BAB III. Sub Kompetensi :

dokumen-dokumen yang mirip
LOGIKA FUZZY. Dr. Ade Gafar Abdullah JPTE-UPI

OPTIMASI PENGGUNAAN MEMBERSHIP FUNCTION LOGIKA FUZZY PADA KASUS IDENTIFIKASI KUALITAS MINYAK TRANSFORMATOR

Ada 5 GUI tools yang dapat dipergunakan untuk membangun, mengedit, dan mengobservasi sistem penalaran, yaitu :

DENIA FADILA RUSMAN

JOBSHEET SISTEM CERDAS REASONING 2. Fuzzifikasi

Praktikum sistem Pakar Fuzzy Expert System

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Tingkat kesehatan bank dapat diketahui dengan melihat peringkat

Jurnal String Vol. 1 No. 1 Tahun 2016 ISSN: MODEL EVALUASI KINERJA KARYAWAN DENGAN METODE FUZZY SUGENO PADA RESTO ABTL

BAB III LANDASAN TEORI

SISTEM CERDAS LATIHAN FUZZY LOGIC Dr. Fatchul Arifin, ST., MT. Phone:

BAB IV PEMBAHASAN. Pada penelitian ini akan dibandingkan antara aplikasi teori graf fuzzy dan

Praktikum Sistem Pakar Jumat 16 Desember 2013 Pertemuan 12. Tabel 1. Rancangan Variabel fuzzy Fungsi Nama Variabel Rentang Nilai Keterangan

Simulasi Pengendali Kiln PT. Semen Tonasa (Tonasa IV) Menggunakan Fuzzy Logic Toolbox Program Matlab St. Nawal Jaya

Tahap Sistem Pakar Berbasis Fuzzy

DAFTAR ISI. KATA PENGANTAR i. DAFTAR ISI. iv. DAFTAR GAMBAR. viii. DAFTAR TABEL. x. DAFTAR LAMPIRAN.. xi. 1.1 Latar Belakang dan Rumusan Masalah..

LOGIKA FUZZY MENGGUNAKAN MATLAB

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian

BAB I PENDAHULUAN. Minyak dan gas bumi merupakan gabungan/ campuran komposisi dari

BAB II LANDASAN TEORI

BAB IV PEMBAHASAN. A. Aplikasi Fuzzy Logic untuk Menilai Kolektibilitas Anggota Sebagai. Pertimbangan Pengambilan Keputusan Pemberian Kredit

MODUL 8 APLIKASI NEURAL NETWORK DAN FUZZY LOGIC PADA PERKIRAAN CUACA

IMPLEMENTASI FUZZY LOGIC DALAM MENENTUKAN PENDUDUK MISKIN (STUDI KASUS PADA BADAN PUSAT STATISTIK KOTA PAGARALAM)

BAB III PERANCANGAN SISTEM

Analisis Pengaruh Pemilihan Fuzzy Membership Function Terhadap Output Sebuah Sistem Fuzzy Logic

BAB IV PEMBAHASAN. BAB IV berisi pembahasan tahapan penelitian, yaitu klasifikasi logika. A. Identifikasi Data Cadangan Hidrokarbon

BAB II LANDASAN TEORI. Pada bab ini berisi tentang teori mengenai permasalahan yang akan dibahas

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA

BAB II LANDASAN TEORI. papernya yang monumental Fuzzy Set (Nasution, 2012). Dengan

Analisa Fuzzy Logic Untuk Menentukan Kepuasan Pelayanan Kinerja Pegawai BAAK (Bagian Administrasi dan Akademik) di Universitas Internasional Batam

Aplikasi Graf Fuzzy dan Aljabar Max-Plus untuk Pengaturan. Lampu Lalu Lintas di Simpang Empat Beran Kabupaten Sleman

Studi Kasus Fuzzy Logic 2016

PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH

EVALUASI KINERJA GURU DENGAN MENGGUNAKAN FUZZY INFERENCE SYSTEM (FIS) MAMDANI

MODEL SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN DENGAN FUZZY INFERENCE SYSTEM UNTUK PROMOSI KARYAWAN

BAB 1 PENDAHULUAN. Logika fuzzy memberikan solusi praktis dan ekonomis untuk mengendalikan

Perekrutan Karyawan Tetap Dengan Fuzzy Inference System Metode Mamdani

Fuzzy Expert Sistem. Departemen Ilmu Komputer Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Pertanian Bogor 2015

BAB V IMPLEMENTASI SISTEM

Seminar Nasional Cendekiawan 2015 ISSN: APLIKASI FUZZY INFERENCE SYSTEM (FIS) METODA MAMDANI DALAM DIAGNOSA PENYAKIT LIVER (HATI)

