MATERI III : ANALISIS BAHAYA

dokumen-dokumen yang mirip
PRINSIP PENERAPAN HACCP DI INDUSTRI PANGAN SIAP SAJI

Analisis Risiko Pengolahan Hasil Pertanian

MATERI KULIAH MINGGU IV PRINCIP HACCP 2 : PENENTUAN CCP

BAB I PENDAHULUAN. persyaratan itu harus memenuhi syarat-syarat bagi kesehatan hidup manusia.

SAFETY FOOD (Keamanan Pangan) A. Prinsip Safety Food

III. METODE PENELITIAN

The Hazard Analysis and Critical Control Point System

KEAMANAN PANGAN UNTUK INDONESIA SEHAT. keterkaitannya dengan penyakit akibat pangan di mana masalah keamanan pangan di suatu

TEKNIK PENGOLAHAN HASIL PERTANIAN

Keberadaan mikroorganisme patogen pada makanan umumnya tidak menyebabkan perubahan fisik

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

SNI Standar Nasional Indonesia. Udang beku Bagian 3: Penanganan dan pengolahan

AMANKAH PANGAN ANDA???

Analisa Situasi dan Memulai Pelaksanaan HACCP dalam Pengolahan Pangan

BAB I PENDAHULUAN. memerlukan produk-produk pangan untuk tetap dapat hidup dan. menyehatkan, aman untuk dikonsumsi dan praktis untuk memenuhi

BAB I PENDAHULUAN. keamanan makanan serta efektivitas dalam proses produksi menjadi suatu

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Gambaran pentingnya HACCP dapat disimak pada video berikut

Menimbang : Mengingat :

Regulasi sanitasi Industri Pangan

PENERAPAN CARA BUDIDAYA IKAN YANG BAIK (CBIB) PADA UNIT USAHA BUDIDAYA

TUGAS INDIVIDU PENGANTAR MIKROBIOLOGI. Penerapan HACCP pada Proses Produksi Yoghurt

Teknologi pangan adalah teknologi yang mendukung pengembangan industri pangan dan mempunyai peran yang sangat penting dalam upaya mengimplementasikan

BAB I PENDAHULUAN. Toko Daging & Swalayan Sari Ecco merupakan salah satu industri

PENGEMBANGAN PROSEDUR DAN LEMBAR KERJA

BAB IV KURSUS HIGIENE SANITASI MAKANAN

Ikan segar - Bagian 3: Penanganan dan pengolahan

Nur Hidayat Jurusan Teknologi Industri Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya Malang

BAB V PRAKTEK PRODUKSI YANG BAIK

II. TINJAUAN PUSTAKA 1.1 Pengertian HACCP

PENJELASAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 2004 TENTANG KEAMANAN, MUTU DAN GIZI PANGAN

Perbaikan zona produksi

CARA PRODUKSI PANGAN YANG BAIK UNTUK INDUSTRI RUMAH TANGGA (IRT)

Dokumentasi SSOP (Sanitation Standard Operating Procedures) S P O Sanitasi

Filet kakap beku Bagian 3: Penanganan dan pengolahan

BAB I PENDAHULUAN. Makanan adalah salah satu kebutuhan dasar manusia dan merupakan hak

BAB VII ANALISIS BAHAYA DAN PENENTUAN TITIK KRITIS

BAB 1 PENDAHULUAN. bila dikonsumsi akan menyebabkan penyakit bawaan makanan atau foodborne

TUGAS MATA KULIAH HACCP PENYUSUNAN HACCP PLAN PADA PROSES PENGALENGAN IKAN SARDEN DALAM KALENG

HASIL DAN PEMBAHASAN

PENYUSUNAN DOKUMEN RENCANA HAZARD ANALYSIS AND CRITICAL CONTROL POINT

UNDANG-UNDANG NOMOR 7 TAHUN 1996 TENTANG PANGAN [LN 1996/99, TLN 3656]

BAB I PENDAHULUAN. Tabel 1. Kandungan Gizi dan Vitamin pada Ikan Layur

PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PER. 02/MEN/2007 TENTANG

BAB I PENDAHULUAN. dari proses pengolahan yang aman mulai dari bahan baku, produk setengah

BAB I PENDAHULUAN. 2012). Sapi berasal dari famili Bovida, seperti halnya bison, banteng, kerbau

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Dewasa ini peredaran rumah makan berbasis ayam goreng kian

CARA PRODUKSI PANGAN Jejaring Promosi Keamanan Pangan dalam Sistem Keamanan Pangan Terpadu Nasional SIAP SAJI YANG BAIK

ASPEK MIKROBIOLOGIS PENGEMASAN MAKANAN

bahan baku es balok yang aman digunakan dalam pengawetan atau sebagai

Bahan pada pembuatan sutra buatan, zat pewarna, cermin kaca dan bahan peledak. Bahan pembuatan pupuk dalam bentuk urea.

