BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

dokumen-dokumen yang mirip
yang akan datang (Anderson et al.,1994). Menurut Hoffman dan Bateson (1997) kepuasan pelanggan dipengaruhi oleh kualitas layanan dari suatu

BAB I PENDAHULUAN. Dalam dunia hiburan pada kehidupan sekarang sudah semakin maju, maka

BAB I PENDAHULUAN. dihindari dalam industri. Hal ini ditandai dengan perubahan perubahan yang

BAB I PENDAHULUAN. menyebabkan perkembangan yang sangat pesat di berbagai bidang dan selain

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Semakin meningkat kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan formal,

BAB 1 PENDAHULUAN. Suatu hal yang banyak menarik perhatian manusia dewasa ini adalah

BAB I PENDAHULUAN. paling luas dibandingkan dengan jenis usaha lainnya. Selain memiliki keanekaragaman

ANALISA PENGARUH KUALITAS JASA TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN PADA LEMBAGA PENDIDIKAN ALFABANK DI SURAKARTA

BAB I PENDAHULUAN UKDW. tersebut mempengaruhi kondisi perkembangan dunia bisnis. Setiap

BAB I PENDAHULUAN. Transportasi merupakan salah satu kebutuhan yang paling penting bagi

BABA II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS. yang sangat berarti pada kualitas pelayanan sehingga mempengaruhi pada tingkat

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. Dengan globalisasi yang melanda dunia saat ini, dunia bisnis tidak lagi

1 Universitas Kristen Maranatha

BAB II LANDASAN TEORI

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

I. PENDAHULUAN. Pasar menjadi semakin luas dan peluang ada dimana-mana, namun sebaliknya

BAB I PENDAHULUAN. kepuasan pelanggan dan loyalitas menjadi tujuan utama para perusahaan dan

BAB I PENDAHULUAN. Syarat yang harus dipenuhi oleh suatu perusahaan agar dapat mencapai

BAB I PENDAHULUAN. ketatnya persaingan. Masing-masing restoran harus mampu menyediakan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. A. Kepuasan Pelanggan. membandingkan kinerja (hasil) yang ia rasakan dibandingkan dengan harapannya.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. suatu usaha untuk dapat memberikan suatu nilai lebih pada konsumen,

2.1. Penelitian Terdahulu

BAB I PENDAHULUAN. karena konsumen terdiri dari beberapa segmen, gaya hidup dan kepribadian yang

BAB II KERANGKA TEORITIS. Webster s 1928 Dictionary, dalam Lupiyoadi (2013), menyatakan bahwa

BAB I PENDAHULUAN BAB I PENDAHULUAN

BAB I PENDAHULUAN. tujuannya. Salah satunya terjadi di bidang otomotif. Makin banyaknya

BAB I PENDAHULUAN. pesat. Perkembangan pesat industri seluler meningkatkan persaingan bisnis

BAB I PENDAHULUAN. mendapatkan setiap informasi bisnis tanpa dibatasi ruang dan waktu. Bagi

BAB I PENDAHULUAN. produk atau harapan-harapannya. Kotler (1997: 36). Meningkatnya derajat

BAB I PENDAHULUAN. Sektor jasa dewasa ini telah mengalami peningkatan yang cukup pesat. Dinamika

BAB I PENDAHULUAN. Perguruan tinggi sebagai institusi pendidikan yang merupakan salah satu industri

BAB II KAJIAN PUSTAKA. keunggulan atau keistimewaan suatu produk atau layanan secara menyeluruh

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. dari perusahaan. Hal ini disebabkan karena kualitas jasa dapat digunakan

I. PENDAHULUAN. Lembaga pendidikan Indonesia dikategorikan ke dalam dua bagian, yaitu

BAB I PENDAHULUAN. Kegiatan pemasaran saat ini menjadi sangat penting bagi usaha perhotelan, karena

BAB II KAJIAN PUSTAKA. 1. Faizah, Nadia Rizqiyatul. & Suryoko, Sri. & Saryadi. Dengan judul Pengaruh

BAB I PENDAHULUAN. pada sarana angkutan antar wilayah, kini tuntutan tersebut telah lebih berkembang.

