Modul PENGENDALIAN DAN EVALUASI

dokumen-dokumen yang mirip
Modul KLHS DALAM PENYUSUNAN RANCANGAN AWAL RPJPD/RPJMD

BAB V KAJIAN LINGKUNGAN HIDUP STRATEGIS RPJMD KABUPATEN BANYUASIN

Modul KLHS DALAM PENYUSUNAN RANCANGAN AWAL RPJPD/RPJMD

Modul KLHS DALAM PENYUSUNAN RANCANGAN AWAL RPJPD/RPJMD

LAMPIRAN PERATURAN GUBERNUR BALI TANGGAL 25 MEI 2015 NOMOR 26 TAHUN 2015 TENTANG RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH (RKPD) PROVINSI BALI TAHUN 2016

GUBERNUR GORONTALO PERATURAN GUBERNUR GORONTALO NOMOR 8 TAHUN 2016 TENTANG

RENCANA KERJA PEMBANGUNAN DAERAH (RKPD) PROVINSI SUMATERA UTARA TAHUN 2016

MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 67 TAHUN 2012 TENTANG

TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG

GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 21 TAHUN 2016 TENTANG TATA CARA, MEKANISME DAN TAHAPAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH

WALIKOTA SURAKARTA PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR 9 TAHUN 2016 TENTANG

BAB I PENDAHULUAN BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG

KEBIJAKAN SINKRONISASI PENANGANAN KAWASAN KUMUH DALAM DOKUMEN RPJMN DAN RPJMD

KAIDAH PERUMUSAN KEBIJAKAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

WALIKOTA CIREBON PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN DAERAH KOTA CIREBON NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KOTA CIREBON

Sistem Perencanaan Pembangunan Daerah (Jangka Panjang dan Menengah) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya Malang 2016

BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH PEMERINTAH KOTA PARIAMAN TAHUN 2014

BUPATI POLEWALI MANDAR PROVINSI SULAWESI BARAT

Kuliah Hukum dan Administrasi Perencanaan Kuliah 3 / 27 April 2013

Modul KLHS DALAM PENYUSUNAN RANCANGAN AWAL RPJPD/RPJMD

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

BUPATI MALUKU TENGGARA

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG NOMOR 4 TAHUN 2014 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG

BUPATI BOALEMO PERATURAN DAERAH KABUPATEN BOALEMO NOMOR 8 TAHUN 2012 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH TAHUN

RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH (RKPD) TAHUN 2017 BAB I PENDAHULUAN

BUPATI BARRU PROVINSI SULAWESI SELATAN

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN FLORES TIMUR. No. 1, 2013 Penjelasan dalam Tambahan Lembaran Daerah Kabupaten Flores Timur Nomor 0085

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

MUSYAWARAH PERENCANAAN PEMBANGUNAN RPJMD PROVINSI DKI JAKARTA PERIODE TAHUN

Modul PENGANTAR KLHS

GUBERNUR KEPULAUAN BANGKA BELITUNG PERATURAN DAERAH PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG NOMOR 6 TAHUN 2016 TENTANG

PROVINSI JAWA TIMUR SALINAN PERATURAN BUPATI MADIUN NOMOR 17 TAHUN 2015 TENTANG TATA LAKSANA PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH

TAHAPAN DAN TATA CARA PENYUSUNAN RENCANA STRATEGIS SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH (SKPD)/OPD

GUBERNUR SULAWESI BARAT

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANJAR NOMOR 5 TAHUN 2013 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BANJAR,

PERATURAN DAERAH KABUPATEN KENDAL NOMOR 5 TAHUN 2011 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH KABUPATEN KENDAL TAHUN

LEMBARAN DAERAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT NOMOR 2 TAHUN 2014

2017, No Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 166,

BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG

BUPATI SUKOHARJO PERATURAN DAERAH KABUPATEN SUKOHARJO NOMOR 5 TAHUN 2012 TENTANG TATA CARA PENYUSUNAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH

DisampaikanOleh: Ir. Agustenno Siburian, M.Si Kasubdit Perencanaan dan Evaluasi Wilayah III

