dokumen-dokumen yang mirip
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penelitian. Film merupakan salah satu bentuk dari media massa yang sudah tidak

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Penelitian. Kehidupan manusia sehari-hari tidak dapat terpisahkan dengan komunikasi

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Gambar bergerak (film) adalah bentuk dominan dari komunikasi

BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. lain, seperti koran, televisi, radio, dan internet. produksi Amerika Serikat yang lebih dikenal dengan nama Hollywood.

BAB I PENDAHULUAN. Seiring dengan berkembangnya zaman ilmu komunikasi dan teknologi dalam

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini bertipe deskriptif dengan menggunakan pendekatan

BAB I PENDAHULUAN. tentunya sangat berkaitan dengan hidup dan kehidupan manusia serta kemanusiaan. Ia

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. pengarang menciptakan karya sastra sebagai ide kreatifnya. Sebagai orang yang

BAB I PENDAHULUAN. yang cukup efektif dalam menyampaikan suatu informasi. potret) atau untuk gambar positif (yang di mainkan di bioskop).

BAB I PENDAHULUAN. film video laser setiap minggunya. Film lebih dahulu menjadi media hiburan

BAB I PENDAHULUAN. pekerja dan itu menjadi penanda waktu yang beremansipasi.

BAB I PENDAHULUAN. menggeser anggapan orang yang masih meyakini bahwa film adalah karya

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. Film adalah gambar hidup, sering juga disebut movie, film sering

I. PENDAHULUAN. 2008:8).Sastra sebagai seni kreatif yang menggunakan manusia dan segala macam

BAB III METODE PENELITIAN. The Great queen Seondeok dan kemudian melihat relasi antara teks tersebut

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Manusia merupakan mahkluk hidup yang tidak dapat hidup tanpa

BAB I PENDAHULUAN. bentuk komunikasi verbal, tetapi juga dalam hal ekspresi muka, seni, lukisan, dan

BAB I PENDAHULUAN. medium yang lain seperti menyebarkan hiburan, menyajikan cerita, peristiwa, musik, drama,

BAB IV ANALISIS DATA. Film sebagai salah bentuk komunikasi massa yang digunakan. untuk menyampaikan pesan yang terkandung didalamnya.

BAB I PENDAHULUAN. Film bermula pada akhir abad ke-19 sebagai teknologi baru, yang kemudian

BAB I PENDAHULUAN. pada dasarnya di takdirkan untuk menjadi seorang pemimpin atau leader, terutama

KONSTRUKSI PENDIDIKAN KARAKTER CINTA DAMAI DALAM FILM DI TIMUR MATAHARI (Analisis Semiotik dalam Perspektif PPKn)

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

BAB I PENDAHULUAN. melibatkan khalayak luas yang biasanya menggunakan teknologi media massa. setiap pagi jutaan masyarakat mengakses media massa.

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. Film sebagai salah satu atribut media massa dan menjadi sarana

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. berbagai kasus kekerasan seksual, free sex,dan semacamnya. Dengan semakin

2 sendiri tak bisa dilepaskan dari perkembangan sejarah kehidupan dan budaya manusia. Studi tentang gaya busana, pakaian atau fashion pun sudah banyak

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Film merupakan salah satu media yang berfungsi menghibur penonton

BAB I PENDAHULUAN. demikian, timbul misalnya anggapan bahwa ras Caucasoid atau ras Kulit

BAB I PENDAHULUAN. pengalaman pengarang. Karya sastra hadir bukan semata-mata sebagai sarana

BAB I PENDAHULUAN. berbagai macam masalah kehidupan manusia secara langsung dan sekaligus.

BAB I PENDAHULUAN. 1.1.Konteks Masalah

BAB I PENDAHULUAN. berperan penting atau tokoh pembawa jalannya cerita dalam karya sastra.

