PERCOBAAN NUKLIR RINGKASAN

dokumen-dokumen yang mirip
GUNTINGAN BERITA Nomor : /HM 01/HHK 2.1/2014

PENTINGNYA REAKTOR PEMBIAK CEPAT

*39525 PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA (PP) NOMOR 27 TAHUN 2002 (27/2002) TENTANG PENGELOLAAN LIMBAH RADIOAKTIF PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 27 TAHUN 2002 TENTANG PENGELOLAAN LIMBAH RADIOAKTIF

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 27 TAHUN 2002 TENTANG PENGELOLAAN LIMBAH RADIOAKTIF PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 27 TAHUN 2002 TENTANG PENGELOLAAN LIMBAH RADIOAKTIF PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 27 TAHUN 2002 TENTANG PENGELOLAAN LIMBAH RADIOAKTIF PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

Sihana

BAB I PENDAHULUAN. memonitoring aktivitas nuklir negara-negara di dunia, International Atomic. kasus Iran ini kepada Dewan Keamanan PBB.

BAB I PENDAHULUAN. Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) telah banyak dibangun di beberapa negara di

BAB I PENDAHULUAN. terutama dipenuhi dengan mengembangkan suplai batu bara, minyak dan gas alam.

SMP kelas 9 - SEJARAH BAB 1. Perang Dunia IIlatihan soal 1.4

KESELAMATAN STRATEGI PENYIMPANAN LIMBAH TINGKAT TINGGI

ELECTROMAGNETIC PULSE YANG DITIMBULKAN OLEH LEDAKAN NUKLIR 1

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 1978 TENTANG PENGESAHAN PERJANJIAN MENGENAI PENCEGAHAN PENYEBARAN SENJATA-SENJATA NUKLIR

TUGAS MAKALAH PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA NUKLIR (PLTN)

BAB I PENDAHULUAN. Subhan Permana Sidiq,2014 FAKTOR DOMINAN YANG BERPENGARUH PADA JUMLAH BENDA JATUH ANTARIKSA BUATAN SEJAK

2. Reaktor cepat menjaga kesinambungan reaksi berantai tanpa memerlukan moderator neutron. 3. Reaktor subkritis menggunakan sumber neutron luar

KONSEP DAN TUJUAN DAUR BAHAN BAKAR NUKLIR

KESELAMATAN DAN KEAMANAN PENGEMBANGAN ENERGI NUKLIR INDONESIA

TUGAS. Di Susun Oleh: ADRIAN. Kelas : 3 IPA. Mengenai : PLTN

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 27 TAHUN 2002 TENTANG PENGELOLAAN LIMBAH RADIOAKTIF

PROLIFERASI SENJATA NUKLIR DEWI TRIWAHYUNI

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

PROSES PENYIMPANAN LIMBAH RADIOAKTIF

BAB I PENDAHULUAN. Semakin maraknya krisis energi yang disebabkan oleh menipisnya

PENGENALAN DAUR BAHAN BAKAR NUKLIR

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN

REAKTOR PEMBIAK CEPAT

PEMBANGKIT PENGENALAN (PLTN) L STR KTENAGANUKLTR

BAB I PENDAHULUAN. listrik dalam wujud reaktor nuklir. Pengembangan teknologi nuklir tidak hanya

REAKTOR AIR BERAT KANADA (CANDU)

DAMPAK JATUHAN DEBU RADIOAKTIF: KAJIAN TINGKAT RADIOAKTIVITAS Sr-90 DAN Cs-137 DALAM BIOTA LAUT B.Y. Eko Budi Jurnpeno"

2 instalasi nuklir adalah instalasi radiometalurgi. Instalasi nuklir didesain, dibangun, dan dioperasikan sedemikian rupa sehingga pemanfaatan tenaga

FISIKA ATOM & RADIASI

1. DARI IDEOLOGI HINGGA TERORISME

Perkembangan Iptek di Bidang Persenjataan

REAKTOR PIPA TEKAN PENDINGIN AIR DIDIH MODERATOR GRAFIT (RBMK)

SOAL. Za-salsabiila Page 1

LAMPIRAN III PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR NOMOR 4 TAHUN 2014 TENTANG BATASAN DAN KONDISI OPERASI INSTALASI NUKLIR NONREAKTOR

I. PENDAHULUAN. hampir 50 persen dari kebutuhan, terutama energi minyak dan gas bumi.

RADIOKIMIA Kinetika dan waktu paro peluruhan. Drs. Iqmal Tahir, M.Si.

