LAPORAN PRAKTIKUM 2:

dokumen-dokumen yang mirip
PRAKTIKUM PH METER, PERSIAPAN LARUTAN PENYANGGA

LAPORAN PRAKTIKUM. ph METER DAN PERSIAPAN LARUTAN PENYANGGA

Laporan Praktikum 3. Praktikum 3 : ph meter, Persiapan larutan penyangga, Pengenceran stok glukosa. Oleh : Rebecca Rumesty L dan Jimmy

PRAKTIKUM 3 : PH METER, PERSIAPAN LARUTAN PENYANGGA, PENGENCERAN STOK GLUKOSA. Oleh : Henny Erina Saurmauli Ompusunggu. Jekson Martiar Siahaan

LAPORAN PRAKTIKUM 03 ph METER DAN PERSIAPAN LARUTAN PENYANGGA

PRAKTIKUM 2 PH METER, PERSIAPAN LARUTAN PENYANGGA, PENGENCERAN STOK GLUKOSA Oleh: Melviana Aditya Candra

LAPORAN PRAKTIKUM ph METER DAN PERSIAPAN LARUTAN PENYANGGA

LAPORAN PRAKTIKUM 2. : Magister Ilmu Biolmedik : ph meter, persiapan larutan penyangga Tanggal pelaksanaan : 10 Maret 2015

LAPORAN PRAKTIKUM ph METER DAN PERSIAPAN LARUTAN PENYANGGA

LAPORAN PRAKTIKUM ph METER, PERSIAPAN LARUTAN PENYANGGA

LAPORAN PRAKTIKUM ph METER, PERSIAPAN LARUTAN PENYANGGA

LAPORAN PRAKTIKUM 2 PH METER, PERSIAPAN LARUTAN PENYANGGA

LAPORAN PRAKTIKUM PH METER, PERSIAPAN LARUTAN PENYANGGAN, DAN PENGENCERAN

LAPORAN PRAKTIKUM 2 PH METER, PERSIAPAN LARUTAN PENYANGGA, DAN PENGENCERAN

LAPORAN PRATIKUM II PRATIKUM PH METER DAN PERSIAPAN LARUTAN PENYANGGA

Laporan Praktikum ph Meter, Persiapan Larutan Penyangga

Laporan Praktikum 3. ph Meter dan Persiapan Larutan Penyangga

: Kirana patrolina sihombing

: Kirana patrolina sihombing

LAPORAN PRAKTIKUM ph METER, PERSIAPAN LARUTAN PENYANGGA DAN PENGENCERAN GLUKOSA

Laporan Praktikum ph Meter dan Persiapan Larutan Penyangga

LAPORAN PRAKTIKUM 2 BM 506. ph METER DAN PERSIAPAN LARUTAN PENYANGGA

KESEIMBANGAN ASAM BASA

LAPORAN PRAKTIKUM 2 ph METER, PERSIAPAN LARUTAN PENYANGGA HARI/TANGGAL PRAKTIKUM : Kamis, 31 Maret 2016

ph = pk a + log ([A - ]/[HA])

LAPORAN PRAKTIKUM 3 ph METER, BUFFER, dan PENGENCERAN DISUSUN OLEH : MARIA LESTARI DAN YULIA FITRI GHAZALI Kamis 04 Oktober s/d 16.

PERSIAPAN LARUTAN PENYANGGA DAN PH METER

Praktik Biomedik 506 Ketrampilan Dasar Laboratorium. Laporan Praktikum ph Meter, Buffer dan Pengenceran

LAPORAN PRAKTIKUM PH METER, PERSIAPAN LARUTAN PENYANGGAN, DAN PENGENCERAN

LAPORAN PRAKTIKUM 03 ph Meter dan Persiapan Larutan Penyangga

H 2 PO 4 H + + HPO 4 [H + ] [HPO 4 2- ] [H 2 PO 4 - ] K a = kalau disusun kembali... [H + ] = K a [H 2 PO 4 [HPO 4 2- ] bila diuraikan didapat rumus

LAPORAN PRAKTIKUM. ph Meter dan Persiapan Larutan Penyangga

Nova Nurfauziawati Kelompok 11A V. PEMBAHASAN

Metodologi Penelitian

LAMPIRAN 1 CARA KERJA PENGUJIAN FISIKOKIMIA

Bab IV Hasil dan Pembahasan

PERCOBAAN IV PEMBUATAN BUFFER Tujuan Menghitung dan pembuat larutan buffer atau dapar untuk aplikasi dalam bidang farmasi.