BAB I PENDAHULUAN. saat itu dalam berbagai bentuk film-film ini akhirnya memiliki bekas nyata di benak

BAB I PENDAHULUAN I.1

BAB I PENDAHULUAN. hidup, yang juga sering disebut movie atau sinema. Film adalah sarana

dapat dilihat bahwa media massa memiliki pengaruh yang besar dalam

BAB I PENDAHULUAN. daya cipta dari beberapa cabang seni sekaligus. 1 Gambar bergerak adalah bentuk

BAB I PENDAHULUAN. manusia kedua setelah laki-laki. Tatanan sosial memberi kedudukan perempuan

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. Persoalan budaya selalu menarik untuk diulas. Selain terkait tindakan,

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. hiburan publik. Kesuksesaan film dikarenakan mewakili kebutuhan imajinatif

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Khalayak pada zaman modern ini mendapat informasi dan hiburan di

Dekonstruksi Maskulinitas dan Feminitas dalam Sinetron ABG Jadi Manten Skripsi Disusun untuk memenuhi persyaratan menyelesaikan Pendidikan Strata 1

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penelitian. Apapun profesi atau pekerjaan seseorang, setidaknya ia pernah

BAB 1 PENDAHULUAN. yang dikomunikasikan yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak.

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. efektif dan efisien untuk berkomunikasi dengan konsumen sasaran.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Setelah melakukan analisis terhadap film Air Terjun Pengantin

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian pada film animasi Barbie The Princess And The Popstar ini

BAB I PENDAHULUAN. tidak adil, dan tidak dapat dibenarkan, yang disertai dengan emosi yang hebat atau

BAB I PENDAHULUAN A. LatarBelakang

JURUSAN ILMU KOMUNIKASI FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG 201

BAB I PENDAHULUAN. suatu saluran transmisi, yang disebut orang sebagai support iklan itu. 1

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Perkembangan video art adalah solusi logis yang lahir dari pensiasatan

BAB I PENDAHULUAN. yang tidak bisa apa apa di bawah bayang bayang kekuasaan kaum pria di zaman

BAB I PENDAHULUAN. hal yang dikomunikasikan yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak.

BAB I PENDAHULUAN. I.1 Latar Belakang Masalah

BAB III METODE PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. pandangan pengarang terhadap fakta-fakta atau realitas yang terjadi dalam

BAHASA IKLAN DAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN: SEBUAH KAJIAN KOMUNIKASI DAN BAHASA TERHADAP IKLAN TV PRODUK CITRA

BAB I PENDAHULUAN. dianalisis dengan kajian semiotik.semiotika adalah cabang ilmu yang semula berkembang dalam

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Pada awalnya film merupakan hanya sebagai tiruan mekanis dari realita atau

BAB II KONSEP, LANDASAN TEORI, DAN TINJAUAN PUSTAKA. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia yang diterbitkan oleh Pusat Bahasa

BAB I PENDAHULUAN. Isu tentang gender telah menjadi bahasan analisis sosial, menjadi pokok

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB 1 PENDAHULUAN. Perselingkuhan sebagai..., Innieke Dwi Putri, FIB UI, Universitas Indonesia

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Dewasa ini, kodrat manusia menjadi tua seolah bisa dihindari

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penelitian. Kehidupan manusia sehari-hari tidak dapat terpisahkan dengan komunikasi baik

BAB 1 PENDAHULUAN. Karya sastra merupakan sebuah ungkapan pribadi manusia. berupa pengalaman, pemikiran, perasaan, imajinasi, ide, keyakinan dalam

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. perorangan, kelompok ataupun organisasi tidak mungkin dapat terjadi.

BAB I PENDAHULUAN. imajinasi yang tinggi, yang terbukti dari karya-karyanya yang menarik dan banyak

DAFTAR ISI. HALAMAN PENGESAHAN SKRIPSI... ii. KATA PENGANTAR... iii. DAFTAR GAMBAR... viii BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah.

BAB I PENDAHULUAN. Film dalam perspektif praktik sosial maupun komunikasi massa, tidak

BAB I PENDAHULUAN Latar belakang. Film merupakan salah satu produk media massa yang selalu berkembang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

BAB I PENDAHULUAN. Dalam realitas kehidupan, perbedaan peran sosial laki-laki dan perempuan

1 BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB V KESIMPULAN & SARAN

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Wacana merupakan salah satu kata yang sering digunakan dalam

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

UKDW BAB I PENDAHULUAN 1. LATAR BELAKANG MASALAH

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG MASALAH

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Media seni-budaya merupakan tempat yang paling banyak

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Kemajuan teknologi telah menjadi bagian terpenting dalam pembuatan film

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Film merupakan media komunikasi massa pandang dengar dimana

BAB I PENDAHULUAN. dengan yang lain walaupun kita berbeda dibelahan bumi. Walaupun dibelahan. banyak dipilih untuk menyampaikan berbagai pesan.