Solusi MATLAB. Double Click salah satu kotak input sehingga muncul Membership Function Editor. Pada Membership Function Editor:

SISTEM PENYARINGAN MAHASISWA BEASISWA PRESTASI AMIK BSI YOGYAKARTA MENGGUNAKAN FUZZY INFERENCE SYSTEM

ANALISIS PERBANDINGAN METODE LOGIKA FUZZY DAN REGRESI LINEAR PADA PERAMALAN KONSUMSI ENERGI LISTRIK DI RAYON SEMARANG BARAT TAHUN

Penilaian Hasil Belajar Matematika pada Kurikulum 2013 dengan Menggunakan Logika Fuzzy Metode Mamdani

Erwien Tjipta Wijaya, ST.,M.Kom

METODOLOGI PENELITIAN

SISTEM INFERENSI FUZZY MAMDANI BERBASIS WEB

ANALISIS OPTIMASI TRAFFIC LIGHT DENGAN TEORI FUZZY LOGIC MENGGUNAKAN ALTERNATIF APLIKASI MATLAB (STUDI KASUS SIMPANG EMPAT LHOKSEUMAWE)

REVIEW PENERAPAN FUZZY LOGIC SUGENO DAN MAMDANI PADA SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PRAKIRAAN CUACA DI INDONESIA

I. PENDAHULUAN Sebagai perusahaan yang memproduksi trafo, PT Bambang Djaja harus merencanakan dengan baik

Fuzzy Inference System untuk Mengurangi Kemacetan di Perempatan Jalan

ARTIFICIAL INTELLIGENCE MENENTUKAN KUALITAS KEHAMILAN PADA WANITA PEKERJA

adalahkelompok profesi terbesar dan berperan vital dalam sistem tersebut yang menyebabkan ABSTRAK

PENGUJIAN TEGANGAN TEMBUS MEDIA ISOLASI UDARA DAN MEDIA ISOLASI MINYAK TRAFO MENGGUNAKAN ELEKTRODA BIDANG

Bab III TEORI DAN PENGONTOR BERBASIS LOGIKA FUZZI

LOGIKA FUZZY PADA PROSES PELET PAKAN IKAN

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB II: TINJAUAN PUSTAKA

Penerapan Metode Fuzzy Mamdani Pada Rem Otomatis Mobil Cerdas

KAJIAN SISTEM PAKAR DAN FUZZY LOGIC DALAM PENENTUAN JURUSAN

Team project 2017 Dony Pratidana S. Hum Bima Agus Setyawan S. IIP

BAB 2 LANDASAN TEORI

SPK PENENTUAN TINGKAT KEPUASAN KONSUMEN PADA RESTORAN XYZ

PENDAPATAN MASYARAKAT DENGAN ADANYA KAMPUS MENGGUNAKAN FUZZY TSUKAMOTO

BAB III METODOLOGI 3.1. PENDAHULUAN

Penentuan Jumlah Permintaan Obat Pada Kantor Kepolisian Resort Kota Menggunakan. Logika Fuzzy Mamdani. Siti Fathimah

BAB III PENGAMBILAN DATA

BAB III METODE PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. untuk mendistribusikan energi listrik tersebut. Hal ini tentunya akan

Perancangan Graphical User Interface untuk Pengendalian Suhu pada Stirred Tank Heater Berbasis Microsoft Visual Basic 6.0

PERANCANGAN SISTEM KONTROL LAMPU LALU LINTAS OTOMATIS BERBASIS LOGIKA FUZZY MENGGUNAKAN SENSOR KAMERA

APLIKASI FUZZY LOGIC UNTUK MENILAI KOLEKTIBILITAS ANGGOTA SEBAGAI PERTIMBANGAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN PEMBERIAN KREDIT DI KOPERASI X SKRIPSI

Fuzzy Inference System

SIDANG TUGAS AKHIR IMPLEMENTASI FUZZY RULES UNTUK PERENCANAAN DAN PENENTUAN PRIORITAS DI PDAM KOTA SURABAYA. oleh: WINDA ZULVINA

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang

: Pengantar Intelegensi Buatan. Worksheet 2 : Praktikum Fuzzy Logic menggunakan MATLAB

BAB III METODE PENELITIAN. Pada prinsipnya penelitian ini bertujuan untuk mengetahui

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

IMPLEMENTASI METODE LOGIKA FUZZY DALAM PEMBANGUNAN SISTEM OPTIMALISASI LAMPU LALU LINTAS TUGAS AKHIR

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Desain sistem Analisis sistem Implementasi sistem Pemeliharaan Sistem HASIL DAN PEMBAHASAN Investigasi sistem

