PENGENALAN WEBQUESTS DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS

dokumen-dokumen yang mirip
WEBQUEST SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN BAHASA BERBASIS ICT ABSTRAK

PENINGKATAN KEMAMPUAN LISTENING COMPREHENSION MELALUI STRATEGI TOP-DOWN DAN BOTTOM-UP

BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang

By SRI SISWANTI NIM

BAB I PENDAHULUAN. Bab ini membahas latar belakang masalah, identifikasi masalah, pembatasan masalah,

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah

ARTIKEL ILMIAH. Kata Kunci: English Debate, SMKN 1 Singosari Malang, Pelatihan

mengungkapkan gagasan-gagasan matematis secara tulisan atau lisan, menggunakan pendekatan bahasa matematis untuk menyatakan informasi matematis, mengg

A DESCRIPTIVE STUDY ON THE USE OF SONG AS A TECHNIQUE OF TEACHING VOCABULARY AT ELEMENTARY SCHOOL A THESIS

BAB I PENDAHULUAN. Usia anak-anak adalah salah satu periode yang tepat untuk belajar bahasa. Masa anakanak

PEMAKAIAN MEDIA SCRABBLED DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOSAKATA KALIMAT DAN KETERAMPILAN MENULIS NARASI

ABSTRAK. Kata-kata kunci: Penelitian kualitatif, cafe, supervisor, dan sumber daya manusia

PELATIHAN DAN BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN MEDIA AJAR INOVATIF BERBASIS INTERNET BAGI GURU-GURU BAHASA INGGRIS

GURU DAN TEKNOLOGI. Diah Banyuni. Abstrak

BAB I PENDAHULUAN. Tahun 2003 Pasal 33 Ayat 3 tentang Bahasa Pengantar, bahasa asing dapat

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Resti Handayani, 2013

Kata kunci: CALL, motivasi, keterampilan berbicara

BAB I PENDAHULUAN. perbendaharaan kata dalam bahasa Inggris. Penguasaan jumlah kosa kata yang memadai

Appendix 1. Interview Guidelines Research Questions Theory Interview Questions

MODEL PENGAJARAN MENULIS ARGUMENTASI BAHASA JERMAN MELALUI TEKNIK DISKUSI

CHAPTER 4: NOTICE AND ANNOUNCEMENT

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERUPA MODUL PADA MATERI STATISTIKA UNTUK SMA KELAS XI. Erni Murniati 1,

KEMAMPUAN MENDENGARKAN LAGU BERBAHASA INGGRIS PADA SISWA KELAS X SMA ISLAMIC CENTRE DEMAK PADA TAHUN AJARAN 2006/2007

Teams Achievement Division (STAD) pada mata pelajaran Matematika materi

PENGEMBANGAN MATERI AJAR BERBASIS PENDIDIKAN KARAKTER BAGI GURU BAHASA INGGRIS SD DI KECAMATAN TEMBALANG

UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA FAKULTAS BAHASA DAN SENI JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS MATA KULIAH: INTRODUCTION TO ENGLISH FOR CHILDREN

Alivia Yulfitri Fakultas Ilmu Komputer Universitas Esa Unggul Jakarta Jl.Arjuna Utara No. 9, Kebon Jeruk, Jakarta

belajar siswa karena siswa dengan mudah memahami pelajaran, Faktor pendukung penggunaan media pembelajaran, siswa di smart class sangat aktif, sarana

Keterampilan Bahasa Inggris yang dibutuhkan Guru-guru SMA RSBI Kota Padang. Zul Amri FBS Universitas Negeri Padang

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) DENGAN MEDIA VIDEO UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENYIMAK CERITA

SOAL ESSAY TENTANG ANIMALIA KELAS X SERTA JAWABAN. Related Soal Essay Tentang Animalia Kelas X Serta Jawaban :