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Paradigma didefinisikan bermacam-macam, tergantung pada sudut

BAB 4 KESIMPULAN Citra Tokoh Utama Perempuan die Kleine sebagai Subordinat dalam Novel RELAX karya Henni von Lange RELAX RELAX

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. Dewasa ini penyimpangan sosial di Indonesia marak terjadi dengan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Karya sastra merupakan gambaran tentang kehidupan yang ada dalam

Transkripsi:

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Komunikasi adalah proses yang tertanam dalam kehidupan kita sehari-hari yang menginformasikan cara kita menerima, memahami, dan menginformasikan cara kita tentang realitas dan dunia. Film merupakan salah satu media komunikasi, yang juga menjadi sarana mengekspresikan jiwa seni kaum muda. Film merupakan salah satu media komunikasi massa yang pertama kali ditemukan pada abad 19, yang dianggap sebagai medium sempurna untuk menyalurkan pesan serta mengekspresikan realita yang tumbuh dan berkembang didalam kehidupan masyarakat, dan kemudian memproyeksikannya ke atas layar. Film sebagai genre seni adalah produk sinematografi. Film mempunyai banyak pengertian yang masing-masing artinya dapat dijabarkan secara luas. Film merupakan media komunikasi sosial yang terbentuk dari penggabungan dua indra, penglihatan dan pendengaran, yang mempunyai inti atau tema sebuah cerita yang banyak mengungkapkan realita sosial yang terjadi di sekitar lingkungan tempat dimana film itu sendiri tumbuh. Sebagai salah satu bentuk komunikasi audio-visual, film memiliki lambang dan atau tanda baik secara verbal maupun non verbal. Tanda dan atau lambang ini kemudian memiliki pengaruh yang besar bagi audience. Dan sering terjadi keragaman makna dari penafsiran karena pemahaman terhadap lambang dan tanda 1

2 itu tidak selalu sama antara satu orang dengan orang lainnya. Karena kepentingan itu, kemudian munculah semiotika, sebuah ilmu atau metode analisis untuk mengkaji tanda. Dalam semiotika itu dibahas secara mendalam tentang bagaimana tanda tersebut bekerja, dimana tanda tersebut bekerja, apa yang dibawa tandatanda tersebut, serta bagaimana tanda tersebut menyampaikan makna yang dikandungnya. Menurut Oey Hong Lee, kita harus mengakui bahwa hubungan antara film dan masyarakat memiliki sejarah yang panjang dalam kajian para ahli komunikasi, misalnya menyebutkan, film sebagai alat komunikasi massa yang kedua muncul di dunia, mempunyai masa pertumbuhannya pada akhir abad ke-19, dengan kata lain pada waktu unsur-unsur yang merintangi perkembangan surat kabar dibuat lenyap. Ini berarti bahwa permulaan sejarah film dengan lebih mudah dapat menjadi alat komunikasi yang sejati, karena ia tidak mengalami unsur tehnik, politik, ekonomi sosial, demografi, yang merintangi kemajuan surat kabar pada masa pertumbuhannya. 1 Film merupakan salah satu bentuk dari media massa yang sudah tidak asing lagi. Banyak orang yang mengisi waktu senggangnya atau untuk mencari hiburan dari kegiatan sehari-hari dengan menonton film. Seperti yang dikatakan Agee dan kawan-kawannya, yang dikutip oleh Elvinaro Ardinanto, dan kawankawan bahwa Gambar bergerak (film) adalah bentuk dominan dari komunikasi massa visual di belahan dunia ini. Lebih dari ratusan juta orang menonton film di 1 Alex Sobur. Analisis Teks Media: Suatu Pengantar untuk Analisis Wacana, Analisis Semiotik, dan Analisis Framing. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. 2004. Hal 126