MAKALAH PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA NUKLIR (PLTN)

PERKEMBANGAN PARIWISATA DAN TRANSPORTASI SULAWESI SELATAN

REAKSI INTI. HAMDANI, S.Pd

ANALISIS DETERMINISTIK DAMPAK KECELAKAAN REAKTOR KARTINI TERHADAP KONSENTRASI RADIONUKLIDA DI TANAH MENGGUNAKAN SOFTWARE PC-COSYMA

Radio Aktivitas dan Reaksi Inti

TUGAS 2 MATA KULIAH DASAR KONVERSI ENERGI

PENGENALAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA NUKLIR (PLTN)

MAKALAH APLIKASI NUKLIR DI INDUSTRI

2015, No Mengingat : 1. Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945; 2. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1997 tentang

BERBAGAI TIPE PEMBANGKIT LISTRIK TENAGANUKLIR

PERKEMBANGAN PARIWISATA DAN TRANSPORTASI SULAWESI SELATAN

PARAMETER YANG DIPERTIMBANGKAN SEBAGAI KONDISI BATAS UNTUK OPERASI NORMAL

PERKEMBANGAN PARIWISATA DAN TRANSPORTASI SULAWESI SELATAN

12. Pada tanggal 12 April 1945 presiden F.D.Roosevelt meninggal dunia. Apa yang menyebabkan meningglnya presiden F.D.Roosevelt?

PERKEMBANGAN PARIWISATA DAN TRANSPORTASI SULAWESI SELATAN

BAB I PENDAHULUAN. manusia. Potensi ruang angkasa untuk kehidupan manusia mulai dikembangkan

FORMAT DAN ISI LAPORAN SURVEI RADIOLOGI AKHIR

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia merupakan salah satu negara yang mempunyai kekayaan sumber

Jumlah Proton = Z Jumlah Neutron = A Z Jumlah elektron = Z ( untuk atom netral)

KIMIA INTI. Inti atom: proton = sma 1 sma neutron = sma 1 sma. ket : Z = nomor atom = proton A = nomor massa = p + n.

SMP kelas 9 - SEJARAH BAB 1. Perang Dunia IIlatihan soal 1.2

PERKEMBANGAN PARIWISATA DAN TRANSPORTASI SULAWESI SELATAN

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR NOMOR 7 TAHUN 2013 TENTANG NILAI BATAS RADIOAKTIVITAS LINGKUNGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

I. PENDAHULUAN. penduduk dunia yaitu sekitar 7 miliar pada tahun 2011 (Worldometers, 2012),

BAB I PENDAHULUAN. Neraca perdagangan komoditi perikanan menunjukkan surplus. pada tahun Sedangkan, nilai komoditi ekspor hasil perikanan

PERKEMBANGAN PARIWISATA DAN TRANSPORTASI SULAWESI SELATAN

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

BAB IV GAMBARAN UMUM PROVINSI PAPUA Keadaan Geografis dan Kependudukan Provinsi Papua

MUHAMMAD NAFIS PENGANTAR ILMU TEKNOLOGI MARITIM

REAKTOR PIPA TEKAN PENDINGIN AIR DIDIH MODERATOR GRAFIT (RBMK)

GPS (Global Positioning Sistem)

BAB I PENDAHULUAN I.1.