PRAKTIKALITAS MEDIA PEMBELAJARAN POWERPOINT

BAB IV NOTICE AND ANNOUNCEMENT

ABSTRAK. Kata kunci: Kreativitas Guru PAI, Metode Pembelajaran

CONTEXTUAL REDEFINITION STRATEGY DALAM PENGAJARAN BAHASA INGGRIS FARMASI

PROFIL ARTIKEL ILMIAH BUATAN GURU PADA PELATIHAN PENULISAN KARYA ILMIAH BAGI GURU-GURU DI SMP LAB SCHOOL SURABAYA

Perancangan Media Promosi Indominiature sebagai Sarana Pelatihan Paper Clay bagi Anak Remaja

SILABUS WRITING AND DICTATION FOR ELEMENTARY SCHOOL. Winti Ananthia, S.Pd., M.Ed. NIP/NIDN /

Kata kunci: Efektivitas, Media Audio Visual, Topeng Malangan, SMP

TEACHING READING BY COMBINING CLICK AND CLUNK AND 3H (HERE, HIDDEN, IN THE HEAD) STRATEGY AT SENIOR HIGH SCHOOL. Oleh : *) NUR ANISA

2013 PENERAPAN METODE KERJA KELOMPOK UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP OPERASI HITUNG BILANGAN BULAT PADA ANAK DIDIK

THE EFFECTS OF TEACHING MODEL AND LEARNING STYLE TOWARDS STUDENTS SPEAKING SKILL AT PRIVATE SCHOOLS IN RANGKASBITUNG Erna Irawati 1

The Correlation between Creative Teaching Method and Students Interest. in Teaching Learning Process at English Education Department of

ABSTRACT BOARD GAME AS A TEACHING AID IN TEACHING CITIZENSHIP EDUCATION IN THE ELEMENTARY SCHOOL. Submitted by Clarissa Fareta NRP

MENGUASAI SPEAKING SKILL BAHASA INGGRIS DENGAN KONSEP ENGLISH DAY BAGI GURU DAN KARYAWAN DI SMA ISLAM TERPADU FADHILAH PEKANBARU

BAHASA PROGRAM. Biaya Studi : Rp dan Rp (buku) Ketrampilan : Berbicara, Menyimak, Membaca, Tata Bahasa, Menulis.

Peningkatan Penguasaan Vocabulary Teks Deskriptif melalui Pendekatan Scientific dengan Model Guide Inquiry pada Siswa SMPN 1 Besuki.

BAB I PENDAHULUAN. Penguasaan kosa kata dalam bahasa Inggris mempunyai peranan yang sangat

Pengembangan Aplikasi Perpustakaan Sekolah

ABSTRAK PERANCANGAN MEDIA PEMBELAJARAN PRAMUKA PRASIAGA UNTUK PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DI BANDUNG. Helena Putri Setianingrum /

Penggunaan Gambar dalam Pengajaran Bahasa Inggris untuk Anak-anak Muhammad Aprianto Budie Nugroho

PENGGUNAAN KARTU FLASH

EFEKTIVITAS CAROUSEL ACTIVITY DALAM SPEAKING CLASS

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dandi Oktaviana Maulid, 2014

KEDUDUKAN BAHASA INGGRIS SEBAGAI BAHASA PENGANTAR DALAM DUNIA PENDIDIKAN

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian

MANAJEMEN PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH DALAM MENULIS TEKS REPORT DI SMK

ARTIKEL ILMIAH PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) BERBASIS WEBSITE MENGGUNAKAN NOTEPAD++ PADA MATERI PROTOZOA UNTUK KELAS X SMA

PENERAPAN GAMES TEACHING TECHNIC DALAM PENGAJARAN BERBICARA UNTUK SISWA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

BAB I PENDAHULUAN. Inggris yang memadai, para lulusan SMA akan menghadapi banyak masalah dalam

PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA MAHASISWA PROGRAM STUDI BAHASA INGGRIS DENGAN MENGGUNAKAN TASK BASED LEARNING

Experiential Learning pada Pembelajaran Kosakata Bahasa Inggris

Oleh I Kadek Dwipayana, NIM Jurusan Teknologi Pendidikan ABSTRAK

PELATIHAN PEMBUATAN ALAT PERAGA PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SDN PAKIS V SURABAYA

HUBUNGAN AKTIVITAS BELAJAR DENGAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI KELAS X IIS SMA NEGERI 7 PADANG

e-issn Vol. 5, No. 2 (2016) p-issn

BAB I PENDAHULUAN. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 32 tahun 2013

