HAK EKONOMI, SOSIAL, DAN BUDAYA

dokumen-dokumen yang mirip
Makalah. WORKSHOP Memperkuat Justisiabilitas Hak-Hak Ekonomi, Sosial dan Budaya : Prospek dan Tantangan. Hak-hak Ekonomi, Sosial dan Budaya

MAKALAH HAK-HAK EKONOMI, SOSIAL DAN BUDAYA. Oleh: Ifdhal Kasim Ketua Komnas HAM RI, Jakarta

MAKALAH HAK SIPOL & HAK EKOSOB. Oleh: Ifdhal Kasim Ketua Komnas HAM RI, Jakarta

INSTRUMEN HUKUM MENGENAI HAM

Makalah. WORKSHOP Memperkuat Justisiabilitas Hak-Hak Ekonomi, Sosial dan Budaya : Prospek dan Tantangan

Pengantar Memahami Hak Ekosob. M. Dian Nafi PATTIRO-NZAID

PELUANG DAN KENDALA MEMASUKKAN RUU KKG DALAM PROLEGNAS Oleh : Dra. Hj. Soemientarsi Muntoro M.Si

HAM dan Hukum Ekonomi Internasional

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2005 TENTANG PENGESAHAN INTERNATIONAL COVENANT ON ECONOMIC, SOCIAL AND CULTURAL RIGHTS

HAK AZASI MANUSIA DAN PENEGAKAN SUPREMASI HUKUM

MAKALAH. Hak Sipil & Politik: Sebuah Sketsa. Oleh: Ifdhal Kasim (Ketua KOMNAS HAM RI)

Ifdhal Kasim. Komisi Nasional Hak Asasi Manusia

BAB III INSTRUMEN INTERNASIONAL PERLINDUNGAN HAM PEREMPUAN

Tujuan 5: Mencapai kesetaraan gender dan memberdayakan semua perempuan dan anak perempuan

Hak Ekonomi, Sosial dan Budaya: Pengantar

HAK AZASI MANUSIA. Materi Perkuliahan Ilmu Politik FH Unsri. Vegitya Ramadhani Putri, MA, LLM


MAKALAH. Mengenal Konvensi-konvensi. Oleh: M. Syafi ie, S.H., M.H.

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan

Hak Beribadah di Indonesia Oleh: Yeni Handayani * Naskah diterima: 4 Agustus 2015; disetujui: 6 Agustus 2015

PENDEKATAN HAK ASASI MANUSIA TERHADAP FCTC. Ifdhal Kasim

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN NEGARA PP&PA. Strategi Nasional. Sosial Budaya.

BAB 10 PENGHAPUSAN DISKRIMINASI DALAM BERBAGAI BENTUK

Memutus Rantai Pelanggaran Kebebasan Beragama Oleh Zainal Abidin

BAB I PENDAHULUAN. perang Dunia II dan pada waktu pembentukan Perserikatan Bangsa-Bangsa tahun

perkebunan kelapa sawit di Indonesia

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. kehidupan umat manusia. Setiap manusia yang lahir sudah melekat hak asasinya.

HAM, PEREMPUAN DAN HAK KONSTITUSIONAL 1. Oleh Dian Kartikasari 2

HUKUM EKONOMI INTERNASIONAL

Mewujudkan Payung Hukum Penghapusan Diskriminasi Gender di Indonesia Prinsip-Prinsip Usulan Terhadap RUU Kesetaraan dan Keadilan Gender

BAB 10 PENGHAPUSAN DISKRIMINASI DALAM BERBAGAI BENTUK

HAK SIPIL DAN POLITIK

PERATURAN DAERAH PROVINSI LAMPUNG NOMOR 10 TAHUN 2011 TENTANG PENGARUSUTAMAAN GENDER DALAM PEMBANGUNAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

TRAINING HAK ASASI MANUSIA BAGI PENGAJAR HUKUM DAN HAM. Makassar, 3-6 Agustus 2010 MAKALAH HAK ANAK. Oleh: Mohammad Farid

MEKANISME PENGADUAN DAN PELAPORAN TERHADAP PELANGGARAN HAK ASASI MANUSIA DI INDONESIA

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2005 TENTANG (KOVENAN INTERNASIONAL TENTANG HAK-HAK SIPIL DAN POLITIK)

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

BAB I PENDAHULUAN. dengan masyarakat non disabilitas. Sebagai bagian dari warga negara Indoesia,

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

KEJAHATAN SEKSUAL Lindungi Hak Korban. Masruchah Komnas Perempuan 11 Januari 2012

PEREMPUAN DAN HAK ASASI MANUSIA Oleh: Yeni Handayani * Naskah diterima: 8 Agustus 2016; disetujui: 14 Oktober 2016

