Materi 10. Reproduksi I

dokumen-dokumen yang mirip
III. METODE 3.1. Waktu dan Tempat 3.2. Alat dan Bahan 3.3. Tahap Persiapan Hewan Percobaan Aklimatisasi Domba

BAB III MATERI DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 7 Maret 19 April 2016, bertempat

TES KEHAMILAN (PREGNANCY TEST)

ADLN - Perpustakaan Unair

BAB III METODE PENELITIAN. berupa kecepatan pemusingan berbeda yang diberikan pada sampel dalam. pemeriksaan metode pengendapan dengan sentrifugasi.

III. METODOLOGI 3.1 Waktu dan Tempat 3.2 Induk 3.3 Metode Penelitian

PETUNJUK PRAKTIKUM FISIOLOGI REPRODUKSI. Penyusun: Dr. Hj. Bayyinatul Muchtarromah, drh. M.Si

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian bersifat analitik karena akan membandingkan jumlah

BAB I PENDAHULUAN Tujuan. Adapun tujuan dari praktikum ini adalah untuk mengetahui ciri-ciri tiap fase siklus estrus pada mencit betina.

LAPORAN PRAKTIKUM STRUKTUR DAN PERKEMBANGAN HEWAN II

5 KINERJA REPRODUKSI

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III MATERI DAN METODE. Persentase Hidup dan Abnormalitas Spermatozoa Entok (Cairina moschata), telah

III. HASIL DAN PEMBAHASAN

PETUNJUK PRAKTIKUM GENETIKA DASAR. Disusun oleh : Dr. Henny Saraswati, M.Biomed PROGRAM STUDI BIOTEKNOLOGI FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang di gunakan dalam penelitian ini adalah penelitian analitik.

Laboratorium Kimia SMA... Praktikum II Kelas XI IPA Semester I Tahun Pelajaran.../...

BAB IV DIAGNOSA KEBUNTINGAN

Proses-proses reproduksi berlangsung di bawah pengaturan NEURO-ENDOKRIN melalui mekanisme HORMONAL. HORMON : Substansi kimia yang disintesa oleh

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Kambing Jawarandu merupakan kambing lokal Indonesia. Kambing jenis

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAHAN DAN METODE PENELITIAN

Teknik Pewarnaan Bakteri

METODE PENELITIAN Waktu dan Tempat Penelitian Bahan Penelitian Metode Penelitian Superovulasi Koleksi Sel Telur

II. BAHAN DAN METODE 2.1Prosedur Persiapan Wadah Persiapan dan Pemeliharaan Induk Pencampuran dan Pemberian Pakan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Teknik Pemijahan ikan lele sangkuriang dilakukan yaitu dengan memelihara induk

Pengukuran Laju Metabolisme Berdasarkan Konsumsi O2. Tujuan: Mengukur laju metabolisme berdasarkan konsumsi O2 102CO2 + 92H2O

DIKTAT EMBRIOLOGI HEWAN

I. PENDAHULUAN. dengan tujuan untuk menghasilkan daging, susu, dan sumber tenaga kerja sebagai

Beberapa Penyakit Organ Kewanitaan Dan Cara Mengatasinya

BAHAN DAN METODE. Tabel 1. Subset penelitian faktorial induksi rematurasi ikan patin

MATERI DAN METODE. Metode Penelitian

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Berbagai komplikasi yang dialami oleh ibu hamil mungkin saja terjadi

III. HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE PENELITIAN. hubungan antara keberadaan Soil Transmitted Helminths pada tanah halaman. Karangawen, Kabupaten Demak. Sampel diperiksa di

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Soil transmitted helminths adalah cacing perut yang siklus hidup dan

Spermatogenesis dan sperma ternak

MATERI DAN METODE. Materi

BAB I PENDAHULUAN. yang berada pada tahap transisi antara masa kanak-kanak dan dewasa yaitu bila

BAHAN DAN METODE. Waktu dan Tempat Penelitian. Bahan Penelitian. Metode Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada April 2014 di Balai Inseminasi Buatan Daerah

PEMIJAHAN LELE SEMI INTENSIF

KINERJA REPRODUKSI DENGAN INDUKSI OODEV DALAM VITELOGNESIS PADA REMATURASI INDUK IKAN PATIN (Pangasius hypophthalmus) DI DALAM WADAH BUDIDAYA

VIII. AKTIVITAS BAKTERI NITROGEN

BAB I PENDAHULUAN. (dengan cara pembelahan sel secara besar-besaran) menjadi embrio.

I. PENDAHULUAN. jika ditinjau dari program swasembada daging sapi dengan target tahun 2009 dan


1. Perbedaan siklus manusia dan primata dan hormon yang bekerja pada siklus menstruasi.

METODE PENELITIAN Waktu dan Tempat Penelitian Materi Penelitian Rancangan Percobaan Metode Penelitian Koleksi Blastosis

HORMON REPRODUKSI JANTAN

MAKALAH BIOTEKNOLOGI PETERNAKAN PENINGKATAN POPULASI DAN MUTU GENETIK SAPI DENGAN TEKNOLOGI TRANSFER EMBRIO. DOSEN PENGAMPU Drh.