3 bioskop, film televisi dan film video laser setiap minggunya. Di Amerika Serikat dan Kanada lebih dari satu juta tiket film terjual setiap tahunnya. Film di Amerika di produksi di Hollywood. Film lebih dahulu menjadi media hiburan dibanding radio siaran dan televisi. Menonton film ke bioskop menjadi aktivitas populer bagi orang Amerika pada tahun 1920-an sampai 1950-an. Industri film adalah industri bisnis. Predikat ini telah menggeser anggapan orang yang masih meyakini bahwa film adalah karya seni, yang diproduksi secara kreatif dan memenuhi imajinasi orang-orang yang bertujuan memperoleh estetika (keindahan) yang sempurna. 2 Film atau motion pictures ditemukan dari hasil pengembangan prinsipprinsip fotografi dan proyektor. Hiebert dan kawan-kawan mengatakan yang dikutip oleh Elvinaro Ardianto dan kawan-kawan, film yang pertama kali diperkenalkan kepada publik Amerika Serikat adalah The Life of an American Fireman dan film The Great Train Robbery yang dibuat oleh Edwin S. Porter pada tahun 1903. Lalu Effendy mengungkapkan yang dikutip kembali oleh Elvinaro Ardianto dan kawan-kawan bahwa, apabila film permulaannya merupakan film bisu, maka pada tahun 1927 di Broadway Amerika Serikat muncul film bicara yang pertama meskipun belum sempurna. 3 Seiring berjalannya perkembangan film di Amerika Serikat, Hollywood menjadi salah satu gudang film dunia dan industri hiburan raksasa di Amerika Serikat. Hollywood tak pernah kehilangan pesona dan kemilaunya. Selalu saja berhasil membuat siapapun terkesima dengan kilau kreativitas yang ditawarkan. 2 Elvinaro Ardianto, dkk, 2007, Komunikasi Massa Suatu Pengantar Edisi Revisi, Simbiosa Rekatama, Bandung, hal 143 3 Ibid, hal 143-144

4 Idealnya sebuah gudang film, Hollywood pun memiliki banyak jenis genre film. Mulai dari komedi situasi, hingga fiksi ilmiah. Mulai dari film yang berlatar belakang masa lalu, hingga film berlatar belakang jauh ke masa depan. Entahlah, dalam hal ini Hollywood seperti tidak pernah kehilangan ide. Selalu saja menghasilkan sesuatu yang segar dan sama sekali tidak membosankan. Dari beragam jenis film yang diproduksi Hollywood, salah satu genre film yang menarik adalah film yang bertemakan feminisme. Feminisme adalah salah satu gerakan yang lahir dikarenakan adanya ketimpangan dalam permasalahan gender, dimana perempuan selalu ditindas oleh kaum laki-laki. Gender adalah pembedaan peran, identitas, serta hubungan antara perempuan dan laki-laki, yang merupakan hasil bentukan masyarakat. 4 Pada prinsipnya gender merupakan interpretasi sosio-kultural atas jenis kelamin. 5 Dalam kajian ilmu sosial, istilah gender diperkenalkan untuk merujuk kepada perempuan dengan laki-laki, berupa norma, aturan dan tradisi yang berhubungan secara timbal balik di masyarakat dan kebudayaan menentukan batasan perilaku feminis dan maskulin. 6 Pada kenyataannya, didalam masyarakat terdapat kerancuan pada sosialisasi dan tertukarnya makna tentang seks dan gender. Sebagian besar masyarakat meyakini bahwa gender adalah kodrat yang berarti ketentuan biologis atau ketentuan Tuhan. 4 Hidayati. 1991. Hal 14 dan Langerman & Brantley. 1990. Hal 411 5 Fauzie Ridjal. Dinamika gerakan perempuan di Indonesia. Yogyakarta: Tiara Wacana Yogya. 1993. Hal 30 6 Endang Sumiarni. Gender and Feminisme. Yogyakarta: Wonderful Publishing Company. 2004. Hal 4

