BANDUNG AEROMODELING

dokumen-dokumen yang mirip
MERAKIT DAN MENERBANGKAN PESAWAT LAYANG MODEL PELANGI 50 CHUCK GLIDER Serial pesawat terbang model pendidikan dasar teknologi

BAGIAN I PENDAHULUAN

PETUNJUK PERAKITAN DAN PENERBANGAN FREE FLIGHT GLIDER A2 (F1A) SUPER ENDURA 2200 CF COMPETITION

Bagian I Pendahuluan

PETUNJUK PERAKITAN DAN PENERBANGAN OPTIMAE 2500 ELECTRIC. Oleh : PT Telenetina STU Bandung Indonesia

CESSNA 206 ELECTRIC TRAINER

PETUNJUK PERAKITAN DAN PENERBANGAN PESAWAT MODEL RADIO CONTROL CESSNA ELECTRIC 400 TRAINER

WORKING PLAN SIMPLE WALL SHELF S001

MEMULAI HOBBY AEROMODELING

MODUL 12 WESEL 1. PENGANTAR

BAB III METODE PEMBUATAN

BAB V PELAKSANAAN PEKERJAAN. Pekerjaan persiapan berupa Bahan bangunan merupakan elemen

PEKERJAAN PERAKITAN JEMBATAN RANGKA BAJA

PENDAHULUAN PERINGATAN

Pada pembuatan produk kriya kulit kertas karton digunakan pada pembuatan

PETUNJUK MERAKIT DAN MENERBANGKAN PESAWAT MODEL

TLP 12 - Kebutuhan Mesin dan Peralatan

c = b - 2x = ,75 = 7,5 mm A = luas penampang v-belt A = b c t = 82 mm 2 = 0, m 2

SOAL PENILAIAN AKHIR SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2017/2018. Mata Pelajaran : Prakarya dan KWU Kompetensi Keahlian : AP/TB/MM/KK/UPW

BAB III PERENCANAAN DAN GAMBAR

BAB III PERANCANGAN SISTEM ATAP LOUVRE OTOMATIS

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Nama Alat Peraga: Ruang Ajaib Gambar Alat Peraga:

BAB IV. KONSEP RANCANGAN

ANALISA EFEKTIVITAS SUDUT DEFLEKSI AILERON PADA PESAWAT UDARA NIR AWAK (PUNA) ALAP-ALAP

IV. PENDEKATAN DESAIN

BAB IV PEMBUATAN DAN PENGUJIAN

BAB IV PEMBUATAN DAN PENGUJIAN

BAB IV HASIL & PEMBAHASAN. 4.1 Hasil Perancangan Komponen Utama & Komponen Pendukung Pada

FORMAT GAMBAR PRAKTIKUM PROSES MANUFAKTUR ATA 2014/2015 LABORATURIUM TEKNIK INDUSTRI LANJUT UNIVERSITAS GUNADARMA

Kayu lapis Istilah dan definisi

BAB IV PROSES PEMBUATAN DAN PENGUJIAN

BAB IV PEMBUATAN DAN PENGUJIAN

BAB IV PROSES PEMBUATAN DAN PENGUJIAN

SKRIPSI / TUGAS AKHIR

BAB V METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN

BAB IV KENDALA YANG DIALAMI SELAMA PROSES PERANCANGAN PANEL DINDING RINGAN BERBAHAN BOTOL PLASTIK

PETUNJUK MERAKIT DAN MENERBANGKAN PESAWAT MODEL

BAB III METODE PROYEK AKHIR. Motor dengan alamat jalan raya Candimas Natar. Waktu terselesainya pembuatan mesin

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB III PERANCANGAN CONTAINER DAN CONVEYOR ROKOK

PROSES PERMESINAN. (Part 2) Learning Outcomes. Outline Materi. Prosman Pengebor horisontal JENIS MESIN GURDI

BAB III METODOLOGI PEMBUATAN PATUNG KAYU

Laporan Tugas Akhir BAB IV MODIFIKASI

BAB IV PROSES PRODUKSI

SESI 9 KERUSAKAN DAN PENANGANAN SIAR MUAI. Kementerian Pekerjaan Umum

ANALISIS TEGANGAN PADA SAYAP HORIZONTAL BAGIAN EKOR AEROMODELLING

BAB VII TINJAUAN KHUSUS METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN BALOK

