BUPATI KUTAI KARTANEGARA

dokumen-dokumen yang mirip
BUPATI BERAU PROVINSI KALIMANTAN TIMUR PERATURAN BUPATI BERAU NOMOR 26 TAHUN 2014 TENTANG

PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA KECAMATAN TENGGARONG SEBERANG DESA BANGUNREJO Jalan Mulawarman No. Rt.16 Kode Pos 75262

PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 35 TAHUN 2011 TENTANG PERJALANAN DINAS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BALI,

BUPATI BELITUNG PERATURAN BUPATI BELITUNG NOMOR 9 TAHUN 2005 TENTANG

Indonesia Tahun 1999 Nomor 169, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3839); 3. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan

Menimbang : a. bahwa Perjalanan Dinas di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung telah ditetapkan dalam

BUPATI KUANTAN SINGINGI PROVINSI RIAU PERATURAN BUPATI KUANTAN SINGINGI NOMOR 2 TAHUN 2015

2. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian (Lembaran Negara RI Tahun 1974 Nomor 55, Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 3041),

BUPATI PACITAN RANCANGAN PERATURAN BUPATI PACITAN NOMOR TAHUN 2013 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN PERJALANAN DINAS PEMERINTAH KABUPATEN PACITAN

BUPATI BANGKA BARAT PERATURAN BUPATI BANGKA BARAT NOMOR 13 TAHUN 2013 TENTANG

WALIKOTA SURABAYA PERATURAN WALIKOTA SURABAYA NOMOR 47 TAHUN 2010 TENTANG

BERITA DAERAH KABUPATEN KERINCI TAHUN 2008 NOMOR 14 PERATURAN BUPATI KERINCI

PERATURAN BUPATI PENAJAM PASER UTARA NOMOR 21 TAHUN 2013 TENTANG

BERITA DAERAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT

BUPATI KARANGASEM PERATURAN BUPATI KARANGASEM NOMOR 64 TAHUN 2012 TENTANG

PERATURAN DAERAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA NOMOR 7 TAHUN 2007 TENTANG

GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA NOMOR 31 TAHUN 2009 TENTANG

BUPATI BLITAR PROPINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI BLITAR NOMOR 46 TAHUN 2015 TENTANG

BUPATI BLITAR PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI BLITAR NOMOR 40 TAHUN 2016 TENTANG

WALIKOTA TASIKMALAYA,

BUPATI PENAJAM PASER UTARA PROVINSI KALIMANTAN TIMUR PERATURAN BUPATI PENAJAM PASER UTARA NOMOR 5 TAHUN 2016 TENTANG

B U P A T I B U N G O

WALIKOTA TASIKMALAYA

B U P A T I T A N A H L A U T PROVINSI KALIMANTAN SELATAN PERATURAN BUPATI TANAH LAUT NOMOR 1 TAHUN 2015

BUPATI PESISIR SELATAN PROVINSI SUMATERA BARAT

GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 57 TAHUN 2014 TENTANG PERJALANAN DINAS GUBERNUR JAWA TIMUR,

BUPATI BIMA PERATURAN BUPATI BIMA NOMOR :01 TAHUN 2014 TENTANG

BUPATI BOLAANG MONGONDOW UTARA KEPUTUSAN BUPATI BOLAANG MONGONDOW UTARA NOMOR 6 TAHUN 2012

BUPATI MUSI BANYUASIN PROVINSI SUMATERA SELATAN PERATURAN BUPATI MUSI BANYUASIN NOMOR 18 TAHUN 2017 TENTANG

BUPATI SUMBAWA PERATURAN BUPATI SUMBAWA NOMOR 2 TAHUN 2013

PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 20 TAHUN 2005 TENTANG

GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA TENTANG ADMINISTRASI PERJALANAN DINAS

BERITA DAERAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT

PERATURAN WALIKOTA TASIKMALAYA

2011, No.80 2 c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Peraturan Menteri Dalam Negeri tentan

BUPATI HULU SUNGAI TENGAH

BUPATI CIAMIS PERATURAN BUPATI CIAMIS NOMOR 2B TAHUN 2008 TENTANG

BERITA DAERAH KABUPATEN MAJALENGKA

PROVINSI ACEH PERATURAN BUPATI BIREUEN NOMOR 27 TAHUN 2015 TENTANG PERJALANAN DINAS DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN BIREUEN TAHUN ANGGARAN 2016

