SPMB 2007 IPS Terpadu

dokumen-dokumen yang mirip
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

KARAKTERISTIK WILAYAH STUDI. A. Kondisi Fisiografi

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Hutan adalah salah satu sumber daya alam yang memiliki manfaat

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

BAB III TINJAUAN WILAYAH KABUPATEN SLEMAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang

SPMB 2006 IPS Terpadu

Studi Hidrogeologi dan Identifikasi Intrusi Air asin pada Airtanah di Daerah Samas, Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

DAFTAR ISI BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB III DASAR TEORI Bencana Mitigasi Bencana Strategi-strategi Mitigasi...

BAB IV METODE PENELITIAN

BAB III DATA LOKASI. Perancangan Arsitektur Akhir Prambanan Hotel Heritage & Convention. 3.1 Data Makro

Bab ini berisi tentang kesimpulan dari penelitian, dan saran untuk pengembangan penelitian selanjutnya.

BAB I PENDAHULUAN. ini, ketidakseimbangan antara kondisi ketersediaan air di alam dengan kebutuhan

BAB I PENDAHULUAN. memperoleh bahan dari alam yang kemudian dapat digunakan untuk kepentingan

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki banyak sungai,

Pemanfaatan Peta Geologi dalam Penataan Ruang dan Pengelolaan Lingkungan

BAB I PENDAHULUAN. Hampir semua kegiatan manusia membutuhkan air, sehingga manusia tidak bisa

BAB I PENDAHULUAN. Pemerintah Indonesia (National Oil Company), yang berdiri sejak tanggal

I. PENDAHULUAN. masyarakat, sehingga permintaan susu semakin meningkat pula. Untuk memenuhi

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB 5: SEJARAH POLITIK KOLONIAL

Contents BAB I... 1 PENDAHULUAN Latar Belakang Pokok Permasalahan Lingkup Pembahasan Maksud Dan Tujuan...

I. PENDAHULUAN. dan berada di jalur cincin api (ring of fire). Indonesia berada di kawasan dengan

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21 TAHUN 1997 TENTANG PAJAK BAHAN BAKAR KENDARAAN BERMOTOR PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PEMERINTAH PROVINSI PAPUA

BAB I PENDAHULUAN. bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan

BAB I PENDAHULUAN. diperbarui adalah sumber daya lahan. Sumber daya lahan sangat penting bagi

LAPORAN PENELITIAN KELOMPOK BIDANG EKONOMI DAN KEBIJAKAN PUBLIK

Tabel 3 Kecamatan dan luas wilayah di Kota Semarang (km 2 )

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

Oleh Kamis, 19 Oktober :36 - Update Terakhir Kamis, 02 November :21

BAB I PENDAHULUAN. Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, berbatasan dengan : 1. Sebelah Utara: Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman

BAB 1 PENDAHULUAN. lempeng Indo-Australia, lempeng Eurasia dan Lempeng Pasifik. Gerakan ketiga

BAB I PENDAHULLUAN. I.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian

BAB I PENDAHULUAN. bekerja sama dengan pemerintah Republik Indonesia dalam kegiatan sosial,

BAB III TINJAUAN WILAYAH

I. PENDAHULUAN. Latar Belakang. menjadi pusat pengembangan dan pelayanan pariwisata. Objek dan daya tarik

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB IV GAMBARAN UMUM OBYEK PENELITIAN. setelah Provinsi DKI Jakarta. Luas wilayah administrasi DIY mencapai 3.185,80

LAPORAN KUNJUNGAN KERJA SPESIFIK KOMISI VII DPR RI KE PROVINSI JAWA BARAT

BAB I PENDAHULUAN. I.1. Latar Belakang Air merupakan sumberdaya alam yang terbarukan dan memiliki peranan

SISTEM SEWA TANAH DALAM UPAYA PENGHAPUSAN FEODALISME DI JAWA ABAD XIX ( Fragmen Sosio-kultural pada Masyarakat Jawa ) Rosalina Ginting & Agus Sutono*

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

Boks: Dampak Gempa terhadap Masyarakat Dunia Usaha DIY

BAB I PENDAHULUAN. banyak, masih dianggap belum dapat menjadi primadona. Jika diperhatikan. dialihfungsikan menjadi lahan non-pertanian.

