PENGARUH PENDEKATAN REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION

dokumen-dokumen yang mirip
Pengaruh Pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition Terhadap. apabila hasil belajar Bahasa Indonesia

STUDI KOMPARASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE DAN MAKE A MATCH TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN PECAHAN

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE CONCEPT MAPPING TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP PERUBAHAN LINGKUNGAN FISIK

PENGARUH METODE PEMBELAJARAN LEARNING CELL TERHADAP KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP KENAMPAKAN ALAM

PENGARUH METODE PICTURE AND PICTURE TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN NARASI

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA

PENGARUH PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) BERBASIS KARTU DOMINO TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP HITUNG CAMPURAN

PENGARUH MODEL KOOPERATIF CONCEPT SENTENCE TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN NARASI

PENGARUH PENGGUNAAN STRATEGI THE LEARNING CELL TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP GLOBALISASI

PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN MENYELESAIKAN SOAL CERITA

STUDI KOMPARASI PENGARUH MODEL KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT DENGAN PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA

PENGARUH MODEL QUANTUM TEACHING TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP IPS PERJUANGAN MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN

PENGARUH METODE INQUIRY DISCOVERY TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA

PENGARUH MODEL CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR IPA MATERI GAYA

PENGARUH SOFTWARE MIND MAPPING INTERACTIVE TERHADAP MOTIVASI PEMBELAJARAN IPA SD

PERBEDAAN PENGARUH ANTARA MODEL KOOPERATIF TIPE TPS DAN STAD TERHADAP HASIL BELAJAR IPS

PENINGKATAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN REALISTIK

PENGARUH SOFTWARE MIND MAPPING INTERACTIVE TERHADAP MOTIVASI PEMBELAJARAN PKN MATERI ORGANISASI LINGKUNGAN MASYARAKAT

Zita Srikandi Sinaga Katrina Samosir. Abstract

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NHT TERHADAP KEMAMPUAN ANALISIS KONSEP SIFAT BANGUN DATAR

PENGARUH MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP KETERAMPILAN MENYIMAK CERITA

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CONCEPT SENTENCE TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS PUISI SISWA SEKOLAH DASAR

PENINGKATAN KETERAMPILAN BERHITUNG BILANGAN BULAT MELALUI PENDEKATAN REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION

EKSPERIMENTASI PENDEKATAN MATEMATIKA REALISTIK DENGAN PEMBERIAN TUGAS DITINJAU DARI KEMAMPUAN AWAL TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA

UPAYA MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP SIFAT-SIFAT BANGUN RUANG MELALUI PENDEKATAN REALISTIC MATHEMATIC EDUCATION (RME)

EKSPERIMENTASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN MATEMATIKA REALISTIK TERHADAP PRESTASI BELAJAR

PENGARUH PENGGUNAAN METODE DISCOVERY BERBASIS MEDIA REALITA TERHADAP HASIL BELAJAR IPA

PENGARUH MODEL KOOPERATIF TIPE COURSE REVIEW HORAY (CRH) TERHADAP HASIL BELAJAR IPA

PENGARUH MODEL KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) TERHADAP HASIL BELAJAR IPS TENTANG PERKEMBANGAN TEKNOLOGI

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENYELESAIKAN SOAL CERITA MELALUI REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION (RME) DENGAN PENDEKATAN SCIENTIFIC

PENERAPAN METODE INKUIRI PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI SISWA KELAS VII SMP KARTIKA 1-7 PADANG ARTIKEL OLEH: ZUMRATUN HASANAH

PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN KOMIK TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA MATERI PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN PECAHAN

PENGARUH PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP PECAHAN

Prosiding Seminar Nasional Matematika dan Pendidikan Matematika 2017 UIN Raden Intan Lampung 6 Mei 2017

PENGARUH PENGGUNAAN GAMES METHOD OF ENVIRONMENT (GMOE) TERHADAP HASIL BELAJAR IPA

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 53 BATAM

Kata Kunci: Model Pembelajaran Kooperatif, Group Investigation (GI), hasil belajar IPA, Science Learning Result

OLEH: SITI FATIMAH NIM. E1M

EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER DITINJAU DARI AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBING PROMPTING TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA.

