BAB IV PERUSAHAAN SEBAGAI OBYEK MODEL KOMPETENSI

dokumen-dokumen yang mirip
BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG BERJALAN. 3.1 Gambaran Umum Kelompok Kompas Gramedia. dengan diterbitkannya Majalah Intisari pada tahun 1963.

BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG BERJALAN

BAB 3 ANALISIS SISTEM BERJALAN Sejarah Kompas Gramedia Group

BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG SEDANG BERJALAN

DAFTAR PUSTAKA. Carter, William K., dan Milton F. Usry, Cost Accounting (Akuntansi Biaya),

BAB 1 PENDAHULUAN. PT.Kompas Gramedia merupakan salah satu perusahaan besar hingga saat ini,

BAB II TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN

BAB II PROFIL PERUSAHAAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Alamat Redaksi Koran, Majalah dan Tabloid Seluruh Indonesia

BAB IV PERUSAHAAN SEBAGAI OBYEK MODEL KOMPETENSI

BAB I PENDAHULUAN. informasi yang sangat dikenal oleh seluruh masyarakat di Indonesia maupun di dunia.

BAB II 2. GAMBARAN UMUM INSTANSI

BAB II DESKRIPSI PT. SIRKULASI KOMPAS GRAMEDIA

BAB I PENDAHULUAN. sistem informasi yang akan mengumpulkan semua data-data yang

BAB I PENDAHULUAN. Pada zaman era globalisasi seperti sekarang ini teknologi berkembang dengan

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA REPUBLIK INDONESIA,

Redaksi : Jln. Soekarno-Hatta No.77 Bandung Pos 1254, Telp. (022) ;

BAB II 2. GAMBARAN UMUM INSTANSI

BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Indonesia. Pemanfaatan resensi..., Yusuf Margono, FIB UI, 2009

BAB 1 PENDAHULUAN. kebutuhan, untuk mendukung berbagai aktifitas sosialisasi di kehidupan para remaja

BAB I PENDAHULUAN. yaitu product (produk), price (harga), place (distribusi) dan promotion (promosi),.

BAB I PENDAHULUAN. dengan adanya media massa masyarakat pun bisa dapat terpuaskan.

BAB 3 ANALISA SISTEM YANG BERJALAN. tersebut siarannya ditujukan untuk kepentingan negara. Sejak berdirinya

BAB 3 ANALISA SISTEM YANG SEDANG BERJALAN. Sudirman Kav.32 Jakarta, memulai siaran percobaannya pada tanggal 25 November

BAB I PENDAHULUAN. dalam mendapatkan informasi. Berita mengenai sesuatu yang terjadi di

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA. KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN. Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta. Organisasai. Tata Kerja.

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Banyak perusahaan manufaktur yang membuat dan memperbaharui

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan

BAB I PENDAHULUAN. yang kita perhatikan (Kotler, Keller, 2007:3). Di dalam pemasaran itu sendiri

BAB I PENDAHULUAN. Persaingan yang semakin ketat menjadi tantangan utama bagi. perusahaan dalam mempertahankan keberadaannya dalam dunia bisnis.

BAB 3 ANALISA SISTEM YANG SEDANG BERJALAN. Kompas Gramedia sebagai salah satu perusahaan yang terkemuka di Indonesia memiliki

MEDIA SEBAGAI INSTITUSI. DYAN RAHMIATI, S.Sos, M.Si HUKUM MEDIA MASSA Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Brawijaya

I. PENDAHULUAN. Media massa merupakan sarana bagi manusia untuk memenuhi kebutuhan

BAB I PENDAHULUAN. tersebut dimulai dari yang paling sederhana (komunikasi antar pribadi) hingga yang

BAB II GAMBARAN UMUM PT.ANTAR SURYA MEDIA SURABAYA

BAB I PENDAHULUAN. pengembangan nasional. Oleh karena itu, kualitas sumber daya manusia

PATRANS CARGO PATRANS CARGO

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2013 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KOORDINASI PERGURUAN TINGGI SWASTA

