BAB IV ANALISIS PRAKTEK KERJA LAPANGAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB III PROFIL PERUSAHAAN

BAB III ANALISIS SISTEM. Analisis sistem adalah penguraian dari sistem informasi yang utuh kedalam

HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Pembantu Krian mahasiswa dapat memberikan kesimpulan dan saran kepada

BAB III ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN. terbagi menjadi 2 metode, yaitu: a. Melalui Surat Setoran Pajak (SSP)

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PAJAK

BAB III PELAKSANAAN KERJA PRAKTEK. mekanisme pemotongan, penyetoran dan pelaporan PPh 22 pada Puslitbang

BAB IV ANALISIS KERJA PRAKTEK Analisis Aplikasi Pajak di PT. PDSI Onshore Drilling Area Jawa

KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK NOMOR : 2) TENTANG PENGEMBALIAN KELEBIHAN PEMBAYARAN PAJAK 3) DIREKTUR JENDERAL PAJAK

BAB IV ANALISIS PRAKTEK KERJA LAPANGAN. analisa dokumen merupakan salah satu cara yang dapat membantu dalam. Tabel 4.

Pertanyaan yang Sering Diajukan - Bahasa Pembayaran Penerimaan Negara melalui Citibank Online V08 29 November 2016

NPWP (NOMOR POKOK WAJIB PAJAK), WAJIB PAJAK NON EFEKTIF, KODE AKUN PAJAK, SSP, JATUH TEMPO PEMBAYARAN

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PAJAK SALINAN PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK NOMOR PER-26/PJ/2014 TENTANG SISTEM

LAPORAN TUGAS AKHIR TINJAUAN ATAS PENYELESAIAN PEMINDAHBUKUAN DI KPP PRATAMA KEPANJEN

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 213/PMK.04/2008

PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK NOMOR PER - 26/PJ/2014 TENTANG SISTEM PEMBAYARAN PAJAK SECARA ELEKTRONIK DIREKTUR JENDERAL PAJAK,

BAB IV ANALISIS SISTEM. Analisis sistem dapat didefinisikan sebagai suatu proses penguraian dari

MONITORING PENERBITAN SPMKP BULAN... TAHUN... SKPKPP KONSEP SPMKP SPMKP SP2D No

Pedoman Evaluasi Kinerja Bank/Pos Persepsi mitra kerja KPPN untuk Pegawai Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan

Proses. Lampiran 1: Pembiayaan PT. Bank Syariah Mandiri Pematangsiantar. Tahap Awal Dokumentasi Monitoring dan Pembinaan Permohonan

BAB IV ANALISIS PRAKTEK KERJA LAPANGAN. PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) merupakan

BAB IV PERANCANGAN SISTEM. Perancangan sistem adalah suatu gambaran sketsa sistem atau pengaturan dari

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK NOMOR : 2) TENTANG PENGEMBALIAN KELEBIHAN PEMBAYARAN PAJAK 3)

BAB IV PEMBAHASAN. Berikut ini adalah prosedur pelaksanaan deposito ib mudharabah Bank

Cara Baru Bayar Pajak Lebih Mudah, Lebih Cepat

Flowchart Deposito. Tugas sistem operasional bank syariah Dosen : Gita Danupranata, S.E., M.M

BAB II LANDASAN TEORI. Menurut Resmi (2013:31) Surat Setoran Pajak (SSP) adalah surat yang oleh

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 136/PMK. 03/2012 TENTANG

BAB II ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN. telah di tunjuk oleh mentri keuangan. (pasal 1 angka 14 UU, KUP) SSP

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II KAJIAN PUSTAKA. Pajak adalah iuran rakyat kepada kas negara berdasarkan undang-undang,

PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK NOMOR PER - 38/PJ/2009 TENTANG BENTUK FORMULIR SURAT SETORAN PAJAK DIREKTUR JENDERAL PAJAK,

BAB IV ANALISIS SISTEM

PT. Maju Bersama Jaya merupakan usaha jasa yang berjalan di bidang jasa. khususnya dalam kontraktor aspal jalan di kota Tanjungpinang, dimana sistem

BAB III ANALISA SISTEM

BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM

BAB IV HASIL PENELITIAN. A. Prosedur Tabungan pada Bank Syariah Bukopin Capem UPI YPTK. Kegiatan Operasi, Skep.Dir.No : 197/Skep-DIR/BSB-JKT/VIII/2009

A. Sosialisasi Tabungan Sicermat Sosialisasi Tabungan Sicermat merupakan langkah pemasaran yang dilakukan oleh PD. BPR Bank Daerah Karanganyar untuk

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Bank merupakan lembaga keuangan yang kegiatannya menghimpun dana. dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.

