BAB III METODE PENELITIAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Desain penelitian adalah cara mengadakan penelitian dengan menunjukkan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN Lokasi dan Subjek Populasi/Sampel Penelitian Lokasi Penelitian

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Setelah merumuskan hipotesis yang diturunkan secara deduktif dari landasan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode merupakan cara yang digunakan untuk menemukan jawaban dari

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Metode Penelitian merupakan tata cara bagaimana suatu penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. memecahkan suatu masalah yang diselidiki. Berdasarkan metode pendekatan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Tata cara tersebut dikenal sebagai metode penelitian. Metode

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian adalah kegiatan sistematis terencana yang dilakukan

BAB III METODE PENELITIAN. Agroindustri FPTK UPI, dengan subjek penelitian Mahasiswa bidang peminatan

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian dengan judul Kontribusi Penguasaan Materi Mata Diklat Gambar

BAB III METODE PENELITIAN. Restoran Jurusan Tata Boga SMK Negeri 3 Cimahi, Jl. Sukarasa No. 136 Cimahi.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Memecahkan suatu masalah dalam suatu penelitian diperlukan suatu metode

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode Penelitian dapat dibedakan berdasarkan tujuan, pendekatan, bidang ilmu

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. merupakan penelitian yang tidak perlu merumuskan hipotesis. Data yang telah

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode Penelitian merupakan suatu cara dalam melaksanakan suatu

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Untuk menjawab rumusan masalah dan menguji hipotesis, diperlukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode Penelitian dapat dibedakan berdasarkan tujuan, pendekatan,

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian merupakan prosedur dan langkah kerja yang digunakan

BAB III METODE PENELITIAN. Sumber data penelitian didapat dari siswa SMKN 6 Bandung, oleh karena

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian merupakan satu cara atau langkah dalam mengumpulkan,

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. rinci (Nana Syaodih, 2007:287). Penelitian ini menggunakan pendekatan

BAB III METODE PENELITIAN. di wilayah Kecamatan Sumur Bandung Kota Bandung. Adapun lokasi seluruh

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian merupakan prosedur dan langkah kerja yang digunakan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Deskriptif Kuantitatif, dengan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. atau menggambarkan permasalahan yang akan dibahas. Metode penelitian juga

PERSEPSI SISWA TERHADAP PENGELOLAAN KELAS DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS IV-VI DI SDN 03 JATIPURWO TAHUN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. ular naga dalam menghafal dan mengerti arti kosakata bahasa Jepang. Untuk

INDIKATOR DAN INSTRUMEN PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. mendeskripsikan fenomena-fenomena yang ada, baik fenomena alamiah maupun

BAB III PROSEDUR PENELITIAN. Menurut Arikunto (2006:151) metode penelitian adalah cara yang

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif, dimana

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Menguji suatu data yang telah dirumuskan dalam suatu penelitian

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Suatu penelitian akan mendapatkan hasil yang memuaskan apabila didukung

BAB III METODE PENELITIAN. Noenoeng Tisna Saputra Kahuripan Tawang Kota Tasikmalaya

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian diperlukan untuk mencapai tujuan penelitian. Metode

DAFTAR ISI. ABSTRAK... i KATA PENGANTAR... ii UCAPAN TERIMA KASIH... iv DAFTAR ISI... v DAFTAR TABEL... viii DAFTAR BAGAN... x

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Hipotesis yang telah dirumuskan perlu diuji kebenarannya, untuk

BAB III METODE PENELITIAN. Pendidikan Teknik Arsitektur yang beralamatkan di Jln. Setiabudhi No. 207 Bandung.