SIMULASI MENENTUKAN WAKTU MEMASAK BUAH KELAPA SAWIT MENGGUNAKAN FUZZY MAMDANI

MODEL PENENTUAN GURU BERPRESTASI BERBASIS ADAPTIVE NEURO FUZZY INFERENCE SYSTEM (ANFIS)

Implementasi Sistem Navigasi Behavior Based Robotic dan Kontroler Fuzzy pada Manuver Robot Cerdas Pemadam Api

Implementasi Algoritma Logika Fuzzy Dalam Penentuan Kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Surya Terpusat Off Grid

BAB I PENDAHULUAN. masyarakat dapat terpenuhi secara terus menerus. mengakibatkan kegagalan operasi pada transformator.

IV PENGEMBANGAN FUZZY INFERENSI SISTEM SELEKSI METODE EOR

Praktikum 10 Tim Asisten Praktikum Sistem Pakar

Analisis Perbandingan Algoritma Logika Fuzzy Model Sugeno dan Mamdani untuk Pengukuran Kualitas Kolam Air Renang Berbasis Mikrokontroller

REVIEW JURNAL LOGIKA FUZZY

Perbandingan Tegangan Tembus Isolasi Minyak Transformator Diala B Dan Mesran Super Sae 40 W Menggunakan Hypot Model 04521aa

Perancangan Controlling and Monitoring Penerangan Jalan Umum (PJU) Energi Panel Surya Berbasis Fuzzy Logic Dan Jaringan Internet

JURNAL TEKNOLOGI TECHNOSCIENTIA ISSN: Vol. 8 No. 2 Februari 2016

PENERAPAN METODE FUZZY MAMDANI DALAM MEMPREDIKSI TINGGINYA PEMAKAIAN LISTRIK ( STUDI KASUS KELURAHAN ABC )

BAB III PERANCANGAN Sistem Kontrol Robot. Gambar 3.1. Blok Diagram Sistem

PENENTUAN JUMLAH PRODUKSI TELEVISI MERK X MENGGUNAKAN METODE FUZZY MAMDANI

ANALISA SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENENTUAN KOSENTRASI JURUSAN TEKNIK MESIN UNP PADANG

SIMULASI SISTEM UNTUK PENGONTROLAN LAMPU DAN AIR CONDITIONER DENGAN MENGGUNAKAN LOGIKA FUZZY

ANALISIS & DESAIN SISTEM FUZZY. Menggunakan TOOLBOX MATLAB

Transkripsi:

BAB III CONTOH APLIKASI LOGIKA FUZZY MENGGUNAKAN MATLAB Kompetensi : 1. Mahasiswa memecahkan masalah rekayasa melalui pendekatan logika fuzzy. Sub Kompetensi : 1. Dapat menggunakan tahapan pemecahan masalah rekayasa menggunakann logika fuzzy. 2. Dapat mengetahui aplikasi logika fuzzy dalam memacahkan masalah dalam bidang rekayasa teknik elektro. 3. Dapat mencoba memecahkan masalah rekayasa dalam bidang teknik elektro menggunakann logika fuzzy. III.1. Matlab Toolbox Gambar 1. Fuzzy Inference Sistem

Agar dapat menggunakan fungsi-fungsi logika fuzzy yang ada pada MATLAB, maka harus diinstalkan terlebih dahulu TOOLBOX FUZZY. Fuzzy logic toolbox memberikan fasilitas Graphical User Interface (GUI) untuk mempermudah dalam membangun suatu sistem fuzzy. Ada 5 GUI tools yang dapat digunakan untuk membangun, mengedit, mengobservasi sistem penalaran fuzzy (lihat gambar 1 ), yaitu: 1. Fuzzy Interface System Editor (FIS Editor), 2. Membership Function Editor, 3. Rule Editor, 4. Rule Viewer, 5. Surface Viewer. Di dalam logika fuzzy terdapat tiga tahapan pemodelan, yaitu fuzzifikasi, interfacing, dan defuzifiksi. Fuzzifikasi Merupakan suatu proses mengubah variabel non fuzzy (variabel numerik) menjadi variabel fuzzy (variabel linguistik). Pada tahap pertama ini data yang akan di fuzzifikasi berupa data input dan output. Data input yang diperoleh dari hasil survey atau data yang sebenarnya. Sedangkan pada data output yaitu berupa tingkatan level yang didefinisikan sendiri. Disini tingkatan level tersebut dapat di implementasikan berupa indikator yang telah diberikan penjelasan masing-masing sesuai tingkatannya. Data-data yang ada pada input dan output tersebut selanjutnya disimulasikan dalam sofware Matlab 6.1 dan dibuat sebagai membership function trianggle (segitiga). Interfacing Setelah proses fuzzifikasi, tahapan selanjutnya adalah tahapan interfacing ( Ruled Based), dimana pada umunya aturan fuzzy dinyatakan dalam bentuk IF THEN yang merupakan inti dari relasi fuzzy. Pada tahapan ini dibuat tabel hubungan antara input dan output sehingga dapat dibuat rule-base dari program fuzzy-nya. Hubungan semua variabel input memberikan semua kondisi variabel output sehingga memberikan statmen-statmen dalam rulebase. Dari rule-base tersebut dapat dilihat surface view-nya yang menunjukkan gradasi warna.

