Chapter 12. Ocvita Ardhiani Komunikasi Multimedia

dokumen-dokumen yang mirip
MEDIA PLANNING & MEDIA BUYING

BAB II TINJAUAN UMUM TENTANG INFORMASI ELEKTRONIK, TEKNOLOGI ELEKTRONIK, TRANSAKSI ELEKTRONIK, KEBENCIAN, DAN MEDIA SOSIAL

BAB II LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN. Media tradisional seolah-olah mendapatkan pesaing baru dalam

BAB I PENDAHULUAN. menawarkan produk atau jasa yang perusahaan miliki dengan tujuan untuk

- 1 - GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 18 TAHUN 2016 TENTANG

BAB V SIMPULAN DAN REKOMENDASI

Menulis pada Media Internet. Andi Dwi Riyanto

INTERNET DASAR DEFINISI INTERNET

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

website, social media, dan jejaring sosial

BAB II LANDASAN TEORI

Balikpapan, 19 Agustus

Internet Sehat dan Aman (INSAN)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

MENGAPA MEDIA SOSIAL. Selamat Datang di Era Generasi Y

SEKOLAH SEBAGAI FILTER KOMUNIKASI BUDAYA

TUGAS TIK MEDIA SOSIAL LEARNING. Makalah ini Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Teknologi Informatika dan Komunnikasi

EFEKTIVITAS STRATEGI PEMASARAN ONLINE BAGI MUSEUM KRATON KASUNANAN SURAKARTA

BAB I PENDAHULUAN. Dalam perkembangan bisnis dewasa ini membuat persaingan bisnis menjadi

Perspektif Etik dalam Komunikasi Persuasif

Bab 2 Etika, Privasi

BAB 1 PENDAHULUAN. itu setiap kebijakan yang diambil harus didasarkan pada hukum. Hukum

SIMULASI DIGITAL KELAS X

BAB II LANDASAN TEORI

CERDAS ber-media SOSIAL SERI DIGITAL LITERASI RELAWANTIK INDONESIA

PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL BAGI PESERTA DIDIK KELAS X DI SMAN 4 PALANGKA RAYA. Oleh : Drs.M.Fatchurahman, M.Pd, M.Psi* dan Dean Barizka, S.

U N I V E R S I T A S G U N A D A R M A

Menurut Lani Sidharta, internet adalah suatu interkoneksi sebuah jaringan komputer yang dapat memberikan layanan informasi secara lengkap.

BAB I PENDAHULUAN. Teknologi informasi dan komunikasi (TIK) saat ini sudah menjadi elemen

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. besar dan seakan akan dunia adalah sebuah kampung kecil yang telah

Pelatihan Blog Karyawan. Pemanfaatan Blog sebagai Media Publikasi. Oleh: Wempi Naviera

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Pada era globalisasi sekarang ini perkembangan teknologi berdampak

Makalah Kejahatan E-Commerce "Kasus Penipuan Online" Nama : Indra Gunawan BAB I PENDAHULUAN

negeri namun tetap menuntut kinerja politisi yang bersih.

PERATURAN MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA NOMOR: /PER/M/KOMINFO/2/ TAHUN 2010 TENTANG KONTEN MULTIMEDIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PENGEMBANGAN APLIKASI SITUS JEJARING SOSIAL PIDBACK! BERBASIS BAHASA INDONESIA MENGGUNAKAN BAHASA PEMROGRAMAN PHP DAN MYSQL

BAB III METODE PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. besar. Bisnis pengolahan makanan sangat potensial mengingat kebutuhan

PUSAT TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN (PUSTEKKOM KEMENDIKBUD)

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Broadband di Forum Kaskus.co.id mengenai social media serta pengaruhnya

PENGEMBANGAN APLIKASI SITUS JEJARING SOSIAL PIDBACK! BERBASIS BAHASA INDONESIA MENGGUNAKAN BAHASA PEMROGRAMAN PHP DAN MYSQL

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

Keamanan Sistem Informasi

Cyber Ethics. Ade Sarah H., M.Kom

SINERGI KAWAL INFORMASI UNTUK MENANGKAL BERITA HOAX

BAB I PENDAHULUAN. publiknya. Hal ini juga berlaku untuk universitas. Disinilah organisasi

BAB VIII KESIMPULAN DAN REKOMENDASI. 8.1 Kesimpulan. Surabaya, kegiatan prostitusi di lokalisasi prostitusi Dolly merupakan kegiatan

BAB I PENDAHULUAN. dasarnya memiliki kontribusi dalam menciptakan keberagaman media.

