NUNUKAN (7/9/2015)

dokumen-dokumen yang mirip
JAKARTA (12/6/2015)

PENYULUH PERIKANAN KABUPATEN NUNUKAN MENGIKUTI SERTIFIKASI PROFESI TAHUN 2015

KEBIJAKAN PENYULUHAN KELAUTAN DAN PERIKANAN, DAN SINERGI PENYELENGGARAN PENYULUHAN

KEBIJAKAN DAN KEGIATAN PENYULUHAN DALAM MENDUKUNG INDUSTRIALISASI PERIKANAN BERBASIS BLUE ECONOMY

PROFESIONALISME DAN PERAN PENYULUH PERIKANAN DALAM PEMBANGUNAN PELAKU UTAMA PERIKANAN YANG BERDAYA

PENYULUH PERIKANAN BANTU KABUPATEN BEKASI DAMPINGI KOPERASI NELAYAN MENYUSUN RENCANA BANTUAN SARANA PENANGKAPAN IKAN TAHUN 2016

PENYULUHAN DAN KEBERADAAN PENYULUH

Pemantapan Sistem Penyuluhan Perikanan Menunjang lndustrialisasi Kelautan dan Perikanan: Isu dan Permasalahannya serta Saran Pemecahannya 1

2015/06/08 07:12 WIB - Kategori : Artikel Penyuluhan PENTINGNYA SERTIFIKASI PROFESI PENYULUH PERIKANAN DI ERA MEA 2015

PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 38/PERMEN-KP/2013 TENTANG KEBIJAKAN DAN STRATEGI PENYULUHAN PERIKANAN

Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 2/Permen-KP/2015. Tanggal 08 Januari 2015 tentang larangan penggunaan alat penangkapan

RINGKASAN EKSEKUTIF. vii. LAKIP 2015 Dinas Kelautan dan Perikanan

BAB IV VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

SEMANGAT DONNA OCTAVIANA, PENYULUH PERIKANAN OKI TUMBUHKEMBANGKAN POKDAKAN

KEBIJAKAN PENGUATAN SDM KP DALAM UU DESA SEBAGAI PENGGERAK EKONOMI MASYARAKAT

KEGIATAN PUSAT PENYULUHAN KP PENCAPAIAN SEMENTARA RPJMN2 ( ), DAN RANCANGAN AWAL RPJMN3 ( )

GERAKAN NASIONAL PENYELAMATAN SUMBER DAYA ALAM INDONESIA

Ir. Agus Dermawan, MSi -DIREKTUR KONSERVASI DAN TAMAN NASIONAL LAUT-

MAKSUD DAN TUJUAN DAPAT DIGUNAKAN SEBAGAI PEDOMAN DALAM RANGKA MEWUJUDKAN PERAN SERTA POKMASWAS DALAM MEMBANTU KEGIATAN PENGAWASAN

KEPUTUSAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 60/KEPMEN-KP/SJ/2017 TENTANG

Guna mendukung pembangunan perikanan di Kabupaten OKU Timur dan secara umum pembangunan kelautan dan perikanan di Provinsi

BUPATI BULUKUMBA PROVINSI SULAWESI SELATAN

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA,

BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN Sejarah Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia

DUKUNGAN PENYULUHAN TERHADAP PENGEMBANGAN IKAN HIAS

LAPORAN KINERJA (LAKIP) TAHUN 2015

GERAKAN NASIONAL PENYELAMATAN SUMBER DAYA ALAM INDONESIA SEKTOR KELAUTAN ARAHAN UMUM MKP

BAB I PENDAHULUAN. Pukat merupakan semacam jaring yang besar dan panjang untuk. menangkap ikan yang dioperasikan secara vertikal dengan menggunakan

KATA PENGANTAR. Standar Pelayanan Umum ini dibuat sebagai salahsatu persyaratan pelayanan publi di lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan.