Kehalusan dari gradasi warna yang terdapat pada gambar menunjukkan kehalusan dari perubahan tingkatan fuzzy dari rule-base yang dibuat. Defuzzifikasi Merupakan proses pengubahan data-data fuzzy tersebut menjadi data-data numerik yang dapat dikirimkan ke peralatan pengendalian. Untuk mendapatkan keluaran dari proses komputasi melalui algoritma logika fuzzy maka diperlukan defuzzifikasi sebagai proses untuk mendapatkan keluaran yang sesuai dengan statment input yang dibuat. III. 2. Contoh Aplikasi Logika Fuzzy Untuk Uji Kualitas Minyak Trafo Transformator merupakan alat listrik tegangan bolak-balik yang dapat mentransfer energi listrik dari suatu rangkaian listrik ke rangkaian listrik yang lainnya dengan frekuensi yang tetap. Transformator tenaga digunakan untuk kelengkapan pendistribusian tenaga listrik baik di PLN maupun di pelanggan dengan tarif besar atau industri. Transformator tenaga membutuhkan keandalan yang tinggi. Dimana supaya transformator dapat terhindar dari kerusakan maka diperlukan pemeliharaan dan perawatan secara berkesinambungan. Salah satu dari pemeliharaan dan perawatan tersebut yaitu dengan melakukan pemeriksaan kualitas minyak transformator secara berkala, sehingga kita dapat memastikan bahwa kualitas minyak masih sesuai dengan kebutuhan standar. Minyak transformator merupakan bahan isolasi yang sangat penting fungsinya terhadap kelangsungan kinerja suatu sistem operasi peralatan. Kegunaan minyak transformator adalah selain untuk bahan isolasi juga digunakan sebagai bahan media pendingin antara kumparan kawat atau inti besi dengan sirip pendingin. Agar minyak transformator ini dapat berfungsi dengan baik, maka kualitas minyak harus sesuai dengan standar kebutuhan. Minyak transformator ini bermacam-macam jenisnya dan ketahanannya. Untuk itu kita perlu mengetahui sejauh mana ketahanan minyak transformator tersebut dalam melaksanakan fungsinya, sehingga kita mendapatkan informasi yang tepat untuk mengetahui seberapa lama minyak transformator yang akan digunakan dapat bertahan. Minyak transformator sebagai suatu bahan isolasi cair lebih banyak digunakan dibandingkan dengan isolasi gas maupun padat, karena minyak transformator ini memiliki kekuatan dielektrik yang tinggi. Tapi ada pula kelemahan dari minyak transformator ini adalah terlalu mudahnya untuk terkontaminasi. Oleh karena itu perlu adanya perawatan yang baik dan

teratur. Salah satu perawatan tersebut yaitu dengan melakukan pengujian pada tingkat kekentalan minyak transformator setelah mengalami masa pemakaian dalam jangka waktu tertentu. Sehingga dapat diketahui berapa lama minyak transformator tersebut dapat bertahan sebagai bahan isolasi. Pada contoh aplikasi logika fuzzy ini akan dipaparkan bagaimana logika fuzzy dapat mengambil keputusan untuk menentukan kualitas minyak trafo pada suatu Gardu Distribusi. Gambaran umum sistemnya dapat dilihat pada gambar 2 berikut : Gambar 2. Gambaran Umum Sistem Uji Kualitas Minyak Trafo Misalkan adaa dua faktor yang mempengaruhi kualitas minyak trafo yaitu kadar asam dan tegangann tembus trafo. Kadar asam merupakan salah satu karakteristik dari minyak transformator yang dilihat berdasarkan Standar SPLN 49-1 : 1982, Metoda Uji IEC 296 dengan satuan mg KOH/g. Untuk kadar asam ini memiliki tingkatan nilai terendah yaitu 0 yang menunjukkan tingkat yang paling basa. Sedangkan tingkatan tertinggi yaitu 0,400 yang menunjukkan tingkat yang paling asam. Tegangan tembus yang juga merupakan salah satu karakteristik dari minyak transformator dan juga dilihat berdasarkan SPLN 49-1 : 1982, Metoda Uji IEC 296 dengan satuan kv/cm. Dimana untuk tingkatan terendahnya yaitu 0 yang menunjukkann kualitas minyak transformator yang sangat jelek. Sedangkan untuk tingkatan tertingginya 120 yang menunjukkan kualitas minyak transformator yang sangat bagus.