EFEKTIVITAS LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK TERHADAP PERILAKU SOSIAL PESERTA DIDIK DI SMA N 12 PADANG. Oleh: Dedi Miswar. Fitria Kasih Rahma Wira Nita

المفتوح العضوية المفتوح العضوية

Lukluk Ibana 1, Pujiastuti 2, Iis Nur Asyiah 3 PENDAHULUAN

PERANGKAT MODUL PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN SEKOLAH MENENGAH PERTAMA BAHASA INGGRIS KELOMPOK KOMPETENSI F

ARTIKEL ILMIAH PROGRAM PPM

BAB I PENDAHULUAN. manusia yang profesional. Salah satu syarat untuk mencapainya adalah

PENINGKATAN KESADARAN SISWA TERHADAP LINGKUNGAN MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS BERITA DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR DI KELAS TESIS

BAB I PENDAHULUAN. Dalam mempelajari bahasa Inggris sering diawali dengan mempelajari

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR MATEMATIKA SISWA SMPN 3 PADANG

Pemanfaatan ICT untuk meningkatkan kualitas pembelajaran

PENDAHULUAN. ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan pendidikan. Bahasa Inggris memiliki peran

Bab 1. Pendahuluan. dipelajari. Hal ini menyebabkan makin banyaknya minat pelajar tingkat mahasiswa

PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS LAPORAN PENGAMATAN MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL)

(T- tabel) . MAN 3 Aceh Besar. MAN 3 Aceh Besar. (One group Pretest Postest Design) MAN 3 Aceh Besar MIA

ARTIKEL PENELITIAN PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MODEL TALKING STICK PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA KELAS IV DI SDN 10 SUNGAI SAPIH PADANG

IMPLEMENTASI STRATEGI KOLABORATIF DALAM PENGAJARAN KOSAKATA BAHASA INGGRIS PERBANKAN BAGI MAHASISWA SASTRA INGGRIS UMN-AW MEDAN

Abstrak. Kata Kunci : menyimak wawancara, model think pair share, penerapan model think pair share, peningkatan kemampuan menyimak wawancara.

Hannaning dkk : Penerapan pembelajaran Berbasis Inkuiri untuk Meningkatkan Kemampuan

SMA/MA IPS kelas 10 - BAHASA INGGRIS IPS CHAPTER 10LATIHAN SOAL BAB 10. Be quite. Keep quiet

BAB I PENDAHULUAN. Pesatnya komunikasi dan interaksi global telah menempatkan bahasa

Alternatif Pembelajaran. Mengamati 1. Menanggapi gambar 2. Menonton video tentang. 3. Membaca daftar ekspresi kebahasaan.

Susilawati, Suarman, Rina Selva Johan . ( ),

BAB II DESKRIPSI PERUSAHAAN

PEMBELAJARAN KEMAMPUAN GERAK DASAR

MATERIAL EVALUATION CHECKLIST

CHAPTER III RESULT OF THE STUDY. 1. The problems faced by the tenth grade students of SMK YP SEI. PALANGKA RAYA in using letter s/es as plural nouns

PENGEMBANGAN DAN KEEFEKTIFAN MULTIMEDIA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS DI SEKOLAH LANJUTAN TINGKAT PERTAMA (SLTP)

Membangun Menara karakter (Indonesian Edition)

Dewi Mayangsari dkk, Penerapan Metode Eksperimen Untuk Meningkatkan Aktivitas...

