BILA HARI IED JATUH PAD HARI JUMAT

dokumen-dokumen yang mirip
Materi Kajian Kitab Kuning TVRI Edisi Ramadhan. Tema: Yang Diizinkan Tidak Berpuasa

Materi Kajian Kitab Kuning TVRI Edisi Ramadhan. Narasumber: DR. Ahmad Lutfi Fathullah, MA Video kajian materi ini dapat dilihat di

Materi Kajian Kitab Kuning TVRI Edisi Ramadhan. Tema: Orang Yang Meninggal Namun Berhutang Puasa

Materi Kajian Kitab Kuning TVRI Edisi Ramadhan

Materi Kajian Kitab Kuning TVRI Edisi Ramadhan

Materi Kajian Kitab Kuning TVRI Edisi Ramadhan. Tema: Mengganti Puasa Yang Ditinggalkan

Materi Kajian Kitab Kuning TVRI Edisi Ramadhan

Materi Kajian Kitab Kuning TVRI Edisi Ramadhan. Narasumber: DR. Ahmad Lutfi Fathullah, MA Video kajian materi ini dapat dilihat di

Materi Kajian Kitab Kuning TVRI Edisi Ramadhan. Tema: Anjuran Mencari Malam Lailatul Qadar

Materi Kajian Kitab Kuning TVRI Edisi Ramadhan

Materi Kajian Kitab Kuning TVRI Edisi Ramadhan

Materi Kajian Kitab Kuning TVRI Edisi Ramadhan. Narasumber: DR. Ahmad Lutfi Fathullah, MA Video kajian materi ini dapat dilihat di

Materi Kajian Kitab Kuning TVRI Edisi Ramadhan. Narasumber: DR. Ahmad Lutfi Fathullah, MA Video kajian materi ini dapat dilihat di

Menzhalimi Rakyat Termasuk DOSA BESAR

Wa ba'du: penetapan awal bulan Ramadhan adalah dengan melihat hilal menurut semua ulama, berdasarkan sabda Nabi r:

Panduan Shalat Idul Fitri dan Idul Adha

Materi Kajian Kitab Kuning TVRI Edisi Ramadhan. Narasumber: DR. Ahmad Lutfi Fathullah, MA Video kajian materi ini dapat dilihat di

Syarah Istighfar dan Taubat

Seputar Mandi Jum'at

Kepada Siapa Puasa Diwajibkan?

Materi Kajian Kitab Kuning TVRI Edisi Ramadhan. Narasumber: DR. Ahmad Lutfi Fathullah, MA Video kajian materi ini dapat dilihat di

Tatkala Menjenguk Orang Sakit

Materi Kajian Kitab Kuning TVRI Edisi Ramadhan. Tema: Keutamaan Akrab Dengan Al Qur an

SUMPAH PALSU Sebab Masuk Neraka

Hadits-hadits Shohih Tentang

KRITERIA MENJADI IMAM SHOLAT

Materi Kajian Kitab Kuning TVRI Edisi Ramadhan. Narasumber: DR. Ahmad Lutfi Fathullah, MA Video kajian materi ini dapat dilihat di

Fatwa Tentang Tata Cara Shalat Witir. Pertanyaan: Bagaimana tatacara mengerjakan shalat witir yang paling utama? Jawaban: Segala puji bagi Allah I.

UNTUK KALANGAN SENDIRI

Materi Kajian Kitab Kuning TVRI Edisi Ramadhan

Hadits Lemah Tentang Keutamaan Surat Az-Zalzalah

Mengabulkan DO A Hamba-Nya

Adzan Awal, Shalawat dan Syafaatul Ujma ADZAN AWAL, MEMBACA SHALAWAT NABI SAW, DAN SYAFA ATUL- UZHMA

Sunnah menurut bahasa berarti: Sunnah menurut istilah: Ahli Hadis: Ahli Fiqh:

KAIDAH FIQH. Perubahan Sebab Kepemilikan Seperti Perubahan Sebuah Benda. حفظو هللا Ustadz Ahmad Sabiq bin Abdul Lathif Abu Yusuf

