Jerry D. Mamero Antonius Boham Stefi H. Harilama

dokumen-dokumen yang mirip
Oleh: Anggelia Dea Manukily Julia Pantow Lingkan E. Tulung

POLA KOMUNIKASI KELUARGA DALAM MEMBENTUK KARAKTER ANAK DI KELURAHAN BEO TALAUD

BAB IV PENUTUP. A. Kesimpulan. 1. Berdasarkan analisis deskriptif menunjukkan bahwa penilaian kualitas

MOTIF LAKI-LAKI MENONTON ACARA MATA LELAKI DI TRANS7 (STUDI PADA LAKI-LAKI DI RW 03 DESA LANDUNGSARI KECAMATAN DAU KABUPATEN MALANG) SKRIPSI

PERAN KOMUNIKASI ORANG TUA DALAM MELESTARIKAN BAHASA TONSAWANG DI DESA TOMBATU II TENGAH KECAMATAN TOMBATU UTARA KABUPATEN MINAHASA TENGGARA

PENGGUNAAN HANDPHONE QWERTY

KEPUASAN PENGUNUNG TERHADAP MEDIA. PROMOTIONS HARTONO LifeStyle Mall. (Studi Deskriptif Kepuasan Pengunjung Hartono LifeStyle Mall) NASKAH PUBLIKASI

POLA KOMUNIKASI ORGANISASI APMA (ASOSIASI PENGUSAHA MANIK-MANIK DAN AKSESORIS) JOMBANG DALAM MENJAGA SOLIDARITAS

Daftar pustaka. Bungin, Burhan Analisis Data Penelitian Kualitatif. Jakarta: RajaGrafindo Persada

SKRIPSI. PEMAHAMAN PERAN PRODUSER FILM INDIE DALAM MANAJEMEN PRODUKSI (Studi Pada Produser Film Indie Rena Asih dan Lost After Lovv )

Oleh : Mark Febri Rincap, Debby.D.V.Kawengian, Antonius Boham

POLA KOMUNIKASI JARAK JAUH (STUDI FENOMENOLOGI PADA ORANG TUA DAN MAHASISWA ASAL KALIMANTAN DI FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN POLITIK UNSRAT MANADO)

PENGARUH PAMERAN TERHADAP PERUBAHAN IMAGE

KEPEMIMPINAN DAN IKLIM KOMUNIKASI (Studi Deskriptif Kuantitatif tentang Peranan Pemimpin terhadap Iklim Komunikasi di KOMPAS-USU)

PERAN KOMUNIKASI DALAM MENYELESAIKAN KONFLIK DIANTARA REMAJA DI DESA SENDANGAN KECAMATAN KAKAS

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Berdasarkan hasil penelitian yang telah diuraikan dan di analisa pada bab

KETERBUKAAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL ANTARA REMAJA DENGAN ORANG TUA MENGENAI PENDIDIKAN SEKS

Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan, Volume 8, No. 2 Juni 2012 ETIKA PERGAULAN MAHASISWA KOS DALAM PERSPEKTIF MASYARAKAT DUKUH KRUWED SELOKERTO SEMPOR

PERILAKU KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA MAHASISWA SUMBAWA DALAM UPAYA ADAPTASI BUDAYA. Studi Pada Paguyuban Mahasiswa Sumbawa di Malang

DINAMIKA KOMUNIKASI ANTARBUDAYA DI KALANGAN MAHASISWA FISIP USU DALAM MENJAGA HARMONISASI. Fipit Novita Sari

BAB IV PENUTUP. A. Kesimpulan. Sesuai tujuannya, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN. diketahui, bahwa melalui komunikasi yang lancar dengan. menggunakan keunggulan yang ada dalam teknologi handphone,

PENGARUH KOMUNIKASI KELOMPOK TERHADAP SIKAP ANAK. Tina Margareth Hutabarat

PASAR SEBAGAI SARANA KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA (Studi Deskriptif Pedagang Pasar Segiri Samarinda)

Kata Kunci : Blog, Catatan Harian, Konsep Diri, Keterbukaan Diri.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. menggunakan berbagai jenis metodologi penelitian. Dalam penelitian ini,

ABSTRAK. Kata Kunci : Opini mahasiswa, Pelayanan Online

KOMUNIKASI FORMAL DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN

DAFTAR PUSTAKA. Ardianto Elvinaro, Komala Lukiati, Karlinah Siti, Komunikasi Massa, Suatu Pengantar. Bandung, Simbiosa Rekatama Media