BAB V PENUTUP. dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: tertinggi adalah Kabupaten Sleman yaitu sebesar Rp ,

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 55 TAHUN 2005 TENTANG HARGA JUAL ECERAN BAHAN BAKAR MINYAK DALAM NEGERI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BAB I PENDAHULUAN. termasuk wilayah pacific ring of fire (deretan Gunung berapi Pasifik), juga

I. PENDAHULUAN. pemenuhan protein hewani yang diwujudkan dalam program kedaulatan pangan.

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang,

KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 45 TAHUN 2001 TENTANG HARGA JUAL ECERAN BAHAN BAKAR MINYAK DALAM NEGERI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UKDW BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Dalam era perdagangan bebas setiap perusahaan menghadapi persaingan yang

STUDI PENGARUH BANJIR LAHAR DINGIN TERHADAP PERUBAHAN KARAKTERISTIK MATERIAL DASAR SUNGAI

BUPATI KOTAWARINGIN BARAT PERATURAN BUPATI KOTAWARINGIN BARAT NOMOR 04 TAHUN 2008 TENTANG

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB II KONDISI WILAYAH STUDI

BAB I PENDAHULUAN. seperti karbohidrat, akan tetapi juga pemenuhan komponen pangan lain seperti

BAB I PENDAHULUAN. BBM punya peran penting untuk menggerakkan perekonomian. BBM

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 55 TAHUN 2005 TENTANG HARGA JUAL ECERAN BAHAN BAKAR MINYAK DALAM NEGERI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA,

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 55 TAHUN 2005 TENTANG HARGA JUAL ECERAN BAHAN BAKAR MINYAK DALAM NEGERI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA,

PENDAHULUAN. Latar Belakang. berbagai permasalahan persusuan pun semakin bertambah, baik

KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 73 TAHUN 2001 TENTANG HARGA JUAL ECERAN BAHAN BAKAR MINYAK DALAM NEGERI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

EVALUASI INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT (IKM) TERHADAP PEMBELIAN BAHAN BAKAR MINYAK (BBM) JENIS PERTALITE DI KOTA DEPOK THERESIA DAMAYANTI

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI KOTA KEDIRI DESEMBER 2014 INFLASI 2,52 PERSEN

KISI-KISI SOAL PENILAIAN AKHIR SEMESTER 1

BAB I PENDAHULUAN. kegiatan bisnisnya berdasarkan prinsip-prinsip tata kelola korporasi yang baik

EXECUTIVE SUMMARY RENCANA PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR TERPADU WILAYAH PENGEMBANGAN STRATEGIS 10 YOGYAKARTA-SOLO-SEMARANG

AKSES ENERGI DAN PENGEMBANGAN ENERGI TERBARUKAN DI DIY

dua benua dan dua samudera. Posisi unik tersebut menjadikan Indonesia sebagai

ARTIKEL STRATEGI PENANGANAN KEBENCANAAN DI KOTA SEMARANG (STUDI BANJIR DAN ROB) Penyusun : INNE SEPTIANA PERMATASARI D2A Dosen Pembimbing :

II. TINJAUAN PUSTAKA. lukisan atau tulisan (Nursid Sumaatmadja:30). Dikemukakan juga oleh Sumadi (2003:1) dalam

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

FUNGSI SELOKAN MATARAM BAGI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA. Theresiana Ani Larasati

BAB II EKSPLORASI ISU BIS IS

BAB I PENDAHULUAN. yaitu Sub DAS Kayangan. Sub DAS (Daerah Aliran Sungai) Kayangan

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. (terutama dari sistem pencernaan hewan-hewan ternak), Nitrogen Oksida (NO) dari

menyatakan bahwa Kabupaten Klaten memiliki karakter wilayah yang rentan terhadap bencana, dan salah satu bencana yang terjadi adalah gempa bumi.

I. PENDAHULUAN. manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Pemanfaatan tersebut apabila

patokan subsidi (Mean of Pajak BIRO ANALISA ANGGARAN DAN PELAKSANAAN APBN SETJEN DPR RI Biro

PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang


BAB I PENDAHULUAN. dengan cepat. Hal ini disebabkan karena beberapa keuntungan dari penggunaan

KATA PENGANTAR. Kami berharap klipping ini bermanfaat untuk monitoring media BPIW. Hormat kami. Tim penyusun

BAB I PENGANTAR. menjadi dua yaitu bahaya primer dan bahaya sekunder. Bahaya primer

Transkripsi:

Doc. Name: SPMB2007IPST999 Doc. NameVersion : 2012-02 halaman 1 61. Sejumlah mata air sumber pasokan air sekitar lereng Gunung Merbabu. Sampai 50 selalu kelebihan debit air. Setiap hari di ambil 100 liter per detik, sedangkan debit air sungai 200 liter per detik. Memang tidak semua Di ibu kota Kabupaten tersebut dalam bacaan di atas, pada awal abad 20 di bawah Abudanon didirikan sebuah sekolah yang dinamakan OSVIA untuk mendidik... (A) Pejabat pribumi (B) Pegawai pribumi (C) Guru Sekolah Rakyat (D) Perawat pribumi (E) Pemungut pajak 62. Sejumlah mata air sumber pasokan air sekitar lereng Gunung Merbabu. Sampai 50 selalu kelebihan debit air. Setiap hari di ambil 100 liter per detik, sedangkan debit air sungai 200 liter per detik. Memang tidak semua 62. Keadaan yang digambarkan oleh alinea pertama bacaan di atas menyebabkan... (A) Kurva permintaan air bersih bergeser ke kiri (B) Kurva permintaan air bersih bergeser ke kanan (C) Kurva penawaran air bersih bergeser ke kiri (D) Kurva penawaran air bersih bergeser ke kanan (E) Kurva permintaan dan penawaran air bersih bergeser ke kanan 63. Sejumlah mata air sumber pasokan air air di lereng Gunung Sumbing sekitar lereng Gunung Merbabu. sampai 50 persen lebih, atau tiga liter per detik selalu kelebihan debit air. Setiap hari di ambil 100 liter per detik, sedangkan debit air sungai 200 liter per detik. Memang tidak semua

Doc. Name: SPMB2007IPST999 Doc. Name: version : 2012-02 halaman 2 Pada akhir Oktober 1945 di kota tersebut dalam bacaan di atas terjadi pertempuran antara... (A) Indonesia melawan Inggris (B) Indonesia melawan Jepang (C) Jepang melawan Inggris (D) Indonesia melawan Belanda (E) Belanda melawan Jepang 64. Sejumlah mata air sumber pasokan air sekitar lereng Gunung Merbabu. sampai 50 selalu kelebihan debit air. Setiap hari di ambil 100 liter per detik, sedangkan debit air sungai 200 liter per detik. Memang tidak semua 64. Tema pada bacaan di atas mengandung aspek... (1) Geologi (2) Geomorfologi (3) Iklim mikro (4) Hidrologi 65. Sejumlah mata air sumber pasokan air bagi perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten sekitar lereng Gunung Merbabu. Sampai 50 selalu kelebihan debit air. Setiap hari di ambil 100 liter per detik, sedangkan debit air sungai 200 liter per detik. Memang tidak semua 65. Apabila debit air Sijajulang seperti disebut dalam bacaan di atas dialirkan melalui pipa dengan diameter 28 cm dan tidak ada penurunan, maka laju aliran airnya sebesar.. (A) 4,801 meter/detik (B) 4,032 meter/detik (C) 3,702 meter/detik (D) 2,802 meter/detik (E) 2,208 meter/detik 66. Semula penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan ( PBB ) tahun 2006 Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. ditargetkan sebesar Rp 27 miliar. Karena ada bencana erupsi Merapi yang disusul gempa bumi. terpaksa target penerimaan PBB direvisi menjadi Rp 18 Miliar.. melunasi kewajibannya. Bahkan cukup banyak wajib pajak yang mengajukan keringanan mulai dari pengurangan besarnya pajak sampai penghapusan pajak. Sampai dengan akhir bulan September 2006 sudah ada 25 persen pengajuan keringanan yang selesai diproses untuk memberi kesempatan kepada mereka yang belum melunasi PBB. toleransi untuk pengunduran pembayaran diberikan sampai dengan 30 November 2006.