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar belakang Masalah

MIKROORGANISME DALAM PENGEMAS ASEPTIK PENGENDALIAN MUTU MIKROORGANISME PANGAN KULIAH MIKROBIOLOGI PANGAN PERTEMUAN KE-12

BAB I PENDAHULUAN. Pengembangan keberhasilan program sanitasi makanan dan minuman

BAB I PENDAHULUAN. digunakan dalam makanan. Kurangnya perhatian terhadap hal ini telah sering

2 MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN PEMERINTAH TENTANG SISTEM JAMINAN MUTU DAN KEAMANAN HASIL PERIKANAN SERTA PENINGKATAN NILAI TAMBAH PRODUK HASIL P

BAB I PENDAHULUAN. perusahaan berbasis agroindustri semakin ketat. Selain itu, ketatnya

KEPUTUSAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR KEP. 02/MEN/2007 TENTANG CARA BUDIDAYA IKAN YANG BAIK

BAB III METODE PELAKSANAAN

BAHAN PENCEMAR MAKANAN LAINNYA. Modul 4

2 ekspor Hasil Perikanan Indonesia. Meskipun sebenarnya telah diterapkan suatu program manajemen mutu terpadu berdasarkan prinsip hazard analysis crit

PENDAHULUAN HIGIENE SUSU DAN TELUR TEAM TEACHING LAB. KESMAVET FKH UB 2016

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Makanan merupakan salah satu dari tiga unsur kebutuhan pokok manusia,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Upaya Perlindungan Kualitas Hidup Konsumen Melalui Studi Penerapan HACCP Pada Penyediaan Pangan Di Kantin Rumah Sakit

BAB I PENDAHULUAN. mutu dan keamanan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Pengolahan, Pengemasan dan Penyimpanan Hasil Pertanian

II. TINJAUAN PUSTAKA Keamanan Pangan

BAB I PENDAHULUAN. persyaratan utama yang harus dipenuhi dalam upaya terselenggaranya suatu sistem

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN PERTANIAN. Jaminan Mutu Pangan.

PERATURAN MENTERI PERTANIAN NOMOR : 20/Permentan/OT.140/2/2010 TENTANG SISTEM JAMINAN MUTU PANGAN HASIL PERTANIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

2016, No Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 93

Training Modules on Food Safety Practices for Aquaculture. Penerapan Keamanan Pangan pada Perikanan Budidaya

PAPER PERUNDANG-UNDANG

BAB I PENDAHULUAN. nangka muda, berwarna cokelat dan memiliki rasa manis secara dominan.

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN GUNUNGKIDUL (Berita Resmi Pemerintah Kabupaten Gunungkidul) Nomor : 3 Tahun : 2016

Berikut ini beberapa manfaat dan dampak positif perkembangan ilmu biologi :

LAMPIRAN 1. DAFTAR PERTANYAAN

I. PENDAHULUAN. mengharapkan produk pangan yang lebih mudah disiapkan, mengandung nilai

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Indonesia Nomor 245/Menkes/SK/V/1990 terdiri dari industri obat jadi dan

SISTEM PENGAWASAN MUTU dan KEAMANAN PANGAN

KAJIAN PENOLAKAN EKSPOR PRODUK PERIKANAN INDONESIA KE AMERIKA SERIKAT. Rinto*

KEPUTUSAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR KEP. 02/MEN/2007 TENTANG CARA BUDIDAYA IKAN YANG BAIK

TINJAUAN PUSTAKA. Susu

BAB 1 PENDAHULUAN. Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN TANGERANG

11/22/ Menentukan CCP. 1. Menyusun TIM HACCP. 8. Menetapkan Batas Kritis untuk Setiap CCP Prinsip Mendeskripsikan produk

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

MENERAPKAN TEKNIK PENGOLAHAN SUHU TINGGI KD 1 PRINSIP-PRINSIP PENGAWETAN DENGAN PENGOLAHAN

g. Pemeliharaan dan Program Higiene Sanitasi

Pengembangan Kelembagaan Pangan di Indonesia Pasca Revisi Undang-Undang Pangan. Ir. E. Herman Khaeron, M.Si. Wakil Ketua Komisi IV DPR RI

BAB I PENDAHULUAN. lemak, laktosa, mineral, vitamin, dan enzim-enzim (Djaafar dan Rahayu, 2007).

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

BAB I PENDAHULUAN. dapat melangsungkan kehidupan selain sandang dan perumahan. Makanan, selain mengandung nilai gizi, juga merupakan media untuk dapat

2015, No MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN PEMERINTAH TENTANG SISTEM JAMINAN MUTU DAN KEAMANAN HASIL PERIKANAN SERTA PENINGKATAN NILAI TAMBAH P

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 57 TAHUN 2015 TENTANG SISTEM JAMINAN MUTU DAN KEAMANAN HASIL PERIKANAN SERTA

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

1. Pengertian Makanan

Transkripsi:

MATERI III : ANALISIS BAHAYA (Prinsip HACCP I) Tahap-tahap Aplikasi HACCP 1

1. Pembentukan Tim HACCP 2. Deskripsi Produk 3. Indentifikasi Konsumen Pengguna 4. Penyusunan Bagan alir proses 5. Pemeriksaan Bagan alir pada pabrik 11. Verifi kasi 6. Identifikasi bahaya pada setiap tahap dan cara pencegahannya 7. Penetapan CCP Kondisi terkontrol 8. Penetapan Batas kritis dan toleransi setiap CCP 9. Penetapan sistem pemantauan pd setiap CCP 12. Pencatatan dan dokumentasi 10. Tindakan koreksi 2

