REKAYASA JALAN REL. MODUL 5 : Bantalan PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL

dokumen-dokumen yang mirip
Nursyamsu Hidayat, Ph.D.

d b = Diameter nominal batang tulangan, kawat atau strand prategang D = Beban mati atau momen dan gaya dalam yang berhubungan dengan beban mati e = Ek

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

D3 TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI BANDUNG BAB II STUDI PUSTAKA

STUDI PEMBUATAN BEKISTING DITINJAU DARI SEGI KEKUATAN, KEKAKUAN DAN KESTABILAN PADA SUATU PROYEK KONSTRUKSI

BAB III LANDASAN TEORI. Kayu memiliki berat jenis yang berbeda-beda berkisar antara

PERENCANAAN GEOMETRI JALAN REL KERETA API TRASE KOTA PINANG- MENGGALA STA STA PADA RUAS RANTAU PRAPAT DURI II PROVINSI RIAU

REKAYASA JALAN REL. MODUL 4 : Penambat rel dan balas PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL

DAFTAR ISI HALAMAN PENGESAHAN HALAMAN PERNYATAAN KATA PENGANTAR DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR LAMPIRAN DAFTAR LAMBANG, NOTASI, DAN SINGKATAN

STUDI PUSTAKA KINERJA KAYU SEBAGAI ELEMEN STRUKTUR

BAB III LANDASAN TEORI Klasifikasi Kayu Kayu Bangunan dibagi dalam 3 (tiga) golongan pemakaian yaitu :

2- ELEMEN STRUKTUR KOMPOSIT

BAB VII BANTALAN REL

BAB 1 PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG

DAFTAR NOTASI BAB I β adalah faktor yang didefinisikan dalam SNI ps f c adalah kuat tekan beton yang diisyaratkan f y

TINJAUAN KEKUATAN DAN ANALISIS TEORITIS MODEL SAMBUNGAN UNTUK MOMEN DAN GESER PADA BALOK BETON BERTULANG TESIS

BAB III LANDASAN TEORI. A. Pembebanan Pada Pelat Lantai

MODUL 12 WESEL 1. PENGANTAR

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

REKAYASA JALAN REL. MODUL 8 ketentuan umum jalan rel PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL

PERENCANAAN GEOMETRIK JALAN REL ANTARA BANYUWANGI-SITUBONDO- PROBOLINGGO

BAB I PENDAHULUAN 1.2. JENIS PEMBANGUNAN JALAN REL

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN. Pembahasan hasil penelitian ini secara umum dibagi menjadi lima bagian yaitu

BAB V ANALISIS PEMILIHAN ALTERNATIF JEMBATAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. Dewasa ini seiring dengan berkembangnya pengetahuan dan teknologi,

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

DAFTAR NOTASI. xxvii. A cp

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

Pengenalan Kolom. Struktur Beton II

KAJIAN PERILAKU LENTUR PELAT KERAMIK BETON (KERATON) (064M)

BAB III ANALISA PERENCANAAN STRUKTUR

SAMBUNGAN PADA RANGKA BATANG BETON PRACETAK

Prinsip dasar sistem prategang sebenarnya telah diterapkan di dunia konstruksi sejak berabad-abad yang lalu. Pada tahun 1886, insinyur dari California

MATERI/MODUL MATA PRAKTIKUM

I. PENDAHULUAN. Pekerjaan struktur seringkali ditekankan pada aspek estetika dan kenyamanan

PERILAKU BALOK BERTULANG YANG DIBERI PERKUATAN GESER MENGGUNAKAN LEMBARAN WOVEN CARBON FIBER

TULANGAN GESER. tegangan yang terjadi

KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PERHUBUNGAN DARAT NOMOR : SK. 516/KA. 604/DRJD/2002 TENTANG

ANALISIS KELAYAKAN KONSTRUKSI BAGIAN ATAS JALAN REL DALAM KEGIATAN REVITALISASI JALUR KERETA API LUBUK ALUNG-KAYU TANAM (KM 39,699-KM 60,038)