5 Emansipasi wanita saat ini meluas sampai keberbagai bidang, baik di rumah, poltik, sosial, ekonomi, dan budaya, maupun agama.belakangan, istilah emansipasi ini mulai terdengar, berganti dengan istilah baru yaitu kesetetaraan gender. Feminisme atau peham kesamaan gender semakin deras pengaruhnya, setelah digelar konferensi PBB IV tentang perempuan di Beijing tahun 1995. Di Indonesia, hasil konferensi tersebut dilaksanakan oleh para feminis, baik melaluilembaga pemerintah, seperti tim Pengarusutaman Gender Depag, Departement Pemberdayaan Perempuan, Maupun melalui LSM-LSM yang kian menjamur. Di ranah pendidikan tinggi, telah didirikan institusi-institusi Pusat Studi Wanita (PSW/PSG) Kementrian Negara Pemberdayaan Perempuan, dalam www.mennegpp.go.id, melaporkan jumlah PSW hingga tahun 2005 telah mencapai 132 di seluruh universitas Indonesia. Perempuan pada dasarnya ingin agar suaranya didengar, dipercaya citacitanya dan ketidakterbatasannya untuk mengeksplor keinginan yang bersifat positif, menjadi tujuan utama kaum perempuan menyuarakan feminism.itulah alasan feminisme muncul didunia. Ketidaksetaraan hak yang menonjol menggugah perempuan berontak atas ketidaksetaraan hak yang didapat pada kaum perempuan. Perkembangan perempuan Indonesia saat ini sangat maju dengan pesat.perempuan tidak lagi dipandang sebelah mata. Karena perempuan sudah banyak melahirkan karya-karya yang membanggakan bagi kaum perempuan bahkan untuk Negara sekalipun.

6 Perempuan saat ini tidak lagi dianggap rendah, tidak ada lagi keterbatasan untuk mengenyam pendidikan setinggi mungkin, tidak lagi hanya bekerja dirumah saja. Banyak wanita yang sudahbisa memimpin suatu perusahaan, mendirikan berbagai kegiatan sosial atau yang sudah bisa memimpin suatu perusahaan, mendirikan berbagai kegiatan sosial atau yang meduduki profesi tinggi sama dengan laki-laki. Sekarang ini, kebiasaan untuk perempuan lebih terlihat dan dapat dinikmati. Baik profesinya juga hasilnya yang didapat oleh kaum perempuan pada saat ini. Feminisme diawali oleh pemberontakan kaum wanita terhadap ketidakadilan dalam persamaan hak antara pria dan wanita. Pada masa sebelum kemerdekaan, para wanita di Indonesia tidak mendapatkan kebebasan sebagaimana layaknya para pria di masa itu. Gugatan feminisme sebenarnya berawal dari keracuan pandangan dalam memaknai keadilan, rasional, dan HAM. Gerakan feminisme muncul karena adanya dorongan individu untuk bebas dari penindasan atas perempuan dan dapat diangkat derajatnya setara dengan laki-laki. Feminisme erat kaitannya dengan perjuangan perempuan dalam mencapai kesetaraan hak. Feminisme dirancang sedemikian rupa sehingga membuat perempuan dapat setara dengan laki-laki. Dewasa ini apa yang sering dianggap sebagai kodrat wanita adalah konstruksi sosial dan kultural atau gender. Misalnya kegiatan seperti mengurus rumah, menyapu, mencuci, dan mendidik anak atau urusan domestik yang sering dianggap sebagai kodrat wanita. Konstruksi sosial semacam ini secara tidak

7 langsung menciptakan sebuah perbedaan gender yang mengarah pada batasan pola perilaku dari perempuan dan laki-laki. 7 Sejarah perbedaan gender atau gender differences antara laki-laki dan perempuan terjadi melalui proses yang sangat panjang. Terbentuknya perbedaanperbedaan gender disebabkan oleh banyak hal, diantaranya: dibentuk, disosialisasikan, diperkuat, bahkan dikonstruksikan secara sosial dan kultural, melalui ajaran keagamaan dan negara. 8 Perbedaan gender melahirkan ketimpangan dalam pembedaan yang lebih dari sekedar faktor biologis saja, namun juga fisikal. Ketidakadilan gender terdapat dalam berbagai wilayah kehidupan, yaitu; dalam wilayah negara, masyarakat, organisasi tempat bekerja, keluarga dan diri sendiri.bentuk dari ketidakadilan gender ini bisa berupa marginalisasi, stereotip, subordinasi, beban ganda, dan kekerasan terhadap perempuan. 9 Salah satu film feminisme yang meraih piala Oscar dan Golden Globe di Hollywood adalah Erin Brockovich.Film yang diambil dari kisah nyata yang berjudul Erin Brockovich ini menceritakan tentang perjuangan seorang janda beranak tiga dalam membela hak warga Hinkley yang secara tersembunyi telah mengalami keracunan Chromium Hexavalent 0,58 bagian per milium dari sebuah perusahaan elektrik besar seharga $ 28 milyar, PG & E. Chromium yang bermanfaat untuk mengurangi karat pabrik lewat air tanah ini telah 7 Mansour Fakih. Analisis gender dan informasi sosial. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Offset. 1997. Hal 12 8 Ibid. Hal 9 9 Nunuk P. Muniarti. Getar Gender. Magelang: Indonesia Tera. 2004. Hal 20

