PERATURAN DAERAH KABUPATEN MUSI BANYUASIN NOMOR 21 TAHUN 2007 TENTANG

dokumen-dokumen yang mirip
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN OGAN ILIR TAHUN 2007 NOMOR 17SERI D PERATURAN DAERAH KABUPATEN OGAN ILIR NOMOR: 17 TAHUN 2007 TENTANG

BUPATI KEBUMEN PERATURAN BUPATI KEBUMEN NOMOR 76 TAHUN 2008 TENTANG

BUPATI MOJOKERTO DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI MOJOKERTO,

PERATURAN BUPATI SUMEDANG NOMOR 8 TAHUN 2010 TENTANG

BUPATI TASIKMALAYA PERATURAN BUPATI TASIKMALAYA NOMOR 37 TAHUN 2008 TENTANG

BUPATI BANYUWANGI PERATURAN BUPATI BANYUWANGI NOMOR 17 TAHUN 2009 TENTANG

BUPATI KUANTAN SINGINGI PROVINSI RIAU

BERITA DAERAH KABUPATEN GUNUNGKIDUL

PERATURAN BUPATI SUMBAWA NOMOR 19 TAHUN 2007 TENTANG RINCIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA DINAS PENDAPATAN KEUANGAN DAN ASET KABUPATEN SUMBAWA

BUPATI LAMONGAN PERATURAN BUPATI LAMONGAN NOMOR 5 TAHUN 2014 TENTANG

PERATURAN BUPATI OGAN KOMERING ILIR NOMOR : 39 TAHUN 2011 TENTANG SISTEM DAN PROSEDUR PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH KABUPATEN OGAN KOMERING ILIR

WALIKOTA TASIKMALAYA

PERATURAN BUPATI OGAN KOMERING ILIR NOMOR : 07 TAHUN 2014 TENTANG SISTEM DAN PROSEDUR PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH KABUPATEN OGAN KOMERING ILIR

MEMUTUSKAN : PERATURAN WALIKOTA TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS, FUNGSI, DAN TATA KERJA BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH

BUPATI BURU SELATAN PERATURAN BUPATI BURU SELATAN NOMOR : 07 TAHUN 2012 T E N T A N G SISTEM DAN PROSEDUR PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH

BUPATI MALANG PROVINSI JAWA TIMUR

GUBERNUR JAMBI PERATURAN GUBERNUR JAMBI NOMOR 10 TAHUN 2009 TENTANG SISTEM DAN PROSEDUR PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH PROVINSI JAMBI

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KOTAWARINGIN BARAT,

PROVINSI BANTEN PERATURAN BUPATI PANDEGLANG

BUPATI MADIUN SALINAN PERATURAN BUPATI MADIUN NOMOR 42 TAHUN 2008 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS PENDAPATAN DAN PENGELOLAAN KEUANGAN

WALIKOTA MATARAM PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT PERATURAN DAERAH KOTA MATARAM NOMOR 6 TAHUN 2014 TENTANG

WALIKOTA TASIKMALAYA

WALIKOTA MADIUN PERATURAN WALIKOTA MADIUN NOMOR 43 TAHUN 2008 TENTANG RINCIAN TUGAS DAN FUNGSI DINAS PENDAPATAN DAERAH WALIKOTA MADIUN,

WALIKOTA PADANG PROVINSI SUMATERA BARAT

PERATURAN BUPATIKUNINGAN NOMOR 61 TAHUN 2016 TENTANG

PEMERINTAH KABUPATEN SAMPANG

BUPATI BELITUNG PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG PERATURAN BUPATI BELITUNG NOMOR 22 TAHUN 2014 TENTANG

BUPATI BELITUNG PERATURAN BUPATI BELITUNG NOMOR 32 TAHUN 2008 TENTANG

GUBERNUR JAWA TENGAH PERATURAN GUBERNUR JAWA TENGAH NOMOR 68 TAHUN 2012 TENTANG SISTEM DAN PROSEDUR PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH PROVINSI JAWA TENGAH

WALIKOTA BOGOR PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN WALIKOTA BOGOR NOMOR 84 TAHUN 2016 TENTANG

BUPATI TRENGGALEK PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI TRENGGALEK NOMOR 32 TAHUN 2017 TENTANG PENJABARAN TUGAS BADAN KEUANGAN DAERAH

BUPATI TANGERANG PROVINSI BANTEN PERATURAN BUPATI TANGERANG NOMOR 110 TAHUN 2016 TENTANG

PEMERINTAH KOTA SAMARINDA

BUPATI BANTUL PERATURAN BUPATI BANTUL

PERATURAN BUPATI LANDAK NOMOR 17 TAHUN 2012 TENTANG TUGAS POKOK, FUNGSI, STRUKTUR ORGANISASI DAN TATA KERJA BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH

BAB II GAMBARAN UMUM DINAS PENDAPATAN DAERAH KABUPATEN LANGKAT A. SEJARAH SINGKAT DINAS PENDAPATAN DAERAH KABUPATEN

PERATURAN GUBERNUR BANTEN NOMOR 90 TAHUN 2016 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH PROVINSI BANTEN TAHUN ANGGARAN 2017

PERATURAN BUPATI TOLITOLI NOMOR 14 TAHUN

BUPATI BANYUMAS PERATURAN BUPATI BANYUMAS NOMOR 31 TAHUN 2012 TENTANG SISTEM DAN PROSEDUR PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH KABUPATEN BANYUMAS

INFORMASI YANG WAJIB DISEDIAKAN SECARA BERKALA A. Informasi tentang profile Badan Publik : 1. Informasi tentang kedudukan, domisili dan lengkap Badan

WALIKOTA MALANG PERATURAN WALIKOTA MALANG NOMOR 65 TAHUN TENTANG TUGAS POKOK, FUNGSI DAN TATA KERJA BADAN PENGELOLA KEUANGAN DAN ASET DAERAH

PROVINSI SUMATERA SELATAN. PERATURAN BUPATI OGAN KOMERING ULU SELATAN NOMOR l& TAHUN 2015 TENTANG

BUPATI KERINCI PERATURAN BUPATI KERINCI NOMOR 5 TAHUN

BERITA DAERAH KOTA BANDUNG TAHUN : 2008 NOMOR : 26 PERATURAN WALIKOTA BANDUNG NOMOR : 542 TAHUN 2008 TENTANG

BUPATI BLITAR PERATURAN BUPATI BLITAR NOMOR 35 TAHUN 2011

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN GARUT

PERATURAN GUBERNUR BANTEN NOMOR 75 TAHUN 2015 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH PROVINSI BANTEN TAHUN ANGGARAN 2016

PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 13 TAHUN 2006 TENTANG PEDOMAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH

PEMERINTAH KABUPATEN TANA TORAJA

W A L I K O T A Y O G Y A K A R T A

PEMERINTAH KABUPATEN BREBES

PERATURAN WALIKOTA MALANG NOMOR 24 TAHUN 2014 TENTANG URAIAN TUGAS POKOK, FUNGSI DAN TATA KERJA BADAN PENGELOLA KEUANGAN DAN ASET DAERAH

BUPATI INDRAGIRI HULU PROVINSI RIAU PERATURAN DAERAH KABUPATEN INDRAGIRI HULU NOMOR 16 TAHUN 2014 TENTANG

Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 1968 tentang Berlakunya Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1967 dan Pelaksanaan Pemerintahan di Propinsi Ben

PERATURAN DAERAH KABUPATEN DAIRI NOMOR 08 TAHUN 2008 TENTANG POKOK-POKOK PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, BUPATI DAIRI,

BERITA DAERAH KABUPATEN CIREBON

BAB II GAMBARAN UMUM DINAS PENDAPATAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN DAERAH TINGKAT II SUMEDANG NOMOR : 7 TAHUN : 1992 SERI : D2

WALIKOTA BENGKULU PERATURAN WALIKOTA BENGKULU NOMOR 20 TAHUN 2015 TENTANG SISTEM DAN PROSEDUR PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH WALIKOTA BENGKULU,

BUPATI BENGKAYANG, PERATURAN BUPATI BENGKAYANG NOMOR : 0 /TAHUH 2013 TENTANG

-4- (2) Badan dipimpin oleh Kepala Badan berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Gubernur melalui Sekretaris Daerah.

BUPATI MUSI RAWAS UTARA

SALINAN PERATURAN BUPATI MADIUN NOMOR 61 TAHUN 2011 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH BUPATI MADIUN,

WALIKOTA KEDIRI PERATURAN WALIKOTA KEDIRI NOMOR 50 TAHUN 2012 TENTANG

PERATURAN WALIKOTA MEDAN NOMOR 68 TAHUN 2011 TENTANG RINCIAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI BADAN PENGELOLA KEUANGAN DAERAH KOTA MEDAN

Pembentukan Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Tapanuli Selatan didasarkan pada

PEMERINTAH KOTA PADANG

BUPATI SIAK PERATURAN DAERAH KABUPATEN SIAK NOMOR 22 TAHUN 2007 TENTANG

WALIKOTA PROBOLINGGO PROVINSI JAWA TIMUR

BUPATI KUTAI BARAT PROVINSI KALIMANTAN TIMUR PERATURAN BUPATI KUTAI BARAT NOMOR 24 TAHUN 2017 TENTANG

PERATURAN BUPATI PANDEGLANG NOMOR 5 TAHUN 2012 TENTANG

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI MOJOKERTO,

BAB II GAMBARAN UMUM OBJEK PKLM. A. Sejarah Singkat Berdirinya Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah

BUPATI BANGKA PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG

NOMOR 8 "TAH U ti.q017

Walikota Tasikmalaya Provinsi Jawa Barat

PERATURAN DAERAH KABUPATEN SIGI NOMOR : 4 TAHUN 2010 TENTANG POKOK-POKOK PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SIGI,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTAMADYA KEPALA DARRAH TINGKAT II YOGYAKARTA

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN MAJALENGKA

PERATURAN WALIKOTA SURAKARTA NOMOR : 19-Q TAHUN 2009 TENTANG

BUPATI MANDAILING NATAL

BUPATI TANAH BUMBU PROVINSI KALIMANTAN SELATAN PERATURAN BUPATI TANAH BUMBU NOMOR 6 TAHUN 2015 TENTANG

BUPATI BANTUL DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN BUPATI BANTUL NOMOR 1291 TAHUN 2016 T E N T A N G

WALIKOTA TANGERANG SELATAN

BUPATI PURWOREJO P E R A T U R A N B U P A T I P U R W O R E J O NOMOR 19 TAHUN 2007 T E N T A N G

BAB II GAMBARAN UMUM DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASSET (DPPKA) KABUPATEN ASAHAN

PERATURAN DAERAH PROVINSI SUMATERA SELATAN NOMOR 11 TAHUN 2013

Menimbang: Mengingat:

BUPATI OGAN KOMERING ULU SELATAN PROVINSI SUMATERA SELATAN PERATURAN BUPATI OGAN KOMERING ULU SELATAN NOMOR 25 TAHUN 2017 TENTANG

ERITA DAERAH KABUPATEN MAJALENGKA SISTEM DAN PROSEDUR PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH KABUPATEN MAJALENGKA

KEPUTUSAN BUPATI TASIKMALAYA NOMOR 21 TAHUN 2004 TENTANG URAIAN TUGAS UNIT DINAS PENDAPATAN BUPATI TASIKMALAYA B U P A T I TASIKMALAY A

BUPATI BANYUWANGI SALINAN

RANCANGAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN KUNINGAN NOMOR 29 TAHUN 2013 TENTANG POKOK-POKOK PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN DAERAH KABUPATEN TABANAN NOMOR 1 TAHUN 2010 TENTANG POKOK-POKOK PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PEMERINTAH KABUPATEN KUDUS PERATURAN DAERAH KABUPATEN KUDUS NOMOR 3 TAHUN 2007 TENTANG POKOK-POKOK PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH

Bupati Garut P E R A T U R A N B U P A T I G A R U T NOMOR 382 TAHUN 2008 TENTANG SISTEM DAN PROSEDUR PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH KABUPATEN GARUT

BAB III GAMBARAN UMUM DAN METODE PENELITIAN Gambaran Umum Kantor Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan

PERATURAN DAERAH KABUPATEN PAKPAK BHARAT NOMOR 11 TAHUN 2008 TENTANG POKOK-POKOK PENGELOLAAN DAN PERTANGGUNGJAWABAN KEUANGAN DAERAH

jtä ~Éàt gtá ~ÅtÄtçt

PEMERINTAH KABUPATEN PROBOLINGGO

Transkripsi:

PERATURAN DAERAH KABUPATEN MUSI BANYUASIN NOMOR 21 TAHUN 2007 TENTANG PEMBENTUKAN ORGANISASI BADAN PENGELOLA KEUANGAN DAN ASET DAERAH KABUPATEN MUSI BANYUASIN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI MUSI BANYUASIN, Menimbang : a. bahwa Pasal 1 huruf B Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2002 tentang Perubahan Pertama Atas Peraturan Daerah Nomor 22 Tahun 2000 tentang Pembentukan Organisasi Lembaga Teknis Daerah Kabupaten Musi Banyuasin tidak sesuai lagi dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 26 Tahun 2006 tentang Pedoman Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2007; b. bahwa keberadaan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah sudah merupakan keharusan bagi daerah Kabupaten Musi Banyuasin, agar penyelenggaraan Standar Akuntansi Pemerintah yang dilaksanakan oleh Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah dapat berjalan lancar; c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a dan b di atas, perlu menetapkan Peraturan Daerah Kabupaten Musi Banyuasin tentang Pembentukan Organisasi Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Musi Banyuasin. Mengingat : 1. Undang - Undang Nomor 28 Tahun 1959 tentang Pembentukan Daerah Tingkat II dan Kotapraja di Sumatera Selatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1959 Nomor 73, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 1821); 2. Undang - Undang Nomor 43 Tahun 1999 tentang Perubahan Atas Undang - Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 169, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3890); 3. Undang - Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286); 4. Undang - Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355); 5. Undang - Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang - Undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4389); 6. Undang - Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4400); 7. Undang undang...

2 7. Undang - Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437); 8. Undang - Undang Nomor 33 Tahun 2004 Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438); 9. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 1988 tentang Koordinasi Kegiatan Instansi Pemerintah di Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1988 Nomor 10, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3373); 10. Peraturan Pemerintah Nomor 84 Tahun 2000 tentang Pedoman Organisasi Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 165); 11. Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 49); 12. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140); 13. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 165, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4593); 14. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. Dengan persetujuan bersama DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN MUSI BANYUASIN dan BUPATI MUSI BANYUASIN MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN DAERAH KABUPATEN MUSI BANYUASIN TENTANG PEMBENTUKAN ORGANISASI BADAN PENGELOLA KEUANGAN DAN ASET DAERAH KABUPATEN MUSI BANYUASIN. BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Daerah ini yang dimaksud dengan : 1. Daerah adalah Kabupaten Musi Banyuasin; 2. Pemerintahan Daerah adalah Penyelenggara Urusan Pemerintah oleh Pemerintah daerah dan DPRD menurut azaz otonomi dan tugas pembantuan dengan prinsip otonomi seluas-luasnya dalam sistem dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai mana dimaksud dalam Undang - Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945; 3. Pemerintah.

3 3. Pemerintah Daerah adalah Bupati dan Perangkat Daerah sebagai unsur penyelenggara Pemerintah daerah; 4. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah yang selanjutnya disebut DPRD adalah Lembaga Perwakilan Rakyat Daerah sebagai unsur penyelenggara Pemerintah Daerah; 5. Otonomi Daerah adalah Hak Wewenang dan Kewajiban Daerah Otonom untuk mengatur dan mengurus sesdiri urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat sesuai dengan Peraturan perundang - undang; 6. Daerah Otonom, selanjutnya disebut Daerah adalah kesatuan masyarakat hukum yang mempunyai batas-batas wilayah yang berwenang mengatur dan mengurus urusan pemerintah dan Kepentingan Masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat dalam Ikatan Negara Kesatuan Republik Indonesia; 7. Perangkat Daerah terdiri atas Sekretariat Daerah, Dinas Daerah dan Lembaga Teknis Daerah lainnya sesuai dengan kebutuhan Daerah; 8. Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah adalah Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Musi Banyuasin; 9. Sekretaris Daerah Kabupaten adalah Sekretaris Daerah Kabupaten Musi Banyuasin; 10. UPTB adalah Unit Pelaksana Teknis Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah di Kecamatan; 11. Keuangan daerah adalah semua hak dan kewajiban dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan daerah yang dapat dinilai dengan uang termasuk di dalamnya segala bentuk kekayaan yang berhubungan dengan hak dan kewajiban daerah tersebut; 12. Pengelolaan keuangan daerah adalah keseluruhan kegiatan yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan, pertanggungjawaban dan pengawasan keuangan daerah; 13. Satuan kerja perangkat daerah yang selanjutnya disingkat SKPD adalah perangkat daerah pada pemerintah daerah selaku Pengguna Anggaran/Pengguna Barang; 14. Satuan Kerja Pengelola keuangan Daerah yang selanjutnya disingkat SKPKD adalah perangkat daerah pada pemerintah daerah selaku Pengguna Anggaran/Pengguna Barang, yang juga melaksanakan pengelolaan keuangan daerah; 15. Organisasi adalah unsur pemerintahan daerah yang terdiri dari DPRD, Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah dan Satuan Kerja Perangkat Daerah; 16. Kepala Daerah adalah Gubernur bagi daerah provinsi atau Bupati bagi daerah Kabupaten atau Walikota bagi daerah Kota; 17. Pemegang kekuasaan pengelolaan keuangan daerah adalah Kepala Daerah yang karena jabatannya mempunyai kewenangan menyelenggarakan keseluruhan pengelolaan keuangan daerah; 18. Pejabat pengelola keuangan daerah yang selanjutnya disingkat PPKD adalah Kepala Satuan Kerja Pengelola Keuangan Daerah yang selanjutnya disebut dengan SKPKD yang mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan APBD dan bertindak sebagai Bendahara Umum Daerah; 19. Bendahara..