RUMUSAN RAPAT KERJA TEKNIS KELAUTAN DAN PERIKANAN TAHUN 2014

KEPUTUSAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA, NOMOR 39/KEPMEN-KP/2016 TENTANG

BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KERJA

KEPUTUSAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16/KEPMEN-KP/2016 TENTANG

UNDANG-UNDANG NOMOR 3 TAHUN 2014 TENTANG PERINDUSTRIAN DAN LANGKAH-LANGKAH PENYUSUNAN PERATURAN PELAKSANAANNYA

PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN NOMOR PER.18/MEN/2008 TENTANG AKREDITASI TERHADAP PROGRAM PENGELOLAAN WILAYAH PESISIR DAN PULAU-PULAU KECIL

PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN NOMOR PER. 18/MEN/2008 TENTANG AKREDITASI TERHADAP PROGRAM PENGELOLAAN WILAYAH PESISIR DAN PULAU-PULAU KECIL

BAB III PROFIL KEMISKINAN DAERAH

KEPUTUSAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 128/KEPMEN-KP/2015 TENTANG

SURAT KEPUTUSAN BUPATI KUTAI BARAT NOMOR: 522.1/K.309/2001 T E N T A N G

MENGENAI OPERASIONAL DAN PEMANFAATA WEBSITE PUSAT PENYULUHAN KELAUTAN DAN PERIKANAN

KEPUTUSAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 127/KEPMEN-KP/2015 TENTANG

-2- tentang Rencana Strategis Kementerian Kelautan dan Perikanan Tahun ; c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a

SISTEM PENYULUHAN PERIKANAN MENUNJANG INDUSTRIALISASI KP SEJUMLAH MASUKAN PEMIKIRAN

BUPATI TANAH BUMBU PROVINSI KALIMANTAN SELATAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN TANAH BUMBU NOMOR 6 TAHUN 2016 TENTANG

Oleh: Ir. Agus Dermawan, M.Si. Direktur Konservasi Kawasan dan Jenis Ikan

I. PENDAHULUAN. Indonesia merupakan negara kepulauan yang sangat luas terdiri dari

1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 63 TAHUN 2013 TENTANG PELAKSANAAN UPAYA PENANGANAN FAKIR MISKIN MELALUI PENDEKATAN WILAYAH

KEPUTUSAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 164/KEPMEN-KP/SJ/2015 TENTANG

KEPUTUSAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA, NOMOR KEP.65/MEN/2009 TENTANG

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG BARAT NOMOR 2 TAHUN 2010 TENTANG PENGELOLAAN PERIKANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

MEMUTUSKAN: : PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN PEMBERIAN PENGHARGAAN ADIBAKTI MINA BAHARI.

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA,

KEPUTUSAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA,

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Rencana Kerja Tahunan

SAMBUTAN BUPATI MALINAU PADA ACARA PEMBUKAAN SOSIALISASI PERATURAN DAERAH NO

BAB II VISI, MISI, TUJUAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN

I. PENDAHULUAN. Telah menjadi kesepakatan nasional dalam pembangunan ekonomi di daerah baik tingkat

BAB I PENDAHULUAN. Kegiatan investasi atau penanaman modal merupakan salah satu kegiatan

FORMAT BERITA ACARA SERAH TERIMA BARANG MILIK NEGARA YANG BERASAL DARI DANA DEKONSENTRASI DAN/ATAU TUGAS PEMBANTUAN BERITA ACARA. Nomor : Nomor :...

2.1 Gambaran Umum Provinsi Kalimantan Timur A. Letak Geografis dan Administrasi Wilayah

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA,

KEPUTUSAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA,

PEMERINTAH KABUPATEN SANGGAU

SETDIJEN PERHUBUNGAN DARAT

MATRIK CAPAIAN PROGRAM LEGISLASI KKP TAHUN 2017 (Caturwulan Pertama 2017) RENCANA PENYAMPAIAN. Januari. Mei. Januari

MENTERI TRANSMIGRASI DAN PEMUKIMAN PERAMBAH HUTAN R.I. KEPUTUSAN MENTERI TRANSMIGRASI DAN PEMUKIMAN PERAMBAH HUTAN REPUBLIK INDONESIA

BUPATI PACITAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN PACITAN NOMOR 11 TAHUN 2013 TENTANG

KKP Gelar FGD Implementasi Blue Economy di Bali

KERANGKA ACUAN KERJA PESERTA DIDIK DAN LULUSAN PENDIDIKAN TAHUN 2017

KEBIJAKAN TUNJANGAN PROFESI UNTUK PENYULUH PNS PERTANIAN, PERIKANAN, DAN KEHUTANAN

ARAH KEBIJAKAN PENGEMBANGAN KONSEP MINAPOLITAN DI INDONESIA. Oleh: Dr. Sunoto, MES

MONITORING DAN EVALUASI ATAS GERAKAN NASIONAL PENYELAMATAN SUMBER DAYA ALAM INDONESIA SEKTOR KELAUTAN

I. WEBSITE PUSAT PENYULUHAN KELAUTAN DAN PERIKANAN

BUPATI KOTABARU PROVINSI KALIMANTAN SELATAN

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan yang Maha Esa atas Rahmat Nya sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan Laporan

