BAB II KERANGKA TEORETIS DAN PERUMUSAN HIPOTESIS

dokumen-dokumen yang mirip
BAB I PENDAHULUAN. berkembang pesat. Teknologi informasi sudah menjadi suatu kebutuhan yang sangat

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. sekali mengalami perubahan (Jogiyanto, 2008: 1). Hal ini terjadi karena

BAB II KERANGKA TEORITIS DAN PERUMUSAN HIPOTESIS. Sun et al. (2012) melakukan penelitian dengan judul pengaruh agama

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. pada pengaruh persepsi manfaat, persepsi kemudahan penggunaan, dan persepsi

BAB 1 PENDAHULUAN. memanfaatkan teknologi yang sudah di modernisasi dan juga dapat

BAB I PENDAHULUAN. perubahan lingkungan yang serba cepat dan dinamis. Organisasi

BAB 1 PENDAHULUAN. Automatic Teller Machine (ATM) dan electronic banking (e-banking)

BAB I PENDAHULUAN UKDW. teknologi adalah munculnya internet. Walaupun internet tidak dapat dikatakan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Pikkarainen et al. (2004: 204) mendefinisikan E-banking sebagai sebuah

BAB I PENDAHULUAN. muka. Fenomena ini yang kemudian dapat dilihat dalam bisnis e-commerce yang

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN. diperkenalkan oleh Fred D. Davis. Davis et al. (1989) menyebutkan bahwa TAM

II. TINJAUAN PUSTAKA. keamanan hingga sampai pada sektor perbankan. Pada sektor perbankan, hasil dari

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Pada waktu melakukan sebuah penelitian, bahwa landasan teori sangat

BAB I. PENDAHULUAN. Saat ini teknologi informasi semakin berkembang dengan pesat. Banyak

BAB I PENDAHULUAN. dampak positif bagi pertumbuhan e-commerce. Menurut Asosiasi. Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII, 2013), jumlah pengguna

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian

BAB I PENDAHULUAN. media layanan elektronik (e-channel) saat ini telah jauh berkembang. Bahkan

BAB I PENDAHULUAN. berkembang pesat dibandingkan dengan waktu waktu sebelumnya, misalnya

MODEL PENERIMAAN TEKNOLOGI (TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL)

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN. menggunakan perangkat mobile serta jaringan nirkabel (Ayo et al., 2007). Jonker

BAB 1 PENDAHULUAN. maupun untuk membantu tercapainya tujuan perusahaan. Perkembangan

BAB III LANDASAN TEORI

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. fungsi standar menjadi hadirnya sebuah telepon seluler pintar atau smartphone

I. PENDAHULUAN. Persaingan industri perbankan saat ini semakin ketat,sehingga diperlukan berbagai

BAB III METODE PENELITIAN. minat perilaku nasabah dalam penggunaan layanan menggunakan model integrasi

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. jasa seperti usaha jasa sewa mobil, pariwisata, transportasi, jasa pihak ketiga dan

Judul : Penerapan Model Unified Theory of Acceptance and Use of Technology 2 untuk Menjelaskan Minat dan Penggunaan Mobile Banking

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Fokus utama penelitian ini adalah mengidentifikasi faktor-faktor yang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. mengambil topik pengaruh kepercayaan, kemudahan dan persepsi resiko nasabah

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

10 c. Persepsi sikap terhadap penggunaan (attitude) d. Persepsi minat perilaku (behavioral intention to use) Persepsi pengguna terhadap manfaat teknol

BAB II KAJIAN PUSTAKA. Technology Acceptance Model (TAM) diadopsi dari model The Theory of

BAB I PENDAHULUAN. Kegiatan berbelanja merupakan salah satu kegiatan aktivitas masyarakat

BAB I PENDAHULUAN. sangat pesat. Internet sudah menjadi alat komunikasi online yang sangat penting

Analisis Penggunaan Mobile Banking dengan Mengadopsi Technology Acceptance Model (TAM) (Studi Kasus pada Bank Central Asia di Jakarta)

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan teknologi saat ini semakin berkembang seiring dengan

FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP TRUST DAN PENGARUH TRUST TERHADAP LOYALTY PENGGUNA INTERNET BANKING

BAB I PENDAHULUAN. oleh bisnis. Salah satu teknologi yang benar-benar membawa revolusi informasi

BAB I PENDAHULUAN. kreatif memicu kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan akselerasi yang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Penelitian yang dilakukan oleh peneliti merujuk pada penelitian-penelitian

BAB 1 PENDAHULUAN. dengan menggunakan salah satu perdiktor dari TAM yaitu perceived ease of. use(persepsi kemudahan dalam menggunakan teknologi).