BAB VII TINJAUAN KHUSUS METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN KONSTRUKSI BALOK BETON PRATEGANG DI PROYEK WISMA KARTIKA GROGOL

Bab I. Pendahuluan BAB 1 PENDAHULUAN

BAB VI TINJAUAN KHUSUS METODE BETON PRESTRESS

BAB 1. PENGENALAN BETON BERTULANG

LANDASAN TEORI. Katungau Kalimantan Barat, seorang perencana merasa yakin bahwa dengan

PERENCANAAN JALUR GANDA KERETA API DARI STASIUN PEKALONGAN KE STASIUN TEGAL

Metode Prategang & Analisis Tegangan Elastis Pada Penampang

A. IDEALISASI STRUKTUR RANGKA ATAP (TRUSS)

Dimana : g = berat jenis kayu kering udara

Perancangan Struktur Atas P7-P8 Ramp On Proyek Fly Over Terminal Bus Pulo Gebang, Jakarta Timur. BAB II Dasar Teori

BAB II KAJIAN PUSTAKA

Jembatan Komposit dan Penghubung Geser (Composite Bridge and Shear Connector)

PLATE GIRDER A. Pengertian Pelat Girder

ANAAN TR. Jembatan sistem rangka pelengkung dipilih dalam studi ini dengan. pertimbangan bentang Sungai Musi sebesar ±350 meter. Penggunaan struktur

komponen struktur yang mengalami tekanan aksial. Akan tetapi, banyak komponen

Dinding Penahan Tanah

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

V. PENDIMENSIAN BATANG

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. pozolanik) sebetulnya telah dimulai sejak zaman Yunani, Romawi dan mungkin juga

Perancangan Batang Desak Tampang Ganda Yang Ideal Pada Struktur Kayu

A. IDEALISASI STRUKTUR RANGKA ATAP (TRUSS)

BAB III METODE PERANCANGAN JEMBATAN RANGKA BAJA KERETA API. melakukan penelitian berdasarkan pemikiran:

BAB 1 PENDAHULUAN. mulailah orang membuat jembatan dengan teknologi beton prategang.

TINJAUAN PUSTAKA. menahan gaya angkat keatas. Pondasi tiang juga digunakan untuk mendukung

REKAYASA JALAN REL MODUL 3 : KOMPONEN STRUKTUR JALAN REL DAN PEMBEBANANNYA PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL

PLATE GIRDER A. Pengertian Pelat Girder

BAB V PERENCANAAN STRUKTUR UTAMA Pre-Elemenary Desain Uraian Kondisi Setempat Alternatif Desain

MACAM MACAM JEMBATAN BENTANG PENDEK

PERENCANAAN JALUR GANDA KERETA API SURABAYA - KRIAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

MODUL KULIAH STRUKTUR BETON BERTULANG I LENTUR PADA PENAMPANG 4 PERSEGI. Oleh Dr. Ir. Resmi Bestari Muin, MS

TEGANGAN TEGANGAN IZIN MAKSIMUM DI BETON DAN TENDON MENURUT ACI Perhitungan tegangan pada beton prategang harus memperhitungkan hal-hal sbb.

PEMANFAATAN BAMBU UNTUK TULANGAN JALAN BETON

PENGUJIAN KUAT LENTUR KAYU PROFIL TERSUSUN BENTUK

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. yang lebih bawah hingga akhirnya sampai ke tanah melalui fondasi. Karena

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB III LANDASAN TEORI. Dimensi, berat kendaraan, dan beban yang dimuat akan menimbulkan. dalam konfigurasi beban sumbu seperti gambar 3.