III.3. Tahapan Pemodelan III.3.1. Fuzzifikasi Tahap pertama dalam pemodelan pada perancangan ini adalah fuzzifikasi. Pada proses ini kita harus menentukan tingkatan fuzy dari setiap input dan output yang akan digunakan. Dalam menentukan tingkatan fuzzy ini harus sesuai dengan data dilapangan, karena kebenaran data tersebut akan mempengaruhi pada proses pemodelan tahap selanjutnya sampai ke hasil akhir yang kita inginkan. Data tersebut dapat berupa hasil pengujian di laboratorium atau data yang telah ada dilapangan. Pada perancangan ini data yang digunakan adalah data yang sudah ada dari PLN yang berdasarkan Standar SPLN 49-1: 1982, Metode Uji IEC 296. Fuzzifikasi untuk Input Kadar Asam Pada proses fuzzifikasi input kadar asam ini memiliki rentang dari 0 sampai dengan 0,4. dari rentang tersebut kita bagi sesuai dengan tingkatan fuzzy yang akan dibuat sepert pada tabel 4.1. Pada perancangan ini kita buat tingkatan fuzzy untuk input kadar asam ini menjadi tujuh tingkatan fuzzy yaitu: Sangat Asam (SA), Asam (A), Agak Asam (AA), Netral (N), Agak Basa (AB), Basa (B), dan Sangat Basa (SB). Penentuan rentang ini tidak bisa kita tentukan secara sebarangan, tetapi berdasarkan pendapat para pakar yang berada di PT.PLN (PERSERO) Unit Produksi Banten (UPBN) Bandung. Tabel 1. Fuzifikasi Tingkat Kadar Asam. Kadar Asam Tingkatan Fuzzy Indeks 0 0,05 Sangat Asam SA 0,05 0,10 Asam A 0,10 0,15 Agak Asam AA 0,15 0,20 Netral N 0,20 0,25 Agak Basa AB 0,25 0,30 Basa B 0,30 0,40 Sangat Basa SB

Data tersebut disimulasikan dalam sofware matlab 6.1 dan dimasukkan sebagai membership function triangle (segitiga) seperti pada gambar 3. Gambar 3. Membership Function Input Kadar Asam Fuzzifikasi untuk Input Tegangan Tembus Pada proses fuzzifikasi input tegangan tembus ini memiliki rentang dari 0 sampai dengan 120. Sama seperti pada penentuan rentang untuk input kadar asam, penentuan rentang untuk input tegangan tembus juga tidak bisa dilakukan dengan sembarangan. Penentuan rentang ini juga berdasarkan pendapat para pakar yang berada dilokasi yaitu di PT.PLN (PERSERO) Unit Produksi Banten (UPBN) Bandung. Jika penentuan rentang dilakukan secara sembarangan maka apabila rentang yang dipakai tidak sesuai akan mengakibatkan jeleknya hasil akhir dari perancangan ini. Untuk itu penentuan rentang ini harus sesuai dengan data yang ada dilapangan sehingga hasil akhir yang diinginkan akan dapat tercapai dengan baik, meskipun masih terdapat sedikit kekurangan dan kelemahan. Dari rentang tersebut dibagi menjadi empat tingkatan fuzzy yaitu: Rendah, Sedang, Tinggi, dan Sangat Tinggi seperti pada tabel 2.

Tabel 2. Fuzzifikasi Input Tegangan Tembus Tingkatan Fuzzy 0 30 Rendah 30 60 Sedang 60 90 Tinggi Tegangan Tembus 90 120 Sangat Tinggi Setelah itu kita dapat mensimulasikan data tersebut dalam sofware matlab 6.1 sebagai membership function triangle (segitiga) seperti pada gambar 4 berikut ini : Gambar 4. Membership Function Iinput Tegangan Tembus Fuzzifikasi untuk Output ( Kualitas Minyak Trafo ) Dalam perancangan ini keluaran dari sistem berupa level yang menunjukkan tingkat kualitas dari minyak trafo. Dimana pada kenyataannya keluaran ini berupa lampu indikator dengan lima macam warna yang berbeda dengan diberikan penjelasan sesuai masing-masing level dan bobot keluaran.

