BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

dokumen-dokumen yang mirip
DETASEMEN KESEHATAN WILAYAH MALANG RUMAH SAKIT TINGKAT III BALADHIKA HUSADA PEDOMAN ORGANISASI TIM MUTU KESELAMATAN PASIEN

Clinical Pathways Kesehatan Anak

Tanggal Terbit. Tanggal Revisi

LAPORAN EVALUASI PELAKSANAAN

MATERI PELATIHAN CLINICAL PATHWAYS RS BUDI KEMULIAAN JAKARTA. Dody Firmanda Januari

Dr. Dody Firmanda, Sp.A, MA Ketua Komite Medik dan Ketua Panitia Casemix RSUP Fatmawati Jakarta

BAB I PENDAHULUAN. profesi medik disini adalah mencakup Kode Etik Kedokteran Indonesia (KODEKI),

PROGRAM KERJA BIDANG KESELAMATAN PASIEN RUMAH SAKIT TINGKAT III BALADHIKA HUSADA TAHUN 2016

KEPUTUSAN DIREKTUR TENTANG KEBIJAKAN PEMBUATAN CLINICAL PATHWAYS

A. KOMITE MEDIK Susunan Komite Medik terdiri diri dari : a. Ketua, b. Wakil Ketua, c. Sekretaris d. Anggota

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. rekam medis harus dijaga kerahasiaannya. (1) c. Rekam medis dalam arti sempit dimaksud kasus-kasus yang tercatat

SURAT KEPUTUSAN PEMIMPIN BLUD RSUD PROVINSI KEPULAUAN RIAU TANJUNGPINANG NOMOR : / SK-RSUD PROV / X / 2016 T E N T A N G

I.PENDAHULUAN LATAR BELAKANG

RUMAH SAKIT TK. III BALADHIKA HUSADA KOMITE KEPERAWATAN

RUMAH SAKIT TK. III BALADHIKA HUSADA INSTALASI GAWAT DARURAT

RUMAH SAKIT TK. III BALADHIKA HUSADA BINAYANMASUM

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

PANDUAN PROSES EVALUASI KINERJA STAF MEDIS RUMAH SAKIT UMUM AMINAH BLITAR TAHUN

RUMAH SAKIT TK. III BALADHIKA HUSADA INSTALASI RAWAT JALAN

PANDUAN EVALUASI PRAKTEK DOKTER BERKESINAMBUNGAN (ON GOING PROFESSIONAL PRACTICE EVALUATION/OPPE) BAB I PENDAHULUAN

ORGANISASI PELAYANAN KESEHATAN PERTEMUAN II LILY WIDJAYA, SKM.,MM, PRODI D-III REKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN, FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN

RUMAH SAKIT TK. III BALADHIKA HUSADA UNIT REKAM MEDIS

SURAT KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKIT UMUM CITRA BMC PADANG No : 019/SK/DIR/IV/2010 Tentang

RUMAH SAKIT TK. III BALADHIKA HUSADA INSTALASI PENUNJANG PERAWATAN

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Mutu pelayanan kesehatan merupakan prioritas baik bagi pihak penyedia

BAB I PENDAHULUAN. Sistem kesehatan (health system) adalah tatanan yang bertujuan

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 77 TAHUN 2015 TENTANG PEDOMAN ORGANISASI RUMAH SAKIT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 77 TAHUN 2015 TENTANG PEDOMAN ORGANISASI RUMAH SAKIT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

RUMAH SAKIT TK. III BALADHIKA HUSADA UNIT RIKES

BAB II TINJAUAN UMUM RUMAH SAKIT. institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan

BAB I PENDAHULUAN. agar staf medis di RS terjaga profesionalismenya. Clicinal governance (tata kelola

MATERI PELATIHAN CLINICAL PATHWAYS RSUD MALINAU KALIMANTAN UTARA. Dody Firmanda April

PERATURAN DIREKTUR UTAMA RS. xxx NOMOR : 17/PER/2013 TENTANG KEBIJAKAN PELAYANAN MEDIS. DIREKTUR UTAMA RS. xxx

BAB II TINJAUAN UMUM RUMAH SAKIT DAN INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT. Rumah sakit merupakan suatu unit yang mempunyai organisasi teratur,