KESENJANGAN KEPUASAN PEMIRSA TELEVISI PADA ACARA SITKOM

Tjiptono, Fandy, Gregorius, Chandra. Service Quality and Statisfactions. Penerbit Andi, Yogyakarta Chip, Bell R. Customer as Partners Building

PENGARUH PESAN NON-VERBAL SUPORTER SEPAKBOLA TERHADAP SEMANGAT TIM SAAT BERTANDING

Efek kognisi yang didapat dari apa yang mereka tonton, benar-benar. bermanfaat. Manfaat tersebut kiranya dapat berguna. Kegunaan yang diharapkan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. keanekaragaman kulinernya yang sangat khas. Setiap suku bangsa di Indonesia

EFEKTIFITAS ISI PESAN MEDIA BANNER DALAM SOSIALISASI PERATURAN PENERTIBAN BERPENAMPILAN PADA PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU MAHASISWA

PENGARUH MOTIVASI KERJA KARYAWAN TERHADAP INTENSITAS KOMUNIKASI VERTIKAL DALAM PERUSAHAAN. (Studi Pada Karyawan PT Indomarco Prismatama Malang)

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Berdasarkan data yang di dapat peneliti mengenai Tingkat

BAB IV PENUTUP. interpersonal dalam VCT, penulis melihat bahwa wujud komunikasi interpersonal

Pelaksanaan Special Event dalam Sosialisasi Pajak di Kalangan Mahasiswa

DAFTAR PUSTAKA. Dahlan, M., dkk. Kamus Induk Istilah Ilmiah. Surabaya: Target Press

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Objek Penelitian Landasan Dasar, Asas, dan Prinsip K3BS Keanggotaan Masa Waktu Keanggotaan

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN. penting, kurang begitu efektif karena ada sebagaian orang tua yang

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN. postur, dan berdiam diri, pada lingkungan sekolah. Hal ini dapat dilihat dari

PESAN MORAL DALAM FILM DI BAWAH LINDUNGAN KA BAH KARYA BUYA HAMKA

Struktur Pertukaran Sosial Antara Atasan dan Bawahan di PT. Sirkulasi Kompas Gramedia Yogyakarta. Edwin Djaja / Ninik Sri Rejeki

KOMUNIKASI ANTARBUDAYA DALAM PROSES ASIMILASI PERNIKAHAN JAWA DAN MINANGKABAU

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Bangsa Indonesia terdiri atas berbagai ragam suku bangsa yang memiliki jenis kebudayaan yang beragam pula.

DAFTAR PUSTAKA. Arikunto, Suharsimi Metodologi Penelitian. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Sugeng Pramono Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Komunikasi dan Informatika Universitas Muhammadiyah Surakarta

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara. Universitas Sumatera Utara

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penelitian. Manusia terlahir dibumi telah memiliki penyesuaian terhadap lingkungan

KEPUASAN PENONTON TERHADAP PROGRAM JEJAK PETUALANG TRANS 7 (Studi tentang Kepuasan Anggota PALAWA UAJY terhadap Program Jejak Petualang Trans 7)

PERAN KOMUNIKASI KELUARGA DALAM MELESTARIKAN BAHASA TOBELO DI DESA KUMO KECAMATAN TOBELO KABUPATEN HALMAHERA UTARA

BAB I PENDAHULUAN. kenyataan yang tak terbantahkan. Penduduk Indonesia terdiri atas berbagai

PERAN KOMUNIKASI BPJS KEPADA PELAKU USAHA TENTANG JAMINAN SOSIAL KETENAGAKERJAAN (Studi Pada Pelaku Usaha Di Wilayah Kelurahan Mapanget)

MANAJEMEN DIRI UNTUK MENGELOLA KETIDAKPASTIAN DAN KECEMASAN DALAM KOMUNIKASI ANTARBUDAYA MAHASISWA ASAL KALIMANTAN BARAT DI SURAKARTA

1 BAB I PENDAHULUAN. Arsitektur rumah tradisional yang tersebar hingga ke pelosok Nusantara

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

PERANAN HUMAS DALAM PENCITRAAN UNIVERSITAS SAM RATULANGI MANADO. Oleh : Abstrak

BAB VI PENUTUP. efektif dan prosesnya dapat dilakukan dengan cara sangat sederhana. Komunikasi antarpribadi

Korelasi Penggunaan Media dengan Kepuasan Menonton Program Acara One Stop Football Pada Siswa Sekolah Sepak Bola Gelora Muda Yogyakarta

Oleh : I Dewa Ayu Diah Ika Damayanti Dosen Pembimbing : 1. Dra. Frida Kusumastuti, M.Si 2. Dr. Muslimin Machmud, M.Si

BAB I PENDAHULUAN. muka atau melalui media lain (tulisan, oral dan visual). akan terselenggara dengan baik melalui komunikasi interpersonal.