4 19. Bendahara Umum Daerah yang selanjutnya disingkat BUD adalah PPKD yang bertindak dalam kapasitas sebagai Bendahara Umum Daerah; 20. Pengguna Anggaran adalah pejabat pemegang kewenangan Pengguna Anggaran untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsi SKPD yang dipimpinnya; 21. Pengguna Barang adalah pejabat pemegang Kewenangan pengguna barang milik daerah; 22. Kuasa Bendahara Umum Daerah yang selanjutnya disingkat Kuasa BUD adalah pejabat yang diberi kuasa untuk melaksanakan sebagian tugas BUD; 23. Kuasa Pengguna Anggaran adalah pejabat yang diberi kuasa untuk melaksanakan sebagian kewenangan Pengguna Anggaran dalam melaksanakan sebagian tugas dan fungsi SKPD; 24. Pejabat Penatausahaan Keuangan SKPD yang selanjutnya disingkat PPK SKPD adalah pejabat yang melaksanakan fungsi tatausaha keuangan pada SKPD; 25. Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan yang selanjutnya disingkat PPTK adalah pada unit kerja SKPD yang melaksanakan satu atau beberapa kegiatan dari suatu program sesuai dengan bidang tugasnya; 26. Bendahara Penerimaan adalah pejabat fungsional yang ditunjuk untuk menerima, menyimpan, menyetorkan, menatausahakan, dan mempertanggungjawabkan uang pendapatan daerah dalam rangka pelaksanaan APBD pada SKPD; 27. Bendahara Pengeluaran adalah pejabat fungsional yang ditunjuk menerima, menyimpan, membayarkan, menatausahakan, dan mempertanggungjawabkan uang untuk keperluan belanja daerah dalam rangka pelaksanaan APBD pada SKPD; 28. Entitas pelaporan adalah unit pemerintahan yang terdiri dari atas satu atau lebih entitas akuntansi yang menurut ketentuan Peraturan Perundang Undangan wajib menyampaikan laporan pertanggungjawaban berupa laporan keuangan; 29. Entitas akuntansi adalah unit pemerintahan Pengguna Anggaran/Pengguna Barang dan oleh karenanya wajib menyelenggarakan akuntansi dan menyusun laporan keuangan untuk digabungkan pada entitas pelaporan; 30. Unit kerja adalah bagian dari SKPD yang melaksanakan satu atau beberapa program; 31. Surat Penyediaan Dana yang selanjutnya disingkat SPD adalah dokumen yang menyatakan tersedianya dana untuk melaksanakan kegiatan sebagai dasar penerbitan SPP; 32. Surat Perintah Pencairan Dana yang selanjutnya disingkat SP2D adalah dokumen yang digunakan sebagai dasar pencairan dana yang diterbitkan oleh BUD berdasarkan SPM; 33. Anggaran dan Pendapatan Belanja Daerah yang selanjutnya disingkat APBD adalah rencana keuangan tahunan pemerintah daerah yang dibahas dan disetujui bersama oleh pemerintah daerah dan DPRD dan ditetapkan dengan Peraturan Daerah; 34. Rencana Pembangunan Tahunan Daerah yang selanjutnya disebut Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) adalah Dokumen Perencanaan Daerah untuk periode 1 (satu) tahun; 35. Tim

5 35. Tim Anggaran Pemerintah Daerah yang selanjutnya disingkat (TAPD) adalah Tim yang dibentuk dengan Keputusan Kepala Daerah dan dipimpin oleh Sekretaris Daerah yang mempunyai tugas menyiapkan serta melaksanakan kebijakan Kepala Daerah dalam rangka penyusunan APBD yang anggotanya terdiri dari Pejabat Perencana Daerah, PPKD dan pejabat lainnya sesuai dengan kebutuhan; 36. Kebijakan umum APBD yang selanjutnya disingkat KUA adalah dokumen yang membuat kebijakan bidang pendapatan, belanja dan pembiayaan serta asumsi yang mendasari untuk periode 1 (satu) tahun; 37. Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara yang selanjutnya disingkat PPAS adalah Rancangan Program Prioritas dan Patokan batas maksimal anggaran yang diberikan kepada SKPD untuk setiap program sebagai acuan dalam penyusunan RKA-SKPD sebelum disepakati dengan DPRD; 38. Prioritas dan Plafon Anggaran yang selanjutnya disingkat PPA adalah Program prioritas dan patokan batas maksimal anggaran yang diberikan kepada SKPD untuk setiap program sebagai acuan dalam penyusunan RKA-SKPD setelah disepakati dengan DPRD; 39. Rencana Kerja dan Anggaran SKPD yang selanjutnya disingkat RKA- SKPD adalah Dokumen perencanaan dan penganggaran yang berisi rencana pendapatan, rencana belanja program dan kegiatan SKPD serta rencana pembiayaan sebagai dasar penyusunan APBD; 40. Dokumen Pelaksanaan Anggaran SKPD yang selanjutnya disingkat DPA-SKPD adalah Dokumen yang memuat pendapatan, belanja dan pembiayaan yang digunakan sebagai dasar pelaksanaan anggaran oleh Pengguna Anggaran; 41. Dokumen Pelaksanaan Perubahan Anggaran SKPD yang selanjutnya disingkat DPPA-SKPD adalah Dokumen yang memuat perubahan pendapatan, belanja dan pembiayaan yang digunakan sebagai dasar pelaksanaan perubahan anggaran oleh Pengguna Anggaran. B A B II KEDUDUKAN, TUGAS POKOK DAN FUNGSI Pasal 2 (1) Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah adalah Unsur Pelaksana Pemerintah Daerah di bidang Pengelola Keuangan dan Aset Daerah sesuai dengan kewenangan Pemerintah Kabupaten serta Peraturan Perundang - undangan yang berlaku; (2) Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah dipimpin oleh seorang Kepala Badan yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah. Pasal 3 Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah, mempunyai tugas : 1. Membantu Bupati dalam menentukan kebijaksanaan dibidang Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah yang meliputi Penerimaan dan Pengeluaran Kas Daerah serta segala bentuk kekayaan daerah lainnya, dan penilaian atas pelaksanaannya; 2. Melaksanakan