PEMBELAJARAN EKONOMI KELAS X AKSELERASI DI SMA NEGERI 1 PURWOREJO TAHUN AJARAN 2011/2012 TESIS

Windha Silviana Program Studi Teknologi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Surabaya

JURNAL EDUCATIVE: Journal of Educational Studies Vo.1, No.1, Januari Juni 2016

Transkripsi:

Faktor Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 3 No. 3 November 2016, hal 235-240 PENGENALAN WEBQUESTS DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS Hermariyanti Kusumadewi dan Ferawaty Puspitorini Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Indraprasta PGRI (hermariyanti@gmail.com) (feraliang06@gmail.com) Abstract: The purpose of this activity is to introduce Webquests as an online teaching media to the teachers in order to support their teaching activity which can be more effective and innovative, it is expected that teachers can use other alternative way of delivering the material in order to create an atmosphere of English teaching. In addition, the students get a new atmosphere in learning using different learning media and can be accessed not only at school. Keywords: webquests, teaching, English Abstrak: Tujuan kegiatan ini adalah mengenalkan media Webquests sebagai media pembelajaran yang bersifat online kepada guru-guru guna mendukung kegiatan belajar mengajar yang lebih efektif dan inovatif. Pada satu sisi, melalui kegiatan ini diharapkan para guru dapat menggunakan alternatif lain cara penyampaian materi agar membuat suasana pengajaran bahasa Inggris menjadi kondufif dan menyenangkan. Pada sisi yang lain, diharapkan para siswa juga mendapatkan suasana baru dalam belajar dengan menggunakan media pembelajaran yang berbeda dan dapat diakses tidak hanya di sekolah. Kata kunci: webuests, pengajaran, bahasa Inggris PENDAHULUAN Bahasa Inggris di Indonesia merupakan bahasa asing pertama yang diajarkan dari tingkat Sekolah Dasar sampai dengan Perguruan Tinggi. Dilihat dari posisinya sebagai bahasa asing, tujuan pembelajaran bahasa Inggris di Indonesia adalah untuk memperkenalkan bahasa Inggris sebagai bahasa Internasional kepada masyarakat Indonesia agar siap menghadapi dunia global. Bahasa Inggris dianggap penting karena merupakan bahasa Internasional yang dipakai untuk berkomunikasi antar negara dalam bidang sosial, ekonomi, politik dan keamanan. Oleh karena itu, masyarakat Indonesia diharapkan bisa dan dapat berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris. Adapun tujuan dari setiap pembejaran bahasa adalah dapat berkomunikasi baik lisan maupun tertulis dengan bahasa yang dipelajari. Ada empat ketrampilan yang harus dikuasai dalam mempelajari bahasa Inggris, keempat ketrampilan itu adalah menyimak (listening), berbicara (speaking), membaca (reading), dan menulis (writing). 235

