20 III. METODE PENELITIAN 3.1. Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian dilaksanakan mulai bulan Februari 2009 sampai bulan November 2009. Lokasi penelitian adalah wilayah administrasi Kota Jakarta Timur. Kegiatan pengolahan data dilakukan di Bagian Perencanaan Pengembangan Wilayah, Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor. 3.2. Jenis Data, Sumber Data, dan Alat Penelitian Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder berupa: data Potensi Desa (PODES) Jakarta Timur tahun 2003 dan 2006, data penduduk dan pendatang tahun 2002-2008, Peta RTRW Jakarta Timur Tahun 2000-2010, Peta Jalan, Peta Administrasi Jakarta Timur, dan Peta Ruang Terbuka Hijau pada dua kurun waktu, yaitu Tahun 2002 dan 2007. Alat-alat penunjang yang digunakan dalam penelitian ini meliputi seperangkat komputer dengan software ArcView 3.3 dan ERDAS 8.6 untuk koreksi geometrik, digitasi dan pengolahan peta, Microsoft Office untuk pengolahan data, serta GPS (Global Positioning System). Pada Tabel 2dapat dilihat hubungan antara tujuan penelitian dan output yang diharapkan dengan sumber data dan teknik analisis. 3.3. Metode Penelitian 3.3.1. Tahap Penelitian Penelitian ini secara umum terdiri atasempat tahap, yaitu : 1. Tahap Studi Literatur Tahap ini dilaksanakan dengan mengumpulkan tulisan ilmiah yang berkaitan dengan penataan ruang dan perubahannya di wilayah Jakarta Timur.
21 Tabel 2. Tujuan Penelitian, Sumber Data, Teknik Analisis, dan Output yang Diharapkan No. Tujuan Penelitian Sumber Data Teknik Output yang diharapkan 1. Mengidentifikasi pola perubahan Ruang Terbuka Hijau di Kawasan Jakarta Timur. 2. Mengkaji faktor-faktor penentu perubahan (pertumbuhan/penurunan) luas Ruang Terbuka Hijau. -Peta Administrasi Jakarta Timur* -Peta Ruang Terbuka Hijau Jakarta Timur Tahun 2002 dan 2007** -Proporsi RTH -Proporsi Penduduk, Pendatang, Alokasi RTH di RTRW, Lahan Kosong, dan Fasilitas Analisis *Overlay *Deskripsi tabel dan grafik *Teknik Pendugaan Pertumbuhan/ Peluruhan *Analisis Regresi Berganda Dinamika perubahan Ruang Terbuka Hijau di Kawasan Jakarta Timur Terindikasinya faktorfaktor penentu perubahan (pertumbuhan/penurunan) luas Ruang Terbuka Hijau 3. Mengetahui laju pertumbuhan penduduk dan perkembangan wilayah di Jakarta Timur -Proporsi Penduduk -Indeks Perkembangan Wilayah *Deskripsi tabel dan grafik *Analisis Skalogram Sederhana Dinamika perubahan penduduk dan tingkat perkembangan wilayah di Kawasan Jakarta Timur *Studio Bagian Perencanaan Pengembangan Wilayah Fakultas Pertanian IPB **Dinas Tata Ruang Propinsi DKI Jakarta 2. Tahap Pengumpulan Data Jenis data yang dikumpulkan terdiri dari data spasial dan data atribut. Data spasial berupa Peta RTH Kawasan Jakarta Timurtahun 2002 dan 2007 hasil overlay dari Peta penutupan lahan dengan Peta batas administrasi wilayah Jakarta Timur. Data atribut berupa data potensi desa (PODES) tahun 2003 dan 2006, serta data penduduk dan pendatang tahun 2002-2008.
22 3. Tahap Pemasukan dan Analisis Data Tahap ini dilakukan sesuai dengan teknik analisis data yang telah ditetapkan sejak awal. Untuk menganalisis peta, digunakan program ArcView 3.3 dan ERDAS 8.6 untuk memperoleh data yang memuat informasi sesuai kebutuhan berupa pola perubahan Ruang Terbuka Hijau di kawasan Jakarta Timur; sedangkan untuk analisis data, digunakan Microsoft exel 2007 dan MINITAB. Detil tentang teknik analisis data diuraikan pada sub bagian 3.3.2. 4. Tahap Penyusunan Skripsi Tahap ini merupakan penyusunan interpretasi hasil análisis data yang pada dasarnya merupakan proses perumusan analisis sebagai bahan penyusunan skripsi. Penulisan hasil analisis disusun sedemikian rupa dalam bentuk skripsi. 3.3.2. Teknik Analisis Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini dibagi atas lima kelompok, yaitu : (1) Analisis Spasial, (2) Deskripsi Grafik dan Tabel, (3) Analisis Skalogram Sederhana, (4) Teknik Pendugaan Pertumbuhan/ Peluruhan, dan (5) Analisis Regresi Berganda. Secara lebih detil prosedur dan tahap yang dilakukan di setiap teknik yang digunakan dijabarkan pada uraian berikut ini. 3.3.2.1. Analisis Spasial Proses analisis spasial meliputi proses digitasi dan proses-proses koreksi geometrik lain yang dilakukan dengan menggunakan Software ArcView 3.3 dan ERDAS 8.6 terhadap peta-peta yang telah disiapkan. Proses digitasi dilakukan terhadap peta-peta agar dapat dilanjutkan ke dalam proses-proses geometrik untuk dianalisis yang pada akhirnya akan menghasilkan peta perubahan penggunaan lahan Ruang Terbuka Hijau (RTH). Tahap terpenting untuk mengetahui perubahan ruang terbuka hijau selama dua titik tahun dilakukan dengan Operasi Tumpang Tepat (Overlay). Peta yang ditumpangtepatkan adalah peta RTH Kota Jakarta Timur tahun 2002 dan tahun 2007, alokasi ruang berdasarkan RTRW tahun serta sebaran lahan kosong di Jakarta Timur. Hasil dari operasi tumpang tepat tersebut adalah data atribut yang digunakan dalam proses analisis statistik
23 untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan RTH di wilayah Jakarta Timur. 3.3.2.2. Deskripsi Grafik dan Tabel Analisis ini merupakan penjabaran secara deskriptif data melalui pembangunan grafik dan tabel. Dari hasil deskripsi grafik dan tabel, dapat diketahui pola perubahan ruang terbuka hijau serta laju hubungan peluruhan/pertumbuhan ruang terbuka hijau serta berbagai faktor yang diduga terkait dengan perubahan luas RTH di wilayah Jakarta Timur. 3.3.2.3. Analisis Skalogram Sederhana Metode ini digunakan untuk mengetahui hirarki pusat-pusat pengembangan dan sarana-prasarana pembangunan yang ada di suatu wilayah. Penetapan hirarki pusat-pusat pertumbuhan dan pelayanan tersebut didasarkan pada jumlah jenis dan jumlah unit sarana-prasarana pembangunan dan fasilitas pelayanan sosial ekonomi yang tesedia. Metode ini menghasilkan hirarki atau peringkat yang lebih tinggi pada pusat pertumbuhan yang memiliki jumlah jenis dan jumlah unit sarana-prasarana pembangunan yang lebih banyak. Metode ini lebih menekankan kriteria kuantitatif dibandingkan kriteria kualitas sarana/prasarana tersebut. Distribusi penduduk dan luas jangkauan pelayanan sarana-prasarana pembangunan secara spasial tidak dipertimbangkan secara spesifik. Dengan asumsi data menyebar normal, penentuan tingkat perkembangan wilayah dibagi menjadi tiga yaitu : * Hirarki I, jika indeks perkembangan (rata-rata + simpangan baku) * Hirarki II, jika rata-rata < indeks perkembangan < (rata-rata + simpangan baku) * Hirarki III, jika indeks perkembangan < rata-rata. Hirarki I merupakan daerah yang paling berkembang atau memiliki jumlah fasilitas yang paling banyak dan lengkap serta adanya kemudahan mencapai suatu fasilitas (aksesibilitas) yang dicirikan dengan perkembangan jaringan jalan, sedangkan Hirarki III menyatakan daerah yang kurang berkembang atau memilikijumlah fasilitas yang paling sedikit dan tidak lengkap, aksesibilitasnya
24 juga lebih sulit. Jumlah Kecamatan yang dianalisis adalah 10 Kecamatan. Jenis fasilitas yang dianalisis antara lain adalah: 1) fasilitas pemerintahan; 2) fasilitas pendidikan; 3) fasilitas ekonomi ; 4) fasilitas sosial. Hasil yang diharapkan dari analisis ini adalah hirarki pelayanan kecamatan yang didasarkan atas nilai IPK dari masing-masing kecamatan. Data yang digunakan dalam analisis skalogram adalah jumlah jenis fasilitas pelayanan, jumlah unit fasilitas dan akses masyarakat terhadap fasilitas pelayanan tertentu. Jumlah Kecamatan yang dianalisis adalah 10 kecamatan. Jenis fasilitas yang dianalisis antara lain adalah: 1) fasilitas ekonomi; 2) fasilitas pendidikan; 3) fasilitas ekonomi;dan 4) fasilitas sosial. Hasil yang diharapkan dari analisis ini adalah hirarki pelayanan kecamatan. 3.3.2.4 Teknik Pendugaan Pertumbuhan/ Peluruhan Salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan penggunaan lahan RTH adalah jumlah penduduk dan pendatang. Pendugaan dari perubahan tersebut secara matematis dapat diduga melalui fungsi pertumbuhan/ peluruhan. Model pertumbuhan/ peluruhan dapat digunakan untuk menduga perubahan seiring dengan waktu, ukuran atau jarak dari posisi referensi. Fungsi pertumbuhan/ peluruhan adalah : Y = Xt Xt 1 Xt 0 0, dimana : Y = Laju pertumbuhan/ peluruhan Xt 1 = Nilai variabel tahun akhir Xt 0 = Nilai variabel tahun awal Peubah yang diukur dengan menggunakan model ini adalah laju pertumbuhan penduduk dan pendatang pada tahun 2002 sampai tahun 2008. 3.3.2.5 Analisis Regresi Berganda (Multiple Regression Analysis) Analisis regresi digunakan untuk menduga model linier perubahan lahan terbuka hijau di wilayah Jakarta Timur. Pada penelitian ini digunakan metode analisis regresi berganda dengan prinsip regresi bertatar (stepwise regression). Proses dalam regresi bertatar dilakukan dengan memilih kombinasi variabel yang
25 menghasilkan model terbaik dan mengeliminasi satu per satu variabel yang menyebabkan multikolinearitas. Proses tersebut akan menciptakan kombinasi variabel-variabel penduga saling bebas dan mengurangi banyaknya variabel di dalam persamaan. Model yang dihasilkan dapat digunakan sebagai penduga yang baik jika asumsi-asumsi berikut dapat dipenuhi: a. Rata-rata galat sama dengan nol atau dinotasikan E(ei) = 0, untuk setiap i; dimana i = 1, 2,, n. b. Kovarian (Ei, Ej) = 0, dengan kata lain tidak ada autokorelasi antara galat yang satu dengan yang lain atau dinotasikan: Cov(ei, ej) = 0, i j. c. Setiap galat mempunyai varian yang sama atau dinotasikanvar(ei²) = 0²; untuk setiap i, dimana i = 1, 2,, n. d. Kovarian setiap galat memiliki varian yang sama untuk setiap variabel bebas dalam persamaan linier berganda atau dinotasikan Cov(ei, X 1 i) = Kov (ei, X 2 i) = 0. e. Tidak ada multikolinearitas; artinya tidak ada hubungan linier yang eksak antara variabel-variabel penjelas, atau variabel penjelas harus saling bebas. f. Galat menyebar normal dengan rata-rata nol dan varian ² atau dinotasikan ei N (0 ; ),. Persamaan yang akan dihasilkan dari analisis ini adalah : Y = A 0 + A 1 X 1 + A 2 X 2 + A 3 X 3 + + AnXn,dimana : Y: Variabel tak bebas( Perubahan RTH tahun 2002 dan 2007) A: Koefisien regresi X: Variabel bebas Variabel bebas terdiri dari: X 1 = Pertambahan jumlah penduduk tahun 2002-2008; X2 = Pertambahan jumlah pendatang tahun 2002-2008; X3 = Pertambahan jumlah fasilitas ekonomi tahun 2003 dan 2006; X4 = Pertambahan fasilitas pendidikan tahun 2003 dan 2006; X5 = Pertambahan fasilitas kesehatan tahun 2003 dan 2006; X6 = Alokasi RTH dalam RTRW 2010; X7 = Pertambahan luas lahan kosong tahun 2002 dan 2007.
26 Tahapan penelitian ditunjukkan dalam diagram alir pada Gambar 1. Gambar 1. Diagram Alir Penelitian