6 2. Melaksanakan dan mengkoordinasikan penyusunan program, perubahan dan perhitungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah serta membina Administrasi Keuangan; 3. Melaksanakan Evaluasi dan penelitian terhadap potensi daerah yang dapat dijadikan sebagai Sumber Pendapatan Daerah; 4. Melaksanakan sebagian urusan rumah tangga daerah dibidang Pendapatan Daerah; 5. Melaksanakan tugas - tugas yang diberikan oleh Bupati. Pasal 4 Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana tersebut pada pasal 3 Peraturan Daerah ini, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah, mempunyai tugas : a. Melakukan perumusan kebijakan teknis, pemberian bimbingan dan pembinaan, koordinasi teknis dan tugas - tugas lain yang diserahkan oleh Bupati Kepala Daerah kepadanya sesuai dengan Peraturan Perundang - Undangan yang berlaku; b. Melakukan pendaftaran dan pendataan Wajib Pajak Daerah dan Wajib Retribusi Daerah; c. Membantu melakukan pekerjaan pendataan Objek dan Subjek Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Pajak/Direktorat Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dalam menyampaikan dan menerima kembali Surat Pemberitahuan Objek Pajak (SPOP) dari Wajib Pajak; d. Melakukan penetapan besarnya Pajak Daerah dan Retribusi Daerah; e. Membantu melakukan penyampaian Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT), Surat Ketetapan Pajak (SKP), Surat Tagihan Pajak (STP), dan Sarana Administrasi Pajak bumi dan Bangunan (PBB) lainnya, yang diterbitkan oleh Direktorat Jendaral Pajak, kepada Wajib Pajak serta membantu melakukan penyampaian daftar himpunan pokok pembayaran pajak bumi dan bangunan (PBB) yang ada dibawah pengawasannya; f. Melakukan pembukuan dan pelaporan atas pemungutan dan penyetoran Pajak Daerah, Retribusi Daerah serta Pendapatan Daerah lainnya; g. Melakukan koordinasi dan pengawasan terhadap penagihan Pajak Daerah, Retribusi Daerah dan Penerimaan Asli Daerah lainnya; h. Melakukan tugas perencanaan dan pengendalian operasi dibidang Pendapatan, Penetapan dan Penagihan Pajak Daerah, Retribusi Daerah, Penerimaan Asli Daerah dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB); i. Melakukan penyuluhan Pajak Daerah, Retribusi Daerah dan Pendapatan daerah lainnya serta Pajak Bumi dan Bangunan; j. Melakukan Urusan Tata Usaha; k. Mengumpulkan Bahan Penyusunan, Perubahan dan Perhitungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah; l. Mengelola Administrasi Keuangan Daerah dan Dinas Daerah Kabupaten; m. Menguji kebenaran penagihan dan penerbitan SPD dan SP2D dan membina perbendaharaan; n. Mengumpulkan.

7 n. Mengumpulkan Bahan Penyusunan Pedoman dan Petunjuk Teknis Pembinaan Administrasi Keuangan dan Dinas Daerah; o. Mengumpulkan bahan untuk mengevaluasi dan meneliti kemungkinan potensi daerah yang dapat dijadikan Sumber Penerimaan Daerah; p. Mengumpulkan bahan penyusunan kebijaksanaan pengembangan potensi daerah yang dapat dijadikan sebagai Sumber Penerimaan Dearah; q. Mensosialisasikan semua Undang-Undang, Peraturan Daerah yang berkenaan dengan kebijaksaan pengelolaan keuangan daerah dalam peningkatan penerimaan daerah; r. Mengurus semua Aset Daerah dan memproses pemakaiannya/pemanfaatan. BAB III SUSUNAN ORGANISASI Pasal 5 (1) Susunan Organisasi Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah terdiri dari : a. Kepala Badan ; b. Sekretaris : 1. Sub Bagian Tata Usaha dan Rumah Tangga; 2. Sub Bagian Kepegawaian; 3. Sub Bagian Keuangan. c. Bidang Pendapatan : 1. Sub Bidang Pendataan dan Pendaftaran; 2. Sub Bidang Penetapan; 3. Sub Bidang Penagihan. d. Bidang Anggaran : 1. Sub Bidang Anggaran I ; 2. Sub Bidang Anggaran II ; 3. Sub Bidang Anggaran III. e. Bidang Perbendaharaan ; 1. Sub Bidang Penatausahaan dan Penerimaan Kas Daerah; 2. Sub Bidang Pengeluaran Kas Daerah; 3. Sub Bidang Pelaporan. f. Bidang Bidang Akuntansi, Investasi dan Aset Daerah : 1. Sub Bidang Pembukuan Penerimaan dan Pengeluaran; 2. Sub Bidang Pengelolaan Investasi Daerah; 3. Sub Bidang Pengelolaan Barang Milik Daerah. g. Unit Pelaksana Teknis Badan (UPTB). (2). Bagan Struktur Organisasi Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Musi Banyuasin adalah sebagaimana terlampir dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini. BAB IV.

8 BAB IV TATA KERJA Pasal 6 Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah, mempunyai tugas: a. Membantu Bupati dalam menentukan kebijaksanaan dibidang Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah dan penilaian atas pelaksananya; b. Melaksanakan dan mengkoordinasikan penyusunan program, perubahan dan perhitungan Anggaran Pendapat dan Belanja Daerah serta membina Administrasi Keuangan; c. Melaksanakan Evaluasi dan penelitian terhadap potensi daerah yang dapat dijadikan sebagai sumber pendapat daerah; d. Melaksanakan sebagian urusan rumah tangga daerah dibidang pendapatan daerah; e. Melaksanakan penempatan keuangan daerah dan mengelola/menatausahakan investasi; f. Menyiapkan pelaksanaan pinjaman dan pemberian jaminan atas nama Pemerintah Daerah; g. Melakukan pengelolaan utang dan piutang daerah; h. Melakukan penagihan piutang daerah; i. Melaksanakan sistem akuntansi dan pelaporan keuangan daerah; j. Menyajikan informasi keuangan daerah; k. Melaksanakan kebijakan dan pedoman pengelolaan serta penghapusan barang milik daerah; l. Melaksanakan tugas-tugas yang diserahkan oleh Bupati. Pasal 7 Sekretaris, mempunyai tugas memberikan pelayanan administratif kepada seluruh organisasi dalam lingkungan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah. Pasal 8 (1) Sub Bagian Tata Usaha dan Rumah Tangga, mempunyai tugas melaksanakan urusan surat menyurat, kearsipan rumah tangga, dan perjalanan dinas serta mengelola barang milik daerah yang ada di lingkungan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah; (2) Sub Bagian Kepegawaian, mempunyai tugas pengelolaan kepegawaian pada lingkungan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah; (3) Sub Bagian Keuangan, mempunyai tugas selaku PPK SKPD pengelolaan keuangan pada lingkungan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah. Pasal 9..

