Disusun oleh : : ALPHONSUS LIQUORI SANFARIS. Nim :

dokumen-dokumen yang mirip
Nama jenis produk kerajinan tekstil beserta gambar dan komentarnya

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Kristen Maranatha 1

Dompet Handphone Murah Datangkan Untung Jutaan Rupiah

Dompet Handphone Murah Datangkan Untung Jutaan Rupiah

Bisnis Modal Kecil Kreasi Kain Perca

BAB I PENDAHULUAN. tradisional yang berasal dari daerah Kalimantan Barat yang berbentuk selendang.

15 KERAJINAN TEKSTIL DARI LIMBAH

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Membangun perekonomian nasional dalam konteks perkembangan

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. Indonesia adalah negara yang memiliki tradisi dan hasil budaya yang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Dalam mencapai sasaran pembangunan nasional, pembangunan pada bidang

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Kristen Maranatha 1

Melestarikan Budaya Dengan Membuka Usaha Galeri Batik

Kreasi Jilbab, Bisnisnya Mudah Omsetnya Jutaan Rupiah

BAB I PENDAHULUAN. 1-1 Universitas Kristen Maranatha

I. PENDAHULUAN. Industri kecil mempunyai peranan penting tidak saja di negara-negara sedang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Penjelasan Judul Perancangan

BAB I PENDAHULUAN. dari serangga atau hewan-hewan tertentu. Rumput, bambu, kupasan kulit dan otot-otot

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

KARYA ILMIAH PELUANG BISNIS USAHA KAIN FLANEL

Peluang Bisnis Batik

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Batik Tulis TradBatik Tradisional Tuban

Maulana Achmadi, Lisna Pekerti, Rizky Musfiati, Siti Juwariyah Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin

KARYA ILMIAH LINGKUNGAN BISNIS PEMASARAN KAIN LURIK

Penggunaan Teknologi Informasi dalam Menyiasati Peluang Bisnis Batik

BAB I PENDAHULUAN. Menurut Koentjaraningrat (2015: 116), sebanyak 250 juta masyarakat

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Di daerah Sumatera Utara terdapat beberapa suku, salah satunya adalah suku Batak,

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Bisnis merupakan kegiatan berupa menjual barang ataupun jasa untuk

Ragam Hias Tenun Ikat Nusantara

BAB I PENDAHULUAN. I.1 Latar Belakang Pengadaan Proyek

BAB I PENDAHULUAN. dalam proses pembuatannya penuangan motif tenunan hanya berdasarkan imajinasi

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

BAB I PENDAHULUAN. 1 M u s e u m T e k s t i l B e n g k u l u

KARYA ILMIAH LINGKUNGAN BISNIS BISNIS KERAJINAN KAIN PERCA

USULAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA JUDUL PROGRAM: PECINTA BUDAYA BAJU BATIK MODERN REMAJA SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN BUDAYA BANGSA BIDANG KEGIATAN

Kreativitas Busana Pengantin Agung Ningrat Buleleng Modifikasi

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Semakin berkembangnya zaman di era modern kebutuhan akan dunia fashion

2015 MANFAAT HASIL BELAJAR FASHION PACKAGING SEBAGAI KESIAPAN MENJADI FASHION PACKAGING DESIGNER

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Penelitian Nur Akmalia, 2013

ANALISIS STRATEGI PEMASARAN KAIN ENDEK BALI SEBAGAI INDUSTRI PARIWISATA KREATIF (STUDI KASUS DENPASAR)

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perancangan/Penciptaan

BUSANA TENUN IKAT TRADISIONAL KAB. KUPANG

Kunci Jawaban Soal Semester Prakarya Kewirausahaan Kelas X

PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA MUKENA MONIKAH (MOTIF ILUMINASI NASKAH) BIDANG KEGIATAN: PKM KEWIRAUSAHAAN

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

kalender Mengenal 12 Baju Adat Wanita Indonesia

PKU Pendampingan Manajemen Usaha Industri Limbah Perca Batik UMKM Batik Kebonpolo

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

I. PENDAHULUAN. Hak kekayaan intelektual merupakan suatu hak milik hasil pemikiran yang bersifat

BAB I PENDAHULUAN. mendukung kegiatannya sehari-hari. Berbagai macam cara dilakukan untuk

BAB I PENDAHULUAN. beberapa budaya dan karya seni Indonesia ini adalah seni kerajinan tangan. kerajinan logam, kerajinan gerabah, dan kerajinan tenun.