Komitmen Dan Kebersamaan Untuk Memperjuangkan Hak Asasi Manusia diselenggarakan oleh Pusham UII bekerjasama dengan

Oleh: Dr. Makarim Wibisono Direktur Eksekutif ASEAN Foundation Seminar KOMNAS Perempuan Hotel Kartika Chandra, 12 Maret 2012

No ekonomi. Akhir-akhir ini di Indonesia sering muncul konflik antar ras dan etnis yang diikuti dengan pelecehan, perusakan, pembakaran, perkel

Hak Atas Standar Penghidupan Layak dalam Perspektif HAM. Sri Palupi Peneliti Institute for Ecosoc Rights

BAB I PENDAHULUAN. Hak asasi manusia ( selanjutnya disingkat dengan HAM ) adalah seperangkat hak yang

Hak Atas Kesehatan Dalam Perspektif HAM

HAK ATAS PENDIDIKAN. Materi Perkuliahan HUKUM & HAM (Tematik ke-3)

Problem Pelaksanaan dan Penanganan

II. TINJAUAN PUSTAKA

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Bab 5. KESIMPULAN dan SARAN

Penguatan Status Legal Hak-Hak Ekonomi, Sosial dan Budaya dalam Konstitusi dan Sistem Hukum Nasional: Potensi dan Tantangan

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERLAKUAN DISKRIMINASI TERHADAP ETNIS ROHINGYA OLEH MYANMAR DALAM PERSPEKTIF HUKUM INTERNASIONAL

A. Instrumen Perlindungan Hukum PLRT

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23 TAHUN 2011 TENTANG RENCANA AKSI NASIONAL HAK ASASI MANUSIA INDONESIA TAHUN

DAFTAR ISI. Maksud, Tujuan dan Kerangka Penulisan Buku...3 BAGIAN I BAB I EVOLUSI PEMIKIRAN DAN SEJARAH PERKEMBANGAN HAK ASASI MANUSIA...

BAB I PENDAHULUAN. dan pelaksanaan HAM lebih banyak dijadikan objek power game diantara blokblok

BAB I PENDAHULUAN. bahkan dalam perspektif Teori Locke Perlindungan hak-hak Kodrati (hak. asasi manusia) merupakan dasar pendirian suatu negara.

PERLINDUNGAN HAK-HAK MINORITAS DAN DEMOKRASI

Harkristuti Harkrisnowo KepalaBPSDM Kementerian Hukum & HAM PUSANEV_BPHN

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Hak atas Informasi dalam Bingkai HAM

BUKU AJAR (BAHAN AJAR) PERLINDUNGAN HAK ANAK. Oleh : I Gede Pasek Eka Wisanjaya SH, MH

Civil and Political Rights (Hak-Hak Sipil dan Politik) Herlambang P. Wiratraman 2016

INSTRUMEN INTERNASIONAL HAK ASASI MANUSIA

2008, No e. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, huruf b, huruf c, dan huruf d perlu membentuk Undang-Undang tenta

PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

Mengenal Konvensi PBB 1990 tentang Perlindungan Hak-Hak Seluruh Pekerja Migran dan Anggota Keluarganya

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN... TENTANG KESETARAAN DAN KEADILAN GENDER DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Kewarganegaraan dan Hak Asasi Manusia

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

DISAMPAIKAN OLEH : YUDA IRLANG, KORDINATOR ANSIPOL, ( ALIANSI MASYARAKAT SIPIL UNTUK PEREMPUAN POLITIK)

PERATURAN DAERAH PROVINSI LAMPUNG NOMOR 10 TAHUN 2011 TENTANG PENGARUSUTAMAAN GENDER DALAM PEMBANGUNAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

ANGGARAN DASAR KOMNAS PEREMPUAN PENGESAHAN: 11 FEBRUARI 2014

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA TENTANG KESETARAN DAN KEADILAN GENDER DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

MATA KULIAH PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

MAKALAH HAK EKOSOB DAN KEWAJIBAN NEGARA. Oleh: Yosep Adi Prasetyo Wakil ketuakomisi Nasional Hak Asasi Manusia

BAB 10 PENGHAPUSAN DISKRIMINASI

2017, No kewajiban negara untuk memastikan bahwa perempuan memiliki akses terhadap keadilan dan bebas dari diskriminasi dalam sistem peradilan

PEMERINTAH KABUPATEN MADIUN

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP HAK ANAK YANG MENJADI TENAGA KERJA MIGRAN INDONESIA DI NEGARA LAIN

ATURAN PERILAKU BAGI APARAT PENEGAK HUKUM

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BAB I PENDAHULUAN. asasi perempuan dan anak diantaranya dengan meratifikasi Konferensi CEDAW (Convention