2011, No BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Kepala Badan Pengawas Tenaga Nuklir ini, yang dimaksud dengan: 1. Reaktor nondaya adalah r

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 61 TAHUN 2013 TENTANG PENGELOLAAN LIMBAH RADIOAKTIF DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

1. PENDAHULUAN. 1 Occupation of Japan : Policy and Progress (New York: Greenwood Prees,1969), hlm 38.

PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR NOMOR 2 TAHUN 2011 TENTANG KETENTUAN KESELAMATAN OPERASI REAKTOR NONDAYA

BAB I PENDAHULUAN. damai tidak dicegah oleh rejim internasional non proliferasi, maka semakin

BAB II TINJAUAN UMUM MENGENAI NUKLIR DAN DAMPAKNYA

BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Indonesia

Transkripsi:

PERCOBAAN NUKLIR RINGKASAN Percobaan yang diadakan di gurun pasir di negara bagian New Mexico, Amerika Serikat pada tahun 1945 adalah percobaan nuklir yang pertama. Hingga saat ini jumlah percobaan nuklir yang diadakan oleh Negara Nuklir (nuclear country) adalah sebagai berikut: Amerika Serikat 1030 kali, bekas Uni Soviet 715 kali, Inggris 45 kali, Perancis 210 kali, China 45 kali, India 6 kali, Pakistan 6 (?) kali, dan jumlah total sampai dengan Juni 1998 adalah 2057 kali. Percobaan nuklir tersebut mencakup percobaan di udara, dan di bawah tanah. Tiga negara (Amerika Serikat, Inggris dan Uni Soviet) pada tahun 1963 mengadakan perjanjian penghentian percobaan nuklir sebagian (yaitu yang dilakukan di udara, luar angkasa dan dalam air), dan setelah itu percobaan hanya dilakukan di bawah tanah. Negara-negara lain juga mendapat tekanan opini publik dan sejak percobaan nuklir di udara yang dilakukan China pada tahun 1980 semua percobaan nuklir dilakukan di bawah tanah. Setelah Amerika Serikat menandatangani perjanjian pelarangan percobaan nuklir (CTBT), sebagai ganti percobaan nuklir bawah tanah dilakukan percobaan nuklir subkritis (hampir kritis) pada tahun 1997, dan sampai bulan November 1999 sudah dilakukan 8 kali percobaan. URAIAN Jumlah percobaan nuklir yang telah dilakukan di dunia ditunjukkan pada Tabel 1-1 dan Tabel 1-2. Gambar 1 menunjukkan lokasi percobaan nuklir di dunia. 1. Pada bulan Juli 1945 di Alamogordo, Negara bagian New Mexico, Amerika Serikat (Situs Trinity) diadakan percobaan peledakan bom nuklir untuk pertama kali dalam sejarah manusia (Gambar 2 dan Gambar 3). Kemudian dijatuhkan bom atom di Hiroshima (6 Agustus 1945: jenis uranium) dan Nagasaki (9 Agustus 1945: jenis Plutonium), dan dunia pun memasuki era nuklir. Pada bulan Agustus 1949 Uni Soviet juga berhasil mengembangkan bom nuklir dan melakukan percobaan nuklir di Semipalatinsk (sekarang Kazakhstan). Percobaan nuklir pertama yang dilakukan oleh negara lain adalah sebagai berikut: Inggris tahun 1952 (Pulau Montebero, Australia Barat Laut), Perancis tahun 1960 (Gurun Pasir Sahara, Nigeria), China tahun 1964 (Lop Nor, China Barat), India tahun 1974 (Pokaran, Rajashtan), Pakistan tahun 1998 (Chagai, Pakistan Barat). 2. Lokasi percobaan nuklir: bekas Uni Soviet melakukan di Siberia, China di Provinsi Lop Nor, Amerika Serikat selain melakukan percobaan di gurun