EFEKTIFITAS UNDANG-UNDANG NOMOR 11 TAHUN 2008 TENTANG INFORMASI DAN TRANSAKSI ELEKTRONIK TERHADAP MARAKNYA PELANGGARAN HUKUM PIDANA PADA MEDIA SOSIAL

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Perkembangan dan kemajuan teknologi informasi

Materi Sim Dig KD 3.2. Menerapkan Komunikasi Daring (3. Kewargaan Digital (Digital Citizenship)

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Di era globalisasi ini, ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK)

BAB I PENDAHULUAN. Gambar 1.1 Piramida Hirarki Kebutuhan Maslow. Aktualisasi Diri. Penghargaan. Kasih Sayang. Rasa Aman. Kebutuhan Fisiologis

di Era Digital Mendidik Anak

BAB I PENDAHULUAN. Internet menjadi salah satu teknologi informasi yang fenomenal belakangan

PENGARUH LAYANAN INFORMASI TENTANG MEDIA SOSIAL TERHADAP PEMAHAMAN ETIKA BERKOMUNIKASI DIMEDIA SOSIAL PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 23 SURAKARTA

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

Teknologi sudah bukan merupakan hal yang tabu atau hanya orang tertentu saja yang

The IFP Legacy Website merupakan sarana untuk membangun komunitas global berbasis online bagi Alumni IFP.

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Pelatihan Blog Dosen. Pemanfaatan Blog sebagai Media Pembelajaran. Oleh: Wempi Naviera

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah

Dewasa ini penggunaan Internet secara signifikan

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan teknologi dari konvensional ke digital membuat. pekerjaan manusia menjadi lebih mudah dan cepat.

MATERI MUATAN REGULASI INFORMASI DAN TRANSAKSI ELEKTRONIK

ON THE SPOTLIGHT SOSIAL MEDIA INDONESIA HIGHLIGHT : ETIKA BERMEDSOS TIC TALK : TANTANGAN DI MEDSOS SHARING CORNER : YUK, MENGENAL UU ITE

Kebijakan Privasi. Kebijakan Privasi Taralite. Informasi yang Kami Kumpulkan dari Anda

MODUL PERKULIAHAN. Media Baru ATau Media Lama. Fakultas Program Studi Tatap Muka Kode MK Disusun Oleh

BAB I PENDAHULUAN. besar yang sudah terfasilitasi oleh provider jaringan-jaringan internet.

I. PENDAHULUAN. Proses tersebut dapat ditemukan dalam lingkungan yang paling kecil,

BAB I PENDAHULUAN. juga sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari dunia bisnis, industri,

15 Februari apa isi rpm konten

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Penelitian. Dari tahun ke tahun penggunaan internet semakin penting dan menjadi

Ancaman UU ITE terhadap Pengguna Media Sosial

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Website Canggih dan Praktis dengan Blogspot

BAB I PENDAHULUAN. berbasis internet yang membangun di atas dasar ideologi dan teknologi Web

LAMPIRAN. Pertanyaan pada bagian I merupakan pernyataan yang berhubungan dengan identitas

Pemanfaatan Web/Blog Pembelajaran

PEMERINTAH KABUPATEN GROBOGAN DESA JATILOR KECAMATAN GODONG PERATURAN KEPALA DESA JATILOR NOMOR 6 TAHUN 2012 TENTANG

Perbedaan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual dengan Undang Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

PENGGUNAAN GAMBAR MEME TERHADAP KEPUASAN KHALAYAK

BAB I PENDAHULUAN. Gambar 1.1. Grafik Pengguna Internet di Indonesia. Sumber:

BAB 1 PENDAHULUAN. Dijelaskan oleh Enda Nasution pengertian dari kata media pada social media

