Jerols E. Kemp (1977)

dokumen-dokumen yang mirip
MODEL MODEL DESAIN PEMBELAJARAN

EVALUASI HASIL PEMBELAJARAN

PUSAT TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tingkah laku seseorang atau

PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BIOLOGI

BAB III PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian tindakan kelas (PTK) atau

KOMPONEN DESAIN INSTRUKSIONAL

Noorhafizah dan Rahmiliya Apriyani

Evaluasi Pembelajaran Bahasa Jerman

BAB III ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH. Observasi diadakan di kelas VIIA MTsN Bangkalan tahun pelajaran. 2009/2010 pada bulan Nopember Desember 2009.

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR EKONOMI DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TWO STRAY TWO STRAY (TSTS)

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR KETERAMPILAN BERBAHASA INDONESIA UNTUK SISWA SMA KELAS X ABSTRACT PENDAHULUAN

BAB I PENDAHULUAN. pendidikan di sekolah, yang tercermindari keberhasilan belajar siswa. Proses

Modul Pelatihan PENGEMBANGAN BAHAN BELAJAR KEMDIKBUD. Kegiatan Belajar 2. Pusat Teknologi Informasi & Komunikasi Pendidikan. IKA KURNIAWATI, M.

PEMBELAJARAN TUNTAS. (Mastery Learning)

Key Words: Developmental Research, Characteristics of deaf students, 4-D model.

BAB V PEMBAHASAN. Fiqih dengan melalui penerapan model pembelajaraan kooperatif tipe picture and

PEDOMAN PENYUSUNAN MODUL DALAM RANGKA PROSES BELAJAR MENGAJAR PROGRAM PROFESIONAL 1

Kata kunci : pembelajaran aktif, pencocokan kartu indeks, hasil belajar

UNIVERSITAS HASANUDDIN Kode / No : STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR Tanggal : PELAKSANAAN PERKULIAHAN Revisi : Halaman : PROGRAM STUDI FISIOTERAPI

UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS PADA MATERI PERKEMBANGAN TEKNOLOGI MELALUI MODEL STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD)

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. A. Tempat dan Waktu Penelitian

Michael Ricy Sambora Program Studi Pendidikan Sosiologi Antropologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta

BAB I PENDAHULUAN. Peserta didik kelas rendah di Sekolah Dasar merupakan rentang usia yang

Perencanaan Pembelajaran: Suatu Pengantar

PENGEMBANGAN MODUL MULTIMEDIA INTERAKTIF BERBASIS E-LEARNING PADA POKOK BAHASAN BESARAN DAN SATUAN DI SMA

PENDEKATAN RESOURCE BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN TEMATIK TERPADU JURNAL. Oleh

BAB III METODE PENELITIAN

PENGEMBANGAN KURIKULUM PADA PROGRAM DIPLOMA 4 1 ) Oleh: Dr. Ali Muhtadi, M.Pd.

III. METODE PENELITIAN. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X-3 SMAN 2 Kalianda semester

III. METODE PENELITIAN. Metode penelitian ini adalah research and development atau penelitian

Tri haryatmo LPPKS. Mengembangkan strategi pembelajaran dan Penyusunan Evaluasi. Deskripsi Tugas

PENGEMBANGAN TES UNTUK MENGANALISIS KETUNTASAN HASIL BELAJAR SISWA SMA KELAS XI

BAB III METODE PENELITIAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

JURNAL. Oleh RENI UTAMI AHMAD SUDIRMAN YULINA HAMDAN

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA IMPLEMENTASI KTSP DALAM PEMBELAJARAN

BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA

*keperluan Korespondensi, HP: , ABSTRAK

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan mata pelajaran

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. dengan teknik tes dan non-tes. Dalam teknik tes misalnya pemberian beberapa

suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual

BAB I PENDAHULUAN. mencerdaskan kehidupan bangsa, yaitu melalui pendidikan dimana dengan pendidikan akan

Oleh. I Putu Budhi Sentosa, NIM

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian

adalah proses beregu (berkelompok) di mana anggota-anggotanya mendukung dan saling mengandalkan untuk mencapai suatu hasil

BAB I PENDAHULUAN. adanya perubahan tingkah laku pada dirinya, menyangkut perubahan yang

BAB II KAJIAN TEORETIS DAN HIPOTESIS TINDAKAN. setelah mengalami pengalaman belajar. Dalam Sudjana (2008:22), hasil belajar

III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (Research and Development).

ASSESSMENT LITERACY (ASESMEN LITERASI) MUTMAINNA EKAWATI

PENERAPAN MODEL BELAJAR GROUP INVESTIGATION

Kesesuaian Antara GBPP dengan modul matakuliah IPS I Program D-II Penyetaraan Guru SD di FKIP-UT. Oleh: Wia Zuwila Nuzila FKIP UT.