BUPATI TEMANGGUNG PERATURAN DAERAH KABUPATEN TEMANGGUNG NOMOR 13 TAHUN 2011 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH

BUPATI LOMBOK BARAT PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT

WALIKOTA TANJUNGBALAI PROVINSI SUMATERA UTARA PERATURAN DAERAH KOTA TANJUNGBALAI

PANDUAN PENGINTEGRASIAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL (SPM) DALAM PERENCANAAN DAN PENGANGGARAN

BUPATI PURBALINGGA PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH KABUPATEN PURBALINGGA NOMOR 8 TAHUN 2016 TENTANG

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN MAJALENGKA

KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/ BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL. Dr. Ir. Oswar Mungkasa, MURP Direktur Tata Ruang dan Pertanahan

Rencana Strategis (Renstra) Bappeda Kabupaten Lahat Tahun BAB I PENDAHULUAN

BAB I PENDAHULUAN. Hal. I - 1

BUPATI TRENGGALEK PROVINSI JAWA TIMUR SALINAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN TRENGGALEK NOMOR 4 TAHUN 2014 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH

BUPATI MALANG PERATURAN BUPATI MALANG NOMOR 20 TAHUN 2011 TENTANG MEKANISME TAHUNAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN KABUPATEN MALANG BUPATI MALANG,

RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH PROVINSI SULAWESI UTARA BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

BUPATI SERDANG BEDAGAI PROVINSI SUMATERA UTARA

BUPATI SINJAI PROVINSI SULAWESI SELATAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN SINJAI NOMOR 4 TAHUN 2014 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH

Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri

BAB I PENDAHULUAN. pembangunan tahunan yang disusun untuk menjamin keterkaitan dan

BUPATI SIDENRENG RAPPANG PROVINSI SULAWESI SELATAN

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

PERATURAN DAERAH KABUPATEN CIAMIS NOMOR 11 TAHUN 2012 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI CIAMIS,

GUBERNUR KEPULAUAN BANGKA BELITUNG

BAB - I PENDAHULUAN I Latar Belakang

Mekanisme dan Tahapan Revisi RPJMD

PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH KABUPATEN SEMARANG NOMOR 1 TAHUN 2016 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN SEMARANG

PERATURAN DAERAH KABUPATEN KLUNGKUNG NOMOR 3 TAHUN 2014 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH KABUPATEN KLUNGKUNG TAHUN

RPJMD Kota Pekanbaru Tahun

GUBERNUR RIAU PERATURAN DAERAH PROVINSI RIAU NOMOR 7 TAHUN 2014 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH PROVINSI RIAU TAHUN

BUPATI PESISIR SELATAN

Bab I. Pendahuluan. 1.1 Latar Belakang

LAMPIRAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN FLORES TIMUR NOMOR : 10 TAHUN 2017 TANGGAL : 20 November 2017 BAB I PENDAHULUAN

LEMBARAN DAERAH KOTA DEPOK NOMOR 02 TAHUN 2011 PERATURAN DAERAH KOTA DEPOK NOMOR 02 TAHUN 2011 TENTANG TATA CARA PENYUSUNAN RENCANA PEMBANGUNAN DAERAH

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

WALIKOTA TASIKMALAYA,

BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG

R K P D TAHUN 2014 BAB I PENDAHULUAN

RENCANA STRATEGIS PERANGKAT DAERAH SESUAI DENGAN PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 86 TAHUN 2017

BUPATI PURWOREJO PERATURAN DAERAH KABUPATEN PURWOREJO NOMOR 3 TAHUN 2012 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH

PEMERINTAH KABUPATEN BANGKA SELATAN

ALUR PERENCANAAN PROGRAM & PENGANGGARAN

SINKRONISASI DAN HARMONISASI PEMBANGUNAN NASIONAL DAN DAERAH

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

GUBERNUR RIAU PERATURAN DAERAH PROVINSI RIAU NOMOR 7 TAHUN 2014 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH PROVINSI RIAU TAHUN