Doc. Name: SPMB2007IPST999 Doc. Name: version : 2012-02 halaman 3 66. Sistem pengumpulan kekayaan bagi negara seperti yang disebutkan dalam alinea pertama bacaan di atas diperkenalkan di Indonesia oleh penguasa kolonial meniru penguasa di India bernama... (A) Herman Willom Daendels (B) Dirk Van Hogendrop (C) Van der Capellen (D) Van don Bosch (E) Thomas Stanford Raffles 67. Semula, penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan ( PBB ) tahun 2006 Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. ditargetkan sebesar Rp 27 miliar. Karena ada bencana erupsi Merapi yang disusul gempa bumi. terpaksa target penerimaan PBB direvisi menjadi Rp 18 Miliar.. melunasi kewajibannya. Bahkan cukup banyak wajib pajak yang mengajukan keringanan mulai dari pengurangan besarnya pajak sampai penghapusan pajak. Sampai dengan akhir bulan September 2006 sudah ada 25 persen pengajuan keringanan yang selesai diproses untuk memberi kesempatan kepada mereka yang belum melunasi PBB. Toleransi untuk pengunduran pembayaran diberikan sampai dengan 30 November 2006. 67. Jenis pajak sebagaimana disebutkan pada bacaan di atas tidak dapat dikategorikan sebagai sumber pendapatan asli daerah. SEBAB Pendapatan asli daerah bersumber dari daerah tersebut dan digunakan untuk kepentingan pembangunan di daerah yang bersangkutan. 68. Semula penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan ( PBB ) tahun 2006 Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta ditargetkan sebesar Rp 27 miliar. Karena ada bencana erupsi Merapi yang disusul gempa bumi, terpaksa target penerimaan PBB direvisi menjadi Rp 18 Miliar.. melunasi kewajibannya. Bahkan cukup banyak wajib pajak yang mengajukan keringanan mulai dari pengurangan besarnya pajak sampai penghapusan pajak. Sampai dengan akhir bulan September 2006, sudah ada 25 persen pengajuan keringanan yang selesai diproses untuk memberi kesempatan kepada mereka yang belum melunasi PBB. Toleransi untuk pengunduran pembayaran diberikan sampai dengan 30 November 2006. 68. Peristiwa alam yang diuraikan dalam alinea pertama bacaan di atas menyebabkan pembangunan daerah menjadi terhambat. SEBAB Tempat ibadah dan pemakaman yang seharusnya terkena pajak, karena peristiwa alam seperti disebutkan pada bacaan di atas menjadi tidak terbayar. 69. Semula penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan ( PBB ) tahun 2006 Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. ditargetkan sebesar Rp 27 miliar. Karena ada bencana erupsi Merapi yang disusul gempa bumi. terpaksa target penerimaan PBB direvisi menjadi Rp 18 Miliar.. melunasi kewajibannya. Bahkan, cukup banyak wajib pajak yang mengajukan keringanan mulai dari pengurangan besarnya pajak sampai penghapusan pajak. Sampai dengan akhir bulan September 2006 sudah ada 25 persen pengajuan keringanan yang selesai diproses untuk memberi kesempatan kepada mereka yang belum melunasi PBB. Toleransi untuk pengunduran pembayaran diberikan sampai dengan 30 November 2006. 69. Peristiwa alam yang disebut pada kalimat kedua bacaan di atas merupakan hasil tenaga eksogen yang berdampak negatif terhadap kehidupan penduduk..

Doc. Name: SPMB2007IPST999 Doc. Name: version : 2012-02 halaman 4 69. Peristiwa alam yang disebut pada kalimat kedua bacaan di atas merupakan hasil tenaga eksogen yang berdampak negatif terhadap kehidupan penduduk. SEBAB Daerah yang paling banyak menderita kerusakan akibat alam yang disebut dalam kalimat kedua bacaan di atas adalah daerah episentrum. 70. Semula penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan ( PBB ) tahun 2006 Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, ditargetkan sebesar Rp 27 miliar. Karena ada bencana erupsi Merapi yang disusul gempa bumi, terpaksa target penerimaan PBB direvisi menjadi Rp 18 Miliar. melunasi kewajibannya. Bahkan, cukup banyak wajib pajak yang mengajukan keringanan mulai dari pengurangan besarnya pajak sampai penghapusan pajak. Sampai dengan akhir bulan September 2006, sudah ada 25 persen pengajuan keringanan yang selesai diproses untuk memberi kesempatan kepada mereka yang belum melunasi PBB. Toleransi untuk pengunduran pembayaran diberikan sampai dengan 30 November 2006. 70. Jika perbandingan banyaknya wajib pajak yang mengajukan pengurangan besarnya pajak dengan penghapusan pajak adalah 4 : 1 dan 40% di antara mereka yang mengajukan penghapusan pajak selesai diproses sampai akhir bulan September 2006, maka berdasarkan bacaan di atas di antara wajib pajak yang mengajukan pengurangan yang belum diproses sampai saat tersebut adalah... (A) 77,50% (B) 78,75% (C) 80,00% (D) 81,25% (E) 82,50% 71. Menjelang dan selama Lebaran, konsumsi atau mencapai 1,25 juta liter per hari, wilayah daerah istimewa Yogyakarta dan. kebutuhan BBM bagi masyarakat selama sekurangnya empat-lima hari berikutnya, premium misalnya, mencapai 17,460 kiloliter atau cukup untuk kebutuhan sekitar 4,5 hari. dilakukan dua hari sekali, untuk memastikan ketersediaan BBM, Pertamina akan mengoptimalkan stok BBM di tengki stok yang berada di seluruh stasiun pengisian bahan bakar untuk umum ( SPBU ) di jalur mudik. 71. Daerah yang tertolak di provinsi disebut pertama kali dalam bacaan di atas yang mengalami kerusakan terparah akibat gempa bumi tahun 2006 adalah... (A) Kabupaten Sleman (B) Kabupaten Gunung Kidul (C) Kabupaten Kulon Progo (D) Kota Yogyakarta (E) Kabupaten Bantul 72. Menjelang dan selama Lebaran, konsumsi atau mencapai 1,25 juta liter per hari, wilayah daerah istimewa Yogyakarta dan