BUPATI CILACAP PERATURAN BUPATI CILACAP NOMOR 61 TAHUN 2013 TENTANG

BUPATI SUKOHARJO PERATURAN BUPATI SUKOHARJO NOMOR 59 TAHUN 2011 TENTANG

BERITA DAERAH KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2013 NOMOR 9 SERI E

PERATURAN BUPATI DEMAK NOMOR 6 TAHUN 2013 TENTANG PEDOMAN PERJALANAN DINAS BAGI PEJABAT NEGARA, PEGAWAI NEGERI SIPIL DAN PEGAWAI TIDAK TETAP

PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 20 TAHUN 2005 TENTANG

PERJALANAN DINAS A. KETENTUAN UMUM

GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 54 TAHUN 2013 TENTANG

BUPATI POLEWALI MANDAR

PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 15 TAHUN 2015 TENTANG

BUPATI BADUNG PERATURAN BUPATI BADUNG NOMOR 20 TAHUN 2013 TENTANG PERJALANAN DINAS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BADUNG,

MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 11 TAHUN 2011 TENTANG

GUBERNUR JAWA TENGAH PERATURAN GUBERNUR JAWA TENGAH NOMOR 17 TAHUN 2013 TAHUN 2013 TENTANG

BUPATI SERUYAN PERATURAN BUPATI SERUYAN NOMOR 13 TAHUN 2013 TENTANG

Nomor 5, TambahanLembaran Negara Nomor 4355); 3. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang PemeriksaanPengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan

BUPATI LUWU TIMUR PROVINSI SULAWESI SELATAN PERATURAN BUPATI LUWU TIMUR NOMOR 3 TAHUN 2015 TENTANG PERJALANAN DINAS DALAM NEGERI BAGI BUPATI, WAKIL

PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 12 TAHUN 2013 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 35 TAHUN 2011 TENTANG PERJALANAN DINAS

BUPATI NATUNA PROVINSI KEPULAUAN RIAU PERATURAN BUPATI NATUNA NOMOR 35 TAHUN 2016 TENTANG

WALIKOTA BENGKULU PROVINSI BENGKULU PERATURAN WALIKOTA BENGKULU NOMOR 02 TAHUN 2016 TENTANG PERJALANAN DINAS PEMERINTAH KOTA BENGKULU

WALIKOTA BENGKULU PROVINSI BENGKULU PERATURAN WALIKOTA BENGKULU NOMOR 41 TAHUN 2015

TENTANG BIAYA PERJALANAN DINAS BAGI PIMPINAN DAN ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KOTA SURABAYA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA,

BUPATI BENGKULU SELATAN

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 97/PMK.05/2010 TENTANG

BUPATI KOTAWARINGIN BARAT PERATURAN BUPATI KOTAWARINGIN BARAT NOMOR 27 TAHUN 2013

BUPATI BADUNG PROVINSI BALI PERATURAN BUPATI BADUNG NOMOR 55 TAHUN 2016 TENTANG

BUPATI PASER PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

BUPATI HULU SUNGAI TENGAH

PERATURAN MENTERI AGAMA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 2018 TENTANG PERJALANAN DINAS PADA KEMENTERIAN AGAMA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PROVINSI JAMBI PERATURAN WALIKOTA JAMBI NOMOR 6 TAHUN 2016

PERJALANAN DINAS DALAM NEGERI BAGI PEJABAT NEGARA, PEGAWAI NEGERI, DAN PEGAWAI TIDAK TETAP. Disusun Oleh : BAGIAN BINA PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET

PERATURAN BUPATI BELITUNG TIMUR NOMOR 16 TAHUN 2013 TENTANG

BUPATI JEMBRANA PERATURAN BUPATI JEMBRANA NOMOR 4 TAHUN 2008 TENTANG

WALIKOTA BUKITTINGGI

PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 13 TAHUN 2017 TENTANG

BUPATI SUKOHARJO PERATURAN BUPATI SUKOHARJO NOMOR 8 TAHUN 2013 TENTANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SUKOHARJO,