PERCOBAAN 3 REAKSI ASAM BASA

Uji Kualitatif Karbohidrat dan Hidrolisis Pati Non Enzimatis

LAPORAN PRAKTIKUM 1 TEKNIK DASAR: PIPET, TIMBANGAN, PEMBUATAN LARUTAN

Titrasi asam kuat-basa kuat

PENUNTUN PRAKTIKUM KIMIA DASAR II KI1201

TEKNIK DASAR: PIPET, TIMBANGAN, PEMBUATAN LARUTAN

LAMPIRAN A PROSEDUR ANALISIS

PETA KONSEP. Larutan Penyangga. Larutan Penyangga Basa. Larutan Penyangga Asam. Asam konjugasi. Basa lemah. Asam lemah. Basa konjugasi.

Modul 1 Analisis Kualitatif 1

TEKNIK DASAR: PIPET, TIMBANGAN, PEMBUATAN LARUTAN

KONTROL KEASAMAN LARUTAN PENYANGGA (BUFFER)

LAPORAN PRAKTIKUM TEKNIK DASAR : PIPET, TIMBANGAN, PEMBUATAN LARUTAN

LAPORAN PRAKTIKUM TEKNIK DASAR : PIPET, TIMBANGAN, PEMBUATAN LARUTAN

BAB V METODOLOGI. Tabel 3. Alat yang digunakan dalam praktikum No Nama Alat Jumlah

Larutan Dapar Dapar adalah senyawa-senyawa atau campuran senyawa yang dapat meniadakan perubahan ph terhadap penambahan sedikit asam atau basa.

LAPORAN PRAKTIKUM TEKNIK DASAR : PIPET, TIMBANGAN, PEMBUATAN LARUTAN

Lampiran 2.2 (Analisis Rencana Pelaksanaan Pembelajaran)

LARUTAN PENYANGGA Bahan Ajar Kelas XI IPA Semester Gasal 2012/2013

UJI KUALITATIF KARBOHIDRAT DAN PROTEIN

OLIMPIADE SAINS NASIONAL Medan, 1-7 Agustus 2010 BIDANG KIMIA. Ujian Praktikum KIMIA ANALISIS. Waktu 150 menit

LAPORAN PRAKTIKUM 2 TEKNIK DASAR : PIPET, TIMBANGAN, PEMBUATAN LARUTAN DISUSUN OLEH : JEKSON MARTIAR SIAHAAN DAN MARIA LESTARI

Larutan Penyangga XI MIA

Lampiran 1. Kriteria penilaian beberapa sifat kimia tanah

BAB 6. Jika ke dalam air murni ditambahkan asam atau basa meskipun dalam jumlah. Larutan Penyangga. Kata Kunci. Pengantar

Lampiran 1. Prosedur analisis karakteristik kompos

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Tempat penelitian dilakukan di Laboratorium kimia Analis Kesehatan,

Lampiran 1. Prosedur Karakterisasi Komposisi Kimia 1. Analisa Kadar Air (SNI ) Kadar Air (%) = A B x 100% C

LAPORAN PRAKTIKUM PRAKTIKUM TEKNIK DASAR : TIMBANGAN, PIPET DAN PEMBUATAN LARUTAN IRA ASTUTI HASIBUAN PROGRAM STUDI MAGISTER BIOMEDIK FK USU

LAPORAN PRAKTIKUM I TEKNIK DASAR : PIPET, TIMBANGAN, PEMBUATAN LARUTAN HARI/TANGGAL PRAKTIKUM : Kamis, 17 Maret 2016

BAB 7. ASAM DAN BASA

I. LARUTAN BUFFER. 1. Membuat Larutan Buffer 2. Mempelajari Daya Sanggah Larutan Buffer TINJAUAN PUSTAKA

TEKNIK DASAR: PIPET, TIMBANGAN, PEMBUATAN LARUTAN

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA DASAR LARUTAN BUFFER

PERCOBAAN POTENSIOMETRI (PENGUKURAN ph)

BAB VI HASIL DAN PEMBAHASAN

PRAKTIKUM II TITRASI ASAM BASA OLEH RONIADI SAGULANI 85AK14020

M 0,4 0,1 0,2 B 0,1 0,1 0,1 0,1 S 0,3-0,3 0,1 POH = -

MATERI DAN METODE PENELITIAN

Menyiapkan tabung reaksi yang bersih dan kering. Setelah itu dipipet 5 ml reagen benedict lalu dimasukkan kedalam tabung.