BAB III PROSEDUR PENELITIAN. Keberadaan metode penelitian sangat penting artinya dalam suatu

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Dalam melaksanakan suatu penelitian, seorang peneliti harus menentukan

3 BAB III METODE PENELITIAN. 3.1 Lokasi Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. DEFINISI OPERASIONAL VARIABEL PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Suatu pendekatan metode penelitian digunakan untuk memecahkan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. ini, maka perlu dijelaskan beberapa istilah sehingga terdapat kesamaan

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam setiap penelitian, metode merupakan cara utama untuk mencapai

BAB III METODOLOGI DAN PROSEDUR PENELITIAN. Untuk meneliti suatu masalah, seorang peneliti harus menggunakan metode tertentu,

BAB III METODE PENELITIAN. Pada penelitian ini digunakan adalah data kuantitatif, yaitu pendekatan yang

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan

BAB III PROSEDUR PENELITIAN. khusus yang di sebut dengan metode dan bentuk penelitian.

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. 1. Di Lingkungan Komplek Putraco terdapat 1 TK dan 1 Pos Paud, yang. keduanya kurang dimanfaatkan oleh masyarakat setempat

BAB III METODE DAN PROSEDUR PENELITIAN. serta alat-alat tertentu. Cara utama itu dipergunakan

INDIKATOR dan INSTRUMEN PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Pendekatan penelitian merupakan salah satu aspek penting dalam suatu

BAB III METODE PENELITIAN. yang banyak menggunakan angka-angka, mulai dari pengumpulan data, penafsiran terhadap data serta penampilan dari hasilnya.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. permasalahan yang terjadi di kantor tersebut. Waktu penelitian dimulai dari akhir

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Menurut The Liong Gie dalam Sumaatmadja (1988:75), Metode yaitu

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di SMKN 2 Garut yang berlokasi di Jl. Suherman

Transkripsi:

BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian 1. Lokasi Penelitian Penelitian yang kami lakukan ini berlokasi di SMK Negeri 6 Kuningan, yang beralamat di Jl. Raya Sindang Kempeng, Kecamatan Pancalang, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat, Kode Pos 45554. Gambar 3.1 SMK Negeri 6 Kuningan (Sumber: Dokumen Pribadi) 2. Subjek Penelitian a. Populasi Suharsimi Arikunto (2003: 130) mengungkapkan bahwa Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian. Apabila seseorang ingin meneliti semua elemen yang ada dalam wilayah penelitian, maka penelitiannya merupakan penelitian populasi Sementara Sudjana (2010: 6) Mengungkapkan 30

31 Populasi adalah totalitas semua nilai yang mungkin, hasil menghitung ataupun pengukuran, kuantitatif maupun kualitatif mengenai karakteristik tertentu dari semua anggota kumpulan yang lengkap dan jelas yang ingin dipelajari sifat-sifatnya. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI, jurusan teknik kendaraan ringan, SMK Negeri 6 Kuningan, dengan rincian sebagai berikut: b. Sampel Tabel 3.1 Perincian Jumlah Populasi KELAS XI TKR 1 XI TKR 2 XI TKR 3 Total JUMLAH 35 orang 35 orang 35 orang 105 orang (Sumber: Tata Usaha SMK Negeri 6 Kuningan) Sudjana (2010: 6) mengungkapkan bahwa Sampel sebagai sebagian yang diambil dari populasi. Jadi jelas bahwa sampel adalah sebagian dari jumlah keseluruhan populasi yang ada. Mengenai jumlah sampel, S. Nasution (2011: 101) menjelaskan bahwa Tidak ada aturan yang tegas tentang jumlah sampel yang dipersyaratkan untuk suatu penelitian dari populasi yang tersedia, juga tidak ada batasan yang jelas apa dimaksud dengan sampel yang besar dan yang kecil. Sementara pendapat lain tentang sampel diungkapkan oleh S. Nasution (2011: 101-102) yang menyatakan Mengenai jumlah sampel yang sesuai sering disebut aturan sepersepuluh, jadi 10 persen dari jumlah populasi. Jika populasi 1000 orang, maka sampel 100 orang dianggap cukup memadai. Aturan ini tak selalu dapat dipegang teguh. Jika populasi terlampau besar, misalnya meliputi seluruh penduduk Indonesia, maka sampelnya akan jauh lebih kecil dari 10 persen. Dianggap bahwa dengan sampel 1000 orang, kita dapat mengambil kesimpulan yang sama efisiennya dengan sampel yang lebih besar misalnya ratusan ribu atau jutaan.

