SPORT MALL DI MANADO HYBRID ARSITEKTUR

dokumen-dokumen yang mirip
GRAHA OLAHRAGA BILLIARDDI MANADO

TERMINAL PENUMPANG ANGKUTAN LAUT DI TAHUNA (Arsitektur Perilaku)

SEKOLAH TINGGI KESENIAN di MANADO (PURISME dalam ARSITEKTUR)

RUMAH SAKIT BERSALIN DI TOMOHON ( PENDEKATAN UTILITAS DALAM DESAIN )

GRAHA MODE BUSANA DAN SEKOLAH MODEL DI MANADO FASHION IN ARCHITECTURE

MALL KECANTIKAN DI MANADO (Building As Capital Investment)

BAB V KONSEP. V. 1. Konsep Dasar. Dalam merancang Gelanggang Olahraga ini berdasarkan dari konsep

BAB IV KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB VI KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN SHOPPING CENTER DI YOGYAKARTA

SHOPPING MALL DI MANADO UNDERGROUND ARCHITECTURE

GELANGGANG REMAJA / YOUTH CENTER DI TAHUNA ARSITEKTUR POSTMODERN DOUBLE CODING OLEH C.JENCKS ABSTRAK

Terminal Antarmoda Monorel Busway di Jakarta PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN TERMINAL ANTARMODA

PENGENALAN OBJEK. SIDANG TUGAS AKHIR SEKOLAH TINGGI MODE SURABAYA Tema HAUTE COUTURE Cherry Candsevia Difarissa

PUSAT PERBELANJAAN, KANTOR SEWA DAN APARTEMENT DI MEGA KUNINGAN JAKARTA

KANTOR DINAS PEMADAM KEBAKARAN DI MANADO GEOMETRI MODULAR. Rocky Brian Wongkar 1 Judy O. Waani 2 Hendriek H. Karongkong 3

BAB V KONSEP. V. 1. Konsep Dasar. Dalam merancang Gelanggang Olahraga di Kemanggisan ini bertitik

BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

BAB 5 KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN. dengan lingkungannya yang baru.

TERMINAL PENUMPANG PELABUHAN LAUT DI SOFIFI METAFORA; KORA-KORA

GRAHA SENI DI KOTA MANADO (Metafora Dalam Rancangan Arsitektur)

BAB V KONSEP PERANCANGAN

BAB V KONSEP DASAR DAN PROGRAM DASAR PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR

BAB VI KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN TAMAN PINTAR DI KOTA SOLO DENGAN METAFORA ARSITEKTUR

BAB III DESKRIPSI PROYEK. : Relokasi Pasar Astana Anyar Pasar Festival. : PD Pasar Bermartabat Kota Bandung. : Jl. Astana Anyar

BAB V KONSEP. perencanaan Rumah Susun Sederhana di Jakarta Barat ini adalah. Konsep Fungsional Rusun terdiri dari : unit hunian dan unit penunjang.

BAB 5 PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ASRAMA MAHASISWA UNIVERSITAS DIPONEGORO

BAB V PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN REST AREA TOL SEMARANG BATANG. Tabel 5.1. Besaran Program Ruang

BAB V PROGRAM PERENCANAAN & PERANCANGAN KOLAM RENANG INDOOR UNDIP

BAB IV ANALISA PERENCANAAN

BAB V PROGRAM DASAR PERENCANAAN DAN PERANCANAGAN

BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

REDESAIN RUMAH SAKIT ISLAM MADINAH TULUNGAGUNG TA-115

BAB VI KONSEP PERANCANGAN

Bab V. PROGRAM PERENCANAAN dan PERANCANGAN MARKAS PUSAT DINAS KEBAKARAN SEMARANG. No Kelompok Kegiatan Luas

BAB V KONSEP PERANCANGAN. struktur sebagai unsur utamanya. Konsep High-Tech Expression juga

Hotel Resor dan Wisata Budidaya Trumbu Karang di Pantai Pasir Putih Situbondo

BAB V PROGRAM DASAR PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

BAB V PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN SMAN 54 JAKARTA

KONSEP: KONTRADIKSI SPONTAN

BAB IV DISKRIPSI HASIL RANCANGAN

Sekolah Luar Biasa Untuk Tunarungu Difabel Antropometri

BAB V. Sport Hall/Ekspresi Struktur KONSEP PERANCANGAN V.1 KONSEP DASAR PERANCANGAN