LEMBARAN DAERAH KOTA BANDUNG TAHUN : 2008 NOMOR : 07 PERATURAN DAERAH KOTA BANDUNG NOMOR 07 TAHUN 2008 TENTANG

BUPATI PESISIR SELATAN PROVINSI SUMATERA BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN PESISIR SELATAN NOMOR 3 TAHUN 2016

Garis Besar Isi PERMENDAGRI No. 86 Tahun 2017

Dalam Rangka Workshop Penyusunan Dokumen Perencanaan Pembangunan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. tepat melalui serangkaian pilihan pilihan, dan juga merupakan proses yang

PEMERINTAH KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT NOMOR 7 TAHUN 2013 TENTANG

PEMERINTAH KABUPATEN MUKOMUKO

BUPATI SINJAI PROVINSI SULAWESI SELATAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN SINJAI NOMOR... TAHUN... TENTANG

Transkripsi:

Modul PENGENDALIAN DAN EVALUASI

BAGAN ALIR TAHAPAN DAN TATACARA PENYUSUNAN RPJPD dan PELAPORAN 1. Laporan Pra-Pelingkupan 3. Laporan Draf Akhir Persiapan Penyusunan RPJPD 0 2. Laporan Pelingkupan 4. Laporan Akhir Pengolahan data dan informasi Penelaahan RTRW Prov/ Kab/Kota & Daerah Lainnya Analisis Gambaran umum kondisi daerah 0 Penelaahan RPJPN & RPJPD daerah lainnya Analisis isu-isu strategis Perumusan Permasalahan Pembangunan Daerah 0 0 1 Perumusan visi dan misi daerah Perumusan sasaran pokok dan arah kebijakan Pelaksanaan Forum Konsultasi Publik 2: 2.1 2.2 2.3 Rancangan Awal RPJPD Musrenbang RPJPD Rancangan Akhir RPJPD Konsultasi rancangan akhir RPJPD dengan MENDAGRI Masukan dari SKPD Penyelarasan visi, misi dan arah kebijakan RPJPD Prov 3 Pembahasan dan penetapan Perda RPJPD

BAGAN ALIR TAHAPAN DAN TATACARA PENYUSUNAN RPJMD Persiapan Penyusunan RPJMD 0 Rancangan Awal RPJMD 3 Pengolahan data dan informasi Hasil evaluasi capaian RPJMD 0 0 Analisis Gambaran umum kondisi daerah Analisis pengelolaan keuangan daerah serta kerangka pendanaan 0 Penelaahan RTRW prov. Dan RTRW Prov/Kab/Ko ta lainnya VISI, MISI dan Program KDH 0 Penelaahan RPJMN, RPJMD Provinsi dan kab/kota lainnya 1 0 Analisis isu-isu strategis Perumusan Permasalahan Pembangunan Daerah Penelaahan RPJPD Prov/Kab/Kota Perumusan Penjelasan visi dan misi Perumusan Tujuan dan Sasaran 2 Perumusan Strategi dan arah kebijakan Perumusan Kebijakan umum dan program pembangunan daerah Perumusan Indikasi rencana program prioritas yang disertai kebutuhan pendanaan Penetapan Indikator Kinerja Daerah Pembahasan dgn SKPD Prov/Kab/Kota Pelaksanaan Forum Konsultasi Publik Pembahasan dengan DPRD utk memperoleh masukan dan saran Penyelarasan program prioritas dan kebutuhan pendanaan 2 2 2 Rancangan RPJMD Musrenbang RPJMD Rancangan Akhir RPJMD Konsultasi rancangan akhir RPJMD dengan KEMENDAGRI/ GUBERNUR Pembahasan dan penetapan Perda RPJMD Penyusunan Rancangan Renstra SKPD

1. Fase Pengendalian dan Tujuan Pengendalian 2. Pejabat Penilai 3. Metodologi Pengendalian 4. Hasil Pengendalian

1 Proses Penyusunan RPJPD/ RPJMD Proses Pelaksanaan Pembangunan EVALUASI

1 Perencanaan Pelaksanaan Evaluasi Q-A??

Untuk memastikan bahwa proses dan hasil KLHS telah sesuai dengan tahapan dan tata cara pelaksanaan KLHS dalam penyusunan RPJPD/RPJMD sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri 1

