BAB III METODE PENELITIAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB II LANDASAN TEORI. pengambilan keputusan baik yang maha penting maupun yang sepele.

BAB 3 METODE PENELITIAN

IMPLEMENTASI ANALYTIC HIERARCHY PROCESS DALAM PENENTUAN PRIORITAS KONSUMEN PENERIMA KREDIT. Sahat Sonang S, M.Kom (Politeknik Bisnis Indonesia)

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB III TEORI HIERARKI ANALITIK. Proses Hierarki Analitik (PHA) atau Analytical Hierarchy Process (AHP)

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENENTUAN PENJUALAN MOBIL MENGGUNAKAN METODE AHP BERBASIS WEB

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMBERIAN BONUS KARYAWAN MENGGUNAKAN METODE AHP SKRIPSI

RANCANG BANGUN APLIKASI SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN MENGGUNAKAN MODEL ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS UNTUK PEMBERIAN BONUS KARYAWAN

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI. yang di lakukan oleh Agus Settiyono (2016) dalam penelitiannya menggunakan 7

MATERI PRAKTIKUM. Praktikum 1 Analytic Hierarchy Proses (AHP)

MATERI PRAKTIKUM. Praktikum 1 Analytic Hierarchy Proses (AHP)

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. artian yang lebih spesifik yakni pihak ketiga dalam supply chain istilah dalam

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

PENERAPAN ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) GUNA PEMILIHAN DESAIN PRODUK KURSI SANTAI

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN MAKANAN SEHAT MENGGUNAKAN METODE AHP (Analytic Hierarchy Process)

ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) Amalia, ST, MT

BAB 2 TINJAUAN TEORITIS

ANALISIS FAKTOR PEMILIHAN APLIKASI CHATTING PARA PENGGUNA SMARTPHONE ANDROID DENGAN MENGGUNAKAN METODE ANALYTIC HIERARCHY PROCESS

Pengertian Metode AHP

Fasilitas Penempatan Vektor Eigen (yang dinormalkan ) Gaji 0,648 0,571 0,727 0,471 0,604 Jenjang 0,108 0,095 0,061 0,118 0,096

Bab II Analytic Hierarchy Process

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI Analytial Hierarchy Process (AHP) Pengertian Analytical Hierarchy Process (AHP)

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN UNTUK PEMILIHAN PERGURUAN TINGGI KOMPUTER SWASTA

ANALISIS LOKASI CABANG TERBAIK MENGGUNAKAN METODE ANALYTIC HIERARCHY PROCESS

Sesi XIII AHP (Analytical Hierarchy Process)

Sistem Penunjang Keputusan Penetapan Dosen Pembimbing dan Penguji Skipsi Dengan Menggunakan Metode AHP

PEMILIHAN RANGE PLAFOND PEMBIAYAAN TERBAIK BMT DENGAN METODE AHP. Dwi Yuniarto, S.Sos., M.Kom. Program Studi Teknik Informatika STMIK Sumedang

IMPLEMENTASI METODE AHP UNTUK REKOMENDASI TEMPAT KOST PADA APLIKASI KOST ONLINE

ANALISA FAKTOR PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN PERGURUAN TINGGI TINGKAT SARJANA MENGGUNAKAN METODE AHP (ANALITICAL HIRARKI PROCESS)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Metode AHP dikembangkan oleh Thomas L. Saaty, seorang ahli

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 2.1 Ekonomi dan Produk Domestik Regional Bruto. Istilah ekonomi berasal dari bahasa Yunani, terdiri atas kata oikos dan

BAB II LANDASAN TEORI

PENGOLAHAN DATA PENGANGKATAN KARYAWAN TETAP DENGAN MENGGUNAKAN METODE ANALITYCAL HIERARCHY PROCESS (AHP)

Analytic Hierarchy Process (AHP) dan Perhitungan Contoh Kasus AHP

BAB III METODE PENELITIAN

Penyebaran Kuisioner

ANALISA PEMILIHAN APLIKASI BERITA BERBASIS MOBILE MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP)

BAB 2 LANDASAN TEORI Sistem Pendukung Keputusan Pengertian Keputusan. Universitas Sumatera Utara

CESS (Journal of Computer Engineering System and Science) p-issn :