REVITALISASI PASAR TRADISIONAL SARIMALAHA DI TIDORE RETROFITTING ARCHITECTURE

BAB VI PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

BAB V KONSEP DASAR PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR

BAB V PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN RELOKASI PASAR IKAN HIGIENIS REJOMULYO SEMARANG

BAB V KONSEP DAN PROGRAM DASAR PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR

Fasilitas Utama. Ruang Perawatan Wajah Ruang Perawatan Tubuh Ruang Perawatan Tangan

BAB VI KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

BAB V LANDASAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR STASIUN INTERMODA DI TANGERANG

BAB 3 METODE PERANCANGAN. Metode perancangan yang digunakan dalam perancangan Convention and

BAB V KONSEP PERANCANGAN

Konsep dasar perancangan pada Sekolah Pembelajaran Terpadu ini terbentuk. dari sebuah pendekatan dari arsitektur prilaku yaitu dengan cara menganalisa

BAB V KONSEP PERANCANGAN

BAB V KONSEP. dasar perencanaan Asrama Mahasiswa Binus University ini adalah. mempertahankan identitas Binus University sebagai kampus Teknologi.

BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN V. KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN. pertimbangan-pertimbangan sebagai berikut:

MALL OTOMOTIF MANADO (High Tech Architecture)

2016 BANDUNG SPORTS CLUB

BAB V KONSEP PERANCANGAN

Hotel Resor dan Fasilitas Wisata Mangrove di Pantai Jenu, Tuban

BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

RECREATION CENTER DI MANADO (CULTURE AND ART EDUTAINMENT)

AGRO RESEARCH CENTER DI KOTAMOBAGU BIOMIMICRY

BAB 3 METODE PERANCANGAN. Proses kajian yang digunakan dalam merancang Green Park Mall di

BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

REDESAIN RUMAH SAKIT ISLAM MADINAH TULUNGAGUNG TA-115

BAB IV ANALISA PERENCANAAN

BAB III METODELOGI PERANCANGAN. Dalam Perancangan Hotel Resort Wisata Organik ini terdapat kerangka

5 BAB V KONSEP DASAR PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

BAB 5 KONSEP PERANCANGAN

BAB 6 HASIL RANCANGAN. Perancangan Batu convention and exhibition center merupakan salah satu

BAB VI PROGRAM DASAR PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR

MERENCANAKAN KEMBALI DESIGN PRESIDENT SHOPPING CENTRE DI MANADO PENERAPAN GAGASAN SUPERIMPOSISI, MENURUT BERNARD STCHUMI

BAB V LANDASAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR STASIUN KERETA API TAMBUN BEKASI

MALL DAN APARTMENT DI SEMARANG MALL AND APARTMENT IN SEMARANG

GRAHA PECINTA ALAM (GRAPALA) SIMBIOSIS DALAM ARSITEKTUR, KISHO KUROKAWA

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

BAB VI PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

BAB III METODE PERANCANGAN. proses merancang, disertai dengan teori-teori dan data-data yang terkait dengan

BAB V. KONSEP PERANCANGAN

Tabel 6.1. Program Kelompok Ruang ibadah

BAB VI HASIL RANCANGAN. Perancangan Kembali Citra Muslim Fashion Center di Kota Malang ini

Fungsional Versus Estetika: Inkubasi dalam Rancangan TPA

BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

BAB V KONSEP 5.1 Konsep Dasar

Pusat Penjualan Mobil Hybrid Toyota di Surabaya

BAB V KONSEP. a. Memberikan ruang terbuka hijau yang cukup besar untuk dijadikan area publik.