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB II DESKRIPSI OBJEK PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. Dalam lingkup pendidikan suatu pembelajaran materi yang diajarkan

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan bisnis media di Indonesia, khususnya surat kabar dalam

BAB I PENDAHULUAN. dewasa bisa menentukan pilihan medianya masing-masing. sebagai salah satu penyedia informasi. Tampilan cover seperti, warna,

Dalam rangka pengembangan kapasitas pegawai Direktorat Jenderal Kekayaan Negara tahun 2015, dengan ini kami sampaikan hal-hal sebagai berikut:

SURVEI HARGA PROPERTI RESIDENSIAL

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA REPUBLIK INDONESIA,

BAB II GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN

PERATURAN GUBERNUR KALIMANTAN SELATAN NOMOR 099 TAHUN 2015 TENTANG LEMBAGA PENYIARAN PUBLIK LOKAL RADIO ABDI PERSADA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PENGELOLAAN MEDIA WARGA

BAB I PENDAHULUAN. Pada era globalisasi saat ini perkembangan bisnis pakaian fashion telah

Peluang Bisnis Sampingan Distro Online

I. PENDAHULUAN. Seiring dengan perkembangan zaman, media masa tidak dapat dilepaskan dari

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Sejarah Singkat Harian Pagi Radar Bandung. sekarang dipimpin oleh Dahlan Iskan, memiliki sejarah yang sangat panjang.

BAB I PENDAHULUAN. satunya adalah promosi, kegiatan promosi merupakan salah satu bagian dari

BAB I PENDAHULUAN. Komunikasi dapat dilakukan melalui media, baik media cetak maupun

BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN BADAN KARANTINA IKAN PENGENDALIAN MUTU DAN KEAMANAN HASIL PERIKANAN

Profil Usaha Kecil Menengah PT. IMT

PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PER.24/MEN/2010 TENTANG

BAB 3 PEMBAHASAN. dengan oplah lebih dari per-hari. melakukan diversifikasi usaha, di luar bidang utamanya. Selain untuk

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Obyek Penelitian

PERATURAN MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA NOMOR : 18 /PER/M.KOMINFO/11/2010 TENTANG

BAB I PENDAHULUAN. pada hakikatnya sudah dikenal sejak lama sebelum kebudayaan tulis atau

BAB I PENDAHULUAN. kemudahan dan penyampaian yang missal dan serentak. penyajiannya kepada pembaca masyarakat luas. Perkembangan media

BAB IV GAMBARAN UMUM. Politik, tepatnya di. Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Lampung

Company Profile.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Pada bab ini, penulis akan membeberkan kesimpulan-kesimpulan yang penulis

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB II GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. ekonomi dan serta perdagangan di Riau membuat masyarakat lebih memilih

BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan

Media Relations. Menyusun Perencanaan Program Media Relations (2) Anindita, S.Pd, M.Ikom. Modul ke: Fakultas Ilmu Komunikasi

I. PENDAHULUAN. Perubahan zaman yang semakin modern diiringi dengan teknologi yang semakin

I. PENDAHULUAN. Produk merupakan hasil dari kegiatan produksi yang berwujud barang.

I. PENDAHULUAN. pengaruh yang ditimbulkan oleh media massa (Effendy, 2003: 407).

Sekilas. Berdiri tahun 1992, bergerak dibidang outsourcing/ bisnis alih daya, Training & Consulting

BAB I PENDAHULUAN. perkembangan informasi dan hiburan yang terlengkap, tercepat, dan terakurat. alternatif untuk mendapatkan hiburan dan informasi.

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Kerja Praktik

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. konten tayangan televisi inspiratif dan menghibur untuk keluarga Indonesia.