BUPATI POLEWALI MANDAR

BUPATI BANDUNG BARAT

BUPATI JENEPONTO PROVINSI SULAWESI SELATAN PERATURAN BUPATI JENEPONTO NOMOR 2 TAHUN TENTANG

BERITA DAERAH KABUPATEN GUNUNGKIDUL ( Berita Resmi Pemerintah Kabupaten Gunungkidul ) Nomor : 10 Tahun : 2016

PERATURAN DAERAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA NOMOR 15 TAHUN 2003 TENTANG POKOK-POKOK PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BUPATI SINJAI PROVINSI SULAWESI SELATAN PERATURAN BUPATI SINJAI NOMOR 48 TAHUN 2016 TENTANG

BUPATI TANGGAMUS PERATURAN BUPATI TANGGAMUS NOMOR : 07 TAHUN 2013 TENTANG

Transkripsi:

BUPATI KUTAI KARTANEGARA PERATURAN BUPATI KUTAI KARTANEGARA NOMOR 23 TAHUH 2006 TENTANG PEDO]ITAN PELAKSANAAN PERJALANAN DINAS BAGI PEJABAT'PEGAWAI NEGERI SIPIL DAN PEGAWAI TIDAK TETAP DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA BUPATI KUTAI KARTANEGARA, Menimbang : a. bahwa dalam rangka usaha pencapaian tertib administrasi pengelolaan keuangan daerah khususnya biaya perialanan dinas bagi pejabaupegawai Negeri Sipil dan Pegawai Tidak Tetap dilingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara agar lebih efektif dan efisien, maka dipandang perlu adanya pengaturan tentang perialanan dinas sebagaimna dimaksud; b. bahwa untuk maksud huruf a diatas perlu segera menetapkan Pedoman Pelaksanaan Perjalanan Dinas Bagi PejabaUPegawai Negeri Sipil dan Pegawai Tidak Tetap di. Lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara yang diatur dalam suatu Peraturan Bupati; Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 27 Tahun 1959 tentang Penetapan Undang-Undang Darurat Nomor 3 Tahun 1953 tentang Pembentukan Daerah Tingkat ll di Kalimantan Timur (Lembaran Negara Rt Nomor I Tahun 1959) sebagai Undang-Undang; 2. Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian ( Lembaran Negara Rl Tahun 1999 Nomor 169, Tambahan Lembaran Negara "* Nomor 3390); 3. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Rl Tahun 2OO3 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Rl Nomor 4286); 4. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2OA4 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Rl Tahun 2OO4 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Rl Nomor 4355);

Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2OA4 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Rl Tahun 2004 Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara Rl Nomor 4389); 6. 7. 8. L 10. 11. 12. 13. Memperhatikan : 1. 2. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2OA4 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Rl Tahun 2A04 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4437); Undang-Undang Nomor 33 Tahun 20A4 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah (Lembaran Negara Rl Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4438); Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Provinsi sebagai Daerah Otonom (Lembaran Negara Rl Tahun 2000 Nomor 54, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3952); Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2OO2 tentang Perubahan Nama Kabupaten Kutai Menjadi Kabupaten Kutai Kartanegara (Lembaran Negara Rl Tahun 2OA2 Nomor 13); Peraturan Pemerintah Nomor I Tahun 2A03 tentang Pedoman Organisasi Perangkat Daerah (Lembaran Negara Rl Tahun 2003 Nomor 14, Tambahan Lembaran Negara Rl Nomor 4262); Peraturan Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara Nomor 27 Tahun 2AAO tentang Kewenangan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Lembaran Daerah Tahun 2000 Nomor 24); Peraturan Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara Nomor 3 Tahun 2OOZ tentang Pembentukan Susunan Organisasi dan Tata Kerja Sekretariat Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara (Lembaran Daerah Tahun 2000 Nomor 56); Peraturan Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara Nomor 'l Tahun 2A06 Tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik lndonesia Nomor 20 Tahun 2005 tentang Pedoman Perjalanan Dinas Luar Negeri bagi PejabaUPegawai di Lingkungan Departemen Dalam Negeri, Pemerintah Daerah dan Pimpinan serta Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah; Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik lndonesia Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah;