Syarat dan Ketentuan Layanan Loketraja.com. (Terms and Conditions)

BAB II LANDASAN TEORI

JURUSAN ILMU KOMUNIKASI FDK UIN SUSKA RIAU

MAKALAH UU ITE DI REPUBLIK INDONESIA

1. Para Penyedia Layanan Aplikasi Dan/Atau Konten Melalui Internet (Over

BAB I PENDAHULUAN. jaringan digital, jangkauan global, interaktivitas, may to many communications,

FENOMENA KEINGINAN MENAMPILKAN DIRI PADA MAHASISWA MELALUI LAYANAN SITUS JEJARING SOSIAL FACEBOOK SKRIPSI

Transkripsi:

Chapter 12 Ocvita Ardhiani Komunikasi Multimedia

Pengertian Media Sosial Medsos bisa dikatakan sebagai sebuah media online, di mana para penggunanya (user) melalui aplikasi berbasis internet dapat berbagi, berpartisipasi, dan menciptakan konten berupa blog, wiki, forum, jejaring sosial, dan ruang dunia virtual yang disokong oleh teknologi multimedia yang kian canggih.

Klasifikasi Medsos (Media Sosial) Dalam artikelnya berjudul User of the World, Unite! The Challenges and Opportunities of Social Media, di Majalah Business Horizons (2010) halaman 69-68, Andreas M Kaplan dan Michael Haenlein membuat klasifikasi untuk berbagai jenis medsos yang ada berdasarkan ciri-ciri penggunaannya. Menurut mereka, pada dasarnya medsos dapat dibagi menjadi enam jenis, yaitu:

Pertama, proyek kolaborasi website, di mana user-nya diizinkan untuk dapat mengubah, menambah, atau pun membuang konten-konten yang termuat di website tersebut, seperti Wikipedia. Kedua, blog dan microblog, di mana user mendapat kebebasan dalam mengungkapkan suatu hal di blog itu, seperti perasaan, pengalaman, pernyataan, sampai kritikan terhadap suatu hal, seperti Twitter. Ketiga, konten atau isi, di mana para user di website ini saling membagikan konten-konten multimedia, seperti e-book, video, foto, gambar, dan lain-lain seperti Youtube. Keempat, situs jejaring sosial, di mana user memperoleh izin untuk terkoneksi dengan cara membuat informasi yang bersifat pribadi, kelompok atau sosial sehingga dapat terhubung atau diakses oleh orang lain, seperti misalnya Facebook.

Kelima, virtual game world, di mana pengguna melalui aplikasi 3D dapat muncul dalam wujud avatar-avatar sesuai keinginan dan kemudian berinteraksi dengan orang lain yang mengambil wujud avatar juga layaknya di dunia nyata, seperti online game. Keenam, virtual social world, merupakan aplikasi berwujud dunia virtual yang memberi kesempatan pada penggunanya berada dan hidup di dunia virtual untuk berinteraksi dengan yang lain. Virtual social world ini tidak jauh berbeda dengan virtual game world, namun lebih bebas terkait dengan berbagai aspek kehidupan, seperti Second Life.

Ciri-ciri Medsos (Media Sosial) 1. Konten yang disampaikan dibagikan kepada banyak orang dan tidak terbatas pada satu orang tertentu; 2. Isi pesan muncul tanpa melalui suatu gatekeeper dan tidak ada gerbang penghambat; 3. Isi disampaikan secara online dan langsung; 4. Konten dapat diterima secara online dalam waktu lebih cepat dan bisa juga tertunda penerimaannya tergantung pada waktu interaksi yang ditentukan sendiri oleh pengguna; 5. Medsos menjadikan penggunanya sebagai kreator dan aktor yang memungkinkan dirinya untuk beraktualisasi diri 6. Dalam konten medsos terdapat sejumlah aspek fungsional seperti identitas, percakapan (interaksi), berbagi (sharing), kehadiran (eksis), hubungan (relasi), reputasi (status) dan kelompok (group).