1 2

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN

JMP : Volume 4 Nomor 1, Juni 2012, hal

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS FENOMENA TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP SISWA SMAN 1 KOPANG

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS FENOMENA TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP SISWA SMAN 1 KOPANG

EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN NHT, SNOWBALL THROWING TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATERI SEGITIGA SISWA KELAS VII

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY

Oleh: Sumaji. Kata kunci : Pembelajaran Matematika, Group Investigation, Aktivitas Belajar.

Yekti Fajar Hutami, Amir, Hadiyah.

PENGARUH PENGGUNAAN STRATEGI THE LEARNING CELL TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP GLOBALISASI PADA SISWA KELAS IV SD SE-GUGUS DIPONEGORO, COLOMADU, KARANGANYAR

PERBEDAAN PENGGUNAAN METODE JARIMATIKA DAN METODE EKSPOSITORY TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS III SD

PENINGKATAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK TALK WRITE

EFEKTIVITAS PENERAPAN MODEL STAD (STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION) TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS 3 SD

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TERBALIK (RECIPROCAL TEACHING) MENGGUNAKAN BUKU SAKU TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS VII MTs USB SAGULUNG BATAM

ASEP GUNAWAN. Program Studi Pendidikan Matematika Universitas PGRI Yogyakarta

STUDI KOMPARASI MODEL PEMBELAJARAN MATEMATIKA TIPE JIGSAW DAN TIPE STAD PADA SISWA KELAS VIII

AKTIVITAS BELAJAR SISWA DALAM PENGGUNAAN MODEL THINK TALK WRITE TERHADAP HASIL BELAJAR. (Jurnal) Oleh YULIANA RIA ARISKA

PENGARUH PENGGUNAAN PENDEKATAN PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA

PENGARUH METODE INQUIRY DISCOVERY

Monif Maulana 1), Nur Arina Hidayati 2) 1 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, UAD

EFEKTIVITAS PENGGUNAAN GEOBOARD BANGUN DATAR DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA

PENERAPAN PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK INDONESIA PADA MATERI OPERASI HITUNG BENTUK ALJABAR DI KELAS VIII SMP

Abstrak. Kata kunci: model pembelajaran NHT, model pembelajaran TPS, fungsi, prestasi belajar matematika

PENCAPAIAN KETUNTASAN HASIL BELAJAR DENGAN MODEL SNOWBALLING PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING

PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ASSURE TERHADAP HASIL BELAJAR IPS

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SCRAMBLE TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII DI SMP NEGERI 2 SATU ATAP KEPENUHAN HULU TAHUN PEMBELAJARAN 2014/2015

PERBANDINGAN HASIL BELAJAR ANTARA METODE SNOWBALL DRILLING DAN METODE DISKUSI

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA

EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING DISERTAI DENGAN KEGIATAN DEMONSTRASI TERHADAP PRESTASI BELAJAR ASAM, BASA, DAN GARAM

EKSPERIMENTASI PENDEKATAN CTL BERBANTUAN SOFTWARE GEOGEBRA TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA

PENGARUH STRATEGI EVERYONE IS A TEACHER HERE TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA

PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN OUTDOOR STUDY TERHADAP HASIL BELAJAR GEOGRAFI. (Jurnal) Oleh HAMDA WARA

(The Influence of Based Inquiry Learning Model Type of Guided Inquiry to The Students Learning Achievement on Ecosystem) ABSTRACT

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA

PENGARUH PENGGUNAAN METODE DISCOVERY

Diajukan Oleh: WINDA ASTUTI A

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING LEARNING (PSL) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH BANGUN DATAR PADA SISWA SEKOLAH DASAR