32 Sementara Suharsimi Arikunto (2006: 107) mengungkapkan pendapatnya tetang populasi bahwa Untuk ancer-ancer maka apabila subjeknya kurang dari 100, lebih baik diambil semua sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi. Selanjutnya jika jumlah subjek populasi besar atau lebih dari 100 orang maka diambil antara 10-15% atau 20-25%. Cara pengambilan sampel menurut Nomogram Harry King adalah dengan menarik garis jumlah populasi ke % tingkat kesalahan, sehingga akan didapat jumlah % populasi yang harus diambil kemudian dikalikan dengan faktor pengali. Gambar 3.2 Nomogram Harry King (Sumber: Sugoyono 2013: 129) Berdasarkan penjelasan mengenai sampel terutama berkaitan dengan jumlah sampel yang akan diambil, maka penyusun menentukan teknik sampel acak karena baik untuk populasi homogen. Jumlah sampel dalam

33 penelitian ini menggunakan metode Nomogram Harry King, Jumlah populasi 105 orang, tingkat kesalahan 5% (tingkat kebenaran 95%), dan faktor pengali untuk tingkat kebenaran 95% adalah 1,195, prosentase populasi yang diambil adalah 72%, maka sampel yang diambil dapat dicari melalui perhitungan berikut: S = Sampel = N% X P X MF N% = Prosentase populasi yang diambil = 72% P = Jumlah populasi = 105 orang MF = Multiplied factor/faktor pengali = 1,195 S = 72% X 105 X 1,195 = 0,72 X 105 X 1,195 = 75,6 X 1,195 = 90.35 dan dibulatkan menjadi 91 orang Jumlah populasi yang 91 orang kemudian dibagi tiga kelas, sehingga akan ada dua kelas yang masing-masing diambil sampel 30 orang dan satu kelas yang diambil sampelnya 31 orang. B. Desain Penelitian Suharsimi Arikunto (2006: 79) mengungkapkan bahwa Desain penelitian adalah cara mengadakan penelitian dengan menunjukkan jenis dan tipe penelitian yang diambil. Desain penelitian adalah alur pikiran mengenai objek penelitian dalam sebuah proses penelitian. Desain penelitian dibuat untuk memperjelas langkah atau alur penelitian dengan menggunakan kerangka penelitian sebagai tahapan kegiatan penelitian secara keseluruhan. Untuk memperjelas gambaran variabel penelitian maka disusun secara skematis dalam bentuk desain penelitian, sebagai berikut:

34 Siswa SMK Negeri 6 Kuningan Kelas XI yang Telah Belajar Pemeliharaan Baterai Persepsi Siswa Tentang Kinerja Guru Kompetensi Profesional Pada Pelajaran Pemeliharaan Baterai Aspek yang diungkap adalah kinerja guru kompetensi profesional Hasil Penelitian Pembahasan Keterangan Kesimpulan dan Saran = Arah Penelitian = Proses Penelitian = Lingkup penelitian C. Metode Penelitian Gambar 3.3 Desain penelitian (Sumber: Dokumen Pribadi) Koentjaraningrat (1997: 7) mengungkapkan pendapat tentang pengertian metode penelitian bahwa Metode (Yunani: methodos) adalah cara atau jalan. Sehubungan dengan upaya ilmiah, maka metode menyangkut masalah cara kerja, yaitu cara kerja untuk dapat memahami objek yang menjadi sasaran ilmu yang bersangkutan. Pendapat lain tentang metode penelitian diungkapkan oleh Winarno Surakhmad (1985: 131) yang menyatakan bahwa Metode merupakan cara utama untuk mencapai suatu tujuan misalnya untuk menguji serangkaian hipotesis dengan menggunakan teknik serta alat-alat tertentu. Cara utama ini dipergunakan setelah penyelidik memperhitungkan kewajarannya ditinjau dari tujuan penyelidikkan serta dari situasi penyelidikan.