Fasilitas Informasi dan Pelatihan Futsal di Surabaya

BAB II STEP BY STEP, UNDERSTANDING THE WHOLE PICTURE

BAB I PENDAHULUAN. I.1 Latar Belakang. Jakarta merupakan Ibukota dari Indonesia, oleh sebab itu industri dan

BAB 3 METODOLOGI PERANCANGAN. Dalam kajian perancangan ini berisi tentang penjelasan dari proses atau

BAB VI HASIL PERANCANGAN. Perancangan Gumul Techno Park di Kediri ini menggunakan konsep

BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN. V.1. Dasar Perencanaan dan Perancangan. Kostel. yang ada didalam. Pelaku kegiatan dalam Kostel ini adalah :

BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

BAB VI HASIL PERANCANGAN. Konsep tersebut berawal dari tema utama yaitu Analogy pergerakan air laut, dimana tema

BAB 1 PENDAHULUAN. Masyarakat dan gaya hidupnya dewasa ini semakin berkembang. Hal

BAB VI PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

GELANGGANG OLAHRAGA TIPE A, SEMARANG

BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

Transkripsi:

SPORT MALL DI MANADO HYBRID ARSITEKTUR Wahyudi S. Lapuna 1 Johannes Van Rate 2 Andy Malik 3 ABSTRAK Sulawesi Utara merupakan salah satu daerah di Indonesia dengan berbagai latar belakang sosial, budaya, ekonomi, serta memiliki masyarakat yang majemuk. Semakin beragamnya masyarakat Sulawesi Utara, semakin beragam juga kebutuhan yang akan dipenuhi. Salah satunya kebutuhan akan perbelanjaan dan hiburan. Kota Manado merupakan Ibukota Provinsi Sulawesi Utara, dimana Kota Manado memiliki masyarakat yang sebagian adalah peminat dan penikmat olahraga akan tetapi tidak memiliki pusat perbelanjaan alat-alat olahraga yang lengkap sehingga sebagaian orang memilih untuk memesan alat-alat olahraga diluar daerah Kota Manado. Melalui perancangan Sport Mall ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakan akan tempat perbelanjaan dengan fasilitas-fasilitas yang menyediakan alat-alat pendukung kegiatan olahraga. Sport Mall di Kota Manado ini mengangkat tema Hybrid Arsitektur, konsep Hybrid penggabungan menjadi langka dalam pengolahan bentuk yang diharapkan dapat mempunyai nilai lebih dan bisa memberikan warna untuk bangunan-bangunan yang ada di Kota Manado. Kata kunci : Sport, Mall, Hybrid 1. PENDAHULUAN Seiring perkembangan waktu yang pesat, dimana pusat-pusat perbelanjaan semakin marak bermunculan yang dipadukan dengan konsep hiburan, sehingga memunculkan tren-tren yang baru. Dalam hal ini masyarakat Kota Manado yang sebagian penikmat dan peminat olahraga, sehingga memunculkan ide tempat perbelanjaan yang mewadahi segala kebutuhan perlengkapan olahraga dan pusat informasi olahraga di Kota Manado. Pusat perbelanjaan yang ada di Kota Manado sudah banyak, diantaranya adalah Mega Mall. Mega Mall yang merupakan pusat perbelanjaan Modern yang pertama ada di Kota Manado. Namun sebelum berdirinya pusat perbelanjaan ini, Kota Manado pernah memiliki pusat perbelanjaan yang pernah popular di zamannya sekitar tahun 1990-an, yaitu President Shopping Center. President Shopping Center ini menjadi saksi perkembangan Kota Manado di bidang perdagangan dan jasa, akan tetapi pusat perbelanjaan khusus untuk memfasilitasi alat-alat yang bersifat olahraga belum ada di Kota Manado. Perencanaan Sport Mall sebagai fasilitas yang bisa memenuhi kebutuhan alat-alat pendukung kegiatan olahraga dikarenakan keterbatasannya di Kota Manado. Fasilitas yang disediakan pada Sport Mall berupa retail-retail penjualan lengkap alat-alat yang berhubungan dengan olahraga dan beberapa fasilitas olahraga seperti lapangan Futsal, Billyard dan tempat Fitnes serta tempat nonton bareng yang disediakan di Sport Mall ini. Perencanaan Sport Mall ini muncul dikarenakan belum adanya tempat perbelanjaan yang bersifat olahraga karena tempat perbelanjaan yang bersifat olahraga hanya berupa ruko-ruko yang menyebar dibeberapa titik di Kota Manado dan Toko Akbar Ali di jl.samrat, akan tetapi memiliki keterbatasan akan alat-alat serta Soufenir olahraga, sehingga Sport Mall hadir sebagai pusat perbelanjaan lengkap untuk kebutuhan olahraga di Kota Manado. 2. METO DE PERANCANGAN Untuk mendapatkan hasil yang diharapkan, maka dilakukan berbagai langkah pendekatan dalam memperoleh informasi yang diharapkan dapat mendukung objek dan tema perancangan, aspek-aspek pendekatannya yaitu: 1 Mahasiswa Program Studi S1 Arsitektur Universitas Sam Ratulangi 2 Dosen PS S1 Arsitektur Universitas Sam Ratulangi 3 Dosen PS S1 Arsitektur Universitas Sam Ratulangi 64