BAB I PENDAHULUAN. Tujuan Pembelajaran. Proses Pembelajaran Evaluasi. Gambar 1.1 Hubungan ketiga komponen dalam pembelajaran

BAB III METODE PENELITIAN. modul IPA ini menggunakan metode Research and Development. (R&D). Penelitian R&D menurut Nana Syaodih Sukmadinata (2012:

2015 PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN PLC BERBASIS KONVEYOR UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DI SMKN 12 BANDUNG

BAB III METODE PENELITIAN. perangkat pembelajaran. Model ini dikembangkan oleh S. Thiagarajan,

ARTIKEL PENELITIAN PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV PADA PEMBELAJARAN IPS DENGAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING DI SD NEGERI 03 SUAYAN TINGGI

I. PENDAHULUAN. penting dalam pembelajaran. Pembelajaran berkualitas akan memperoleh hasil

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PEER LESSONS

BAB I PENDAHULUAN. yang wajib dipelajari di Sekolah Dasar. Siswa akan dapat mempelajari diri

EFEKTIVITAS PENERAPAN METODE KASUS MENGGUNAKAN MEDIA AUDIO-VISUAL TERHADAP HASIL BELAJAR KIMIA SISWA SMA

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

MEDIA PEMBELAJARAN. Dengan Metode ASSURE

BAB I PENDAHULUAN. mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian pada skripsi ini adalah penelitian pengembangan, model yang

BAB V PEMBAHASAN DAN DISKUSI HASIL PENELITIAN. A. Pembahasan Tentang Proses Pengembangan Perangkat Pembelajaran

Rusmartini Guru SDN 2 Nambahrejo

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dewiyani Widayanthi, 2014 Pembuatan Alat Evaluasi Pembelajaran Praktek Busana Kerja Wanita

PENGEMBANGAN MODUL DASAR PENATAAN DISPLAY PADA MATA PELAJARAN PENATAAN DAN PERAGAAN SISWA KELAS XI DI SMK NEGERI 2 JEPARA JURNAL

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA RPP MATAKULIAH PEMBELAJARAN MOTORIK

IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCH UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA

Kurikulum Berbasis TIK

BAB I PENDAHULUAN. Pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan di era globalisasi sekarang ini menyebabkan

2014 PENGEMBANGAN MEDIA INTERAKTIF PEMBELAJARAN CERITA PENDEK BERBASIS PENDEKATAN SAINTIFIK

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA BERBASIS KARAKTER PADA MATERI PERUBAHAN KENAMPAKAN BUMI DAN BENDA LANGIT

BAB II KAJIAN PUSTAKA

Transkripsi:

Model Pembelajaran Jerols E. Kemp (1977) Oleh : DR. Rusman, M.PD.

Jerols E. Kemp Jerols E. Kemp dari California State University di Sanjose mengembangkan model Pengembangan Instruksional yang paling awal bagi pendidikan. Model Kemp memberikan bimbingan kepada para pemakainya untuk berfikir tentang masalah-masalah umum dan tujuan-tujuan pengajaran.

Tujuan Model Kemp Model kemp ini dirancang untuk menjawab tiga pertanyaan, yaitu: Apa yang harus dipelajari (tujuan pengajaran) Apa/bagaimana prosedur, dan sumber-sumber belajar apa yang tepat untuk mencapai hasil belajar yang diinginkan (kegiatan dan sumber belajar). Bagaimana kita tahu bahwa hasil belajar yang diharapkan telah tercapai (evaluasi).

Model Pembelajaran Jerols E. Kemp Menentukan Judul dan Tujuan Pembelajaran umum Menganalisis Karakteristik Siswa Revisi Menentukan Tujuan Pembelajaran Khusus Menentukan Materi Pembelajaran Menentukan PRE TEST Menentukan kegiatan belajar mengajar dan sumber belajar Evaluasi Koordinasi Sarana Pendukung

Langkah Langkah Model Pembelajaran Jerols E. Kemp (1977)

1. Pokok Bahasan dan Tujuan Umum (Goals, Topics, and General Purposes) 1. Pengertian Goals dan General Purposes dikombinasikan jadi satu pengertian menjadi tujuan umum 2. Dalam tahap ini hal yang dilakukan adalah menentukan Pokok bahasan dan tujuan umum Pokok bahasan menjadi dasar pengajaran dan menggambarkan ruang lingkupnya. Tujuan umum tersebut sangat luas. Apabila kita batasi, mungkin tujuan tersebut merupakan pernyataan dari masyarakat, siswa, atau bidang studi.

2.Menganalisis Karakteristik Siswa Tujuan mengetahui karakteristik siswa adalah untuk mengukur, apakah siswa akan mampu, mencapai tujuan belajar atau tidak. Hal-hal yang perlu diketahui dari siswa bukan hanya dari factor akademisnya, tetapi juga dilihat factor-faktor faktor sosialnya, sebab kedua hal tersebut mempengaruhi proses belajar.

