# TEN Sorting PENDAHULUAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB 2 SORTING (PENGURUTAN)

Modul Praktikum Algoritma dan Struktur Data

Modul 8 SORTING (PENGURUTAN)

STRUKTUR DATA SORTING ARRAY

STRUKTUR DATA (3) sorting array. M.Cs

SORTING (Pengurutan)

Alpro & Strukdat 1 C++ (Sorting) Dwiny Meidelfi, M.Cs

1. Algoritma Searching

Algoritma dan Struktur Data. Searching dan Sorting

ALGORITMA PENGURUTAN. Oleh : S. Thya Safitri, MT

Algoritma Sorting. Ahmad Kamsyakawuni, S.Si, M.Kom. Jurusan Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Jember

SORTING (PENGURUTAN DATA)

Gambar 13.1 Ilustrasi proses algoritma sorting

Algoritma dan Struktur Data

Sorting. Pertemuan ke 14.

Algoritma Transposisi (Bubble Sort/pengurutan gelembung)

Praktikum 7. Pengurutan (Sorting) Insertion Sort, Selection Sort POKOK BAHASAN: TUJUAN BELAJAR: DASAR TEORI:

Algoritma dan Struktur Data. Algoritma Pengurutan (Sorting)

Array ARRAY BERDIMENSI SATU. Representasi (Pemetaan) di memori. Lihat gambar dibawah ini, nilai data A (18) dismpan mulai dari alamat 1136 di memori.

ALGORITMA PENGURUTAN & PENCARIAN

Pencarian (Searching)

Prpsedur progaram selectioa sort (Dengan program C++)

ALGORITMA DAN PEMROGRAMAN 2. 3 SKS By : Sri Rezeki Candra Nursari

BAB VI Pengurutan (Sorting)

# NINE Queue dengan Array

Praktikum 8. Pengurutan (Sorting) Bubble Sort, Shell Sort

MODUL PRAKTIKUM STRUKTUR DATA DAN ALGORITMA BUBBLE SORT, SELECTION SORT, INSERTION SORT

A. TUJUAN PEMBELAJARAN

SORTING. Struktur Data S1 Sistem Informasi. Ld.Farida

Algoritma dan Pemrograman Lanjut. Pertemuan Ke-8 Pengurutan (Sorting) 1

Gambar 1. Langkah-langkah pengurutan metode Insertion Sort (1)

SEQUENTIAL SEARCH 11/11/2010. Sequential Search (Tanpa Variabel Logika) untuk kondisi data tidak terurut

Algoritme dan Pemrograman

Algoritma dan Struktur Data. Ramos Somya

BAB V SORT. Proses penukaran tidak dapat langsung dilakukan dengan cara : nilai[1] = nilai[2]; nilai[2] = nilai[1];

PENGURUTAN (SORTING) 1. Overview

STACK DAN QUEUE. Pengertian Stack Dan Queue. stack & queue. Last saved by KENKEINA Created by KENKEINA

SORTING ARRAY FAKULTAS TEKNOLOGI INFORMASI UNISBANK SEMARANG : ANDY KRISTIANTO : Disusun Oleh :

Pengurutan (Sorting)

Yaitu proses pengaturan sekumpulan objek menurut urutan atau susunan tertentu Acuan pengurutan dibedakan menjadi :

Modul Praktikum Algoritma dan Struktur Data

Materi Praktikum Algoritma dan Pemrograman II Sorting Algorithm (Algoritma Pengurutan)

Algoritma Shell Sort Ascending Dan Binary Sequential Search Menggunakan C

Algoritma Bubble Sort dan Quick Sort

Praktikum 9. Pengurutan (Sorting) Quick Sort, Merge Sort

A. TUJUAN PEMBELAJARAN

Materi 4: SORTING (PENGURUTAN) Dosen:

Konsep Sorting dalam Pemrograman Saniman dan Muhammad Fathoni

1. Kompetensi Mengenal dan memahami algoritma percabangan yang komplek.

Sorting (Bubble Sort)

Metode Insertion Sort di Java Console

Seharusnya. if (antrian.tail==max-1) return 0;

SORTING (BAGIAN II) Proses kelima

Algoritma Sorting (Selection Insertion)

JURNAL TEKNOLOGI INFORMASI & PENDIDIKAN ISSN : VOL. 6 NO. 1 Maret 2013

Bubble Sort dan Selection Sort di Java Console

SORTING. Brigida Arie Minartiningtyas, M.Kom

Pengertian Algoritma Pengurutan

Pengurutan (Sorting) Algoritma Pemrograman

Sorting adalah proses mengatur sekumpulan objek menurut aturan atau susunan tertentu. Urutan objek tersebut dapat menaik (ascending = dari data kecil