Hermariyanti. K dan Ferawaty. P, Pengenalan Webquests Dalam Pembelajaran Bahasa Inggris Dalam praktek belajar dan pembelajaran bahasa Inggris ditemui faktor-faktor yang mempengaruhi tercapai atau tidaknya pembelajaran bahasa tersebut. Banyak faktor yang mempengaruhi pembelajaran bahasa Inggris di Indonesia. Guru sebagai pendidik diharapkan dapat mengoptimalkan pembelajaran bahasa Inggris dengan cara yang efektif dan kreatif. Faktor eksternal yang dapat mempengaruhi tercapainya tujuan pembelajaran bahasa Inggris salah satunya adalah media pendukung proses belajar. Penggunaan media pembelajaran dapat mendukung proses belajar menjadi lebih efektif dan menyenangkan. Selain skill (ketrampilan) guru dalam mengajar, penggunaan media pembelajaran sangat berperan penting dalam proses belajar bahasa Inggris. Bahasa Inggris mempunyai 26 alfabet tetapi menghasilkan 46 bunyi (sounds) yang berbeda dengan bunyi hurup pada bahasa Indonesia. Oleh karena itu penggunaan media pembelajaran (audio, audio-visual) sangat menunjang kegiatan belajar. Media audio maupun audio-visual dapat digunakan untuk pengenalan bunyi dan juga contoh pelafalan kata dalam bahasa Inggris. Dewasa ini, selain dua media tersebut internet juga sangat berperan dalam kehidupan seharihari. Masyarakat tidak bisa dipisahkan dan aktif dalam penggunaan internet. Dalam dunia pendidikan, media internet sangat berguna sebagai pendukung kegiatan belajar bahasa Inggris baik di dalam maupun di luar kelas. Ada banyak internet software yang dapat digunakan guru sebagai media pembelajaran. Internet software ini dapat dioptimalkan penggunaan oleh guru untuk pembelajaran bahasa Inggris tidak hanya di kelas. Sebagai contoh, webblog atau yang dikenal dengan sebutan blog saja, dapat dijadikan sarana penyampaian materi dan tempat komunikasi antar guru dan siswa. Saat guru sudah terbiasa menggunakan blog sebagai media pembelajaran, masih banyak internet software yang bisa mendukung kegiatan belajar, salah satunya adalah webquests. Istilah webquest sendiri mungkin masih asing di Indonesia karena penggunaannya tidak sepopuler web-blog, tapi fungsi dan tampilan yang lebih spesifik menjadikan webquests dapat dioptimalkan dengan sangat baik sebagai media pendukung pembelajaran yang dapat mencipkatakan pembelajaran bahasa Inggris yang efektif dan kreatif. Pengajaran bahasa Inggris di SMP telah dilaksanakan dengan berbagai macam kendala dan permasalahannya, baik dari sisi guru sebagai pengajar maupun fasilitator maupun dari siswa yang harus belajar bahasa Inggris mulai dari mengenal bunyi, kosakata sampai mempelajari tatabahasa yang sangat berbeda dengan bahasa indonesia. Oleh karena itu, perlu diciptakan suasana yang menyenangkan, efektf dan kreatif saat belajar bahasa untuk mencapai tujuan pembelajaran bahasa itu sendiri. KAJIAN PUSTAKA Pengertian Bahasa Inggris Menurut Richards (2001:109) English languange is always use in a social context, and this applies to both oral and written languange, to both first and second languange use. Bahasa Inggris sekarang digunakan dalam kehidupan sosial, baik dalam bentuk lisan maupun tertulis, sebagai bahasa pertama dan bahasa kedua. Bahasa Inggris digunakan oleh banyak orang di tiap-tiap negara yang berbeda sebagai bahasa pertama atau bahasa kedua. Lebih lanjut, Freeborn (2006:1) menyatakan English today is a worldwide international languange. It is spoken as a mother tongue by about 400 million people in the British Isles, Canada, the United state of America, Australia and New Zealand. It is 236

Faktor Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 3 No. 3 November 2016, hal 235-240 a second languange for many others in, for example, India and Pakistan and some African states, where it is used as an official languange in government and education. Bahasa Inggris sekarang ini adalah bahasa internasional di seluruh dunia. Bahasa Inggris digunakan sebagai bahasa ibu oleh kira-kira 400 juta orang di Inggris, Kanada, Amerika, dan New Zealand. Bahasa Inggris juga digunakan sebagai bahasa kedua oleh banyak negara, seperti India dan Pakistan dan di beberapa kesatuan Afrika, yang digunakan sebagai bahasa resmi pada sistem pemerintahannya dan pendidikan. Pengertian Webquests Menurut Bernie Dodge (http://webquest.sdsu.edu/about_webquests. html ), A Web Quest is "an inquiry-oriented activity in which some or all of the information that learners interact with comes from resources on the internet, optionally supplemented with videoconferencing". Sebuah Quest Web adalah suatu kegiatan penyelidikan yang berorientasi di mana beberapa atau semua informasi yang peserta didik berinteraksi dengan berasal dari sumber di internet, opsional dilengkapi dengan video conference". Lebih lanjut, Tom March (http://tommarch.com/writings/whatwebquests-are/) menyatakan bahwa: A stereotypical WebQuest sees a team of students accessing Web sites in order to produce a technology-enhanced group product. Example WebQuests are: Students working as a team plan a trip across the US and present their itinerary on PowerPoint slides. One student might be responsible for budgeting, one for locating tourist attractions along the way, and one for booking accommodations and organizing meals. Learners collect facts and images of endangered species and create a poster to share what they have learned. Students create a brochure, diorama and audio guide for a new exhibit on an exotic animal being introduced to a zoo. Although the above activities may involve some reasonable learning, they are not WebQuests because in each case the information can go from the browser to product without altering (even entering?) the learner s understanding. Sebuah stereotip "WebQuests" melihat tim mahasiswa mengakses situs Web untuk menghasilkan produk kelompok teknologi yang disempurnakan. Misalnya "WebQuests" adalah: Siswa bekerja sebagai rencana tim perjalanan di seluruh AS dan menyajikan jadwal mereka pada slide PowerPoint. Seorang mahasiswa mungkin bertanggung jawab untuk penganggaran, satu untuk mencari tempat-tempat wisata di sepanjang jalan, dan satu untuk pemesanan akomodasi dan mengatur makanan. Peserta didik mengumpulkan fakta-fakta dan gambar spesies langka dan membuat poster untuk berbagi apa yang telah mereka pelajari. Siswa membuat brosur, diorama dan panduan audio untuk pameran baru pada hewan eksotis diperkenalkan ke kebun binatang. Meskipun kegiatan di atas mungkin melibatkan beberapa pembelajaran yang wajar, mereka tidak WebQuests karena dalam setiap kasus informasi dapat pergi dari browser untuk produk tanpa mengubah (bahkan memasuki?) Pemahaman pelajar. Dudeney and Hockley (2007:54) menyatakan bahwa Webquests are miniprojects in which a large percentage of the input and material is supplied from the 237