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 3 Way Pengubuan kabupaten Lampung

Wistyan Okky Saputra dan Dr. Mukhamad Murdiono, M. Pd. Program Studi Pendidikan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Yogyakarta

PENGARUH METODE PEMBELAJARAN DEMONSTRASI TERHADAP MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA SMK

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE SNOWBALL THROWING TERHADAP PEMEHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA KELAS VIII SMPN 17 PADANG

PENERAPAN STRATEGI THINK TALK WRITE TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS IV SD

EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN PAIR CHECKS BERBANTUAN KARTU DOMINO DENGAN MELIHAT KEMAMPUAN AWAL SISWA

PENERAPAN MODEL RME DENGAN MEDIA KONKRET DALAM PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA SISWA KELAS V

STUDI KOMPARASI PRESTASI BELAJAR ANTARA SFE DAN MODEL KONVENSIONAL PADA KUBUS DAN BALOK SMP N 39 PURWOREJO

BAB II KAJIAN PUSTAKA

MEDIA PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN

ALSA MIFTAHUL HUDA. Program Studi Pendidikan Matematika. Unversitas PGRI Yogyakarta ABSTRACT

Ani Widyastuti PGSD Universitas PGRI Yogyakarta Abstrak

ABSTRACT. Keywords: Demonstration method, LKS, cognitive domain.

PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA REALIA TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA JURNAL. Oleh NUR INDAH KURNIAWATI NAZARUDDIN WAHAB RIYANTO M TARUNA

PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF METODE INSIDE-OUTSIDE CIRCLE TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS XI IPS SMA N 5

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN GENERATIF TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS FISIKA SISWA KELAS X DI SMA NEGERI 7 MALANG UNIVERSITAS NEGERI MALANG

PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF DAN TUTOR SEBAYA PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA SISWA KELAS VII SMP BUNDA PADANG. Endah 1, Susi Herawati 1

Transkripsi:

PENGARUH PENDEKATAN REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION (RME) TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA MATERI GEOMETRI Satria Adi Nugroho 1), Riyadi 2), Yulianti 3) PGSD FKIP Universitas Sebelas Maret, Jalan Slamet Riyadi 449 Surakarta e-mail: nsatria62@gmail.com Abstract: The purpose of this research to know which of the learning approach that gives better study result between Realistic Mathematics Education and conventional approach to the material of planes characteristic in 5 th grade students of elementary school students as Dabin III Matesih Karanganyar. This research was used Quasi Experimental Research. The research design used Pretest Postest Control Group Design. The sampling technique was Cluster Random. Before hypothesis test used t-test, carried out the normality test used Lilliefors method, the homogeneity test used Bartlett method, balance test. Based on data analysis result, it found that t obs > t (0,025;60) (3,099 >2,000) so H 0 was rejected. The conclusion of this research was mathematics study result of the planes characteristic attached with Realistic Mathematics Education (RME) is better than mathematics study result of planes characteristic who attached with conventional approach. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendekatan pembelajaran manakah yang lebih baik antara pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) dengan pendekatan konvensional pada materi sifat-sifat bangun datar Matematika pada siswa kelas V SD Negeri se-dabin III Matesih Karanganyar. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental semu (Quasi Experimental Research). Rancangan penelitian yaitu Pretest Postest Control Group Design. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara Cluster Random Sampling. Sebelum uji hipotesis dengan menggunakan uji t, dilaksanakan uji normalitas dengan menggunakan metode Lilliefors, uji homogenitas menggunkan metode bartlett, dan uji keseimbangan. Hasil dari uji hipotesis, diperoleh t obs > t (0,025;60) (3,099 > 2,000) sehingga H 0 ditolak. Simpulan penelitian ini adalah hasil belajar matematika pada materi sifat bangun datar yang dikenai pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) lebih baik dibandingkan hasil belajar matematika pada materi sifat bangun datar yang dikenai pendekatan konvensional. Kata Kunci: Pendekatan Realistic Mathematics Education, Pendekatan konvensional, Hasil Belajar. Matematika sebagai salah satu ilmu dasar dewasa ini telah berkembang pesat baik isi materi maupun kegunaannya. Hal ini dapat ditinjau dari banyaknya konsep-konsep matematika yang dapat diaplikasikan baik dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) maupun dalam kehidupan masyarakat sehari-hari mempunyai peran penting dalam berbagai disiplin dan memajukan daya pikir manusia (Ibrahim dan Suparni, 2012:35). Di samping itu, Matematika juga sangat diperlukan peserta didik dalam mempelajari dan memahami mata pelajaran lain. Bangun datar merupakan bagian dari geometri yang dipelajari di sekolah dasar. Bangun datar adalah bangun dua dimensi yang tidak memiliki ruang tetapi hanya sebuah bidang. Bangun datar seringkali muncul dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam pembelajaran di sekolah maupun dalam kehidupan di masyarakat. Oleh karena itu siswa diharapkan dapat menguasai materi ini dengan baik untuk dapat mengetahui dan mengerti tentang bangun datar di berbagai aspek kehidupan Mengingat pentingnya peranan mata pelajaran matematika, maka sudah semestinya apabila hasil belajar mata pelajaran matematika selalu memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM). KKM ada mata pelajaran matematika adalah 65. Berdasarkan hasil tes awal yang dilakukan di SD Negeri 2 Koripan, dari keseluruhan 30 siswa yang ada di kelas V ternyata baru ada 5 siswa yang dapat dikatakan tuntas dalam pembelajaran. Ini berarti baru 16,67% siswa yang mampu memenuhi KKM, dengan nilai terendah 40 dan nilai tertinggi 70. Sedangkan di SD Negeri 4 Karangbangun, dari keseluruhan 32 siswa hanya terdapat 6 siswa yang tuntas dalam pembelajaran. Ini berarti baru 18,75% siswa yang memenuhi KKM, dengan nilai terendah 45 dan nilai tertinggi 70. Berdasarkan data di atas dapat disimpulkan bahwa hasil belajar di dua SD tersebut yaitu SD Negeri 04 Karangbangun dan SD Negeri 02 Koripan masih rendah. Setelah