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan teknologi di bidang informasi berkembang dengan

SATUAN BIAYA UANG HARIAN LUAR DAERAH / DALAM DAERAH LUAR KOTA

PENYAMPAIAN LAPORAN HASIL SOSIALISASI SIWAS DARI PENGADILAN TINGGI ( PER TANGGAL 1 FEBRUARI 2017)

Gambar 2. Logo Kompas Gramedia

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

Transkripsi:

BAB IV PERUSAHAAN SEBAGAI OBYEK MODEL KOMPETENSI 4.1. Gambaran Umum Kondisi Perusahaan Kelompok Kompas Gramedia (KKG) adalah sebuah kelompok dari beberapa kelompok usaha yang sebagian besar bergerak di bidang media informasi. Dengan dasar asas solidaritas dan kemanusiaan, KKG ikut serta dalam memberikan pencerahan dan memajukan kehidupan bangsa melalui usaha bersih yang memperhatikan kepentingan umum dan kesejahteraan karyawan. Kantor pusat KKG bertempat di Jl. Palmerah Selatan 22-28 Jakarta 10270. Sebagai gambaran dari Kelompok Kompas Gramedia, berikut ini sekilas penjelasan kelompok usaha yang ada diantaranya : Kelompok Usaha MEDIOR (Media OlahRaga) Kelompok usaha Media Olahraga (MEDIOR) diberi tanggung jawab menerbitkan media surat kabar olahraga dan kesehatan dalam bentuk tabloid. Produk dari media tersebut diantaranya adalah tabloid BOLA dan tabloid SENIOR. Pertama kali BOLA dilahirkan pada bulan 3 Maret 1984 yang pada awalnya sebagai tabloid sisipan pada surat kabar KOMPAS yang terbit setiap hari Jumat. Tabloid SENIOR pertama kali diterbitkan pada 31

32 tanggal 6 Juli 1999, dengan tujuan dapat memberikan informasi tentang kesehatan. Karyawan MEDIOR saat ini berjumlah 156 orang. Harian Surat Kabar KOMPAS Dengan Motto: Amanat Hati Nurani Rakyat, Kompas terbit pertama kali pada tanggal 28 Juni 1965 diawali oplah sebanyak 7.716 eksemplar. Lima tahun kemudian (1970) mencapai 77.316 eksemplar dan saat ini memproduksi rata-rata 600.000 eksemplar. Sebagian besar pembaca berasal dari kalangan masyarakat ekonomi menengah ke atas (33,2% berpenghasilan di atas 1,5 juta/bulan). Jumlah karyawan pada Harian KOMPAS ini sebanyak 1.045 karyawan. Kompas Cyber Media (KCM) Kelompok usaha KCM pertama kali terbit pada bulan Agustus 1998, hanya sekedar memindahkan berita yang ada di surat kabar Kompas ke versi web agar dapat diakses via internet. Tapi dengan bertambahnya usia dan perkembangan yang terjadi, saat ini KCM telah mandiri dan dapat memiliki wartawan serta staf pendukung sendiri yang terpisah dengan SDM Kompas. Saat ini jumlah karyawan KCM telah mencapai 49 orang. Gramedia Kelompok Majalah Gramedia Kelompok Majalah ini pertama kali diawali oleh majalah Intisari tahun 1963. Saat ini telah berkembang dengan pesat dengan menerbitkan lebih dari 20 produk majalah dan tabloid. Dan jumlah karywan yang dimilikinya sebanyak 1.090 orang.

33 Produk dari Gramedia Kelompok Majalah ini telah berkembang seperti terlihat pada Gambar 4.1 Media Teknologi & Info Pengetahuan: - Intisari - Komputer Aktif - Seru Media Otomotif: - Otomotif - Motor - Otosport - Motor Plus - Top Gear - Jip Media Wanita: - Nova - Star Nova - Citra - Kawanku - Nakita - Sedap Sekejap Media Pria: Media Anak: Komik: - Hai - Haiklip - Soccer - Hotgame - Angkasa - Bobo - Bobo Junior - Donal Bebek - Disney Junior - Witch - Princess - Mombi -Ori Gambar 4.1 Produk dari Kelompok Gramedia Majalah Kelompok Usaha Televisi - Star wars - Storm - Batman - Trigan - Salad Day - Astro Boy - Pokemon, dll Kelompok usaha TV baru memiliki satu buah stasiun televisi yaitu TV-7, dengan nama PT Duta Visual Nusantara Tivitujuh. Siaran perdana pada tanggal 25 November 2001 dengan frekuensi Jabotabek 49 UHF, Bandung 44 UHF, Yogyakarta dan Solo 46 UHF, Medan 41 UHF, Surabaya 56 UHF. TV-7 mempunyai alamat website www.tv7.co.id. Saat ini didukung oleh SDM yang berjumlah 440 karyawan.