BAB 8 SORTING DAN SEARCHING

Bab 8 Array. x=a[9]; Untuk memasukkan data ke dalam array, sintak yang digunakan adalah : a[nomor_elemen] = data;

BAB VI SORTIR ATAU PENGURUTAN

# FOUR LOOPING. JAWABAN 1. #include <stdio.h> #include <conio.h> #define pi void main(){

Politeknik Elektronika Negeri Surabaya

SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP) Mata Kuliah : Struktur Data Kode : TIS3213 Semester : III Waktu : 2 x 3 x 50 Menit Pertemuan : 12 & 13

Algoritme dan Pemrograman

7. SORTING DAN SEARCHING

12/26/2011 ILKOM IPB 1. Algoritme dan Pemrograman. Sorting. Data untuk sorting. Contoh. Algoritme #1: BUBBLE SORT.

Studi Mengenai Perbandingan Sorting Algorithmics Dalam Pemrograman dan Kompleksitasnya

BAB VIII Pencarian(Searching)

STRUKTUR DATA. By : Sri Rezeki Candra Nursari 2 SKS

Kompleksitas Algoritma Pengurutan Selection Sort dan Insertion Sort

Powered by icomit.wordpress.com

DIKTAT STRUKTUR DATA Oleh: Tim Struktur Data IF

MI, KA-D3, SIA, SIB. ADI, S.Kom.

BAB 8 SORTIR. Pengurutan data (sorting) adalah suatu proses untuk menyusun kembali himpunan obyek menggunakan aturan tertentu.

QUEUE (ANTREAN) Prinsip Antrean : FIFO (First In First Out) FCFS (First Come First Serve) Yang Tiba lebih awal Maka akan dilayani Terlebih Dahulu

Politeknik Elektronika Negeri Surabaya

1. Kompetensi Mengenal dan memahami notasi-notasi algoritma yang ada.

MODUL PRAKTIKUM STRUKTUR DATA. Dosen Pengampu M.Bahrul Ulum, S.Kom., M.Kom. Asisten Lab Mia Kastina PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA

PENGURUTAN (SORTING) 1. Introduction 2. Bubble Sort 3. Selection Sort 4. Insertion Sort

LAPORAN PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA Searching ( Pencarian ) Modul III

SORTING. Hartanto Tantriawan, S.Kom., M.Kom

Sedangkan bentuk umum pendefinisian fungsi adalah : Tipe_fungsi nama_fungsi(parameter_fungsi) { statement statement... }

Politeknik Elektronika Negeri Surabaya

Bubble Sort dan Shell-Sort. Yuliana Setiowati

Modul Praktikum 6 Pemograman Berorientasi Objek

BAB IV MATERI UNIT KOMPETENSI MEMBUAT ALGORITMA PEMROGRAMAN DASAR

Algoritme dan Pemrograman

MODUL PRAKTIKUM STRUKTUR DATA DAN ALGORITMA LINKED LIST (BAGIAN 1)

Kompleksitas Algoritma Sorting yang Populer Dipakai

Array dan Matriks. IF2121 / Algoritma dan Struktur Data Sem / /7/2017 IF2121/sem /2018 1

PROGRAM STUDI S1 SISTEM KOMPUTER UNIVERSITAS DIPONEGORO. Oky Dwi Nurhayati, ST, MT

BAHASA PEMROGRAMAN 1 (PERTEMUAN 3)

PERTEMUAN 10 METODE DEVIDE AND CONQUER

Praktikum Algoritma dan Struktur Data

Nama : Suseno Rudiansyah NPM : Kelas : X2T Prodi : Teknik Informatika Tugas : Kuis Algoritma 2

KOMPLEKSITAS ALGORITMA PENGURUTAN (SORTING ALGORITHM)

Transkripsi:

HANDOUT ALGORITMA PEMROGRAMAN DAN STRUKTUR DATA 1 PRODI SISTEM INFORMASI UKDW # TEN Sorting PENDAHULUAN - Pengurutan data dalam struktur data sangat penting terutama untuk data yang beripe data numerik ataupun karakter. - Pengurutan dapat dilakukan secara ascending (urut naik) dan descending (urut turun) - Pengurutan (Sorting) adalah proses pengurutan data yang sebelumnya disusun secara acak sehingga tersusun secara teratur menurut aturan tertentu Contoh: Data Acak : 5 6 8 1 3 25 10 Ascending : 1 3 5 6 8 10 25 Descending : 25 10 8 6 5 3 1 DEKLARASI ARRAY UNTUK SORTING Deklarasikan secara global: int data[100]; int n; //untuk jumlah data Prosedur Tukar 2 Buah Data: void tukar(int a,int b){ int tmp; tmp = data[a]; data[a] = data[b]; data[b] = tmp;