Potensi bahaya : Suatu bahan biologis, kimia atau fisik yg dapat menyebabkan sakit atau cidera jika tidak dikendalikan. Kondisi atau adanya kontaminan dalam makanan yang dapat menyebabkan sakit atau cidera Tidak termasuk kondisi atau kontaminan : Serangga, rambut, kotoran atau cemaran lain yang mudah dan jelas dilihat diatasi dengan GMP 3

Analisis Potensi Bahaya : Evaluasi spesifik terhadap produk pangan dan bahan mentah, ingredien serta bahan tambahan untuk menentukan resiko terhadap bahaya biologis, kimia dan fisik Tahap : 1. Analisis Potensi Bahaya 2. Penetapan kategori resiko bahaya 4

Tahap : 1. Membuat daftar bahan mentah dan ingredien yang digunakan dalam proses 2. Mempersiapkan diagram alir proses yang teliti - Dimulai dari penerimaan bahan hingga penyajian - Mencakup bahan baku, pendukung, dan tambahan, - Dapat dikelompokkan secara umum diikuti tahap proses yang lebih detil. - Pastikan sesuai dengan kenyataan di lokasi - Disahkan oleh ketua HACCP 5

3. Keterangan deskripsi produk mengenai : - Nama Produk - Komposisi - Karakteristik produk - Metode pengawetan - Kemasan utama dan pelindung - kondisi penyimpanan - Metode distribusi - Waktu kadaluwarsa - Label khusus - Petunjuk pemakaian 6

4. Identifikasi target konsumen : - Anak-anak (Balita) - Wanita hamil - Kelompok orang yang alergi - Kelompok orang yang sedang sakit - lanjut usia 7

Daftar potensi bahaya : 1. Potensi bahaya biologis : Mikroorganisme patogen Parasit 1. Potensi bahaya kimia Toksin alami Bahan-bahan kimia Pestisida Residu obat Bahan tambahan dan pewarna yang dilarang 1. Potensi bahaya fisik Logam, gelas dan lain-lain. 8

Suatu potensi bahaya harus dikendalikan jika : sangat mungkin muncul Mungkin menimbulkan resiko yang membahayakan bagi konsumen. 9

Analisis Bahaya Kelompok bahaya Bahaya A Bahaya B Bahaya C Karakteristik Bahaya Kelompok khusus yang terdiri dari produk nonsteril yang ditujukan untuk konsumen beresiko tinggi seperti bayi, orang sakit, orang tua dan lain-lain Produk yang mengandung bahan /ingredien yang sensitif terhadap bahaya biologis, kimia atau fisik Di dalam prosesnya tidak terdapat tahap yang dapat : membunuh mikroorganisme berbahaya Atau : Mencegah/menghilangkan bahaya fisik atau kimia 10

Kel. bahaya Bahaya D Bahaya E Bahaya F Karakteristik Bahaya Produk yang kemungkinan mengalami pencemaran kembali setelah pengolahan sebelum pengemasan Kemungkinan terjadi kontaminasi kembali atau penanganan yang salah selama distribusi, penjualan atau penanganan/ peyimpanan oleh konsumen sehingga produk menjadi berbahaya bila dikonsumsi Tidak ada proses pemanasan setelah pengemasan atau waktu dipersiapkan di rumah yang dapat memusnahkan/ menghilangkan bahaya biologis atau : Tidak ada cara bagi konsumen untuk mendeteksi, menghilangkan atau menghancurkan bahaya kimia atau fisik 11

KATAGORI RESIKO Karakteristik Bahaya 0 (Tidak ada bahaya) Katag ori resiko Keterangan 0 Tidak mengandung bahaya A s/d F (+) I Satu Bahaya B s/d F (++) II Dua Bahaya B s/d F (+++) III Tiga Bahaya B s/d F (++++) IV Empat Bahaya B s/d F (+++++) V Lima Bahaya B s/d F A+ (Katagori khusus tanpa/dengan bahaya B s/d F) VI Katagori resiko paling tinggi (Semua produk yang mempunyai bahaya A.) 12

Formulir 1. Identifikasi Bahaya dan Cara Pencegahannya Ingredien/Tahap pengolahan Identifikasi potensi bahaya Jenis Bahaya Tindakan Pencegahan Penerimaan udang segar Penyimpanan dingin Biologi Bakteri patogen Tahap pemasakan Kimia : Tidak ada Fisik : Tidak ada 13

Formulir 2. Analisis Resiko Bahaya Nama Produk : Produk/Bahan Mentah/Ingredien/ Bahan Tambahan Kelompok Bahaya A B C D E F Katago ri resiko Produk : Bahan mentah : 14

Tugas dikumpulkan paling lambat tanggal 16 Oktober 2013 Buatlah deskripsi produk yang anda pilih untuk tugas HACCP, lakukan analisis potensi bahaya dan tentukan analisis resiko bahayanya? 15