BAB I PENDAHULUAN. I.1 Konteks Masalah

BAB I PENDAHULUAN. Kota Bandung selain di kenal sebagai kota Fashion, tapi di kenal juga sebagai

BAB I PENDAHULUAN. dasarnya manusia tidak dapat hidup sendiri tanpa orang lain, maka mereka

PENDAPAT PRIA DEWASA TENTANG MAJALAH POPULAR

Oleh: Michel Talabessy A. Walandouw J. W. Londa

BAB I PENDAHULUAN. masa anak-anak ke masa dewasa di mana pada masa-masa tersebut. sebagai masa-masa penuh tantangan.

NASKAH PUBLIKASI Untuk memenuhi sebagian persyaratan guna mencapai gelar Sarjana S-1 Ilmu Komunikasi DESY INTAN PERMATASARI L

BAB IV PENUTUP. kesimpulan empiris dan kesimpulan teoritik. membaca media diketahui bahwa sebagian besar responden termasuk dalam

DAFTAR PUSTAKA. Anggoro, M. Linggar, Teori dan Profesi kehumasan, Jakarta, Bumi Aksara, 2001

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

DAFTAR PUSTAKA. Kriyanto, Rachmat. 2007, Teknik Praktis Riset Komunikasi, Jakarta: Kencana Prenada Media

PERANAN PUBLIC RELATIONS DALAM MEMBERIKAN INFORMASI TENTANG ASURANSI BUMI PUTERA. (Studi Pada PT. Bumiputera Cabang Manado)

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. pulau sebanyak pulau, masing-masing pulau memiliki pendidikan formal

Bab I PENDAHULUAN. perkembangan industri jasa dirasakan cukup dibutuhkan oleh masyarakat luas.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Dari hasil penelitian dan pembahasan pada bab sebelumnya, sikap

BAB I PENDAHULUAN. untuk dipertimbangkan dalam pengembangan kurikulum. Menurut Hamid

PREFERENSI PEMBACA PEREMPUAN TENTANG ISI TABLOID GENIE (Studi pada Ibu-ibu RT 04/RW 06 Argotunggal Lawang-Malang)

Lampiran 1. Kuesioner

MODEL KOMUNIKASI INTERPERSONAL LESBIAN SKRIPSI

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. menimbulkan konflik, frustasi dan tekanan-tekanan, sehingga kemungkinan besar

JURUSAN ILMU KOMUNIKASI FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG 2012

KOMUNIKASI ANTARBUDAYA MAHASISWA THAILAND DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR DI KELAS FARMAKOLOGI FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

POLA KOMUNIKASI ANTARPRIBADI MAHASISWA PAPUA DI LINGKUNGAN DI LINGKUNGAN FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS SAM RATULANGI

DAFTAR PUSTAKA. Cutlip Scott M, Allen H Center, Glen M Broom, Effective Public Relations, Eight Edition, Prentice Hall International Inc, 2000.

PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL PATH SEBAGAI SARANA PENGAKUAN SOSIAL

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN

DAFTAR PUSTAKA. Ardianto, Elvinaro, Lukiati Komala dan Siti Kornilah Komunikasi Massa. Bandung. Simbiosa Rekatam Media

BAB I PENDAHULUAN. pada meningkatnya hubungan antara anak dengan teman-temannya. Jalinan

Transkripsi:

KESADARAN DIRI MAHASISWA ETNIK SANGIHE DALAM BERKOMUNIKASI DENGAN MAHASISWA ETNIK LAINNYA DI FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN POLITIK UNIVERSITAS SAM RATULANGI MANADO Jerry D. Mamero Antonius Boham Stefi H. Harilama Email : Mamero_jerry@yahoo.com Abstrak. Kehidupan kampus yang sangat aktif dengan perkembangan budaya yang begitu kompleks terdiri dari berbagai macam latar belakang budaya dan adat istiadat, dari masing-masing mahasiswa yang melandasi karakter-karakater pribadi masing-masing mahasiswa tersebut dan banyaknya mahasiswa yang sudah mulai meninggalkan latar belakang budaya asal, mungkin disebabkan oleh pengaruh kehidupan sosial masyarakat kota yang cenderung simple dan instan, yang mulai mengadopsi gaya hidup modern kebaratbaratan ataupun lifestyle gaul gaya anak Jakarta. Fenomena tersebut bisa menjadi sebuah hal yang positif dan juga negatif bagi sebuah kelompok mahasiswa yang berasal dari suatu etnik yang latar belakang budayanya sangat kuat. Hal positif dalam pergaulan kampus yang bisa diikuti tentunya seperti adanya komunitas mahasiswa Kristen maupun Islam, yang selalu mengedepankan nilai-nilai religius, tentunya akan baik ketika seorang mahasiswa asal Sangihe bisa bergaul dalam lingkungan tersebut, sementara kontradiksi dari hal positif tersebut adalah sisi negatif pergaulan kampus, misalnya dalam mengikuti perkuliahan, seringkali banyak mahasiswa yang hanya bolos ke mall, kemudian ada juga yang mulai terpengaruh alkohol, atau minum miras dan tidak masuk kuliah. Hal lain juga berkaitan dengan pergaulan anak kampus adalah pacaran tanpa batas atau istilah kerennya seks bebas di lingkungan kampus. Hal ini disebabkan dari sekian banyak mahasiswa yang ada di lingkungan kampus memiliki berbagai macam latar belakang budaya. Hal-hal tersebut kemungkinan besar bisa mempengaruhi karakter tiap-tiap mahasiswa yang ada di lingkungan kampus dalam pergaulannya. Permasalahan ini tentunya bisa di antisipasi dengan bagaimana mahasiswa etnik Sangihe tersebut berdapatasi melalui pergaulan dengan mahasiswa etnik lain. Berkaitan dengan kesadaran diri mahasiswa etnik Sangihe dengan mahasiswa etnik lainnya, terjadi berbagai proses interaksi dan proses komunikasi. Proses interaksi mahasiswa dengan mahasiswa yang paling menonjol adalah pada saat terjadi proses komunikasi baik secara langsung maupun dengan simbol-simbol. Kesadaran diri mahasiswa Sangihe dengan mahasiswa lain yang dapat kita lihat, salah satunya adalah bagaimana mahasiswa Sangihe tersebut masuk dalam pergaulan kampus yang sangat kompleks dan selalu cepat perubahannya. Metode: penelitian ini menggunakan metode Deskriptif. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa ketika berinterkasi yang paling menonjol adalah kesadaran diri akan empati, kesetaraan, sikap mendukung, sikap positif sedangkan informasi keterbukaan kadang-kadang jarang ditonjolkan. Pada akhirnya disarankan bahwa untuk lebih menunjukkan karakter asal daerah Sangihe, setiap mahasiswa asal Sangihe perlu lebih banyak menggunakan bahasa daerah, ketika bertemu dengan teman yang berasal dari satu daerah yang sama, diperlukan juga wadah atau pembentukan organisasi yang bisa dijadikan tempat berkumpul bagi seluruh mahasiswa asal Sangihe, guna membangun keakraban dan rasa persaudaraan antar sesama mahasiswa asal Sangihe. Kata kunci: Kesadaran, Interaksi, Komunikasi. Kehidupan kampus yang sangat aktif dan kompleks dengan berbagai latar belakang budaya dan adat istiadat dari masing-masing mahasiswa yang melandasi karakter pribadi masing-masing mahasiswa tersebut namun banyak juga mahasiswa yang sudah mulai meninggalkan latar belakang budaya asal, mungkin disebabkan oleh pengaruh kehidupan sosial masyarakat kota yang cenderung simple dan instan, dan mulai mengadopsi gaya hidup modern kebarat-baratan ataupun lifestyle gaul gaya anak Jakarta. Fenomena