BAB IV PEMBUATAN DAN PENGUJIAN

BAB IV PEMBUATAN DAN PENGUJIAN

BAB IV PEMBUATAN DAN PENGUJIAN

GERAK PARABOLA DAN GERAK MELINGKAR ABDUL AZIZ N.R (K ) APRIYAN ARDHITYA P (K )

III. METODELOGI PENELITIAN. Penelitian dilaksanakan pada Mei hingga Juli 2012, dan Maret 2013 di

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB IV PROSES PEMBUATAN DAN PENGUJIAN

III. Kerajinan dari Daur Ulang A. Produk Kerajinan dari Kertas Daur Ulang Banyak hal yang dapat diciptakan dari kertas seni (handmade paper).

Sambungan dan Hubungan Konstruksi Kayu

Dalam menentukan ukuran utama mesin skrap ini, hal yang berpengaruh antara lain:


FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

BAB FLUIDA A. 150 N.

V. HASIL DAN PEMBAHASAN

Uji Terbang Autonomous Low Cost Fixed Wing UAV Menggunakan PID Compensator

DINDING DINDING BATU BUATAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ENGINE STAND. yang diharapkan. Tahap terakhir ini termasuk dalam tahap pengetesan stand

BAB V METODE PELAKSANAAN KONSTRUKSI

BAB V PELAKSANAAN PEKERJAAN. Kolom merupakan suatu elemen struktur yang memikul beban Drop Panel dan

BAB IV PROSES PRODUKSI DAN PENGUJIAN

BAGIAN III: PRAKTIK & KEMAJUAN Pastikan Anda berlatih sampai Anda yakin pada langkah sebelum Anda melanjutkan ke langkah berikutnya.

Diproduksi oleh: PT. Bangunperkasa Adhitamasentra Distributor: PT. Ciptapapan Dinamika SISTEM SAMBUNGAN FLUSH JOINT

BAB IV KONSEP. 2. Tataran System a. Bagian Bagian Casing PC.

BAB IV PROSES PEMBUATAN

Jarak pendaratan yang tersedia 800 m hingga, 1200 m hingga, tetapi tidak mencapai 2400 m. Kurang dari 800 meter. Lokasi dan Dimensi.

RODA PECAHAN. Alat dan Bahan 1. Alat Penggaris Gunting. Cara Pembuatan

JENIS PAPAN KAYU. Eko Sri Haryanto, M.Sn

Struktur Atas & Pasangan Batu Bata. Ferdinand Fassa

LOMBA KOMPETENSI SISWA (LKS) SMK SELEKSI TINGKAT PROPINSI BALI BIDANG LOMBA CABINET MAKING PEMERINTAH PROPINSI BALI

Geometri Serat Kertas

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2012 sampai dengan Maret

BAB IV PEMBUATAN DAN PENGUJIAN

BAB IV PROSES PEMBUATAN DAN PENGUJIAN

BAB III METODE PERANCANGAN. Mulai. Merancang Desain dan Study Literatur. Quality Control. Hasil Analisis. Kesimpulan. Selesai

BAB III PERENCANAAN DAN GAMBAR

TUGAS AKHIR ) Pembimbing MSIE. 1. Ir. Farry Firman, 2. Ir. Rakhma Oktavina, MT. Universitas Gunadarma 1. Teknik Industri

V. HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV PROSES PEMBUATAN

ANALISIS TIDAK BERFUNGSINYA FLAP PADA WAKTU DIGERAKKAN DARI 0 SAMPAI 25 UNIT PADA PESAWAT BOEING PK-CJT

Panduan Keselamatan dan Pengoperasian

PROSEDUR MOBILISASI DAN PEMASANGAN PIPA AIR MINUM SUPLEMEN MODUL SPAM PERPIPAAN BERBASIS MASYARAKAT DENGAN POLA KKN TEMATIK

IV. PENDEKATAN RANCANGAN

BAB III DATA DAN ANALISA PERANCANGAN A. KELOMPOK DATA BERKAITAN DENGAN FUNGSI PRODUK RANCANGAN

BAB V PROSES PEMBUATAN SILINDER HIDROLIK (MANUFACTURING PROCESS) BUCKET KOBELCO SK Bagan 5.1 Hydraulic Cylinder Manufacturing Process [6]