BUBBLE SORT - Metode sorting termudah - Diberi nama Bubble karena proses pengurutan secara berangsurangsur bergerak/berpindah ke posisinya yang tepat, seperti gelembung yang keluar dari sebuah gelas bersoda. - Bubble Sort mengurutkan data dengan cara membandingkan elemen sekarang dengan elemen berikutnya. - Jika elemen sekarang lebih besar dari elemen berikutnya maka kedua elemen tersebut ditukar, jika pengurutan ascending. - Jika elemen sekarang lebih kecil dari elemen berikutnya, maka kedua elemen tersebut ditukar, jika pengurutan descending - Algoritma ini seolah-olah menggeser satu per satu elemen dari kanan ke kiri atau kiri ke kanan, tergantung jenis pengurutannya. - Ketika satu proses telah selesai, maka bubble sort akan mengulangi proses, demikian seterusnya. - Kapan berhentinya? Bubble sort berhenti jika seluruh array telah diperiksa dan tidak ada pertukaran lagi yang bisa dilakukan, serta tercapai perurutan yang telah diinginkan. Proses 1 22 10 15 3 8 2 22 10 15 3 2 8 22 10 15 2 3 8 22 10 2 15 3 8 22 2 10 15 3 8 2 22 10 15 3 8 Pada gambar diatas, pegecekan dimulai dari data yang paling akhir, kemudian dibandingkan dengan data di depannya, jika data di depannya lebih besar maka akan ditukar.

Proses 2 2 22 10 15 3 8 2 22 10 15 3 8 Tidak ada penukaran, karena 3 < 8 2 22 10 3 15 8 2 22 3 10 15 8 2 3 22 10 15 8 Pegurutan berhenti di sini! 2 3 22 10 15 8 Pada proses kedua, pengecekan dilakukan sampai dengan data ke-2 karena data pertama pasti sudah paling kecil. Proses 3 2 3 22 10 15 8 2 3 22 10 8 15 2 3 22 8 10 15 2 3 8 22 10 15 Pegurutan berhenti di sini! 2 3 8 22 10 15 2 3 8 22 10 15 Proses 4 2 3 8 22 10 15 2 3 8 22 10 15 2 3 8 10 22 15 Tidak ada penukaran, karena 10 < 15 Pegurutan berhenti di sini! 2 3 8 10 22 15 2 3 8 10 22 15 2 3 8 10 22 15

Proses 5 2 3 8 10 22 15 2 3 8 10 15 22 Pegurutan berhenti di sini! 2 3 8 10 15 22 2 3 8 10 15 22 2 3 8 10 15 22 2 3 8 10 15 22 Prosedur Bubble Sort void bubble_sort(){ for(int i=1;i<n;i++){ for(int j=n-1;j>=i;j--){ if(data[j]<data[j-1]) tukar(j,j-1); //ascending Dengan prosedur diatas, data terurut naik (ascending), untuk urut turun (descending) silahkan ubah bagian: if (data[j]<data[j-1]) tukar(j,j-1); Menjadi: if (data[j]>data[j-1]) tukar(j,j-1); The bubble sort is an easy algorithm to program, but it is slower than many other sorts EXCHANGE SORT - Sangat mirip dengan Bubble Sort - Banyak yang mengatakan Bubble Sort sama dengan Exchange Sort - Pebedaan : dalam hal bagaimana membandingkan antar elemen-elemennya.

- Exchange sort membandingkan suatu elemen dengan elemen-elemen lainnya dalam array tersebut, dan melakukan pertukaran elemen jika perlu. Jadi ada elemen yang selalu menjadi elemen pusat (pivot). - Sedangkan Bubble sort akan membandingkan elemen pertama/terakhir dengan elemen sebelumnya/sesudahnya, kemudian elemen sebelum/sesudahnya itu akan menjadi pusat (pivot) untuk dibandingkan dengan elemen sebelumnya/sesudahnya lagi, begitu seterusnya. Proses 1 Proses 2 Pivot (Pusat) 84 69 76 86 94 91 84 69 76 86 94 91 84 69 76 86 94 91 86 69 76 84 94 91 94 69 76 84 86 91 94 69 76 84 86 91 Pivot (Pusat) 94 69 76 84 86 91 94 76 69 84 86 91 94 84 69 76 86 91 94 86 69 76 84 91 94 91 69 76 84 86