Kepala SKPD yang membidangi urusan lingkungan hidup melakukan pengendalian pelaksanaan KLHS dalam penyusunan RPJPD/RPJMD 2

3 Pendekatan Single Case Evaluation (SCE) Metodologi Bersifat fleksibel, dapat menggunakan teknik kuantitatif, kualitatif, atau kombinasi Mengacu pada rancangan kasus tunggal Evaluasi bertahap dan diselaraskan dengan tujuan evaluasi/pengendalian Menambah pengetahuan bagi praktisi akan efektifitas setiap tahap intervensi

3 1) KLHS dalam persiapan penyusunan RPJPD 2) KLHS dalam penyusunan rancangan awal RPJPD 3) Pelaporan dalam KLHS 4) Peranserta pemangku kepentingan Contoh instrumen pengendalian menggunakan teknik matriks yang disesuaikan dengan tahapan penyusunan RPJPD/RPJMD: 1) Tercakup semuanya 2) Tercakup sebagian besar 3) Tercakup sebagian kecil 4) Tidak tercakup sama sekali Setiap pernyataan dinilai secara kualitatif berdasarkan kelengkapan cakupan, yaitu:

3 No Kegiatan 1. KLHS dalam Persiapan Penyusunan RPJPD 1.1 Membentuk Pokja Pengendalian Lingkungan yang komposisi keanggotaannya sesuai dengan cakupan isu strategis pembangunan berkelanjutan yang menjadi fokus kajian. 1.2 Menyusun Kerangka Acuan Kerja yang meliputi: (a) latar belakang, (b) tujuan dan sasaran, (c) lingkup kegiatan, (d) hasil yang diharapkan, (e) rencana kerja dan metode pengkajian, (f) tenaga ahli yang diperlukan, dan (g) waktu dan pembiayaan. 1.3 Mengidentifikasi dan Merekrut Tenaga Ahli yang sesuai dengan cakupan isu strategis pembangunan berkelanjutan yang menjadi fokus kajian. Nilai * 1 2 3 4 Keterangan ** *Nilai: 1 = Tercakup Sepenuhnya 2 = Tercakup Sebagian Besar 3 = Tercakup Sebagian Kecil 4 = Tidak Tercakup Sama Sekali **Keterangan: Catatan tentang kualitas substansi pekerjaan dan/atau catatan perbaikan

3 No Kegiatan 1.4 Memanfaatkan hasil Pra-Pelingkupan dalam rancangan awal RPJPD yang berupa analisis isu-isu strategis pembangunan jangka panjang daerah yang diperoleh melalui: (a) penelaahan RPJPN dan RPJPD daerah lainnya, dan (b) perumusan permasalahan pembangunan daerah yang berasal dari hasil analisis gambaran umum kondisi daeran dan masukan dari SKPD. 1.5 Mengidentifikasi dan menganalisis Pemangku Kepentingan sesuai dengan cakupan isu strategis pembangunan berkelanjutan yang menjadi fokus kajian. Nilai * 1 2 3 4 Keterangan ** *Nilai: 1 = Tercakup Sepenuhnya 2 = Tercakup Sebagian Besar 3 = Tercakup Sebagian Kecil 4 = Tidak Tercakup Sama Sekali **Keterangan: Catatan tentang kualitas substansi pekerjaan dan/atau catatan perbaikan

3 No Kegiatan 1 2 3 4 Keterangan ** 2. KLHS dalam Penyusunan Rancangan Awal RPJPD 2.1 Mensosialisasikan Rencana Pelaksanaan KLHS 2.2 Melakukan Pelingkupan: a. Mengidentifikasi dan menginventarisasi Isu-Isu Pembangunan; b. Mengorganisasi Isu-Isu Pembangunan; c. Memprioritaskan Isu-Isu Pembangunan menjadi Isu-Isu Strategis; d. Menetapkan Isu-Isu Strategis yang menjadi fokus KLHS; e. Menetapkan lingkup wilayah dan lingkup waktu dari huruf d. *Nilai: 1 = Tercakup Sepenuhnya 2 = Tercakup Sebagian Besar 3 = Tercakup Sebagian Kecil 4 = Tidak Tercakup Sama Sekali **Keterangan: Catatan tentang kualitas substansi pekerjaan dan/atau catatan perbaikan