35 Metode penelitian merupakan suatu cara atau langkah-langkah yang harus ditempuh dalam kegiatan penelitian agar pengetahuan yang akan dicapai dari suatu penelitian dapat memenuhi harga ilmiah. Penelitian ini bertujuan mendapatkan gambaran secara sistematis dan akurat mengenai fakta sifat sifat dan hubungan antar fenomena yang diamati yang sedang berlangsung saat ini. Winarno Surakhmad (2008: 56) mengungkapkan untuk membedakan metode deskriptif dengan metode lainnya, ada sifat-sifat tertentu yang dipandang sebagai ciri dari metode deskriptif ini, yaitu : 1. Memusatkan diri pada pemecahan masalah-masalah yang ada pada masa sekarang, pada masalah-masalah aktual. 2. Data yang dikumpulkan mula-mula disusun, dijelaskan dan kemudian dianalisa (karena itu metode ini sering pula disebut metode yang bercirikan deskriptif analitis). Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, metode ini digunakan karena sejalan dengan maksud penelitian yaitu untuk memecahkan dan mengungkapkan permasalahan yang ada pada saat melakukan penelitian mengenai persepsi siswa tentang kinerja guru kompetensi profesional pada pelajaran pemeliharaan baterai di SMK Negeri 6 Kuningan. Supaya pengumpulan data untuk penelitian berjalan efektif, maka penyusun bertindak sebagai observer utama dalam penelitian. Penyusun bertindak sebagai instrumen penelitian, maka penyusun akan langsung terjun ke lapangan untuk mengadakan observasi berupa menyebar angket langsung ke responden yang merupakan subjek penelitian. Penyusun berusaha memperoleh gambaran secara sistematis tentang Persepsi Siswa terhadap Kinerja Guru Kompetensi Profesional pada Pelajaran. D. Alur Penelitian

36 Alur penelitian dibuat untuk menggambarkan proses penelitian yang akan dilakukan, dalam penelitian ini dapat digambarkan sebagai berikut: Start Observasi Awal (PPL) Mengidentifikasi Masalah Menentukan Variabel Menentukan Subjek Penlitian Judul Penelitian Menyusun Instrumen Pelaksanaan Penelitian (Pengumpulan Data) Analisis Hasil Penelitian (Pengolahan Data) Hasil Penelitian Kesimpulan dan Saran Finish Gambar 3.4 Alur Penelitian (Sumber: Dokumen Pribadi) E. Instrumen Penelitian Dalam pengumpulan data digunakanlah metode angket atau kuesioner. Menurut Suharsimi Arikunto (2010: 194) mengungkapkan

37 Angket adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya, atau hal-hal yang ai ketahui. Kuesioner dipakai untuk menyebut metode maupun instrumen. Jadi dalam menggunakan metode angket atau kuesioner instrumen yang dipakai adalah angket atau kuesioner. Instrumen yang penyusun gunakan adalah angket tertutup dengan lima tingkat penilaian, karena jawaban dari angket tersebut sudah disediakan, sehingga responden tinggal memilih. Angket yang penyusun gunakan termasuk angket tidak langsung, karena responden menjawab tentang orang lain, yaitu siswa menjawab pertanyaan tentang kinerja guru. Bentuk angket yang penyusun gunakan adalah Rating-scale (skala bertingkat) yaitu sebuah pernyataan diikuti oleh kolom-kolom yang menunjukan tingkatan-tingkatan. Dalam hal ini tingkatan tentang kinerja guru mulai dari sangat baik, baik, cukup, kurang hingga sangat kurang. Melalui angket diharapkan diperoleh data utama yang berhubungan dengan masalah penelitian yang ditujukan pada kinerja guru kompetensi profesional pada pelajaran pemeliharaan baterai di SMK Negeri 6 Kuningan. Angket yang dipilih dalam penelitian ini adalah angket tertutup dan menggunakan skala Likert. Pembobotan skala Likert ini terdiri dari lima tingkatan penilaian, dari sangat setuju sampai dengan sangat tidak setuju, seperti terlihat pada tabel di bawah ini: Tabel 3.2 Instrumen Penelitian ARAH BOBOT PENILAIAN PERTANYAAN Sangat Baik Cukup Kurang Sangat Baik Kurang Positif 5 4 3 2 1 Negatif 1 2 3 4 5 (Sumber: Dokumen Pribadi) S Nasution (1987: 89) mengungkapkan pertimbangan dari penggunaan angket model skala Likert adalah sebagai berikut:

38 1. Skala Likert mempunyai reabilitas tinggi dalam meninstrukturkan manusia berdasarkan intensitas tertentu. 2. Skala Likert sangat luwes dan fleksibel, lebih fleksibel dari pada teknik pengukuran lainnya. Suharsimi Arikunto (2010: 195) mengungkapkan keuntungan penggunaan instrumen angket adalah: 1. Tidak memerlukan hadirnya peneliti. 2. Dapat dibagikan secara serentak kepada banyak responden. 3. Dapat dijawab oleh responden menurut kecepatannya masing-masing, dan menurut waktu senggang responden. 4. Dapa dibuat anonim sehingga responden bebas, jujur dan tidak malu-malu menjawab. 5. Dapat dibuat terstandar sehingga bagi semua responden dapat diberi pertanyaan yang benar-benar sama. Sedangkan kelemahan kuesioner adalah sebagai berikut: 1. Responden sering tidak teliti dalam menjawab sehingga ada pertanyaan yang terlewati tidak dijawab, padahal sukar diulang untuk memberikan kembali kepadanya. 2. Sering sukar dicari validitasnya. 3. Walaupun dibuat anonim, kadang-kadang responden dengan sengaja memberikan jawaban yang tidak betul atau tidak jujur. 4. Sering tidak kembali, terutama jika dikirim lewat pos. Menurut penelitian, angket yang dikirim lewat pos angka pengembaliannya sangat rendah, hanya sekitar 20% (Anderson). 5. Waktu pengembaliannya tidak bersama-sama, bahkan kadang-kadang ada yang terlalu lama sehingga terlambat. Sementara Sugiyono (2012: 201) mengungkapkan keuntungan penggunaan instrumen angket adalah: Pertanyaan tertutup akan membantu responden untuk menjawab dengan cepat, dan juga memudahkan peneliti dalam melakukan analisis data terhadap seluruh angket yang telah terkumpul. Pertanyaan/ pernyataan dalam angket perlu dibuat kalimat positif dan negatif agar responden dalam memberikan jawaban setiap pertanyaan lebih serius, dan tidak mekanistis. Untuk mengatasi kelemahan-kelemahan angket atau kuesioner terutana no 2 dan 3, maka peneliti perlu menyilang jawaban responden dengan data yang diperoleh melalui metode lain. Istilahnya, peneliti mengatakan cross-check. Adapun kisi-kisi dari instrumen penelitian yang akan digunakan dalam penelitian

39 ini dapat dilihat dari tabel tentang kisi-kisi instrumen penelitian yang terdapat pada lampiran. F. Judgement Dalam penelitian, data mempunyai kedudukan yang paling tinggi, karena data merupakan penggambaran variabel yang diteliti. Sebelum instrumen penelitian digunakan perlu dilakukan uji validitas atau judgement oleh para ahli. Validitas instrumen adalah ketepatan dari suatu instrumen atau alat pengukur terhadap konsep yang akan diukur, sehingga suatu instrumen akan dikatakan memiliki taraf validitas yang baik jika betul-betul mengukur apa yang hendak diukur. Wahid Munawar (1995: 59) mengungkapkan Karena instrumen dikembangkan berdasarkan indikator yang diperoleh dari penelaahan teori, maka validitas isi merupakan persyaratan utama. Prosedur yang harus ditempuh untuk mendapatkan instrumen yang yang baik adalah: 1. Perencanaan meliputi perumusan tujuan, menentukan variabel. 2. Penulisan item-item (butir soal). 3. Penyuntingan yaitu melengkapi instrumen dengan kunci jawaban. Uji validitas isi dalam hal ini berupa angket yang akan dipergunakan, sehingga yang angket dibuat dapat dikatakan baik, penyusun menguji angket yang akan digunakan melalui judgement oleh penilai atau judger. Judgement dilakukan dengan cara menyampaikan kuesioner kepada penilai atau judger, pada penelitian ini penyusun memilih Dr. Wowo Sunaryo Kuswana, M.Pd. sebagai penilai atau judger. G. Teknik Pengumpulan Data

