BAB III OPTIMASI THIRD CARRIER Dengan pertumbuhan yang stabil dari layanan radio khususnya layanan data, Operator perlu memperluas kapasitas jaringan dan menambahkan frekuensi adalah salah satu pilihan. 3.1. Third Carrier Strategy Strategi yang digunakan untuk implementasi third carrier terbagi 2 skenario yaitu, Homogeneous/cluster and single site/stand alone. Kedua skenario 2 ini akan menggunakan Random camping (untuk Idle mode) dan load balance (untuk dedicated mode). Homogeneous/carrier merupakan plan site on air menggunakan f 3 oleh TELKOMSEL yang menambahkan f 3 pada semua site dalam satu cluster. Sementara strategi single site/stand alone merupakan satu site yang memiliki f 3 diantara site tetangga yang masih f 2, hal ini bisa dikarenakan peningkatan trafik hanya terjadi di lokasi tersebut pada waktu tertentu. Random Camping Random camping maksudnya dalah setiap pengguna dapat mengakses setiap carrier secara acak tergantung pada kualitas sinyal yang didapat oleh User. Setiap carrier membawa layanan Voice, data R99 dan HSPA. 28
29 Gambar 3.1 Random Camping Strategy [7] Keuntungan menggunakan Random Camping: Semua carrier dapat melayani layanan HSPA, dengan begitu user experience akan lebih baik. Semua lapisan menjadi seimbang baik dalam hal kapasitas, daya (Power) dan code utilization. Untuk proses balancing trafik antar carrier, dikendalikan oleh DRD dan LdbDRDOffsetHSDPA. DRD bekerja berdasarkan blind handover (yaitu, kualitas sinyal sel pada threshold tertentu, tetapi tidak untuk mengukur sel target).
30 Kelemahan menggunakan Random Camping: Frekuensi carriers akan berbagi layanan suara dan data. Oleh karena itu, akan terjadi call drop yang lebih tinggi dibandingkan jika frekuensi carriers hanya membawa layanan suara. Kualitas suara kurang baik jika dibandingkan dengan Preferred carrier, yaitu carrier hanya melayani, Voice/R99/HSPA saja. Traffic Type and Reselection UE akan memilih cell yang cocok dan mode radio akses berdasarkan pengukuran idle mode dan kriteria cell selection. Pada saat UE berada pada mode UMTS atau GSM, UE melakukan pengukuran pada radio akses teknologi yang lain tergantung pada parameter yang diset oleh operator. Parameter tersebut mendefinisikan: Nilai threshold pada serving cell jika UE harus melakukan pengukuran pada cell Inter Radio Akses Teknologi (IRAT) Kualitas minimum yang dibutuhkan untuk pemilihan sebuah cell pada Radio Akses Teknologi yang lain.
31 Gambar 3.2 Reselection Pada gambar diatas Semua carrier 3G adalah lapisan camp yang menghandle Voice, R99 dan HSDPA. Ketika beban trafik penuh pada salah satu cell maka: UE menganggur (Idle Mode) dapat memilih ulang ke f 1 /f 2 / f 3. UE di 2G Bisa Pilih kembali di f 1 3.2 Access and Load Balancing Strategy 1. Access Pada tahap akses ke jaringan UE langsung menggunakan layanan R99 pada semua carrier 3G, oleh karena itu untuk proses penyeimbang trafik pada ketiga carrier digunakan fitur DRD (blind Handsover). Jika permintaan layanan di f 1 dan f 2 ditolak karena trafik penuh, maka layanan R99 + H akan di handover ke carrier f 3.
32 Gambar 3.3 Access f 3 Gambar diatas menunjukkan relasi interfrekuensi yang dapat terjadi pada saat UE mengakses jaringan. Masing-masing carrier bisa diakses oleh user pada setiap lapisan jaringan 3G. 2. Load Balancing Gambar dibawah ini menujukkan proses penyeimbang trafik (Load balancing) yang dilakukan oleh system saat f 1 atau f 2 full trafik. Beban dari masing-masing carrier dapat dibagi hingga ke f 3 sehingga semua permintaan UE dapat dilayani.
33 Gambar 3.4 Load Balancing Strategy [7] Secara teoritis, perbedaan jumlah pelanggan HSDPA pada f 1 /f 2 /f 3 tidak dapat melebihi MAXHSDPAUSERNUM x LdbDRDOffsetHSDPA = 64 x 0,05 = 3,2 atau 4. Skenario Third Carrier: 1. Random Camping - Homogenous f 3 Pada site Homogen f 3 maka konfigurasi pada jaringan yang akan terjadi adalah sebagai berikut: Sel Reselections melakukan identifikasi selama mode Idle. Blind Handover diaktifkan pada Co Sektor untuk balancing 2. Random Camping- Stand Alone Pada saat f 3 berdiri sendiri maka konfigurasi settingan jaringan yang akan terjadi adalah sebagai berikut: Sel Reselections melakukan indentifikasi selama mode Idle (f 3 dan f 3 )
34 Reselections f 3 selama mode Idle: (Coverage f 3 Akan diperluas area layanan dibandingkan dengan f 1 /f 2 ) Blind Handover diaktifkan pada co Sektor untuk balancing (DRD) (f 1 / f 2 ) Mobility Strategy Pada kondisi pengguna bergerak, maka perlu dilakukan konfigurasi sel tetangga menggunakan carrier yang sama sebagai relasi pita intra-frekuensi. Pengaturan pada site tetangga perlu dilakukan agar UE bisa tetap terhubung ke jaringan. Berikut adalah beberapa kondisi handover yang bisa terjadi pada saat UE bergerak: 1. Soft Handover, terjadi pada saat UE berpindah ke frekuensi yang sama. f 1 ke f 1 f 2 ke f 2 f 3 ke f 3 2. Hard Handover, terjadi pada saat UE berpindah ke frekuensi yang berbeda. f 3 ke f 2 f 3 ke f 3 3. Blind Handover, User bisa mengakses semua carrier. 4. IRAT, terjadi relasi 1 arah dari f 1 /f 2 /f 3 ke GSM.
35 Gambar 3.5 Mobility Strategy [7] Sesuai dengan gambaran proses handover yang terjadi pada saat user mobile, maka lakukan konfigurasi cell f 2 dan f 3 dengan frekuensi yang berbeda sebagai proses inter frekuensi blind handover dari sel f 1. Lakukan hal yang sama pada f 1 dan f 3 untuk proses blind handover dari sel f 3, dan Konfigurasi f 1 dan f 2 untuk blind handover dari sel f 3. Di perbatasan cakupan f 3, lakukan konfigurasi sel f 1 /f 2 untuk proses handover antar frekuensi secara searah ke sel sel tetangga dari f 3. Untuk komunikasi ke GSM, maka dilakukan konfigurasi 2G I-RAT pada sel tetangga baik pada f 1, f 2 atau f 3.