TINJAUAN PUSTAKA, KERANGKA PIKIR DAN HIPOTESIS

BAB I PENDAHULUAN. domestik (nasional) maupun di pasar internasional/global. Untuk memenangkan

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penelitian Dewasa ini orientasi pemasaran untuk setiap bidang usaha mulai terlihat

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Kristen Maranatha

BAB I. Pendahuluan. penelitian, tujuan penelitian, dan manfaat penelitian. Perkembangan perbankan syariah di Indonesia telah menjadi tolak ukur

BAB 1 PENDAHULUAN. karena pada dasarnya tujuan dari suatu bisnis adalah untuk menciptakan rasa

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. mempertahankan, dan meningkatkan kepuasan pelanggan.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di PT TIKI JNE Komp. Ruko

BAB 1 PENDAHULUAN. bidang jasa pengiriman barang. PT. Pos Indonesia (Persero) sebagai salah satu Badan

BAB 1 PENDAHULUAN. sangat pesat. Kemajuan perekonomian mencakup semua sektor, baik sektor

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang word of mouth

BAB I PENDAHULUAN. kebutuhan pokok dan kebutuhan sehari hari dengan luas ruang penjualan ±

BAB I PENDAHULUAN. semakin ketat. Dalam menghadapi situasi tersebut, maka perusahaan

BAB 1 PENDAHULUAN. Perkembangan industri jasa di Indonesia memberikan kontribusi yang cukup

BAB I PENDAHULUAN. Peningkatan tersebut sedikit banyak terjadi atas aktifitas pengiriman logistik seiring dengan

BAB I PENDAHULUAN. pada E-CINEMA yang saat ini berpotensi cukup baik dalam perkembangan Cinema. Eresto, Ecinema, Elounge, 7 KTV dan Banquet Service.

BAB 1 PENDAHULUAN. Pemasaran merupakan elemen penting bagi suatu perusahaan dalam. mempengaruhi proses pengambilan keputusan konsumen.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Persaingan di dunia bisnis telah semakin ketat. Setiap perusahaan saling

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian (Kotler, 2000) Kotler et al (2002)

II. LANDASAN TEORI. penjualan, tetapi dipahami dalam pemahaman modern yaitu memuaskan

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penelitian

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Dalam melakukan penelitian mengenai Pengaruh Kualitas. Pelayanan Terhadap Loyalitas Nasabah Dengan Kepuasan Nasabah Sebagai

BAB I PENDAHULUAN. jasa atau pelayanan yang mereka jual. Dahulu kualitas pelayanan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. Pada era globalisasi, produk atau jasa yang bersaing dalam pasar semakin banyak

BAB I PENDAHULUAN. yang ditawarkan. Merek harus mampu memenuhi atau bahkan harus melebihi

BAB 1 PENDAHULUAN. sehingga mampu unggul dalam persaingan tersebut. perguruan Tinggi khususnya Perguruan Tinggi Swasta (PTS) sulit untuk

BAB I PENDAHULUAN. pemeriksaan kondisi mobil. Service Clinic Car merupakan perusahaan yang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penelitian

BAB I PENDAHULUAN. Pada dekade terakhir, kualitas jasa semakin mendapatkan banyak

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

BAB I PENDAHULUAN. membuat persaingan menjadi kuat dan saling berkompetisi dengan perusahaan lain

BAB I PENDAHULUAN. Seiring dengan berkembangnya jaman, persaingan dalam dunia usaha saat ini

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB II KAJIAN PUSTAKA. revolusi mutu melalui pendekatan manajemen mutu terpadu menjadi tuntutan

BAB I PENDAHULUAN. Pengembangan sektor pariwisata merupakan salah satu upaya yang

BAB I PENDAHULUAN. Kepraktisan sudah menjadi tuntutan utama masyarakat perkotaan saat ini.

loyalitas pelanggan secara tidak langsung melalui kepuasan (Caruana, 2002). Service quality atau kualitas layanan menurut Zeithaml (1990:19) kualitas

BAB I PENDAHULUAN. tantangannya adalah tidak hanya untuk menarik pelanggan baru tetapi juga

BAB I PENDAHULUAN. Tabel 1.1 Indonesian Bank Service Excellence Monitor (BSEM 2010/ /2012)

BAB 1 PENDAHULUAN. kepuasan kepada pelanggan secara maksimal, karena pada dasarnya tujuan dari

Transkripsi:

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kemajuan industri terjadi begitu cepat dalam berbagai segi kehidupan, yang menyebabkan perkembangan pada setiap bidang usaha. Para pengusaha saat ini dituntut untuk terus berkembang dikarenakan besarnya tuntutan kompetisi pasar yang semakin ketat dan luas. Begitu cepatnya perubahan terjadi dalam masyarakat membuat persaingan semakin kompetitif di setiap bidang dan salah satunya dalam bidang jasa. Para pengusaha berpendapat bahwa bila harga yang di tawarkan murah, maka konsumen akan puas. Pada kenyataan yang ada bahwa tingkatan kepuasan konsumen sering dinilai melalui pelayanan yang diterimanya. Jasa merupakan suatu aktivitas ekonomi yang hasilnya tidak merupakan produk dalam bentuk fisik atau kontruksi, yang biasanya dikonsumsi pada saat yang bersamaan dengan waktu yang dihasilkan dan memberikan nilai tambah atau pemecahan atas masalah yang dihadapi manusia di dalam kehidupan. Agar dapat memiliki suatu bisnis dalam bidang jasa maka pengusaha harus dapat memberikan suatu kepuasan kepada konsumen yang hasilnya dapat membantu loyalitas konsumen terhadap bisnis jasa yang dijalankan. Menurut Tjiptono (2000:107), Kepuasan pelanggan itu harus disertai dengan loyalitas pelanggan. Pelanggan yang benar-benar loyal merupakan pelanggan yang sangat potensial menjadi word of mouth advertisers dan kemungkinan besar loyal pada portofolio suatu produk dan jasa suatu perusahaan dalam jangka waktu yang panjang. Jika konsumen itu merasa puas terhadap pelayanan diperusahaan jasa tersebut, sangat mungkin bahwa konsumen tersebut akan terus menggunakan jasa pelayanan di perusahaan tersebut. 1 P a g e

Pernyataan dari Parasuraman, Berry, dan Zeinthml (1990), Kualitas pelayanan adalah perbandingan antara pelayanan yang diharapkan konsumen dengan pelayanan yang diterimanya. Artinya adalah apabila pelayanan yang kita terima atau dirasakan dapat sesuai dengan yang diharapkan konsumen, sehingga kualitas pelayanan dapat dilihat baik atau memuaskan. Apabila pelayanan yang kita terima tidak sesuai dengan yang diharapkan konsumen maka kualitas pelayanan dapat dilihat buruk atau tidak memuaskan. Menurut (Caruana 2000), kualitas pelayanan merupakan faktor penting yang berdampak dalam keputusan loyalitas yang dilakukan konsumen. Kualitas pelayanan diakui sebagai alat strategis untuk mencapai efisiensi operasional dan bisnis untuk peningkatan kinerja Menurut (Anderson dan Zeithaml, 1984). Signifikasi loyalitas pelanggan sangat terkait dengan kelangsungan perusahaan dan terhadap kuatnya pertumbuhan perusahaan dimasa yang akan datang, oleh karena itu mempertahankan pelanggan yang ada saat ini lebih penting dibanding strategi agresif seperti memperluas ukuran pasar dengan mencari konsumen yang potensial menurut (Lupiyoadi dan Hamdani; dalam Agustina, 2012). Kualitas pelayanan adalah ukuran seberapa baiknya suatu layanan menemui kecocokan dengan harapan para pelanggan, penyelenggaraan kualitas layanan berarti melakukan kompromi dengan harapan pelanggan dengan tata cara yang konsisten. Menurut Zeithaml dan Bitner dalam Voon (2006), mengatakan bahwa pelayanan merupakan alat kompetitif untuk diferensiasi yang sulit untuk ditiru oleh pesaing. Kualitas pelayanan diakui sebagai alat strategis untuk mencapai efisiensi operasional dan bisnis untuk peningkatan kinerja. Loyalitas menurut Gremler dan brow (dalam Ali Hasan, 2008: 83), adalah pelanggan yang tidak hanya membeli ulang suatu barang dan jasa, tetapi mempunyai komitmen dan sikap yang positif terhadap perusahaan jasa, misalnya dengan rekomendasikan orang lain untuk membeli. 2 P a g e