tersebut bisa menjadi sebuah hal yang positif dan juga negatif bagi sebuah kelompok mahasiswa yang berasal dari suatu etnik dengan latar belakang budaya yang sangat kuat. Hal positif dalam pergaulan kampus yang bisa di ikuti tentunya seperti adanya komunitas mahasiswa Kristen maupun Islam, yang selalu mengedepankan nilai-nilai religius, tentunya akan baik ketika seorang mahasiswa asal Sangihe bisa bergaul dalam lingkungan tersebut, sementara kontradiksi dari hal positif tersebut adalah sisi negatif pergaulan kampus, misalnya dalam mengikuti perkuliahan, seringkali banyak mahasiswa yang bolos ke mall, kemudian ada juga yang mulai terpengaruh alkohol, atau minum miras dan tidak masuk kuliah. Selain itu kaitannya dengan pergaulan anak kampus adalah pacaran tanpa batas atau istilah kerennya sex bebas di lingkungan kampus. Dengan latarbelakang budaya yang bersifat multikultural kemungkinan dapat mempengaruhi karakter setiap mahasiswa daam pergaulannya. Permasalahan ini tentunya bisa di antisipasi dengan bagaimana mahasiswa etnik Sangihe tersebut berdapatasi melalui pergaulan dengan mahasiswa etnik lain. Berkaitan dengan kesadaran diri mahasiswa etnik Sangihe dengan mahasiswa etnik lainnya, terjadi berbagai proses interaksi dan proses komunikasi. Proses interaksi mahasiswa dengan mahasiswa yang paling menonjol adalah pada saat terjadi proses komunikasi baik secara langsung maupun dengan simbol-simbol. Kesadaran diri mahasiswa Sangihe dapat kita lihat salah satunya lewat bagaimana mereka masuk dalam pergaulan kampus yang sangat kompleks dan selalu cepat perubahannya. Contoh perubahan adalah di dalam kehidupan mahasiswa kampus berkaitan dengan bahasa sehari-hari, banyak mahasiswa yang menggunakan bahasa gaul dalam berkomunikasi, kemudian juga hal gaya hidup mahasiswa yang cenderung bebas dalam pergaulan antara laki-laki dan perempuan. Beberapa hal tersebut menjadi acuan bagaimana tingkat kesadaran diri di kehidupan sosial mahasiswa kampus dalam kesehariannya METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan Metode deskriptif dan sebagai sampel adalah mahasiswa asal Sangihe yang kuliah di Fakutas Imu Sosial dan Imu Politik Universitas Sam Ratulangi dengan menggunakan teori interaksionsime simbolik. HASIL PENELITIAN Berikut ini jawaban atas pertanyaan tentang apakah Informasi tentang diri di informasikan kepada orang lain, misalnya tentang nama dan marga mahasiswa asal Sanger tersebut hasil penelitian tersebut dapat dilihat melalui tabel dibawah ini: Tabel 1. Informasi Keterbukaan 1 Sering Sekali 0 0 2 Sering 17 68 3 Kurang Sering 5 20 4 Tidak pernah 3 12

Dari hasil penelitian ditemukan bahwa peryataan Sering Sekali tidak ada atau 0%, sedangkan pernyataan Sering 68 %, sementara pernyataan Kurang Sering mendapatkan nilai 29 %, sedangkan untuk pernyataan tidak pernah mendapatkan nilai 12 %. Setelah melihat hasil penelitian Keterbukaan diinformasikan atau disampaikan kepada orang lain di kampus, dapat disimpulkan bahwa informasi Keterbukaan Sering diterapkan kepada orang lain oleh mahasiswa asal sanger ketika berkomunikasi atau berinteraksi dengan mahasiswa dari etnik lainnya. Berikut ini akan dijelaskan mengenai empati yang dinampakkan kepada orang lain di Kampus. Hasil penelitiannya dapat dilihat secara jelas melalui tabel ini: Tabel 2. Informasi Empati 1 Sering Sekali 20 80 2 Sering 5 20 Dari hasil penelitian mendapatkan bahwa 20 responden menyatakan 80 %, memberikan jawaban Sering Sekali, sementara jawaban Sering 20 % diikuti oleh pernyataan kurang Kurang Sering dan Tidak Pernah masing-masing 0 %. Dengan melihat hasil penelitian mengenai Empati diinformasikan pada saat berkomunikasi dengan mahasiswa lain di lingkungan kampus Fakiultas Ilmu Sosial dan Politik, maka dapat disimpulkan bahwa ratarata semua mahasiswa asal sanger memberikan atau menerapkan Empati pada saat berkomunikasi dengan mahasiswa dari etnik lain yang berada di lingkungan Fispol Unsrat Manado. Selanjutnya jawaban atas pertanyaan tentang Apakah Asal daerah anda disampaikan kepada orang lain di kampus. Hasil penelitian dapat dijelaskan pada tabel berikut ini: Tabel 3. Informasi Sikap Mendukung 1 Sering Sekali 6 24 2 Sering 19 76 Hasil Sikap Mendukung mendapatkan pernyataan Sering dengan 76 %, diikuti dengan pernyataan Sering Sekali dengan 24 %, sementara untuk pernyataan responden Kurang Sering dan Tidak Pernah mendapatkan 0 % atau tidak ada jawaban. Dapat disimpulkan bahwa Sikap Mendukung Sering Diterapkan ketika bergaul atau berkomunikasi dengan teman lain di lingkungan kampus.