BAB III MATERI DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan bulan Februari Maret 2016 di Desa Bocor,

PENUNTUN PRAKTIKUM PARASITOLOGI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Nematoda adalah cacing yang berbentuk panjang, silindris (gilig) tidak

METODE PENELITIAN Waktu dan Tempat Penelitian Bahan dan Alat

LAPORAN PRAKTIKUM FARMAKOLOGI

ikan jambal Siam masih bersifat musiman,

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III MATERI DAN METODE. Flock Mating dan Pen Mating secara Mikroskopis ini dilaksanakan pada tanggal

METODOLOGI PENELITIAN. eksperimental dengan Rancangan Acak Terkontrol. Desain ini melibatkan 5

DAFTAR TILIK PEMASANGAN IMPLAN JADENA. Beri nilai setiap langkah klinik dengan mengunakan kriteria sebadai berikut :

BAB 1 PENDAHULUAN. disebabkan oleh gangguan hormonal, kelainan organik genetalia dan kontak

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. kemampuan untuk mengatur fertilitas mempunyai pengaruh yang bermakna

Materi 1. Kardiovaskuler I. A. Jantung katak

Tujuan Mengamati aktivitas rambut getar mulut dan tenggorokan pada katak

BAB I PENDAHULUAN. 1.2 Prinsip Pengukuran tegangan permukaan berdasarkan metode berat tetes

METABOLISME ENERGI DAN TERMOREGULASI ABSTRAK

TINJAUAN PUSTAKA Siklus Reproduksi Kuda

BAB I PENDAHULUAN. manusia. Masa ini merupakan masa peralihan manusia dari anak-anak menuju

b. Serum grouping ( Back Typing)

BAB III METODE PENELITIAN. pemeriksaan di Unit Transfusi Darah Cabang Palang Merah Indonesia

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

SCREENING IBR DAN DIFERENSIAL LEUKOSIT UNTUK PENGENDALIAN GANGGUAN REPRODUKSI SAPI PO DI DAERAH INTEGRASI JAGUNG-SAPI. Bogor, 8-9 Agustus 2017

I. PENDAHULUAN. Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah penduduk yang terus

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. dapat memasukkan kelenjar ludah kedalam kulit inangnya serta mengangkut

PERUBAHAN SELAMA KEHAMILAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Laboratorium Kimia untuk pembuatan ekstrak Myrmecodia pendens Merr. &

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Sapi Peranakan Ongole (PO) merupakan salah satu sapi yang banyak

PEMERIKSAAN GOLONGAN DARAH RHESUS

PROSEDUR TETAP PENGAMATAN APOPTOSIS DENGAN METODE DOUBLE STAINING

3. BAHAN DAN METODE 3.1. Waktu dan Tempat Penelitian 3.2. Hewan Coba dan Pemeliharaannya 3.3. Alat dan Bahan

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB III BAHAN DAN METODE

BAB V METODOLOGI. Dalam percobaan yang akan dilakukan dalam 2 tahap, yaitu :

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. motilitas spermatozoa terhadap hewan coba dilaksanakan di rumah hewan,

HASIL PENELITIAN UJI EFIKASI OBAT HERBAL UNTUK MENINGKATKAN KADAR HEMOGLOBIN, JUMLAH TROMBOSIT DAN ERITROSIT DALAM HEWAN UJI TIKUS PUTIH JANTAN

Ni Ketut Alit A. Airlangga University. Faculty Of Nursing.

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang dilakukan merupakan penelitian eksperimen, karena

Uji benedict (Semikuantitatif) Tujuan : Menghitung secara kasar kadar glukosa dalam urin. Dasar teori :

BAB III METODE PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN.

Teknik Identifikasi Bakteri

BAB III METODE PENELITIAN. studi pustaka, yaitu dengan cara menggambarkan hasil penelitian, dan hasil

BAHAN DAN METODE Waktu dan Tempat Penelitian. Bahan dan Alat Metode Penelitian Pembuatan Larutan Ekstrak Rumput Kebar

BAB V METODOLOGI. Dalam percobaan yang akan dilakukan dalam 3 tahap, yaitu:

Transkripsi:

Materi 10 Reproduksi I Uji Kehamilan Tujuan Uji-uji kehamilan yang dipraktikumkan akan menunjukan bahwa deteksi kehamilan dapat dilakukan secara dini tanpa membutuhkan pengamatan klinis anatomis atas pasien. Dasar teori Implantasi adalah peristiwa berkontaknya suatu benda asing pada lapisan endometrium uterus. Secara normal setiap benda asing yang masuk ke dalam tubuh akan mendapat perlawanan dari sistem homeostasis tubuh. Tetapi dalam peristiwa implantasi tidak terjadi penolakan atas blastocyst atau implan tersebut. Ini berarti bahwa untuk memungkinkan terjadinya implantasi, tubuh harus menyiapkan diri untuk menerima blastocyst tadi. Salah satu yang telah diketahui adalah dihasilkannya satu atau sejumlah hormon yang bekerja pada uterus menyebabkan uterus ada berada dalam status siap menerima blastocyst. Pada manusia dikenal adanya hormon Human Chrorionic Gonadotropin (HCG) yang diproduksi pada usia kehamilan masih dini (antara 35 sampai 89 hari setelah konsepsi. Pada kuda dihasilkan hormon Pregnant Mare Serum Gonadotropin (PMSG) mulai hari ke 50 sampai ke- 100 setelah kopulasi. Karena kedinian sekresi hormon-hormon ini, identifikasi HCG atau PMSG dijadikan dasar berbagai uji kehamilan seperti uji Galli Manini, Gravindex, Prognosticon, Ascheim Zondek dan sebagainya. Pada hewan, berbagai uji untuk menemukan PMSG dalam urine kuda betina sebagai indikator kebuntingan juga telah dilakukan. Uji Gravindex dan berbagai uji imunologis lainnya didasarkan pada reaksi antigen (HCG) dengan anti body terhadap HCG. Kondisi reaksi 1

dibuat sedemikian rupa agar hasil reaksi dapat terlihat langsung tanpa harus menggunakan alat-alat tambahan. Biasanya penilaian positif atau negatif berdasarkan terdapat tidaknya presipitasi sebagai hasil reaksi antigen anti body itu. C. Uji Galli Mainini untuk deteksi dini kehamilan pada wanita. Dasar teori Uji Galli Mainini didasarkan kenyataan bahwa pada umumnya wanita yang baru hamil/usia kehamilan masih dini, bila air seninya disuntikan pada katak jantan dapat mengekskresikan spermatozoa. Namun mekanisme terjadinya ekskresi spermatozoa oleh katak tersebut, belum jelas diketahui. Bahan dan alat Hewan percobaan : Kodok (Bufo melanostictus) Alat : - Mikroskop - Kaca objek dan kaca penutup - Alat suntik 5 ml dan jarum suntik - Gelas beker besar dan kawat kasa penutup - Pipet pasteur atau pipet penetes mata Bahan : - Air seni wanita hamil muda (wanita yang terlambat haid lebih dari 14 hari) - Air seni dari seorang mahasiswi/wanita yang tidak hamil. - Larutan NaCl fisiologis Tata kerja 1. Periksa keempat ekor katak jantan tersebut apakah terdapat di dalam cairan kloakanya terdapat spermatozoa atau tidak. Bila terdapat spermatozoa maka katak tidak boleh dipakai. Untuk memeriksa ada atau tidaknya spermatozoa tersebut, lakukan sebagai berikut : 2

a. Dengan pipet pasteur atau pipet penetes mata masukan sedikit (lebih kurang 1ml) larutan NaCl fisiologis ke dalam kloaka katak. b. Lalu dengan pipet yang sama keluarkan cairan kloaka dan teteskan pada kaca objek. Tutuplah dengan kaca penutup dan amati di bawah mikroskop dengan pembesaran 100x atau 450x. 2. Suntikan 3-5ml air seni yang akan diperiksa tersebut, ke dalam kantung limfe katak. Caranya adalah dengan cara menusukkan jarum ke bawah kulit di daerah ventral paha, lalu diteruskan menembus sekat pembatas paha perut. Masih tetap di bawah kulit semprotkan air seni itu ke dalam kantong limfe abdominal. 3. Masukkan katak ke dalam stoples yang berisi sedikit air dan tutup dengan kawat kasa. Usahakan katak agar tidak keluar. Kalau perlu diberi pemberat di atas kawat kasa tersebut. 4. Setelah 1/2 jam ambil katak dan periksa kembali cairan kloakanya. Caranya adalah dengan memasukkan lebih kurang 0.5 ml larutan fisiologis ke dalam kloaka, lalu urut perlahan-lahan daerah kloaka tersebut dan sedotlah cairan kloakanya. Teteskan cairan tersebut ke atas kaca obyek tutup dengan kaca penutup dan amati di bawah mikroskop. Spermatozoa katak terlihat sebagai suatu benda hidup, bergerak, mempunyai ekor dan kepalanya berbentuk baji. 5. Hasil pemeriksaan postif bila ditemukan spermatozoa pada cairan kloaka katak yang dipakai. 3

Laporan Praktikum Materi: Reproduksi I Kelompok: Dosen: Asisten: Tanggal: Hasil Percobaan: Uji Galli Mainini Bahan yang disuntikan :... Nomor Waktu Hasil Katak 1. 30 menit 2. 1 jam 3. 1 jam 30 menit 4. 2 jam Pembahasan: 4

5

Kesimpulan: Daftar Pustaka: 6

7