dilakukan observasi kelas dapat disimpulkan bahwa permasalahan di SD Negeri 04 Karangbangun dan SD Negeri 02 Koripan hampir sama, permasalahan yang dihadapi siswa adalah pelajaran matematika dirasakan sukar, gersang, dan tidak tampak kaitanya dengan kehidupan sehari-hari. Hal lain yang menyebabkan, sulitnya matematika bagi siswa karena pembelajaran matematika kurang bermakna, artinya guru dalam pembelajaran di sekolah tidak mengaitkan dengan skema yang telah dimiliki oleh siswa dan siswa kurang diberikan kesempatan untuk menemukan kembali dan mengkonstruksi sendiri ide matematika. Sehubungan dengan permasalahan tersebut maka guru harus dapat memilih pendekatan pembelajaran yang tepat sesuai dengan pokok bahasan sehingga menciptakan pembelajaran yang efektif. Dengan demikian siswa tidak hanya belajar menghafal tetapi juga dapat memahami materi yang telah diajarkan. Pendekatan pembelajaran yang digunakan oleh guru sangatlah berpengaruh terhadap efektivitas dalam pembelajaran, karena pendekatan yang digunakan oleh guru berkaitan erat dengan ketercapaian tujuan pembelajaran yaitu kompetensi. Oleh karena itu, pemilihan pendekatan yang salah akan mampu membuat efektivitas dari pembelajaran menurun, sehingga perlu adanya perhatian terhadap pendekatan yang digunakan guru dalam pembelajarannya. Apabila pendekatan yang diterapkan kurang sesuai, akan terjadi suatu bentuk kebosanan dari siswa dan cenderung untuk mengabaikan pelajaran diberikan pada akhirnya hasil belajar yang diperoleh kurang sesuai dengan harapan. Dalam pelaksanaan proses pembelajaran Matematika di SD harus dilaksanakan dengan cara yang tepat seuai dengan perkembangan siswa untuk mendapatkan pengetahuan tersebut. Pembelajaran harus menumbuhkan keingintahuan anak akan lingkungan sekitarnya. Siswa harus dapat menghubungkan apa yang telah dimiliki dalam struktur berpikirnya yang berupa konsep matematika, dengan permasalahan yang ia hadapi (Heruman, 2007: 5). Proses pembelajaran dikatakan berhasil apabila hasil belajar siswa terhadap materi yang diajarkan cukup tinggi. Hasil belajar adalah kemampuan yang diperoleh anak setelah melalui kegiatan belajar (Abdurrahman, 2003: 37). Hasil belajar sebagai suatu penambahan yang meliputi aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Yang dinilai dari proses belajar mengajar siswa biasanya dilambangkan dengan angka. Oleh karena itu, guru harus memperhatikan secara seksama supaya perilaku tersebut dapat dicapai sepenuhnya dan menyeluruh oleh siswa pemahaman konsep siswa terhadap materi yang diajarkan cukup tinggi. Salah satu pendekatan yang cocok untuk pembelajaran matematika kelas V adalah pendekatan Realistic Mathematics Eduation (RME). Suatu ilmu pengetahuan akan bermakna bagi pembelajar jika proses belajar melibatkan masalah sehari-hari. Pendekatan ini didasarkan pada anggapan Hans Freudenthal Mathematics is a human activity and must be connected to reality ( Wijaya, 2012: 20). Menurut pandangannya, matematika harus terkait dengan kenyataan, dekat dengan pengalaman/dunia anak dan relevan dengan kehidupan nyata sehari-hari bagi masyarakat. Di dalam penerapan pendekatan ini, pembelajaran Matematika dikemas sebagai proses penemuan kembali yang terbimbing sehingga peserta didik dapat mengalami proses yang sama dengan proses penemuan ide dan konsep matematika. Proses ini dilakukan melalui matematisasi horizontal dan vertikal. Dalam matematisasi horizontal berangkat dari dunia nyata masuk ke dunia simbol sedangkan matematisasi vertikal berarti proses/pelaksanaan dalam dunia simbol. Pembelajaran ini mampu menciptakan suasana yang dapat membangkitkan kemampuan berpikir dan berargumentasi dalam menyelesaikan masalah dengan berbagai ide atau gagasan. Melalui penerapan Pendekatan Realistic Mathematics Education ini, peserta didik dapat mengkomunikasikan ide-ide yang dimiliki sehingga peserta didik akan mendapatkan pemahaman yang lebih tinggi terhadap suatu konsep. Pendekatan Realistic Mathematics Education menekankan pada konteks sebagai awal pembelajaran. Proses pengembangan konsep-konsep dan gagasangagasan matematika berawal dari dunia nya-