Selanjutnya atas pertanyaan tentang Apakah Sikap Positif anda dinampakkan kepada orang lain di lingkungan kampus. Tabel 4. Informasi Sikap Positif 1 Sering Sekali 0 0 2 Sering 25 100 Dari hasil penelitian mendapatkan bahwa 25 responden menyatakan 100 %, memberikan jawaban Sering, sementara jawaban Sering Sekali 0 % diikuti oleh pernyataan kurang sering dan tidak pernah, masing-masing 0 %. Dengan melihat hasil penelitian mengenai apakah Sikap Positif diinformasikan pada saat berkomunikasi dengan mahasiswa lain di lingkungan kampus Fakiultas Ilmu Sosial dan Politik, maka dapat disimpulkan bahwa rata-rata semua mahasiswa asal Sanger memberikan atau menerapkan Sikap Positif pada saat berkomunikasi dengan mahasiswa dari etnik lain yang berada di lingkungan Fispol Unsrat Manado. Sementara data berikut ini adalah menjawab pertanyaan mengenai kesetaraan dalam pergaulan kepada teman mahasiswa atau orang lain ketika bergaul atau berkomunikasi dengan teman lain di lingkungan kampus. Dibawah ini adalah tabel yang dapat menjelaskan hasil penelitian tersebut: Tabel 5. Informasi tentang Keyakinan/Agama 1 Sering Sekali 10 40 2 Sering 15 60 Hasil Informasi Kesetaraan mendapatkan pernyataan Sering dengan 60 %, diikuti dengan pernyataan Sering Sekali dengan 40 %, sementara untuk pernyataan responden Kurang Sering dan Tidak Pernah mendapatkan 0 % atau tidak ada jawaban. Dapat disimpulkan bahwa Kesetaraan Sering Diterapkan ketika bergaul atau berkomunikasi dengan teman lain di lingkungan kampus. PEMBAHASAN Berdasarakan permasalahan penelitian yang dikemukakan pada rumusan masalah yaitu tentang bagaimana kesadaran diri mahasiswa etnik Sangihe dalam berkomunikasi dengan mahasiswa lainnya di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sam Ratulangi Manado, maka pada bab ini akan dijelaskan keseluruhan rangkuman dari hasil penelitian dalam pembahasan hasil penelitian berikut ini.

