Menurut Permenkes nomor 75 tahun

dokumen-dokumen yang mirip
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Di dalam membahas pengertian rekam medis terlebih dahulu akan

TINJAUAN PELAKSANAAN SISTEM PENGELOLAAN DOKUMEN REKAM MEDIS DI FILLING PUSKESMAS GUNUNGPATI SEMARANG. Rizqi Amalia *), Arif Kurniadi**)

TINJAUAN PELAKSANAAN PENYIMPANAN DAN PENJAJARAN DOKUMEN REKAM MEDIS DI RUANG FILING RSUD dr. MOEWARDI ABSTRAK

BAB I PENDAHULUAN. pelayanan kesehatan yang dapat membantu mewujudkan derajat. kesehatan yang optimal, hal itu di karenakan puskesmas mempunyai dua

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. mengapa dan bagaimana pelayanan yang diberikan kepada pasien selama

TINJAUAN PELAKSANAAN SISTEM PENJAJARAN DOKUMEN REKAM MEDIS DI BAGIAN FILING RSUD KABUPATEN SUKOHARJO TAHUN 2013

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 1. Menurut Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) No.269 tahun

BAB I PENDAHULUAN. penting yang tidak dapat dipisahkan dalam pelaksanaan pelayanan kesehatan.

Tinjauan Tata Kelola Sistem Filing Rekam Medis Rawat Jalan di RSUD Datu Sanggul Rantau Tahun 2011

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia memiliki derajat kesehatan yang optimal, adil dan. berkesinambungan diseluruh wilayah Republik Indonesia.

TINJAUAN PELAYANAN REKAM MEDIS BAGIAN FILING DI PUSKESMAS BEJEN KABUPATEN TEMANGGUNG TAHUN 2014 EVI MARLINA

PELAYANAN DI RUANG REKAM MEDIK

BAB IV HASIL PENELITIAN. rawat jalan dan rawat inap untuk umum.ditinjau dari letaknya Puskesmas

JENIS FORMULIR REKAM MEDIS

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No 75 Tahun 2014 tentang Puskesmas, Puskesmas adalah

TINJAUAN FAKTOR PENYEBAB WAKTU TUNGGU PELAYANAN PENDAFTARAN PASIEN UMUM RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH SRAGEN

TinJauan PenGelOlaan rekam medis BaYi Baru lahir di rumah sakit umum daerah kabupaten karanganyar

TINJAUAN PENDISTRIBUSIAN DOKUMEN REKAM MEDISRAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. SOEROTO NGAWI TAHUN 2009

TINJAUAN KEBUTUHAN RAK FILE DOKUMEN REKAM MEDIS (DRM) RAWAT INAP DI RSUD DR. H. SOEWONDO KENDAL TAHUN 2016

TINJAUAN PROSEDUR PENYIMPANAN BERKAS REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT JIWA PROVINSI SUMATERA UTARA MEDAN TAHUN 2015 PARMEN ABSTRAK

TINJAUAN SISTEM PELAYANAN REKAM MEDIS DI TEMPAT PENDAFTARAN PASIEN PUSKESMAS KARANGAYU SEMARANG TAHUN 2014

TINJAUAN PENGGUNAAN SISTEM PENJAJARAN DRM DENGAN METODE SNF (STRAIGHT NUMERICAL FILLING) DI FILLING RUMAH SAKIT ISLAM MUHAMMADIYAH KENDAL

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

ABSTRAK TINJAUAN TATALAKSANA REKAM MEDIS RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT KEPOLISIAN PUSAT RADEN SAID SUKANTO DI JAKARTA TAHUN 2010

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. pelayanan lain yang telah diberikan pada pasien. (3) peningkatan pelayanan kesehatan di rumah sakit. (4)

MODUL PRAKTIKUM 2 MANAJEMEN REKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN II (IRM 216)

GLOBAL HEALTH SCIENCE, Volume 2 Issue 2, Juni 2017 ISSN

ANALISIS PELAKSANAAN RETENSI DAN PENYIMPANAN DOKUMEN REKAM MEDIS INAKTIF FILING RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT BHAYANGKARA SEMARANG TAHUN 2016

BAB I PENDAHULUAN. melaksanakan fungsi profesional baik di bidang teknik medis maupun. dilaksanakan surat persetujuan tindakan kedokteran.

BAB I PENDAHULUAN. sakit memegang peranan penting terhadap meningkatnya derajat kesehatan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

pendidikan dan penelitian yang erat hubungannya dengan kehidupan menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang

Progdi DIII RMIK F Kes. Udinus Semarang

Analisis Kelengkapan Pengisian Resume Medis Rawat Inap Periode April di Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin Tahun 2011

BAB I PENDAHULUAN. derajat kesehatan masayrakat setinggi-tingginya diwilayah kerjanya.

DASAR HUKUM PENYELENGGARAAN REKAM MEDIS

BAB I PENDAHULUAN. pelaksanaan pemberian pelayanan kepada pasien di rumah sakit. Dalam

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Teori 1. Rekam medis a. Pengertian rekam medis Menurut permenkes No.269/MENKES/PER/III/2008 rekam medis adalah

PERBANDINGAN KELENGKAPAN PENGISIAN REKAM MEDIS ANTARA DOKTER UMUM DAN DOKTER SPESIALIS JURNAL PENELITIAN MEDIA MEDIKA MUDA

Evaluasi Pengelolaan Filing Dalam Rangka Meningkatkan Mutu Pelayanan di Rumah Sakit Islam Kendal Tahun 2016

ANALISIS PENGELOLAAN DATA REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT ANGKATAN UDARA (RSAU) LANUD ISWAHYUDI ARTIKEL PUBLIKASI ILMIAH

TINJAUAN ALUR PROSEDUR PELAYANAN PASIEN RAWAT JALAN PESERTA JAMKESMAS DI RSUD KABUPATEN KARANGANYAR

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Rumah sakit merupakan institusi pelayanan yang sangat komplek, padat

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. a. Undang-Undang No. 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit

TINJAUAN PENGGUNAAN DOKUMEN REKAM MEDIS DI BAGIAN FILING RUMAH SAKIT JIWA DAERAH SURAKARTA TAHUN 2008

PROSEDUR PENERIMAAN PASIEN RAWAT JALAN. Nomor Dokumen SOP-RM-001 Nomor Revisi 004 Halaman 1 s/d 2 PROSEDUR TETAP. Tanggal Terbit : 1 Desember 2012

BAB I PENDAHULUAN. menemukan dan menggunakan teknologi untuk mengeksploatasi alam dalam. manusia dengan ruang dan waktunya (Kusumadewi, 2009).