Flowchart Deposito Di Bank

Sistem Pembayaran Pajak Secara Elektronik

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. A. Perkembangan Tabungan Simpanan Pelajar (Simpel) pada Bank

PROSEDUR PELAKSANAAN KLIRING PADA BANK JATIM SYARIAH CABANG DARMO SURABAYA RANGKUMAN TUGAS AKHIR

BAB 4 PEMBAHASAN. atau saat melakukan kegiatan usaha atau memperoleh penghasilan. Tidak

BAB 4. Pembahasan Hasil Penelitian

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV PEMBAHASAN MASALAH

: Simpanan berupa rekening giro produk/layanan Nama penerbit : PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk ( BTPN )

PERPAJAKAN DAN PERTANGGUNGJAWABAN DANA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT SUMBER DANA DRPM DIKTI TAHUN 2018

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PAJAK KANTOR WILAYAH DIREKTORAT JENDERAL PAJAK...(1) KANTOR PELAYANAN PAJAK...

PROSEDUR PEMBUKAAN GIRO RUPIAH PADA BANK RAKYAT INDONESIA KANTOR CABANG KUSUMA BANGSA SURABAYA TUGAS AKHIR

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

Pembukaan Rekening Giro Wadiah

Handling Petty Cash. Administrasi Niaga Semester 2 Evada El Ummah Khoiro, S.AB., M. AB.

LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR : 16/PMK.03/2011 TENTANG : TATA CARA PENGHITUNGAN DAN PENGEMBALIAN KELEBIHAN PEMBAYARAN PAJAK

Surat Setoran Elektronik & Kode Billing DJP

BAB III PEMBAHASAN. berjalan di CV. Tour and Travel MARISSA HOLIDAY pada bagian pemesanan

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PAJAK KANTOR WILAYAH... KANTOR PELAYANAN PAJAK...

PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK NOMOR : PER - 37/PJ/2013 TENTANG

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PAJAK LAMPIRAN I PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK NOMOR PER-32/PJ/2013 TENTANG

SIMULASI TRANSAKSI BENDAHARA PENGELUARAN

BAB 1 PENDAHULUAN. suatu pekerjaan dan kegiatan. Sehingga dapat mempengaruhi aspek kehidupan.

BAB IV ANALISIS PRAKTEK KERJA LAPANGAN

Pasal 17B UU KUP. Pasal 17D UU KUP Pasal 17E UU KUP. Pasal 9 ayat (4c) UU PPN

BAB III ANALISA SISTEM

DAFTAR ISI RINGKAS SALING BERBAGI & SITUS DOWNLOAD SILABUS SPEKTRUM 2008 KATA PENGANTAR DAFTAR ISI RINCI BAB 1 PENDAHULUAN 1

NOTA PENGHITUNGAN PENGEMBALIAN KELEBIHAN PEMBAYARAN PAJAK. Pasal 17C. Pasal 9 ayat (4c) UU PPN

PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK NOMOR PER - 7/PJ/2011 TENTANG TATA CARA PENGEMBALIAN KELEBIHAN PEMBAYARAN PAJAK DIREKTUR JENDERAL PAJAK,

PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 242/PMK.03/2014 TENTANG TATA CARA PEMBAYARAN DAN PENYETORAN PAJAK

1/15/2013. Pembayaran pajak melalui Teller Bank/Pos, ATM, atau internet banking dengan menggunakan Kode Billing pada Bank/Pos Persepsi.

Mekanisme Pemotongan Pajak PPH 22 Pada Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Depok

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. A. Mekanisme Pembiayaan Akad Wadi ah Di BPRS Galamitra Abadi


Gambar 4.1 Flowmap Usulan Pengecekan Berkas

Pertanyaan yang Sering Diajukan - Bahasa Pembayaran Penerimaan Negara melalui ATM Citibank V8 29 November 2016

BAB IV. Analisis Sistem

KONSEP OPERASIONAL BANK SYARIAH

BAB IV ANALISIS PRAKTEK KERJA LAPANGAN. 4.1 Analisis sistem informasi penggajian di UPTD Pengembangan. pada Dinas Pendidikan Kota Cirebon yang sedang

PERPAJAKAN I PENDAFTARAN NPWP, PENGAJUAN SPPKP & PEMBAYARAN PAJAK. Deden Tarmidi, SE., M.Ak., BKP. Modul ke: Fakultas Ekonomi dan Bisnis

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PAJAK

BAB 4 EVALUASI PPH PASAL 22 BENDAHARAWAN PEMERINTAH PADA PPPTMGB LEMIGAS. Mekanisme PPh Pasal 22 Bendaharawan Pemerintah di LEMIGAS

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BAGIAN VI KAS DAN KASIR

mandiri virtual account

Pihak-Pihak Terkait Penerimaan Negara. Dokumen-Dokumen Terkait Penerimaan Negara

BAB IV PEMBAHASAN. Dalam analisa penghitungan dan pelaporan Pajak Pertambahan Nilai, penulis


PEMBAHASAN KASUS SUMBER DANA BANK

BAB IV ANALISIS PRAKTEK KERJA LAPANGAN

BAB IV ANALISIS MEKANISME DAN UPAYA PENINGKATAN SISUKA (SIMPANAN SUKARELA BERJANGKA) DI BMT BUS

Transkripsi:

BAB IV ANALISIS PRAKTEK KERJA LAPANGAN 4.1 Analisis Sistem yang Berjalan Sistem pelayanan pembayaran pajak PPN dan PPH di bank bjb sudah berjalan dengan baik. Proses pembayaran ini berjalan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan. Proses pembayaran dimulai dari nasabah (wajib pajak) yang telah terlebih dahulu mengisi Surat Setoran Pajak (SSP) yang dapat diperoleh dari Dirjen Pajak kemudian diproses lebih lanjut oleh assisten adm dengan baik sehingga tidak memerlukan proses yang lama untuk diserahkan kembali kepada nasabah. 4.1.1 Analisis Dokumen Nama dokumen : SSP (Surat Setoran Pajak) SSP terdiri dari 5 rangkap yang berisi informasi data wajib pajak, jenis akun pajak dan nominal uang pembayaran pajak. Lembar 1,3,5 dari rangkap SSP diserahkan kepada wajib pajak yang terdiri dari lembar 1 untuk arsip wajib pajak, lembar 2 untuk KPP melalui KPPN dan lembar 3 untuk dilaporkan wajib pajak ke KPP sedangkan lembar 4 untuk Bank Persepsi/Kantor Pos dan Giro serta lembar 5 untuk arsip wajib pungut atau pihak lain. Lembar SSP ini berfungsi sebagai form yang memudahkan petugas bank dalam melakukan proses pembayaran pajak. 4.1.2 Analisis Prosedur yang sedang Berjalan Prosedur yang berjalan pada pembayaran pajak yang ada di bank bjb antara lain : 1. Nasabah menyerahkan SSP (Surat Setoran Pajak) yang telah diisi kepada teller.