Peran dan Fungsi Komite Medik di Rumah Sakit

RUMAH SAKIT TK. III BALADHIKA HUSADA INSTALASI FARMASI

PEMERINTAH KABUPATEN MALINAU

PANDUAN KREDENSIAL KEPERAWATAN RUMAH SAKIT ROYAL PROGRESS

Contoh topik penelitian manajemen rumahsakit

BAB I PENDAHULUAN. segala sesuatu yang terjadi di rumah sakit sebagaimana dimaksud dalam pasal. 46 UU Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit.

RUMAH SAKIT TK. III BALADHIKA HUSADA TATA USAHA URUSAN DALAM

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN LOMBOK UTARA NOMOR 9 TAHUN 2013 SERI D NOMOR 9 TAHUN 2013 PERATURAN DAERAH KABUPATEN LOMBOK UTARA NOMOR 9 TAHUN 2013 TENTANG

PERAN KOMITE MEDIS DALAM PEMBERIAN KEWENANGAN KLINIS PADA STAF MEDIS RS

NOMOR 31 TAHUN 2012 TENTANG PETUNJUK TEKNIS PROGRAM PELAYANAN KESEHATAN MASYARAKAT

RUMAH SAKIT TK. III BALADHIKA HUSADA INFORMASI KESEHATAN

Contoh Panduan KORPS MARINIR RUMKITAL MARINIR CILANDAK PANDUAN. RUMKITAL MARINIR CILANDAK JAKARTA 2016 DAFTAR ISI

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

HP Palembang 22 Juni 1953

MATERI PELATIHAN CLINICAL PATHWAYS (CP) RSUD KABUPATEN PACITAN JAWA TIMUR

PEDOMAN WAWANCARA ANALISIS KELENGKAPAN PENGISIAN BERKAS REKAM MEDIS RAWAT INAP DI RSU HAJI MEDAN TAHUN

SURAT KEPUTUSAN DIREKTUR NO. / SK / RSPB / / 2017

BAB I PENDAHULUAN. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 269/MENKES/PER/III/2008 tentang

DETASEMEN KESEHATAN WILAYAH MALANG RUMAH SAKIT TINGKAT III BALADHIKA HUSADA PANDUAN TATA CARA MELAKUKAN SURVEI VALIDASI DAN VERIFIKASI

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. menyebabkan masalah kesehatan benar-benar merupakan kebutuhan. penting. Oleh karena itu, organisasi pelayanan kesehatan diharapkan

PERATURAN DAERAH KABUPATEN TANJUNG JABUNG BARAT NOMOR 6 TAHUN 2002 TENTANG SUSUNAN ORGANISASI RUMAH SAKIT DAERAH

JENIS FORMULIR REKAM MEDIS

BUPATI KOTAWARINGIN BARAT PERATURAN BUPATI KOTAWARINGIN BARAT NOMOR 38 TAHUN 2010 TENTANG PERATURAN INTERNAL STAF MEDIS (MEDICAL STAFF BY LAWS) RSUD

BAB I PENDAHULUAN. rawat inap, rawat jalan dan gawat darurat. 1. keperawatan yang berkesinambungan, diagnosis serta pengobatan penyakit yang

BUPATI PURWOREJO PERATURAN BUPATI PURWOREJO

PERATURAN DIREKTUR RUMAH SAKIT PRIMA HUSADA NOMOR : 224/RSPH/I-PER/DIR/VI/2017 TENTANG PEDOMAN REKAM MEDIS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BUPATI PURWOREJO TENTANG PENJABARAN TUGAS POKOK, FUNGSI DAN TATA KERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN PURWOREJO DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH

PERATURAN DAERAH KABUPATEN JAYAPURA NOMOR 4 TAHUN 2006 TENTANG PEMBENTUKAN, SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH

RUMAH SAKIT TK. III BALADHIKA HUSADA INSTALASI KAMAR OPERASI

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

DETASEMEN KESEHATAN WILAYAH MALANG RUMAH SAKIT TINGKAT III BALADHIKA HUSADA PEDOMAN UPAYA PENINGKATAN MUTU PELAYANAN RUMAH SAKIT