8 mengkontaminasi air yang dipergunakan sebagai kebutuhan hidup 300 orang warga Hinkley sehari-hari. Akibatnya hampir seluruh warga menderita pusing, kanker, tulang kropos, keguguran, infeksi pernapasan, dan lain-lain, meski kenyataan itu memang baru bisa dilihat 1 tahun kemudian. Erin Brockovich, awalnya adalah seorang pengangguran yang bekerja di sebuah firma hukum kecil milik Ed Masry. Suatu ketika saat ia memeriksa file kantornya, tak sengaja ia menemukan kejanggalan dari klaim milik Donna Jensen kepada PG & E. Klaim yang sebenarnya hanya penolakan untuk menjual tanah & rumah itu turut pula disertai dengan daftar pemeriksaan kesehatan Donna Jensen. Atas dasar itulah, Erin Brockovich kemudian mulai menyelidikinya. Selama hampir 2 tahun ia bekerja keras dengan caranya yang khas dan melewati berbagai hambatan dan masalah, akhirnya ia memenangkan kasus terbesar di Amerika Serikat, yakni 333 juta dollar, ia sendiri mendapatkan 2 juta dollar ditambah bonus yang lain. Dari uraian definisi, teori, dan fenomena yang diuraikan diatas, maka dari itu penulis ingin mengetahui adakah pesan atau ideologi yang tersembunyi dari film Erin Brockovich karena banyak mengangkat tokoh perempuan. Dalam hal ini peneliti menggunakan analisis wacana kritis dengan teori semiotika Roland Barthes untuk digunakan sebagai gambaran dalam meneliti. Peneliti menggunakan teori semiotika Roland Barthes karena, Roland barthes menekankan interaksi antara teks dengan pengalaman personal dan kultural penggunanya, interaksi

9 antara konvensi dalam teks dengan konvensi yang dialami dan diharapkan oleh penggunanya. Ada pula aspek mitos yang di ungkapkan oleh Roland Barthes. Lalu peneliti mengaitkan dengan teori feminisme eksistensialis, feminisme yang secara umum merujuk pada pengertian sebagai ideologi pembebasan perempuan. Eksistensialis adalah sebuah aktualisasi diri.sehingga teori ini mengungkapkan bahwa perempuan baik pekerja maupun sebagai ibu dan istri cenderung ingin eksistensinya dihargai dan memiliki jiwa sosial yang dapat menginspirasi orang banyak. 1.2 Fokus Penelitian Berdasarkan latar belakang diatas maka fokus penelitian adalah: Bagaimana feminisme eksistensialis dalam film Erin Brockovich dengan menggunakan analisis semiotika Roland Barthes? 1.3 Tujuan Penelitian Untuk mengetahui, mendeskripsikan, menguraikan, menjabarkan Feminisme Eksistensialis dalam Film Erin Brockovich dengan menggunakan analisis semiotika Roland Barthes.

10 1.4 Manfaat Penelitian 1.4.1 Manfaat Akademis Penelitian ini diharapkan dapat mendeskripsikan, menguraikan, dan menjabarkan sejauhmana Feminisme Eksistensialis dalam Film Erin Brockovich. Diharapkan pula dapat menjadi sebuah sumber informasi baru bagi para pembacanya. Serta, memberikan sebuah ilmu dan pengetahuan baru bagi para pekerja di industri broadcasting atau penyiaran, lebih khususnya bagi para pekerja industri perfilman. 1.4.2 Manfaat Praktis Penelitian ini diharapkan dapat menjadi kontribusi bagi industri perfilman khususnya dan untuk memproduksi beragam bentuk film yang sarat akan nilai edukasi. Sehingga, dimasa yang akan datang, mampu menghasilkan film yang lebih inovatif.