Tabel 3. Pembagian Bobot untuk Level Output Level Bobot Bagus 0 0,2 Standar 0,2 0,4 Kurang Bagus 0,4 0,6 Jelek 0,6 0,8 Sangat Jelek 0,8 1,0 Seperti halnya fuzzifikasi pada input, untuk fuzzifikasi pada output ini juga berdasarkan dari pendapat para pakar yang ada di lokasi. Namun untuk penentuan nilai bobotnya dapat kita tentukan sendiri tetapi tetap berdasarkan penyesesuaian dengan penentuan level yang telah diperoleh dari sumber atau dari PLN. Sampai penentuan keluaran berupa indikator dapat kita atur dan tentukan sendiri. Selanjutnya data tersebut disimulasikan dalam sofware matlab 6.1 dan dimasukkan juga sebagai membership function triangle seperti pada gambar 5. Gambar 5. Membership Funstion untuk Output

III.3.2. Interfacing Setelah proses fuzzifikasi, tahap selanjutnya adalah membuat tabel yang menunjukkan hubungan antara kedua parameter input dan parameter output yang dinamakan interfacing. Pada proses interfacing ini hubungan antara kedua variabel input dan variabel output dapat diatur dan ditentukan sendiri yaitu dengan menghubungkan kedua variabel input dan variabel output seperti pada tabel 4. berikut ini: Tabel 4. Interfacing Input Terhadap Output Kadar asam Teg. Tembus SA A AA N AB B SB Rendah S.Jelek Jelek K.Bagus Standar K.Bagus Jelek S.Jelek Sedang S.Jelek Jelek K.Bagus Bagus K.Bagus Jelek S.Jelek Tinggi Jelek Jelek Standar Bagus Standar K.Bagus Jelek S.Tinggi Jelek Jelek Standar Bagus Standar K.Bagus Jelek Dari tabel diatas dapat di buat rule-base dari program fuzzy-nya seperti yang ditunjukkan pada gambar 6. Gambar 6. Rule-base Logika Fuzzy dari Interfacing Tabel 4.4

Dari hubungan kedua variabel input dan variabel output tersebut dapat memberikan semua kondisi variabel output, dan memberikan 28 statmen dalam rule base yaitu: 1. Jika Kadar Asam dalam kondisi Sangat Asam dan Tegangan Tembus dalam kondisi Rendah maka kualitas minyak trafo Sangat Jelek. 2. Jika Kadar Asam dalam kondisi yang Asam dan Tegangan Tembus dalam kondisi Rendah maka kualitas minyak trafo Jelek. 3. Jika Kadar Asam dalam kondisi Agak Asam dan Tegangan Tembus dalam kondisi Rendah maka kualitas minyak trafo Kurang Bagus. 4. Jika Kadar Asam dalam kondisi Netral dan Tegangan Tembus dalam kondisi Rendah maka kualitas minyak trafo Standar. 5. Jika Kadar Asam dalam kondisi Agak Basa dan Tegangan Tembus dalam kondisi Rendah maka kualitas minyak trafo Kurang Bagus. 6. Jika Kadar Asam dalam kondisi Basa dan Tegangan Tembus dalam kondisi Rendah maka kualitas minyak trafo Jelek. 7. Jika Kadar Asam dalam kondisi Sangat Basa dan Tegangan Tembus dalam kondisi Rendah maka kualitas minyak trafo Sangat Jelek. 8. Jika Kadar Asam dalam kondisi Agak Asam dan Tegangan Tembus dalam kondisi Sedang maka kualitas minyak trafo Sangat Jelek. 9. Jika Kadar Asam dalam kondisi Asam dan Tegangan Tembus dalam kondisi Sedang maka kualitas minyak trafo Jelek. 10. Jika Kadar Asam dalam kondisi Agak Asam dan Tegangan Tembus dalam kondisi Sedang maka kualitas minyak trafo Kurang Bagus. 11. Jika Kadar Asam dalam kondisi Netral dan Tegangan Tembus dalam kondisi Sedang maka kualitas minyak trafo Bagus. 12. Jika Kadar Asam dalam kondisi Agak Basa dan Tegangan Tembus dalam kondisi Sedang maka kualitas minyak trafo Kurang Bagus. 13. Jika Kadar Asam dalam kondisi Basa dan Tegangan Tembus dalam kondisi Sedang maka kualitas minyak trafo Jelek. 14. Jika Kadar Asam dalam kondisi Sangat Basa dan Tegangan Tembus dalam kondisi Sedang maka kualitas minyak trafo Sangat Jelek.