PERENCANAAN JEMBATAN KALI TUNTANG DESA PILANGWETAN KABUPATEN GROBOGAN

BAB IV PEMBEBANAN PADA STRUKTUR JALAN REL

BAB III METODE PENELITIAN. sesuai dengan SNI no. 03 tahun 2002 untuk masing-masing pengujian. Kayu tersebut diambil

Tata Cara Pengujian Beton 1. Pengujian Desak

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. gedung dalam menahan beban-beban yang bekerja pada struktur tersebut. Dalam. harus diperhitungkan adalah sebagai berikut :

BAB I PENDAHULUAN. pengkajian dan penelitian masalah bahan bangunan masih terus dilakukan. Oleh karena

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

PERENCANAAN BATANG MENAHAN TEGANGAN TEKAN

Macam-macam Tegangan dan Lambangnya

BAB II DASAR-DASAR DESAIN BETON BERTULANG. Beton merupakan suatu material yang menyerupai batu yang diperoleh dengan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. nyata baik dalam tegangan maupun dalam kompresi sebelum terjadi kegagalan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Kolom adalah batang tekan vertikal dari rangka (frame) struktural yang

REKAYASA PENULANGAN GESER BALOK BETON BERTULANG DENGAN MENGGUNAKAN SENGKANG VERTIKAL MODEL U

BAB I PENDAHULUAN. I.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Di dalam perencanaan desain struktur konstruksi bangunan, ditemukan dua

DAFTAR NOTASI. Luas penampang tiang pancang (mm²). Luas tulangan tarik non prategang (mm²). Luas tulangan tekan non prategang (mm²).

KATA PENGANTAR. Skripsi ini merupakan tugas akhir yang diselesaikan pada semester VIII,

BAB III LANDASAN TEORI

PENGANTAR KONSTRUKSI BANGUNAN BENTANG LEBAR

STRUKTUR PERMUKAAN BIDANG

Transkripsi:

REKAYASA JALAN REL MODUL 5 : Bantalan

OUTPUT : Mahasiswa dapat menjelaskan fungsi bantalan dalam konstruksi jalan rel Mahasiswa dapat menjelaskan perbedaan tipe bantalan serta penggunaan yang tepat sesuai peruntukkannya

OUTLINE Fungsi bantalan Pemilihan jenis bantalan Tipe Bantalan dan persyaratan teknisnya

Apa fungsi bantalan rel, khususnya di Indonesia????

JENIS BANTALAN

FUNGSI BANTALAN 1. Mendukung rel dan meneruskan beban dari rel ke balas dengan bidang sebaran beban lebih luas sehingga memperkecil tekanan yang diterima oleh balas 2. Mengikat rel (dengan penambat) sehingga gerakan rel arah horizontal tegak lurus sumbu sepur atau yang serah sumbu sepur dapat ditahan 3. Memberikan stabilitas kedudukan sepur di dalam balas 4. Menghindarkan kontak langsung antara rel dengan air tanah

PEMILIHAN JENIS BANTALAN Pemilihan jenis bantalan sangat dipengaruhi oleh : Kelas jalan menurut peraturan konstruksi yang berlaku Penggunaan jembatan

Bantalan Kayu Persyaratan umum bantalan kayu : 1. Mudah dibentuk dan mudah didapat (khususnya di Indonesia) 2. Harus keras sehingga mampu menahan tekanan dan penambat tidak mudah lepas 3. Utuh dan padat 4. Tidak terdapat mata kayu 5. Tidak mengandung unsur kimia yang berpengaruh pada komponen jalan rel yang terbuat dari baja 6. Tidak ada lubang bekas ulat atau binatang lain X X

SYARAT TEKNIS 1. Kayu harus terbuat dari kayu mutu A dengan kelas kuat I atau II atau III dan kelas awet kayu I atau II Kayu Mutu A Kayu harus kering udara Besar mata kayu tidak melebihi 1/6 darilebar bantalanm dan tidak lebih dari 3.5 cm Tidak boleh mengandung wanylak > 1/10 tinggi bantalan Miring arah serat (tg ) < 1/10 Retak2 arah radial < 1/5 tebal bantalan