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia Nomor : 240/MENKES/PER/III/2010 merupakan intitusi. rawat jalan pasien lama dan gawat darurat.

PERANCANGAN SISTEM INFORMASI REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ACEH SINGKIL Linda Handayani Adnur 1, Erna Mutiara 2, Ria Masniari Lubis 2,

BAB I PENDAHULUAN. Rumah sakit adalah suatu organisasi yang melalui tenaga medis. profesional yang terorganisir serta sarana kedokteran yang permanen

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB III METODE PENELITIAN

FORM CHECKLIST KELENGKAPAN REKAM MEDIS RS. SIAGA RAYA- JAKARTA SELATAN

EVALUASI PENGELOLAAN FILING REKAM MEDIS RAWAT JALAN UNTUK PENCEGAHAN MISSFILE DI RSUD MAJENANG KABUPATEN CILACAP TAHUN 2016

ANALISIS KEBUTUHAN TENAGA ASSEMBLING REKAM MEDIS RAWAT INAP DI RSUD DR.ADJIDARMO KABUPATEN LEBAK TAHUN 2016

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. yang telah diberikan kepada pasien. Catatan merupakan tulisan tulisan

MANAJEMEN REKAM MEDIS DALAM STANDAR AKREDITASI VERSI 2012

EFISIENSI DAN EFEKTIFITAS PENGGUNAAN FOLDER REKAM MEDIS DI PELAYANAN RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT GRIYA WALUYA KABUPATEN PONOROGO

TINJAUAN PELAKSANAAN SISTEM PENJAJARAN DOKUMEN REKAM MEDIS DI RUANG FILLING RUMAH SAKIT UMUM DAERAH dr. R. SOEDJATI SOEMODIHARJO KABUPATEN GROBOGAN

PERATURAN YANG TERKAIT DENGAN RM

ANALISIS LAMA WAKTU TUNGGU PELAYANAN REKAM MEDIS PASIEN RAWAT JALAN PESERTA BPJS DI RSPAU dr. S. HARDJOLUKITO YOGYAKARTA Ir. Ganis Wirawan, M.

BAB I PENDAHULUAN. Definisi sarana pelayanan kesehatan menurut Permenkes Nomor. 269/Menkes/Per/III/2008 adalah tempat penyelenggaraan upaya pelayanan

PENGARUH SIKAP PETUGAS REKAM MEDIS TERHADAP KELENGKAPAN PENGISIAN FORMULIR PEMERIKSAAN PASIEN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT UMUM HERNA MEDAN TAHUN 2015

Pelaksanaan Sistem Penyimpanan Rekam Medis Family Folder di. Puskesmas Bayan Lombok Utara.

ANALISIS PELAKSANAAN PENDAFTARAN RAWAT JALANPASIEN UMUM GUNA MENUNJANG TERTIB ADMINISTRASI REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT TK. II

KAJIAN TENTANG PENYELENGGARAAN SISTEM REKAM MEDIS DI RSUD KABUPATEN KEPULAUAN TALAUD

BAB I PENDAHULUAN. Puskesmas merupakan salah satu ujung tombak dalam hal. kesehatan yang dapat membantu mewujudkan derajat kesehatan yang

penyimpanan, (c) mudah pengambilannya, (d) melindungi berkas rekam medis dari bahaya pencurian, bahaya kerusakan fisik, kimiawi dan biologi.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan. dengan standar pelayanan rumah sakit.

BAB I PENDAHULUAN. Rumah Sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang. menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat.

TINJAUAN SISTEM PENOMORAN DI TPP RS BHAKTI WIRA TAMTAMA SEMARANG TAHUN 2015

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. diberikan kepada pasien pada sarana pelayanan kesehatan lain yang

PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN GUNUNG MAS PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT KURUN KECAMATAN KURUN Jl. TAMANGGUNG PANJI No. 18 (0537) 31026, KUALA KURUN 74511

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Rekam medis merupakan berkas yang berisikan informasi tentang

TUGAS MANAJEMEN PELAYANAN RUMAH SAKIT

TINJAUAN PROSEDUR PENDAFTARAN PASIEN RAWAT JALAN JAMKESMAS DI RUMAH SAKIT TK IV SLAMET RIYADI SURAKARTA

PEMBAHASAN. A. Gambaran Umum Rumah Sakit Sumber Waras. Naya pada tahun Diatas tanah ± 619 hektar dijalan tangerang (sekarang

BAB I PENDAHULUAN. upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama, dengan lebih. kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya di wilayah kerjanya.

BAB I PENDAHULUAN. Menurut Permenkes No. 128 tahun 2004 pengertian Puskesmas. adalah unit pelaksana teknis dinas kesehatan kabupaten/kota yang

BAB I PENDAHULUAN. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 269/MENKES/PER/III/2008 tentang

PERNYATAAN PERSETUJUAN

BAB I PENDAHULUAN. Medis, pengertian sarana pelayanan kesehatan adalah tempat. untuk praktik kedokteran atau kedokteran gigi. Rumah sakit merupakan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. kesehatan yang terus mengalami perkembangan adalah rumah sakit.rumah sakit

DAFTAR ISI. BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Tinjauan Pustaka B. Landasan Teori C. Kerangka Konsep Penelitian D. Pertanyaan Penelitian...

BAB I PENDAHULUAN. rumah sakit mampu melaksanakan fungsi yang profesional baik dibidang

Tinjauan Implementasi Persetujuan Tindakan Kedokteran di BLUD Rumah Sakit Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin Periode Mei-Juni Tahun 2012

URAIAN TUGAS INSTALASI REKAM MEDIK

PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PENYIMPANAN REKAM MEDIS RAWAT INAP BERBASIS ELEKTRONIK

BAB I PENDAHULUAN. aktif dalam mewujudkan derajat kesehatanyang optimal, dalam hal bidang

PANDUAN REKAM MEDIK PUSKESMAS KARANGLEWAS. No Dokumen :PD/C.VII/UKP/ /IV/2016 Tanggal Terbi:4 April No Revisi : -

TINJAUAN PROSEDUR PENDAFTARAN PASIEN RAWAT INAP DENGAN JAMPERSAL DI RSUD KOTA SURAKARTA

RANCANGAN KEBUTUHAN RAK DAN LUAS RUANGAN FILING REKAM MEDIS DI PUSKESMAS NGAGLIK I SLEMAN KARYA TULIS ILMIAH

PENERAPAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PUSKESMAS (SIMPUS) BERBASIS WEB DI PUSKESMAS PAJANG SURAKARTA

Dokumen Rekam Medis Pasien Rawat Jalan Lama Di RSUD H. DAMANHURI BARABAI Tahun 2013

PEDOMAN WAWANCARA MENDALAM

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Transkripsi:

Tinjauan Pelaksanaan Family Folder Untuk Rekam Medis Rawat Jalan Di Tahun 2016 The Review of the Implementation Family Folder for Outpatient Medical Records in Primary Health Center Guntung Payung In 2016 Rina Gunarti 1 *, Zainal Abidin 2, Mariatul Qiftiah 3, Bahruddin 4 1 STIKES Husada Borneo, Jl. A. Yani Km 30,5 No. 4 Banjarbaru, Kalimantan Selatan 2, Jl. Sapta Marga, Landasan Ulin, Banjarbaru, Kal-Sel 3 RS Khusus Bedah Siaga, Jl. A. Yani Km. 4,5 No. 73 Banjarmasin, Kalimantan Selatan 4 Alumni STIKES Husada Borneo, Jl. A. Yani Km 30,5 No. 4 Banjarbaru, Kalimantan Selatan *Korespondensi : rinagunarti126@gmail.com Abstract Family folder is a kind of record-keeping, based on existing areas health facility is located. Storage shelves medical records will be grouped by the name of the existing area. In the Menurut Permenkes nomor 75 tahun 2014 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat, Puskesmas adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama, dengan lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif, untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat setinggi- wilayah kerjanya. Selain itu Puskesmas tingginya di juga perlu melakukan pengelolaan rekam medis agar menghasilkan sebuah informasi yang berkualitas dan bermutu bagi medical record storage shelves in primary health Guntung Payung still visible several medical record folders placed in storage shelves that are not in the region should be so the purpose of this research was to know the implementation of the family folder for outpatient medical records in the primary health center Guntung Payung in 2016. The research method using descriptive survey. The unit of analysis of this research that medical records outpatient primary health center Guntung Payung with family folder. Based on the research results, primary health enter Guntung Payung using medical records for data recording and using family folder shaped the form used is BPJS participant statements sheets, the registration sheets and status of the patient sheets. The use of outpatient form primary health centers Guntung Payung not in accordance with Decree No. 269 / Menkes / Per/III / 2008 article 3 poin (1). The numbering system of medical records in the primary health center Guntung Payung is using a numbering system unit. Medical record number assigned use a manual system that is use the registry book. The numbering system of medical records in the primary health center Guntung Payung consists of 8 digits medical record number. Numbering of medical records in the primary health center Guntung Payung is not in accordance with the Budi (2011) that has not been used 6 digits medical record number and the using area code is not in accordance with IFHIMA (2012). Medical records storage system in primary health center Guntung Payung where there are 5 areas primary health center Guntung Payung so that each region has a code of each storage shelves. The storage system in primary health center Guntung Payung complies with Budi (2011) that is using the storage system where storage area medical records will be grouped based on the name of the region but the alignment system of medical records at the storage shelves by using straight numbers in the category of index numbers of medical records). Keywords : evaluation, family folder, outpatients Pendahuluan Menurut Permenkes nomor 75 tahun 2014 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat, Puskesmas adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama, dengan lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif, untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat setinggi-tingginya di wilayah kerjanya. Selain itu Puskesmas juga perlu melakukan pengelolaan rekam medis agar menghasilkan sebuah informasi yang berkualitas dan bermutu bagi berkembangnya pembangunan kesehatan di wilayah Kecamatannya (1). Rekam medis adalah keterangan baik yang tertulis maupun yang terekam tentang identitas, anamnese penentuan fisik laboratorium, diagnosa segala pelayanan dan tindakan medik yang diberikan kepada pasien dan pengobatan baik yang dirawat inap, rawat jalan maupun yang mendapatkan pelayanan gawat darurat. Tujuan dari rekam medis adalah untuk menunjang tercapainya tertib administrasi dalam rangka upaya peningkatan pelayanan kesehatan di rumah sakit. Tanpa dukungan 46

suatu sistem pengelolaan rekam medis yang baik dan benar tertib administrasi di rumah sakit tidak akan berhasil sebagaimana yang diharapkan (2). Menurut Permenkes No. 269/MENKES/PER/III/2008 Pasal 3 ayat (1) isi rekam medis untuk rawat jalan adalah identitas pasien, tanggal dan waktu, hasil anamnesis (mencakup sekurang-kurangnya keluhan dan riwayat penyakit), hasil pemeriksaan fisik dan penunjang medis, diagnosis, rencana penatalaksanaan pengobatan atau tindakan, untuk pasien gigi dilengkapi odontogram klinik, persetujuan tindakan bila perlu, serta pelayanan lain yang diberikan kepada pasien (3). Pengelolaan rekam medis di Puskesmas yang paling tepat adalah sistem penyimpanan wilayah atau sering disebut dengan sistem family folder. Umumnya dalam satu rekam medis digunakan oleh satu keluarga dan dimasing-masing formulir diberi tambahan kode khusus untuk menandai kode rekam medis ayah, ibu, dan anak. Pengelolaan rekam medis ini digunakan Puskesmas karena terkait dengan tugas Puskesmas yang bertanggung jawab terhadap kesehatan masyarakat di wilayah kerjanya sehingga dengan sistem ini akan diketahui banyaknya masyarakat yang berobat atau sakit dari masing-masing wilayah dan dapat digunakan untuk pengambilan keputusan penanganan kesehatan diwilayah tersebut baik oleh Puskesmas maupun Dinas Kesehatan (4). Sistem penyimpanan berdasarkan wilayah merupakan jenis penyimpanan rekam medis berdasarkan wilayah yang ada dilingkup fasilitas pelayanan kesehatan berada. Tempat untuk penyimpanan rekam medis akan dikelompokkan berdasarkan nama wilayah yang ada sehingga rekam medis pasien akan disimpan berdasarkan wilayah tempat tinggalnya. Beberapa fasilitas di ruang rekam medis yaitu adanya alat penyimpan rekam medis yang dapat berupa rak terbuka. Tracer digunakan sebagai pengganti rekam medis di tempat penyimpanan yang dapat digunakan untuk menelusur keberadaan rekam medis. Selain itu ruang penyimpanan juga harus memiliki suhu ideal, yaitu 37 o C untuk keamanan penyimpanan rekam medis dari serangan fisik lainnya (4). Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilaksanakan pada tanggal 15 Maret 2016 di diketahui bahwa untuk formulir rekam medis hanya menggunakan satu formulir yaitu formulir status lembar pasien dimana isinya yaitu identitas pasien, tanggal pemeriksaan, diagnosa, pengobatan dan keterangan. Untuk formulir hasil pemeriksaan penunjang dan copy resep belum ada sehingga data yang disimpan di dalam rekam medis menjadi kurang lengkap. Sistem penomoran yang digunakan memliki 2 digit nomor pertama yaitu kode wilayah, 4 digit nomor tengah adalah nomor rekam medis, dan 2 digit terakhir adalah kode anggota keluarga. Hal ini tentunya akan menyebabkan kurang efisiennya untuk penggunaan kode wilayah dan kode anggota keluarga yang seharusnya dapat dilakukan dengan 6 digit nomor rekam medis. Sistem penyimpanan yang digunakan menggunakan sistem penyimpanan berdasarkan family folder. Namun sistem penyimpanan ini masih belum sempurna, dikarenakan masih ada terlihat beberapa map rekam medis yang diletakkan di rak penyimpanan yang bukan diwilayah seharusnya. Berdasarkan penelitian diatas, peneliti tertarik untuk melakukan tentang Tinjauan Pelaksanaan Family Folder Untuk Rekam Medis Rawat Jalan di Puskesmas Guntung Payung Tahun 2016. Metode Penelitian Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian survei deskriptif, yaitu mendeskripsikan atau menggambarkan pelakssanaan family folder untuk rekam medis rawat jalan di Puskesmas Guntung Payung dari penggunaan formulir rekam medis, sistem penomoran rekam medis, dan sistem penyimpanan rekam medis.. Penelitian ini di Puskesmas Guntung Payung pada bagian pendaftaran dan ruangan penyimpanan rekam medis. Variabel penelitian ini adalah family folder, sub variabelnya antara lain formulir rekam medis rawat jalan, sistem penomoran rekam medis rawat jalan, dan sistem penyimpanan rekam medis rawat jalan. 47

Hasil Penelitian 1) Formulir rekam medis rawat jalan di Berdasarkan hasil penelitian, menggunakan rekam medis untuk pencatatan data pasien dan menggunakan map berbentuk family folder dalam pendokumentasian pencatatan data tersebut. menggunakan sistem family folder karena mempermudah dokumentasi rekam medis per kepala keluarga di setiap wilayah kerja. Hal ini sesuai dengan yang diungkapkan oleh responden 1 yaitu Itu untuk memudahkan apabila mencari berkas pasien, untuk satu keluarga dijadikan satu map, suami,istri dan anaknya. Memudahkan untuk pengalokasian masalah SIMPUS. Oleh karena itu Puskesmas Guntung Payung menggunakan sistem family folder. Formulir rekam medis yang digunakan di antara lain lembar pernyataan BPJS, lembar status pasien dan lembar registrasi. Hal ini sesuai dengan yang diungkapkan oleh responden 2 mengenai formulir yang digunakan Puskesmas Guntung Payung yaitu Status pasien, formulir BPJS dan family folder. Berikut penjelasan formulir yang digunakan di : a. Lembar Pernyataan Peserta BPJS Lembar pernyataan BPJS dibuat oleh petugas pendaftaran atau loket untuk pasien dengan menggunakan cara bayar BPJS yang menerangkan bahwa kesediaan data medis pasien dapat dipergunakan oleh dokter, puskesmas, atau BPJS kesehatan untuk kepentingan tertentu. Lembar pernyataan peserta BPJS ditandatangi sendiri oleh pasien yang bersangkutan di. Lembar pernyataan peserta BPJS disimpan di dalam map rekam medis bersama formulir lain. Data yang terdapat pada lembar pernyataan peserta BPJS ini terdiri dari: 1. Nama. 2. Tempat/tanggal lahir. 3. Jenis kelamin. 4. NIK berisikan nomor induk kependudukan yang ada pada Kartu tanda penduduk (KTP) milik pasien yang bersangkutan. 5. Nomor telepon berisikan nomor telepon pasien. 6. Tanggal dan tanda tangan berisikan tanggal dibuatnya lembar pernyataan peserta BPJS dan ditandatangani oleh pasien dan juga peserta BPJS yang bersangkutan. b. Lembar Status Pasien Lembar status pasien adalah lembar yang digunakan dalam pencatatan data pasien yaitu untuk identitas pasien dan pemeriksaan pasien di poliklinik Puskesmas Guntung Payung. Lembar status pasien diberikan kode pada setiap formulirnya untuk membedakan kepemilikan lembar status pasien untuk ayah, ibu dan anak. Lembar status pasien juga disusun berdasarkan urutan dari kepala keluarga kemudian anggota keluarga. Lembar status pasien disimpan di dalam map rekam medis bersama formulir lain yang digunakan untuk pencatatan data pasien. Data yang terdapat pada lembar status pasien ini terdiri dari: 1. Nomor register berisikan data nomor rekam medis milik pasien yang terdiri dari kode wilayah, nomor indeks dan kode formulir untuk kepala keluarga dan anggota keluarga di Puskesmas Guntung Payung. 2. Nama kepala keluarga. 3. Nama pasien. 4. Tanggal lahir pasien dengan format tanggal yaitu ddyyyy-mm- 5. Jenis kelamin n. 6. Pekerjaan berisikan data pekerjaan pasien. 7. Alamat. 8. Jenis pasien merupakan jenis pembayaran yang dipakai oleh pasien terdiri dari umum, ASKES, Jamkesmas, Sekolah, Gratis atau BPJS. 9. Kode desa. 10. Kode dusun. 11. Tanggal berisikan data tanggal pemeriksaan pasien berobat di poliklinik. 12. Pemeriksaan berisikan data asesmen pemeriksaan pasien rawat jalan di poliklinik. 13. Diagnosa berisikan data diagnosa penyakit pasien yang berobat di poliklinik. 14. Pengobatan berisikan data terapi rencana pengobatan oleh dokter kepada pasien. 15. Keterangan berisikan data tanda tangan dokter atau petugas kesehatan lainnya 48

yang memberikan pelayanan kepada pasien. c. Lembar Registrasi Lembar registrasi digunakan untuk mengambil obat atau pelayanan laboratorium di Puskesmas Guntung Payung. Data yang terdapat pada lembar registrasi ini terdiri dari: 1. Nomor indeks yaitu berisikan data nomor rekam medis milik pasien yang terdiri dari kode wilayah, nomor indeks dan kode formulir untuk kepala keluarga dan anggota keluarga. 2. Tanggal berisikan data tanggal pemeriksaan pasien. 3. Pemeriksa berisikan data unit terkait yang melakukan pemeriksaan terhadap pasien di terdiri dari poliklinik umum, poliklinik anak, poliklinik gigi, kesehatan ibu dan anak (KIA), keluarga berencana (KB), imunisasi, PKPR atau gizi. 4. Nama kepala keluarga. 5. Nama pasien. 6. Tanggal lahir dengan format tanggal yaitu ddyyyy.-mm- 7. Umur. 8. Jenis kelamin. 9. Kunjungan merupakan jenis kunjungan pasien yang berobat di Puskesmas Guntung Payung, baru atau lama. 10. Alamat. 11. Kode desa. 12. Jenis pasien merupakan jenis pembayaran yang dipakai oleh pasien terdiri dari umum bayar, umum gratis, ASKES, SKTM, Jamkesmas, Sekolah atau BPJS. 13. Tindak lanjut merupakan tindak lanjut pelayanan yang dilakukan oleh yaitu terdiri dari rawat jalan, rawat inap atau rujuk. 14. Pengirim yaitu berisikan data asal pengirim pasien yang berobat ke terdiri dari keluarga, bidan, kader atau dukun bayi. 15. Diagnosis berisikan data diagnosa penyakit pasien. 16. Obat berisikan data daftar obat yang diberikan oleh dokter kepada pasien. 17. Tindakan yaitu berisikan data tindakan atau terapi yang telah diberikan oleh dokter atau tenaga kesehatan lainnya. 2) Sistem Penomoran Rekam Medis di Sistem penomoran rekam medis di yaitu menggunakan sistem penomoran unit dimana pada sistem ini setiap pasien yang berkunjung ke akan mendapatkan satu nomor rekam medis ketika pasien tersebut pertama kali datang dan tercatat sebagai pasien di Puskesmas Guntung Payung. Nomor rekam medis ini dapat dipergunakan untuk semua pelayanan kesehatan rawat jalan di Puskesmas Guntung Payung. Apabila pasien berobat kembali atau kontrol ulang di Puskesmas Guntung Payung maka akan menggunakan nomor rekam medis lama yang diberikan pada saat kunjungan pertama. Nomor rekam medis diberikan oleh petugas pendaftaran pasien rawat jalan dengan menggunakan sistem manual yaitu menggunakan buku sehingga setiap pemberian nomor pasien baru dicatat di dalam buku register. Pemberian nomor rekam medis di Puskesmas Guntung Payung belum memiliki standar operasional prosedur sehingga belum tertulis dengan jelas langkah-langkah pemberian nomor rekam medis dan pencarian nomor rekam medis. Selain itu, kendala yang dihadapi oleh petugas pendaftaran pasien di adalah apabila pasien tidak membawa kartu berobat dan tidak ditemukan nomor rekam medis lamanya maka akan dibuatkan nomor baru sehingga membuat nomor rekam medis ganda untuk satu pasien. Hal ini sesuai dengan hasil wawancara kepada responden mengenai kendala dalam pemberian nomor rekam medis yaitu Penomoran ganda apabila pasien tidak membawa kartu berobat dan mengatakan bahwa pasien tersebut pasien baru. Berdasarkan hasil wawancara dengan responden 2 mengenai sistem penomoran rekam medis pasien yaitu Sesuai dengan kode wilayah atau tempat tinggal pasien. Nomor rekam medis pasien diberikan sesuai dengan kode wilayah dimana pasien tersebut tinggal dengan menggunakan kode setiap kelurahan wilayah kerja Puskesmas Guntung Payung. Sistem penomoran rekam medis di terdiri dari 8 angka nomor rekam medis. Nomor rekam 49

medis tersebut memiliki kategori kelompok adalah sebagai berikut : a. Kategori kelompok angka awal yaitu berisikan kode wilayah dimana pasien tersebut tinggal pada saat berobat ke. Kode wilayah memiliki beberapa nomor antara lain: 1. 01 untuk wilayah Kelurahan Guntung Payung 2. 02 untuk wilayah Kelurahan Guntung Manggis 3. 03 untuk wilayah Kelurahan Landasan Ulin Timur 4. 04 untuk wilayah Kelurahan Syamsudin Noor 5. 05 untuk wilayah luar daerah wilayah. b. Kategori kelompok angka tengah yaitu berisikan nomor indeks rekam medis pasien yang diberikan oleh petugas pendaftaran pasien rawat jalan. c. Kategori kelompok angka akhir yaitu berisikan kode kepala keluarga dan anggota keluarga lainnya yang berobat di. Kode kepala keluarga dan anggota keluarga lainnya terdiri dari: 1. 00 untuk kepala keluarga 2. 01 untuk istri 3. 02 untuk anak pertama 4. 03 untuk anak kedua 5. dan seterusnya 3) Sistem Penyimpanan Rekam Medis di Standar operasioanal prosedur (SOP) sistem penyimpanan rekam medis di adalah sebagai berikut: a. Petugas menerima family folder (rekam medis) dari unit pelayanan. b. Petugas mengembalikan kembali family folder (rekam medis) ke dalam rak. c. Penyimpanan sesuai nsomor urut indeks pasien. d. Petugas mengembalikan rekam medis sesuai dengan urutan nomor indeksnya dalam rak penyimpanan rekam medis. e. Petugas merapikan susunan rekam medis. Penyimpanan rekam medis di dilakukan oleh petugas pendaftaran pasien karena ruang penyimpanan rekam medis berada dekat dengan ruang pendaftaran pasien. Sistem penyimpanan rekam medis di Puskesmas Guntung Payung menggunakan sistem penyimpanan wilayah dimana terdapat 5 wilayah kerja sehingga setiap wilayah mempunyai kode masing-masing rak penyimpanan. Selain itu sistem penyimpanan rekam medis di telah menggunakan kode warna dimana map rekam medis memiliki masing-masing warna untuk setiap wilayahnya. Hal ini sesuai dengan hasil wawancara kepada responden mengenai sistem penyimpanan rekam medis yaitu Berdasarkan wilayah kerja puskesmas. memiliki 5 wilayah kerja dalam ruang lingkup pelayanan kepada masyarakat. Berikut daftar kode wilayah dan kode warna pada map rekam medis di antara lain: Tabel 1. Kode wilayah dan kode warna sistem penyimpanan rekam medis Puskesmas Guntung Payung No Wilayah Kode Wilayah Kode Warna 1 Guntung Payung 01 Merah Muda 2 Guntung Manggis 02 Biru Muda 3 Landasan Ulin Timur 03 Jingga 4 Syamsudin Noor 04 Merah 5 Luar Wilayah Kerja Puskesmas 05 Biru Gelap Sistem penjajaran rekam medis di rak penyimpanan menggunakan angka langsung (straight numerical filing system) dengan melihat 4 angka nomor indeks rekam medis. Sistem angka langsung yang diterapkan oleh Puskesmas Guntung Payung menyebabkan petugas harus melihat 4 angka nomor indeks rekam medis dan mengurutkan rekam medis di rak penyimpanan hingga rekam medis ditemukan atau akan disimpan kembali setelah pelayanan. Sistem penyimpanan rekam medis di belum menggunakan tracer sebagai petunjuk rekam medis keluar dan melacak keberadaan rekam medis. Apabila terdapat rekam medis yang hilang di Puskesmas Guntung Payung maka terdapat standar operasional prosedur untuk penanganan 50