Peran, Manfaat & fungsi Medsos Berikut ini sikap yang harus kita kembangkan terkait dengan peran, manfaat dan fungsi medsos: 1) Sarana belajar, mendengarkan, dan menyampaikan. 2) Sarana dokumentasi, administrasi dan integrasi. 3) Sarana perencanaan, strategi dan manajemen. 4) Sarana kontrol, evaluasi dan pengukuran

Etika Bermedia Sosial Penggunaan medsos kini tidak hanya pada waktu luang (leisure time) saja, namun juga pada jam-jam penting atau pokok karena dimanfaatkan sebagai sarana untuk bekerja. Oleh karena itu, kearifan dalam pemakaian medsos harus diperhatikan karena dampaknya sulit diprediksi, apalagi kalau kontennya melanggar kepatutan, etika, nilai-nilai dalam masyarakat, budaya dan norma hukum. Kasus: Florence Sihombing (dinilai telah melanggar Pasal 27 ayat (3) Undang- Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) yang mengatur soal penghinaan/pencemaran nama baik

Etika Bermedia Sosial Ada tiga aspek yang harus diperhatikan dalam penggunaan akun-akun medsos: Pertama, memakai dengan bijaksana agar tidak merugikan pihak lain. Untuk menjadi bijaksana, paling tidak kita harus memahami etiket atau nilai-nilai yang baik dan benar dalam menggunaan medsos. Kedua, memakai dengan hati-hati agar tidak menjadi korban atau dirugikan oleh pihak lain yang menyalahgunakan medsos. Unsur kehati-hatian itu bisa diawali dengan melakukan proteksi berlapis-lapis demi keamanan akun, agar tidak bisa dibajak oleh pelaku kejahatan. Ketiga, pengguna medsos harus selalu melakukan crosscheck dan recheck terhadap informasi yang janggal dan tidak wajar, paling tidak jika sudah UUD atau ujung-ujungnya duit.

Etika Bermedia Sosial Dari aspek wujudnya di masyarakat, etika dapat dipilah menjadi dua jenis, yakni: Etika Tertulis Tidak Tertulis Berdasar Kesepakatan Legal Formal Kumpulan etiket, sopan-santun, nilai-nilai, norma dan kaidah yang lahir dari proses interaksi antarsesama, yang harus dihormati dan dipatuhi bersamasama.

Etika Bermedia Sosial Pedoman untuk menggunakan Medsos yang baik: 1. Memberikan informasi pribadi dan keluarga secara bijak atau tidak mengumbar informasi yang mengandung privasi. 2. Berkomunikasi secara santun dan tidak mengumbar kata-kata kasar. 3. Dilarang atau jangan menyebarkan konten yang bersifat pornografi dan dapat mengganggu suku, agama, ras dan antargolongan (SARA), baik itu berupa tulisan, foto, gambar, ilustrasi, suara maupun video. 4. Mengecek kebenaran konten dan informasi suatu berita atau kejadian sebelum menyebarkannya kembali melalui medsos.

Etika Bermedia Sosial 5. Terkait dengan hak pemilikan intelektual orang lain, sebaiknya hasil karya mereka dihargai dengan menyebutkan sumbernya. 6. Sebaiknya mengomentari sesuatu hal, topik, dan masalah dengan memahami dulu isinya secara komprehensif dan tidak sepotongpotong. 7. Beropini dan mengeluarkan pendapat dengan berpijak pada fakta sebenarnya dan data yang sahih. Think before you write. 8. Jangan menuduh, menyerang, beropini negatif dan memberikan informasi tidak benar melalui medsos. 9. Jangan menggunakan medsos saat hati dalam kondisi emosi, pikiran jenuh dan kondisi kejiwaan yang labil.

Etika Bermedia Sosial 10. Jangan terpengaruh, sekadar ikut-ikutan, demi Solidaritas buta saat berkomentar atau beropini di Medsos. 11. Kita secara pribadi, dalam diri masing-masing atau secara personal harus bisa menyaring (filter) dan membatasi konten dalam medsos. 12. Jangan menggunakan nama samaran, nama orang lain atau membuat akun samaran dengan tujuan apa pun. 13. Pergunakan medsos untuk hal-hal positif, baik dari segi konten maupun cara menyampaikannya.

YOU MUST KNOW