ta. Dalam hal ini guru hanya sebagai fasilitator dan motivator interaksi antar peserta didik. Pendekatan Realistic Mathematics Education sangat membantu peserta didik untuk berpikir dari hal yang abstrak menjadi hal yang konkrit atau nyata. Hal ini membuat pemahaman dan penguasaan peserta didik terhadap konsep matematika dapat meningkat. Berdasarkan jurnal international yang ditulis oleh Uzel dan Uyangor (2006), matematika harus dekat kepada anak-anak dan relevan dengan situasi kehidupan seharihari juga mengacu situasi masalah yang nyata dalam pikiran siswa. METODE Penelitian ini dilaksanakan di seluruh SD Negeri se-dabin III Matesih Karanganyar dengan subjek penelitian siswa kelas V semester genap tahun ajaran 2012/2013. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan eksperimen semu (quasi experimental research) karena peneliti tidak dapat mengontrol semua variabel. A- dapun desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah pretest-posttes control group design. Jenis teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Cluster Random Sampling. Dalam penelitian ini, populasi yang digunakan adalah seluruh siswa kelas V SD Negeri se-dabin III Matesih Karanganyar tahun pelajaran 2012/2013. Adapun sampel yang digunakan diambil dua SD dengan perincian satu SD sebagai kelas eksperimen yang diajar dengan pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) dengan jumlah 32 siswa dan satu SD sebagai kelas kontrol yang diajar dengan pendekatan konvensional dengan jumlah 30 siswa. Selain kedua sampel tersebut, peneliti juga menggunakan satu SD lain sebagai kelompok try out atau uji coba dengan jumlah 26 siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah tes. Adapun tes akan dilaksanakan sebanyak dua kali yaitu Pretest dan Posttest. Bentuk tes yang dikembangkan dalam penelitian ini berupa tes obyektif. Pada teknik analisis data, digunakan tiga macam uji yang terdiri dari uji normalitas menggunakan metode Lilliefors, uji homogenitas menggunakan metode Bartlett, uji keseimbangan dan uji hipotesis dilakukan dengan uji t. HASIL Berdasarkan uji keseimbangan diketahui thitung adalah 0,481 sedangkan ttabel 2,000 sehingga thitung DK, maka Ho diterima. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa sampel kelompok eksperimen dan kelompok kontrol berasal dari populasi yang memiliki kemampuan awal yang sama atau seimbang. Setelah kedua sampel yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol mendapat perlakuan, maka langkah selanjutnya adalah mengumpulkan data nilai pemahaman konsep yang didapat dari hasil posttest. Berikut sajian data dari masing-masing kelompok penelitian. Tabel 1. Data Nilai Kelompok Eksperimen Data Nilai Siswa Frekuensi Persentase (%) 53-60 3 9,375% 61-68 4 12,5% 69-76 5 15,625% 77-84 6 18,75% 85-92 11 34,375% 93-100 3 9,375% Jumlah 32 100% Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui nilai siswa pada kelompok eksperimen setelah diajar dengan pendekatan Realistic Mathematics Education. Nilai tertinggi adalah 100. Siswa yang mendapat nilai antara 53-60 berjumlah 3 siswa. Siswa yang mendapat nilai antara 61-68 berjumlah 4 siswa. Siswa yang mendapat nilai antara 69-76 berjumlah 5 siswa. Siswa yang mendapat nilai antara 77-84 berjumlah 6 siswa. Siswa yang mendapat nilai antara 85-92 berjumlah 11 siswa dan siswa yang mendapat nilai antara 93-100 berjumlah 3 siswa Tabel 2. Data Nilai Kelompok Kontrol Interval Nilai Frekuensi Persentase (%) 52-58 6 20% 59-65 5 16,67% 66-72 5 16,67% 73-79 5 16,67% 80-86 6 20% 87-93 3 10% Jumlah 30 100%