Kajian Tipologi Pendekatan yang dilakukan dengan kajian Tipologi Objek yang dibedakan atas dua tahap kegiatan yaitu pengidentifikasian Tipologi dan tahap pengolahan Tipologi. Kajian Analisis Tapak Kajian analisis tapak dan lingkungan dilakukan dengan observasi tapak pada lokasi yang terpilih. Kajian Tema Perancangan Pendekatan melalui tema rancangan Hybrid Arsitektur dimana penggunaan tema ini dilakukan dengan cara pengkajian Literature yang berhubungan dengan tema Hybrid Arsitektur. Metode yang digunakan dalam memperoleh informasi yang berkaitan dalam mendukung perancangan objek yang sesuai dengan aspek-aspek di atas adalah sebagai berikut: Studi Literatur Melakukan pendekatan dengan Studi Literatur dengan mempelajari tentang penjelasan mengenai Judul dan Tema Opini Merangkum, menganalisa, memproses, mengembangkan hasil dari konsultasi dengan dosen pembimbing tugasa akhir, kemudian dikombinasikan dengan pemikiran sendiri mengenai judul dan tema. Observasi Melakukan pengamatan langsung pada lokasi objek yang akang dirancang. Studi Komparasi Melakukan perbandingan objek maupun fasilitas sejenis mengenai objek desain melalui internet, buku-buku, majalah dan objek terbangun. 3. KAJIAN PERANCANGAN 3.1. Deskripsi O bjek Sport Mall dapat dibagi menjadi dua kata yaitu Sport dan Mall, dimana pengertian Sport adalah merupakan aktifitas yang melatih tubuh seseorang tidak hanya secara jasmani akan tetapi juga secara rohani. Sedangkan Mall merupakan kata serapan dari bahasa inggris Mall yang diterjemahkan menjadi gedung atau kelompok gedung yang berisi macam-macam toko dengan dihubungkan oleh lorong/koridor, Mall juga bisa diartikan dengan jenis dari pusat perbelanjaan yang secara Arsitektur berupa bangunan tertutup dengan suhu diatur dan memiliki jalur untuk berjalan-jalan yang teratur sehingga berada diantara toko-toko kecil yang berhadapan Menurut pengertian diatas, maka Sport Mall adalah tempat atau wadah yang dibuat oleh manusia dimana aktifitas didalamnya berupa pusat perbelanjaan dan aktifitas rekreasi yang melingkupi kegiatan yang bersifat olahraga. 3.2. Kajian Tema Dalam perancangan Sport Mall ini, tema yang diangkat adalah Hybrid Arsitektur yang mana tema ini lebih menekankan pada konsep penggabungan antara dua objek atau lebih. Konsep Hybrid merupakan salah satu Metode perancangan dalam sebuah karya Arsitektur yang muncul di Era Postmodern. Secara Etimologis, Hybrid merupakan penggabungan beberapa aspek yang berbeda (Binari Oposisi), tentunya dalam bidang Arsitektur. Penerapan Konsep Hybrid Arsitektur tercipta dengan adanya konsep-konsep yang mendukung dalam pengolahan bentuk yang akan dirancang, konsep Hybrid yang merupakan penggabungan, persilangan, dan pencampuran beberapa bentuk sehingga menghasilkan sesuatu bentukan yang baru. Dalam konsep perancangan Sport Mall ini akan menggunakan metode penggabungan dimana proses yang dilakukan akan menggabungkan konsep olahraga dan konsep hiburan yang mana merupakan konsep dasar (konsep hiburan dan konsep olahraga) yang akan menjadi landasan untuk menciptakan hasil yang baru. Metode Penggabungan dalam konsep Hybrid. Produced from the mixture of two species, as plants of hybrid nature ( Diproduksi dari penggabungan dua spesies, seperti tanaman alam hibrida). Penggabungan dua hal atau lebih yang digabungkan untuk membentuk satu kesatuan. 65