3. Peraturan Gubernur Kalimantan Timur Nomor 17 Tahun Pedoman Pelaksanaan Perjalanan Dinas Bagi PejabaUPegawai Negeri Sipil dan Pegawai Tidak Tetap di Lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimanatan Timur. MEMUTUSKAN Menetapkan TENTANG PEDOTT'IAN PERATURAN BUPATI PELAKSANAAN PERJALANAN DINAS BAGI PEJABAT/PEGAWAI NEGERI SIPIL DAN PEGAT'UAI TIDAK TETAP DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA. BAB I KETENTUAN UMUM Pasal I Dalam Peraturan ini yang dimaksud dengan : 1. Pemerintah Daerah Kabupaten adalah Bupatidan Perangkat Daerah sebagai unsur penyelenggara Pemerintah Daerah Kabupaten; 2. Kepala Daerah adalah Bupati Kutai Kartanegara; 3. Sekretaris Daerah adalah Sekretaris Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara; 4. Assisten Sekretariat adalah Assisten Sekretaris Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara; 5. Kepala lnstansilunit Kerja adalah Sekretaris Daerah, Sekretaris DPRD, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah, Kepala Dinas, Kepala Badan Di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara; 6. Pegawai Negeri Sipilyang selanjutnya disebut PNS; 7. Pegawai Tidak Tetap yang selanjutnya disebut PTT; L Surat Tugas yang selaniutnya disebut ST; 9. Surat Perintah Perjalanan Dinas yang selanjutnya disebut SPPD; 10. Pejabat yang benruenang menandatangi SPPD adalah Bupati, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, dan Pejabat Esselon ll; 11. Pejabat yang berwenang untuk menandatangi SPPD di tingkat Kantor Esselon llt dan Kantor dan Camat adalah Kepala Kantor dimaksud ; 12. PejabaUPegawai adalah Pejabat/Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara dan Pimpinan serta Anggota DPRD serta Staf Ahli Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara; 3

13. 14. 15. Lumpsum adalah uang yang dibayarkan sekaligus untuk semua biaya; Pejabat Negara, Pegawai Negeri Sipil dan Pegawai Tidak tetap yang akan melaksanakan Perjalanan Dinas harus terlebih dahulu mendapat persetujuan perintah atasannya; Perjalanan Dinas pulang pergi memakan waktu kurang dari 6 (enam) jam diberikan uang harian tanpa biaya penginapan dan makan. BAB II PELAKSANAAN PERJALANAN DINAS Pas$[.2 (1) Perjalanan Dinas dilakukan untuk melaksanakan tugas bagi kepentingan Daerah dengan tetap menerapkan prinsip efektivitas dan efisiensi. (2) Perjalanan Dinas dapat dilakukan oleh PejabaUPNS dan PTT yang ditunjuk oleh Pejabat yang berwenang. (3) Dalam rangka menerapkan prinsip efektivitas dan eftsiensi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Perjalanan Dinas harus dilaksanakan sesuaidengan ketentuan yang berlaku. (4) PejabaUPNS dan PTT yang ditunjuk untuk melaksanakan perjalanan dinas berdasarkan ST dan SPPD yang ditandatangani oleh pejabat yang berwenang. (5) ST dan SPPD harus terlebih dahulu mendapat persetujuan prinsip dari pejabat yang berwenang. BAB III JENIS PERJALANAN DINAS Pasal 3 (1) Perjalanan Dinas Jabatan merupakan Perialanan Dinas untuk kepentingan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara dari tempat kedudukan ketempat yang dituju dan kembali ketempat kedudukan semula. (2) Perialanan Pindah merupakan pelaksanaan tugas pindah bagi kepentingan daerah dari tempat kedudukan yang baru menurut Surat Keputusan Pindah yang berlaku beserta keluarganya yang sah, kecuali perjalanan pindah atas dasar permohonan sendiri. 4