Hermariyanti. K dan Ferawaty. P, Pengenalan Webquests Dalam Pembelajaran Bahasa Inggris internet. What makes webquests different from projects or simulations is the fairly rigid structurethey have envolved over the years, and it is this structure and the process of implementing webquests in the classroom. "WebQuests mini-proyek di mana persentase besar dari masukan dan bahan dipasok dari internet. Apa yang membuat WebQuests berbeda dari proyek atau simulasi adalah struktur cukup kaku mereka telah terlibat selama bertahun-tahun, dan itu adalah struktur ini -. Dan proses pelaksanaan WebQuests di kelas. PEMBAHASAN Dalam Pengenalan Webquests dalam Pembelajaran Bahasa Inggris kepada guruguru SMPN 9 Bekasi ini sasaran kegiatan diberikan secara umum kepada guru-guru SMPN 9 Bekasi, khususnya guru bahasa Inggris. Materi yang digunakan dalam pelatihan ini adalah materi materi yang berkaitan dengan media webquests sebagai media pembelajaran untuk mengajarkan bahasa Inggis. Beberapa prosedur pelaksanaan yang dilakukan dalam kegiatan pelatihan ini adalah sebagai berikut: 1. Melakukan presentasi dan memberikan penjelasan mengenai media pembelajaran secara rinci serta kelebihan-kelebihan di masing-masing media pembajaran. 2. Melakukan presentasi dan memberikan penjelasan mengenai klasifikasi capaian aspek yang ditekankan. 3. Melakukan presentasi dan memberikan penjelasan tentang media Internet software Webquests dan langkah-langkah membuat webquests. 4. Membimbing dan mendampingi para peserta pelatihan (guru) dalam melakukan praktek membuat webquests. 5. Melakukan sesi tanya jawab mengenai media webquest dalam pembelajaran bahasa Inggris. Kegiatan pengenalan webquests ini dilaksanakan dalam bentuk sosialisasi dan pelatihan terprogram, seperti yang ditunjukkan pada tabel berikut: 238