BAB II LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN. manusia, termasuk inovasi dalam kegiatan jual beli barang dan jasa. Saat ini

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. menyalurkan dana kepada masyarakat serta memberikan jasa-jasa pelayanan

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. Sistem pemungutan pajak dengan metode self assessment yang telah

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Dalam penelitian ini, penilitian yang menjadi acuan adalah hasil penelitian Chahal

BAB I PENDAHULUAN. menyediakan informasi-informasi yang dibutuhkan oleh stakeholder sebagai. dasar untuk pengambilan keputusan dalam organisasi.

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI

PERANCANGAN MODEL PENERIMAAN LAYANAN SMS TRACKING PT XYZ WILAYAH KOTA PALEMBANG

BAB II KERANGKA TEORITIS DAN PERUMUSAN HIPOTESIS. yang spesifik pada segmentasi pelanggan yang menggunakan internet yang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. menggunakan pendekatan teori perilaku (behavioral theory) yang banyak

BAB II KAJIAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. Ibid, hlm Jogiyanto, Sistem Informasi Keperilakuan Edisi Revisi. Yogyakarta: Penerbit Andi, Tahun 2009, hlm 111.

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan teknologi informasi saat ini berdampak ke segala aspek

BAB I PENDAHULUAN. Kemajuan ini didukung dengan berkembangnya jaringan internet di Indonesia

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

PENDAHULUAN. Era globalisasi telah menuntut segala informasi dapat diakses secara cepat dan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. penelitian terdahulu dalam jurnal yang berkaitan dengan inovasi teknologi,

BAB I PENDAHULUAN. dengan kemajuan dan perkembangan zaman. Hal yang menarik dari kemajuan dan

Kajian Mengenai Penerimaan Teknologi dan Informasi Menggunakan Technology Accaptance Model (TAM)

BAB V PENUTUP. 1. Manfaat berpengaruh tidak signifikan terhadap minat nasabah. mempengaruhi minat nasabah tidak terbukti kebenarannya dan tidak dapat

BAB 2 LANDASAN TEORI DAN KERANGKA PIKIR

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN. Landasan teori terdiri dari Technology Acceptance Model (TAM), Task

BAB II LANDASAN TEORI

PERANCANGAN MODEL PENERIMAAN LAYANAN SMS TRACKING PT XYZ WILAYAH KOTA PALEMBANG

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB III LANDASAN TEORI. A. Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT) Model ini menggabungkan delapan model sekaligus, yaitu:

BAB I PENDAHULUAN. Electronic Commerce (e-commerce) (McLeod & Schell, 2004). Menurut Indrajit

BAB I PENDAHULUAN. Era perkembangan informasi saat ini berkembang sangat pesat seiring

BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Tinjauan Pustaka Pengertian Pemasaran Pengertian Manajemen Pemasaran Pengertian Jasa

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. konsumen untuk bertransaksi secara online dan kemudian dievaluasi, serta apa

APPENDIX A. Page 55. Salam Kenal,

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada era global ini perkembangan internet telah mengalami perkembangan yang cukup pesat. Perkembangan internet

Transkripsi:

BAB II KERANGKA TEORETIS DAN PERUMUSAN HIPOTESIS 2.1 Model Penelitian Terdahulu Penelitian Jalal, Marzooq dan Nabi (2011) bertujuan untuk mengeksplorasi faktor-faktor yang mempengaruhi niat pelanggan untuk menggunakan internet banking di Bahrain. Ada 3 faktor yang diteliti yaitu perceived usefulness, perceived ease of use, perceived credibility (security dan privacy). Gambar 2.1 Evaluating the Impacts of Online Factors on Motivating the Process of E-banking Perceived Credibility Use Internet Sumber: Jalal, Marzooq dan Nabi (2011) Penelitian Jeong dan Yoon (2013) bertujuan untuk mengeksplorasi faktor yang mempengaruhi konsumen mengadopsi mobile banking di Singapura. Berdasarkan pengembangan tereori technology acceptance model (TAM), berhasil mengidentifikasi lima faktor yang mempengaruhi niat perilaku konsumen untuk mengadopsi mobile banking: perceived usefulness, perceived ease of use, perceived credibility, perceived self-efficacy dan perceived financial cost. 6