Ustadz Ahmas Faiz Asifuddin, MA. Publication: 1436 H_2014 M. Disalin dari Majalah al-sunnah, Edisi 08, Th.XVIII_1436/2014

BAB IV KONSEP SAKIT. A. Ayat-ayat al-qur`an. 1. QS. Al-Baqarah [2]:

Qawaid Fiqhiyyah. Niat Lebih Utama Daripada Amalan. Publication : 1436 H_2015 M

Derajat Hadits Puasa TARWIYAH

KITAB KELENGKAPAN BAB DZIKIR DAN DO'A

MUZARA'AH dan MUSAQAH

HADITS TENTANG RASUL ALLAH

BOLEHKAH AIR MUSTA'MAL DIGUNAKAN UNTUK BERSUCI? Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal

PANDUAN ISLAMI DALAM MENAFKAHI ISTRI

KEWAJIBAN PUASA. Publication: 1435 H_2014 M. Tafsir Surat al-baqarah ayat

Amalan Setelah Ramadhan. Penulis: Al-Ustadz Saifuddin Zuhri, Lc.

Kaidah Fiqh BERSUCI MENGGUNAKAN TAYAMMUM SEPERTI BERSUCI MENGGUNAKAN AIR. Publication in CHM: 1436 H_2015 M

HambaKu telah mengagungkan Aku, dan kemudian Ia berkata selanjutnya : HambaKu telah menyerahkan (urusannya) padaku. Jika seorang hamba mengatakan :

Panduan Lengkap I tikaf Ramadhan

TAFSIR AKHIR SURAT AL-BAQARAH

ISLAM dan DEMOKRASI (1)

PAKET FIQIH RAMADHAN (ZAKAT FITRAH)

Qawa id Fiqhiyah. Pertengahan dalam ibadah termasuk sebesar-besar tujuan syariat. Publication: 1436 H_2014 M

KAIDAH FIQH. "Mengamalkan dua dalil sekaligus lebih utama daripada meninggalkan salah satunya selama masih memungkinkan" Publication: 1436 H_2015 M

APA PEDOMANMU DALAM BERIBADAH KEPADA ALLAH TA'ALA?

PUSAT DOWNLOAD E-BOOK ISLAM

ع ل ي ك م ب س ن ت ي و س ن ة ال خ ل ف اء الر اش د د الر د دي ي

Bagi YANG BERHUTANG. Publication: 1434 H_2013 M. Download > 600 ebook Islam di PETUNJUK RASULULLAH

DOA dan DZIKIR. Publication in PDF : Sya'ban 1435 H_2015 M DOA DAN DZIKIR SEPUTAR PUASA

TAHAJJUD (QIAMUL LAIL) & WITIRNYA. Oleh: Rasul bin Dahri

PUASA DI BULAN RAJAB

1. Lailatul Qadar adalah waktu diturunkannya Al Qur an

PEMBUNUHAN KARENA KELIRU (TIDAK DISENGAJA)

Amalan-amalan Khusus KOTA MADINAH. خفظو هللا Ustadz Anas Burhanuddin,Lc,M.A. Publication: 1435 H_2014 M AMALAN-AMALAN KHUSUS KOTA MADINAH

Berkompetisi mencintai Allah adalah terbuka untuk semua dan tidak terbatas kepada Nabi.

BOLEHKAH MENGERASKAN BACAAN SHALAT SIRRIYAH ATAU SEBALIKNYA DAN BIMBINGAN MENGGUNAKAN PENGERAS SUARA DI MASJID

PETUNJUK NABI TENTANG MINUM

KOMPETENSI DASAR INDIKATOR:

Hukum Menyekolahkan Anak di Sekolah Non-Muslim

KAIDAH FIQH. Pengakuan Adalah Sebuah Hujjah yang Terbatas. Publication 1437 H_2016 M. Kaidah Fiqh Pengakuan adalah Sebuah Hujjah yang Terbatas