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

BAB 3 HASIL DAN PEMBAHASAN. 3.1 Penerapan AHP dalam Menentukan Prioritas Pengembangan Obyek Wisata Di Kabupaten Toba Samosir

IMPLEMENTASI SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENERIMA BERAS UNTUK KELUARGA MISKIN ( RASKIN ) MENGGUNAKAN METODE AHP (ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS) Ilyas

PENERAPAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS UNTUK PEMILIHAN TYPE SEPEDA MOTOR YAMAHA

III. METODE PENELITIAN. informasi dari kalangan aparat pemerintah dan orang yang berhubungan erat

BAB III METODE PENELITIAN. Lokasi penelitian ini adalah Pamella Swalayan 1. Jl. Kusumanegara

BAB II LANDASAN TEORI. Menurut Pujawan dan Erawan (2010) memilih supplier merupakan

Sistem Pendukung Keputusan Memilih Perguruan Tinggi Swasta di Palembang Sebagai Pilihan Tempat Kuliah

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN PERUMAHAN DENGAN METODE AHP (Analytical Hierarchy Process)

APLIKASI SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENEMPATAN BIDAN DI DESA MENGGUNAKAN METODE ANALITYCAL HIERARCHY PROCESS (AHP)

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI Penelitian Terdahulu dan Penelitian Sekarang

III. METODE PENELITIAN

Kuliah 11. Metode Analytical Hierarchy Process. Dielaborasi dari materi kuliah Sofian Effendi. Sofian Effendi dan Marlan Hutahaean 30/05/2016

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. II Definisi Sistem Pendukung Keputusan

Lampiran 1 - Analytic Hierarchy Process (AHP)

ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS SEBAGAI PENDUKUNG KEPUTUSAN (DECISION SUPPORT) PEMILIHAN LOKASI PEMBANGUNAN RUMAH KOS UNTUK KARYAWAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB III METODE PENELITIAN. deskriptif. Penelitian deskriptif merupakan penelitian yang dimaksudkan untuk

BAB III METODE PENELITIAN. Obyek pada penelitian ini adalah CV. Bagiyat Mitra Perkasa. Lokasi

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN. evaluasi terhadap Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan STMIK Terbaik Di

ANALISIS DATA Metode Pembobotan AHP

BAB III METODE PENELITIAN

PEMILIHAN LOKASI PERGURUAN TINGGI SWASTA DI JAWA BARAT BERDASARKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) Oleh : RATNA IMANIRA SOFIANI, SSi

ANALISIS DAN IMPLEMENTASI PERANGKINGAN PEGAWAI MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS DAN SUPERIORITY INDEX

METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN PEMILIHAN GALANGAN KAPAL UNTUK PEMBANGUNAN KAPAL TANKER DI PULAU BATAM

TUGAS SARJANA Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Dari Syarat-Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Teknik. oleh Deny Irawan NIM:

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN PERGURUAN TINGGI UNTUK SISWA YANG MELANJUTKAN KULIAH PADA SMA N 1 TEGAL

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN LBB PADA KAMPUNG INGGRIS PARE MENGGUNAKAN METODE AHP

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

Rici Efrianda ( )

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN KADER KESEHATAN DI KECAMATAN PEUDAWA KABUPATEN ACEH TIMUR

MODEL ANALITYCAL HIERARCHY PROCESS UNTUK MENENTUKAN TINGKAT PRIORITAS ALOKASI PRODUK

Sistem Pendukung Keputusan Pembiayaan Mitra Madani Metode Analytycal Hierarchy Process (AHP) Pt. BPR Syariah Artha Madani Bekasi

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

PENGAMBILAN KEPUTUSAN PEMILIHAN HANDPHONE TERBAIK DENGAN ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP)

Jurnal SCRIPT Vol. 3 No. 1 Desember 2015

Techno.COM, Vol. 12, No. 4, November 2013:

Analytic Hierarchy Process

Penentuan Pemilihan Bentuk Outline Tugas Akhir Dengan Menggunakan Model Analytical Hierarchy Process (AHP)

PEMILIHAN SUPPLIER BAHAN BAKU BANGUNAN DENGAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) PADA PT. CIPTA NUANSA PRIMA TANGERANG