7 Gambar 2.2 An Empirical Investigation on Consumer Acceptance of Mobile Service Perceived Credibility Self Efficacy Adopt Internet Perceived Financaial Cost Sumber: Jeong dan Yoon (2013) Penelitian Kazi (2013) bertujuan untuk meneliti pengaruh faktor-faktor yang mempengaruhi niat untuk mengadopsi layanan internet banking diantara mahasiswa di Pakistan. Kerangka teori yang digunakan untuk penelitian ini diadopsi dari technology acceptance model (TAM) dengan empat variabel independen yaitu perceived usefulness, perceived ease of use, perceived credibility dan convenience. Gambar 2.3 An Empirical Study of Factors Influencing Adoption of Internet banking among Students of Higher Education: Evidence from Pakistan Perceived Credibility Use Internet Convienience Sumber: Kazi (2013) Penelitian Ariff, Yeow, Zakuan dan Bahari (2013) bertujuan untuk untuk mendeterminasi adopsi sistem internet banking diantara pengguna muda yang

8 potensial, khususnya manajer muda. Hubungan dan pengaruh computer selfefficacy (CSE) dan pengembangan teori technology acceptance model (TAM) terhadap niat perilaku untuk menggunakan sistem internet banking. Pengukuran CSE dan TAM telah diadaptasi dari penelitian sebelumnya. Gambar 2.4 Acceptance of Internet banking Systems among Young Managers Computer Self Efficacy Perceived of Usefulness Perceived of Ease To Use Perceived Credibility Use Internet Sumber: Ariff, Yeow, Zakuan dan Bahari (2013) Penelitian Daud, Kassim, Said dan Noor (2011) bertujuan untuk untuk meneliti faktor-faktor penentu keberhasilan yang mempengaruhi adopsi mobile banking di Malaysia menggunakan pengembangan teori technology acceptance model (TAM). Gambar 2.5 Factors Affecting Continued Usage of Internet banking Among Egyptian Customers Perceived Credibility Customer Awareness Adopt Mobile Perceived Risk Sumber: Daud, Kassim, Said dan Noor (2011)

9 Penelitian Kasheir, Ashour dan Yacout (2009) bertujuan untuk memahami dan menjelaskan bagaimana konsumen tetap menggunakan layanan internet banking di Mesir. Penelitian ini dimulai dengan meninjau teori perilaku theory of reasoned action, the theory of planned behavior, the theory of decomposed planned behavior, the technology acceptance model dan the diffusion of innovations theory dan serta penggunaan teori-teori ini dalam teknologi layanan mandiri seperti internet banking. Gambar 2.6 Factors Affecting Continued Usage of Internet banking Among Egyptian Customers Social Norm Behavioral Intention Perceived Risk Demographic Variables Sumber: Kasheir, Ashour dan Yacout (2009) Penelitian Jagero dan Abeka (2011) bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi perusahaan mengadopsi layanan internet banking di Kenya, Uganda, Tanzania, dan Rwanda. Faktor-fktor yang dianggap mempengaruhi adopsi layanan internet banking adalah perceived usefulness, perceived ease of use, oragnization support dan bank support. Hipotesis secara empiris dievaluasi dengan menggunakan nasabah bank di Afrika Timur sebagai menargetkan sampel.