2. Tegangan yang diperkenankan untuk kayu mutu A pada konstruksi tidak terlindung, tetapi dapat mengering dengan cepat : Tegangan Kelas Kuat I II III Jati ഥσ lt 125 83 62 108 ഥσ tk" = ഥσ tr" 108 71 50 92 ഥσ tk 33 21 12 25 തτ 17 10 7 12 (dalam kg/cm2) തσ lt = tegangan ijin untuk lentur തσ tk" = tegangan ijin sejajar serat untuk tekan തσ tr" = tegangan ijin sejajar serat untuk tarik തσ tk = tegangan ijin tegak lurus serat untuk tekan τ ҧ = tegangan sejajar serat untuk geser

3. Keawetan alamiah dari kayu kelas awet I dan II : Selalu berhubungan dengan tanah lembab I Kelas Awet II 8 tahun 5 tahun Serangan oleh rayap Tidak Jarang Serangan oleh bubuk kayu kering Kelas Kayu Tidak Tidak 4. Nilai momen maksimum adalah sebagai berikut : Momen Maksimum (kg.m) I II 800 530

DIMENSI BANTALAN KAYU Tinggi Lebar Panjang (mm) Lebar (mm) Tinggi (mm) Bantalan kayu di jembatan 1800 (+40. -20) 220 (+20.-10) 200 (+10, -0) Bantalan kayu di jalan lurus 2000 (+40. -20) 220 (+20.-10) 130 (+10, -0)

Kelebihan Elastisitas baik, mampu meredam getaran, sentakan dan kebisingan Ringan dan mudah dibentuk sesuai ukuran yang dikehendaki Penggantian bantalan mudah dilakukan Kekurangan Akibat dari pelapukandan serangan rayap maka umur bantalan menjadi berkurang Bahan mudah terbakar Untuk menambah keawetan bantalan kayu, dianjurkan menggunakan pelat landas agar mengurangi kerusakan akibat beban dinamis

Bantalan besi/baja Bentuk penampang melintang bantalan baja harus memiliki kait ke arah luar pada ujung bawahnya dan bentuk penampang memanjang harus memiliki kait ke arah dalam pada ujung bawahnya

SYARAT KEKUATAN BANTALAN BAJA Bantalan baja minimal harus mampu menahan momen sebesar 650 kgm, baik pada bagian tengah bantalan maupun bagian bawah rel Tegangan ijin minimal adalah 1600 kg/cm 2 Momen tahanan bantalan baja minimal 40.6 cm 3

Kelebihan Ringan, mudah diangkut Tidak mudah lapuk dan bebas serangan rayap Elastisitas besar, sehingga retak-retak seperti pada bantalan kayu dan beton dapat dihuindarkan Pada balas yang baik, umur layanan dapat mencapi 30-40 tahun Harga relative murah Kekurangan Dapat korosi dan berkarat (dan bila hal ini terjadi maka akan mudah retak) Konduktor listrik, sehingga tidak cocok digunkan untuk kereta listrik

Dimensi Bantalan baja Panjang = 2.000 mm Lebar atas = 144 mm Lebar bawah 232 mm Tebal baja minimal 7 mm

Bantalan Beton Bantalan beton memiliki stabilitas baik, umur lama, biaya pemeliharan rendah dan komponen yang sedikit. Berat bantalan 160-200 kg/buah sehingga memiliki tahanan vertikal, lateral dan longitudinal yang baik. Pemakaian bantalan beton digalakkan mengingat bantalan kayu semakin sulit.

Bantalan Beton Bantalan beton Pratekan di Sumatera ( Proyek KP3 BAKA ) Bantalan Beton Pratekan adalah merupakan satu blok yang diperkuat secara khusus dengan kawat baja tegangan tinggi Bantalan beton Pratekan memberikan keelastisan yang baik dan daya tekan yang baik terhadap terjadinya retakkan Kawat ditegangkan sebelum pembetonan dimulai dan dipertahankan selama pembekuan beton

