Apakah labu siam menurunkan tekanan darah.

dokumen-dokumen yang mirip
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Kristen Maranatha

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

1 Universitas Kristen Maranatha

BAB V PEMBAHASAN A. PENGARUH PEMBERIAN PISANG AMBON TERHADAP. kelompok kontrol pemberian pisang ambon, rata-rata tekanan darah sistolik

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penelitian

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

ABSTRAK. PENGARUH LABU SIAM (Sechium edule Swartz) TERHADAP TEKANAN DARAH

BAB V PEMBAHASAN. A. Karakteristik Responden yang Memengaruhi Tekanan Darah

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

BAB 1 PENDAHULUAN. dikenal juga sebagai heterogeneous group of disease karena dapat menyerang

BAB V PEMBAHASAN. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan pada hewan uji yang diinduksi

Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi)

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. Sustrani, dkk (2009) dalam Putra (2014) mengatakan hipertensi sering

Prevalensi hipertensi berdasarkan yang telah terdiagnosis oleh tenaga kesehatan dan pengukuran tekanan darah terlihat meningkat dengan bertambahnya

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. tekanan darah lebih dari sama dengan 140mmHg untuk sistolik dan lebih dari

BAB I PENDAHULUAN.

PENGATURAN JANGKA PENDEK. perannya sebagian besar dilakukan oleh pembuluh darah itu sendiri dan hanya berpengaruh di daerah sekitarnya

BAB I PENDAHULUAN. diwaspadai. Hipertensi menjadi masalah kesehatan masyarakat yang terjadi

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. kematian kerena payah jantung, infark miocardium, stroke, atau gagal. ginjal (Pierece, 2005 dalam Cahyani 2012).

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. Hipertensi adalah salah satu penyakit pembunuh diam-diam (silent killer)

BAB I PENDAHULUAN. disebut sebagai silent killer, karena hampir tidak ditemukan gejala sama. mendadak meninggal dunia (Rofi ie I, 2010).

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

POLA PERESEPAN OBAT PADA PENDERITA HIPERTENSI DI APOTEK SEHAT FARMA KLATEN TAHUN 2010

BAB II TINJAUAN TEORITIS. antara curah jantung (Cardiac Output = CO) dan tekanan vaskuler

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Hipertensi atau yang lebih dikenal dengan sebutan penyakit

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. kematian ketiga terbanyak di negara-negara maju, setelah penyakit jantung dan

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG. Hipertensi merupakan salah satu bagian dari penyakit kardiovaskuler

FAKTOR-FAKTOR RISIKO HIPERTENSI PADA LAKI-LAKI PENGUNJUNG PUSKESMAS MANAHAN DI KOTA SURAKARTA

BAB I PENDAHULUAN. degeneratif seperti jantung koroner dan stroke sekarang ini banyak terjadi

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. pembangunan kesehatan menuju hidup sehat 2010 yaitu meningkatkan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN kematian akibat hipertensi di Indonesia. Hipertensi disebut sebagai. (menimbulkan stroke) (Harmilah dkk., 2014).

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. pada beban ganda, disatu pihak penyakit menular masih merupakan

BAB VI PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN. menggunakan uji One Way Anova. Rerata tekanan darah sistolik kelompok

PENGARUH PEMBERIAN REBUSAN DAUN ALPUKAT TERHADAP TEKANAN DARAH PASIEN HIPERTENSI DI BANGUNTAPAN BANTUL

BAB 1 PENDAHULUAN. tanpa gejala, sehingga disebut sebagai Silent Killer (pembunuh terselubung).

EFEK AIR KELAPA (Cocos nucifera L.) TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH

BAB 1 PENDAHULUAN. darah. Kejadian hipertensi secara terus-menerus dapat menyebabkan. dapat menyebabkan gagal ginjal (Triyanto, 2014).

BAB I PENDAHULUAN. angka kesakitan (morbiditas) dan angka kematian (mortalitas) (Purwanto,

BAB I PENDAHULUAN. yang terdiri dari orang laki-laki dan orang perempuan.

BAB I PENDAHULUAN. berpendapat usia setiap manusia sudah ditentukan oleh Tuhan, sampai usia. tertentu, yang tidak sama pada setiap manusia.

BAB I PENDAHULUAN. menjadi tahun. Menurut data dari Kementerian Negara Pemberdayaan

BAB IV HASIL PENELITIAN. diambil dari para wanita akseptor kontrasepsi oral kombinasi dan injeksi

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

TEKANAN DARAH TINGGI (Hipertensi)

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. fakultas yang ada di UMY adalah Fakultas Ilmu Kedokteran dan Ilmu

BAB I PENDAHULUAN. bahwa, penderita diabetes mellitus di Indonesia pada tahun 2013 yang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. Masalah kesehatan saat ini sudah bergeser dari penyakit infeksi ke

BAB 1 PENDAHULUAN. Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah kondisi dimana jika tekanan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. etiologi yang beragam, mengakibatkan penurunan fungsi ginjal yang progresif dan

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

Transkripsi:

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Tekanan darah tinggi atau hipertensi merupakan salah satu faktor risiko penyakit kardiovaskuler dengan prevalensi dan kematian yang cukup tinggi terutama di negara-negara maju dan di daerah berkembang. Hipertensi dikenal juga sebagai silent killer atau pembunuh terselubung yang tidak menimbulkan gejala seperti penyakit (Bangun, 2002). Berdasarkan pengukuran tekanan darah, prevalensi hipertensi di Indonesia adalah 32,2%. Hipertensi di Indonesia sebanyak 75,8% kasus belum terdiagnosis dan terjangkau pelayanan kesehatan (Ekowati, 2009). Di dunia sekitar satu miliar orang berisiko terkena kegagalan jantung, serangan jantung, gagal ginjal dan kebutaan akibat hipertensi. Hipertensi terjadi ketika volume darah meningkat dan atau pembuluh darah menyempit, sehingga menyebabkan jantung berkontraksi lebih kuat untuk menyuplai oksigen dan nutrisi kepada setiap sel di dalam tubuh (Gardner, 2007). Bahan nabati yang secara empiris digunakan untuk menurunkan tekanan darah adalah buah labu siam (Sechium edule Swartz). Masyarakat sudah mengenal buah labu siam bukan hanya sebagai bahan makanan yang diolah menjadi berbagai variasi masakan, tetapi juga sebagai obat tradisional untuk menurunkan tekanan darah. Labu siam dipercaya oleh masyarakat untuk menurunkan tekanan darah karena kandungan air yang banyak didalamnya (Heyne, 1987). 1.2 Identifikasi Masalah Apakah labu siam menurunkan tekanan darah. 1

2 1.3 Maksud dan Tujuan Ingin mengetahui apakah labu siam menurunkan tekanan darah. 1.4 Manfaat Penelitian 1. Manfaat Akademis Untuk menambah wawasan mengenai efek labu siam untuk menurunkan tekanan darah. 2. Manfaat Praktis Untuk memberikan informasi kepada masyarakat mengenai kegunaan labu siam dalam menurunkan tekanan darah. 1.5 Kerangka Pemikiran Pada sayuran labu siam mengandung senyawa bioaktif antara flavonoid, alkaloid, saponin. Selain itu, labu siam juga memiliki kandungan vitamin dan mineral, seperti vitamin B6, C, E, K, air, karbohidrat, protein, serat, kalium, dan natrium. Sayuran ini juga memiliki senyawa Super Oxide Dismutase/SOD. Senyawa SOD berperan dalam penurunan tekanan darah. Efek penurunan tekanan darah ini didapatkan karena SOD ini mampu merangsang pengeluaran Nitric Oxide (NO), yang berguna sebagai vasodilatator. Selain itu, SOD menghambat Reactive Oxygen Species (ROS) sehingga mencegah pembentukan angiotensin-ii yang menyebabkan vasokontriksi(anonim1, 2011). Flavonoid merupakan antioksidan yang mempengaruhi Angiotensin Converting Enzyme(ACE) yang menghambat perubahan angiotensin I menjadi angiotensin II yang menyebabkan vasodilatasi, sehingga Total Peripheral Resistance (TPR) turun, dan akhirnya dapat menurunkan tekanan darah (Mills & Bone, 2000). Alkaloid mempunyai efek inotropik negatif dan kronotropik negatif pada jantung. Efek ini dapat menurunkan denyut jantung, curah jantung, dan kekuatan

3 kontraksi dari miokardium. Sedangkan saponin berfungsi sebagai diuretik, yang dapat menurunkan volume plasma dan resistensi perifer/resistensi arteri (Moerdowo, 1984). Kandungan kalium dapat menurunkan tekanan darah melalui penghambatan sistem Renin-Angiotensin yang menyebabkan penurunan sekresi aldosteron sehingga diuresis meningkat yang menyebabkan berkurangnya volume darah, sehingga tekanan darah menurun, selain itu kalium juga bersifat diuretik dengan cara menurunkan reabsorbsi garam dan air oleh tubulus melalui mekanisme pemblokan transport aktif natrium melalui dinding tubulus sehingga cairan yang dikeluarkan tubuh menjadi banyak dan volume cairan intravaskuler akan menurun (Oates & Brown, 2001 ; Bangun, 2002).

4 Angiotensinogen Renin Kalium SOD Angiotensin I Vitamin C Nitric oxide ACE Angiotensin II Flavonoid Vasodilatasi Saponin & Alkaloid Aldosteron Antidiuretic hormon TPR Reabsorpsi natrium dan air Kontraksi miokardium Volume darah Absorpsi air Cardiac Output Tekanan Darah Gambar 1.1 Bagan Kerangka Pemikiran

5 1.6 Hipotesis Labu siam menurunkan tekanan darah. 1.7 Metodologi Eksperimental sungguhan, dengan data yang diukur adalah tekanan darah sistolik dan diastolik. 1.8 Waktu dan Tempat - Waktu : Desember 2011- Juli 2012 - Tempat: Universitas Kristen Maranatha

6 1.9 Tahap Rencana Kegiatan RENCANA KEGIATAN PERSIAPAN 1 - Penentuan topik dan judul BULAN KE Des Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul - Penelusuran pustaka dan teori - Pembuatan usulan penelitian - Uji lapangan - Daftar kuesioner - - - - - - - - - Pengadaan alat-alat - Administrasi perizinan 2 PELAKSANAAN - Pengumpulan data - Supervisi lapangan - Pengerjaan di laboratorium - - - - - - - - 3 PENGOLAHAN DATA - Analisis data - Konsultasi pembimbing 4 PENYUSUNAN LAPORAN - Menulis draft laporan - Penyusunan laporan akhir