BAB IV BIAYA PERJALANAN DINAS Pasal 4 (1) Pejabat / PNS dan PTT yang ditunjuk untuk melaksanakan perjalanan dinas diberikan biaya perjalanan dinas. (2) Biaya perjalanan dinas sebagaimana dimaksud pada Ayat (1) diatas meliputi : a. biaya transportasi yang diberikan untuk biaya transportasi pesawat udara, kendaraan umum, kendaraan angkutan laut, dan kendaraan angkutan sungai; b. biaya transportasi pesawat udara meliputi biaya tiket dan Airport Tax, biaya kendaraan umum kendaraan angkutan laut dan kendaraan angkutan sungai diberikan sesuai dengan tarif yang berlaku; c. biaya lumsum terdiri dari biaya penginapan dan makan, uang saku, angkutan setempautransport lokal; d. besarnya uang lumpsum sebagaimana tercantum dalam Standarisasi Perjalanan Dinas. Pasal 5 (1) Biaya transport BupatiM/akil Bupati, KetuaMakil Ketua DPRD diberikan sesuai standar biaya tiket pesawat udara kelas bisnis. (2) Biaya Transport Anggota DPRD, Eselon ll kebawah, PNS Non Struktural, Fungsional dan PTT diberikan biaya tiket pesawat kelas ekonomi. (3) Dalam hal tidak terdapat rute yang dilalui pesawat, maka biaya transport disesuaikan dengan standart transport setempat. (4) Lumsum Anggota DPRD disetarakan dengan lumpsum Pejabat Eselon ll. Pasal 6 (1) PejabaUPNS dan PTT yang ditugaskan menjadi pelatih, instruktur dan atau sebutan lainnya, apabila biaya ditanggung oleh penyelenggara, maka tidak diberikan perjalanan dinas. (2) PejabaUPNS dan PTT yang ditugaskan mengikuti pendidikan, kursus, seminar, work shop dan kegiatan lain sejenisnya yang menggunakan biaya kontribusi (akomodasi dan konsumsi yang ditanggung Panitia Pelaksana) hanya diberikan biaya transport dan lumpsum 2 (dua) hari. 5

Pasal 7 (1) SPPD selain merupakan surat perintah, digunakan sebagai bahan pelaporan dan pertanggungjawaban. (2) SPPD harus ditulis secara jelas hal-hal sebagai berikut : a. tanggal berangkat dari tempat kedudukan ditandatan gani/legalisasi oleh peja bat yang berwenang ; b. tanggal tiba dan berangkat di/dari tempat yang dikunjungi, ditandatangani/legalisasi oleh pejabat yang berwenang yang dikunjungi; c. tanggal tiba kembali ditempat kedudukan d itandatan gan illegalisasi peiabat yang benrvenang. (3) PejabaUPNS dan PTT yang melaksanakan perjalanan dinas wajib membuat rencana kerja yang akan dilaksanakan di tempat tujuan dan harus mendapat persetujuan dari atasan langsung. (4) PejabaUPNS dan PTT yang melaksanakan perjalanan dinas harus menyampaikan visum SPPD dan Tiket kepada Pemegang Kas selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari keria setelah tanggal tiba kembali ditempat kedudukan dengan melampirkan laporan hasil perjalanan dinas, sesuai ST yang ditandatangani oleh pejabat yang berwenang. (5) Pejabat PNS/PTT sebetum mempertanggungjawabkan perjalanan dinas dan menyelesaikan laporan perjalanan dinas maka PNS yang bersangkutan tidak dapat diberikan Perjalanan Dinas berikutnya. (6) PejabaUPNS dan PTT yang melanggar ketentuan sebagaimana tersebut pada Ayat (5) akan dikenakan sangsi sesuai dengan ketentuan dan Peraturan Perundang- Undangan yang berlaku dan Perjalanan Dinas berikutnya tidak dapat diberikan. BAB V TINGKATAN PERJALANAN DINAS Pasal 8 (1) Perjalanan Dinas yang dilaksanakan oleh Pejabat/PNS mengacu pada golongan dan tingkat Esselon. (2) Perialanan Dinas sebagaimana dimaksud pada Ayat (1), dikategorikan menurut tingkatan Pejabat Negara, Pejabat Struktural/Non Struktural dan Pejabat Fungsional.