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN KELAYAKAN PEMBERIAN KREDIT MENGGUNAKAN METODE AHP PADA BANK DANAMON CABANG SEGIRI SAMARINDA

BAB III METODOLOGI. benar atau salah. Metode penelitian adalah teknik-teknik spesifik dalam

BAB III METODE FUZZY ANP DAN TOPSIS

ISSN VOL 15, NO 2, OKTOBER 2014

BAB II LANDASAN TEORI

PENERAPAN METODE AHP DALAM MENENTUKAN JALUR PENGOBATAN PADA PENDERITA WASIR

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI. Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu

PENERAPAN METODE ANP DALAM MELAKUKAN PENILAIAN KINERJA KEPALA BAGIAN PRODUKSI (STUDI KASUS : PT. MAS PUTIH BELITUNG)

MEMILIH METODE ASSESMENT DALAM MATAKULIAH PENERBITAN DAN PEMROGRAMAN WEB MENGGUNAKAN ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS

PEMANFAATAN ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) SEBAGAI MODEL SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN UNTUK PEMILIHAN KARYAWAN BERPRESTASI

Transkripsi:

BAB III METODE PENELITIAN A. METODOLOGI PENELITIAN Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif,adapun metode yang digunakan adalah dengan pendekatan Analitycal Hierarchy Process untuk mengalisis pengambilan keputusan nasabah dalam memilih bank syariah. 1. Sumber dan Jenis Data Penelitian ini menggunakan data primer berupa pengambilan data melalui pembagian kuisioner kepada para nasabah. Fungsi dari data primer dari penelitian ini adalah sebagai sumber informasi umtuk mengetahui dari responden terkait dengan alasan untuk menggunakan produk dan jasa bank syariah melalui kuisioner. Kuisoner yang digunakan dengan metode AHP merupakan kuisioner yang bersifat tertutup (close Question) yaitu jawabab telah tersedia dan responden langsung memilih beberapa alternative dari pilihan jawaban yang disediakan. Kuisioner akan dibuat dengan perbandingan berpasangan dan menggunakan skala perbandingan satu sampai lima yaitu membandingkan antara kriteria perbandingan. Proses pengambilan data dilakukan dengan penarikan sampel dari jumlah populasi 42

43 nasabah. Data perbandingan dari faktor-faktor tersebut berupa data kuantitatif yang diperoleh dari nilai rata-rata ukur hasil survey sampel (nasabah). Dari data-data tersebut akan diketahui skala prioritas dalam pemilihan bank syariah oleh nasabah dalam pemilihan tempat menabung mereka dan akan diterjemakan dalam skala numeric. Sedangkan data sekunder diperoleh dari literature,buku,jurnal ilmiah dan penelitian yang berkaian dengan penelitian ini. Selain itu diperlukan data perbandingan dari alternative-alternatif yang berupa data kualitatif yang merupakan nilai dari setiap faktor-faktor yang didapat dari observasi terhadap bank syariah itu sendiri. Dimana dari data tersebut akan dapat diketahui besarnya nilai yang menjadi keunggulan dari alternative-alternatif bank syariah yang dijadikann perbandingan. 2. Teknik Pengambilan Sampel Populasi untuk penelitian ini adalah seluruh nasabah bank syariah di Kota Yogyakarta. Sedangkan sampel adalah bagian dari jumlah dan karateristik yang dimiliki oleh populasi. Oleh karena itu sampel yang diambil dari populasi harus benar-benar representative (Sugiono,2009:80). Sampel dalam peneltian ini menggunakan purposive sampling dengan kriteria sebagai berikut: a. Nasabah Bank Muamalat dan Bank Syariah Mandiri.

