Sembilan kolom pada Micrometer Drum Besarnya sama dengan 10 kolom pada Vernier

dokumen-dokumen yang mirip
Bila kita berkehendak mengadakan perbaikan, maka putar 2 (dua) sekrup yang terpasang di tepi bawah rumah cermin kecil itu.

SURVEYING (CIV -104)

LAPORAN RESMI PRAKTIKUM ILMU UKUR TANAH 1 SENTERING, PENGATURAN SUMBU I VERTIKAL DAN PEMBACAAN SUDUT PADA TEODOLIT FENNEL KASSEL

PRINSIP KERJA DAN PROSEDUR PENGGUNAAN THEODOLITE. Prinsip kerja optis theodolite

MODUL KULIAH ILMU UKUR TANAH JURUSAN TEKNIK SIPIL POLIBAN

BAB VI PERALATAN UKUR SUDUT/ ARAH

Can be accessed on:

alat ukur waterpass dan theodolit

MODUL 5 ALAT KERJA TANGAN DAN MESI N (MELUKI S) TINGKAT X PROGRAM KEAHLI AN TEKNI K PEMANFAATAN TENAGA LI STRI K DISUSUN OLEH : Drs.

Gambar 1. Gambar 2. Hukum Pemantulan atau Hukum Snellius

Pembagian kuadran azimuth

ANGKA UKUR. Angka ukur diletakan di tengah-tengah garis ukur. Angka ukur tidak boleh dipisahkan oleh garis gambar. Jadi boleh ditempatkan dipinggir.

DIAL TEKAN (DIAL GAUGE/DIAL INDICATOR)

MENGUKUR DENGAN MIKROMETER

INSTRUKSI KERJA PEMAKAIAN ALAT LABORATORIUM PEDOLOGI

Alat ukur sudut. Alat ukur sudut langsung

INSTRUKSI KERJA PEMAKAIAN ALAT LABORATORIUM PEDOLOGI

DASAR-DASAR METROLOGI INDUSTRI Bab VI Pengukuran Kelurusan, Kesikuan, Keparalellan, Dan Kedataran BAB VI

2/6/2014 PENGUKURAN SUDUT

Mikrometer adalah alat ukur yang dapat melihat dan mengukur benda dengan satuan ukur yang memiliki ketelitian 0.01 mm

10 Grafik Sudut Deviasi Bangun Datar

DASAR-DASAR METROLOGI INDUSTRI Bab III Pengukuran Sudut

LAPORAN PRAKTIKUM METROLOGI INDUSTRI MODUL 5 : PROFIL PROYEKTOR. Disusun Oleh : JOSSY KOLATA ( ) KELOMPOK 5

lucht ketelce / lufkessel) yang digunakan untuk dapat menangkap gelamburgelambur udara yang mungkin terdapat di dalam tabung.

Elyas Narantika NIM

a. Pedoman dikapal b. Menara suar c. Sudut baringan (relatiop)

BAB. I Kompas Geologi

PENGERTIAN ALAT UKUR TANAH DAN ALAT SURVEY PEMETAAN

JANGKA SORONG I. DASAR TEORI

BAB I PENDAHULUAN. diselesaikan secara matematis untuk meratakan kesalahan (koreksi), kemudian

biasanya dialami benda yang tidak tembus cahaya, sedangkan pembiasan terjadi pada benda yang transparan atau tembus cahaya. garis normal sinar bias

Lampiran 1. Soal. c) sinar datang menuju pusat kelengkungan. a) sinar datang sejajar sumbu utama. b) sinar datang menuju fokus

4. VISUALISASI DAN GAMBAR SKET

I. Panduan Pengukuran Antropometri

Pengukuran Tachymetri Untuk Bidikan Miring

Untuk mempersamakan besarnya perubahan penunjuk pada barometer itu dengan besarnya perubahan penunjukkan pada barometer air raksa yang telah diketuai

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

1. PENGENALAN ALAT KERJA BANGKU

PENGENDALIAN MUTU KLAS X

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Maksud 1.2 Tujuan

A. Pendahuluan. Dalam cabang ilmu fisika kita mengenal MEKANIKA. Mekanika ini dibagi dalam 3 cabang ilmu yaitu :

2. SISTEM OPTIK DALAM FOTOGRAMETRI

KESEIMBANGAN BENDA TEGAR

ALAT UKUR DAN PENANDA DALAM KERJA BANGKU

PANDUAN PENYETELAN THEODOLIT DAN PEMBACAAN SUDUT (Latihan per-individu dengan pengawasan Teknisi Laboratorium)

metrik adalah pada satuan waktu, dimana keduanya menggunakan besaran detik, menit dan jam untuk satu satuan waktu.