Proses 3 Pivot (Pusat) 94 91 69 76 84 86 94 91 76 69 84 86 94 91 84 69 76 86 94 91 86 69 76 84 Proses 4 Pivot (Pusat) 94 91 86 69 76 84 94 91 86 76 69 84 94 91 86 84 69 76 Proses 5 Pivot (Pusat) 94 91 86 84 69 76 94 91 86 84 76 69 Prosedur Exchange Sort void exchange_sort() { for (int i=0; i<n-1; i++){ for(int j = (i+1); j<n; j++){ if (data [i] < data[j]) tukar(i,j); //descending SELECTION SORT - Merupakan kombinasi antara sorting dan searching - Untuk setiap proses, akan dicari elemen-elemen yang belum diurutkan yang memiliki nilai terkecil atau terbesar akan dipertukarkan ke posisi yang tepat di dalam array. - Misalnya untuk putaran pertama, akan dicari data dengan nilai terkecil dan data ini akan ditempatkan di indeks terkecil (data[0]), pada putaran kedua akan dicari data kedua terkecil, dan akan ditempatkan di indeks kedua (data[1]).

- Selama proses, pembandingan dan pengubahan hanya dilakukan pada indeks pembanding saja, pertukaran data secara fisik terjadi pada akhir proses. Proses 1 32 75 69 58 21 40 Pembanding Posisi 32 < 75 0 32 < 69 0 32 < 58 0 32 > 21 (tukar idx) 4 21 < 40 4 Tukar data ke-0 (32) dengan data ke-4 (21) 21 75 69 58 32 40 Proses 2 21 75 69 58 32 40 Pembanding Posisi 75 > 69 (tukar idx) 2 69 > 58 (tukar idx) 3 58 > 32 (tukar idx) 4 32 < 40 4 Tukar data ke-1 (75) dengan data ke-4 (32) 21 32 69 58 75 40 Proses 3 21 32 69 58 75 40 Pembanding Posisi 69 > 58 (tukar idx) 3 58 < 75 3 58 > 40 5

Tukar data ke-2 (69) dengan data ke-5 (40) 21 32 40 58 75 69 Proses 4 21 32 40 58 75 69 Pembanding Posisi 58 < 75 3 58 < 69 3 Tukar data ke-3 (58) dengan data ke-3 (58) 21 32 40 58 75 69 Proses 5 21 32 40 58 75 69 Pembanding Posisi 75 > 69 5 Tukar data ke-4 (75) dengan data ke-5 (69) 21 32 40 58 69 75 Prosedur Selection Sort void selection_sort(){ for(int i=0;i<n-1;i++){ pos = i; for(int j=i+1;j<n;j++){ if(data[j] < data[pos]) pos = j; //ascending if(pos!= i) tukar(pos,i);

INSERTION SORT - Mirip dengan cara orang mengurutkan kartu, selembar demi selembar kartu diambil dan disisipkan (insert) ke tempat yang seharusnya. - Pengurutan dimulai dari data ke-2 sampai dengan data terakhir, jika ditemukan data yang lebih kecil, maka akan ditempatkan (diinsert) diposisi yang seharusnya. - Pada penyisipan elemen, maka elemen-elemen lain akan bergeser ke belakang. Proses 1 22 10 15 3 8 2 Temp Cek Geser 10 Temp<22? Data ke-0 ke posisi 1 Temp menempati posisi ke -0 10 22 15 3 8 2 Proses 2 10 22 15 3 8 2 Temp Cek Geser 15 Temp<22 Data ke-1 ke posisi 2 15 Temp>10 - Temp menempati posisi ke-1 10 15 22 3 8 2

Proses 3 10 15 22 3 8 2 Temp Cek Geser 3 Temp<22 Data ke-2 ke posisi 3 3 Temp<15 Data ke-1 ke posisi 2 3 Temp<10 Data ke-0 ke posisi 1 Temp menempati posisi ke-0 3 10 15 22 8 2 Proses 4 3 10 15 22 8 2 Temp Cek Geser 8 Temp<22 Data ke-3 ke posisi 4 8 Temp<15 Data ke-2 ke posisi 3 8 Temp<10 Data ke-1 ke posisi 2 8 Temp>3 - Temp menempati posisi ke-1 3 8 10 15 22 2 Proses 5 3 8 10 15 22 2 Temp Cek Geser 2 Temp<22 Data ke-4 ke posisi 5 2 Temp<15 Data ke-3 ke posisi 4 2 Temp<10 Data ke-2 ke posisi 3 2 Temp<8 Data ke-1 ke posisi 2 2 Temp<3 Data ke-0 ke posisi 1 Temp menempati posisi ke-0 2 3 8 10 15 22