MODUL PRAKTIKUM BIOKIMIA PROGRAM STUDI TEKNOLOGI HASIL PERTANIAN JURUSAN TEKNOLOGI PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA

13. Gilbert, G. L., (1976), A Buffer solution and its action, J.Chem.Ed, 53, Wiger, G. R., de la Comp, U., (1978), Conjugate acid base

BAB III METODE PENELITIAN

MODUL I SIFAT KOLIGATIF LARUTAN Penurunan Titik Beku Larutan

Laporan praktikum Teknik Dasar: Pipet, Timbangan, Pembuatan Larutan. : Mesrida Simarmata Nim :

LAPORAN PRAKTIKUM I TEKNIK DASAR : PIPET, TIMBANGAN, PEMBUATAN LARUTAN HARI/TANGGAL PRAKTIKUM : Kamis, 17 Maret 2016

LEMBARAN SOAL 4. Mata Pelajaran : KIMIA Sat. Pendidikan : SMA Kelas / Program : XI IPA ( SEBELAS IPA )

Presentasi Powerpoint Pengajar oleh Penerbit ERLANGGA Divisi Perguruan Tinggi. Bab17. Kesetimbangan Asam-Basa dan Kesetimbangan Kelarutan

II. PRINSIP Elektroda gelas yang mempunyai kemampuan untuk mengukur konsentrasi H + dalam air secara potensio meter.

III. METODELOGI PENELITIAN. Penelitian dilakukan pada bulan Desember sampai dengan Mei tahun 2014/2015.

LAPORAN INSTRUMEN DASAR PENGENALAN ALAT PH METER

I PENDAHULUAN Bab ini akan menguraikan mengenai : (1) Latar Belakang Percobaan, (2) Tujuan Percobaan, (3) Prinsip Percobaan, dan (4) Reaksi Percobaan.

TEKNIK DASAR PENGGUNAAN TIMBANGAN MANUAL DAN DIGITAL PENGGUNAAN TIMBANGAN MANUAL

NETRALISASI ASAM BASA SEDERHANA

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA DASAR. Percobaan 3 INDIKATOR DAN LARUTAN

LARUTAN ASAM-BASA DAN LARUTAN PENYANGGA

BM506 USU LAPORAN PRAKTIKUM TEKNIK DASAR: TIMBANGAN, PIPET DAN PEMBUATAN LARUTAN Seri Rayani Bangun Melviana Lubis RABU/2 OKTOBER 2013

METODOLOGI. Tempat dan Waktu. Bahan dan Alat. Metode Penelitian

KELOMPOK 5 BILANGAN OKSIDASI NITROGEN

LARUTAN PENYANGGA (BUFFER)

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN

LAMPIRAN 1. SPESIFIKASI BAHAN PENELITIAN

Uji benedict (Semikuantitatif) Tujuan : Menghitung secara kasar kadar glukosa dalam urin. Dasar teori :

Transkripsi:

LAPORAN PRAKTIKUM 2: PH METER, PERSIAPAN LARUTAN PENYANGGA, PENGENCERAN STOK GLUKOSA Oleh : AMIRUL HADI (137008015) SERI RAYANI BANGUN (137008003) Waktu praktikum : Kamis, 17 OKtober 2013 I. TUJUAN PRAKTIKUM 1. Mengerti prinsip dasar pembentukan larutan buffer (peyangga) adalah suatu larutan yang dapat mempertahankan ph pada kisarannya apabila terdapat upaya untuk menaikkan atau menurunkan ph, melalui penambahan aquades/asam/basa dalam jumlah yang besar. Larutan penyangga memiliki dua komponen yaitu asam dan basa. Asam akan berperan jika ada upaya untuk menaikan ph, sedangkan basa akan berperan jika terdapat upaya untuk menurunkan ph. Asam dan basa disini merupakan pasangan asam dan basa konjugasi. 2. Menyiapkan bahan larutan penyangga adalah memasukkan 3. Mengetahui pengaruh penambahan sedikit asam terhadap ph larutan penyangga. dengan cara titrasi larutan asam dan basa Larutan yang digunakan adalah larutan asam monohidrogen fosfat (Na2HPO4) dan larutan basa konjugatnya dihidrogen fosfat (NaH2PO yang telah disiapkan pada praktikum sebelumnya. Larutan buffer yang akan dibuat adalah larutan buffer fosfat 0,125M dengan melakukan titrasi dari kedua larutan tersebut di atas hingga mencapai ph buffer fosfat yang diinginkan. 4. Mengetahui bagaiman mengukur ph larutan dengan menggunakan ph meter digital ph meter digital digunakan mengukur ph awal larutan dan ph larutan yang ditritasi dengan larutan buffer sampai ph yang diinginkan. 5. Membuat pengenceran larutan dengan menggunakan larutan stok glukosa 5% Stok larutan yang digunakan adalah larutan glukosa 5% yang dibuat pada praktikum sebelumnya. Larutan Piencerkan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan, dengan terlebih dahulu membuat perhitungannya. 6. Membuat dan interpretasi grafik data hasil pembuatan buffer dihidrogen fosfat akan dibuat grafik yang kemudian diinterpretasikan. II. HASIL DAN PEMBAHASAN 1. Persiapan Buffer dan Titrasi Ukuran ph 0,25 M larutan monohidrogen fosfat (Na2HPO4) yang dibuat minggu yang lalu ph = 8,80 2. Ukuran ph 0,25 M larutan dihidrogen fosfat (NaH2PO yang dibuat minggu yang lalu ph = 4,04 3. Siapkan -75mL 0,125M buffer fosfat ph tertentu (7,5) pada temperatur ruangan dari larutan stok (0,25M) Na2HPO4 dan larutan stok (0,25M)NaH2PO4 Volume Na2HPO4yang dipakai = 80 Ml Volume NaH2PO4yang dipakai = 80 ml 4. Dari ph 8,8 untuk mendapatkan supaya dapat konsentrasi buffer fosfat (ph=7,5)? 5. Dengan memulai dari larutan Na 2 HPO4(basa ) yang kami anggap paling mendekati ph buffer yang diinginkan, dimulai dari 80 ml, kemudian ditambahkan larutan Na 2 H 2 PO4 (asam ) sebanyak 6,7mL sampai buffer fosfat dengan ph 7,5 tercapai.

Cara menggunakan ph meter : 1. Larutan yang akan diukur ditempatkan pada beaker glass Na 2 HPO4(basa ) sebanyak 80mL, agar magnetic stir bar yang akan digunakan tidak bersentuhan dengan ujung ph meter 2. Gantungkan elektroda ph meter pada statif di atas beaker glass. Jaga agar elektroda tidak bersentuhan dengan dinding beaker glass dan magnetic stir bar yang akan digunakan tidak bersentuhan dengan ujung ph meter 3. Pada saat pengukuran ph, elektroda ph meter harus tercelup seluruhnya ke dalam larutan yang akan diukur phnya, hal ini dimaksudkan agar elektroda mengukur ph larutan secara benar, apabila tidak tercelup seluruhnya kemungkinan sensor elektroda tidak akan mengukur ph larutan seluruhnya. Pengukuran ph dilakukan dengan waktu yaitu pada t = 15 detik. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui konstan tidaknya ph meter untuk mengukur ph pada suatu larutan. 4. Tekan tombol ON, lalu me lihat hasil pengukuran di layar, tunggu sampai angka terakhir yang ditunjukkan di layar ph meter 5. Hidupkan stirrer pada kecepatan pelan tapi cukup agar larutan tercampur homogen. 6. Lakukan titrasi dengan larutan asam/basa 7. Setiap titrasi yang dilakukan diukur ph nya. Tabel.1 Ringkasan hasil pembuatan buffer fosfat NO ph bertujuan Volume 0,25M Na 2 HPO4 Volume 0,25 M NaH 2 PO4 Volume 0,125M buffer fosfat yg disiapkan 1 6,3 80 58 276 2 6,8 80 10 180 3 7,0 80 12,5 185 4 7,5 80 3,5 167 5 7,8 80 3,2 166,7 Pembuatan larutan buffer yang bersifat asam dilakukan dengan menambahkan basa konjugasinya monohidrogen fosfat (Na 2 HPO4) ke dalam asam lemahnya dihidrogen fosfat (NaH 2 PO4). Sebaliknya, pembuatan larutan buffer yang bersifat basa dilakukan dengan menambahkan asam konjugasinya dihidrogen fosfat (NaH2PO 4) ke dalam basa monohidrogen fosfat (Na 2 HPO4). Pada hasil percoaan terlihat adanya perbedaan nilai ph awal larutan yang terbaca pada ph meter, sedangkan larutan yang digunakan adalah larutan yang sama. Hal ini dapat terjadi karena Buffer fosfat memiliki pka 6,86 oleh karena itu buffer fosfat paling efektif menyangga larutan pada kisaran ph 6,4 sampai dengan 7,4. Pada ph 7,0 ke 6,8 perbedaannya hanya 2,5 ml jadi jumlah konsentrasi asam yang dibutuhkan hanya 10 ml. Dari setiap pengukuran ph ketidakpastian terjadi karena alat ukur tidak akan mungkin mengukur ph dengan ketepatan 100%, sehingga pengukuran ph tidak konstan/sama. Antar ph 6,3 sampai dengan ph 7,8. Berikut ini adalah grafik gambaran perubahan ph saat 80 ml larutan monohidrogen fosfat dititrasi dengan dihidrogen fosfat.