SIFAT-SIFAT CAHAYA. 1. Cahaya Merambat Lurus

Civil Engineering Diploma Program Vocational School Gadjah Mada University. Nursyamsu Hidayat, Ph.D.

MENGGAMBAR PROYEKSI BENDA

FORMAT GAMBAR PRAKTIKUM PROSES MANUFAKTUR ATA 2014/2015 LABORATURIUM TEKNIK INDUSTRI LANJUT UNIVERSITAS GUNADARMA

KESEIMBANGAN BENDA TEGAR

Gambar solusi 28

MENGGAMBAR GARIS. Yesi Marlina 87678/2007

Gambar mengukur menggunakan jengkal

TEKNIK GAMBAR DASAR A. PERALATAN DAN PERLENGKAPAN GAMBAR

BAB. XVI. THEODOLIT 16.1 Pengertian 16.2 Bagian Theodolit

METRIG (MEJA TRIGONOMETRI)

MODUL III WATERPASS MEMANJANG DAN MELINTANG

Lembar Kegiatan Siswa

Pengukuran dan Pemetaan Hutan : PrinsipAlat Ukur Tanah

BAB 2 KONSEP PENGOLAHAN DATA SIDE SCAN SONAR

TEORI SIPAT DATAR (LEVELLING)

CONTOH LAPORAN PRAKTIKUM SURVEY PENGUKURAN MENGGUNAKAN ALAT WATERPAS

Sifat-Sifat Cahaya dan Hubungannya dengan Berbagai Alat-Alat Optik

LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA DASAR MODUL 1 MEKANIKA (PENGUKURAN DASAR PADA BENDA PADAT)

melekat. Kemungkinan selalu ads bahwa karena beberapa konstruksi bangunan kapal seperti bang-bang cerobong dan sebagainya. Pandangan keliling sekitar

Pengukuran Sipat Datar Memanjang dan Melintang A. LATAR BELAKANG

BESARAN DAN SATUAN. 1. Pengertian Mengukur

MENGUKUR DENGAN ALAT UKUR MEKANIK PRESISI

Pengukuran Poligon Tertutup Terikat Koordinat

DINAMIKA (HKM GRK NEWTON) Fisika Dasar / Fisika Terapan Program Studi Teknik Sipil Salmani, ST., MS., MT.

PEMANTULAN CAHAYA LAPORAN PRAKTIKUM OPTIK. Disusun oleh: Nita Nurtafita

OLIMPIADE SAINS NASIOANAL

1. Rumus descrates umum pada cermin Cara 1. Maka diperoleh

BAB 2 MENGGAMBAR BENTUK BIDANG

DASAR-DASAR METROLOGI INDUSTRI Bab II Pengukuran Linier

BAB 1 PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG. Peta merupakan gambaran dari permukaan bumi yang diproyeksikan

BAB 11 CAHAYA & ALAT OPTIK

ALAT UKUR PRESISI 1. JANGKA SORONG Jangka sorong Kegunaan jangka sorong Mengukur Diameter Luar Benda Mengukur Diameter Dalam Benda

15B08064_Kelas C TRI KURNIAWAN OPTIK GEOMETRI TRI KURNIAWAN STRUKTURISASI MATERI OPTIK GEOMETRI

SOAL FISIKA UNTUK TINGKAT KAB/KOTA Waktu: 120 menit. Laju (m/s)

BAB IV MESIN BUBUT. Gambar 2. Pembubut mesin tugas berat.

Gambar 1. Skema sederhana pesawat Theodolit.

Antiremed Kelas 12 Fisika

BAB I BESARAN SATUAN DAN PENGUKURAN

LAPORAN RESMI PRAKTIKUM FISIKA DASAR II CINCIN NEWTON. (Duty Millia K)

KATA PENGANTAR. Jakarta, Desember Penyusun

MODUL I MIKROSKOP. TUJUAN Mahasiswa mampu menggunakan mikroskop optik, untuk pengamatan preparat biologi.