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA JUDUL PROGRAM BANCI LUCU ONLINE: PENJUALAN BANCI (BANDUL KUNCI) MENGGUNAKAN SISTEM ONLINE

BAB I PENDAHULUAN. Persaingan bisnis telah berkembang pesat saat ini baik dalam pasar domestik

BAB I PENDAHULUAN. mengidentifikasi, mengembangkan, membawa visi kedalam kehidupan. Visi ini

BAB I PENDAHULUAN. sandang ini merupakan kebutuhan primer dalam kehidupan sehari-hari

BAB I PENDAHULUAN. kekhasan budaya dari setiap suku bangsa merupakan aset yang tidak terhitung

BAB I PENDAHULUAN. rakyat Indonesia dan khususnya suku Jawa ialah setelah akhir abad XVIII atau awal

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

PELATIHAN MEMBUAT TAS MAKRAME BAGI REMAJA PUTUS SEKOLAH DI UPTD BINA HARAPAN REMAJA PADANGPANJANG UNTUK MENUMBUHKAN MINAT BERWIRAUSAHA

BAB V PENUTUP. Strategi bisnis APIP S Kerajinan Batik menggunakan aliansi strategis dengan sebagai

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

KARYA ILMIAH BAGAIMANA MEMULAI DAN MENJALANKAN BISNIS DISTRO

BAB I PENDAHULUAN TESA APRILIANI, 2015 APLIKASI TEKNIK SABLON DENGAN OBJEK SIMBOL NAVAJO SEBAGAI ELEMENT ESTETIK RUANGAN

BAB 1 PENDAHULUAN. dipenuhi, baik kebutuhan yang bersifat jasmani maupun rohani. Kebutuhan adalah UKDW

MAKALAH MEMULAI BISNIS BAJU DAN AKSESORIS DISTRO

BUPATI BOLAANG MONGONDOW PROVINSI SULAWESI UTARA RANCANGAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW NOMOR TAHUN 2015

BAB I PENDAHULUAN. Desain merupakan proses perancangan yang melibatkan kreatifitas manusia

PROGRAM KREATIFITAS MAHASISWA BIDANG KEGIATAN

2015 MANFAAT HASIL BELAJAR INOVASI BUSANA ETNIK

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. untuk membangun jaringan pasar, aspek tersebut adalah : 1. Membangun sistem promosi untuk penetrasi pasar

BISNIS ONLINE TAS CANTIK

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Pemberdayaan masyarakat merupakan upaya konkrit pemerintah maupun lembagalembaga

BAB I PENDAHULUAN. ekonomi kreatif atau industri kreatif. Perkembangan industri kreatif menjadi

BAB I PENDAHULUAN. taktik dan strategi. Membuat usaha yang besar tidak selalu. sebuah usaha bisa tumbuh menjadi besar.