PENGUATAN PENYELENGGARAAN PENYULUHAN PERIKANAN PASCA IMPLEMENTASI UU NO 23 TAHUN 2014 TENTANG PEMERINTAHAN DAERAH. Drs. Mulyoto, MM BRSDM KP

PENTINGNYA REVITALISASI KELOMPOK SEBAGAI MEDIA PENYULUHAN DALAM PEMBANGUNAN PERIKANAN

KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BEKASI (6/8/2016)

KEPUTUSAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA,

Transkripsi:

2015/09/07 14:29 WIB - Kategori : Warta Penyuluhan PEMBINAAN PENYULUHAN PERIKANAN DI PROVINSI KALIMANTAN UTARA NUNUKAN (7/9/2015) www.pusluh.kkp.go.id Pelaku utama dan pelaku usaha umumnya berkutat dengan persoalan peningkatan taraf hidup dan kesejahteraannya. Dengan semakin berkembangnya inovasi dan teknologi perikanan diperlukan adanya perubahan paradigma sebagai langkah mengatasi isu yang dihadapi. Guna melaksanakan perubahan tersebut diperlukan kegiatan penyuluha sebagai wahana untuk melakukan perubahan. Penyuluhan Perikanan yang merupakan proses pembelajaran bagi pelaku utama dan pelaku usaha perikanan diharapkan dapat mebuat mereka mau dan mampu menolong dirinya untuk mengorganisir informasi pasar, permodalan, teknologi dan SDA lain sehingga upaya produktivitas, efisiensi usaha, pendapatan dan kesejahteraan dapat meningkat termasuk meningkatnya kesadaran akan kelestarian lingkungan. Sebagai implementasi UU Nomor 16 Tahun tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Tahun 2006, Dinas Kelautan dan Perikanan Propinsi Kalimantan Utara menyelenggarakan Pelatihan Penyuluh Lapangan Sekalimantan Utara pada tanggal 24-28

Nunukan Propinsi Kalimantan Utara(Kaltara). Acara ini dihadiri oleh Bupati Nunukan, BPSDM KP Pusluh KP yang diwakili oleh M. Wekas Hudoyo, Api, MPS, Kepala DKP Propinsi Kaltara, Asisten II Kabupaten Nunukan, Kepala DKP Kabupaten Nunukan, serta 40 0rang penyuluh perikanan yang berasal dari kabupaten Nunukan, Tarakan, Malinau, Tidung Pale dan Bulungan. Acara ini juga dirangkaikan dengan acara MasterPlan Pengembangan Pembangunan Perikanan Provinsi Kalimantan Utara Tahun 2015. Pada sambutannya bupati Nunukan Drs. H. Basri, M.Si menyampaikan rasa terimakasih atas penghargaan Dkp Propinsi Kaltara dengan memilih pulau Sebatik kabupaten Nunukan sebagai tempat dilaksanakannya acara dimana hal ini merupakan satu tanda bahwa aktivitas usaha perikanan dan kelautan sangat dinamis di wilayah kabupaten Nunukan dan khususnya di pulau Sebatik. Selanjutnya beliau menyampaikan bahwa dengan terbitnya UU no. 23 tahun 2014 tentang pemerintah daerah yang kemudian ditindak lanjuti oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan telah menetapkan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan RI No. 62/Kepmen-Kp/Sj/2015 tentang Tim Percepatan Pengalihan Personel, Pendanaan, Sarana Dan Prasarana, Dan Dokumen Penyelenggaraan Penyuluhan Perikanan Nasional Dari Pemerintah Daerah Ke Pemerintah Pusat. Namun demikian proses pengalihan personel, pendanaan sarana dan prasarana dan dokumen (P3D) perlu waktu yang cukup panjang sehingga pemerintah daerah belum bisa melepas tangan akan tanggung jawab begitu saja tetapi masih mempunyai kewajiban untuk menyelenggarakan penyuluhan perikanan sebagaimana mestinya. Dengan adanya beberapa terobosan ibu Menteri Kelautan dan Perikanan sebagai bentuk kebijakan baru pemerintah pusat harus kita