44 Kedua bank syariah ini dipilih karerna merupakan bank yang pernah menerima penghargaan untuk Best Top Growth Funding. BSM memperoleh penghargaan Best Performance Banking selama 4 tahun,serta kedua bank tersebut masuk dalam kategori Bank Syariah dengan Pelayanan Prima. b. Telah menjadi nasabah minimal 1 tahun di bank tersebut dan merupakan nasabah untuk produk tabungan. Nasabah yang telah menggunakan produk tabungan kurang lebih selama 1 tahun biasanya telah mengetahui besar bagi hasil yang diterima selama menggunakan produk tabungan bank syaria tersebut dan mengetahui besaran biaya administrasi yang dibebankan setiap bulan ataupun setiap transaksi perbankan. 3. Variabel dan Definisi Operasional Variabel adalh suatu yang mempunyai nilai,sedangkan definisi operasional adalah operasionalisasi konsep agar dapat diteliti atau diukur melalui gejala-gejala yang ada (Djananta,2012). Variabel penelitian dan definisi operasional dalam penelitian ini dijelaskan sebagai berikut: a. Bagi Hasil Bagi hasil adalah salah satu alasan nasabah dalam menggunakan bank syariah karena sistem yang digunakan merupakan sistem yang bebas riba berbeda dengan sitem bunga

45 pada perbankan konvensional. Selain itu bagi hasil yang berlaku pada bank sariah menjadi salah satu alternative bagi masyarakat terutama masyarakat yang memiliki bisnis karena pada bank syariah terdapat timbal balik yang sifatnya fleksibel yaitu berdasarkan pada pendapatan yang diperoleh dari pengelolaan dana. b. Biaya Administrasi Biaya Administrasi adalah maintenance fee yaitu biaya yang dibebarkan secara berkala kepada pemegang rekening pada suatu bank, misalnya biaya administrasi rekening koran, iuran tahunan kartu kredit; nasabah mungkin tidak dikenai biaya tersebut jika dapat memelihara saldo minimum tertentu. Pada penelitian yang diakukan oleh Kurniati(2011) menunjukkan bahwa ringannya biaya administrasi pada bank syariah mempengaruhi keputusan nasabah dalam menggunakan jasa bank syariah. Kriteria yang dinilai dari faktor biaya administrasi adalah biaya adminitrasi yang rendah seperti biaya adminitrasi bulanan,biaya administrasi transaksi perbankan. c. Fasilitas Pelayanan Pelayanan adalah proses pemenuhan kebutuhan melalui aktivitas orang lain secara langsung. Sedangkan, pengertian pelayanan dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia, pelayanan

46 adalah menolong menyediakan segala apa yang diperlukan orang lain seperti tamu atau pembeli. Menurut Kotler (1994), pelayanan adalah aktivitas atau hasil yang dapat ditawarkan oleh sebuah lembaga kepada pihak lain yang biasanya tidak kasat mata, dan hasilnya tidak dapat dimiliki oleh pihak lain tersebut. Performa yang dinilai antara lain, satpam, teller, customer service, peralatan banking hall, kenyamanan ruangan, ATM, toilet, dan telepon ( Marketing Research Indonesia dan majalahinfobank,2012 ) d. Jumlah Kantor Cabang Kantor Cabang Bank adalah branch office yaitu kantor bank yang secara langsung bertanggung jawab kepada kantor pusat pusat bank yang bersangkutan, dengan tempat usaha yang permanen dan alamat kantor yang jelas tempat kantor cabang tersebut melakukan kegiatannya. Kantor cabang akan memudahkan nasabah dalam menjangkau bank untuk melakukan transaksi. Kriteria yang menjadi penilaian adalah jumlah kantor cabang di DI Yogyakarta dan kemudahan akses terhadap kantor cabang.

47 4. Teknik Analisis Data Secara grafis, persoalan keputusan AHP dapat dikonstruksikan sebagai diagram bertingkat (hierarki). AHP dimulai dengan goal atau sasaran kemudian kriteria dan terakhir alternatif. Terdapat berbagai bentuk hierarki keputusan yang disesuaikan dengan subtansi dan persoalan yang dapat diselesaikan dengan AHP.Tiga prinsip dalam memecahkan persoalan dengan analisis logis eksplisit, sebagai berikut : a. Penyusunan Hierarki Penyusunan hierarki dilakukan dengan cara mengidentifikasi pengetahuan atau informasi yang sedang diamati. Penyusunan tersebut dimulai dari permasalahanyang kompleks yang diuraikan menjadi elemen pokoknya, elemen pokok ini diuraikan lagi ke dalam bagian-bagiannya lagi, dan seterusnya secara hierarkis. Susunan hierarkisnya terdiri dari goal atau sasaran, kriteria, dan alternatif. b. Penetapan Prioritas Untuk setiap level hierarki, perlu dilakukan perbandingan berpasangan (pairwise comparisons) untuk menentukan prioritas. Sepasang elemen dibandingkan berdasarkan kriteria tertentu dan menimbang intensitas preferensi antar elemen. Hubungan antar elemen dari setiap tingkatan hierarki ditetapkan dengan membandingkan elemen itu dalam pasangan. Hubungannya