Puasa Mengajarkan Mencintai Orang Miskin

Jagalah Lisan ك ب ع ا ي س ئ ىل

BAB I PENDAHULUAN. berpasang-pasangan termasuk di dalamnya mengenai kehidupan manusia, yaitu telah

DZIKIR PAGI & PETANG dan PENJELASANNYA

SIFAT WUDHU NABI. 2. Kemudian berkumur-kumur (memasukkan air ke mulut lalu memutarnya di dalam dan kemudian membuangnya)

Materi Kajian Kitab Kuning TVRI Edisi Ramadhan. Narasumber: DR. Ahmad Lutfi Fathullah, MA Video kajian materi ini dapat dilihat di

Materi Kajian Kitab Kuning TVRI Edisi Ramadhan. Narasumber: DR. Ahmad Lutfi Fathullah, MA Video kajian materi ini dapat dilihat di

KAIDAH FIQH. Disyariatkan Mengundi Jika Tidak Ketahuan Yang Berhak Serta Tidak Bisa Dibagi. حفظه هللا Ustadz Ahmad Sabiq bin Abdul Lathif Abu Yusuf

Satu kambing untuk satu orang, satu sapi/unta untuk tujuh orang dalam berkurban

مت إعداد هذا امللف آليا بواسطة املكتبة الشاملة

Menjaga Kebersihan Jasmani bagian dari Sunnah Rasulullah

Iman Kepada Kitab-Kitab Allah Syaikh Dr. Abdul Aziz bin Muhammad Alu Abdul Lathif

MANDI JANABAH, HUKUM DAN TATA CARANYA

FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA Nomor 4 Tahun 2003 Tentang PENGGUNAAN DANA ZAKAT UNTUK ISTITSMAR (INVESTASI)

TETANGGA Makna dan Batasannya حفظه هللا Syaikh 'Ali Hasan 'Ali 'Abdul Hamid al-halabi al-atsari

Dzikir Keluar Masuk RUMAH Serta Syarahnya

Oleh: Shahmuzir bin Nordzahir

Hadits Palsu Tentang Keutamaan Mencium Kening Ibu

TATA CARA MANDI WAJIB

FIQIH MUSLIMAH PRAKTIS

Materi Kajian Kitab Kuning TVRI Edisi Ramadhan. Narasumber: DR. Ahmad Lutfi Fathullah, MA Video kajian materi ini dapat dilihat di

ف ان ت ه وا و ات ق وا الل ه ا ن الل ه ش د يد ال ع ق اب

PAKET FIQIH RAMADHAN (SHALAT TARAWIH & WITIR)

HADITS TENTANG RASUL ALLAH

"Jadilah orang yang wara' niscaya engkau menjadi manusia yang paling beribadah"

Kaidah Fiqh PADA DASARNYA IBADAH ITU TERLARANG, SEDANGKAN ADAT ITU DIBOLEHKAN. Publication: 1434 H_2013 M

ISLAM IS THE BEST CHOICE

Keutamaan Bulan Ramadhan

حفظو هللا Oleh : Ustadz Muhammad Wasitho Abu Fawaz, Lc, MA. Publication : 1437 H_2016 M. Keutamaan Tauhid dan Bahaya Syirik

Transkripsi:

BILA HARI IED JATUH PAD HARI JUMAT Ahad, 21 Oktober 2012 05:00 Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal Sumber: www.rumaysho.com Di antara keistimewaan Idul Adha tahun ini (2012) akan bertepatan dengan hari Jum'at. Ini menunjukkan bertemunya dua hari utama, yang sama-sama hari 'ied. Banyak yang menanyakan bagaimana jika Hari Raya atau Idul Adha jatuh pada hari Jum at, apakah shalat Jum atnya gugur karena telah melaksanakan shalat ied? Mudah-mudahan penjelasan berikut dapat menjawab hal ini.[1] Apabila hari raya Idul Fithri atau Idul Adha bertepatan dengan hari Jum at, apakah shalat Jum at menjadi gugur karena telah melaksanakan shalat ied? Untuk masalah ini para ulama memiliki dua pendapat. Pendapat Pertama: Orang yang melaksanakan shalat ied tetap wajib melaksanakan shalat Jum at. Inilah pendapat kebanyakan pakar fikih. Akan tetapi ulama Syafi iyah menggugurkan kewajiban ini bagi orang yang nomaden (al bawadiy). Dalil dari pendapat ini adalah: Pertama: Keumuman firman Allah Ta ala, ال ب ي ع و ذ ر وا للا ذ ك ر إ ل ى ف اس ع و ا ال ج م ع ة ي و م م ن ل لص الة ن ود ي إ ذ ا آم ن وا ال ذ ين أ ي ه ا ي ا Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan sembahyang pada hari Jumat, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. (QS. Al Jumu ah: 9)

Kedua: Dalil yang menunjukkan wajibnya shalat Jum at. Di antara sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam, ق ل ب ه ع ل ى للا ط ب ع ب ه ا ت ه او ن ا ج م ع ث ال ث ت ر ك م ن Barangsiapa meninggalkan tiga shalat Jum at, maka Allah akan mengunci pintu hatinya. [2] Ancaman keras seperti ini menunjukkan bahwa shalat Jum at itu wajib. Nabi shallallahu alaihi wa sallam juga bersabda, م ر يض أ و ص ب ى أ و ام ر أ ة أ و م م ل وك ع ب د أ ر ب ع ة إ ال ج م اع ة ف ى م س ل م ك ل ع ل ى و اج ب ح ق ال ج م ع ة Shalat Jum at merupakan suatu kewajiban bagi setiap muslim dengan berjama ah kecuali empat golongan: [1] budak, [2] wanita, [3] anak kecil, dan [4] orang yang sakit. [3] Ketiga: Karena shalat Jum at dan shalat ied adalah dua shalat yang sama-sama wajib (sebagian ulama berpendapat bahwa shalat ied itu wajib), maka shalat Jum at dan shalat ied tidak bisa menggugurkan satu dan lainnya sebagaimana shalat Zhuhur dan shalat Ied. Keempat: Keringanan meninggalkan shalat Jum at bagi yang telah melaksanakan shalat ied adalah khusus untuk ahlul bawadiy (orang yang nomaden seperti suku Badui). Dalilnya adalah, ه ذ ا إ ن الن اس أ ي ه ا ي ا ف ق ال خ ط ب ث م ال خ ط ب ة ق ب ل ف ص ل ى ال ج م ع ة ي و م ذ ل ك ف ك ان ع ف ان ب ن ع ث م ان م ع ش ه د ت ث م ع ب ي د أ ب و ق ال ل ه أ ذ ن ت ف ق د ي ر ج ع أ ن أ ح ب و م ن ف ل ي ن ت ظ ر ال ع و ال ى أ ه ل م ن ال ج م ع ة ي ن ت ظ ر أ ن أ ح ب ف م ن ع يد ان ف يه ل ك م اج ت م ع ق د ي و م Abu Ubaid berkata bahwa beliau pernah bersama Utsman bin Affan dan hari tersebut adalah hari Jum at. Kemudian beliau shalat ied sebelum khutbah. Lalu beliau berkhutbah dan berkata, Wahai sekalian manusia. Sesungguhnya ini adalah hari di mana terkumpul dua hari raya (dua hari ied). Siapa saja dari yang nomaden