3 No Kegiatan Nilai * 1 2 3 4 Keterangan ** 2.3 Pengumpulan dan Analisis Baseline Data: a. Kelengkapan Data dan Informasi; b. Penyajian Data dan Informasi dalam bentuk baseline data yang menjelaskan: (a) posisi awal pembangunan dan profil wilayah kajian terkini berikut pola kecenderungan pembangunan dengan kemungkinan dampaknya, dan (b) prediksi kecenderungan isu-isu strategis apabila RPJPD belum mengintegrasikan prinsip pembangunan berkelanjutan (Business as Usual). *Nilai: 1 = Tercakup Sepenuhnya 2 = Tercakup Sebagian Besar 3 = Tercakup Sebagian Kecil 4 = Tidak Tercakup Sama Sekali **Keterangan: Catatan tentang kualitas substansi pekerjaan dan/atau catatan perbaikan

3 No Kegiatan 2.4 Pengkajian Pengaruh Visi, Misi, Sasaran Pokok dan Arah Kebijakan Pembangunan Jangka Panjang terhadap keberlanjutan yang mencakup kajian sebagai berikut: a. Mengkaji Prinsip Keterkaitan (antar wilayah, antar waktu, antar sektor, antar pemangku kepentingan); b. Mengkaji Prinsip Keseimbangan (ekonomi, sosial, lingkungan hidup); c. Mengkaji Prinsip Keadilan (antar kelompok masyarakat dan antar generasi). d. Mengidentifikasi tempat/lokasi yang sensitif terhadap pengaruh hasil kajian e. Memverifikasi hasil kajian dengan para pakar f. Menyimpulkan Pengaruh Visi, Misi, Sasaran Pokok dan Arah Kebijakan Pembangunan Jangka Panjang Daerah Nilai * 1 2 3 4 Keterangan ** *Nilai: 1 = Tercakup Sepenuhnya 2 = Tercakup Sebagian Besar 3 = Tercakup Sebagian Kecil 4 = Tidak Tercakup Sama Sekali **Keterangan: Catatan tentang kualitas substansi pekerjaan dan/atau catatan perbaikan

3 No Kegiatan 2.5 Perumusan Mitigasi dan/atau Alternatif Penyempurnaan Visi, Misi, Sasaran Pokok dan Arah Kebijakan Pembangunan Jangka Panjang: a. Memperhatikan Kesimpulan Kajian Pengaruh Visi, Misi, Sasaran Pokok dan Arah Kebijakan Pembangunan Jangka Panjang sebagai rujukan dalam merumuskan mitigasi dan alternatif; b. Merumuskan Mitigasi; c. Merumuskan Alternatif. 2.6 Perumusan Rekomendasi Perbaikan untuk Pengambilan Keputusan Kebijakan Pembangunan Jangka Panjang yang Mengintegrasikan Prinsip Pembangunan Berkelanjutan yang mencakup: a. Menyusun Rekomendasi berdasarkan hasil rumusan mitigasi/alternatif; Nilai * 1 2 3 4 Keterangan ** *Nilai: 1 = Tercakup Sepenuhnya 2 = Tercakup Sebagian Besar 3 = Tercakup Sebagian Kecil 4 = Tidak Tercakup Sama Sekali **Keterangan: Catatan tentang kualitas substansi pekerjaan dan/atau catatan perbaikan

3 No Kegiatan b. Merumuskan prioritas dan menyepakati rekomendasi yang paling mungkin diintegrasikan ke dalam rancangan RPJPD; c. Mengonsultasikan dan menyepakati substansi rekomendasi bersama SKPD; d. Menyusun draft laporan KLHS; e. Mengintegrasikan kesepakatan substansi rekomendasi ke rancangan awal RPJPD bersama Tim Penyusun RPJPD. Nilai * 1 2 3 4 Keterangan ** 2.7 Pengambilan Keputusan terhadap Rancangan Awal RPJPD yang telah mengintegrasikan hasil rekomendasi KLHS: a. Menyiapkan paparan; b. Mendampingi Tim Penyusun RPJPD untuk menyampaikan rancangan awal RPJPD kepada Gubernur dan Bupati/Walikota; c. Mendokumentasikan keputusan yang dibuat oleh Gubernur dan Bupati/Walikota dan masukan-masukan yang diperoleh dalam diskusi dan tanya jawab.