Berdasarkan tabel di atas diketahui jumlah siswa ada 25 siswa. Nilai tertinggi yang diperoleh adalah 92. Siswa yang mendapat nilai 52-58 berjumlah 6 siswa. Siswa yang mendapat nilai 59-65 berjumlah 5 siswa. Siswa yang mendapat nilai 66-72 berjumlah 5 siswa. Siswa yang mendapat nilai 73-79 berjumlah 5 siswa. Siswa yang mendapat nilai 80-86 berjumlah 6 siswa. Siswa yang mendapat nilai 87-93 berjumlah 3 siswa. Dari data kelompok eksperimen dan kelompok kontrol di atas dapat dilakukan uji normalitas. Berikut hasil dari uji normalitas kelompok eksperimen dan kelompok kontrol yang dideskripsikan pada Tabel 3 berikut ini : Tabel 3. Hasil Uji Normalitas Data Posttest Variabel Lobs L(α;n) Keputusan Eksperimen 0,0787 0,1565 Ho diterima Kontrol 0,1238 0,1610 Ho diterima Berdasarkan tabel di atas terlihat bahwa pada kelompok eksperimen Lobs < L(0,05;32) yaitu 0,0787 < 0,1565 sehingga L DK, maka Ho diterima. Sedangkan pada kelompok kontrol Lobs < L(0,05;30) yaitu 0,1238 < 0,1610 sehingga Lobs DK, maka Ho diterima. Jadi dapat disimpulkan bahwa masing-masing sampel yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol berasal dari populasi yang berdistribusi normal. Selanjutnya dilakukan uji homogenitas. Uji homogenitas bertujuan untuk mengetahui apakah sampel penelitian ini mempunyai variansi yang homogen. Dari uji homogenitas yang telah dilakukan, diperoleh hasil seperti yang terlihat pada Tabel 4 berikut: Tabel 4. Hasil Uji Homogenitas Data Postest Variabel χ 2 abs χ 2 (0,95;1) Keputusan Eksperimen dan Kontrol 0,131 3,841 Ho diterima Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa kelompok eksperimen dan kelompok kontrol memiliki χ 2 obs < χ 2 (0,95;1) yaitu 0,131 < 3.841, sehingga χ 2 obs DK, maka Ho diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kedua sampel berasal dari populasi yang mempunyai variansi homogen. Uji hipotesis t-test dilakukan untuk mengetahui perbedaan pemahaman konsep perubahan lingkungan fisik pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol setelah perlakuan. Hasil uji hipotesis dengan t-test dengan taraf signifikasi 0,05 terdapat pada Tabel 5 berikut ini: Tabel 5. Hasil Uji Hipotesis Data Posttes Variabel tobs t(0,025;43) Keputusan Eksperimen dan Kontrol 3,099 2,000 Ho ditolak Pada hasil uji hipotesis diperoleh nilai tobs adalah 3,099 dan t(0,025;60) adalah 2,000 jadi tobs > t(0,025;60) sehingga tobs DK, maka Ho ditolak. Dengan demikian, disimpulkan bahwa pendekatan Realistic Mathematics Education memberikan hasil belajar yang lebih baik dibandingkan dengan pendekatan konvensional PEMBAHASAN Berdasarkan hasil analisis data diperoleh bahwa pendekatan Realistic Mathematics Education memberikan hasil belajar yang lebih baik dibandingkan dengan pendekatan konvensional. Hal ini dikarenakan pendekatan pembelajaran Realistic Mathematics Education memiliki kelebihan yang dapat mengaitkan matematika dengan pengalaman sehari-hari siswa sehingga siswa akan lebih mudah menghafal dan juga memahami daripada pendekatan konvensional yang masih bersifat monoton. Hal ini sesuai dengan pen-dapat Aisyah (2007:7-3), matematika harus terkait dengan kenyataan, dekat dengan pengalaman/dunia anak dan relevan dengan kehidupan nyata sehari-hari bagi masyarakat. Pendidikan matematika realistik menggunakan hal nyata. Realistik yang dimaksud dalam tulisan ini adalah halhal yang nyata atau konkret yang dapat diamati atau dapat dipahami lewat membayangkan. Dengan demikian mungkin saja digunakan benda-benda konkret dalam meragakan ide matematika untuk menemukan suatu konsep (Marpaung 2001:9). Alasan peneliti menggunakan pendekatan Realistic Mathematics Education karena dalam proses pembelajaran siswa dapat membangun sendiri pengetahuannya