(3) Perjalanan Dinas yang dilaksanakan oleh Pegawai Tidak Tetap (PTT) diluar dan atau didalam daerah wilayah Kabupaten di ibu kota Propinsi diberikan lumpsum sesuai dengan lampiran Surat Keputusan Bupati tentang Standarisasi Ferjalanan Dinas BAB VI TATA CARA PELAKSANAAN PERJALANAN DINAS Pasal 9 (1) Perjalanan Dinas dilaksanakan berdasarkan ST dan SPPD yang diberikan oleh Pejabat yang berwenang. (2) Pejabat yang berwenang hanya dapat menerbitkan ST dan SPPD untuk perjalanan dinas yang biayanya dianggarkan dalam APBD, (3) Pejabat yang benrvenang menerbitkan ST dan SPPD bagi PNS Struktural, Non Struktural, Fungsional dan PTT untuk melaksanakan perjalanan dinas. Pasal 10 (1) Perjalanan Dinas dapat dilakukan oleh PejabaUPNS dan PTT yang ditunjuk oleh Pejabat yang berwenang. (2) PejabaUPNS dan PTT yang ditunjuk untuk melaksanakan pe$alanan dinas diberikan ST dan SPPD yang ditandatangani oleh pejabat yang berwenang. (3) Penerbitan ST dan SPPD harus terlebih dahulu mendapat persetujuan dari Pejabat yang berwenang. Pasal 11 (1) Pejabat yang berwenang menandatangani ST untuk Perjalanan Dinas Dalam Negeri : a. ST Bupati dan Wakil Bupati ditandatangani oleh Bupati, apabila Bupati berhalangan maka ST ditandatangani oleh \A/akil Bupatiatas nama Bupati; b. ST Ketua, Wakil Ketua dan Anggota DPRD ditandatangani oleh Ketua DPRD, apabila Ketua DPRD berhalangan ST ditandatangani oleh Wakil Ketua DPRD; c. ST Sekretaris Daerah ditandatangani oleh Wakit Bupati atas nama Bupati, apabila Wakil Bupati berhalangan ST ditandatangani oleh Sekretaris Daerah atas nama Bupati; 7

d. ST Sekretaris DPRD, Assisten Sekretaris Daerah, Kepala Dinas, Kepala Badan, Kepala Kantor, dan Direktur RSUD ditandatangani oleh Sekretaris Daerah atas nama Bupati, apabila Sekretaris Daerah berhalangan ST ditandatangani oleh Pejabat yang ditunjuk oleh Sekretaris Daerah; e. ST PNS Eselon lll, Eselon lv, Non Struktural, Fungsional dan PTT di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara ST ditandatangani oleh Sekretaris Daerah apabila Sekretaris Daerah berhalangan ST ditandatangani oleh Pejabat yang ditunjuk oleh Sekretaris Daerah; f. ST Camat ditandatangani oleh Camat itu sendiri atas nama Sekretaris Daerah; g, ST PNS Eselon lll, Eselon lv, Non Struktural, Fungsional dan PTT dilingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara selain di Sekretariat Daerah ST ditandatangani oleh Pejabat Eselon ll di lingkungan masing-masing h. ST Pejabat Eselon lv, Eselon V dan Non Struktural, Fungsional dan PTT di lingkungan UPTD ditandatangani oleh Kepala UPTD atas nama Kepala lnstansi; i. ST Kepala Kantor penghubung Kabupaten Kutai Kartanegara ditandatangani oleh Kepala Kantor atas nama Sekretaris Daerah; j ST Eselon lv, Non Struktural, Fungsional dan PTT dilingkungan Kantor Penghubung Kabupaten Kutai Kartanegara ST ditandatangani oleh Kepala Kantor, apalagi Kepala Kantor berhalangan ST ditandatangani oleh Pejabat yang dituniuk; k. ST Pegawai Negeri Sipil dan Pegawai Tidak Tetap ditandatangani oleh pejabat Eselon ll atau Kepala Satuan Unit Kerja yang bersangkutan. (2) Pejabat yang berwenang menandatangani SPPD Dalam Negeri adalah sebagai berikut: a. SPPD Bupati dan Wakil Bupati ditandatangani oleh Bupati, apabila Bupati berhalangan SPPD ditandatangani oleh Wakil Bupatiatas nama Bupati; b. SPPD Sekretaris Daerah ditandatangani oleh Wakil Bupati atas nama Bupati, apabila Wakil Bupati berhalangan SPPD-nya ditandatangani oleh Sekretaris Daerah atas nama Bupati; c. SPPD KetuaMakil Ketua dan Anggota DPRD, ditandatangani oleh Sekretaris DPRD, d. SPPD Sekretaris DPRD dan Para Assisten Sekretaris Daerah ditandatangani oleh Sekretaris Daerah atas nama Bupati, apabila Sekretaris Daerah berhalangan SPPD ditandatangani oleh Pejabat yang ditunjuk Sekretaris Daerah; I