SURVEYING (CIV-104) PERTEMUAN 4-5 : METODE PENGUKURAN SIPAT DATAR

RINGKASAN MATERI SUDUT DAN PENGUKURAN SUDUT

LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA DASAR MODUL 5 MOMEN INERSIA

PEMETAAN SITUASI DENGAN PLANE TABLE

SOAL BABAK PEREMPAT FINAL OLIMPIADE FISIKA UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

KUMPULAN SOAL UJIAN NASIONAL DAN SPMB

Lampiran I. Soal. 2. Gambarkan garis normal apabila diketahui sinar datangnya! 3. Gambarkan garis normal apabila diketahui sinar datangnya!

Bab 4 SISTEM PROYEKSI 4.1. PENGERTIAN PROYEKSI GAMBAR PROYEKSI

DAFTAR GAMBAR Gambar 1. Pita ukur... 2 Gambar 2. Bak ukur... 3 Gambar 3. Pembacaan rambu ukur... 4 Gambar 4. Tripod... 5 Gambar 5. Unting-unting...

LAPORAN PRAKTIKUM PENGUKURAN BEDA TINGGI MENGGUNAKAN ALAT THEODOLIT Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Dasar Teknik

BAB GELOMBANG ELEKTROMAGNETIK

SOAL PEKERJAAN DASAR TEKNIK OTOMOTIF

Transkripsi:

Sembilan kolom pada Micrometer Drum Besarnya sama dengan 10 kolom pada Vernier Begitu juga permukaan nonius yang dibagi 6 kolom maka besarnya sama dengan 5 kolom pada tromol mikrometer. Kesalahan Sentris Kesalahan sentris ini terjadi apabila poros putar dan alhidade tidak sepusat dengan titik pusat lembidang busur. Untuk mengkaji ada tidaknya kesalahan sentris ini. Dengan mempergunakan sextant yang kita kaji ini kita, ukur sudut yang diketahui besarnya. Adapun sudut-sudut yang besarnya telah kita ketahui dengan pasti itu dapat kita pergunakan sudut - sudut mendatar yang riilui tepatnya dapat diukur dengan theodolit pengaruhnya dilakukan beberapa kali dengan maksud agar kesalahannya dapat ditekan hingga sekecil mungkin. Sudut-sudut antara garis arah bintang-bintangpun dapat pula kita pergunakan. Sudut sudut yang telah kita ukur itu kita perbandingkan terhadap sudut yang kita peroleh dengan cara perhitungan. Agar kesalahan- kesalahan refraksi minimal, harus kita pergunakan selected star yang hampir sama tingginya, tetapi jangan sekali-sekali memilih bintang-bintang yang berada di dekat cakrawala. Kaca-kaca berwama yang itu juga jika ada yang dipergunakan untuk mengukur kesalahan

kesalahan sentris, kesalahan - kesalahan yang ditentukan dengan cara ini tercangkup didalamnya setiap kesalahan. yang disebabkan oleh salahnya pembagian Skala dan kesalahan prismatik cermin besar, kecuali dipergunakan koreksi untuk kesalahan - kesalahan tersebut. Oleh karena kesemua nilainya berubah sesuai dengan besarnya sudut - sudut yang diukur, kesalahan - kesalahan itu tidak perlu dipisah - pisahkan. Pada umumnya lebih baik dibuat sebuah tabel koreksi tunggal yang dapat dipergunakan untuk ketiga macam kesalahan itu kesalahan pesawat I instrumental error ). Biasanya tabel semacam itu telah dibuat oleh si pembuat dan akan ditempelkan di sebelah dalam tutup dan kotak sextant. Besamya kesalahan sentris seliap sex ant tidak tetap, artinya bahwa untuk sudut sudut yang besamya tidak sesuai maka besar nilai kesalahan tidak sama pula. Kesalahan -kesalahan yang telah disebutkan diatas disebut salah index dan koreksinya adalah koreksi index. Kesalahan-kesalahan yang dapat diperbaiki sendiri Kesalahan- kesalahan yang dapat diperbaiki sendiri adalah kesalahankesalahan yang ada hubungan nya dengan ketegak lurusan cermin. Cermin terhadap bidang kerangka sextant ( baik cermin kecil maupun cermin besar ) kesejajaran ce in kecil dan. cermin besar pada kedudukan nol dan kesejajaran sumbu teropong dengan bidang kerangka sextant. lasing - masing kesalahan itu apabila ada, dapat dihilangkan dengan jalan menyetel sextant dengan berhati - hati sekali dalam penyetelan, hendaknya jangan sekalikali menggoncangkan sekrup penyetel tanpa mengendori sekrup yang ada disisi yang lain yang menopang permukaan yang sama.