dukung sepenuhnya. Karena nantinya penyuluh perikanan di tingkat lapangan harus bisa menjelaskan dengan sebaik-baiknya apa yang sudah menjadi peraturan perundangan maupun kebijakan pemerintah baik pusat maupun daerah. Sejak terbitnya Peraturan Mentri Kelautan dan Perikanan Nomor 1 Tentang Minimum Size Hasil Tangkapan dan Peraturan Mentri Kelautan dan Periknan Nomor 2 Tentang Pelarangan Alat Tangkap Pukat Hela mengakibatkan penurunan hampir 50% bahan baku pabrik pengolahan ikan akibat berkurangnya hasil tangkapan, juga mempengaruhi pendapatan para pelaku utama. Namun oleh pemerintah pusat diyakini hal ini tak akan lama dan secara bertahap dengan adanya konservasi sumber daya laut itu, produksi sumber daya ikan dipastikannya akan pulih kembali dan akan meningkat. Beliau juga mengharap pada beberapa daerah dilakukan perlakuan khusus yaitu agar Permen KP Nomor 2 tidak diberlakukan pada daerah yang masih memiliki sumber daya ikan yang sangat besar seperti di wilayah kalimantan utara, khususnya di perbatasan (seperti nunukan dan tarakan) karena masih sering terjadi pencurian ikan oleh kapal-kapal asing yang menggunakan pukat harimau atau pukat hela meskipun sudah beberapa kali dilakukan tindakan peledakan dan penenggelaman kapal asing yang tertangkap. Khusus dalam rangka menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada Desember 2015 mendatang, KKP RI mempunyai visi besar meliputi 3 pilar yang harus kita dukung penuh. Tiga pilar itu ialah : 1.kedaulatan wilayah laut,

2.keberlanjutan usaha, dan 3. kemakmuran rakyat. Hal ini memberi tantangan sekaligus tanggung jawab baru yang semakin besar, termasuk di dalamnya peran para penyuluh perikanan yang dituntut untuk bisa menyesuaikan diri dengan perkembangan globalisasi ini. Dan berharap agar kegiatan pelatihan ini setidaknya bisa memberikan tambahan pemahaman dan peningkatan sdm baik para penyuluh maupun para pelaku utama dan pelaku usaha di masa yang akan datang. Menurut Kepala DKP Propinsi Kaltara Ir. Amir Bakri, M.Si kegiatan pelatihan ini bertujuan agar penyuluh perikanan propinsi Kalimantan Utara dapat menjadi motivator dan fasilitator dalam upaya melakukan perubahan kepada masyarakat perikanan sehingga mereka dapat mengembangkan kemampuan mereka menuju masyarakat perikanan yang mandiri dan sejahtera. Beliau berkata kegiatan ini mengacu pada UU Nomor 16 Tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan sertila PermenPAN Nomor 19 tahun 2008 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Perikanan dimana penyuluh perikanan memiliki tugas dan tanggung jawab menyelenggarakan kegiatan penyuluhan perikanan sesuai dengan kondisi terkini dan berkesinambungan sehingga harus senantiasa meningkatkan kemampuan dan wawasannya, satu diantaranya adalah melalui kegiatan pelatihan seperti ini. Beliau juga berkata selain kegiatan pelatihan yang terdiri dari materi dan tanya jawab termasuk didalamnya kegiatan dinamika kelompok bagi para peserta pelatihan, kegiatan ini dilanjutkan dengan orientasi lapangan di pulau Derawan, kabupaten Berau, Propinsi Kalimantan Timur sebagai upaya meningkatkan pengetahuan para penyuluh tentang pengelolaan

wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil sesuai UU No 27 tahun 2007. Dan berpesan agar para penyuluh perikanan propinsi Kalimantan Utara untuk mengikuti dengan cermat, dan sungguh-sungguh acara ini sampai selesai sehingga ilmu yang diberikan dari berbagai nara sumber ini bisa dipahami, dipraktekkan, ditularkan untuk manfaat yang sebesar-besarnya kepada masyarakat perikanan dan kelautan di tempat tugas masingmasing. Instruktur dalam pelatihan ini berasal dari BPSDM KP Pusluh KP yang terdiri dari 3 orang serta pemateri dari DKP Propinsi Kalimantan Utara. Materi yang disampaikan pada acara ini diantaranya adalah : 1. Program DKP Propinsi Kalimanatan Utara; 2. Penyelenggaraan Penyuluhan Perikanan berdasarkan UU 23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah; 3. Penumbuhan, penguatan dan pengembangan kelembagaan pelaku utama/usaha perikanan yang mandiri; 4. Pengembangan metode dan materi penyuluhan perikanan inovatif berbasis IT dan Multi Media. Kontributor: Faisal Noor Oktavia, S.Pi Penyuluh Perikanan Ahli Muda WKPP Kabupaten Nunukan Wilayah III