34 Penerbit Multimedia dan Sarana Pendidikan Produk dari Penerbit Multimedia & Sarana Pendidikan diantaranya adalah: buku elektronik dan komputer, buku sekolah, majalah sains komputer, internet provider, Lembaga Pendidikan Komputer (LPKT, Grasindo), Lembaga Pendidikan Bahasa Inggris (ELTI). Dan saat ini karyawan Penerbit Multimedia & Sarana Pendidikan berjumlah 660 orang. Kelompok Perdagangan Kelompok perdagangan ini adalah PT Gramedia Asri Media atau lebih dikenal dengan nama Toko Buku Gramedia. Toko buku ini dirintis sejak 2 Februari 1970,dan saat ini telah memiliki 52 outlet yang tersebar di seluruh nusantara, dengan didukung SDM sebanyak 2.734 karyawan. Kelompok Usaha Radio Kelompok usaha Radio ini dirintis sejak 8 Agustus 1972 dengan nama Radio Sonora. Selain di Jakarta, Radio Sonora mempunyai cabang di luar Jakarta diantaranya : Sonora Yogyakarta (d/h Radio Bikima) FM 99,85 Sonora Surabaya (d/h Radio Salvatore) FM 97,75 Sonora Palembang (d/h Radio Atmajaya) FM 102,3 Sonora Pangkal Pinang (d/h Radio Palupi) FM 100,9 Sonora Pontianak (d/h Radio Bornera) FM 96,7

35 Kelompok Usaha Industri PT Graha Kerindo Utama termasuk kelompok usaha industri yang memproduksi tissue dengan merek Tessa, Dynasty, dan Multi. Didirikan sejak tahun 1988 dengan jumlah karyawan sebanyak 389 orang dan mempunyai market share 40%. Kelompok Usaha Jasa Hotel Santika yang pertama kali didirikan adalah hotel Santika Bandung pada tahun 1981 dan terus berkembang hingga mencapai sebelas hotel berkelas dengan rata rata berbintang tiga atau empat. Hotel tersebut diantaranya adalah: 1. Hotel Santika Beach Bali 2. Hotel Santika Villas Bali 3. Hotel Santika Bandung 4. Hotel Santika Cirebon 5. Hotel Santika Jakarta 6. Hotel Santika Yogyakara 7. Hotel Santika Semarang 8. Hotel Graha Santika Semarang 9. Hotel Santika Surabaya 10. Hotel Santika Menado 11. Hotel Santika Pontianak

36 Kelompok Percetakan Percetakan Gramedia didirikan pada tanggal 25 November 1972. Pada mulanya percetakan ini didirikan untuk mendukung kegiatan produksi surat kabar KOMPAS. Awal tahun 1997 Percetakan Gramedia telah mengembangkan teknologi cetak jarak jauh yang menyebabkan percetakan dapat berkembang di daerah-daerah diantaranya: 1. Percetakan PT Rambang di Palembang 2. Percetakan PT Bawen Mediatama di Semarang 3. Percetakan PT Serambi Prima Grafika di Aceh 4. Percetakan PT Grafika Wangi Kalimantan di Banjarmasin 5. Percetakan PT Antar Surya Jaya di Surabaya 6. Percetakan PT Medan Media Grafikatama di Medan Pers Daerah Kelompok usaha Pers Daerah saat ini juga sudah berkembang cukup pesat diantaranya adalah: 1. Harian Serambi Indonesia di Aceh 2. Harian Sriwijaya Pos di Palembang 3. Harian Bangka Pos & Pos Belitung di Babel 4. Harian Metro Bandung di Bandung 5. Harian Surya di Surabaya 6. Harian Pos Kupang di Kupang, NTT 7. Harian Banjarmasin Pos di Banjarmasin

37 8. Tribun Kaltim di Balikpapan 9. Tribun Timur di Makasar 10. TIFA di Irian Gramedia Pustaka Utama Kelompok Penerbit Gramedia Pustaka Utama didirikan pada tanggal 25 Maret 1974. Kelompok ini juga telah berkembang pesat dengan menerbitkan segala macam buku baik fiksi maupun non fiksi. Buku yang sudah diterbitkan mencapai lebih dari 10.000 judul. Jumlah karyawan telah mencapai 224 orang.