15. Jika Kadar Asam dalam kondisi Sangat Asam dan Tegangan Tembus dalam kondisi Tinggi maka kualitas minyak trafo Jelek. 16. Jika Kadar Asam dalam kondisi Asam dan Tegangan Tembus dalam kondisi Tinggi maka kualitas minyak trafo Jelek. 17. Jika Kadar Asam dalam kondisi Agak Asam dan Tegangan Tembus dalam kondisi Tinggi maka kualitas minyak trafo Standar. 18. Jika Kadar Asam dalam kondisi Netral dan Tegangan Tembus dalam kondisi Tinggi maka kualitas minyak trafo Bagus. 19. Jika Kadar Asam dalam kondisi Agak Basa dan Tegangan Tembus dalam kondisi Tinggi maka kualitas minyak trafo Standar. 20. Jika Kadar Asam dalam kondisi Basa dan Tegangan Tembus dalam kondisi Tinggi maka kualitas minyak trafo Kurang Bagus. 21. Jika Kadar Asam dalam kondisi Sangat Basa dan Tegangan Tembus dalam kondisi Tinggi maka kualitas minyak trafo Jelek. 22. Jika Kadar Asam dalam kondisi Sangat Asam dan Tegangan Tembus dalam kondisi Sangat Tinggi maka kualitas minyak trafo Jelek. 23. Jika Kadar Asam dalam kondisi Asam dan Tegangan Tembus dalam kondisi Sangat Tinggi maka kualitas minyak trafo Jelek. 24. Jika Kadar Asam dalam kondisi Agak Asam dan Tegangan Tembus dalam kondisi Sangat Tinggi maka kualitas minyak trafo Standar. 25. Jika Kadar Asam dalam kondisi Netral dan Tegangan Tembus dalam kondisi Sangat Tinggi maka kualitas minyak trafo Sangat Jelek. 26. Jika Kadar Asam dalam kondisi Agak Basa dan Tegangan Tembus dalam kondisi Sangat Tinggi maka kualitas minyak trafo Standar. 27. Jika Kadar Asam dalam kondisi Basa dan Tegangan Tembus dalam kondisi Sangat Tinggi maka kualitas minyak trafo Kurang Bagus. 28. Jika Kadar Asam dalam kondisi Sangat Basa dan Tegangan Tembus dalam kondisi Sangat Tinggi maka kualitas minyak trafo Jelek.

Dari rule base tersebut dapat dilihat surface viewnya yaitu suatu gambar yang menunjukkan kehalusan dari gradasi warna pada perubahan tingkatan fuzzy dari rule base yang telah dibuat. Perubahan gradasi warna yang semakin halus berarti menunjukkan bahwa semakin bagus rule base yang telah dibuat. Dan sebaliknya perubahan gradasi warna yang kasar menunjukkan bahwa rule base yang telah dibuat tidak bagus, seperti yang ditunjukkan pada gambar 7. Gambar 7. Survace Viewer dari Rule- base III.3.3. Defuzzifikasi Tahapan ketiga yang juga merupakan tahapan terakhir dari proses perancangan indikator alat uji karakteristik minyak trafo ini adalah proses memperoleh keluaran dari proses komputasi melalui algoritma logika fuzzy yang mana keluaran ini harus sesuai dengan statmen input yang dibuat. Proses ini dinamakan defuzzifikasi. Pada perancangan ini proses defuzzifikasi dilakukan dengan menggunakan metode Centroid of Area (COA). Dengan menggunakan

operator max min dengan logika AND maka akan diperoleh kurva input Kadar Asam, kurva input Tgangan Tembus, dan kurva output Kualitas Minyak Trafo seperti terlihat pada gambar 8. Gambar 8. Kurva Input dan Output pada Proses Defuzzifikasi Dari gambar 8 dapat terlihat kurva dari input Kadar Asam, input Tegangan Tembus, dan output Kualitas Minyak. Pada kurva input terdapat garis merah yang berfungsi pada saat pengujian. Dimana pada saat pengujian garis merah ini dapat digeser kekiri dan kekanan sesuai dengan nilai input yang akan diuji, setelah itu barulah akan terlihat nilai outputnya yang tertera secara numerik pada kurva output. Sebagai contoh seperti pada gambar 8 yang memiliki nilai input Kadar Asam 0,18 dan nilai input Tegangan Tembus 114 maka nilai output yang keluar adalah 0,18. Jika nilai kedua input dan output kita masukkan kedalam tabel interfacing maka nilai Kadar Asam 0,18 termasuk kategori Netral ( N ), nilai Tegangan Tembus 114 termasuk kategori Sangat Tinggi, dan outputnya menunjukkan Kualitas Minyak dengan nilai 0,18 yang termasuk kategori Bagus. Jika kita cocokan dengan tabel interfacing yang telah dibuat maka pernyataan tersebut telah sesuai.