9 Pasal 9 Bidang Pendapatan, mempunyai tugas melakukan pendaftaran, pendataan, penetapan dan penagihan yang berhubungan dengan pajak dan retribusi daerah serta penerimaan dana bagi hasil baik pusat maupun provinsi. Pasal 10 (1) Sub Bidang Pendaftaran dan Pendataan, mempunyai tugas : a. Mendistribusikan dan menerima kembali formulir pendaftaran yang telah diisi oleh Wajib Pajak Daerah dan wajib Retribusi daerah, membuat laporan formulir pendaftaran Wajib Pajak daerah dan Wajib Retribusi Daerah yang belum diterima kembali mencatat nama, dan alamat calon Wajib Pajak Daerah dan Retribusi Daerah ke dalam buku pendaftaran Wajib Pajak dan Wajib Retribusi Daerah, menetapkan Nomor Pokok Wajib Daerah (NPWPD), dan Nomor Pokok Wajib Retribusi Daerah (NPWRD); b. Menghimpun mengelola dan mencatat Objek dan Subjek Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, melakukan pemeriksaan lapangan/lokasi dan melaporkan hasilnya serta membuat daftar mengenai formulir Surat Pemberitahuan (SPT) yang belum diterima kembali; c. Membuat, menyusun dan memelihara Daftar Induk Wajib Pajak Daerah dan Retribusi daerah, memberikan kartu pengenal Nomor Pajak Wajib Pajak Daerah (NPWPD), menyimpan arsip Surat Perpajakan dan Retribusi Daerah yang berkaitan dengan Pendaftaran dan pendataan, membantu melakukan penyampaian surat Pemberitahuan Objek Pajak (SPOP) Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) kepada para Wajib Pajak serta menerima kembali isian Surat Pemberitahuan Objek Pajak (SPOP) Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dari para Wajib pajak yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Pajak. (2) Sub Bidang Penetapan, mempunyai tugas : a. Melaksanakan Perhitungan Penetapan secara Jabatan dan Penetapan Pajak tambahan Retribusi Daerah; b. Penerbitan Surat Ketetapan pajak Daerah (SKPD), Surat Ketetapan Retribusi Daerah (SKRD), Surat Perjanjian Angsuran dan menyiapkan Surat Perpajakan dan Retribusi Daerah serta membantu Direktorat Jenderal Pajak dalam melakukan penyampaian dan penyimpanan arsip Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang Pajak Bumi dan Bangunan (SPPT PBB), serta Dokumen Pajak Bumi lainnya; c. Menerima Surat Permohonan Angsuran, menyiapkan Surat Perjanjian Angsuran dan Surat Penolakan Angsuran Pemungutan/Pembayaran/Penyetoran/Pajak daerah dan Retribusi Daerah. (3) Sub Bidang Penagihan, mempunyai tugas : a. Menyiapkan dan Distribusikan Surat Menyurat dan Dokumentasi yang berhubungan dengan penagihan; b. Menerima..

10 b. Menerima dan melayani Surat Keberatan dan Surat Permohonan Banding atas Materi Ketetapan Pajak daerah dan Retribusi Daerah, menyiapkan keputusan menerima atau menolak keberatan, dan meneruskan penyelesaian permohonan banding ke Majelis Pertimbangan Pajak; c. Pengelolaan penerimaan sumber lain - lain mempunyai tugas mengumpulkan dan mengelola data dan sumber - sumber penerimaan lainnya diluar Pajak daerah dan Retribusi Daerah sesuai dengan Peraturan Perundangan yang berlaku. Pasal 11 (1) Bidang Anggaran, mempunyai tugas : a. Menyusun Rancangan APBD dan Rancangan Perubahan APBD; b. Mengesahkan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) SKPD/ DPPA SKPD; c. Menyusun Rancangan Peraturan Bupati tentang Pelaksanaan APBD; d. Mengkoordinasikan dan membina ketatausahaan anggaran APBD; e. Bertanggungjawab kepada Kepala BPKAD selaku PPKD dan BUD; f. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diserahkan atasan; g. Menyusun harga satuan umum sebagai pedoman penyusunan APBD; h. Melakukan revisi, perubahan anggaran SKPD; i. Melaksanakan fungsi kontrol penggunaan harga satuan pada RKA dan DPA. (2) Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud pasal 11 ini, Bidang Anggaran mempunyai fungsi : a. Menyusun Rancangan APBD dan Rancangan Perubahan APBD b. Mengesahkan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) SKPD/ DPPA SKPD. Pasal 12 (1) Sub Bidang Anggaran I, mempunyai tugas : a. Menyusun Rancangan APBD dam Rancangan Perubahan APBD b. Mengesahkan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) SKPD / DPPA SKPD ; c. Melakukan Revisi Perubahan Anggaran SKPD; d. Adapun SKPD yang menjadi tugas dan tanggungjawab Sub Bidang Anggaran I, akan ditetapkan lebih lanjut oleh Bupati. (2) Sub Bidang Anggaran II, mempunyai tugas : a. Menyusun Rancangan APBD dam Rancangan Perubahan APBD b. Mengesahkan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) SKPD / DPPA SKPD ; c. Melakukan Revisi Perubahan Anggaran SKPD; d. Adapun

11 d. Adapun SKPD yang menjadi tugas dan tanggungjawab Sub Bidang Anggaran II, akan ditetapkan lebih lanjut oleh Bupati. (3) Sub Bidang Anggaran III, mempunyai tugas : a. Menyusun Rancangan APBD dam Rancangan Perubahan APBD b. Mengesahkan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) SKPD / DPPA SKPD ; c. Melakukan Revisi Perubahan Anggaran SKPD; d. Adapun SKPD yang menjadi tugas dan tanggungjawab Sub Bidang Anggaran III, akan ditetapkan lebih lanjut oleh Bupati. Pasal 13 (1) Bidang Perbendaharaan, mempunyai tugas : a. Mengkoordinasikan, mengarahkan dan membina penyelenggaraan penatausahaan keuangan daerah; b. Menyiapkan SPD (Surat Penyediaan Dana), menyiapkan SP2D (Surat Perintah Pencairan Dana); c. Memeriksa dan meneliti berkas SPM (Surat Perintah Membayar) beserta kelengkapannya yang disampaikan oleh SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) serta membina penatausahaan keuangan SKPD; d. Menerima, menyimpan dan membayar uang daerah sebagai fungsi kas daerah; e. Menyiapkan anggaran kas, Menyusun Laporan Arus Kas serta memantau pelaksanaan APBD; f. Melaksanakan tugas-tugas lainnya selaku kuasa BUD; g. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diserahkan oleh Kepala BPKD kepadanya h. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas kepada Kepala BPKD secara periodik. (2) Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud pasal 13 ini, Bidang Perbendaharaan mempunyai fungsi : a. Mengkoordinasikan serta membina ketatausahaan keuangan daerah, baik dari sisi penerimaan kas, pengeluaran kas maupun pembiayaan daerah; b. Menguji kebenaran penagihan SPM dari setiap SKPD, menyiapkan SPD dan SP2D serta menyiapkan anggaran kas; c. Menunjuk bank operasional untuk melakukan penerimaan dan pembayaran kas sebagai salah satu fungsi kas daerah; d. Memantau pelaksanaan penerimaan dan pengeluaran APBD oleh Bank dan /atau lembaga keuangan lainnya yang ditunjuk; e. Mengusahakan dan mengatur dana yang diperlukan dalam pelaksanaan APBD; f. Melaksanakan penempatan uang daerah dan mengelola/menatausahakan investasi daerah; g. Melakukan.