Doc. Name: SPMB2007IPST999 Doc. Name: version : 2012-02 halaman 5 empat-lima hari berikutnya. Dengan bertambahnya pasokan tiap hari, maka stok BBM dipastikan aman. Posisi stok premiun misalnya, mencapai 17,460 kiloliter atau cukup untuk kebutuhan sekitar 4,5 hari. ketersediaan BBM, Pertamina akan mengoptimalkan stok BBM di tengki stok yang berada di seluruh stasiun pengisian bahan bakar untuk umum ( SPBU ) di jalur mudik. 72. Di provinsi tersebut pertama kali pada bacaan di atas masih terdapat kerajaan... (A) Hamengkubuwana (B) Pakubuwana (C) Mangkunegara (D) Amangkurat (E) Panembahan 73. Menjelang dan selama Lebaran, konsumsi atau mencapai 1,25 juta liter per hari. wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan empat-lima hari berikutnya, premium misalnya, mencapai 17,460 kiloliter atau cukup untuk kebutuhan sekitar 4,5 hari,. ketersediaan BBM, Pertamina akan mengoptimalkan stok BBM di tengki stok yang berada di seluruh stasiun pengisian bahan bakar untuk umum ( SPBU ) di jalur mudik. 73. BUMN yang disebut pada bacaan di atas dalam peranannya berada di sisi (A) Demand (B) Supply (C) Retailer (D) Consumer (E) Equilibrim 74. Menjelang dan selama Lebaran, konsumsi atau mencapai 1,25 juta liter per hari. wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan empat-lima hari berikutnya. premium misalnya, mencapai 17,460 kiloliter atau cukup untuk kebutuhan sekitar 4,5 hari. ketersediaan BBM, Pertamina akan mengoptimalkan stok BBM di tengki stok yang berada di seluruh stasiun pengisian bahan bakar untuk umum ( SPBU ) di jalur mudik. 74. Jika kebutuhan BBM per hari di depot yang disebut dalam bacaan di atas pada harihari sekitar Lebaran adalah sama, pada saat premium di depot tersebut tinggal 9,700 kiloliter, solar masih.. (A) 21,500 kiloliter (B) 21,000 kiloliter (C) 20,500 kiloliter (D) 20,000 kiloliter (E) 19,500 kiloliter

Doc. Name: SPMB2007IPST999 Doc. Name: version : 2012-02 halaman 6 75. Menjelang dan selama Lebaran, konsumsi atau mencapai 1,25 juta liter per hari. wilayah daerah istimewa Yogyakarta dan empat-lima hari berikutnya. premiun misalnya, mencapai 17,460 kiloliter atau cukup untuk kebutuhan sekitar 4,5 hari, ketersediaan BBM, Pertamina akan mengoptimalkan stok BBM di tengki stok yang berada di seluruh stasiun pengisian bahan bakar untuk umum ( SPBU ) di jalur mudik. 75. Kondisi pantai di bagian selatan provinsi yang tersebut pertama kali pada bacaan di atas adalah.. (A) berlumpur (B) berpasir (C) berhutan (D) terjal (E) pegunungan