e. SPPD Kepala Dinas, Kepala Badan, Kepala Kantor, dan Direktur RSUD dilingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara ditandatangani $ekretaris Daerah, apabila Sekretaris Daerah berhalangan, SPPD ditandatangani oleh Pejabat yang ditunjuk Sekretaris Daerah; f. SPPD Camat ditandatangani oleh Camat itu sendiri atas nama Sekretaris Daerah; g. SPPD PNS Eselon lll, Eselon lv, Non Struktural Fungsional dan PTT dilingkungan Sekretaris Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara ditandatangani oleh Sekretaris Daerah, apabila Sekretaris Daerah berhalangan SPPD ditandatangani adalah Pejabat yang ditunjuk oleh Sekretaris Daerah; h. SPPD PNS Eselon lll, lv, Non Struktural, Fungsional dan PTT dilingkungan Sekretariat DPRD, Dinas, Badan, Rumah Sakit, Kantor dan Kecamatan ditandatangai oleh Kepala Satuan Unit Kerja, apabila Kepala Satuan Unit Kerja berhalangan, SPPD ditandatangani oleh Pejabat yang ditunjuk; i. SPPD Pejabat Eselon lv, Eselon V dan Non Strukturat, Fungsional dan PTT dilingkungan UPTD, SPPD ditandatangani oleh Kepala UPTD atas nama Kepala Dinas,/ Kepala Badan lkepala Kantor; j. SPPD Kepala Kantor Penghubung Kabupaten Kutai Kartanegara ditandatangani oleh Kepala Kantor atas nama Sekretaris Daerah; k. SPPD PNS Eselon lv, Non Struktural, Fungsional dan PTT di lingkungan Kantor Penghubung Kabupaten Kutai Kartanegara, ST ditandatangani oleh Kepala Kantor, apabila Kepata Kantor berhalangan, SPPD ditandatangani oleh Pejabat yang ditunjuk. (3) BentuklForm SPT, SPD, Rincian Biaya dan Kwitansi Dinas Sebagaimana tersebut dalam lampiran l, ll, lll dan lv Peratuaran ini. Pasal {2 (1) Jumlah hari Perjalanan Dinas maksimal dapat diberikan selama 5 (lima) hari apabila tebih dari 5 (lima) hari harus ada persetujuan dari Pejabat yang berwenang. (2) Jumlah Hari Perjalanan Dinas Dalam 'l (satu) bulan selamalamanya 15 (lima belas) hari, khusus untuk Aparat Pengawas lnternal Pemerintah Daerah dan PNS yang ditugaskan dalam pemeriksaan, apabila lebih dari 15 (lima belas) hari harus mendapat persetujuan Sekretaris Daerah atau Peiabat yang berwenang

BAB VII PERJALANAN DINAS LUAR NEGERI Pasal {4 Perjalanan Dinas Luar Negeri bagi Pejabat/PNS dilingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara dilakukan setelah mendapat izin dari Gubernur sebagai perwakilan Menteri Dalam negeri. Pasal 15 Kegiatan Perjalanan Dinas Luar Negeri dilakukan dalam rangka 1. Pendidikan dan Pelatihan (training); 2. Study Banding; 3. Seminar (Lokakarya/Konferensi atau sejenisnya); 4. Promosi potensi daerah; 5. Kerjasama daerah dengan pihak luar negeri; 6. Kunjungan persahabatan/kebudayaan. Pasal 16 Tata cara Administrasi Perjalanan Dinas Luar Negeri sebagai berikut: (1) Bupati mengajukan surat permohonan kepada Gubernur Propinsi Kalimatan Timur sebagai perwakilan Menteri Dalam Negeri bagi PejabaUPNS yang akan melakukan perjalanan dinas luar negeri. (2) Surat Permohonan sebagaimana dimaksud pada Ayat (1) harus memuat: a. Nama dan Jabatan; b. NIP bagi PN$; c. d.!l f. Tujuan Kegiatan perjalanan dinas luar negeri; Kota/Negera yang dituju; Waktu pelaksanaan; Sumber pembiayaan. Pasal 17 Surat perrnohonan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 dilengkapi dengan dokumen pendukung sebagaimana diatur dalam lampiran Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 20 Tahun 2005. Pasal 18 (1) Surat permohonan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 diterima oleh Gubernur sebagai perwakilan Menteri Dalam negeri selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari sebelum keberangkatan kecuali untuk hal'hal yang sangat mendesak untuk mendapat rekomendasi perjalanan dinas luar negeri. l0