(tidak menetap) ingin menunggu shalat Jum at, maka silakan. Namun siapa saja yang ingin pulang, maka silakan dan telah kuizinkan. [4] Pendapat Kedua: Bagi orang yang telah menghadiri shalat 'Ied boleh tidak menghadiri shalat Jum'at. Namun imam masjid dianjurkan untuk tetap melaksanakan shalat Jum at agar orang-orang yang punya keinginan menunaikan shalat Jum at bisa hadir, begitu pula orang yang tidak shalat ied bisa turut hadir. Pendapat ini dipilih oleh mayoritas ulama Hambali. Dan pendapat ini terdapat riwayat dari Umar, Utsman, Ali, Ibnu Umar, Ibnu Abbas dan Ibnu Az Zubair. Dalil dari pendapat ini adalah: Pertama: Diriwayatkan dari Iyas bin Abi Romlah Asy Syamiy, ia berkata, Aku pernah menemani Mu awiyah bin Abi Sufyan dan ia bertanya pada Zaid bin Arqom, ث م ال ع يد ص ل ى ق ال ص ن ع ف ك ي ف ق ال.ن ع م ق ال ي و م ف ى اج ت م ع ا ع يد ي ن -و س لم ع ل يه للا ص لى- للا ر س ول م ع أ ش ه د ت.«ف ل ي ص ل ي ص ل ى أ ن ش اء م ن «ف ق ال ال ج م ع ة ف ى ر خ ص Apakah engkau pernah menyaksikan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bertemu dengan dua ied (hari Idul Fithri atau Idul Adha bertemu dengan hari Jum at) dalam satu hari? Iya, jawab Zaid. Kemudian Mu awiyah bertanya lagi, Apa yang beliau lakukan ketika itu? Beliau melaksanakan shalat ied dan memberi keringanan untuk meninggalkan shalat Jum at, jawab Zaid lagi. Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, Siapa yang mau shalat Jum at, maka silakan. [5] Asy Syaukani dalam As Sailul Jaror (1/304) mengatakan bahwa hadits ini memiliki syahid (riwayat penguat). An Nawawi dalam Al Majmu (4/492) mengatakan bahwa sanad hadits ini jayyid (antara shahih dan hasan, pen). Abdul Haq Asy Syubaili dalam Al Ahkam Ash Shugro (321) mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih. Ali Al Madini dalam Al Istidzkar (2/373) mengatakan bahwa sanad hadits ini jayyid (antara shahih dan hasan, pen). Syaikh Al Albani dalam Al Ajwibah An Nafi ah (49) mengatakan bahwa hadits ini shahih.[6] Intinya, hadits ini bisa digunakan sebagai hujjah atau dalil.

Kedua: Dari Atho, ia berkata, Ibnu Az Zubair ketika hari ied yang jatuh pada hari Jum at pernah shalat ied bersama kami di awal siang. Kemudian ketika tiba waktu shalat Jum at Ibnu Az Zubair tidak keluar, beliau hanya shalat sendirian. Tatkala itu Ibnu Abbas berada di Thoif. Ketika Ibnu Abbas tiba, kami pun menceritakan kelakuan Ibnu Az Zubair pada Ibnu Abbas. Ibnu Abbas pun mengatakan, Ia adalah orang yang menjalankan sunnah (ajaran Nabi) [ashobas sunnah]. [7] Jika sahabat mengatakan ashobas sunnah(menjalankan sunnah), itu berarti statusnya marfu yaitu menjadi perkataan Nabi. Diceritakan pula bahwa Umar bin Al Khottob melakukan seperti apa yang dilakukan oleh Ibnu Az Zubair. Begitu pula Ibnu Umar tidak menyalahkan perbuatan Ibnu Az Zubair. Begitu pula Ali bin Abi Tholib pernah mengatakan bahwa siapa yang telah menunaikan shalat ied maka ia boleh tidak menunaikan shalat Jum at. Dan tidak diketahui ada pendapat sahabat lain yang menyelisihi pendapat mereka-mereka ini.[8] Kesimpulan: Boleh bagi orang yang telah mengerjakan shalat ied untuk tidak menghadiri shalat Jum'at sebagaimana berbagai riwayat pendukung dari para sahabat dan tidak diketahui ada sahabat lain yang menyelisihi pendapat ini. Pendapat kedua yang menyatakan boleh bagi orang yang telah mengerjakan shalat 'ied tidak menghadiri shalat Jum'at, ini bisa dihukumi marfu (perkataan Nabi) karena dikatakan ashobas sunnah (ia telah mengikuti ajaran Nabi). Perkataan semacam ini dihukumi marfu (sama dengan perkataan Nabi), sehingga pendapat kedua dinilai lebih tepat. Mengatakan bahwa riwayat yang menjelaskan pemberian keringanan tidak shalat jum at adalah khusus untuk orang yang nomaden seperti orang badui (yang tidak dihukumi wajib shalat Jum at), maka ini adalah terlalu memaksa-maksakan dalil. Lantas apa faedahnya Utsman mengatakan, Namun siapa saja yang ingin pulang, maka silakan dan telah kuizinkan? Begitu pula Ibnu Az Zubair bukanlah orang yang nomaden, namun ia mengambil keringanan tidak shalat Jum at, termasuk pula Umar bin Khottob yang melakukan hal yang sama. Dianjurkan bagi imam masjid agar tetap mendirikan shalat Jum at supaya orang yang ingin menghadiri shalat Jum at atau yang tidak shalat ied bisa menghadirinya. Dalil dari hal ini adalah anjuran untuk membaca surat Al A laa dan Al Ghosiyah jika hari ied bertemu dengan hari Jum at pada shalat ied dan shalat Jum at. Dari An Nu man bin Basyir, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