Menurut Griffin (dalam Diah Dharmayanti, 2006:36), mendefinisikan loyalitas adalah pelanggan yang sangat puas dengan produk atau jasa tertentu sehingga mempunyai antusiasme untuk memperkenalkannya kepada siapapun yang dikenal. Dari definisi diatas dapat dilihat bahwa loyalitas lebih ditunjukan pada suatu perilaku yang tidak hanya pembelian rutin saja tetapi juga merekomendasikan kepada orang lain, didasarkan pada unit pengambilan keputusan. Konsep lain mengenai loyalitas pelanggan menyebutkan bahwa konsep loyalitas lebih mengarah kepada perilaku (behavior) dibandingkan dengan sikap (attituide) dan seorang pelanggan yang loyal akan memperhatikan perilaku pembeli yang dapat diartikan sebagai pola pembelian yang teratur dan dalam waktu yang lama yang dilakukan oleh unit-unit pembuat pengambil keputusan menurut (Griffin, 2002). Beberapa penelitian yang terdahulu memiliki suatu penelitian yang berbeda, dimana penelitian terdahulu mengenai Kualitas suatu Pelayanan dan Loyalitas pada konsumen menurut Herry dan Wido (2008), menyebutkan bahwa secara parsial kualitas pelayanan tidak berpengaruh signifikan terhadap loyalitas konsumen. Menurut Cronin dan Taylor dalam Carson (1997), menjelaskan bahwa kualitas pelayanan merupakan permulaan munculnya kepuasan pelanggan dan kepuasan pelanggan merupakan permulaan munculnya keinginan untuk membeli, di mana terdapat hubungan antara kualitas yang diberikan dengan ingatan pelanggan dalam sektor pelayanan. Jika pelayanan memenuhi tingkat ekspektasi pelanggan, pelanggan mungkin akan merasakan kepuasan yang dapat menghasilkan loyalitas, namun apabila pelayanan tidak dapat menenuhi tingkat ekspektasi pelanggan, maka pelanggan akan merasakan ketidakpuasan dimana hal tersebut memberikan efek yang berbeda, yaitu efek positif dan efek negatif terhadap perusahaan menurut (Park dan Park, 2009). 3 P a g e

Dari definisi di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa loyalitas pelanggan yang ditinjau dari sisi pelanggan yaitu mengenai apa yang telah dirasakan pelanggan atas pelayanan yang telah diberikan dibandingkan dengan apa yang mereka inginkan. Fenomena yang terjadi adanya kemarahan dan ketidakpuasan ini digunakan marketer untuk mengerti lebih baik mengenai respon perilaku pelanggan seperti berpindah pada perusahaan lain, melakukan komplain dan menyebarkan word of mouth (WOM) yang buruk mengenai perusahaan tersebut. Rasa marah diasosiasikan dengan penilaian dari suatu kejadian yang tidak menyenangkan dan kekecewaan. Rasa marah biasa ditujukan terhadap orang lain, suatu institusi, maupun dirinya sendiri. Aspek penting untuk membedakan kemarahan dengan emosi negatif lainnya adalah suatu elemen atau keyakinan yang salah bahwa kita telah berbuat salah dengan rela dibenarkan (Lazarus 1991 dalam Bougie et al. 2003). Kepuasan merupakan pemberitaan konsumsi mengenai pengalaman yang membandingkan kualitas yang dirasakan dengan kualitas yang diharapkan, di mana kualitas pelayanan tersebut mengacu pada evaluasi global dari suatu sistem pelayanan yang diberikan oleh perusahaan tersebut (Anderson dan Fornell 1994 dalam Prewitt 2000). Menurut Beerli (2004) dalam Dwi dan Febriana (2010) menyatakan bahwa loyalitas pelanggan itu tidak hanya meningkatkan value dalam suatu bisnis, tetapi dapat menarik pula pelanggan baru. dengan judul: Berdasarkan uraian diatas untuk itu penulis tertarik untuk menulis skripsi Pengaruh Services Quality terhadap Loyalitas Pelanggan PT.Tiki Jalur Nugraha Ekakuir (JNE) : Studi Pada Mahasiswa Universitas Kristen Maranatha Bandung. 4 P a g e