Gambar 1: grafik perbandingan volume larutan dengan ph yang akan dicapai 400 volume larutan dalam ml 350 300 250 200 150 100 50 0 7.8 1 7.5 2 7.0 3 6.8 4 6.3 5 ph larutan yang akan dicapai Na2HPO4 NaH2PO4 buffer Pada grafik terlihat bahwa ketika volume dihidrogen fosfat ditambahkan 0,5ml pertama, nilai ph turun cukup jauh dari 8,96 menjadi 8,42. Akan tetapi, pada penambahan dihidrogen fosfat berikutnya hanya terjadi perubahan ph yang sedikit. Hal inilah yang menunjukkan mulai berfungsinya larutan buffer, yaitu menyangga ph sehingga ph campuran tidak langsung berubah secara signifikandengan penambahan asam/basa. Pengenceran Stok Glukosa Pengenceran Larutan Glukosa 5% 1..1 :10 0.18 ml larutan glukosa 5% + 1.82 ml aquadest 0,18 ml glukosa 5% 1,82 ml aquadest 2. 2 : 3 0.4 ml larutan glukosa 5% + 1. 0,4 ml glukosa 5% 1,6 ml 3. Pengenceran serial : 0,1X, 0,01X,001X 0.1X : 0,2 ml larutan glukosa 5% + 1.8 0.01X : 0,2 ml larutan glukosa 5% 0,1 X + 1.8 0.001X : 0,2 ml larutan glukosa 5% 0,01 X+ 1.8 0,2 ml glukosa 5% 0,2 ml 1,8 ml aquadest 4. Pengenceran serial : 0,3X, 0,03X, 0,003X 0.3X : 0,67 ml larutan glukosa 5% + 1.33 0.03X : 0,67 ml larutan glukosa 5% 0,3 0.003X : 0,67 ml larutan glukosa 5% 0,03 X+ 1.33 0,67 ml glukosa 5% 0,67 ml 1,33 ml aquadest basa yaitu 8,91. 5. Faktor lain yang bisa mempengaruhiph larutan adalah suhu dan proses pembilasan elektroda dengan aqadest yang tidak sempurna. Larutan Glukosa 5% 1. 0.18 ml larutan glukosa 5% + 1.82 ml aquadest (tabung 1) glukosa 5% aquadest ml larutan glukosa 5% + 1.6 ml aquadest (tabung 2) glukosa 5% ml aquadest 2. Pengenceran serial : 0,1X, 0,01X,001X X : 0,2 ml larutan glukosa 5% + 1.8ml aquadest (tabung 3) X : 0,2 ml larutan glukosa 5% 0,1 X + 1.8ml aquadest X : 0,2 ml larutan glukosa 5% 0,01 X+ 1.8 ml aquadest 0,2 ml0,2 ml aquadest 1,8 ml aquadest 3. Pengenceran serial : 0,3X, 0,03X, 0,003X 3X : 0,67 ml larutan glukosa 5% + 1.33ml aquadest (tabung 6) 03X : 0,67 ml larutan glukosa 5% 0,3 X + 1.33 ml aquadest 003X : 0,67 ml larutan glukosa 5% 0,03 X+ 1.33 ml aquadest0,67 ml aquadest 1,33 ml aquadest basa yaitu 8,91. Faktor lain yang bisa mempengaruhiph larutan adalah suhu dan dak sempurna.