10 Gambar 2.7 Corporate Customers Usage of Internet banking in East Africa Organization Support Trade Finance Internet Service Bank Support Sumber: Jagero dan Abeka (2011) Penelitian Hashjin, Roaia dan Hemati (2014) bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi pengadopsian layanan internet banking di Iran. Dalam Penelitian ini efek dari theory reason action, theory planned behavior, technology acceptance model, security, government support dan variabel demografis telah dievaluasi pada adopsi internet banking. Gambar 2.8 Online Purchase Intention: Effects of Trust and Security Perception Subjective Norm Attitude Perceived Behaviour Control Using Internet Government Support Security Confidence Sumber: Hashjin, Roaia dan Hemati (2014)

11 Penelitian Couto, Tiago dan Tiago (2013) bertujuan memberikan kontribusi pengembangan pengetahuan mengenai pola dan perilaku mengenai konsumen Portugis dalam adopsi dan penggunaan niat perilaku mobile banking sebagai dasar untuk membangun strategi pertumbuhan mobile banking. Gambar 2.9 An analysis of Internet banking in Portugal: the antecedents of mobile banking adoption Trust Convinience Use Internet Sumber: Couto, Tiago dan Tiago (2013) Penelitian Tat dan Nor (2008) bertujuan untuk meneliti prediktor niat pengguna untuk terus menggunakan layanan internet banking di Malaysia. Dalam penelitian ini variabel yang diteliti adalah trust, compability dan ease to use. Populasi dari penelitian ini adalah pengguna layanan internet banking di Klang Valley, Malaysia. Gambar 2.10 Predictors of Intention To Continue Using Internet banking Services: An Empirical Study of Current Users Trust Compability Ease To Use Use Internet Sumber: Tat dan Nor (2008)

12 2.2 Definisi Variabel Depeden Keinginan berperilaku adalah keinginan atau motivasi untuk mencoba mengadopsi perilaku tertentu (Wang et al. 2007). Menurut theory planned behavior (TBP), keinginan berperilaku ini adalah faktor dominan dalam menentukan keputusan untuk mengambil tindakan tertentu atau tidak, dan bahwa semua faktor yang dapat mempengaruhi perilaku aktual adalah manifestasi tidak langsung dari keinginan berperilaku (Ajzen, 1985). Selain itu Davis (1989) mengungkapkan behavior intention adalah sebuah ukuran kekuatan niat seseorang untuk melakukan perilaku tertentu. Internet banking merupakan sebuah saluran yang memungkinkan konsumen untuk memeriksa saldo dalam rekening mereka, transfer dana dan pembayaran tagihan secara elektronik melalui media internet (Nasri, 2011). Internet banking menawarkan banyak manfaat bagi bank dan konsumen mereka. Dengan media internet, perbankan tidak lagi terikat waktu atau geografi, konsumen memiliki akses yang relatif mudah untuk rekening mereka 24 jam sehari dan tujuh hari dalam seminggu. Itu membuat tersedia untuk konsumen berbagai layanan termasuk beberapa layanan tidak ditawarkan di cabang. Dengan cara ini, Internet banking menghemat waktu dan uang memberikan kemudahan dan aksesibilitas (Karjauloto, 2003). Dalam penelitian ini niat penggunaan internet banking didasari menggunakan teori technology acceptance model (TAM). TAM menekankan pada tingkat adopsi seseorang dalam menggunakan teknologi dan aspek yang mempengaruhi nyaatau penerimaan nya atau niat untuk menggunakan teknologi

13 (Davis, 1989). TAM sebagai teori model sistem informasi bagaimana pengguna untuk menerima dan menggunakan teknologi, selain itu juga didefinisikan sebagai landasan teoritis untuk menjelaskan dan memprediksi individu penerimaan teknologi informasi (Chung & Paynter, 2002). 2.3 Pengaruh Antar Variabel 2.3.1 Pengaruh terhadap Use Internet banking Perceived usefulness didefinisikan sebagai sejauh mana seorang individu percaya bahwa ia akan mendapat manfaat dari menggunakan e-banking (Jeong & Yoon, 2014). Perceived usefulness sangat kuat berasosiasi dengan produktifitas. Dengan penggunaan teknologi dapat meningkatkan produktifitas pengguna, perfoma kerja dan memudahkan pekerjaan (Daud et al. 2011). Konsumen menggunakan layanan perbankan online karena dengan menggunakan internet banking dapat meningkatkan produktivitas kegiatan perbankan mereka dan sangat berguna untuk melakukan transaksi keuangan (Singh, 2012). Penelitian terdahulu yang menyatakan bahwa perceived usefulness berpengaruh positif terhadap intention to use internet banking adalah Jalal, Marzooq dan Nabi (2011); Ariff, Yeow, Zakuan dan Bahari (2013); Daud, Kassim, Said dan Noor (2011); Jagero dan Abeka (2011); Hashjin, Roaia dan Hemati (2014) dan Kasheir, Ashour dan Yacout (2009).