BANTALAN BETON PRATEKAN PT.WIKA

Bantalan Beton Menurut bentuk geometriknya, terdapat dua tipe bantalan beton, yaitu bantalan beton blok tunggal dan blok ganda. Namun yang umum digunakan di Indonesia adalah bantalan beton blok tunggal Sedangkan bantalan beton blok tunggal dibedakan menjadi post tension dan pra tension Ide pembuatan beton pratekan bermula dari usaha mengurangi retak pada bagaian yang mengalami tegangan Tarik. Pada bantalan beton pratekan, setelah beban lewat, retakan itu relative merapat kembali karena adanya gaya tekan dari kabel-kabel pratekannya

Jarak Bantalan Beton Jarak bantalan dipengaruhi oleh hal-hal sebagai berikut : 1. Tipe,potongan, melintang dan kekuatan rel 2. Jenis dan kekautan bantalan 3. Balas tempat bantalan diletakkan 4. Beban gandar,volume dan kecepatan kereta api Secara praktis di Indonesia digunakan jarak bantalan sebagai berikut : Pada lintas lurus = 60 cm Pada lengkung = 60 m (diukur dari rel terluar)

Persyaratan bahan Bantalan Beton Kuat tekan sebesar 500 kg/cm2 Mutu baja tulangan geser > U-24 Mutu baja partegang memiliki tegangan putus minimum 17000kg/cm2 Memiliki berat 160 200 kg Bantalan beton pratekan pretesnsion dan pratekan harus dapat memikul momen sebesar :

Kelebihan Stabilitas baik Cocok untuk kecepatan dan frekuensi kereta api yang tinggi Umur konstruksi lebih panjang. Biaya pemeliharaan yang rendah. Pengendalian mutu bahan lebih mudah. proses pembuatannya relatif mudah pembuatannya. Komponen lebih sedikit dibandingkan dengan jenis lainnya. Kekurangan Kurang memiliki sifat elastik dibandingkan bantalan kayu dan besi. Pemasangan secara manual sukar karena beratnya bantalan. Kemungkinan terjadinya kerusakan pada saat mobilisasi ke lokasi dari pabrik. Memiliki masalah kebisingan dan getaran karena sifatnya yang kurang mampu menahan getaran. Nilai sisa konstruksi kemungkinan negatif.

Persyaratan bahan Bantalan Beton Bentuk penampanng bantalan beton harus menyerupai trapezium, dengan luas penampang bagian tengah bantalan tidak kurang dari 85% luas penampanng bagian bawah rel Pusat berat baja prategang diusahakan sedekat mungkin dengan pusat berat beton Perhitungan kehilangan tegangan awal pada gaya prategang cukup diambil 25% gaya prategang awal, kecuali jika ada hitungan teoritis maka dapat diambil selain 25%

PRETENSIONED: tendon dari komponen struktur yang akan diprategangkan, ditegangkan dengan pertolongan alat bantu sebelum beton dicor atau sebelum beton mengeras sampai tegangan yang diinginkan dan gaya prategang dipertahankan sampai beton cukup keras Contohnya bantalan WIKA, Adhi Karya, BSD, Bv-53 (Jerman) dan Dow Mac (Inggris)

POST TENSIONED : komponen struktur beton dicetak dahulu dengan menempatkan saluran tendon, setelah beton cukup keras, tendon ditarik samapi tegangan tang dikehendaki Contohnya bantalan B-55 (Jerman)

Perencanaan Bantalan beton Momen lentur yang terjadi pada bantalan akan menyebabkan terjadinya tegangan tarik dan tekan Karena tegangan tarik ijin beton sangat rendah, sehingga pada balok balok diberi gaya tekan Persamaannya : σ = N A ± M y I Gaya tekan N dihasilkan oleh kabel yang ditarik terlebih dahulu sehingga kabel bertambah panjang dan apabila dilepas akan berusaha memendek yang diitahan oleh beton sedangkan M dihitung berdasarkan teori balok di atas tumpuan elastis

TEGANGAN IJIN BETON Mutu beton Tegangan ijin tekan (kg/cm2) Tegangan ijin Tarik (kg/cm2) K - 350 120 17.5 K - 500 200 35