ح د يث أ ت اك ه ل ) و (األ ع ل ى ر ب ك اس م س ب ح ) ب ال ج م ع ة و ف ى ال ع يد ي ن ف ى ي ق ر أ -و س لم ع ل يه للا ص لى- للا ر س ول ك ان.الص ال ت ي ن ف ى أ ي ض ا ب ه م ا ي ق ر أ و اح د ي و م ف ى و ال ج م ع ة ال ع يد اج ت م ع و إ ذ ا ق ال (ال غ اش ي ة Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam biasa membaca dalam dua ied dan dalam shalat Jum at sabbihisma robbikal a la dan hal ataka haditsul ghosiyah. An Nu man bin Basyir mengatakan begitu pula ketika hari ied bertepatan dengan hari Jum at, beliau membaca kedua surat tersebut di masing-masing shalat.[9] Hadits ini juga menunjukkan dianjurkannya membaca surat Al A laa dan Al Ghosiyah ketika hari ied bertetapan dengan hari Jum at dan dibaca di masing-masing shalat (shalat ied dan shalat Jum at). Siapa saja yang tidak menghadiri shalat Jum at dan telah menghadiri shalat ied, maka wajib baginya untuk mengerjakan shalat Zhuhur sebagaimana dijelaskan pada hadits yang sifatnya umum. Hadits tersebut menjelaskan bahwa bagi yang tidak menghadiri shalat Jum at, maka sebagai gantinya, ia menunaikan shalat Zhuhur (4 raka at).[10] Semoga apa yang kami sajikan ini bermanfaat bagi kaum muslimin. Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-nya segala kebaikan menjadi sempurna. Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal Artikel http://rumaysho.com Diselesaikan di Panggang, Gunung Kidul, 28 Dzulqo dah 1430 H. [1] Pembahasan kali ini kami olah dari Shahih Fiqih Sunnah, Syaikh Abu Malik, 1/594-596, Al Maktabah At Taufiqiyah. [2] HR. Abu Daud no. 1052, dari Abul Ja di Adh Dhomri. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih. [3] HR. Abu Daud no. 1067, dari Thariq bin Syihab. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih. [4] HR. Bukhari no. 5572.

[5] HR. Abu Daud no. 1070, Ibnu Majah no. 1310. [6] Dinukil dari http://dorar.net [7] HR. Abu Daud no. 1071. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih. [8] Lihat Shahih Fiqh Sunnah, Syaikh Abu Malik, 1/596, Al Maktabah At Taufiqiyah. [9] HR. Muslim no. 878. [10] Lihat Fatwa Al Lajnah Ad Da-imah lil Buhuts Ilmiyah wal Ifta, 8/182-183, pertanyaan kelima dari Fatwa no. 2358, Mawqi Al Ifta.