14 2.3.2 Pengaruh Perceived Ease to Use terhadap Use Internet banking Perceived ease to use didefinisikan sebagai sejauh mana seseorang percaya bahwa menggunakan sistem tertentu akan bebas dari upaya (Davis, 1989). Selain itu Zeithaml et al. (2002) menyatakan bahwa sejauh mana suatu inovasi mudah dimengerti atau mudah digunakan dapat dianggap sebagai perceived ease to use. Sebuah sistem dianggap lebih mudah digunakan jika memfasilitasi sistem penggunaan lebih banyak dan diterima oleh pengguna (Venkatesh & Morris, 2000). Selain itu kemudahan penggunaan yang dirasakan konsumen membantu dalam membangun kepercayaan dengan bank karena bank telah benar-benar memikirkan kemudahaan bagi pengguna akhir konsumen, sehingga akan mendorong sikap yang positif terhadap internet banking yang pada akhirnya akan meningkatkan niat penggunaan internet banking (Wang et al. 2003). Penelitian terdahulu yang menyatakan bahwa perceived ease to use berpengaruh positif terhadap intention to use internet banking Jalal, Marzooq dan Nabi (2011); Kazi (2013); Ariff, Yeow, Zakuan dan Bahari (2013); Daud, Kassim, Said dan Noor (2011); Jagero dan Abeka (2011); Hashjin, Roaia dan Hemati (2014) dan Kasheir, Ashour dan Yacout (2009). 2.3.3 Pengaruh Perceived Credibility terhadap Use Internet banking Perceived credibility didefinisikan sebagai persepsi konsumen dalam perlindungan rincian transaksi dan data pribadi terhadap akses yang tidak sah, ini tentang keyakinan pribadi bahwa pengguna memiliki sistem untuk melakukan

15 transaksi aman dan menjaga privasi informasi pribadi (Daud et al. 2011). Jacoby dan Kaplan (1972) menyatakan bahwa perceived credibility mengacu pada konsumen merasa ada kepastian dan konsekuensi yang menyenangkan menggunakan layanan aplikasi elektronik. Selain itu perceived credibility adalah keyakinan bahwa janji dapat diandalkan bahkan dalam keadaan yang tak terduga (Suh & Han, 2002). Daniel (1999) dan O 'Connell (1996) menemukan bahwa masalah keamanan adalah penting dalam mempengaruhi penerimaan dan adopsi teknologi baru. Perlu bagi bank untuk memastikan reputasi yang baik dan harus memberikan kepercayaan kepada konsumen tentang layanan. Ada banyak kekhawatiran dalam benak konsumen tetapi jika kredibilitas bank memiliki tingkat tinggi, konsumen akan yakin bahwa transaksi dengan bank akan aman dan tidak banyak hal yang perlu dikhawatirkan. Jika kredibilitas bank di bawah par dari kemungkinan resiko akan pasti meningkat memungkinkan konsumen untuk tidak percaya dengan mudah (Hassan et al. 2012). Penelitian terdahulu yang menyatakan bahwa perceived credibility berpengaruh positif terhadap intention to use internet banking adalah Jalal, Marzooq dan Nabi (2011); Kazi (2013); Ariff, Yeow, Zakuan dan Bahari (2013); Daud, Kassim, Said dan Noor (2011). 2.3.4 Pengaruh Trust terhadap Use Internet banking Trust adalah pengaruh pada individu pada kesediaan untuk terlibat dalam pertukaran uang dan informasi sensitif pribadi secara online (Wang, et al. 2003) dalam Tot dan Nor (2008). Kepercayaan adalah kemauan salah satu pihak untuk