Gambar 1: Proses pengaplikasian tema pada rancangan 3.3. Lokasi dan Tapak Kepusat Kota Manado Lokasi Perancangan Pierre Tendean Boulevard Kec. Sario Gambar 2: Lokasi Perancangan (Sumber: Google Earth 2013) Site perancangan Sport Mall ini berada dikawasan Jl. Pierre Tendean Kecamatan Sario, daerah ini merupakan pusat Kota Manado yang merupakan kawasan perdagangan dan jasa yang di sesuaikan dengan RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah) kota Manado 2011-2031. 3.4. Analisis Perancangan 3.4.1. Program Dasar Fungsional Berbagai fasilitas yang disediakan untuk mengantisipasi fungsi dari Sport Mall agar dapat menarik minat pengunjung untuk bisa memenuhi kebutuhan akan hal-hal yang bersifat Olahraga. 66

A. Identifikasi Kegiatan Dalam O bjek Pengunjung Pengunjung bangunan Sport Mall merupakan seluruh lapisan masyarakat Kota manado maupun dari luar Kota Manado, terutama penggemar olahraga. Kegiatan pengunjung dengan tujuan mendapatkan barang-barang yang dibutuhkan sesuai keinginan kemudian pulang. Kegiatan pengunjung dengan tujuan untuk olahraga kemudian pulang. Kegiatan pengunjung dengan tujuan bersantai untuk menikmati fasilitas hiburan yang ada dalam objek kemudian pulang. Karyawan Datang, ganti pakaian, melakukan aktifitas kemudian pulang. Pengelola Dalam tata kelola bangunan Sport Mall memiliki beberapa bidang dalam pengelolahannya, dimana setiap bagian itu memiliki fungsi masing-masing. Kegiatan pengelola dengan tujuan untuk bekerja melakukan pengecekan kegiatan pengelolahan, melakukan pertemuan dengan karyawan dan tamu kemudian pulang. B. Program Kebutuhan Ruang dan Besaran Ruang. Dengan adanya program kegiatan pemakai dan kebutuhan ruang, maka dapat ditentukan fasilitas-fasilitas yang akan direncanakan dengan ketentuan penganalisaan program kegiatan pemakai dan kebutuhan ruang, sedangkan analisis program besaran ruang bangunan Sport Mall ini menggunakan berbagai ketetapan yang menjadi dasar standar ukuran ruang, ketetapan diambil dari buku data Arsitek Jilid 1 dan 2 (Ernst Neufert, alih bahasa Sunarto Tjahjadi.). Retail/Tenant Fasilitas olahraga Tempat nonton bareng (noreng) Fasilitas pengelola Fasilitas hiburan Service 3.4.2. Analisis Lokasi dan Tapak Gambar 3: Site Perancangan (Sumber: Google Earth 2013) Perhitungan luasan Site Luas site keseluruhan : 20.575 m² (2,6 Ha) Sempadan jalan : L1 = 2.000.00 m² Sempadan pantai (dari titik pasang tertinggi) : L2 = 92.500m² Luas Site Efektif (LSE) : Luas Site keseluruhan (L1 + L2 ) = 20.575m² - (2000,00 m² + 92,500m²) = 2092,5 m² Koefisien Dasar Bangunan (KDB) : 50% dari LSE = 50% (2092,5 m²) = 1046,25 m² Koefisien Luas Bangunan (KLB) : 300% dari LSE = 300% (2092,5m²) = 6277,5 m² 67