3 No 3 Pelaporan dalam KLHS Kegiatan 3.1 Penyusunan Laporan KLHS yang mendokumentasikan seluruh proses dan hasil tahapan KLHS 3.2 Keterbukaan informasi seluruh isi dokumen laporan KLHS kepada pemangku kepentingan Nilai * 1 2 3 4 Keterangan ** *Nilai: 1 = Tercakup Sepenuhnya 2 = Tercakup Sebagian Besar 3 = Tercakup Sebagian Kecil 4 = Tidak Tercakup Sama Sekali **Keterangan: Catatan tentang kualitas substansi pekerjaan dan/atau catatan perbaikan

3 No Kegiatan 4 Peranserta Pemangku Kepentingan 4.1 Pelibatan unsur pemangku kepentingan (pemerintah, organisasi non pemerintah, akademia, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan) 4.2 Pelibatan unsur pemangku kepentingan dalam setiap tahapan proses KLHS: a. Pengkajian (pelingkupan, baseline data, pengkajian pengaruh) b. Perumusan mitigasi dan/atau alternatif c. Perumusan rekomendasi Nilai * 1 2 3 4 Keterangan ** *Nilai: 1 = Tercakup Sepenuhnya 2 = Tercakup Sebagian Besar 3 = Tercakup Sebagian Kecil 4 = Tidak Tercakup Sama Sekali **Keterangan: Catatan tentang kualitas substansi pekerjaan dan/atau catatan perbaikan

4 Hasil Pengendalian Disampaikan kepada Sekretaris Daerah sebagai pembelajaran untuk penyempurnaan kegiatan KLHS selanjutnya

4 PENGENDALIAN DAN EVALUASI Pasal 35 Kepala SKPD yang membidangi urusan lingkungan hidup melakukan pengendalian dan evaluasi pelaksanaan KLHS dalam penyusunan RPJPD dan RPJMD. Pengendalian dan evaluasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bertujuan untuk memastikan bahwa proses dan hasil KLHS telah sesuai dengan tahapan dan tata cara pelaksanaan KLHS dalam penyusunan RPJPD dan RPJMD sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri ini. Hasil pengendalian dan evaluasi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) disampaikan kepada Sekretaris Daerah sebagai pembelajaran untuk penyempurnaan pelaksanaan KLHS selanjutnya.

Pasal 36 Kepala SKPD yang membidangi urusan lingkungan hidup melakukan pengendalian dan evaluasi pelaksanaan rekomendasi KLHS yang sudah terintegrasi dalam RPJPD dan RPJMD. Pengendalian dan evaluasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bertujuan untuk memastikan bahwa rekomendasi KLHS yang sudah terintegrasi dalam RPJPD dan RPJMD dijabarkan ke dalam Renstra SKPD, RKPD, Renja SKPD, disediakan alokasi anggaran yang memadai dan dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundangundangan. Hasil pengendalian dan evaluasi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) disampaikan kepada kepala SKPD yang membidangi urusan perencanaan dan pengendalian pembangunan sebagai bahan penyempurnaan. 4

4 Pasal 37 Kepala SKPD yang membidangi urusan lingkungan hidup melakukan evaluasi hasil pelaksanaan rekomendasi KLHS RPJPD dan RPJMD. Evaluasi hasil pelaksanaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bertujuan untuk mengidentifikasi efektifitas pelaksanaan rekomendasi KLHS dalam RPJPD dan RPJMD yang sudah dijabarkan ke dalam Renstra SKPD, RKPD dan Renja SKPD. Hasil evaluasi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) disampaikan kepada kepala SKPD yang membidangi urusan perencanaan dan pengendalian pembangunan untuk dijadikan bahan masukan perencanaan pembangunan berikutnya.