melalui pengalaman-pengalaman kehidupan sehari-hari sehingga siswa tidak cepat bosan belajar matematika. Hal tersebut sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Saputro (2012) yang menyatakan bahwa penggunaan pendekatan RME dapat meningkatkan hasil belajar matematika pada pokok bahasan persegi dan persegi panjang Kelas VII. Hal tersebut ditunjukkan dengan meningkatnya hasil belajar siswa dari siklus ke siklus, dengan nilai tertinggi pada pratindakan 66 meningkat menjadi 72 pada siklus I dan meningkat menjadi 82 pada siklus II. Hal ini terjadi karena model pembelajaran dengan pendekatan RME dapat menjadikan pembelajaran menjadi lebih bermakna sehingga hasil belajar siswa meningkat. Proses pembelajaran dengan menggunakan pendekatan Realistic Mathematics Education, guru memulai pelajaran dengan mengajukan masalah (soal) yang riil bagi siswa sesuai dengan pengalaman dan tingkat pengetahuannya, pengetahuan yang diberikan tentu harus diarahkan dengan tujuan yang ingin dicapai, kemudian siswa mengembangkan atau menciptakan model-model simbolik secara informal terhadap persoalan yang diajukan, siswa menyelesaikan persoalan secara berkelompok melaului kemampuan mereka sendiri sesuai pengalaman sehari-hari, setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya ke depan kelas kemudian kelompok lain menanggapinya, Guru mengaitkan materi dengan dunia riil siswa dan sebagai fasilitator, setelah kegiatan kerja kelompok selesai guru menjelaskan materi dan menyelesaikan permasalah dengan bahasa yang formal Berbeda dengan pembelajaran menggunakan pendekatan konvensional. Pada pendekatan konvensional guru lebih aktif dalam proses pembelajaran. Dalam pembelajaran guru menyampaikan materi dan siswa hanya diam dan memperhatikan penjelasan guru, Dalam kegiatan inti siswa dibagi menjadi 5 kelompok dan setiap kelompok mengerjakan soal latihan yang diberikan oleh guru. Kegiatan pembelajaran yang monoton seperti itu akan menyebabkan siswa merasa bosan dan motivasi untuk belajar pun kurang hasil belajar siswa terhadap materi yang diajarkan tidak maksimal. SIMPULAN Hasil uji hipotesis, menunjukkan Ho ditolak. Dengan kata lain terdapat perbedaan antara hasil belajar pendekatan Realistic Mathematics Education dengan pendekatan konvensional. Nilai rata-rata pada kelompok eksperimen dengan menggunakan pendekatan Realistic Mathematics Education adalah 80 sedangkan nilai rata-rata kelompok kontrol dengan menggunakan pendekatan konvensional adalah 71. Jadi dapat disimpulkan bahwa pendekatan Realistic Mathematics Education memberikan hasil belajar lebih baik dibandingkan pendekatan konvensional pada materi sifat-sifat bangun datar bagi siswa kelas V SDN Se-Dabin III Matesih Karanganyar. Berdasarkan hasil penelitian yang telah diperoleh maka dapat diajukan saran sebagai berikut, guru hendaknya menerapkan pembelajaran yang menarik dan menantang dalam pembelajaran, antara lain dapat dilakukan dengan menerapkan pendekatan Realistic Mathematics Education DAFTAR PUSTAKA Abdurrahman, M. (2003). Pendidikan bagi Anak Berkesulitan Belajar. Jakarta: Rineka Cipta. Aisyah, Nyimas dkk. 2007. Pengembangan Pembelajaran Matematika SD. Jakarta: Depdiknas Heruman. 2007. Model Pembelajaran Matematika di Sekolah Dasar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Ibrahim dan Suparni. 2012.Pembelajaran Matematika Teori dan Aplikasinya. Yogyakarta: SUKA-Press UIN Sunan Kalijaga

Wijaya, A. 2012. Pendidikan Matematika Realistik: Suatu alternative Pendekatan Pembelajaran Matematika. Yogyakarta: Graha Ilmu. Y. Marpaung. 2008. Pembelajaran Matematika Secara Konstektual dan Realistik Menciptakan Situasi Belajar yang Aktif, Kreatif, Menyenangkan. Makalah disampaikan dalam Seminar Pendidikan Matematika. Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta.