MANADO RACKET SPORTS CENTER (Folding Architecture)

dokumen-dokumen yang mirip
RUMAH SAKIT BERSALIN DI TOMOHON ( PENDEKATAN UTILITAS DALAM DESAIN )

GRAHA SENI DI KOTA MANADO (Metafora Dalam Rancangan Arsitektur)

2016 BANDUNG SPORTS CLUB

REDESAIN PERPUSTAKAAAN PROVINSI SULAWESI UTARA (HIBRIDASI PROGRAM)

REDESAIN PERPUSTAKAAN DAERAH DI MANADO PENELUSURAN MAKNA EDUKATIF DAN REKREATIF DALAM ARSITEKTUR

BAB VI HASIL RANCANGAN. wadah untuk menyimpan serta mendokumentasikan alat-alat permainan, musik,

BAB I PENDAHULUAN. I.1. Latar Belakang

Sekolah Luar Biasa Untuk Tunarungu Difabel Antropometri

GELANGGANG REMAJA / YOUTH CENTER DI TAHUNA ARSITEKTUR POSTMODERN DOUBLE CODING OLEH C.JENCKS ABSTRAK

BAB III METODE PERANCANGAN. dengan objek perancangan. Kerangka rancangan yang digunakan dalam proses

BAB III METODE PERANCANGAN

BAB 1 PENDAHULUAN. Kemajuan dan kejayaan suatu bangsa tidak terlepas dari peranan generasi

MALL OTOMOTIF MANADO (High Tech Architecture)

SATUAN ACARA PERKULIAHAN STUDIO PERANCANGAN ARSITEKTUR 2 / 3 SKS

KANTOR DINAS PEMADAM KEBAKARAN DI MANADO GEOMETRI MODULAR. Rocky Brian Wongkar 1 Judy O. Waani 2 Hendriek H. Karongkong 3

TERMINAL BUS ANTARMODA DI ISIMU (GORONTALO) (MOBILITAS SEBAGAI PENDEKATAN DESAIN) ABSTRAK

PERPUSTAKAAN DAERAH PROVINSI MALUKU UTARA DI SOFIFI

Lingkungan Sebagai Ide Dasar Pemikiran & Perancangan pada Gedung Olahraga dan Pusat Pembinaan PB. Suryanaga di Surabaya

BAB 3 METODE PERANCANGAN. Metode perancangan yang digunakan dalam perancangan Convention and

BAB III METODE PERANCANGAN

BAB VI HASIL PERANCANGAN

STASIUN KERETA API TRANS - SULAWESI DI MOLIBAGU FOLDING ARCHITECTURE Febrianto Sidadu 1 Johannes Van Rate 2 Hendriek H.

BAB 3 METODE PERANCANGAN. tempat atau fasilitas yang memadai. Banyaknya masyarakat Kota Pasuruan yang

BAB III METODE PERANCANGAN. perancang dalam mengembangkan ide rancangan. Metode yang digunakan dalam

Fasilitas Sinema Terpadu di Surabaya

INDOOR SPORTS HALL DI MANADO (MEGASTRUCTURES)

BAB III METODE PERANCANGAN. Pengembangan Seni Rupa Kontemporer di Kota Malang ini menggunakan

BAB I PENDAHULUAN PENGEMBANGAN FISIK BANGUNAN TPI JUWANA 1.1. LATAR BELAKANG

MALL KECANTIKAN DI MANADO (Building As Capital Investment)

BAB III. Metode Perancangan. Perancangan sentra industri batu marmer di Kabupaten Tulungagung

BAB V KONSEP PERANCANGAN

SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH STUDIO PERANCANGAN ARSITEKTUR 06 KODE / SKS : KK / 4 SKS. Sub Pokok Bahasan dan Sasaran Belajar

PUSAT REHABILITASI PASCA-STROKE (Penerapan Prinsip-prinsip Healing Environment)

BAB III METODE PERANCANGAN. harus diperhatikan dengan teliti agar menghasilkan hasil yang maksimal.

BAB I PENDAHULUAN. I. 1. Latar Belakang Proyek

BAB III METODE PERANCANGAN

RUMAH SAKIT BERSALIN DI MANADO (Therapeutic Environment)

BAB III METODE PERANCANGAN

TERMINAL PENUMPANG ANGKUTAN LAUT DI TAHUNA (Arsitektur Perilaku)

RECREATION CENTER DI MANADO (CULTURE AND ART EDUTAINMENT)

PUSAT OLAHRAGA TINJU DI MAKASSAR PENERAPAN ARSITEKTUR FUTURISTIK

BAB III METODE PERANCANGAN. Dalam metode perancangan ini, berisi tentang kajian penelitian-penelitian

Sekolah Luar Biasa Bagian B di Manado Arsitektur Bagi Penyandang Cacat Tunarungu, Mata Yang Mendengar

HOTEL RESORT DI TOMOHON (Implementasi Konsep Accomodating dan Innovative dalam Konteks Arsitektur Posmodern menurut Robert Venturi)

BAB 3 METODE PERANCANGAN. metode perancangan yang digunakan adalah metode deskriptif analisis. Metode

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Taman Rekreasi Pantai Mangga Tasik di Minahasa Eksplorasi Bentang Alam di Kawasan Pesisir

BAB III METODOLOGI PERANCANGAN

BAB 3 METODE PERANCANGAN. cukup dan dapat di olah kembali sehingga menjadi uraian yang lebih terperinci.

BAB III METODOLOGI PERANCANGAN. Metode perancangan yang digunakan dalam perancangan Institut Seni

BAB III METODE PERANCANGAN. permasalahan terkait dengan objek rancangan. Setelah itu akan dirangkum dalam

BAB III METODE PERANCANGAN. kualitatif, karena penelitian ini bertujuan membuat deskripsi, gambaran atau

BAB 3 SRIWIJAYA ARCHAEOLOGY MUSEUM

BAB III METODE PERANCANGAN. dalam mengembangkan ide sebuah rancangan. Langkah-langkah ini meliputi

STUDIO TUGAS AKHIR BAB I PENDAHULUAN

BAB I PENDAHULUAN. RUMAH SAKIT UMUM TARUTUNG [Pick the date] 1.8. Latar Belakang. ARSITEKTUR FUNGSIONAL Page 11

BELAWAN INTERNATIONAL PORT PASSANGER TERMINAL 2012 BAB I. PENDAHULUAN

HOTEL ATLET DAN PUSAT PELATIHAN OLAHRAGA DI YOGYAKARTA

SEKOLAH TINGGI MUSIK GEREJA DI MANADO HARMONI DALAM ARSITEKTUR DAN KONTEMPORER

3.6. Analisa Program Kegiatan Sifat Kegiatan Konsep Rancangan Konsep Perancangan Tapak Konsep Tata Ruang 75

BAB III METODE PERANCANGAN

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

negara kita sebagai negeri bahari yang kuat. Trend masa kini ternyata tidak hanya terjadi pada gaya hidup dan mode tetapi juga olah raga. Saat ini ola

BAB III METODE PERANCANGAN. sebagai alat visual metode merancang arsitektur. Adapun tahapan dan kerangka dari

PELABUHAN WISATA DAN REKREASI DI MANADO (ARSITEKTUR KONTEMPORER)

BAB III METODE PERANCANGAN

BAB III METODE PERANCANGAN. Metode perancangan ini merupakan langkah perancang dalam merancang

BAB III METODE PERANCANGAN

BAB III METODOLOGI PERANCANGAN

Dukuh Atas Interchange Station BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

BAB I PENDAHULUAN GEDUNG SENI PERTUNJUKAN DI SEMARANG LP3A TUGAS AKHIR 138

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang.

BAB III METODE PERANCANGAN. Dalam proses perancangan Kepanjen Education Park ini dibutuhkan

SENTRA PRODUKSI PERIKANAN DI SALIBABU (Penerapan Revolusi Biru Dalam Arsitektur)

SATUAN ACARA PERKULIAHAN STUDIO PERANCANGAN ARSITEKTUR 1 / 4 SKS

BAB V KONSEP PERANCANGAN

AGRO RESEARCH CENTER DI KOTAMOBAGU BIOMIMICRY

1.1 MAKSUD, TUJUAN DAN SASARAN

BAB 1 PENDAHULUAN 1-1

Redesain Kompleks Stadion Klabat Manado Arsitektur Modern Rasionalisme

BAB III METODE PERANCANGAN

GOR BASKET DI KAMPUS UNDIP SEMARANG

GALERI KAIN BENTENAN DI MANADO (ARCHITEXTILES)

BAB III METODE PERANCANGAN. proses merancang, disertai dengan teori-teori dan data-data yang terkait dengan

Fasilitas Informasi dan Pelatihan Futsal di Surabaya

BAB I PENDAHULUAN. baru, maka keberadaan seni dan budaya dari masa ke masa juga mengalami

KANTOR IMIGRASI KELAS 1 SEMARANG

BAB I PENDAHULUAN. 2 (dua) orang Sarjana Arsitektur yaitu Ir. Muhammad Hasan (alm) dan Ir. M.

BAB III METODE PERANCANGAN. Metode tersebut berisi tentang penjelasan atas fenomena-fenomena yang terjadi dan

ENTERTAINMENT CENTER DI PURWODADI

BAB 3 METODA PERANCANGAN. Lingkup metoda penyusunan rencana Pembangunan Pusat Sains dan Teknologi di

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang

5. HASIL RANCANGAN. Gambar 47 Perspektif Mata Burung

BAB I PENDAHULUAN. Pertumbuhan penduduk kota Yogyakarta berdasarkan BPS Propinsi UKDW

BAB I PENDAHULUAN. Jenjang Pendidikan Atlet Binaan

BAB VI HASIL RANCANGAN. Konsep desain kawasan menggunakan tema combined methapor dari

BAB III METODE PERANCANGAN. masalah hal selanjutnya yang dilakukan ialah melakukan studi atau mencari data,

BAB I PENDAHULUAN. Ruang Komunal Kelurahan Kemlayan sebagai Kampung Wisata di. Surakarta dengan Pendekatan Arsitektur Kontekstual

BAB I PENDAHULUAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

BAB 1 PENDAHULUAN. Masyarakat dan gaya hidupnya dewasa ini semakin berkembang. Hal

Transkripsi:

MANADO RACKET SPORTS CENTER (Folding Architecture) Ronald Nelwan 1 Vicky H. Makarau 2 Johannes Van Rate 2 ABSTRAK Manado Racket Sports Center merupakan suatu pusat olahraga raket yang terletak di kota Manado yang berfungsi sebagai tempat latihan dan pertandingan olahraga raket seperti Bulu Tangkis, Tenis Lapangan, dan Squash. Menggabungkan ketiga olahraga raket ini merupakan objek utama dalam perancangan tugas akhir ini. Wilayah Kecamatan Mapanget merupakan kawasan pengembangan. Posisinya yang strategis karena berada pada kawasan perbatasan dengan wilayah Kabupaten Minahasa Utara menjadikan kawasan Mapanget memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap pertumbuhan dan perkembangan kawasan sekitarnya. Dengan menggunakan tema Folding Architecture maka diharapkan tempat olahraga raket ini dapat menghasilkan suatu bentuk yang exploratif. Penerapannya ke dalam perancangan arsitektur menggunakan metode borrowing yakni meminjam karakter kertas dan mentransformasikannya kedalam sebuah bentuk melalui proses lipat, potong, tekan dll. Peminjaman karakter kertas dipakai sebagai media dalam membuat bentukan, karena sifat kertas yang mudah dilipat dan ditekuk. Setiap proses lipatan itu bertransformasi menjadi sebuah bentuk yang hasilnya tidak terduga sebelumnya. Itu disebabkan karena Folding bersifat spontan dan tidak memiliki cara yang terikat dalam memproses sebuah bentuk. Setiap bentukan yang dihasilkan pasti akan berbeda walaupun prosesnya sama. Dari bentukan inilah yang nantinya akan diolah menjadi suatu desain arsitektur. Kata Kunci : Racket Sports Center, Folding Architecture I. PENDAHULUAN Olahraga merupakan kegiatan yang sangat baik karena dapat memberikan kesehatan dan kesenangan bagi tubuh kita. Karena olahraga juga merupakan suatu keharusan dari aspek biologis manusia guna mengembangkan ketahanan tubuh secarah menyeluruh. Untuk itu dibutuhkan suatu wadah atau tempat yang dapat digunakan untuk olahraga, dalam hal ini olahraga raket. Olahraga raket yang dimaksud disini adalah olahraga raket berupa Bulu Tangkis, Tenis Lapangan dan Squash. Tujuan merancang objek arsitektural ini, agar supaya dapat menampung kegiatan olahraga raket di Manado serta dapat mengembangkan minat dan bakat masyarakat Sulawesi Utara agar supaya dapat berprestasi dibidang olahraga raket baik secara nasional maupun internasional. II. METO DE PERANCANGAN a. Pendekatan Perancangan Dalam proses pendekatan perancangan objek, ada 3 aspek utama yang akan dilakukan pertama pendekatan tematik, yang kedua pendekatan tipologi objek, dan yang ketiga pendekatan analisis tapak dan linkungan. Tema yang di ambil adalah Folding Architecture, dimana tema ini menerapkan suatu proses untuk menghasilkan bentukan dalam desain arsitektur yang pada intinya bereksperimen untuk menghasilkan suatu bentuk yang konfigurasi. Perancangan dengan pendekatan tipologis dibedakan atas dua tahap kegiatan yaitu pengidentifikasian tipe/tipologi dan tahap pengolahan tipe. Dalam pendekatan ini perlu dilakukan analisis pemilihan lokasi site dan analisis tapak terpilih yang akan digunakan beserta lingkungan sekitar. b. Metode Perancangan Metode yang dilakukan untuk memperoleh pendekatan perancangan di atas ada 2 cara yaitu metode riset dan metode perancangan. Ada 3 metode riset pertama wawancara, dalam hal ini 1 Mahasiswa PS1 Arsitektur UNSRAT 2 Staf Dosen Pengajar Arsitektur UNSRAT 27

menganalisa dan merangkum pendapat-pendapat, hasil konsultasi dengan dosen pembimbing dan dosen penguji dan narasumber yang berkaitan dengan judul serta tema yang diangkat. Kedua studi literatur, untuk mendapatkan dan mempelajari penjelasan mengenai judul dan tema desain. Ketiga observasi, melakukan pengamatan langsung pada lokasi yang berhubungan dengan objek perancangan, sehingga kondisi lokasi dapat diketahui dengan jelas. Ada 3 metode perancangan pertama studi komparasi, Mengadakan studi komparasi dengan objek maupun fasilitas sejenis atau hal-hal kontekstual yang berhubungan dengan objek desain yang sumbernya diambil melalui internet, buku-buku, majalah dan objek yang sudah terbangun. Kedua eksperimen desain, Menguji cobakan gagasan desain melalui proses transformasi sampai pada perwujudan ide-ide de sain secara 2 dimensi maupun 3 dimensi. Ketiga studi image, menilai objekobjek secara visual untuk merumuskan konsep-konsep desain yang diperlukan. Dari pendekatan perancangan yang ada, maka diambil sebuah kerangka pikir yang akan menjelaskan keseluruhan laporan. Kerangka pikir ini sendiri tidak lepas dari proses desain. Proses desain yang dipakai mengarah pada model proses desain generasi II yang dikembangkan oleh John Zeizel, dimana proses desain ini merupakan suatu proses yang terjadi secara berulang-ulang secara terus menerus (cyclical/spiral). Model proses desain seperti ini dipilih sebagai proses perancangan karena proses desain ini cenderung tidak membatasi permasalahan yang ada sehingga desain nantinya bisa optimal sesuai tujuan dan sasaran perancangan. III. KAJIAN PERANCANGAN Pemahaman objek rancangan Manado Racket Sports Center : Manado Racket Sport Center : Ibu kota dari Provinsi Sulawesi Utara : Raket (merupakan alat yang digunakan dalam cabang olahraga raket) : Olahraga : Pusat Jadi, secara etimologi pengertian Manado Racket Sports Center adalah Pusat kegiatan olahraga dengan menggunakan raket yang terletak di Manado. 1. Prospek O bjek Perancangan Manado Racket Sports Center ini hadir untuk mewadahi masyarakat kota Manado pada khususnya dan Sulawesi Utara pada umumnya, sebagai tempat pusat olahraga raket dan hiburan. Melalui pendalaman objek perancangan, maka prospek proyek adalah sebagai berikut : Terciptanya sebuah objek rancangan yang akan menjadi pusat olahraga raket di Manado. Akan terciptanya sebuah objek rancangan yang memiliki bentuk arsitektural yang unik karena mengunakan tema perancangan Folding didalamnya. Memberikan pencitraan objek yang menarik sehingga dapat membuat pengunjung atau yang hanya lewat merasa tertarik untuk melihat lebih jauh ke dalam. Dan juga agar supaya pengguna merasa nyaman, aman dan menyenangkan. 2. Fisibilitas Objek Perancangan Melalui perancangan pusat olahraga raket ini, diharapkan mampu meningkatkan prestasi yang ada di Sulawesi umumnya dan Manado khususnya. Sangat disayangkan, banyak para generasi muda kita yang sangat berbakat tidak mempunyai tempat atau wadah untuk menampung serta melatih mereka. Pusat olahraga raket ini dirancang kiranya mampu mengangkat kembali bakat-bakat alami yang terpendam pada masyarakat Sulawesi Utara agar supaya dapat berprestasi di Tingkat Nasional ataupun internasional. 3. Pelayanan Objek Skala pelayanan yang dicakup dari objek arsitektural ini adalah masyarakat secara umum yang ada di Sulawesi Utara, di kota manado khususnya. 28

4. Tinjauan Lokasi Lokasi objek perancangan ini sesuai dengan judulnya Manado Racket Sports Center yaitu berada di Kota Manado yang merupakan ibu kota dari Sulawesi Utara yang tepatnya berada di Kecamatan Mapanget, kelurahan Kairagi II jalan A. A. Maramis. Gambar 1. Peta Sulawesi Utara dan Peta Kecamatan Kota Manado 5. Lokasi Terpilih Terpilihnya lokasi ditinjau dari beberapa pertimbangan, antara lain : Pengembangan Lahan : Merupakan kawasan pengembangan lapangan olahraga. Aksesbilitas : Pencapaian dari pusat kota menuju lokasi objek perancangan membutuhkan waktu tempuh ± 30 menit. View : Site berhadapan lansung dengan jalan A. A. Maramis, sekitaran site berbatasan dengan bangunan-bangunan umum dan kompleks perumahan, kondisi topografi site berkontur. Infrastruktur : Kondisi jalan raya baik, tersedia saluran air bersih (PAM) dan Jaringan aliran listrik (PLN). 6. Tema Perancangan Tema yang digunakan dalam objek perancangan ini adalah Folding Architecture. Penggunaan tema ini dalam objek perancangan diharapkan dapat memberikan suatu tampilan yang berbeda dan dapat menunjang fungsi objek didalamnya. Sehingga pengguna ataupun pengunjung yang datang merasa nyaman dan bangga bisa datang atau menggunakan objek rancangan, dalam hal ini Manado Racket Sports Center. Tema Folding Architecture merupakan tema yang berhubungan dengan seni lipat-melipat, dan juga merupakan suatu proses yang menghasilkan bentukan dalam desain arsitektur yang pada intinya bereksperimen untuk menghasilkan suatu bentuk yang konfigurasi melalui suatu proses. Penerapan tema ke dalam perancangan arsitektur menggunakan metode borrowing yakni meminjam karakter kertas dan mentransformasikannya kedalam sebuah bentuk rancangan melalui proses lipat, potong, dan tekan. Penggunaan folding dalam perancangan objek arsitektur, mendorong perancang untuk lebih kreatif dan bereksplorasi lebih dalam mendesain. Perancang dituntut untuk lebih berimajinasi dalam menghasilkan bentuk-bentuk yang eksploratif dan berbeda. Dalam perancangan arsitektur, folding dapat diterapkan pada tiga bagian dasar perancangan yaitu : Struktur Ruang dan Fasade Dalam proses perancangan menggunakan tema folding, perancang juga harus memperhatikan keterkaitan objek terhadap kondisi lingkungan ataupun kondisi sekitar site karena folding membutuhkan proses panjang dalam penyelesaiannya. Proses yang dilalui folding dalam 29

menyelesaikan masalah dapat dikategorikan sebagai arsitektur. Karena dengan demikian dapat tercipta suatu bentukan yang eksploratif. 7. Strategi Perancangan Tematik Strategi yang digunakan dalam perancangan arsitektur ini memilih salah satu dari empat fase perancangan : Materi dan Fungsi Algoritme Diagram Spasial, Struktural, dan Organisasional Prototipe Arsitektur Tema folding ini akan diaplikasikan dalam keseluruhan objek perancangan Manado Racket Sports Center. Disini penulis akan mengunakan fase perancangan yang keempat (Prototipe Arsitektur), penggunaan metode folding dalam perancangan objek ini lebih mengarah pada tampilan atau fasade bentuk bangunannya saja. Bentuk yang dihasilkan akan lebih unik dengan permainan lipatan-lipatan, tekukan-tekukan, serta pemotongan-pemotongan yang dilakukan pada bagian-bagian tertentu pada objek rancangan. Dalam proses perancangan objek ini, tidak ada lagi bentuk-bentuk serta lipatan yang sama yang diulang secara terus-menerus. Lipatan, tekukan, atau potongan diproses dan dirancang kembali sedemikian rupa sehingga bentuk yang dihasilkan tidak monoton atau mengalami pengulangan bentuk yang sama. Gambar 2. Contoh Desain Yang Menggunakan Tema Folding Architecture (Sumber: Daniel Libeskind Conecticut USA 2010) 8. Analisa Perancangan Secara umum kajian analisa perancangan yang ada mencakup tentang program ruang dan fasilitas, analisa tapak dan lingkungan, serta analisa gubahan bentuk dan ruang. 9. Program Ruang dan Fasilitas Kebutuhan ruang dari objek rancangan Manado Racket Sports Center ini didapat dari aktivitas para pengguna objek rancangan, kebutuhan ruang ini dibagi dalam beberapa fasilitas seperti : Fasilitas Penerima Fasilitas Primer Fasilitas Sekunder Fasilitas Penunjang Fasilitas Pengelola Fasilitas untuk Utilitas Bangunan Fasilitas Parkir Pengelompokan secara umum hasil analisa luasan ruang, sebagai berikut : Fasilitas Penerima :» Exhibition Hall = 1.251.50 m 2 Total = 1.251.50 m 2 30

Fasilitas Primer :» R. Latihan Bulu Tangkis = 492.96 m 2» R. Pertandingan Bulu Tangkis = 1.028.22 m 2» R. Latihan Tenis Lapangan = 1.761.22 m 2» R. Pertandingan Tenis Lapangan = 2.027 m 2» R. Latihan Squash = 445.60 m 2» R. Pertandingan Squash = 707.60 m 2 Total = 6.266.54 m 2 Fasilitas Penunjang :» Museum = 102 m 2» Retail = 136 m 2» Foodcourt dan Café = 437.56 m 2» R. Medis = 106 m 2 Total = 781.56 m 2 Ruang Utilitas Bangunan :» Ruang Maintenance = 26 m 2» Ruang Pompa Air = 24 m 2» Ruang Kontrol = 72 m 2» Tempat Sampah = 35 m 2» Gudang Barang = 36 m 2 Total = 158 m 2 Fasilitas Sekunder :» Tempat Fitnes = 520 m 2 Total = 520 m 2 Fasilitas Pengelola :» Kantor Pengelola = 118.50 m 2» R. Kerja = 198 m 2» R. Rapat dan R. Service = 329 m 2 Total = 645.50 m 2 Fasilitas Parkir :» Tempat Parkir = 5.044.80 m 2 Total = 5.044.80 m 2 Total Keseluruhan = 1.251.50 + 6.266.54 + 520 + 781.56 + 645.50 + 158 + 5.044.80 = 14.667.90 m 2 10. Analisa Lokasi dan Tapak Luas Site = 33.456 m 2 Lebar Jalan = 12 m Sempadan Jalan = 15 m Luas Sempadan = 3.165 m 2 Sempadan Batas Site = 2.409 m 2 = 3.165 + 2.409 = 5.574 m 2 Site Efektif = 27.882 m 2 BCR Dik : TLS= 27.882 m 2 BCR= 40% Dit :Luas Lantai Dasar Maksimal? Jawab : BCR = LLD = BCR x TLS LLD = 40% x 27.882 m 2 Gambar 3. Ukuran dan Luas Site LLD maksimal = 11.152.80 m 2 FAR Dik : LLD= 11.152.80 m 2 FAR= 160% Dit : Total Luas Lantai Maksimal? Jawab : FAR = TLL = FAR x LLD TLL = 160% x 11.152.80 m 2 TLL maksimal = 17.844.48 m 2 31

11. Batas- Batas Site Batas-batas Site : - Sebelah Utara = Jalan A. A. Maramis - Sebelah Selatan = Lahan kosong dan Perumahan - Sebelah Timur = Bangunan umum - Sebelah Barat = Pemukiman warga Kondisi eksisting site: - Interval kontur mengalami kenaikan ± 2 meter. - Kemiringan tanah pada site 45 0 Gambar 4. Kondisi Sekitar Site Tanggapan perancangan - Karena kondisi site yang berkontur, maka dapat dimanfaatkan kondisi permukaan tanah pada site untuk melihat pemandangan sekitar yang cukup baik. - Pada beberapa bagian site yang tidak rata akan diadakan cut and fill pada permukaan tanah tersebut. - Diadakannya cut and fill ini untuk mengatasi aliran air yang deras pada saat musim hujan karena dapat menyebabkan erosi pada area site. 12. Analisa Zoning KETERANGAN Gambar 5. Analisa Zoning 1. Entrance 2. Fasilitas penerima 3. Fasilitas primer 4. Fasilitas sekunder 5. Fasilitas penunjang 6. Fasilitas pengelola 7. Ruang utilitas bangunan 8. Ruang luar 13. Gubahan Bentuk Bangunan Gubahan bentuk dalam arsitektur dapat dilakukan dengan 3 cara, yaitu : 1. Perubahan melalui dimensi 2. Perubahan akibat pengurangan bentuk 3. Perubahan akibat penambahan bentuk Untuk tampilan bangunan pada objek perancangan ini, dibentuk dengan mempertimbangkan berbagai aspek, yaitu: fungsi objek, pemakai, keadaan tapak, tema perancangan dan mengacu pada beberapa cara dalam mengubah bentuk menurut F.D.K.Ching, yaitu: a. Substraktive Form Pengubahan bentuk dengan cara melakukan pemotongan atau pengurangan bentuk pada bangunan. b. Repetitive Form Pengubahan bentuk dengan melakukan penggandaan atau pengulangan bentuk pada bangunan. c. Additive Form Hasil pengubahan bentuk dengan cara penambahan panambahan bentuk pada bangunan. 32

IV. KO NSEP-KO NSEP DAN HASIL PERANCANGAN Konsep dasar perancangan bangunan spotrs center ini sesuai dengan konsep perancangan tematik dimana perancang mengunakan metode prototipe arsitektur dari tema folding architecture. Dimana konsep perancangan ini lebih mengarah pada tampilan desain yang kreatif sebagai hasil akhirnya. Berdasarkan pengolahan data dan kajian tema yang disesuaikan dengan objek perancangan dan kondisi site, maka didapatkan proses bentukan dasar sebagai berikut. Proses awal terjadinya bentuk dasar bangunan, tercipta dari Pola Pergerakan Bola baik pada permaian Bulu Tangkis, Tenis Lapangan dan Squash. Dari pola permainan bola inilah yang akan membentuk garis-garis yang tidak terlihat kemudian dijadikan bentukan dasar bangunan. Pola permainan bola Setelah mendapatkan bentukan dasar yang diinginkan kemudian dikembangkan dengan menggunakan fase perancangan (Prototipe Arsitektur), dimana penggunaan metode folding dalam perancangan objek ini lebih mengarah pada tampilan atau fasade bentuk bangunannya saja. Bentuk yang dihasilkan akan lebih unik dengan permainan lipatan-lipatan, tekukan-tekukan, serta pemotongan-pemotongan yang dilakukan pada bagian-bagian tertentu pada objek rancangan. Bentukan dasar yang didapat sesuai dengan tema folding architecture, tampilan seperti lipatan-lipatan kertas Karena menggunakan tema folding architecture dengan metode prototipe arsitektur maka tampilan bangunan dibuat sekreatif mungkin dan sesuai dengan fungsi bangunan sebagai bangunan publik sports center. Dengan demikian tampilan bangunan lebih banyak menggunakan material kaca, metal composit dan external wall. Hasil-hasil perancangan Manado Racket Sports Center : Gambar 6. Layout Plan Gamabr 7. Site Plan 33

Gambar 8. Tampak Bangunan Gambar 9. Perspektif Gambar 10. Spot Interior Gambar 11. Spot Eksterior V. KESIMPULAN Objek perancangan Manado Racket Sports Center ini merupakan sebuah bangunan publik yang terbuka untuk umum bagi para pecinta olahraga raket khususnya Bulu Tangkis, Tenis Lapangan, dan Squash untuk berlomba dan berlatih serta ditunjang dengan adanya fasilitas hiburan dan rekreasi. Objek rancangan Manado Racket Sports Center ini, dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas penunjang lainnya seperti, Museum, Retail, Foodcourt, cafe dan Tempat Fitnes. Bentukan dari objek rancangan ini tercipta dari pola permainan bola dalam permainan Bulu Tangkis, Tenis Lapangang, dan Squash. Dimana ketika bola dimainkan terjadi pantulan antara raket-lantai-raket sehingga tercipta pola permainan bola yang tidak terlihat. Dari pola permainan bola tersebut didapatlah bentuk dasar, kemudian diolah dengan menggunkan tema Folding Architecture dengan metode Prototipe Arsitektur maka jadilah bentuk-bentuk yang kreatif dan inovatif. Kurangnya perhatian dari pemerintah serta kurangnya tempat untuk berolahraga menjadi kendala saat ini bagi para pecinta olahraga, khususnya olahraga raket. Oleh karena itu sangat dibutuhkan tempat atau wadah yang dapat menampung para pecinta olahraga raket ini agar dapat berlatih serta mengembangkan minat dan bakat mereka khususnya para generasi muda yang berada di kota Manado agar supaya lebih lagi mencintai olahraga khususnya olahraga Bulu Tangkis, Tenis Lapangan dan Squash. Dengan demikian generasi penerus bangsa, atlet-atlet muda yang berbakat bisa kembali lagi berprestasi baik ditingkat nasional maupun ditingkat internasional. 34

DAFTAR PUSTAKA Anonimous. 1973. Ensiklopedia Umum, Yayasan Kanisius, Jakarta Bun, Zoltan. 2009. Arcc Journal: Between Analogue and Digital Diagrams Carter, Laura. 2011. Folding: Curated Consumption. Charles Jencks, 1997. the Architecture of the Jumping Universe Ching, F.D.K. 1991. Arsitektur: Bentuk, Ruang dan Susunannya, Erlangga, Jakarta Deleuze, Gilles. 1993. The Fold Leibniz and The Baroque, The Athlone Press Ltd, Great Britain Greg, Lynn. 1993. Folding in Architecture (architectural curvilinearity the folded, the pliant, and the supple), Architectural Design James, Andre M. 2008. A Masters Thesis: Deployable Architecture Mario Carpo, 2004. Ten Years Of Folding, Folding in Architecture, Architectural Design Ed Nenad Šekularac, Jelena Ivanović Šekularac, Jasna Čikić Tovarović. 2012. Folded Structures in Modern Architecture, Architecture and Civil Engineering Neufert, Ersnt. 1993. Data Arsitek Jilid I dan II, Erlangga, Jakarta Poerbo, Hartono. 1998. Utilitas Bangunan, Djambatan, Jakarta Schodek L. Daniel. 1991. Struktur, Eresco, Bandung Vyzoviti, Sophia. 2003. Folding Architecture (spatial, structural, and organizational Diagrams), The authors and BIS publishers Wojowasito S. Wasito T. 1982. Kamus lengkap Inggeris-Indonesia, HASTA, Bandung 35