III.3.4. Pengujian Hasil dari proses fuzzifikasi setiap diberikan input akan memberikan keluaran level sesuai dengan rule base yang telah dibuat. Keakuratan dari sistem yang telah dibuat sangat tergantung dengan rule basenya. Pengujian dilakukan dengan melakukan entry point atau menggeser garis merah untuk setiap input dan keluaran (defuzzifikasinya) akan langsung ditampilkan. Nilai dari input dan output tersebut tertera secara numerik atau dapat dilihat dari tampilan kurva secara visual. Sebagai contoh dapat dilihat gambar 4.6, pada gambar tersebut terlihat untuk kadar asam 0,18 dan tegangan tembus 114 maka keluaranya menunjukkan bobot 0,183. Dari nilai tersebut jika masing-masing nilai dimasukkan ke dalam tabel interfacing maka nilai kadar asam sebesar 0,18 akan termasuk kategori Netral (N), dan nilai tegangan tembus sebesar 114 akan termasuk kategori Sangat Tinggi (S.Tinggi), sedangkan untuk nilai keluarannya yang berupa level keluaran sebesar 0,183 akan termasuk kategori Bagus (B). dari hasil tersebut jika kita cocokan dengan dengan tabel interfacing maka pernyataan tersebut sudah sesuai. Berikut ini tabel pengujian dari 20 titik keadaan yang digunakan sebagai sampel untuk pengujian karakteristik minyak transformator: Tabel 5. Data Hasil Pengujian Sistem No. Kadar Asam Tegangan Tembus Kualitas Minyak Ket. 1. 0,06 ( A ) 96,5 ( S.Tinggi ) 0,75 ( Jelek ) Sesuai 2. 0,04 ( SA ) 75 ( Tinggi ) 0,75 ( Jelek ) Sesuai 3. 0,07 ( A ) 10 ( Rendah ) 0,7 ( Jelek ) Sesuai 4. 0,11 ( AA ) 18 ( Rendah ) 0,59 ( K.Bagus ) Sesuai 5. 0,2 ( N ) 40 ( Sedang ) 0,08 ( Bagus) Sesuai 6. 0,23 ( AB ) 70 ( Tinggi ) 0,3 ( Standar ) Sesuai 7. 0,29 ( B ) 72 ( Tinggi ) 0,42 ( K.Bagus ) Sesuai 8. 0,32 ( SB ) 22 ( Rendah ) 0,68 ( S.Jelek ) T.Sesuai

9. 0,4 ( SB ) 52 ( Sedang ) 0,82 ( S.Jelek ) Sesuai 10. 0,18 ( N ) 114 ( S.Tinggi ) 0,18 ( Bagus ) Sesuai 11. 0,02 ( SA ) 80 ( Tinggi ) 0,75 ( Jelek ) Sesuai 12. 0,15 ( AA ) 6 ( Rendah ) 0,4 ( K. Bagus ) Sesuai 13. 0,3 ( B ) 19 ( Rendah ) 0,6 ( Jelek ) Sesuai 14. 0,4 ( SB ) 120 ( S.Tinggi ) 0,75 ( Jelek ) Sesuai 15. 0,37 ( SB ) 9 ( Rendah ) 0,8 ( S.Jelek ) Sesuai 16. 0,02 ( SA ) 18 ( Rendah ) 0,8 ( S.Jelek ) Sesuai 17. 0,13 ( AA ) 105 ( S.Tinggi ) 0,25 ( Standar ) Sesuai 18. 0,24 ( AB ) 78 ( Tinggi ) 0,25 ( Standar ) Sesuai 19. 0,37 ( SB ) 34 ( Sedang ) 0,8 ( S.Jelek ) Sesuai 20. 0,23 ( AB ) 79 ( Tinggi ) 0,23 ( Standar ) Sesuai Perancangan model indikator alat uji karakteritik minyak transformator ini bertujuan untuk mengetahui kualitas minyak transformator dengan output berupa lima buah warna lampu indikator lima dengan kriteria kualitas minyak Dengan perancangan menggunakan pemodelan logika fuzzy ini memiliki beberapa kelebihan, antara lain: nilai respon yang dihasilkan akan lebih valid jika dibandingkan dengan pengujian secara manual. Dengan perancangan ini pula kita dapat mengetahui kualitas dari berbagai merk minyak transformator, tanpa harus melihat standar penggunaan setiap merk yang berbeda-beda. Selain itu dengan pemodelan ini kita akan mengetahui kualitas minyak secara otomatis, yaitu dengan hanya memasukkan nilai dua buah input, secara otomatis akan muncul indikator mengenai kualitas minyak tersebut.