4. Pengenceran serial : pada factor 2,4,8,16 2 : 1 ml larutan glukosa 5% + 1 4 : 1 ml larutan glukosa 5% 2 + 1 8 : 1 ml larutan glukosa 5% 4 + 1 16 :1 ml larutan glukosa 5% 8 + 1 1ml glukosa 5% 1 ml 1 ml aquadest Reaksi Bennedict Menyiapkan 12 tabung reaksi dan memasukkan masing-masing tabung 5 ml larutan bennedict masukkan masing-masing 8 tetes larutan glukosa 5% Tabel 2. Hasil Pengenceran Stok Glukosa Tabung Pengenceran 5% glukosa Konsentrasi yg diprediksikan Hasil pemeriksaan benedict (warna) Interpretasi hasil sesuai atau tidak dgn konsentrasi yg diprediksikan 1 1:10 0,45% Biru jernih (-) Tidak sesuai 2 2:3 1% Kuning kehijauan Sesuai 3 0,1X 0,5% Biru (-) Tidak sesuai 4 0,01X 0,05% Biru ( -) Tidak sesuai 5 0,001X 0,005% Biru (-) Tidak sesuai 6 0,3X 1,5% Merah (++++) Tidak sesuai 7 0,03X 0,15% Biru (-) Tidak sesuai 8 0,003X 0,015% Biru (-) Tidak sesuai 9 Pada faktor 2 2,5% Merah (++++) Sesuai 10 Pada faktor 4 1.25% Merah (++++) Tidak sesuai 11 Pada faktor 8 0,675% Biru (-) Tidak sesuai 12 Pada faktor 16 0,34% Biru (-) Tidak sesuai Perbedaan perubahan warna terjadi pada setiap seri pengenceran glukosa 5%. Perubahan warna dan ditandai dengan adanya endapan terjadi karena reaksi antara bennedict dan glukosa dengan perlakuan pemanasan, dimana : Glukosa + reagen Benedict enol reaktif mereduksi Cu2+ Cu+ Cu+ + OH CuOH (kuning) Cu2O (merah) Hal ini di karenakan glukosa adalah monosakarida yang bersifat reduktor, mampu mereduksi senyawa pengoksidasi, di mana ujung pereduksinya adalah ujung yang mengandung aldehida. Sedangkan ketidak sesuaian yang terjadi pada glukosa pengenceran tabung 1,3, 4, 5, 7,8, 10, 11, 12 kemungkinan disebabkan kurang homogennya larutan akibat pengocokan tabung yang tidak sempurna

III. KESIMPULAN 1. Jadi, ph meter terbukti reversibilitas dalam pengukuran ph dimana ph meter dapat mengukur kembali ph larutan dengan baik 2. Larutan buffer adalah suatu larutan yang menahan perubahan ph ketika sejumlah asam atau basa ditambahkan ke dalamnya. 3. Untuk membuat larutan buffer fosfat dengan ph tertentu kita harus menggunakan konsentrasi asam fosfat dan basa konjugasinya dengan konsentrasi yang sama (dalam praktikum kali ini kita menggunakan konsentrasi 0,25M asam dihidrogen fosfat dan konsentrasi 0,25M basa konjugasinya monohidrogen fosfat).hal ini sesuai dengan persamaanhenderson-hasselbalch:ph=pka + log ([A- ]/[HA]) 4. Penilaian kadar glukosa pada suatu larutan dengan menggunakan uji benedict ini tidak menunjukkan hasil yang bersifat kuantitatif, seperti pada saat kadar glukosa 0,05% dan 0,005%, warna yang dihasilkan sama, sehingga kita tidak dapat membedakan kadar konsentrasi yang sebenarnya. IV. SARAN 1. Dalam pengukuran ph larutan dengan ph meter, sebaiknya digunakan ph meter digital yang akurat dan stabil agar hasil pengukuran dapat dibaca mulai dari titik nol stabil dengan mencapai steady state. 2. Dalam percobaan pengenceran glukosa, selanjutnya hasilnya diuji supaya dapat memberikan gambaran hasil yang lebih akurat. 3. Adanya persamaan persepsi teori dengan praktik terlebih dahulu