12 g. Melakukan pembayaran berdasarkan permintaan pejabat pengguna anggaran atas beban rekening kas umum daerah; h. Melaksanakan pemberian pinjaman atas nama pemerintah daerah; i. Melakukan pengelolaan utang dan piutang daerah serta melakukan penagihan piutang daerah; j. Menyimpan seluruh bukti asli kepemilikan kekayaan daerah; k. Melaksanakan fungsi selaku kuasa BUD. Pasal 14 (1) Sub Bidang Penatausahaan dan Penerimaan Kas Daerah, mempunyai tugas : a. Menerima dan menyimpan uang daerah; b. Membina ketatausahaan keuangan daerah dari sisi penerimaan kas; c. Menatausahakan permintaan penerbitan SPD dan SP2D melalui register penerimaan dan pengeluaran SPD dan SP2D; d. Melaksanakan tugas tugas yang diserahkan atasan. (2) Sub Bidang Pengeluaran Kas Daerah, mempunyai tugas : a. Menguji kebenaran penagihan SPM beserta lampirannya dari Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran, menyiapkan SPD dan SP2D; b. Melakukan pembayaran berdasarkan permintaan pejabat Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran atas beban rekening Kas Umum Daerah, melalui bank operasional yang ditunjuk; c. Mengusahakan dan mengatur dana yang diperlukan dalam pelaksanaan APBD; d. Melaksanakan penempatan uang daerah dan mengelola/menatausahakan investasi daerah; e. Melaksanakan pemberian pinjaman atas nama pemerintah daerah; f. Melakukan pengelolaan utang dan piutang daerah serta melakukan penagihan piutang daerah; g. Melaksanakan tugas tugas yang diserahkan atasan. (3) Sub Bidang Pelaporan, mempunyai tugas : a. Menyiapkan anggaran kas; b. Menyusun laporan arus kas; c. Memantau pelaksanaan penerimaan dan pengeluaran APBD oleh bank dan /atau lembaga keuangan lainnya yang ditunjuk; d. Menyimpan seluruh bukti asli kepemilikan kekayaan daerah; e. Menatausahakan / melaksanakan penomoran SPD dan SP2D; f. Melaksanakan tugas tugas yang diserahkan atasan. Pasal 15 (1) Bidang Akuntansi, Investasi dan Aset Daerah, mempunyai tugas : a. Mengkoordinasikan.

13 a. Mengkoordinasikan, mengarahkan dan membina penyelenggaraan pencatatan/pembukuan dan pelaporan target/ketetapan, realisasi penerimaan dan pengeluaran APBD. b. Melaksanakan pencatatan akuntansi atas semua transaksi APBD, menyusun Laporan Keuangan Pemerintah Daerah serta menyusun Laporan Semester. c. Mengkoordinasikan, mengarahkan dan membina penyelenggaraan inventarisasi/pengolahan data barang barang milik daerah/aset daerah sebagai bahan informasi untuk menyusun neraca barang milik daerah; d. Mengkoordinasikan, mengarahkan dan membina serta mengelola Investasi Daerah; e. Melaksanakan tugas tugas lain yang dserahkan oleh Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah kepadanya; f. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas kepada Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah. (2) Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) pasal 15 ini, Bidang Akuntansi, Investasi dan Aset Daerah mempunyai fungsi : a. Melaksanakan pencatatan akuntansi atas semua transaksi APBD, menyusun Laporan Keuangan Pemerintah Daerah serta menyusun Laporan Semesteran; b. Melaksanakan pencatatan barang milik daerah (aset daerah) melalui proses akuntansi sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintah, serta membuat Neraca Daerah sebagai bagian dari Laporan Keuangan Pemerintah Daerah; c. Melakukan pencatatan dan pengelolaan investasi daerah. Pasal 16 (1) Sub Bidang Pembukuan Penerimaan dan Pengeluaran mempunyai tugas: a. Melakukan pencatatan akuntansi terhadap semua transaksi APBD, baik penerimaan, pengeluaran dan pembiayaan secara struktural dan sistematis sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintah; b. Mengidentifikasi, mencatat/membukukan Surat Ketetapan Pajak/Retribusi Daerah serta bagai hasil pajak yang diterima dari Sub Bidang Penetapan; c. Mengidentifikasi, mencatat/membukukan realisasi dan tunggakan Penerimaan Daerah dalam Kartu Wajib Pajak/ /Retribusi Daerah termasuk dana yang bersumber dari bagi hasil pajak secara periodik; d. Menyusun Laporan Keuangan dan Membuat Laporan Semesteran; e. Mengarsipkan seluruh dokumen yang telah dicatat/dibukukan dengan memberi nomor file. (2) Sub Bidang Pengelolaan Investasi Daerah, mempunyai tugas : a. Mencatat,membukukan dan mengelola investasi daerah melalui APBD baik kepada lembaga BUMD, swasta, koperasi atau masyarakat secara sistematis dan periodik; b. Mengevaluasi