Transkripsi:

HAK EKONOMI, SOSIAL, DAN BUDAYA Materi Perkuliahan HUKUM & HAM ke-9 FH UNSRI

LATAR HISTORIS Dirumuskan di bawah pengaruh konteks internasional ketika itu, yakni Perang Dingin; Dirumuskan dalam satu kovenan atau dua kovenan; perbedaan antara negara kapitalis dgn negara sosialis; Komprominya dirumuskan dalam dua kovenan, yakni ICCPR dan ICESCR

LATAR FOLOSOFIS Hak-Hak Ekonomi, a. l. hak untuk: mempunyai kekayaan dan perlindungan akan miliknya itu; memperoleh kehidupan yang layak lewat kesempatan kerja yang layak pula; memperoleh kesehatan dan lingkungan yang sehat; Berpartisipasi dalam kegiatan pembangunan dan untuk ikut menikmati hasilhasilnya Hak-Hak Sosial, a. l. hak untuk: Bergaul dan berkawan dalam suatu perhimpunan; Berkeluarga; Bermukim dalam suatu satuan permukiman dalam suasana damai; Diperlakukan sama dalam kehidupan sehari-hari dalam masyarakatnya Hak-Hak Budaya, a. l. hak untuk: berbicara dalam bahasanya sendiri; Memelihara adat kebiasaannya sendiri tanpa mengganggu kebiasaan sesamanya; Memperoleh pendidikan untuk menumbuh-kembangkan bakat-bakat dalam kehidupannya pribadi;

INTERNATIONAL COVENANT OF ECONOMICS, SOCIAL, AND CULTURAL RIGHTS Bagian dari International Bill of Human Rights Disahkan PBB tahun 1966 Telah diratifikasi oleh 143 Negara, termasuk Indonesia

HAK-HAK EKONOMI, SOSIAL, BUDAYA Hak menentukan Nasib Sendiri; Hak atas pekerjaan, upah dan kebebasan berserikat; Hak atas jaminan sosial; Perlindungan terhadap Keluarga dan hak reproduksi; Perlindungan anak-anak dan orang muda dari eksploitasi Hak atas pangan; Hak bebas dari Kelaparan; Reformasi sistem agraria; Hak atas Kesehatan; Hak atas Perumahan Hak atas Pendidikan; Hak atas partisipasi dlm Budaya, Hak menikmati kemajuan ilmu, karya ilmiah, sastra atau seni

NOMENKALTUR PENTING DALAM ICESCR undertakes to take steps.. (mengambil langkah-langkah) to the maximum of its available resources (memaksimalkan sumberdaya negara yang tersedia) to achieving progressively the full realization of the rights recognized in the present covenant (mencapai secara bertahap perwujudan penuh dari hak-hak )

PRINSIP LIMBURG DAN PRINSIP MAASTRICHT Prinsip Limburg dan Maastricht yang dikeluarkan para ahli hukum internasional merupakan penafsiran progresif tentang substansi Kovenan, yang arahnya meyakinkan masyarakat dunia, terutama negara pihak tentang justiciability Ekosob. penerapan sepenuhnya atas hak yang terdapat dalam instrumen ini tergantung pada ketentuan-ketentuan hukum dan upaya-upaya hukum di tingkat nasional Eksistensii Kovenan menjadi semacam bantuan interpretatif pada hukum dalam negeri agar diterjemahkan dan diterapkan sesuai dengan ketentuan instrumen internasional tentang hak asasi manusia yang telah diratifikasi oleh Negara tersebut

PRINSIP-PRINSIP LIMBURG Prinsip ke-16: All states parties have an obligation to begin immediately to take steps toward full realization of the rights Prinsip ke-22: Some obligation unders the Covenant require immediate in full by all States parties, such as the probihation of discrimination in article 2 (2)

JUSTICIABILITY HAK EKOSOB Pasal 3; jaminan hak yg sama laki2-perempuan Pasal 7 (a) dan (i); jaminan kondisi kerja yg adil Pasal 8; membentuk SB, dan bergabung dgn SB Pasal 10 (2), (3) dan (4); perlindungan kpd keluarga, anak2 dan anak muda. Pasal 15 (3); partisipasi dlm kehidupan budaya, seni dan iptek

PEDOMAN MAASTRICHT Pelanggaran karena tindakan Negara atau Aktor bukan-negara (acts of commission) Pelanggaran karena pembiaran oleh Negara atau Aktor bukan-negara (acts of omission)

ACTS OF COMMISSION Penghapusan secara formal atau penundaan UU yang penting bagi pemenuhan ekosob; Pengingkaran aktif atas hak tersebut bagi individu atau kelompok tertentu; Pemberlakuan UU atau kebijakan yang jelasjelas bertentangan dengan Kovenan ini; Pengurangan atau pengalihan pengeluaran publik, yang berakibat tidak terpenuhinya hak ekosob.