BAB I PENDAHULUAN. selalu bersaing dalam menarik konsumen. Para pengusaha sebagai produsen harus saling

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian

SOSIALISASI DAN APLIKASI PENAMBAHAN NILAI KAIN PERCA DENGAN MENGGUNAKAN METODE QUILTING DI GAMPONG TEUNGOH, KECAMATAN LANGSA KOTA, KOTA LANGSA

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan fashion dibidang aksesoris jilbab dengan manik, kristal dan

BAB II METODE PERANCANGAN

BAB III KONSEP PERANCANGAN. tindak lanjut dari proses analisis, dimana proses perancangan merupakan

BAB 3 FINAL DESIGN OF BUSINESS MODEL

EVALUASI PEMBELAJARAN PRAKTEK SENI KRIYA PAYET SARUNG BANTAL KURSI PADA PROGRAM STUDI TATA BUSANA UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Bima itu. Namun saat adat istiadat tersebut perlahan-lahan mulai memudar, dan

KKS PENGABDIAN LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB I PENDAHULUAN. penutup atau pelindung anggota tubuh. Pakaian digunakan sebagai pelindung

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Bidang Kegiatan: PKM PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT

memiliki potensi yang sekaligus menjadi identitas kota, salah satunya yang dirintis oleh beberapa warga setempat. Produk Cibaduyut tak

Transkripsi:

Disusun oleh : Nama : ALPHONSUS LIQUORI SANFARIS Nim : 11.12.6266

ABSTRAK PELUANG BISNIS KAIN TENUN NTT merupakan salah satu peluang bisnis yang sangat bagus untuk dijalankan,sebab kain ini mempunyai motif dan corak yang sangatlah unik dan menarik, Menurut penulis,bisnis ini sangatlah menuntungkan,sebab produksi dan promosi kain tenun ikat NTT masih sangat kurang.usaha ini akan menjadi peluang bisnis yang bagus karena kain ini memiliki jenis yang unik dan menarik.yang lebih menarik yakni usaha ini tidak membutuhkan biaya yang cukup banyak.dalam karya ilmiah ini,penulis akan membahas bagaimana cara memulai usaha tenun ikat,beberapa kendala yang akan dihadapi dalam menjalankan usaha ini serta bagaimana cara pemasarannya.

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Zaman semakin modern,perkembangan teknologipun semakin maju,seiring perkembangan tersbut,banyak budaya asli bangsa khususnya budaya daerah Indonesia dunia timur yang semakin tertinggal dan dilupakan,salah satunya kain tenun dari daerah Nusa Tenggara Timur. Kain tenun ikat merupakan karya tradisional khas daerah timur yang terbuat dari bahan dasar benang yang ditenun menggunakan alat khusus yang digunakan untuk menenenun benang sehingga menjadi sebua kain yang disebut kain tenun ikat. Usaha kain tenun ikat diyakini membawa peluang usaha yang menguntungkan sebab dengan modal yang sedikit akan menghasilkan keuntungan yang besar,hal ini dikarenakan produksi kain sarung tidak bisa mengimbangi permintaan kain sarung dari konsumen.hal ini dikarenakan lamanya proses produksi dan pembuatan yang relative memakan waktu yang lama. Maka dari itulah penulis mengambil judul peluang bisnis kain tenun,karena sangat berpeluang mendapatkan keuntungan yang besar. 1.2 Rumusan Masalah 1.apa itu kain tenun? 2.bagaimana cara berbisnis kain tenun dengan modal yang sedikit? 3.kendala serta pemecahan masalah dalam berbisnis kain tenun? 1.3 Tujuan 1.menciptakan ide untuk berbisnis dengan cara yang baru dan menguntungkan. 2.untuk memenuhi syarat perkuliahan mata kulia Lingkungan Bisnis