BAB II TINJAUAN UMUM RUMAH SAKIT. rumah sakit. Rumah sakit adalah suatu organisasi yang kompleks, menggunakan

Clinical Pathways RSUD Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin # Dody Firmanda Ketua Komite Medik RSUP Fatmawati Jakarta

Dokumen yang dibutuhkan 1. Data Cakupan

PERATURAN WALIKOTA TANGERANG NOMOR 26 TAHUN 2013

BAB II TINJAUAN UMUM RUMAH SAKIT DAN INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT 2.1 Rumah Sakit

BAB I PENDAHULUAN. Rumah sakit merupakan institusi yang memiliki fungsi utama memberikan

SURAT KEPUTUSAN TENTANG KEBIJAKAN PELAYANAN REKAM MEDIS DIREKTUR RS BAPTIS BATU

KEPUTUSAN DIREKTUR UTAMA RSIA KEMANG NOMOR : 056/SK/DIR/5/2017 TENTANG PEMBERLAKUAN PANDUAN ASESMEN PASIEN RSIA KEMANG

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

RUMAH SAKIT TK. III BALADHIKA HUSADA INSTALASI PENDIDIKAN

REKAP DOKUMEN PENINGKATAN MUTU DAN KESELAMATAN PASIEN

DETASEMEN KESEHATAN WILAYAH MALANG RUMAH SAKIT TINGKAT III BALADHIKA HUSADA

A. Latar Belakang Masalah

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI JEMBRANA,

PT. AR. MUHAMAD RUMAH SAKIT AR. BUNDA JL. ANGKATAN 45 KEL. GUNUNG IBUL TELP. (0713) FAX. (0713) PRABUMULIH SUM - SEL 31121

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA YOGYAKARTA

PEDOMAN PENGORGANISASIAN KOMITE TENAGA KESEHATAN LAIN RS. BUDI KEMULIAAN BATAM

LAMPIRAN PERATURAN DIREKTUR RS (...) NOMOR :002/RSTAB/PER-DIR/VII/2017 TENTANG PANDUAN EVALUASI STAF MEDIS DOKTER BAB I DEFINISI

BAB 1 PENDAHULUAN. menyebutkan bahwa diperkirakan pasien rawat inap per tahun

BAB II TINJAUAN UMUM RUMAH SAKIT. Rumah sakit adalah salah satu dari sarana kesehatan tempat

RUMAH SAKIT TK. III BALADHIKA HUSADA UNIT RADIOLOGI

BUPATI PURBALINGGA PERATURAN BUPATI PURBALINGGA NOMOR 23 TAHUN 2010 TENTANG

LAPORAN LAPORAN DAFTAR ISI INDIKATOR MUTU PMKP TRIWULAN 1 TAHUN 2017

LAPORAN PRAKTEK KERJA PROFESI APOTEKER DI RUMAH SAKIT BETHESDA YOGYAKARTA BAB I PENDAHULUAN

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

- 1 - DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI MOJOKERTO,

dr. AZWAN HAKMI LUBIS, SpA, M.Kes

Panduan Kredensial dan Rekredensial Staf klinis Puskesmas Kampala -RAHASIA- BAB I PENDAHULUAN

PEDOMAN MANAJER PELAYANAN PASIEN RUMAH SAKIT (CASE MANAGER)

RUMAH SAKIT TK.III BALADHIKA HUSADA UNIT LABORATORIUM

BERITA DAERAH KABUPATEN SAMOSIR TAHUN 2014 NOMOR 15 SERI F NOMOR 311 PERATURAN BUPATI SAMOSIR NOMOR 14 TAHUN 2014

BERITA NEGARA. KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA. Organisasi. Tata Kerja. Rumah Sakit Pengayoman. PERATURAN MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANTUL NOMOR 3 TAHUN 2007 TENTANG

Transkripsi:

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dalam kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran serta meningkatnya kesadaran pasien akan haknya untuk mendapatkan pelayanan yang bermutu maka diperlukan suatu upaya standarisasi dari proses pelayanan di setiap bagian Rumah Sakit Tingkat III Baladhika Husada. Untuk itu dipandang perlu dibuat buku panduan Clinical Pathway Rumah Sakit Tingkat III Baladhika Husada dengan sasaran adanya standarisasi proses asuhan klinis, mengurangi risiko di dalam proses asuhan klinik, terutama hal-hal yang terkait dengan tahap pengambilan keputusan dan memberikan asuhan klinis tepat, efektif dengan menggunakan sumber daya secara efisien, serta secara konsisten menghasilkan mutu pelayanan tinggi dengan cara-cara evidence-based. Penetapan Clinical Pathway Rumah Sakit Tingkat III Baladhika Husada didasarkan pada beberapa hal, yaitu : 1. Pada bidang keilmuan dan penerapannya 2. Pada bidang yang dianggap cocok dengan pelayanan dalam organisasi dan pasien 3. Pada teknologi yang berkembang, obat, sumber daya lain di organisasi atau dari norma profesional secara nasional. 4. Telah diuji secara formal dan resmi 5. Didukung oleh staf yang terlatih melaksanakannya 6. Diperbaharui secara berkala berdasarkan bukti dan hasil evaluasi dari proses dan hasil (out comes). Clinical Pathway (CP) merupakan suatu konsep perencanaan pelayanan terpadu yang merangkum setiap langkah yang diberikan kepada pasien berdasarkan standar pelayanan medis dan asuhan keperawatan yang berbasis bukti dengan hasil yang terukur dan dalam jangka waktu tertentu selama di rumah sakit. Implementasi Clinical Pathway sangat erat berhubungan dan berkaitan dengan Clinical Governance dalam rangka menjaga dan meningkatkan mutu pelayanan dengan biaya yang dapat diestimasikan dan terjangkau. Dalam penyusunan format Clinical Pathway perlu memperhatikan komponen yang harus dicakup sebagaimana definisi dari Clinical Pathway dengan memanfaatkan data yang telah ada di lapangan Rumah Sakit dan kondisi setempat seperti Laporan RL1 sampai dengan RL6 dan sensus harian variabel varians dalam Clinical Pathway dapat digunakan sebagai alat (entry point) untuk melakukan audit medis dan manajemen baik untuk tingkat pertama maupun kedua (1 st and 2 nd party audits) dalam rangka menjaga dan meningkatkan mutu pelayanan serta surveilans Panitia Pengendalian Infeksi Nosokomial dan selanjutnya untuk menilai Health Impact Intervention selain itu juga untuk evaluasi dan monitoring kegiatan bagi panitia farmasi dan terapi RS. Sekaligus secara tidak langsung menggalakan penggunaan obat secara rasional dan dapat melihat cermin dari penggunaan obat generik. Clinical Pathway dapat digunakan sebagai salah satu alat mekanisme evaluasi penilaian risiko untuk mendeteksi kesalahan aktif (active errors) dan laten (laten system errors) maupun nyaris terjadi (near miss) dalam manajemen risiko klinis (Clinical Risk Management) dalam rangka menjaga dan meningkatkan keamanan dan keselamatan pasien (patient safety). Hasil dan revisi Clinical Pathway dapat digunakan juga sebagai alat untuk melakukan perbaikan dan revisi Standar Pelayanan Medis / Panduan Praktik Klinis dan Asuhan Keperawatan yang bersifat dinamis dan berdasarkan pendekatan Evidence Based Medicine (EBM) dan Evidence Based Nurse (EBN). Untuk menunjang keberhasilan dilapangan diperlukan partisipasi aktif, komitmen dan konsistensi dari seluruh jajaran direksi, manajemen dan profesi demi terlaksana dan suksesnya program tersebut di Rumah Sakit Tingkat III Baladhika Husada. Peran organisasi profesi juga cukup penting 1