Nevada (Gambar 4) juga melakukan di kepulauan Marshal di Samudra Pasifik, tetapi sejak tahun 1980 hanya melakukan percobaan bawah tanah di gurun Nevada. Inggris melakukan di Pulau Christmas di Samudra Pasifik Selatan, Perancis melakukan di atol Muruora juga di Pasifik Selatan. India dan Pakistan melakukan percobaan bawah tanah di dalam negeri. 3. Bom yang diuji pada awalnya adalah bom uranium U-235, sesudah itu dilakukan juga percobaan bom plutonium-239, bom hidrogen dan bom neutron. 4. Jatuhan radioaktif (Fallout) yang turun ke permukaan bumi sesudah percobaan nuklir berjumlah besar. Kondisi radioaktivitas lingkungan sangat berbeda sebelum dan sesudah percobaan. Beberapa contoh sebagai akibat percobaan nuklir di udara adalah terdeteksinya Zr-95 (Zirkonium-95, umur paro 65,5 hari), radionuklida yang memiliki umur paro relatif panjang seperti Sr-90 (Strontium-90: umur paro 28,8 tahun), Cs-137 (Cessium-137: umur paro 30,17 tahun), Pu-239 (Plutonium-239: umur paro 24100 tahun) yang akan terus terdeteksi dalam jangka waktu yang panjang. Gambar 5 menunjukkan perubahan konsentrasi radionuklida di udara Tokaimura, Perfektur Ibaraki. Puncak Zr-95 pada tahun 1963 dalam gambar tersebut terutama disebabkan oleh percobaan nuklir Amerika Serikat dan bekas Uni Soviet. Puncak yang terjadi pada tahun 1986 disebabkan oleh kecelakaan Chernobyl di Uni Soviet. 5. Sejak dihentikan 24 tahun lalu, India melakukan kembali percobaan nuklir bawah tanah, sebanyak 2 kali (5 ledakan) pada tanggal 11-13 Mei 1998. Mungkin untuk menandingi hal ini, Pakistan juga melakukan 2 kali percobaan (6(?) ledakan). Juga dilaporkan oleh kementerian tenaga nuklir Rusia, Rusia pada tanggal 20 Oktober 2000 dan 27 Oktober 2000 melakukan percobaan subkritis 2 kali di tempat percobaan nuklir di Pulau Sobayazemuriya di wilayah kutub utara. 6. Amerika Serikat, sesudah menandatangani CTBT pada tahun 1996, di tempat percobaan nuklir Nevada pada tanggal 2 Juli 1997 melakukan percobaan nuklir subkritis sebagai pengganti percobaan bom nuklir bawah tanah. Sampai saat ini jumlah percobaan adalah 8 kali (Tabel 2). Tujuan penelitian adalah untuk meningkatkan keandalan senjata nuklir yang menggunakan Plutonium tanpa melakukan ledakan, dan juga mendapatkan data simulasi untuk pengembangan senjata nuklir. Pada bom Plutonium terdapat bahan yang dapat dibakar untuk memicu ledakan, sehingga terjadi gelombang kejut. Gelombang kejut tersebut menimbulkan tekanan pada plutonium, lalu terjadi reaksi berantai yang menimbulkan ledakan. Sedangkan pada percobaan nuklir subkritis penekanannya dilakukan sebelum terjadi reaksi berantai, dan dinamika perubahan plutonium dapat diteliti seiring dengan berjalannya waktu. 7. Inggris selama 11 tahun (1952-1963) telah melakukan percobaan nuklir di wilayah Mararinga dan Emyu di Australia Selatan dan P. Martebero di Australia Barat, akibatnya terjadi polusi lingkungan yang cukup besar. Dekontaminasi dilakukan oleh pemerintah Inggris pada tahun 1967, dan

karena plutonium masih terdeposisi di permukaan tanah maka daerah itu ditutup untuk umum. Pemerintah Australia melakukan survai pada tahun 1984. Pada tahun 1993 Inggris melakukan kerjasama dengan Australia dalam kegiatan konstruksi untuk menangani polusi. Dibutuhkan kira-kira 100 juta dollar; 40% ditanggung oleh pemerintah Inggris. Konstruksi selesai tahun 2000. Di tahun 50-an, Amerika melakukan 43 kali percobaan nuklir di kepulauan Marshal, yang saat inipun tingkat radiasinya masih sangat tinggi sehingga tidak dapat didekati, dan Amerika telah menghabiskan 100 juta dollar untuk menangani polusinya. Konstruksi juga terus berjalan di daerah Bikini, Rongerap dan Utric.

Sumber : www.batan.go.id