rekam medis yang hilang adalah sebagai berikut: a. Petugas mencatat nomor indeks rekam medis yang hilang b. Petugas mencari data kunjungan pasien pada buku indeks pasien dan menelusuri di unit atau poliklinik mana yang terakhir dikunjungi pasien. c. Apabila tidak ditemukan rekam medis maka petugas membuat rekam medis baru. d. Petugas menyerahkan family folder (rekam medis) pada pasien dan pasien menyerahkan kepada poliklinik yang dituju. Pembahasan 1) Formulir Rekam Medis Rawat Jalan menggunakan rekam medis untuk pencatatan data dan menggunakan map berbentuk family folder dalam pendokumentasian pencatatan data tersebut. Sistem family folder adalah penyimpanan satu rekam medis digunakan oleh satu keluarga dan dimasing-masing formulir diberi kode khusus untuk menandai kode rekam medis ayah, ibu dan anak. menggunakan sistem family folder karena mempermudah dokumentasi rekam medis per kepala keluarga di setiap wilayah kerja Puskesmas Guntung Payung. Formulir rekam medis yang digunakan di untuk pencatatan data pasien lembar pernyataan peserta BPJS, lembar status pasien dan lembar registrasi. Menurut Permenkes Nomor 269/MENKES/PER/III/2008 Pasal 3 ayat (1) isi rekam medis untuk rawat jalan adalah identitas pasien, tanggal dan waktu, hasil anamnesis (mencakup sekurang-kurangnya keluhan dan riwayat penyakit), hasil pemeriksaan fisik dan penunjang medis, diagnosis, rencana penatalaksanaan, pengobatan atau tindakan, untuk pasien gigi dilengkapi odontogram klinik, persetujuan tindakan bila perlu, serta pelayanan lain yang diberikan kepada pasien (3). Penggunaan formulir rawat jalan di belum sesuai dengan Permenkes Nomor 269/MENKES/PER/III/2008 Pasal 3 ayat (1) yaitu belum terdapat formulir untuk penunjang medis seperti formulir hasil laboratorium, formulir penempelan copy resep dan formulir persetujuan tindakan jika dilakukan tindakan di poliklinik. Selain itu belum menggunakan formulir odontogram klinik untuk pasien di poliklinik gigi. Puskesmas Guntung Payung hanya menggunakan lembar status pasien untuk pencatatan data pasien yaitu hanya 1 lembar. Hal ini menyebabkan kurang lengkapnya data pasien yang dicatat dan diperoleh. Selain itu copy resep dan hasil laboratorium juga ditempel dengan menggunakan staples ada lembar status pasien dan mengakibatkan kurang rapinya formulir rekam medis. 2) Sistem Penomoran Rekam Medis Sistem penomoran rekam medis di yaitu menggunakan sistem penomoran unit dimana pada sistem ini setiap pasien yang berkunjung ke akan mendapatkan satu nomor rekam medis ketika pasien tersebut pertama kali datang dan tercatat sebagai pasien di Puskesmas Guntung Payung. Apabila pasien berobat kembali atau kontrol ulang di Puskesmas Guntung Payung maka akan menggunakan nomor rekam medis lama yang diberikan pada saat kunjungan pertama. Nomor rekam medis diberikan oleh petugas pendaftaran pasien rawat jalan dengan menggunakan sistem manual yaitu menggunakan buku sehingga setiap pemberian nomor pasien baru dicatat di dalam buku register. Sistem penomoran rekam medis di Puskesmas Guntung Payung terdiri dari 8 angka nomor rekam medis. Menurut Budi (4) penomoran rekam medis terdiri dari 6 angka (digit) yang terbagi menjadi 3 kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari dua angka. Dengan demikian maka dijumpai kelompok angka awal, angka tengah dan angka akhir. Enam angka tersebut dimulai dari 00-00-01 s/d 99-99-99. Contoh untuk membedakan kelompok angka tersebut, misalnya pada nomor rekam medis 48-12-06, berarti kelompok awal angka 48, kelompok tengah angka 12 dari kelompok angka akhir 06. Penomoran rekam medis di belum sesuai dengan Budi (4) yaitu belum menggunakan 6 angka nomor rekam medis. Hal ini 51

dikarenakan menggunakan 8 angka nomor rekam medis sebagai sistem penomoran dalam melayani pasien rawat jalan. Kategori angka penomoran rekam medis di adalah sebagai berikut: a. Dua angka awal sebagai kode wilayah b. Empat angka tengah sebagai indeks nomor rekam medis c. Dua angka akhir sebagai kode keluarga Akibat dari 8 angka nomor rekam medis ini menyebabkan sistem penyimpanan rekam medis menjadi angka langsung yang berdampak lamanya pencarian rekam medis. Sebaiknya menggunakan 6 angka nomor rekam medis agar lebih mudah dalam menggunakan sistem penyimpanan rekam medis. Pada sistem penomoran unit setiap pasien yang berkunjung fasilitas pelayanan kesehatan akan mendapatkan satu nomor rekam medis (rekam medis) ketika pasien tersebut pertama kali datang dan tercatat sebagai pasien di fasilitas tersebut. Nomor rekam medis ini dapat dipergunakan untuk semua pelayanan kesehatan yang ada di fasilitas pelayanan kesehatan yang bersangkutan, tanpa membedakan pelayanan rawat jalan, rawat darurat, rawat inap atau penunjang medis. Kelebihan pada unit numbering system adalah informasi klinis dapat berkesinambungan karena semua data informasi mengenai pasien dan pelayanan yang diberikan berada dalam satu rekam medis. Dengan demikian maka KIUP sebagai indeks utama pasien yang disimpan di tempat pendaftaran dan KIB yang diberikan pasien akan sangat diperlukan. Pada sistem ini hanya terdapat masing-masing satu KIUP dan satu KIB pada setiap pasien (4). Sistem pemberian nomor rekam medis di telah sesuai dengan Budi (4) yaitu menggunakan sistem unit. Tetapi belum menggunakan Kartu Indeks Utama Pasien (KIUP) untuk mencari data pasien jika pasien tidak membawa kartu berobat. Hal ini mengakibatkan apabila nomor rekam medis tidak ditemukan maka akan dibuatkan nomor rekam medis baru sehingga satu pasien dapat memiliki dua nomor rekam medis atau lebih. Penggunaan rekam medis secara sistem unit dengan cara manual yaitu mencatat pada buku register dalam pemberian nomor sebaiknya menggunakan Kartu Indeks Utama Pasien (KIUP) karena Kartu Indeks Utama Pasien (KIUP) disimpan berdasarkan alfabet dengan menggunakan nama pasien dan mempercepat proses pencarian. Tipe lain dari nomor yang digunakan adalah penomoran keluarga. Jenis sistem penomoran yang paling sesuai untuk Puskesmas dimana semua anggota keluarga dapat menerima pelayanan kesehatan. Dengan sistem ini satu nomor dikeluarkan untuk satu rumah tangga, dan angka tambahan yang ditambahkan untuk menunjukkan setiap individu di dalam rumah tangga (5). Contoh : 01 = Kepala keluarga 02 = Istri / Suami 03 = Anak dan anggota keluarga lain Dalam memberikan kode keluarga di belum sesuai dengan IFHIMA (5) karena sistem pemberian kode keluarga di Puskesmas Guntung Payung sebagai berikut: a. 00 untuk kode kepala keluarga b. 01 untuk kode istri c. 02 untuk anak dan anggota keluarga lain Nilai 00 pada kepala keluarga dianggap tidak ada menurut IFHIMA (5) hal ini dikarenakan 00 tidak memiliki nilai satuan sehingga kode untuk kepala keluarga dimulai dari 01 dan seterusnya. Selain itu kode untuk keluarga pada nomor rekam medis diletakkan di bagian akhir angka rekam medis yaitu 2 angka terakhir pada nomor rekam medis. Kode keluarga seharusnya diletakkan di bagian awal penomoran rekam medis yaitu 2 angka awal. Selain itu dalam menggunakan kode wilayah di belum sesuai dengan IFHIMA (5). Sebaiknya kode wilayah tidak digunakan karena wilayah akan ditentukan oleh sistem warna pada map rekam medis di dan sistem penyimpanan rekam medis sehingga akan lebih memudahkan dalam menerapkan sistem penyimpanan wilayah dengan menggunakan angka tengah (middle digit filling system). 52