MANUAL APLIKASI DINDING LUAR. Versa Board 10 & 12 mm

PENERAPAN ORNAMEN PADA PRODUK AKSESORIS KULIT. Abstrak

BAB IV KONSEP PERANCANGAN

PEMBUATAN PETI/PALKA BERINSULASI

PENDEKATAN DESAIN Kriteria Desain dan Gambaran Umum Proses Pencacahan

BAB III PERENCANAAN DAN GAMBAR

BAB IV KONSEP PERANCANGAN

BAB V METODE PELAKSANAAN KONSTRUKSI KOLOM DAN BALOK. perencanaan dalam bentuk gambar shop drawing. Gambar shop

Transkripsi:

BANDUNG AEROMODELING WWW.BANDUNG-AEROMODELING.COM

Petunjuk Perakitan dan Penerbangan Pesawat Layang Model Terbang Bebas Pelangi 45 Gambar Kit Pelangi 45 Pesawat layang model terbang bebas Pelangi 45 merupakan pesawat model terbang bebas (free flight model) tidak bermotor yang dapat diterbangkan dengan cara dilemparkan tangan (hand launched) atau diluncurkan dengan katepel (catapult launched) atau bahkan diluncurkan dengan dorongan rocket kecil (rocket boosted). Pesawat model Pelangi 45 ini merupakan pengembangan dari Pelangi 60 untuk keperluan pertandingan atau kompetisi dan tersedia dalam bentuk kit yang dilengkapi lem CA untuk merakit komponen pesawat yang terbuat dari kayu balsa dan kertas sampul serta lem PVAc (lem putih) untuk melapisi kerangka sayapnya. 2 P a g e

Dengan bentang sayap 45 cm, berat siap terbang sekitar 30gr pesawat layang model ini dapat melayang dengan baik didalam ruangan hingga ke ketinggian sekitar 10meter dan jarak jangkau sekitar 50 hingga 80meter dengan waktu penerbangan hingga beberapa puluh detik Daftar Komponen Kit Pesawat Model Pelangi 45 : Leading Edge (LE) Dalam Leading Edge Luar Trailing Edge (TE)Dalam Trailing Edge Luar Wing Rib Fuselage Leading Edge Stabilo Trailing Edge Stabilo Rib Stabilo Leading Edge Fin Trailing Edge Fin Rib Fin Wing Jig Lem CyanoAcrylate Lem Putih Karet Propeller Plan atau gambar rencana Covering Material 18 buah 10 buah 1 set 1 Tube 1 meter Perakitan Sayap Dari dalam kit pesawat Pelangi 45, kita ambil Rib Sayap kemudian satukan dengan Leading Edge sayap (LE) dan Trailing Edge sayap (TE) untuk dirakit menjadi 3 panel sayap yang masing-masing adalah Panel Sayap Kiri, Panel sayap Tengah, Panel Sayap Kanan. Rakitlah Panel Sayap Tengah terlebih dahulu karena panel ini menggunakan Rib Sayap yang ukuran panjangnya sama sehingga mudah untuk dirakit.perakitan dimulai dengan meletakkan LE di bagian depan, TE di bagian belakang dan dua buah rib di sisi kiri dan kanan paling luar sehingga panel sayap membentuk kerangka persegi terlebih dahulu. Kemudian pasangkan rib-rib yang lain sehingga seluruh rib sayap di panel tersebut terpasang dengan tepat, kuat dan rapi. 3 P a g e