dalam mengembangkan Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan Clinical Pathway sebagai acuan pedoman bagi setiap anggota profesi dalam melaksanakan praktek keprofesiannya. B. Definisi Clinical Pathway (CP) Clinical Pathway (CP) adalah suatu konsep perencanaan pelayanan terpadu yang merangkum setiap langkah yang diberikan kepada pasien berdasarkan standar pelayanan medis dan asuhan keperawatan yang berbasis bukti dengan hasil yang terukur dan jangka waktu tertentu selama di Rumah Sakit. European Pathway Association (EPA) pada kongres yang terakhir di Slovenia telah merevisi definisi Clinical Pathway sebagai berikut : Clinical Pathway adalah metodologi dalam cara mekanisme pengambilan keputusan terhadap layanan pasien berdasarkan pengelompokan dan dalam periode waktu tertentu. Prinsip-prinsip dalam menyusun Clinical Pathway, dalam membuat Clinical Pathway penanganan kasus pasien rawat inap di rumah sakit harus bersifat : 1. Seluruh kegiatan pelayanan yang diberikan harus secara terpadu, integrasi dan berfokus terhadap pasien (patient focused care) serta berkesinambungan (continuing of care). 2. Melibatkan seluruh profesi (dokter, perawat, bidan, penata, laboratoris dan farmasis). 3. Dalam batasan waktu yang telah ditentukan sesuai dengan keadaan perjalanan penyakit pasien dan dicatat dalam bentuk periode harian (untuk kasus rawat inap) atau jam (untuk kasus gawat darurat di IGD). 4. Pencatatan Clinical Pathway seluruh kegiatan pelayanan yang diberikan kepada pasien secara terpadu dan berkesinambungan tersebut dalam bentuk dokumen yang merupakan bagian dari rekam medis. 5. Setiap penyimpangan langkah dalam penerapan Clinical Pathway dicatat sebagai varians dan dilakukan kajian analisa dalam bentuk audit. 6. Varians tersebut dapat terjadi karena kondisi perjalanan penyakit, penyakit penyerta atau 7. Komplikasi maupun kesalahan medis (medical errors) dan dipergunakan sebagai salah satu parameter dalam rangka mempertahankan dan meningkatkan mutu pelayanan. Pada akhirnya Clinical Pathway dapat merupakan suatu Standar Prosedur Operasional (SPO) yang merangkum : 1. Profesi medis : standar pelayanan medis dan setiap kelompok staf medis, Staf Medis Fungsional klinis dan penunjang. 2. Profesi keperawatan : asuhan keperawatan 3. Profesi Farmasi : One daily dose dispensing. 4. Alur pelayanan pasien rawat inap dan operasi dari sistim kelompok staf medis, instalasi dan sistim manajemen RS. C. Langkah-langkah penyusunan Clinical Pathway Langkah-langkah dalam penyusunan format Clinical Pathway yang harus diperhatikan : 1. Komponen yang harus dicakup sebagaimana definisi dari Clinical Pathway 2. Memanfaatkan dana yang telah ada di lapangan dan disesuaikan kondisi setempat seperti data laporan RL2 (data keadaan morbiditas pasien) yang dibuat setiap Rumah Sakit berdasarkan petunjuk pengisian, pengolahan dan penyajian data rumah sakit dan sensus harian untuk penetapan judul/topik Clinical Pathway yang akan dibuat dan penetapan lama hari rawat. 3. Untuk variable tindakan dan obat-obatan mengacu kepada standar pelayanan medis, standar operasional prosedur, dan daftar standar formularium yang telah ada di Rumah Sakit setempat. Bila perlu standar-standar tersebut dapat dilakukan revisi. 2

4. Dengan menggunakan buku ICD 10 untuk hal kodefikasi diagnosis dan ICD 9-CM untuk hal tindakan prosedur sesuai dengan profesi masing-masing. D. Alur Proses Pelaksanaan Clinical Pathway Rumah Sakit Tingkat III Baladhika Husada Laporan data bulanan dari rekam medis Rumah Sakit Tingkat III Baladhika Husada : Kelengkapan data rekam medis Data mortalitas dan morbilitas Laporan data dan tindakan operasi 5 diagnosis sesuai dengan ketepatan clinical pathway di rawat inap 5 sebab kasus kematian 1 Sekretariat dan Komite Medik melakukan : 1. Analisis data 2. Deteksi data Dubius Curious Suspicious 3. Feedback hasil analisis data Bagian Rekam Medis Rumah SakitTk. III baladhika Husada 2 7 3 4 5 Ketua Kelompok Staf medis Ketua Sub Komite Mutu Profesi Kepala Pelayanan Medis Ketua Komite Medik Sub Komite Mutu Profesi Sub Komite Etik Profesi Sub Komite Kredensial Tim Pencegahan Infeksi Tim Rekam Medis Panitia Farmasi dan Terapi Sidang Pleno 6 3