Dengan komunikasi seseorang dapat berinteraksi dengan orang lain. Hal ini juga terjadi pada kelompok mahasiswa yang berasal dari etnik Sangihe dalam berinteraksi dengan kelompok masyarakat lain ataupun mahasiswa yang ada di Fakultas Ilmu sosial dan Politik Universitas Sam Ratulangi Manado. Namun dalam proses interaksi tersebut tentunya diperlukan sebuah proses komunikasi yang baik. Dalam sebuah proses interaksi individu dengan individu lain sering juga ditemukan hambatan khususnya hambatan komunikasi seperti perbedaan bahasa, perbedaan budaya, yang bisa mempengaruhi proses adaptasi mahasiswa tersebut. bentuk kesadaran diri mahasiswa asal sangihe tentunya memiliki cara tersendiri dalam bergaul atau berinteraksi dengan lingkungan kampus, karakter sifat khas asal daerah, baik itu logat/bahasa yang digunakan, kemudian hal-hal apa saja yang perlu disampaikan kepada orang lain, pastinya ada perbedaan cara berkomunikasi atau menginformasikan diri, sebagai bentuk dari Kesadaran Diri setiap orang yang berasal dari latar belakang suku atau etnis yang berbeda. Fenomena ini juga, tentunya berlaku pada mahasiswa asal sangihe ketika berinteraksi dengan berkomunikasi dengan mahasiswa lainnya di lingkungan kampus Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sam Ratulangi Manado. Informasi keterbukaan dengan orang lain jarang sekali ditunjukkan atau diterapkan kepada teman atau orang lain ketika berinteraksi di dunia kampus. Sedangkan perasaan tertutup sering ditunjukkan kepada orang lain di lingkungan kampus, atau dengan kata lain hampir semua mahasiswa asal Sanger cukup tertutup dengan hal-hal yang berkaitan dengan perasaan. Rata-rata semua mahasiswa asal Sanger memberikan atau menerapkan empati pada saat berkomunikasi dengan mahasiswa dari etnik lain yang berada di lingkungan Fispol Unsrat Manado. Sikap Mendukung juga diinformasikan kepada teman mahasiswa atau orang lain ketika bergaul atau berkomunikasi dengan teman lain di lingkungan kampus. Sikap Positif selalu ditunjukkan sebagai identitas diri dari mahasiswa asal Sanger dalam berinteraksi dengan masyarakat atau teman mahasiswa di lingkungan kampus. Serta Kesetaraan Sering ditunjukkan atau diterapkan kepada orang lain dilingkungan kampus, dengan kata lain hampir semua mahasiswa asal sanger menerima tanpa syarat kepada orang lain. KESIMPULAN Dari hasil penelitian dan pembahasan penelitian ini, maka dapatlah ditarik kesimpulan penelitian yaitu sebagai berikut: 1. Kesadaran diri mahasiswa asal Sangihe dalam berkomunikasi dengan mahasiswa lain di kampus FIsip Unsrat ditandai dengan selalu membuka diri dan menginformasikan nama serta marga,usia kemudian asal daerah, agama atau golongan mereka. Melalui Karakteristik Kesetaraan dan Empati 2. Kesabaran, pekerja keras, selalu menjadi hal yang menonjol oleh mahasiswa asal sangihe ketika berinteraksi dengan mahasiswa lainnya di lingkungan kampus. Sementara sifat pemarah atau emosional, serta sifat lembut kurang ditonjolkan pada saat berinteraksi dengan teman lain di kampus. Melalui Karakteristik Sikap Positif dan Empati

3. Kesadaran diri mahasiswa asala sangihe dalam berkomunikasi dengan mahasiswa lain di Fisip Unsrat, adalah selalu menunjukkan budaya asal Sagihe, kemudian, selalu menggunakan bahasa dan logat asal Sangihe. Melalui Sikap Mendukung dan Empati 4. bentuk perasaan terbuka lebih sering ditunjukkan ketika berkomunikasi dengan mahasiswa di lingkungan kampus FIsip Unsrat, dibandingkan dengan perasaan yang tertutup. Melalui Karakteristik Keterbukaan dan Empati DAFTAR PUSTAKA Anwar Arifin, 1985, Strategi komunikasi, Bandung: Armico. Arikunto Suharsimi, 1991. Prosedur Penelitian, Jakarta: Rineka Cipta. Devito, Joseph.A. 1997. Komunikasi Antar Manusia: Kuliah Dasar, Edisi kelima, Diterjemahkan oleh Agus Maulana. Jakarta: Professional Books. Jalalludin Rakhmat 2004. Metode Penelitian Komunikasi, Bandung: Remaja Rosdakarya. Kuswarno, Engkus. 2009. Fenomenologi. Bandung: Widya Padjajaran. Kriyantono, Rachmat, 2009. Teknik Praktis Riset Komunikasi, Jakarta: Kencana Prenada Media Group. Mulyana, Deddy. 2003, Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya..., 2006. Metodologi Penelitian Kualitatif: Paradigma Baru Ilmu Komunikasi dan Ilmu Sosial Lainnya. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. Onong U. Effendy, 1988, Dinamika Komunikasi, Bandung: Remajakarya.., 2004. Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya Rohim, Syaiful. 2009. Teori Komunikasi Perspektif, Ragam, & Aplikasi. Jakarta: RinekaCipta. Sugiono, 2006. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R & D. Bandung: Alfabeta. Teguh Meinanda, 1981, Pengantar Ilmu Komunikasi dan Jurnalistik, Bandung: Armico. SumberLain : sumber : http://sangihepirua.blogspot.com/ Sumber :http://kebudayaanindonesia.net/