48 menggambarkan pengaruh relatif elemen pada tingkat hierarki terhadap setiap elemen pada tingkat yang lebih tinggi. Dalam konteks ini, elemen pada tingkat yang tinggi tersebut berfungsi sebagai suatu kriteria disebut sifat (property). Hasil dari proses pembedaan ini adalah suatu vektor prioritas atau relatif pentingnya elemen terhadap setiap sifat. Perbandingan berpasangan diulangi lagi untuk semua elemen dalam tiap tingkat. Langkah terakhir adalah dengan member bobot sebuah vektor dengan prioritas sifatnya. c. Konsistensi Logis Semua elemen dikelompokkan secara logis dan diperingkatkan secara konsisten sesuai dengan suatu kriteria yang logis. Penilaian yang memiliki konsistensi tinggi sangat diperlukan dalam persoalan pengambilan keputusan agar hasil keputusannya akurat. Dalam kehidupan nyata, konsistensi sempurna sukar dicapai. Analytic Hierarchy Process (AHP) mempunyai landasan aksiomatik yang terdiri dari : 1) Reciprocal Comparison, yang mengandung arti si pengambil keputusan harus bisa membuat perbandingan dan menyatakan preferensinya. Preferensinya itu sendiri harus memenuhi syarat resiprokal yaitu kalau A lebih disukai dari

49 B dengan skala x, maka B lebih disukai dari A dengan skala. 2) Homogenity, yang mengandung arti preferensi seseorang harus dapat dinyatakan dalam skala terbatas atau dengan kata lain elemen-elemennya dapat dibandingkan satu sama lain. Kalau aksioma ini tidak dapat dipenuhi maka elemenelemen yang dibandingkan tersebut tidak homogenous dan harus dibentuk suatu cluster (kelompok elemen-elemen) yang baru. 3) Independence, yang berarti preferensi dinyatakan dengan mengasumsikan bahwa kriteria tidak dipengaruhi oleh alternatif-alternatif yang ada melainkan oleh objektif secara keseluruhan. Ini menunjukkan bahwa pola ketergantungan atau pengaruh dalam model AHP adalah searah keatas, artinya perbandingan antara elemen-elemen dalam satu level dipengaruhi atau oleh elemen-elemen dalam level di atasnya. 4) Expectations, artinya untuk tujuan pengambilan keputusan, struktur hirarki diasumsikan lengkap. Apabila asumsi ini tidak dipenuhi maka si pengambil keputusan tidak memakai seluruh kriteria dan atau objektif yang tersedia atau diperlukan sehingga keputusan yang diambil dianggap tidak lengkap.

50 Menurut Kusrini (2007 : 135-136) pada dasarnya,prosedur atau langkah-langkah dalam metode AHP meliputi: a. Mendefinisikan masalah dan menentukan solusi yang diinginkan,lalu menyusun hierarki dari permasalahan yang dihadapi. b. Menentukan prioritas elemen. 1) Langkah pertama adalah membuat perbandingan pasangan,yaitu membandingkan elemen secara berpasangan sesuai dengan kriteria yang diberikan. Model perbandingan pasangan dalam perbandingan ini sebagai berikut: Gambar 3.1 Tabel Perbandingan Berpasangan Kriteria Bagi Hasil Bagi Hasil 1 Biaya Adiminstrasi Fasilitas Pelayanan Jumlah Kantor Cabang Biaya Administrasi 1 Pelayanan Jumlah Kantor Cabang 1 1

