UPT Balitbang Biomaterial LIPI 2012

dokumen-dokumen yang mirip
[ ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP PRODUKSI KELAPA SAWIT RAKYAT DI PROVINSI BENGKULU ]

Pemanfaatan Batubara dan Biomassa dengan Proses Pirolisa untuk Sumber Energi dan Industri di Kalimantan Timur

PENERAPAN SISTEM BIO-ORGANIK UNTUK PEMULIHAN LAHAN TERDEGRADASI AKIBAT PEMAKAIAN PUPUK KIMIA SINTETIS BERLEBIHAN

Pengembangan Teknologi Mikrobial untuk Produksi Pemacu Biosintesa Klorofil pada Tanaman Pangan di Lahan Suboptimal

logo lembaga Kode Judul X.303 Idawanni, SP KAJIAN IDENTIFIKASI DAN PENGENDALIAN PENYAKIT KARET RAKYAT DI KABUPATEN ACEH BARAT PROVINSI ACEH

[ BALAI BESAR LITBANG SUMBERDAYA LAHAN PERTANIAN] 2012

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia 2012

N60 Potensi Nyamplung (Calophyllum spp) untuk Pengembangan Energi Alternatif Pedesaan di Papua

[ Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia] 2012

logo lembaga N 61 INVENTARISASI POTENSI DAN SEBARAN JENIS NIPAH DI PAPUA Ir. Relawan Kuswandi, M.Sc BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEHUTANAN 2012

REMEDIASI LAHAN BEKAS TAMBANG TIMAH UNTUK PERKEBUNAN KARET RAKYAT

BALAI PENELITIAN TANAH BALAI BESAR LITBANG SUMBERDAYA LAHAN PERTANIAN 2012

[ BADAN PENGKAJIAN DAN PENERAPAN TEKNOLOGI ] 2012

Penerapan Teknologi Genertor Magnet Permanen Putaran Rendah Pembangkit Listrik Tenaga Bayu Kapasitas 2,5 kw Dalam Sistem Energi Hibrida

PENINGKATAN PRODUKSI SATOIMO (Colocasia esculenta Schott var. antiquorum) BERBASIS PERTANIAN ORGANIK DI KABUPATEN BANTAENG, SULAWESI SELATAN

Penerapan Produksi Bersih Berbasis Teknologi Tepat Guna Pada Sentra Industri Kecil Tahu Di Kabupaten Subang

logo lembaga F3.47 Rancang Bangun keramba Submerged Floating Budidaya Ikan Kerapu untuk Meningkatkan Produktifitas, Efektifitas dan Keamanan Fasilitas

Pusat Penelitian Oseanografi - LIPI 2012

SIDa.F.8 Pengolahan Limbah Kotoran Ternak Menjadi Biogas Sebagai Salah Satu Upaya Mewujudkan Lingkungan Hijau Di Desa Cikundul, Kota Sukabumi

Teknologi Pengolahan Dolomit sebagai Bahan Penunjang Industri Besi Baja

Kolonel Inf. Agus Suyoko, SE Ir. Catur Ninik Wijanarni, M.Si Hery Teguhsantoso, M.Si Mamat Rahmat, M.Si Ii Suhendi, S.Si

X.252 KAJIAN PEMANFAATAN LIMBAH SAWIT PADA PEMBUATAN PUPUK ORGANIK GUNA MENDUKUNG PENGEMBANGAN SAYURAN ORGANIK DI KALIMANTAN BARAT

Click to edit Master subtitle style

X.117 ANALISIS PERMINTAAN, PENAWARAN DAN KEBIJAKAN PENGEMBANGAN KOMODITAS TANAMAN PANGAN UTAMA DALAM PROGRAM MP3EI DI KORIDOR SULAWESI

[kode. kegiatan : I. 39]

X.250 KAJIAN MESIN PENCACAH PELEPAH SAWIT UNTUK PENGOLAHAN PAKAN TERNAK MENDUKUNG SISTEM INTEGRASI SAWIT-TERNAK (SISKA) DI KALIMANTAN BARAT

IMPLEMENTASI SISTEM JARINGAN WIRELESS SURVEILLANCE UNTUK PEMANTAUAN DAERAH WISATA NASIONAL PULAU KOMODO

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia 2012

[I.75. [Rekayasa rantai Makanan untuk Meningkatkan Produktivitas Biota Perairan pada. Sistem Aliran Tertutup]

kode kegiatan: I.232 Implementasi

Pusat Penelitian Oseanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia

Integrated Information Government Mobile Services. Balai IPTEKnet BPPT 2012 F2.84

KAJIAN PENGOLAHAN LIMBAH CPO UNTUK PRODUKSI SABUN PADA SKALA USAHA KECIL

Pengembangan Teknologi Pengolahan Makanan Ringan (Vacuum Frying, Deep Frying dan Spinner) untuk Meningkatkan Kualitas Makanan Olahan di Banjarnegara

[G.4] KAJIAN STANDAR NASIONAL INDONESIA UNTUK PRODUK UNGGULAN UKM SEKTOR PANGAN

Penerapan Pengukur Temperatur Air untuk Pemijah Ikan di Kabupaten Tulang Bawang Lampung. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia SIDa.I.

U. 22. Peneliti: Siti Maimunah, S.Si., M.SE., M.A. Fredrikson Hamonangan, ST. Romi Sujatmiko, ST. Buni Lukito Hadi F, SH. Lidya Chotimah, SH.

Pusat Litbang Permukiman Kementrian Pekerjaan Umum 2012

LAPORAN KEMAJUAN TAHAP II PROGRAM INSENTIF PKPP KAJIAN PENGELOLAAN HARA DI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT BERBASIS EFISIENSI PEMUPUKAN

Y_5_ Presentasi_ Evaluasi _Kinerja PKPP

[ Pusat Aplikasi Teknologi Isotop dan Radiasi - BATAN ] 2012

BALAI BESAR LITBANG SUMBER DAYA LAHAN PERTANIAN BADAN PENELITIAN DAN ENGEMBANGAN PERTANIAN KEMENTERIAN PERTANIAN 2012

N 50 PENERAPAN TEKNOLOGI PITA VOLUME POHON BERDIRI DALAM PEMANFAATAN KALIWO DI KABUPATEN SUMBA BARAT DAYA PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR

Balai Penelitian Teknologi Perbenihan Tanaman Hutan, Bogor 2012

Z.4 KAJIAN PELUANG KOPERASI UNTUK MEMBANGUN PABRIK PENGOLAHAN KELAPA SAWIT MINI PENELITI: 3. Dr. Ir. Anwar Sitompul MM.

F1.82 KAJIAN DAMPAK LINGKUNGAN DAN OPTIMASI INDUSTRI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT DI INDONESIA SEBAGAI SUMBER ENERGI TERBARUKAN YANG BERKELANJUTAN

FORMULASI PANGAN FUNGSIONAL BERBASIS TEPUNG REBUNG KAYA SERAT DAN TEPUNG MODIFIKASI DARI UMBI RAWA ASAL KALIMANTAN SELATAN

POTENSI DAN PENGENDALIAN SERANGGA HAMA KELAPA SAWIT DI LAMPUNG

Aplikasi Teknologi Marker untuk Konfirmasi Sifat Lean Meat pada Sapi Bali: Strategi Seleksi pada Pemuliaan Ternak

BALAI BESAR PENGEMBANGAN MEKANISASI PERTANIAN BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEMENTERIAN PERTANIAN 2012

Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

LAPORAN MONITORING INTERNAL PROGRAM INSENTIF PKPP TAHUN 2012 TAHAP I. 1. Lokus : Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sumatera Selatan

Peneliti Utama : Dr. Muhammad Hatta PROGRAM INSENTIF PENINGKATAN KEMAMPUAN PENELITI DAN PEREKAYASA

Prof. Dr. Almasdi Syahza, SE., MP LPPM Universitas Riau

Kode : X.229 KAJIAN STRATEGI KEBIJAKAN DAN LANGKAH OPERASIONAL DALAM UPAYA PENINGKATAN PRODUKSI KARET UNTUK MENDUKUNG PEMBANGUNAN KORIDOR SUMATERA

Lembaga Ilmu Pengetahuan Agus Indonesia

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia

logo lembaga [ X.291] Ir. Annas Zubair, M.Si Serli Anas, S.Pt Dwi Rohmadi, S.Pt Jaka Sumarno, STP Sukarto

I. PENDAHULUAN. Sterculiceae dari genus Theobroma, berasal dari Amazone dan daerah-daerah

ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga BAB I PENDAHULUAN

I. PENDAHULUAN. Saat ini kelangkaan pupuk menjadi suatu masalah di Indonesia. Harga pupuk

BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERTANIAN KEMENTERIAN PERTANIAN

KEMENTERIAN PERTANIAN BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERTANIAN

BALAI RISET DAN STANDARDISASI INDUSTRI BANJARBARU BADAN PENGKAJIAN KEBIJAKAN IKLIM DAN MUTU INDUSTRI KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN

W-11. Dra. Ambar Pramudyanie, M.Si [BALITBANG KEMENTERIAN PERTAHANAN

[ Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia] 2012

kode kegiatan I.231 SCREW PRESS PENGOLAH BUAH PADA UKM DI KABUPATEN SUBANG IMPLEMENTASI HalomoanP. Ir. Siregar

[ Kementerian Kelautan dan Perikanan] 2012

Badan Tenaga Nuklir Nasional 2012

BPTP SULUT, BALAI BESAR PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN PERTANIAN, BADAN LITBANG PERTANIAN 2012

I. PENDAHULUAN. Kacang hijau (Phaseolus radiatus L.) merupakan salah satu tanaman pangan

Optimalisasi Panen Pada Tanaman Tua di Lingkup Kebun PT. Asam Jawa. Presentation by P.T. Asam Jawa

BAB I PENDAHULUAN. hortikultura yang keberadaannya sering dimanfaatkan. Tidak hanya sebagai

BADAN LITBANG KEMENTERIAN PERHUBUNGAN 2012

BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL 2012

KODE: I.10 TEHNOLOGI PERBANYAKAN TUMBUHAN LIAR PEWARNA ALAMI UNTUK TEKSTIL (BATIK) DI JAWA KORIDOR: 2 LOKUS: JAWA BARAT

I. PENDAHULUAN. kebutuhan unsur hara tanaman. Dibanding pupuk organik, pupuk kimia pada

Pengembangan Pemanfaatan Kulit Batang Gemor (Alseodaphne spp) Sebagai Alternatif Bahan Krim Anti Nyamuk Alami

II. TINJAUAN PUSTAKA. udara yang baik untuk pertumbuhan tanaman cabai adalah 25-27º C pada siang

BADAN PENGKAJIAN DAN PENERAPAN TEKNOLOGI 2012

X.156 PENGEMBANGAN MODEL NERACA AIR LAHAN KERING BERIKLIM KERING UNTUK PENGEMBANGAN PETERNAKAN

I.52. Budidaya Pakis Simpei (Cibotium barometz) dengan Sistem Tumpang Sari di Perkebunan Karet Sumatera Barat. Dr. Titien Ng Praptosuwiryo, M.Si.

Transkripsi:

I.67 Pengembangan Pupuk Organik Untuk Kelapa Sawit Arief Heru Prianto, S.Hut. UPT Balitbang Biomaterial LIPI 2012

LATAR BELAKANG Pentingnya pemupukan Besarnya biaya pemupukan Tanaman keras, contohnya Kelapa Sawit membutuhkan hara yang tinggi Unsur hara terangkut produksi tidak seluruhnya dikembalikan ke tanah Hara lebih besar penting untuk menghasilkan produksi tinggi BIO- FERTILIZER Biaya pemupukan berkisar 40-60% dari biaya perawatan (20% dari total biaya produksi) Hutan Lindung/Ekowisata Kolaborasi Pemkot Konsep Desain Penanaman Sustainable resources by http://www.thenhf.com Bio-fertilizer Menuju Dampak Hasil Penelitian Yang Besar Signifikan Nyata Tim Pelaksana Insentif Peningkatan Kemampuan Peneliti dan Perekayasa 2012 1

PERMASALAHAN Teknologi Produksi Pupuk Organik yang mudah dan murah Tim Pelaksana Insentif Peningkatan Kemampuan Peneliti dan Perekayasa 2012 2

METODOLOGI Ruang Lingkup Kegiatan Skala laboratorium pengembangan kualitas produk pupuk organik Skala UKM memenuhi kuota produksi, aplikasi di lapangan, kegiatan pemupukan pada replanting Hutan Lindung Fokus Kegiatan Memproduksi pupuk organik cair dan mengaplikasikannya pada tanaman kehutanan untuk meningkatkan kesuburan tanah hutan. Desain Penelitian Penelitian dilakukan pada skala laboratorium dan lapangan. Tahapan Metode Pelaksanaan Kegiatan Perbanyakan mikroba yang akan digunakan sebagaia starter formula yang mengandung 5 jenis mikroba yaitu Pseudomonas sp., Azotobacter sp., Aspergillus sp., Rhizobium sp., Lactobacillus sp Pembuatan pupuk organik skala pilot dengan starter formula yang telah diperoleh. Pengujian Produk Perkembangan dan Hasil Kegiatan Teknologi Pembuatan Pupuk Organik Cair Tim Pelaksana Insentif Peningkatan Kemampuan Peneliti dan Perekayasa 2012 3

SINERGI KOORDINASI Lingkup dan bentuk koordinasi yang dilakukan Koordinasi internal : koordinasi kelembagaan Koordinasi eksternal : koordinasi dengan pihak-pihak yang terkait dengan pelaksanaan kegiatan Nama lembaga yang diajak koordinasi Koordinasi internal : UPT Biomaterial LIPI, BKPI LIPI, Ristek Koordinasi eksternal : Pemerintah Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Dinas Perikanan, Kelautan, Kehutanan, Pertanian dan energi Strategi pelaksanaan koordinasi Komunikasi secara intensif dengan pemerintah kota Tanjungpinang. Signifikansi capaian koordinasi yang dilakukan Pemerintah kota Tanjungpinang sangat antusias dengan rencana pelaksanaan kegiatan tersebut di hutan lindung bukit kucing sehingga dibuat kerjasama secara kelembagaan Tim Pelaksana Insentif Peningkatan Kemampuan Peneliti dan Perekayasa 2012 4

PEMANFAATAN HASIL KEGIATAN Kerangka dan strategi pemanfaatan hasil kegiatan Sosialisasi kegiatan melalui seminar pemanfaatan pupuk organik untuk tanaman keras pada tanah miskin hara Wujud - bentuk pemanfaatan hasil kegiatan Pemanfaatan teknologi pembuatan pupuk organik untuk tanaman kehutanan Data (jumlah dan demografi) pihak yang memanfaatkan hasil kegiatan Belum ada Signifikansi pemanfaatan yang dirasakan pihak penerima manfaat hasil kegiatan Pemanfaatan pupuk organik pada tanaman kehutanan dapat menjamin kebutuhan tanaman akan unsur hara makro dan mikro. Tim Pelaksana Insentif Peningkatan Kemampuan Peneliti dan Perekayasa 2012 5

POTENSI PENGEMBANGAN KE DEPAN Rancangan Pengembangan ke depan Mensinergikan kegiatan PKPP dengan kegiatan pemerintah daerah Melibatkan masyarakat sekitar hutan untuk menjaga ekosistem hutan Membuat manajemen pengelolaan hutan lindung Strategi Pengembangan ke depan Sosialisasi kegiatan dengan masyarakat sekitar hutan lindung Untuk menjamin kegiatan tersebut berkelanjutan maka dibuat kerjasama dengan pemerintah kota Tanjungpinang yang dituangkan dalam Nota Kesepahaman. Tahapan Pengembangan ke depan Pemeliharaan tanaman hutan lindung Pencegahan resiko kebakaran hutan Penambahan koleksi tanaman langka Tim Pelaksana Insentif Peningkatan Kemampuan Peneliti dan Perekayasa 2012 6

FOTO KEGIATAN Survey lapangan di Hutan Lindung Bukit Kucing, Tanjungpinang, Kepulauan Riau (30 April 2012) Contoh bibit yang akan ditanam Serah Terima Prototipe Produksi Pupuk Organik Cair di Hutan Lindung Bukit Kucing, Tanjungpinang, Kepulauan Riau Tim Pelaksana Insentif Peningkatan Kemampuan Peneliti dan Perekayasa 2012 7

logo lembaga TERIMA KASIH Arief Heru Prianto, S.Hut. Dr. Yudi Sastro, MP. Firda Aulia Syamani, S.Tp., M.Si. Sandi Sufiandi, S.T., M.Si. Danang Sudarwoko Adi, S.Hut.