38 PRESIDEN DIREKTUR Direktorat Komunikasi Sekretaris Korporat Direktorat Keuangan Direktorat PPSU Direktorat PSDM K O M P A S MEDIA OLAH RAGA MAJALAH MULTIMEDIA SARANA PENDIDIKAN PER DAGANGAN INDUSTRI PER CETAKAN GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA KCM TV-7 SONORA USAHA JASA PERS DAERAH Gambar 4.2 Struktur Organisasi Kelompok Kompas Gramedia (KKG)

39 Direktur KELOMPOK MEDIOR Bagian PSDM Sektretariat & Staf Pimpinan Supporting Bagian Umum Bagian TI Bidang BISNIS Bidang PRODUKSI Bagian PEMASARAN Bagian IKLAN Bagian PROMOSI Bagian KEUANGAN Redaksi BOLA Redaksi BOLA SPORT LINE Redaksi BY PRODUCT Redaksi SENIOR Bagian PRA CETAK Bagian PINO EKSPEDISI TOB Sirkulasi Gambar 4.3 Struktur Organisasi Kelompok MEDIOR

40 Pada struktur organisasi KKG (Gambar 4.2) telah menggambarkan adanya beberapa unit usaha pada KKG yang begitu besar dengan jumlah karyawan lebih dari 11.000 orang. Pihak manajemen kesulitan dalam memberikan penilaian terhadap karyawan secara obyektif. Dari permasalahan tersebut sangat tepat apabila KKG menerapkan model kompetensi dalam sistem sumber daya manusia dengan memilih MEDIOR sebagai proyek percontohan. Dengan harapan nantinya dapat juga diterapkan di kelompok-kelompok usaha yang lainnya apalagi didukung oleh infrastruktur sarana teknologi yang memadai. Kelompok MEDIOR dipilih menjadi project percontohan karena kelompok ini tidak terlalu besar (Gambar 4.3) dan cukup kompleks untuk mewakili bidang usaha KKG. 4.2. Kondisi MEDIOR Tanpa Model Kompetensi MEDIOR saat ini belum menggunakan model kompetensi dalam Recruitment and Staffing, Training and Career Development, Job and Grading, Career and Succession Planning. Berikut ini akan dibahas sekilas tentang hal-hal tersebut diatas. 4.2.1 Recruitment and Staffing Proses seleksi penerimaan karyawan baru (recruitment) tanpa menggunakan model kompetensi hasilnya dirasa kurang tepat. Selain belum mempunyai standar acuan syarat kompetensi yang diharapkan untuk calon karyawan dan kalau hanya

41 tergantung pada tes psikologi terkadang sulit menentukan seseorang apakah memang cocok untuk posisi jabatan tertentu. Tes psikologi terkadang tidak memperhatikan kemampuan dan kecocokan seseorang dengan pekerjaan atau jabatan yang akan ditempatinya. Dalam pengaturan karyawan (staffing) pun, tanpa didukung model kompetensi biasanya pihak manajemen hanya berdasarkan ingatan atau terkadang coba-coba, dan bahkan ada yang berdasarkan karena hubungan baik secara pribadi yang sebenarnya terkadang tidak memiliki kompetensi yang sesuai dengan pekerjaan atau jabatan yang akan ditempatinya. Dengan adanya model kompetensi diharapkan proses penerimaan karyawan baru dan pengaturan karyawan tidak hanya memperhatikan kemampuan seseorang dari segi teknis dan kesanggupan semata, tapi juga memperhatikan kecocokan kompetensi seseorang dengan kompetensi yang ada pada pekerjaan atau jabatan yang akan menjadi tanggung jawabnya. Dengan adanya kecocokan tersebut semangat dan motivasi seseorang dalam mengerjakan tugasnya akan menghasilkan hasil yang optimal dan meningkat. 4.2.2 Training and Career Development Di dalam melakukan pendidikan dan pelatihan untuk pengembangan karyawan tanpa didukung dengan model kompetensi sangat sulit mendapatkan hasil yang optimal dan biaya serendah mungkin. Karena sulit mengetahui kebutuhan pendidikan dan pelatihan setiap karyawan yang seharusnya mereka butuhkan dalam