3.4.3. Analisis Gubahan Bentuk dan Ruang Bentuk dan ruang merupakan suatu kombinasi yang tidak bisa dipisahkan, perancangan Sport Mall juga mengacu pada bentukan-bentukan dasar dengan mempertimbangkan fungsi didalamnya. Bentukan awal merupakan awal dari bentukan yang Estetika yang melalui berbagai manipulasi bentuk sehingga menghasilkan bentuk yang telah termanipulasi berdasarkan karakteristik suatu bangunan yang dirancang. Gubahan bentuk pada sport mall ini tidak lepas dari konsep tematik yang dalam Proses pengaplikasia konsep dasar yang mengambil landasan dari konsep olahraga dan konsep hiburan dimana konsep olahraga merupakan konsep yang terkesan kuat (didalam arsitektur terkesan kokoh), sedangkan konsep hiburan identik dengan refresing dan santai (didalam arsitektur terkesan dinamis). Bentuk kotak-kotak memiliki kesan kuat atau kokoh. Bentuk kurva atau lengkunagan memiliki kesan dinamis. Gambar 4: Gubahan Bentuk Konsep perancangan bangunan menggunakan bentuk-bentuk dasar yang sederhana tetapi dapat memancarkan nilai estetika setelah di intervensi oleh tema Hybrid Arsitektur. Keindahan dari bentuk yang sederhana lebih menyatakan kedewasaan dari suatu rancangan yang berniai Arsitektural dan lebih dinyatakan dari tingginya nilai tema yang di tonjolkan. Penggunaan konsep bentuk bangunan yang sederhana melalui pengembangan penambahan dan pengurangan pada suatu bentuk dasar seperti segi empat dan lingkaran yang menjadi titik awal perancangan dengan pengolahannya yang meggunakan konsep Hybrid Penggabungan sehingga bisa menghasilkan bentukan yang mencerminkan suatu konsep perbelanjaan dan olahraga dengan bentuk dasar yang tegas dan dinamis serta disesuaikan dengan nilai estetika arsitektural rancangan. 3.4.4. Utilitas Pencahayaan: Pencahayaan yang digunakan pada bangunan Sport Mall ini menggunakan dua pencahayaan yaitu pada siang hari menggunakan pencahayaan alami dengan memanfaatkan sinar matahari melalui Skylight dan bukaan-bukaan yang ada. Pencahayaan pada malam hari menggunakan pencahayaan buatan yang bersumber dari Perusahaan Listrik Negara (PLN). Penghawaan: Objek bangunan Sport Mall menggunakan penghawaan alami dengan pemanfaatan udara melalui Vetilasi diruang-ruang tertentu yang melancarkan masukkeluarnya udara sehingga kebutuhan oksigen didalanya bangunan terpenuhi. Penggunaan penghawaan buatan berupa AC (Air Conditioning). Air bersih dan air kotor: Penggunaan air bersih dengan pembuatan sumber air/sumur bor dan penggunaan PAM (Perusahaan Air Minum) dengan cara menyalurkan ke penampungan agar memiliki cadangan air. Pembuangan air kotor akan diarahkan ke IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) agar tidak mencemari lingkungan sekitar. Sumber listrik: Penggunaan listrik yang akan memenuhi kebutuhan pencahayaan buatan akan menggunakansumber lisrik dari PLN (Perusahaan Listrik Negara). Sistem pencegahan kebakaan: Pencegahan aktif dengan menggunakan fire hydrant indoor dan outdoor, dan sprinkler. Pencegahan pasif dengan penggunaan tangga kebakaran lengkap. 68

