya: Nama : NIM : Jurusan : menyatakan dengan sesungguhnya dan sejujur-jujurnya bahwa saya: 1. Telah membaca, mengetahui, memahami serta menghayati ketentuan-ketentuan sebagaimana tercantum di dalam Peraturan Disiplin dan Tata Tertib Perkuliahan STPPH. 2. Sanggup untuk melaksanakan dan mematuhi semua ketentuan-ketentuan sebagaimana tercantum di dalam Peraturan Disiplin dan Tata Tertib Perkuliahan STPPH. 3. Bertanggung jawab dan bersedia menerima sanksi-sanksi atas segala perbuatan yang melanggar ketentuan-ketentuan sebagaimana tercantum di dalam Peraturan Perkuliahan dan Tata Tertib Perkuliahan STPPH. Demikianlah pernyataan ini saya buat dengan penuh tanggung jawab dan secara sukarela, tanpa paksaan/tekanan pihak lain, untuk dapat digunakan sebagaimana mestinya. Karawaci, Saksi 1. Orang Tua (Wali) Mahasiswa Mahasiswa yang bersangkutan: 2. Ketua Jurusan STPPH NIM: 3. Ketua STPPH 13

PERNYATAAN MAHASISWA Demi tercapainya tujuan Pendidikan dan Pelatihan serta demi menjaga nama baik Sekolah Tinggi Pariwisata Pelita Harapan, maka dengan ini saya: Nama : NIM : Jurusan : menyatakan dengan sesungguhnya dan sejujur-jujurnya bahwa saya: 1. Telah membaca, mengetahui, memahami serta menghayati ketentuan-ketentuan sebagaimana tercantum didalam Peraturan Disiplin dan Tata Tertib Perkuliahan STPPH. 2. Sanggup untuk melaksanakan dan mematuhi semua ketentuan-ketentuan sebagaimana tercantum di dalam Peraturan Disiplin dan Tata Tertib Perkuliahan STPPH. 3. Bertanggung jawab dan bersedia menerima sanksi-sanksi atas segala perbuatan yang melanggar ketentuan-ketentuan sebagaimana tercantum di dalam Peraturan Perkuliahan dan Tata Tertib Perkuliahan STPPH. Demikianlah Pernyataan ini saya buat dengan penuh tanggung jawab dan secara sukarela, tanpa paksaan/tekanan pihak lain, untuk dapat digunakan sebagaimana mestinya. Karawaci, Saksi 1. Orang Tua (Wali) Mahasiswa Mahasiswa yang bersangkutan: 2. Ketua Jurusan STPPH NIM: 3. Ketua STPPH 14