42 mendukung pengembangan mereka berkaitan dengan pekerjaan atau jabatan yang ditempatinya. Justru sering terjadi pengeluaran anggaran yang tidak sedikit untuk biaya pendidikan dan pelatihan karyawan, tapi hasil yang didapat tidak sebanding karena ketidakcocokan dalam memberikan pendidikan dan pelatihan karyawan. Dengan adanya model kompetensi, manajemen akan terbantu dalam menentukan modul-modul pendidikan dan pelatihan apa yang berguna bagi masingmasing karyawan dalam bagian tersebut. Dari kompetensi masing-masing karyawan akan terlihat apa saja yang kurang sehingga perlu diberikan pendidikan dan pelatihan. Jadi dengan demikian tidak harus semua karyawan dalam satu bagian dikirim untuk mengikuti pendidikan, tapi hanya orang-orang tertentu yang memang kurang dan harus diberikan pendidikan, sehingga selain hasil lebih optimal, juga terjadi penghematan biaya. 4.2.3 Grading or Job Evaluation Di dalam melakukan penilaian atau melakukan evaluasi hasil pekerjaan seorang karyawan tanpa didukung model kompetensi, hanya data-data kuantitatif saja yang paling sering dipakai untuk menentukan dasar penilaian prestasi kerja seorang karyawan. Sebagai contoh bagaimana kualitas tulisan seorang wartawan, berapa banyak tulisannya sering dimuat di media, berapa banyak karyawan sering terlambat masuk kerja dan karyawan sering absen kerja dan sebagainya. Dengan adanya model kompetensi pada penilaian hasil pekerjaan seorang karyawan tidak hanya dilihat dari sudut pandang data-data kuantitatif saja, tetapi juga

43 diperhatikan dari kemampuan atau kompetensi karyawan tersebut. Sehingga hasil evaluasi tidak hanya berupa data kuantitas dan kualitas hasil kerja semata, tetapi adanya penjelasan yang lebih kepada suatu keputusan yang perlu diambil untuk meningkatkan kompetensi karyawan tersebut. Dengan demikian pada semester berikutnya karyawan akan lebih termotivasi dan dapat menghasilkan kuantitas dan kualitas hasil kerja yang meningkat, dengan begitu akhirnya akan menguntungkan perusahaan dalam meningkatkan target. 4.2.4 Career and Succession Planning Di dalam Career and Succession Planning tanpa didukung model kompetensi sering keputusan manajemen hanya berdasar data-data kuantitatif, misalkan masa kerja yang dimiliki calon penerus, berapa besar calon penerus tersebut memberikan kontribusi terhadap perusahaan, berapa banyak para manajemen yang mendukung calon penerus tersebut, dan sebagainya. Jarang bagi perusahaan yang secara khusus menyiapkan beberapa calon penerus yang memang sangat berprestasi dan membekalinya dengan berbagai macam kemampuan untuk menjadi calon pemimpin di masa mendatang karena adanya kekuatiran calon tersebut meninggalkan perusahaan sehingga anggaran yang telah dikeluarkan menjadi sia-sia. Dengan adanya model kompetensi memudahkan manajemen perusahaan dalam menentukan siapa saja yang memang pantas dan cocok untuk ditunjuk menjadi calon penerus pimpinan. Dan apa saja yang harus dipersiapkan bagi masing-masing calon yang berprestasi tersebut sebagai bekal mereka pada saatnya nanti.