Prosedur penyetelan Penyetelan harus dilakukan demikian, tidurkan sextant di atas meja dengan kaca besar berada diatas mengarah ke mata kiri alhidade pada kedudukan tengah membidang busur, pada saat yang bersamaan kita amati busur yang nampak langsung dan yang dipantulkan ke arah cermin besar. Apabila nampak sebaris antara dua gambar yang terlihat itu, maka cermin besar tegak lurus terhadap kerangka sextant begitu juga sebaliknya. Apabila bayangan yang kita lihat di cermin terletak diatas busur yang kita lihat langsung. Maka cermin besar condong kedepan begitu juga apabila sebaliknya berarti cermin besar condong ke belakang. Selain itu ada cara lain yaitu dengan menggunakan lempeng logam yang tinggi. Alhidade ditaruhkan kira-kira pada pertengahan lembidang

Lempeng-lempeng logam diletakkan pada ujung busur sehingga pengensal dengan waktu sama dapat melihat bayangan yang ada di rennin begitu juga bayangan yang sesungguhnya. Penyetelannya dilakukan dengan penyetelan-penyetelan sekrup yang terletak di belakang cermin besar. Penyetelan kembali kedudukan cermin besar hingga is tegak lurus bidang kerangka itu harus kita lakukan berhatihati agar cermin tidak pecah atau retak. Pengujian pada Cermin Kecil. Kesalahan yang diakibatkan ketidak lurusan cermin kecil terhadap bidang sextant disebut kesalahan Sampling atau (side error). Dalam pengujian cermin kecil kita lakukan seandainya pengujian I penyetelan terhadap cermin besar telah dilakukan. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan Cara pertama dengan menggunakan bintang, alhidade dan nonius dalam keadaan nol, sambil mengambil bintang sekrup singgung diputar ke depan I ke belakang, hingga bayangan bintang terlihat pada kaca tembus. Apabila dalam bayangan bintang yang langsung terlihat pada kaca tembus. Apabila dalam perpindahan dan tempat pertama ( diatas bayangan langsung ) menuju ke tempat yang kedua ( dibawah bayangan samping ) benar - benar berimpit dengan bayangan langsung, maka kesalahan samping tidak dan dapat dikatakan cermin kecil tegak lures terhadap bidang sextant. Apabila bayangan bintang itu le\vat samping maka cermin kecil tidak tegak lurus bidang kerangka kecil. (lihat gambar).

Penyetelannya dengan dipergunakan sekrup pengatur yang terletak di belakang cermin kecil itu. Dengan menggunakan matahari, alhidade kita taruh pada nol, Sekrup singgung diputar ke depan/ kebelakang sehingga bayangan matahari yang di pantulkan secara bergantigantian diatas dan di bawah bayangan matahari yang nampak langsung pada kaca tembus.' Apabila bayangan matahari yang kita pantulkan itu tidak dapat menjadi satu dengan bayangan yang nampak langsung ( tepi - tepinya berimpit ) berarti bahwa cermin kecil tidak tegak lurus terhadap bidang kerangka sextant. Dalam pengkajian ini hendaknya menggunakan hidung mata, jadi bukan kaca berwarna, Dikhawatirkan kaca berwarna tidak tegak lurus pada bidang kerangka sextant, sehingga menimbulkan kesalahankesalahan yang lain. Penyetelannya sama dilakukan pertama. Cara kedua Dengan mempergunakan garis tegak: misalnya tiang bendera, mast dan sebagainya. Alhidade dalam kedudukan nol kita amati tiang bendera. Sextant kita pegang mendatar apabila bayangan nampak langsung pada kaca tembus berdiri tegak lurus ( segaris dengan ) bayangan tidak langsung maka dapat diartikan, bahwa cermin. kecil tegak lurus terhadap bidang. kerangka sextantnya, penyetelanya sama dengan cara yang diatas.