14 b. Mengevaluasi faktor internal dan eksternal pengembangan investasi di daerah melalui Rekening Dana Investasi (RDI), Investasi dari luar; c. Menganalisa faktor faktor strategis eksternal (Peluang dan Ancaman) dan faktor faktor stategis internal (Kekuatan dan Kelemahan) pengelolaan investasi daerah; d. Merumuskan strategi peningkatan investasi daerah. (3) Sub Bidang Akuntansi Barang Milik Daerah, mempunyai tugas : a. Menghimpun, mengidentifikasikan data data nominal barang barang milik daerah / kekayaan daerah sebagai bahan informasi pencatatan Pemerintah Daerah sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintah; b. Mencatat dan membukukan segenap tindakan pengurusan administrasi yang mengakibatkan bertambahnya dan atau berkurangnya kekayaan / barang milik daerah setiap tahun anggaran dengan berpedoman pada Standar Akuntansi Pemerintah; c. Melakukan pengukuran, penganalisaan, penyiapan, penginterpretasian serta menyusun neraca barang / kekayaan daerah secara kronologis, sistematis, akuntabel dan periodik. Pasal 17 Unit Pelaksana Teknis Daerah Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah di Kecamatan, mempunyai tugas : 1. Menggali dan mendata setiap adanya objek pajak yang baru baik PBB maupun PAD : a. Melaporkan ke Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah dan Aset Daerah, Data Objek dan Pajak Daerah; b. Melaporkan ke Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah, Data Objek, dan Pajak PBB yang selanjutnya diteruskan ke KP.PBB Palembang. 2. Sebagai Koordinator Penyampaian SPPT PBB : a. Bersama - sama dengan camat setempat menerima SPPT PBB dari Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah; b. Membuat Berita Acara serah terima SPPT PBB antara Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah dengan Camat dan UPTB; c. Menyerahkan SPPT PBB ke Kades/Lurah di wilayah Kecamatan masing masing; d. Membuat Berita Acara serah terima SPPT PBB antara Camat, UPTD dengan Kades/Lurah; e. Memonitor pelaksanaan penyampaian SPPT PBB oleh Kades/Lurah Kepada Wajib Pajak; f. Menerima kembali potongan SPPT PBB yang sudah ditanda tangani Wajib Pajak dari Kades/Lurah di wilayah Kecamatan masingmasing; g. Melaporkan dan mengembalikan potongan SPPT PBB tersebut ke Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah yang selanjutnya akan disampaikan ke KP. PBB Palembang; h. Meneruskan...

15 h. Meneruskan usul keberatan dari Wajib Pajak ke Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah atau langsung ke KP. PBB Palembang. 3. Sebagai Koordinator pemungutan PBB dan PAD : a. Meminta Laporan realisasi penerimaan dari Kades/Lurah di wilayah Kecamatan masing masing; b. Melakukan penagihan PBB dan PAD sesuai dengan SKPD yang telah ditetapkan; c. Menyetorkan hasil penerimaan ke Bank yang ditunjuk atau melalui bendaharawan khusus penerima Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah; d. Membuat laporan realisasi penerimaan PBB dan PAD dengan dilampiri bukti setor yang telah dilegalisir Bank, disampaikan ke Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Cq. Bidang Pembukuan dan Pelaporan. e. Melakukan Inventarisasi semua aset daerah yang berada di kecamatan masing-masing dan menyampaikannya kepada Kepala Badan; f. Melakukan pengeluaran di lapangan mengenai keberadaan aset tersebut; g. Membuat laporan berkala kepada Kepala Badan melalui Camat. BAB IV ESELONERING Pasal 18 Eselonering pada Lembaga Teknis Daerah yang berbentuk Badan adalah sebagai berikut : a. Kepala Badan adalah Jabatan Eselon II/b ; b. Kepala Sekretariat / Sekretaris adalah Jabatan Eselon III/a ; c. Kepala Bidang adalah Jabatan Eselon III/a ; d. Kepala Sub Bagian adalah Jabatan Eselon IV/a ; e. Kepala Sub Bidang adalah Jabatan Eselon IV/a ; f. Kepala Unit Pelaksana Teknis Badan adalah Jabatan Eselon IV/a. BAB V KETENTUAN PERALIHAN Pasal 19 Dengan berlakunya Peraturan Daerah ini, maka Pasal 1 huruf B Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2002 tentang Perubahan Pertama Atas Peraturan Daerah Nomor 22 Tahun 2000 tentang Pembentukan Organisasi Lembaga Teknis Daerah Kabupaten Musi Banyuasin dinyatakan tidak berlaku lagi. BAB VI.

16 BAB VI KETENTUAN PENUTUP Pasal 20 Peraturan Daerah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan Pengundangan Peraturan Daerah ini dengan penempatannya dalam Lembaran Daerah Kabupaten Musi Banyuasin. Ditetapkan di Sekayu pada tanggal 24 April 2007 BUPATI MUSI BANYUASIN, Diundangkan di Sekayu pada tanggal 24 April 2007 H. ALEX NOERDIN SEKRETARIS DAERAH KABUPATEN MUSI BANYUASIN, YUSRI EFFENDY LEMBARAN DAERAH KABUPATEN MUSI BANYUASIN TAHUN 2007 NOMOR 21

BAGAN STRUKTUR ORGANISASI BADAN PENGELOLA KEUANGAN DAN ASET DAERAH KABUPATEN MUSI BANYUASIN KEPALA BADAN Lampiran : Peraturan Daerah Kabupaten Musi Banyuasin Nomor : 21 Tahun 2007 Tanggal : 24 April 2007 SEKRETARIS Sub Bagian Tata Usaha dan Rumah Tangga Sub Bagian Kepegawaian Sub Bagian Keuangan BIDANG PENDAPATAN BIDANG ANGGARAN BIDANG PERBENDAHARAAN BIDANG AKUNTASI, INVESTASI DAN ASET DAERAH Sub Bidang Pendaftaran dan Pendataan Sub Bidang Anggaran I. Sub Bidang Penatausahaan dan Penerimaan Kas Daerah Sub Bidang Pembukuan Penerimaan dan Pengeluaran Sub Bidang Penetapan Sub Bidang Anggaran II Sub Bidang Pengeluaran Kas Daerah Sub Bidang Pengelolaan Investasi Daerah Sub Bidang Penagihan Sub Bidang Anggaran III Sub Bidang Pelaporan Sub Bidang Pengelolaan Barang Milik Daerah Pejabat Fungsional Unit Pelaksana Teknis (UPTB) BUPATI MUSI BANYUASIN, H. ALEX NOERDIN