2. Petugas teller menerima SSP, kemudian melakukan pemeriksaan pembayaran berikut kelengkapan setoran pajak (termasuk didalamnya akun pajak, uraian pembayaran pajak, jumlah pembayaran serta tanggal penyetoran). 3. Petugas teller melakukan proses penerimaan pajak melakukan penghitungan uang, memeriksa kelengkapan setoran dengan bukti setoran dan memeriksa keaslian uang, memeriksa pemindahbukuan, cek giro, slip penarikan dan kebenaran tandatangan serta memastikan jumlah nominal pada cek dengan setoran pajak, kemudian menginput transaksi penerimaan pajak 4. Asisten teller memeriksa apakah terdapat limit transaksi, jika ya maka akan diserahkan kepada pemimpin teller untuk melakukan persetujuan sesuai kewenangan, jika tidak maka transaksi dilakukan. 5. Asisten teller memeriksa kebenaran validasi dengan bukti transaksi dan mencetak pada buku tabungan jika transaksi dilakukan secra non tunai. 6. Asissten menerima ssp untuk penerimaan ppn dan pph kemudian mencocokkan dengan daftar journal transaksi pada proses akhir, lmbar ssp 1,3,5 diserahkan pada nasabah dan lembar 2 diinputkan disistem modul penerimaan dirjen pajak. Kemudian diarsipkan. 7. Asisten adm menerima ssp untuk pembayaran ppn dan pph lembar 2 dari assisten teller, kemudian memeriksa kebenaran bukti setoran pajak dan memeriksa dana setoran pajak di rekening titipan. 8. Asisten adm menginput transaksi penerimaan setoran pajak pada sispen dan sistem online dirjen pajak. 9. Asissten adm membandingkan nominal setoran dengan jumlah ssp yang ada kemudian paraf jika telah sesuai.

10. Asissten adm menyerahkan laporan hasil input setoran pajak kepada pimpinan adm. 11. Pimpinan menerima hasil input setoran pajak, kemudian meneliti kebenarannya dan memberi validasi kemudian diserahkan kembali kepada asisten adm. 12. Asisten adm menerima laporan hasil input pajak dan melakukan pelimpahan hasil penerimaan seluruh pajak kepada tiap KPPN (kantor penerimaan pajak negara). 13. Asisten adm menyerahkan SSP lembar 2 dan laporan penerimaan ssp serta pelimpahannya kepada KPPN, kemudian di arsipkan.

4.1.2.1 Flowmap Gambar 4.1 Flowmap Pembayaran Pajak

4.1.2.2 Diagram konteks Gambar 4.2 Diagram Konteks Pembayaran Pajak 4.1.2.3 Data Flow Diagram Gambar 4.3 DFD Proses Pembayaran Pajak

4.1.2.4 Kamus Data 1. Nama aliran data : SSP Deskripsi : Dokumen SSP Keterkaitan proses : Nasabah-p1, p1-teller, teller-p2, tellerp3, p3-teller, p2-assisten_teller, assisten_teller-p4, assisten_teller-p5, p4-pimpinan_teller, pimpinan_teller-p5, p5-p6, p6-f.ssp, F.SSP-p7, p7-pimpinan_adm, pimpinan_adm-p8, p8-assiten_adm, assisten_adm-f.ssp, assisten_adm-p9, p9-f.laporan, F.laporan-KPPN Alias : SSP Valid Struktur data : nama, alamat, nominal_pembayaran, akun_pajak, tgl_setoran, masa_pajak, npwp, uraian_pembayaran 2. Nama aliran data : Laporan Deskripsi : Dokumen laporan Keterkaitan proses : pimpinan_adm-p8, p8-assiten_adm, assisten_adm-f.ssp, assisten_adm-p9, p9-f.laporan, F.laporan-KPPN. Alias : laporan valid Struktur data : no, nama, nominal_pembayaran, akun_pajak, tgl_setoran, masa_pajak, uraian_pembayaran, jumlah_pembayaran.

4.1.3 Evaluasi Sistem Yang Berjalan Dengan penggunaan sistem informasi pembayaran pajak PPN dan PPH yang telah berjalan, pada dasarnya sistem yang telah berjalan ini telah banyak membantu pekerjaan karyawan dalam memproses informasi, adapun kendala/gangguan yang terjadi adalah masalah teknis seperti pada saat akan memproses data, NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) tidak dapat diproses/tidak dapat masuk pada sistem dikarenakan nomor tersebut tidak terdaftar pada sistem dan kadang kala data identitas wajib pajak pada sistem berbeda dengan data identitas wajib pajak yang tertera pada SSP misalnya akun pajak yang dibayarkan seharusnya PPN tetapi yang tercantum PPH atau ada juga perbedaan alamat yang dikarenakan wajib pajak telah berpindah alamat.