Faktor Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 3 No. 3 November 2016, hal 235-240 Aktivitas-aktivitas yang terjadi pada pengenalan media webquests dalam pembelajaran bahasa Inggris adalah sebagai berikut: Pada tahap awal kegiatan, peserta dikenalkan pada pengertian media pembelajaran, setelah itu diberikan pengertian mengenai konsep berbagai media yang dapat mendukung kegiatan pembelajaran bahasa Inggris. Lalu setelah mereka siap untuk mendapatkan materi mengenai media pembelajaran, kami selaku pemateri menyajikan slide materi mengenai penjelasan media webquest. Peserta menyimak dengan serius dan membaca secara seksama materi yang sudah diberikan sebelumnya. Setelah menjelaskan definisi dan teori teori mengenai penggunaan media webquests dalam pembelajaran bahasa Inggris, kami mulai menjelaskan kegunaan dan langkahlangkah membuat webquests secara online. Pada sesi praktek, setiap peserta membuka notebook masing-masing dan mengkoneksikan notebook mereka ke internet. Hal pertama yang mereka lakukan adalah membuka web page yang menyediakan webquests tidak berbayar, seperti www.zunal.com dimana peserta dapat mulai membuat webquests mereka sendiri secara sederhana. Hasil dari kegiatan pengenalan Media Webquests dalam Pembelajaran Bahasa Inggris adalah peserta pelatihan yang merupakan guru-guru SMPN 9 Kota Bekasi dapat memahami konsep media pembelajaran dan fungsi media tersebut sebagai alat bantu pengajaran di kelas, khusus nya penggunaan media webquests yang dapat membantu guru dalam pembelajaran bahasa Inggris. Luaran yang dihasilkan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah guru dapat membuat webquests secara online. SIMPULAN Untuk dapat memahami konsep-konsep pembelajaran bahasa inggris melalui media pembelajaran webquests, para peserta mengikuti kegiatan pelatihan dengan tertib dan sangat antusias dengan topik tentang pengenalan pembelajaran bahasa inggris melalui media internet software Webquests. Hasil pengamatan berdasarkan yang dilakukan pada awal kegiatan, secara umum mengindikasikan bahwa pembelajaran bahasa Inggris di Sekolah Menengah Pertama (SMP) berfokus pada pengenalan kata, pelafalan dan berbicara, membac, tatabahasa, dan menulis teks sederhana. Teknik dan media yang digunakan dapat disesuaikan dengan kondisi lingkungan sekolah. Sebagian besar peserta belum terbiasa dengan bahasa Inggris oleh karena nya bahasa Inggris hanya disisipkan percakapan sederhana dan pengenalan kata. Beberapa peserta mengeluhkan pengucapan bahasa Inggris yang perlu latihan terlebih dahulu sebelum mengajarkan kepada siswa. Secara umum kegiatan yang berjudul Pengenalan Penggunaan Media Webquests dalam pembelajaran Bahasa Inggris berlangsung dengan baik dan menurut para peserta pelatihan kegiatan ini sangat bermanfaat dan membentu mereka dalam pengajaran dan pengenalan bahasa Inggris. Menurut kepala sekolah SMPN 9 Kota Bekasi dalam sambutannya di akhir kegiatan mengatakan bahwa kegiatan pengabdian seperti ini sangat mereka perlukan dan sangat bermanfaat bagi mereka dan sekiranya memungkinkan mereka meminta agar di tahun-tahun yang akan datang pengabdian seperti ini dapat lagi dilaksanakan di sekolah tersebut. Selain itu, Para guru juga merasakan banyak manfaat dari kegiatan ini. Dari hasil evaluasi terhadap Pengenalan Media Webquests dalam pembelajaran Bahasa 239

Hermariyanti. K dan Ferawaty. P, Pengenalan Webquests Dalam Pembelajaran Bahasa Inggris Inggris, yang peserta lakukan di akhir kegitan terlihat bahwa para guru sudah mulai paham dan bisa merencanakan pembelajaran yang kreatif dan inovatif dengan menggunakan media webquests walaupun dari segi teknis mereka belum terbiasa dengan pemanfaatan internet untuk mendukung kegiatan pembelajaran. DAFTAR PUSTAKA Freeborn, Dennis. 2006. From Old English to Standard English: A Course Book in Language Variations Across Time (Studies in English Language). New York: Macmillan. Richards, Jack. C. 2001. Curricullum Development in Language Teaching. New York: Cambridge University Press. Dudeney, Gavin and Nicky Hockly. 2007. How to Teach English with Technology. England: Pearson Longman. InterNet http://webquest.sdsu.edu/about_webquests.html http://tommarch.com/writings/what-webquests-are/ 240