Keterangan : Bagian rekam medis melakukan kodefikasi sesuai ICD 10 Rumah Sakit Tingkat III Baladhika Husada, setelah direkap oleh sekretariat Komite Medik Rumah Sakit Tingkat III Baladhika Husada dilakukan analisis dan deteksi validitas data tersebut. Bila data tersebut dubious, akan dikembalikan untuk klarifikasi, bila ada laporan data ketidaklengkapan akan disampaikan kepada individu dokter melalui Ketua SMF/Kadep masing-masing. Bila ada coriousity dan atau suspicious akan ditindak lanjuti melalui tim-tim terkait di Komite Medik dan bila perlu dapat disampaikan dalam agenda Sidang Pleno Komite Medik yang diadakan setiap 1 bulan sekali pada hari Jumat minggu terakhir jam 08.00 Selesai jam. Berdasarkan hasil analisis data tersebut Ketua Komite Medik mendapat masukan untuk cross check, apabila diperlukan proses audit medis lebih lanjut sesuai Panduan Audit Medis Komite Medik melalui Tim Etik dan Mutu Profesi. 4

BAB II PETUNJUK PENGISIAN CLINICAL PATHWAY RUMAH SAKIT TINGKAT III BALADHIKA HUSADA NO PENJELASAN KETERANGAN 1 2 3 1 Lambang atau logo rumah sakit 2 Nama SMF atau departemen yang membuat 3 Nama rumah sakit Dapat dicantumkan juga kode rumah sakit 4 Nama judul/topic penyakit Dapat juga diagnosis kerja saat masuk Contoh : Observasi febris Observasi kejang, dsb Ditulis oleh SMF terkait 5 Tahun pembuatan Bila perlu dapat ditulis nomor dan revisi Diisi oleh SMF terkait 6 Nama pasien sesuai dengan yang ditulis pada rekam medis 7 Umur : ditulis dalam satuan tahun Untuk bayi dalam bulan dan untuk bayi baru lahir ditulis dalam hari 8 Berat : ditulis dalam satuan kilogram Untuk berat dibawah 10kg Ditulis dalam satuan gram 9 Tinggi badan ditulis dalam satuan centimeter Untuk bayi dan dan bayi baru lahir, adalah panjang badan dalam centimeter 10 Nomor rekam medis : ditulis sesuai dengan nomor rekam medis 11 Diagnosis awal : diagnosis kerja pada waktu Diisi oleh SMF terkait masuk dirawat 12 Kode ICD 10 : bila ada sesuai nomor kode Diisi oleh SMF terkait diagnosis awal 13 Rencana awal : ditulis hari rawat perkiraan Hari rawat rata-rata dapat diperoleh dari data morbiditas rumah sakit (RL2a dan 2b) ata kesepakatan consensus seluruh profesi di SMF Diisi oleh SMF terkait 14 Ruang rawat : ditulis nama ruangan tempat pasien di rawat Dapat ditulis nomor kamar 15 Ditulis tanggal dan jam pasien masuk dirawat inap 16 Ditulis tanggal dan jam pasien keluar dirawat inap (pulang) 17 Ditulis lama hari rawat dengan formula (tanggal keluar 1) tanggal masuk 18 Ditulis jenis kelas ruang perawatan 19 Hari sakit ditulis berdasarkan keluhan dan anamnesis 5