Prosedur Insertion Sort void insertion_sort(){ int temp; for(int i=1;i<n;i++){ temp = data[i]; j = i -1; while(data[j]>temp && j>=0){ data[j+1] = data[j]; j--; data[j+1] = temp; Program Lengkapnya: #include <stdio.h> #include <conio.h> int data[10],data2[10]; int n; void tukar(int a,int b){ int t; t = data[b]; data[b] = data[a]; data[a] = t; void bubble_sort(){ for(int i=1;i<n;i++){ for(int j=n-1;j>=i;j--){ if(data[j]<data[j-1]) tukar(j,j-1); printf("bubble sort selesai!\n"); void exchange_sort(){ for (int i=0; i<n-1; i++){ for(int j = (i+1); j<n; j++){ if (data [i] > data[j]) tukar(i,j); printf("exchange sort selesai!\n");

void selection_sort(){ int pos,i,j; for(i=0;i<n-1;i++){ pos = i; for(j = i+1;j<n;j++){ if(data[j] < data[pos]) pos = j; if(pos!= i) tukar(pos,i); printf("selection sort selesai!\n"); void insertion_sort(){ int temp,i,j; for(i=1;i<n;i++){ temp = data[i]; j = i -1; while(data[j]>temp && j>=0){ data[j+1] = data[j]; j--; data[j+1] = temp; printf("insertion sort selesai!\n"); void Input(){ printf("masukkan jumlah data = ");scanf("%d",&n); for(int i=0;i<n;i++){ printf("masukkan data ke-%d = ",(i+1));scanf("%d",&data[i]); data2[i] = data[i]; void AcakLagi(){ for(int i=0;i<n;i++){ data[i] = data2[i]; printf("data sudah teracak!\n"); void Tampil(){ printf("data : "); for(int i=0;i<n;i++){ printf("%d ",data[i]); printf("\n");

void main(){ clrscr(); int pil; do{ clrscr(); printf("1. Input Data\n"); printf("2. Bubble Sort\n"); printf("3. Exchange Sort\n"); printf("4. Selection Sort\n"); printf("5. Tampilkan Data\n"); printf("6. Acak\n"); printf("7. Exit\n"); printf("pilihan = ");scanf("%d",&pil); switch(pil){ case 1:Input();break; case 2:bubble_sort();break; case 3:exchange_sort();break; case 4:selection_sort();break; case 5:Tampil();break; case 6:AcakLagi();break; getch(); while(pil!=7); Tabel Perbandingan Kecepatan Metode Pengurutan Data Untuk data sejumlah 10.000 data pada komputer Pentium II 450 MHz Metode Waktu (detik) Data Acak Data Ascending Data Descending Bubble Sort 11,2 1,32 19,77 Insertion Sort 1,09 0,00 2,25 Selection Sort 1,32 1,32 19,77 SEARCHING Binary Search - Adalah teknik pencarian data dalam array dengan cara membagi array menjadi dua bagian setiap kali terjadi proses pengurutan. - Prinsip pencarian biner adalah: o Data diambil dari posisi 1 sampai posisi akhir N o Kemudian cari posisi data tengah dengan rumus (posisi awal + posisi akhir) / 2 o Kemudian data yang dicari dibandingkan dengan data yang di tengah, apakah sama atau lebih kecil, atau lebih besar?

o Jika lebih besar, maka proses pencarian dicari dengan posisi awal adalah posisi tengah + 1 o Jika lebih kecil, maka proses pencarian dicari dengan posisi akhir adalah posisi tengah 1 o Jika data sama, berarti ketemu. Contoh Data: Misalnya data yang dicari 17 6 7 8 3 9 11 12 15 17 23 31 35 A B C Karena 17 > 15 (data tengah), maka: awal = tengah + 1 6 7 8 3 9 11 12 15 17 23 31 35 A B C Karena 17 < 23 (data tengah), maka: akhir = tengah 1 6 7 8 3 9 11 12 15 17 23 31 35 A=B=C Karena 17 = 17 (data tengah), maka KETEMU! Programnya: int binary_search(int cari){ int l,r,m; l = 0; r = n-1; int ktm = 0; while(l<=r && ktm==0){ m = (l+r)/2; if(data[m] == cari) ktm=1; else if (cari < data[m]) r=m-1; else l=m+1; if(ktm==1) return 1; else return 0; NEXT, THE LAST CLASS : FUNCTION by Reference dan by Value