51 2) Matriks perbandingan berpasangan diisi menggunakan bilangan untuk mempresentasikan kepentingan relative dari suatu elemen terapa elemen lainnya. Berikut tabel yang digunakan dalam menilai perbandingan pasangan. Gambar 3.2 Tabel Angka Intensitas Kepentingan Intensitas Keterangan Kepentingan 1 Satu hal yang diperbandingkan sama pentingnya. 3 Satu hal yang diperbandingkan sedikit lebih penting dibandingkan komponen lain. 5 Satu hal yang diperbandingkan lebih penting dibandingkan komponen lain. 7 Satu hal yang diperbandingkan sangat lebih penting dibandingkan komponen lain. 9 Satu hal yang diperbandingkan mutlak lebih penting dibandingkan komponen lain. 2,4,6 Nilai antara angka diatas. b. Sintesis Hal-hal yang dilakukan dalam langka ini adalah : 1) Menjumlahkan nilai-nilai dari setiap kolom pada matriks. 2) Membagi setiap nilai dari kolom dengan total kolom yang bersangkutan untuk memperoleh normalisasi matriks.

52 3) Menjumlakan nilai-nilai dari setiap baris dan membaginya dengan jumlahh elemen untuk mendapat nilai rata-rata. c. Mengukur konsistensi Dalam pembuatan keputusan,penting untuk mengetahui seberapa baik kosistensi yang ada karena kita tidak menginginkan keputusan berdasarkan pertimbangan dengan konsistensi yang rendah. Hal-hhal yang perlu dilakukan adala sebagai berikut: 1) Mengalikan setiap nilai pada kolom pertama dengan prioritas relative elemen pertama,nilai pada kolom kedua dengan prioritas relative elemen kedua,dan seterusnya. 2) Menjumlahkan setiap baris. 3) Hasil dari penjumlahan setiap baris dibagi dengan elemen prioritas relative yang bersangkutan. 4) Menjumlakan hasil bagi diatas dengan banyakna elemen yang ada hhasilnya disebut λmax d. Mengitung Consistency Index (CI) dengan rumus: CI = (λmax-n)/(n-1) λmax = nilai eigenvalue terbesar dari matrik berordo n n = banyaknya elemen e. Menghitung Consistency Ratio (CR) dengan rumus: CR = CI / IR CI = Consistency Index IR = Index Random Consistency

53 Nilai IR didapat dari tabel IR f. Menguki konsistensi hirarki. Jika nilainya lebih dari 10% maka penilaian dari data judgement harus diperbaki. Namum jika rasio konsistensi (CI/IR) kurang atau sama dengan0,1 maka hasilnya dinyatakan benar. Gambar 3.3 Tabel Nilai Indeks Random Ordo Matrik 1, 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Indeks 0,00 0,58 0,90 1,12 1,24 1,32 1,41 1,45 1,49 Random 5. Tahapan Penelitian adalah: Adapun tahapan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini a. Penentuan kriteria dan beberapa pilihan alternatif b. Setelah kriteria dan beberapa alternatif ditentukan maka langkah selanjutnya adalah membuat hirarki AHP. c. Langkah ketiga dalam penelitian ini adalah membuat kuesioner, yaitu dengan membandingkan antara kriteria dengan kriteria dan pilihan alternatif. Kuesioner ini menggunakan skala pengukuran AHP yang telah dijelaskan sebelumnya dan kuesioner akan dibuat dalam bentuk matrik dengan tujuan mempermudah dalam mengsi kuesioner tersebut.

54 d. Setelah kuesioner disebar maka tahapan selanjutnya adalah melakukan perhitungan rataan geometrik untuk mendapatkan bobot nilai dari masing-masing kriteria dan pilihan alternatifdari AHP. e. Menghitung pairwise dan priority vector dari hasil perhitungan rataan geometrik yang telah dilakukan sebelumnya. f. Menghitung consistency ratio (cr). Bila hasil consitency ratio (cr) lebih kecil dari 0,1 ketidak konsistenan pendapat masih dianggap dapat diterima dan layak digunakan. g. Langkah selanjutnya adalah menghitung bobot final dari seluruh pilihan alternatif yang ada dan kemudian pilihan alternatif akan diurutkan berdasarkan nilai yang paling besar. h. Setelah proses perhitungan selesai maka dapat dilakukan analisis data berdasarkan hasil yang diperoleh sehingga dapat ditarik kesimpulan dari penelitian ini.