Tranportasi dalam bangunan: Didalam bangunan mempergunakan sistem Transportasi yang menghubungkan tiap lantai pada objek gedung Sport Mall. Alat transportasi yang di gunakan berupa Lift, Escalator, dan tangga darurat. 4. KO NSEP KO NSEP PERANCANGAN 4.1. Konsep Penataan Tapak dan Ruang Luar IPAL Taman dan Hutan Kota Jogging Track Masa Bangunan Area Parkir Gambar 5: Penataan Ruang Luar Konsep ruang luar merupakan bagian yang penting dalam pengolahan rancangan bangunan Sport Mall ini, pengolahan ruang luar akan disesuaikan dengan fungsi yang semestinya. Penempatan fasilitas Olahraga Outdor seperti Jogging Track dan Wall Clumbing merupakan salah satu pengolahan ruang luar yang harus diperhatikan agar supaya tidak berseberangan dengan objek rancangan. Taman dan Ruang Terbuka Hijau juga sangat penting untuk mendukung suatu objek bangunan yang akan dirancang, maka pembuatan taman dan ruang terbuka hijau didaerah sempadan pantai sangat mendukung untuk relaksasi dan penghijauan yang telah berkuran di Kota Manado. Gambar 6: Jogging Track dan Taman 4.2. Konsep Ruang Dalam Bangunan Penentuan ruang dalam, sesuai dengan kebutuhan pemakai dan aktifitas. Kebutuhan ruang dalam juga memperhitungkan penggunaan besaran ruang agar tidak ada ruang yang disia-siakan. Pengelompokan ruang dalam dibagi atas dua bagian yaitu fasilitas perbelanjaan dan fasilitasa olahraga dengan menggunakan jalur penghubung antara dua fasilitas yang utama itu, dengan Center poinnya adalah Hall yang merupakan poin utama dari ruang-ruang lainnya. 69

Gambar 7: Area Perbelanjaan, Atrium, Area Olahraga 4.3. Konsep Sistem Struktur Bangunan Penggunaan struktur baja tabung pada atap bangunan Sport Mall juga bisa mengurangi tekanan berat beban yang akan dipikul oleh struktur beton karena penggunaan struktur baja tabung bisa menstabilkan tekanan beban yang akan terjadi pada struktur bawah (pondasi tiang pancang). Gambar 8: Sistem Struktur Bangunan 5. HASIL PERANCANGAN Sport Mall di Manado ini hadir untuk mewadahi kebutuhan konsument akan alat-alat pendukung yang berhubungan dengan olahraga, dimana Kota Manado belum memiliki pusat perbelanjaan yang bersifat olahraga. Gambar 9: Layout dan Site Plan Gambar 10: Perspektif 70

6. Penutup Bangunan Sport Mall ini diharapkan bisa menjadi salah satu objek untuk menarik wisatawan dari luar Kota Manado. selain itu, dengan adanya Sport Mall ini, dapat memberikan kontribusi yang besar bagi mayarakat Kota Manado baik dari segi perdagangan, hiburan, dan olahraga bahkan sampai pada penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat kota Manado. Demikian paparan mengenai perancangan Sport Mall di Kota Manado. tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya karena keterbatasan pengetahuan serta kurangnya referensi yang berkaitan dengan Sport Mall di Manado dengan tema Hybrid Arsitektur, Semoga paparan mengenai perancangan Sport Mall ini dapat berguna bagi banyak orang untuk kedepannya. DAFTAR PUSTAKA Ching, Francis D.K. Arsitektur Bentuk, Ruang dantatanan. Jakarta: Erlangga Endrotomo. 2010. Tesis. KAJIAN ESTETIKA DALAM KARYA ARSITEKTUR. Surabaya: Program Magister ITS Hasbi Muhammad Rahil. Sejarah Arsitektur. Jakarta. Ikhwanudin. 2005. Hybrid Language. Karlen Mark. Dasar-Dasar Perencanaan Ruang. Jakarta: Erlangga Macdonal, Angus J. 2001. Struktur dan Arsitektur. Department Of Architecture, Universitas Of Edinburg. Muchamad bani nor. 2010. Model ekspresi arsitektur. seminar nasional. metodologi riset dalam arsitektur. Menggali pemikiran Postmoderenisme dalam Architecture. UGM press. Ningsar1, Erdiono Deddy2. 1 mahasiswa PS S1 Arsitektur Unsrat, 2 Staf Pengajar Jurusan Arsitektur Unsrat. Komparasi konsep Arsitektur Hybrid dan konsep Arsitektur Simbiosis. Manado. RTRW Manado 2006-2016 Theori and Manifestoes, Philosophi of Symbiosis. Octarina Rullya. Tesis Mahasiswa ITB Prog.Studi S2. Dep.Seni Rupa & Desain. Zeisel, John. 1981. Inquiry By Design. Tools For Environment-Behaviour Research. Cambridge: The Press Syndicate Of The University Of Cambridge. 71