3. Tujuan Belajar (Learning Objective) Tujuan belajar harus : Dinyatakan dengan melakukan keaktifan/ kegiatan siswa Dapat diukur apakah kelak tujuan dapat dicapai atau tidak Dapat ditulis lebih dahulu atau kemudian setelah isi pelajaran disusun garis besarnya. Pada umumnya tujuan dikatergorikan dalam tiga kawasan yaitu : 1. Tujuan kognitif. 2. Tujuan psikomotor 3. Tujuan afektif

4. Isi Pokok Bahasan (Subject Content) Subject Content adalah materi atau isi pokok bahasan. Ini harus spesifik dan erat hubngannya dengan tujuan (learning objectives). Pokok bahasan yang diajarkan hendaknya memiliki relevansi dengan kebutuhan siswa, baik untuk dihubungkan dengan mata pelajaran berikutnya maupun untuk kebutuhan pengabdian masyarakat, karier, atau kepentingan lain. Seperti: 1. Mempelajari materi pokok bahasan dari buku teks yang dianjurkan. 2. Kemungkinan yang akan berubah atau berkembang di masa depan (menjadi beberapa sub pokok bahasan)

5. Penjajakan terhadap Siswa (Pre-assessment) Tujuan dari langkah penjajakan terhadap siswa adalah untuk menguji, Apakah siswa sudah siap dan mampu mempelajari pokok bahasan yang akan diajarkan. Jadi, pre-assessment adalah mengujicobakan rencana pokok bahasan, tujuan belajar dari rencana isi. Data dari hasil pre-asessment ini kemudian diolah untuk disimpulkan: 1. apakah tujuan belajar yang telah ditentukan mungkin dapat dicapai dengan kondisi dan situasi siswa seperti data yang didapat oleh karakteristik siswa. 2. apakah siswa berminat terhadap pokok bahasan sesuai dengan tujuan belajar. 3. apakah yang perlu diajarkan dan apa yang tidak sesuai dengan perencanaan isi pokok bahasan. bila ternyata hasil pre-asessment tidak dapat memenuhi hal diatas tersebut, maka perencanaan desain perlu direvisi

6. Kegiatan Belajar-Mengajar dan Media (Teaching/Learning Activities and Resource) Kegiatan Belajar-Mengajar Tiga jenis kegiatan belajar-mengajar adalah : 1. Pengajaran kelasikal 2. Belajar mandiri 3. Interaksi antara pengajar dan siswa Media (instructional resource) Bagaimana memilih media? Tiga kesulitan yang umumnya dihadapi di dalam pemilihan media antara lain : 1. media itu banyak macam dan menimbulkan keraguan, 2. tidak ada keharusan walaupun sudah ada pedoman, dan 3. tidak semua pengajar mempunyai pengalaman luas dalam pemakaian media.

7. Pelayanan penunjang (Support Services) Pelayanan penunjang tersebut dimulai dari awal penyusunan desain sampai dengan berakhirnya proses belajar-mengajar. Adapun petugas yang menunjang mulai dari perencanaan desain sampai dengan tuntasnya pelaksanaan program secara menyeluruh dan lengkap adalah sebagai berikut : a. Tenaga ahli dan pembantu b. Pengadaan bahan c. Fasilitas d. Peralatan e. Penjadualan waktu

8. Evaluasi Sekurang-kurangnya kurangnya ada dua macam cara mengukur pencapaian hasil belajar siswa yaitu dengan : 1. Norm Referenced Testing 2. Criterion Referenced Testing Menilai Tujuan Belajar Kognitif dipergunakan untuk mengukur kemampuan siswa dalam mengukur, menghubungkan, mengintegrasi, dan menilai suatu ide. Menilai Tujuan Belajar Psikomotor Tujuan belajar psikomotor bersifat keterampilan (motor skill). Jadi tujuan belajarnya adalah siswa dapat/terampil mengerjakan sesuatu Menilai Tujuan Belajar Afektif Menilai tujuan belajar siswa yang berhubungan dengan sikap dan nilai.

Model Jerols E. Kemp 8 Evaluasi 1 TIU & Pokok bahasan 2 Karakteristik siswa 7 Pelajaran penunjang Revisi 3 TIK 6 Strategi kegiatan B- M 5 Tes awal 4 Isi / materi

Kelebihan Dalam Model Pembelajaran Kemp ini di setiap melakukan langkah atau prosedur terdapat revisi terlebih dahulu untuk menuju ke tahap berikutnya, sehingga apabila terdapat kekurangan atau kesalahan ditahap tersebut, dapat dilakukan perbaikan terlebih dahulu barulah dapat melangkah ke tahap berikutnya.

Kekurangan Model Pembelajaran Jerols E. Kemp ini agak condong ke pembelajaran klasikal atau pembelajaran di kelas, sehingga peran guru disini mempunyai pengaruh yang besar, karena guru dituntut dalam rangka program pengajaran, instrument evaluasi, dan strategi pengajaran.

Terima Kasih Fuja & Kiki