Perakitan panel sayap kiri dan kanan agak sedikit berbeda dengan panel sayap tengah karena bentuk sayap luar yang mengecil (taper) sehingga panjang rib sayapnya juga semakin pendek ke arah tepi sayap. Untuk itu rib sayap yang panjangnya sama di dalam kit harus kita potong sisi belakangnya sehingga ukuran sesuai dengan dimensi yang terlihat di gambar rencana. Pergunakan pisau cutter untuk memotong panjang rib sayap dengan cara langsung mengukurnya di atas gambar rencana. Bagian persambungan Panel sayap luar dan dalam masih terlihat tidak teratur sehingga harus diratakan dan disesuaikan sisi-sisinya agar tepat bertemu dengan sudut yang sesuai. Pergunakan pisau cutter dan balok amplas untuk meratakan setiap sisi persambungan panel sayap tersebut. Selanjutnya letakkan 2 buah jig sayap di atas gambar rencana, masing-masing di ujung tepi sayap kiri dan kanan. Sambungkan masing-masing panel sayap dengan disangga jig sayap di atas gambar rencana. Ketinggian Jig Sayap akan membentuk sudut hedral sayap. Pergunakan lem CA untuk penyambungan hedral sayap ini. Pemasangan sayap dengan sudut hedral nantinya diperlukan untuk kestabilan terbang dalam arah guling (lateral). Bila di persambungan sayap tersebut masih terlihat ada celah sehingga menyebabkan persambungan tersebut kurang kokoh, maka sisipkanlah potongan kecil kayu balsa atau serbuk kayu hasil amplasan ke celah penyambungan tersebut dan kuncilah dengan tetesan lem CA ke persambungan tersebut. Hasilnya yang umumnya masih belum rata benar, kita ratakan dengan balok amplas. Bagian sayap yang permukaannya masih kasar, tidak rata atau belum halus dan bentuknya masih tidak beraturan harus diamplas sehingga bentuknya streamline secara aerodinamis, khususnya di persambungan rib dengan LE serta TE, sambungan tengah serta sayap tepi. Keseluruhan sayap harus kita check konstruksinya apakah cukup kokoh dan tidak twist (terpuntir). Kerangka sayap yang twist harus diperbaiki dulu sebelum discover dengan kertas. Covering dan Finishing Sayap yang sudah dirakit kita akan lapisi dengan kertas singkong atau kertas sampul. Untuk itu kita harus melapisi sisi bawah sayap terlebih dahulu agar di akhir pelapisan, tepian kertas pelapis sayap atas nantinya tidak begitu terlihat karena berada di sisi bawah sayap. Kerangka sayap yang akan dilapisi kertas diolesi lem kertas atau lem putih PVAc. Selanjutnya kertas dibasahi air melalui semprotan atau diusap dengan sapu tangan. 4 P a g e

Kertas tersebut direkatkan ke kerangka sayap dan upayakan agar tidak terjadi banyak kerutan atau permukaannya kendor. Tariklah ujung-ujung kertas ke arah luar agar kerutan di bagian tengah berkurang. Rapikan tepian kertas dengan pisau cutter. Biarkan kertas mengering dengan cara diangin-anginkan hingga permukaan kertas menjadi tegang dan rapi. Titik Berat dan Uji Terbang Rekatkan ekor di bagian belakang badan pesawat dengan Lem CA. Letakkan sayap pada dudukannya pada badan. Gunakan lem CA untuk merekatkan sayap ke badan. Di bagian hidung pesawat kita rekatkan pemberat dari timbal agar titik berat pesawat berada di tengah sayap atau sekitar 50% dari lebar sayap. Pesawat model Pelangi 70 sudah siap uji terbang. Untuk menguji terbang, pesawat diluncurkan melawan angin. Carilah tempat yang agak terbuka dengan lapisan rumput tebal di bawahnya. Lapisan rumput ini akan mencegah rusaknya pesawat jika ternyata setting titik berat dan posisi ekornya belum pas sehingga terbangnya masih belum lurus. Pesawat yang meluncur sejauh lebih dari 6 meter dikatakan sudah layak terbang, sedangkan pesawat yang masih menukik atau menanjak berarti perlu di trim ekor dalam bidang horizontalnya dengan cara dibelokkan sisi belakangnya ke atas atau ke bawah. Pesawat layang yang sudah layak terbang dapat dilemparkan dengan tangan kuat-kuat ke udara, diluncurkan dengan ketapel atau diluncurkan dengan dorongan roket mini melalui peluncur yang panjangnya sekitar 1 meter. Pada peluncuran berkekuatan penuh, pesawat layang model pelangi 70 akan menanjak hingga ketinggian 10 hingga 30 meter, kemudian melayang turun secara perlahan-lahan selama kurang lebih 10 detik hingga mendarat. Agar terbangnya tidak terlalu jauh, upayakan agar pesawat dapat terbang berputar ke kiri atau ke kanan dengan cara membelokkan ekor ke arah yang diinginkan, misalnya kita ingin pesawat berputar membelok ke kiri, maka ekor kanan di belokkan sisi belakangnya 3 derajat ke kiri dan atas. 5 P a g e