40 Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik angket/ kuesioner. Teknik ini digunakan untuk memperoleh data tentang persepsi siswa terhadap kinerja guru kompetensi profesional pada pelajaran pemeliharaan baterai di SMK Negeri 6 Kuningan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan jenis angket tertutup, artinya jawaban sudah disediakan oleh peneliti sehingga responden hanya menjawab atau memilih pilihan jawaban yang sesuai pendapatnya dengan tujuan untuk memudahkan dalam proses pengolahan datanya. Penggunaan teknik ini dimaksudkan untuk memperoleh data dengan cara melakukan komunikasi tidak langsung. Winarno Surakhmad (1985: 162) mengungkapkan "Teknik komunikasi tidak langsung yaitu dimana penyelidik mengumpulkan data melalui perantara alat, baik alat yang sudah tersedia maupun alat yang dibuat khusus untuk keperluan itu". Berdasarkan penjelasan di atas, maka dalam mengumpulkan data pada penelitian ini digunakan sebuah perantara alat, yaitu angket atau kuesioner tertutup. Angket adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk mendapatkan informasi dari responden dalam hal ini adalah siswa kelas XI TKR SMK Negeri 6 Kuningan. Angket digunakan guna mendapatkan variabel persepsi siswa terhadap kinerja guru kompetensi profesional pada pelajaran pemeliharaan baterai di SMK Negeri 6 Kuningan. Pengambilan data penelitian dilakukan dengan cara menyebarkan angket kepada siswa kelas XI TKR SMK Negeri 6 Kuningan. Item-item pertanyaan angket disusun dalam konstruksi tertutup, artinya alternatif jawabannya sudah disediakan. Responden nya hanya tinggal memilih salah satu alternatif jawaban yang paling sesuai dengan pendapatnya. H. Analisis Data 1. Tabulasi Data

41 Tabulasi data ini adalah pengelompokan data sesuai kebutuhan pengolahan data. Bentuknya berupa nomor, alternatif jawaban, frekuensi jawaban dan prosentase. 2. Analisa dan Penafsiran Data Hasil tabulasi kembali dianalisis dan ditafsirkan sesuai sistematika data yang diperlukan. Dalam menganalisa data teknik yang digunakan adalah prosentase (%) yaitu dengan melihat perbandingan frekuensi dari tiap item jawaban yang muncul dari responden. 3. Penarikan kesimpulan Hasil penafsiran dari setiap item kemudian dikelompokan berdasarkan data yang diperlukan untuk memberikan jawaban terhadap perumusan masalah penelitian yang diajukan. Kegiatan ini merupakan usaha penarikan simpulan dalam penelitian, sehingga dapat diperoleh gambaran dari keseluruhan data yang diperoleh dalam penelitian yang dilakukan. Teknik analisa data yang digunakan pada penelitian ini, yaitu prosentase dengan rumus sebagai berikut: Keterangan: % = Prosentase alternatif jawaban f = Frekuensi alternatif jawaban N = Jumlah responden P = x 100% (Sumber: Mohammad Ali 1982: 269) Setelah diketahui nilai prosentasenya, maka penafsiran terhadap data tersebut dikonsultasikan pada kriteria penafsiran sebagai berikut: Tabel 3.3 Interpretasi Prosentase NO PROSENTASE INTERPRETASI 1 0 % Tidak ada 2 1 % - 39 % Sebagian kecil 3 40 % - 49% Kurang dari setengahnya

42 4 50 % Setengahnya 5 51 % - 75 % Lebih dari setengahnya 6 76 % - 99% Sebagian besar 7 100 % Seluruhnya (Sumber: Mohammad Ali 1982: 269)