20 Diagnosis utama ditulis berdasarkan keluhan Diisi oleh dokter SMF terkait dan anamnesis 21 Diagnosis penyerta ditulis berdasarkan Diisi oleh dokter SMF terkait ICD 10 22 Diagnosis komplikasi ditulis berdasarkan ICD Diisi oleh dokter SMF terkait 10 23 Dilakukan pemeriksaan dokter atau tidak?bila Diisi oleh dokter SMF terkait ya, ditulis nama dokter atau kode dokter yang memeriksa 24 Dilakukan konsultasi atau tidak?bila ya, ditulis Diisi oleh dokter SMF terkait nama dokter atau kode dokter yang memeriksa 25 Ditulis seluruh pemeriksaan penunjang yang Diisi oleh dokter SMF terkait dilakukan terhadap pasien 26 Ditulis tindakan apa yang dilakukan terhadap Diisi oleh dokter SMF terkait pasien 27 Ditulis seluruh obat-obatan yang diberikan Diisi oleh dokter SMF terkait terhadap pasien 28 Ditulis seluruh nutrisi yang diberikan terhadap Diisi oleh dokter SMF terkait pasien 29 Ditulis seluruh kegiatan mobilisasi kepada pasien dan atau petugas rehabilitasi medis 30 Ditulis seluruh gejala klinis, obat, tindakan Diisi oleh dokter SMF terkait operasi, dan hasil pemeriksaan penunjang yang menjadi 6ndicator dalam monitoring (follow up) pasien 31 Ditulis seluruh kegiatan pendidikan, penyuluhan maupun rencana pulang Diisi oleh dokter SMF terkait dan perawat dinas 32 Ditulis seluruh deviasi dari rencana, diagnosis, assesmen klinis, pemeriksaan penunjang, tindakan, obat, nutrisi, mobilisasi dan pendidikan penyuluhan / rencana pemulangan Varians tersebut dianalisis dan dilakukan audit medis maupun audit manajerial. Dilakukan oleh dokter SMF terkait dan atau perawat dinas sesuai kapasitas kewenangannya 33 Ditulis seluruh diagnosis utama, penyerta dan komplikasi sesuai dengan code diagnosis ICD 10 Dilakukan oleh dokter SMF terkait dan atau perawat dinas sesuai kapasitas kewenangannya 34 Ditulis seluruh tindakan yang dilakukan terhadap pasien sesuai code tindakan ICD 9 CM Dilakukan oleh dokter SMF terkait dan atau perawat dinas sesuai kapasitas kewenangannya 35 Ditulis nama lengkap perawat 36 Ditulis nama lengkap dan atau kode dokter Diisi oleh dokter SMF terkait yang merawat 37 Ditulis nama petugas yang diberi kewenangan untuk melakukan verifikasi biaya Diisi oleh petugas yang diberi kewenangan untuk verifikasi 6

BAB III PENUTUP Demikian Panduan Clinical Pathway ini dibuat untuk dapat dipergunakan oleh Rumah Sakit Tingkat III Baladhika Husada, semoga Tuhan memberi petunjuk, bimbingan dan lindungannya dalam melaksanakan program ini. Jember, Januari 2015 Karumkit Tk. III Baladhika Husada, dr. A. Rusli Budi Ansyah, Sp.B, MARS Letnan Kolonel Ckm NRP 1920047940367 7

RUMAH SAKIT TINGKAT III BALADHIKA HUSADA TIM AKREDITASI JEMBER NOTA DINAS Nomor : B/ND/ / V / 2015 Kepada Yth. : Kepala Rumah Sakit Tk. III Baladhika Husada Dari : Ketua TMKPRS Perihal : Permohonan pemberlakuan Panduan Clinical Pathway di Rumkit Tk. III Baladhika Husada Tahun 2015 Dasar 1. Program Kerja Rumah Sakit Tk. III Baladhika Husada TA 2015 tentang Akreditasi Rumah Sakit 2. Sehubungan dengan dasar tersebut di atas, bersama ini kami sampaikan permohonan pemberlakuan Panduan Clinical Pathway di Rumkit Tk. III Baladhika Husada Tahun 2015. 3. Kiranya Panduan ini dapat disetujui oleh Karumkit Tk. III Baladhika Husada Demikian mohon dimaklumi. Harmat kami Ketua TMKPRS Tembusan : Kaur Tuud Rumkit Tk. III Baladhika Husada dr. Crystalia III/c 197910262008122002 8