ACTS OF OMMISSION Gagal mengambil langkah2 yang tepat sesuai yang disyaratkan Kovenan; Gagal mengubah atau mencabut UU yang jelas-jelas tidak sejalan dengan Kovenan; Gagal memanfaatkan sumberdaya yang tersedia secara maksimal ke arah pemenuhan hak-hak dalam Kovenan; Gagal memenuhi standar minimum yang ditetap masyarakat internasional

INSTRUMEN INTERNASIONAL MENGENAI HAK EKOSOB (ESC-RIGHTS) Universal Declaration of Human Rights Convenant on Economic, Social and Cultural rights Convention on the Rights of the Child Convention on the Elimination of All forms of Discrimination against Women Convention on the Rights of Persons with disabilities Convention on the Protection of the Rights of All Migrant Workers and Members of Their Families etc

KONSTITUSI DAN RATIFIKASI Ratifikasi sejalan dan memperkuat konstitusi Mempertegas negara sebagai pengemban kewajiban (duty bearers) pemenuhan HAM Mengatur hubungan kekuasaan/politik antara duty bearers dan claim/rightsholder, dalam bentuk penguatan kepada rights holder Konvensi ekosob dan 15 General Comments dari Komite Ekosob PBB mendesak negara utk melakukan lankah konkret pemenuhan kebutuhan minimum rakyat Tugas: inventarisasi 15 General Comments tersebut!

HAK EKOSOB DALAM UUD 1945 (AMANDEMEN) Hak memperoleh pendidikan diatur dalam Pasal 28D ayat (3), Pasal 30 ayat (1) dan Pasal 31 ayat (1) UUD 1945; Hak atas pekerjaan dan kondisi kerja yang layak dan adil dalam Pasal 27 ayat 2; 28A, 28C (1), 28D (2), dan 28I (1); Hak membentuk dan bergabung dengan serikat buruh dalam Pasal 28 Hak jaminan sosial dalam Pasal 33 Amand, Pasal 28 H (1 dan 3), Pasal 33 (1), 34 (2); hak standar hidup yang layak Dalam Pasal 33 (3), Pasal 28 H (1), Pasal 28C (1), dan Pasal 28I (1); hak atas kesehatan dan perawatan medis dalam Pasal 28 H (1) dan 34 (3).

HAK EKOSOB DALAM UU Selain itu diatur pula dalam UU HAM No.39/1999, yaitu: dalam Pasal 41 ayat (1) dan (2), 42, 53 ayat (1), 54, 57, 62, 64, Serta UU No. 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional, UU Ketenagakerjaan, UU Kesehatan, UU Pendididikan.

PEMENUHAN HAK EKOSOB Kewajiban negara di tingkat domestik : utk menghargai, melindungi dan memajukan hak2 ekosob Kewajiban negara untuk melakukan relokasi sumber daya nasional untuk melaksanakan kewajiban minimumnya Kewajiban international negara utk melaporkan pelaksanaan konvensi ekosob secara periodik pada komite ekosob PBB Peluang KOMNAS HAM untuk melakukan monitoring dan penyelidikan pro-justitia pada kasus pelanggaran hak2 ekosob Peluang politik bagi rightsholders (dan/atau korban) untuk melakukan berbagai bentuk pembelaan dan tuntutan, dialog, lobby dan advokasi, upaya hukum ke pengadilan dan menuntut tanggung jawab internasional negara.

SIMPULAN Ratifikasi konvensi ekosob memperkuat hak konstitutional untuk kehidupan minimum. Penguatan bagi rightsholders / claimholders dalam hubungan politiknya dengan negara sebagai duty bearers untuk menuntut tanggung jawab negara di bidang ekosob di tingkat domestik dan Internasional.

PROBLEM HUKUM! Banyaknya undang-undang atau peraturan-peraturan dibuat tidak dengan sendirinya hak-hak yang diatur itu dapat secara otomatis direalisir. Ada banyak kendala antara lain: Pembuatan UU hampir selalu bersifat reaktif dan tergesagesa. Sistem Adm hukum bersifat delegatif Administrasi perundang-undangan buruk Karakter hukum otoritarian masih kuat UU yg punya implikasi biaya, pelaksanaannya rumit Pasal-pasal bersifat soft law Pandangan DPR & Pemerintah ttg ekosob tidak mendukung ke arah justiciability ekosob Tradisi berpikir positivistik penegak hukum