16 menjadi rentan terhadap tindakan pihak lain, berdasarkan harapan bahwa pihak lain akan melakukan tindakan tertentu, terlepas dari kemampuan untuk memantau atau mengontrol pihak lain (Mayer et al. 1995). Trust telah ditemukan untuk menjadi salah satu faktor paling penting yang mempengaruhi seorang individu untuk menggunakan teknologi (Nor &Pearson, 2007). Trust merupakan hal terpenting dari kemitraan strategis antara bisnis dan konsumen di internet (Spekman, 2998). Kepercayaan merupakan faktor penting pada situasi yang berbeda dalam proses jasa keuangan online (Wang & Emurian 2005; Yoon, 2002; Zeithaml, Berry &Parasuraman, 1996). Penelitian terdahulu yang menyatakan bahwa trust berpengaruh positif terhadap intention to use internet banking adalah Tat dan Nor (2008); Couto, Tiago dan Tiago (2013); Foon dan Fah (2012); Pi, Liao dan Chen (2012) dan Ayo, Adewoye dan Oni (2010). 2.3.5 Pengaruh Convenience terhadap Use Internet banking Copeland (1923) mendefinisikan convenience sebagai kelas produk konsumen yang didistribusikan secara intensif dan diperlukan waktu yang dan upaya fisik dan mental untuk membelinya. Beberapa definisi lainnya convenience adalah berapa besar sumber daya seperti waktu dan upaya yang diperlukan konsumen dalam berbelanja produk (Brown, 1990). Convenience didefinisikan sebagai transaksi yang bisa dilakukan dari mana saja dan kapan saja asalkan mereka memiliki akses ke komputer dan koneksi ke internet sebagai bank yang akan buka 24 jam dan 7 hari dalam seminggu (Morgan & Hunt, 1994).

17 Kenyamanan adalah salah satu fitur yang paling menguntungkan dari internet banking (Liao & Cheung, 2002; Daniel, 1999). Konsumen bank dapat membayar tagihan, cek saldo, transfer dana, mengajukan kredit mobil dan hipotek dan menggunakan jasa pelengkap lainnya di ujung jari kapan saja dari mana saja (Yu & Lo, 2007; Ramsaran, 2003). Lichtenstein dan Williamson (2006) menunjukkan bahwa waktu tabungan dan akses 24/7 tampaknya menjadi aspek yang paling penting dari kenyamanan layanan internet banking. Selain itu konsumen merasa bebas dalam melakukan transaksi dengan internet banking seperti di mana saja, kapan saja, dan yang paling penting tidak memakan waktu. (Hussein & Pathan, 2011). Penelitian terdahulu yang menyatakan bahwa convenience berpengaruh positif terhadap intention to use internet banking adalah Kazi (2013); Couto, Tiago dan Tiago (2013); Kazi (2013); Nasri (2012); Lichtenstein and Williamson (2006); Hussein dan Pathan (2011). 2.4 Model Penelitian dan Perumusan Hipotesis Model penelitian ini merupakan replika dari penelitian Jalal, Marzooq dan Nabi (2011) dan Couto, Tiago dan Tiago (2013). Dalam penelitian Jalal, Marzooq dan Nabi (2011) meneliti tentang niat pelanggan untuk menggunakan internet banking dengan dipengaruhi oleh perceived usefulness, perceived ease of use, perceived credibility (security dan privacy). Sedangkan penelitian Couto, Tiago dan Tiago (2013) meneliti tentang pola dan perilaku mengenai konsumen

18 mengadopsi dan penggunaan niat perilaku mobile banking yang dipengaruhi oleh trust dan convinience. Gambar 2.11 Analisis Faktor yang Mempengaruhi Niat Menggunakan Internet banking di Kota Batam Perceived of Usefulness Perceived of Ease To Use Perceived Credibility Trust Use Internet Convinience Sumber : Jalal, Marzooq dan Nabi (2011) dan Couto, Tiago dan Tiago (2013) Berdasarkan model penelitian diatas maka dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut: H 1 : Perceived of usefulness memiliki pengaruh positif terhadap intention to use internet banking H 2 : Perceived of ease to use memiliki pengaruh positif terhadap intention to use internet banking H 3 : Perceived Credibility memiliki pengaruh positif terhadap intention to use internet banking H 4 : Trust memiliki pengaruh positif terhadap intention to use internet banking H 5 : Convenience memiliki pengaruh positif terhadap intention to use internet banking