3) Sistem Penyimpanan Rekam Medis Penyimpanan rekam medis di dilakukan oleh petugas pendaftaran pasien karena ruang penyimpanan rekam medis berada dekat dengan ruang pendaftaran pasien. Sistem penyimpanan rekam medis di Puskesmas Guntung Payung menggunakan sistem penyimpanan wilayah dimana terdapat 5 wilayah kerja sehingga setiap wilayah mempunyai kode masing-masing rak penyimpanan. Selain itu sistem penyimpanan rekam medis di telah menggunakan kode warna dimana map rekam medis memiliki masing-masing warna untuk setiap wilayahnya. Sistem penyimpanan berdasarkan wilayah merupakan jenis penyimpanan rekam medis berdasarkan wilayah yang ada dilingkup fasilitas kesehatan berada. Tempat atau rak penyimpanan rekam medis akan dikelompokkan berdasarkan nama wilayah yang ada, sehingga rekam medis pasien akan disimpan berdasarkan wilayah tempat tinggalnya. Sistem penyimpanan wilayah ini sering disebut dengan sistem penyimpanan Family Folder. Umumnya dalam satu rekam medis digunakan oleh satu keluarga dan masingmasing formulir diberi tambahan kode khusus untuk menandai kode rekam medis ayah, ibu, dan anak. Fasilitas pelayanan kesehatan yang memungkinkan untuk menggunakan sistem ini adalah Puskesmas. Hal ini karena terkait dengan tugas Puskesmas yang bertanggung jawab terhadap kesehatan masyarakat di wilayahnya. Sehingga dengan sistem akan diketahui banyaknya masyarakat yang berobat atau sakit dari masing-masing wilayah, sehingga dapat digunakan untuk pengambilan keputusan penanganan kesehatan di wilayah tersebut (4). Sistem penyimpanan di Puskesmas Guntung Payung telah sesuai dengan Budi (4) yaitu menggunakan sistem penyimpanan wilayah dimana rak penyimpanan rekam medis akan dikelompokkan berdasarkan nama wilayah yang ada, sehingga rekam medis pasien akan disimpan berdasarkan wilayah tempat tinggalnya. Tetapi dalam penjajaran rekam medis di rak penyimpanan. menggunakan angka langsung dari kategori indeks nomor rekam medis. Penggunaan sistem penjajaran angka langsung memiliki kekurangan yaitu lamanya pencarian dan penyimpanan rekam medis karena petugas memperhatikan seluruh angka nomor rekam medis. Selain itu dapat terjadi kekeliruan dalam penyimpanan karena semakin banyak angka yang diperhatikan maka semakin besar kemungkinan terjadi kesalahan. Hal ini terjadi karena beban kerja yang tinggi sehingga petugas tidak teliti dalam menyimpan rekam medis dan akhirnya rekam medis disimpan salah letak. Selain itu sistem penyimpanan pasien rawat jalan di belum menggunakan tracer sebagai petunjuk keluar jika rekam medis dipinjam oleh poliklinik untuk pasien berobat dan juga keperluan lain seperti pendidikan atau penelitian. Selain itu tracer juga mempermudah dalam penyimpanan kembali rekam medis yang telah dipinjam karena tracer juga dapat berfungsi sebagai pembatas sehingga memudahkan dan mempercepat petugas dalam menyimpan rekam medis. Sebaiknya sistem penyimpanan rekam medis di menggunakan sistem penyimpanan wilayah dengan penjajaran angka tengah. Sistem penjajaran angka tengah (middle digit filing system) memiliki kelebihan yaitu lebih efektif dalam penggunaan rak penyimpanan rekam medis dan mempercepat pencarian serta penyimpanan kembali rekam medis karena setiap sub rak penyimpanan rekam medis dikategorikan berdasarkan angka tengah rekam medis. Penerapan sistem penyimpanan angka tengah di Puskesmas Guntung Payung yaitu harus menggunakan 6 angka nomor rekam Medis. Kesimpulan 1. Formulir rekam medis yang digunakan di untuk pencatatan data pasien lembar pernyataan peserta BPJS, lembar status pasien dan lembar registrasi. 2. Sistem penomoran rekam medis di yaitu menggunakan sistem penomoran unit dengan menggunakan sistem manual yaitu menggunakan buku dan penomoran 53

rekam medis terdiri dari 8 angka nomor rekam medis. 3. Sistem penyimpanan rekam medis di menggunakan sistem penyimpanan wilayah terdiri dari 5 wilayah sehingga setiap wilayah mempunyai kode masingmasing rak penyimpanan. Daftar Pustaka 1. Menteri Kesehatan Republik Indonesia. 2014. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor Nomor 75 Tahun 2014 Tentang Pusat Kesehatan Masyarakat. 2. Rustiyanto, Ery. 2009. Etika Profesi Perekam Medis & Informasi Kesehatan. Yogyakarta: Graha Ilmu. 3. Menteri Kesehatan Republik Indonesia. 2008. Permenkes Nomor 269/Menkes/Per/2008 Tentang Rekam Medis. 4. Budi, Savitri Citra. 2011. Manajemen Unit Kerja Rekam Medis. Yogyakarta: Quantum Sinergis Media. 5. IFHIMA (International Federation of Health Information Management Associations). 2012. Module 7 Administration and Management of the Health Record Department. Education Module For Health Record Practice. Available from: www.ifhima.org. 54