BAB II PEMBAHASAN 2.1 apa itu kain tenun Kain tenun merupakan jenis kain yang terbuat dari bahan dasar benang yang ditenun pada sebua alat tenun khusus sehingga menjadi sebua kain dengan corak atau motif tertentu,biasanya tiap daerah,khususnya di NTT memiliki motiv dan corak yang berbeda-beda. Kain tenun ini merupakan cirikhas daerah NTT dan sering dipakai dalam upacara-upacara adat dan acara-acara khusus.adapun yang menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari (bisanya digunakan oleh orang orang tuayang tinggal di daerah perkampungan). 2.2 Bagaimana cara berbisnis kain tenun Cara berbisnis kain tenun ikat sangatlah mudah,sederhana dan tidak membutuhkan banyak biaya.modal utama dari bisnis ini hanyalah kerjasama dengan warga setempat : 1. Kerjasma dengan warga setempat,dimana tugas kita hanyalah mempromosikan kain-kain hasil tenunan warga ke desainer-desainer lokal maupun internasional. 2. Mempublikasikan melalui media internet. 3. Mencari sponsor melalui internet,dan lain sebagainya Inti dari usaha ini terletak pada ketekunan kita serta kreativitas kita dalam mempromosikan kain tenun ini.dan usaha ini dapat dilakukan dimana saja,usaha ini dapat dilakukan sendiri maupun bekerjasama dengan beberapa orang sebagai mitra usaha 2.3 kendala yang dihadapi Tidak dapat dipungkiri bahwa dalam menjalankan suatu usaha pastilah terdapat kendala dan hambatan.begitupula dalam usaha kain tenun ini,kendala dalam menjalankan usah ini yaitu kurangnya pekerja tenun ikat atau sumber daya manusia dalam melakukan pekerjaan ini. Namun hal ini,dapat diatasi yaitu dengan mengumpulkan masyarakat kurang mampu,lalu diadakan sosialisasi yang menyangkut kain tenun ikat dan peluang kerja bagi mereka.kemudian mengadakan pelatihan atau diklat.dengan begitu,sudah dapat menghasilkan sumber daya manusia yang siap bekerja demi menunjang usaha tersebut. Selain itu kendala yang dihadapi yaitu anggapan masyarakat bahwa memakai kain tenun adalah orang yang ketinggalan zaman.hal ini,dapat diatasi dengan melakukan pameran yang menampilkan hasil karya kain tenun ikat oleh designer-designer terkemuka serta berbagai model hasil karya yang berbahan dasar kain tenun ikat.dengan begitu akan ada banyak peminat

atau pengguna kain tenun ikat.hal ini tergantung bagaimana cara memodifikasi kain tenun tersebut dalam berbagai bentuk,terutama dalam dunia fashion. 2.4 Cara memasarkan tenun ikat Beberapa cara memasarkan kain tenun ikat yakni: 1. Mempublikasikan di internet hasil karya dalam bentuk bentukyang sudah berbeda. Contohnya dalam bentuk: Tas Baju Dompet Hiasan dinding Aksesoris wanita ataupun pria.seperti:gelang ataupun kalung Taplak meja,dll 2. Mengadakan pameran kain tenun ikat 3. Menjalin relasi kerja dengan pihak-pihak yang dianggap berpengaruh membantu dalam usaha ini.contoh:menawarkan kain tenun ikat kepada designer-designer. Beberapa cara diatas hanyalah acuan dari penulis dalam menjalankan dan memulai bisnis ini,tidak menutup kemungkinan adanya inovasi serta cara-cara lain dalam proses pemasaran kain tenun ikat ini.

BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan Kain tenun adalah peluang usaha yang menarik dan menguntungkan serta tidak membutuhkan banyak biaya dalam memulai usaha ini. kreatifitas dan inovatif pun sangatlah dibutuhkan dalam mengubah kain tenun ikat menjadi lebih menarik,sehingga mempunyai nilai jual yang tinggi,serta bagaimana kita membangun relasi dengan pihak-pihak lain sangatlah membantu dalam proses pengembangan usaha ini. 3.2 Saran Semoga karya tulis ini dapat bermanfaat bagi pembaca serta menjadi peluang bisnis yang cocok bagi anda. Semoga karya ilmiah ini dapat menjdi acuan bagi pembaca untuk memulai suatu usaha.

REFERENSI http://sulawesi.infogue.com/semoga_tenun_ikat_ntt_rebut_pasar_global. Suyanto,M.2009.Small is powerful.yogyakarta:andi.