(2) Rekomendasi perjalanan dinas luar negeri sebagaimana dimaksud pada Ayat (1) dipergunakan sebagai pertimbangan untuk mem peroleh izin pemeri ntah. Pasal 19 Perjalanan dinas luar negeri yang dilaksanakan secara rombongan sebanyak-banyaknya 5 (lima) orang termasuk pimpinan rombongan atau sesuaidengan dokumen pendukung. Pasal 20 Jangka waktu pelaksanaan perjalanan dinas keluar negeri paling lama 7 (tuiuh) hari kalender atau sesuai dengan dokumen pendukung. Pasal 21 Gubernur sebagai perwakilan Menteri Dalam Negeri meneruskan rencana perjalanan dinas keluar negeri kepada pejabat yang benrenang untuk mendapatkan pasport dinas, exit permit dan rekomendasivisa setelah mendapat izin pemerintah' Pasal 22 Pembiayaan perjalanan dinas luar negeri bersumber dari : 1. Anggaran Pendapatan dan Belania Daerah Kabupaten; 2. Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara; 3. Sumber-sumber lain yang syah. Pasal 23 Perjalanan dinas luar negeri tidak dapat dibiayai oleh pihak swasta kecuali ditetapkan dalam dokumen pendukung. Pasal 24 Satuan biaya perjalanan dinas luar negeri disesuaikan dengan ketentuan Peraturan Perundang-Undangan yang berlaku' Pasal 25 PejabaUPNS yang melakukan perialanan dinas luar negeri diwajibkan: 1. Membuat laporan perjalanan dinas Secara tertulis selambatlambatnya 30 hari sejak kedatangan di lndonesia (kembali ditempat asal keberangkatan); It

2. Laporan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disampaikan kepada Menteri, Sekretaris Negara dan atasan langsung. Pasal 26 PTT dilingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara tidak diperkenankan melakukan perjalanan dinas luar negeri. BAB VIII LARANGAN PEMBAYARAN RANGKAP PERJALANAN DINAS Pasal2T Setiap Pejabat Negara, PNS dan PTT tidak dibenarkan mendapatkan pembayaran rangkap untuk perjalanan dinas yang dilakukan dalam waktu, tempat dan atau tujuan yang sama. BAB IX KETENTUAN LAIN.LAIN Pasal 28 (1) Biaya Perjalanan Dinas lebih lanjut ditetapkan dengan Keputusan Bupati. (2) Sekretaris Kabupaten Kutai Kartanegara Sekretaris DPRD, Kepala Dinas, Badan dan Direktur RSUD, dilingkungan Kabupaten Kutai Kartanegara apabila akan melaksanakan perjalanan dinas harus terlebih daluhu mendapatkan persetujuantizin dari Sekretaris Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara. BAB X KETEhITUAN PERALIHAN Pasal 29 (1) Dengan ditetapkannya Peraturan Bupati ini, maka pengaturan tentang perjalanan dinas sebelum ditetapkannya Peraturan ini masih tetap berlaku. (2) Ketentuan-ketentuan lain yang bertentangan dengan Peraturan Bupati inidinyatakan tidak berlaku lagi' t2

BAB XI KETENTUAN PENUTUP Pasal 30 (1) Segala biaya yang timbul berkenaan dengan ditetapkannya Peraturan ini dibebankan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kutai Kartanegara. (2) Peraturan Bupati ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dengan ketentuan jika terdapat kekeliruan dalam penetapannya, maka akan diadakan perbaikan sebagaimana mestinya. Ditetapkan di Tenggarong Pada tanggal 1 Nopember 2006 t BUPAil KUrA XTTIANEGA f.eror. ditenggarong 1 Nopember2005 DR. H. svnuxnnl H.R, MM KABUPA ARIS DAERAH AI KARTANEGARA, DRS.H.M. HUSNI THAMRIN. MM NtP.010 080 370 BERITA DAERAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA TAHUN 2006 NOMOR 3 l3