1.2 Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang masalah yang dikemukakan sebelumnya, maka identifikasi masalah dalam penelitian ini: 1. Bagaimanakah pengaruh kualitas pelayanan dan loyalitas pelanggan PT. Tiki Jalur Nugraha Ekakuir (JNE) pada mahasiswa Kristen Universitas Maranatha Bandung? 2. Apakah terdapat pengaruh Kualitas Pelayanan terhadap loyalitas pelanggan PT. Tiki Jalur Nugraha Ekakuir (JNE) pada mahasiswa Kristen Universitas Maranatha Bandung? 3. Seberapa besar pengaruh kualitas pelayanan terhadap loyalitas pelanggan PT. Tiki Jalur Nugraha Ekakuir (JNE)? 1.3 Maksud dan Tujuan Penelitian Maksud dilaksanakannya penelitian ini adalah untuk mendapatkan dan mengumpulkan data-data serta informasi atau keterangan yang diperlukan untuk penyusunan laporan tugas akhir sebagai salah satu syarat untuk mengikuti ujian sidang strata satu Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen Universitas Kristen Maranatha, Bandung. Berdasarkan identifikasi masalah di atas tersebut, tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Untuk mengetahui pendapat responden mengenai kualitas pelayanan dan loyalitas pelanggan PT. Tiki Jalur Nugraha Ekakuir (JNE) 2. Mengetahui kontribusi kualitas pelayanan terhadap loyalitas pelanggan PT. Tiki Jalur Nugraha Ekakuir (JNE) 3. Hubungan antara kualitas pelayanan dengan loyalitas pelanggan PT. Tiki Jalur Nugraha Ekakuir (JNE) 5 P a g e

1.4 Kegunaan Penelitian Manfaat yang diharapkan dapat diperoleh dari dilakukannya penelitian ini adalah: 1. Bagi Perusahaan Memberikan masukan kepada perusahaan sebagai bahan pertimbangan dalam menetapkan kebijakan perusahaan yang menyangkut komitmen dan loyalitas dalam membentuk budaya organisasi baru. 2. Bagi Penulis Untuk memperluas wawasan penulis tentang hubungan antara budaya organisasi dengan komitmen dan loyalitas karyawan. 3. Bagi Akademisi Agar dapat menjadi acuan maupun memberikan masukan bagi akademisi lain untuk mendapatkan hal-hal yang baru yang bermanfaat, sehingga dapat memperluas wawasan akademisi. Selain itu, apabila akademisi ingin melakukan penelitian yang memiliki topik yang berhubungan dengan penelitian ini, penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi untuk membantu penelitian yang dilakukan dalam mencari teori-teori yang relevan bagi akademisi dan dapat memberi masukan tentang objek penelitian apa yang akan dibuat akademisi. Semoga hasil penelitian ini dapat bermanfaat sebagai bahan dokumentasi untuk melengkapi preferensi yang dibutuhkan dalam penyediaan bahan studi bagi universitas dan pihak-pihak yang membutuhkan, serta diharapkan dapat menambah wawasan peneliti lain atau peneliti dalam bidang Manajemen Pemasaran. 6 P a g e

1.5 Kerangka Pemikiran dan Hipotesis Menurut Parasuraman et al. (1998) dalam An dan Noh (2009) terdapat lima faktor kualitas pelayanan, yaitu tangibles, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy. Untuk menginvestigasi faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas pelayanan, kelima dimensi kualitas layanan inilah yang akan menjadi variabel dan di analisis lebih lanjut dalam penelitian ini. 1. Bukti Fisik (Tangibles) Tampilan fisik yaitu kemampuan suatu perusahaan dalam menunjukan eksistensinya kepada pihak eksternal. Penampilan dan kemampuan sarana dan prasarana fisik harus dapat diandalkan, keadaan lingkungan sekitarnya adalah bukti dari pelayanan yang diberikan. Bukti fisik meliputi fasilitas fisik, perlengkapan, pegawai dan sarana komunikasi yang menunjang untuk menyediakan suatu pelayanan. 2. Keandalan (Realibility) Keandalan yakni kemampuan memberikan pelayanan yang dijanjikan dengan segera, akurat dan memuaskan. Artinya para karyawan memberikan pelayanan yang sesuai dengan harapan pelanggan. Atributnya ketergantungan dalam menangani masalah layanan pelanggan, melakukan layanan pada saat pertama menyediakan layanan pada waktu yang dijanjikan dan mempertahankan rekor bebas cacat. 3. Daya tanggap (Responsiveness) Daya tanggap yaitu keinginan para staf dan karyawan untuk membantu para pelanggan dan memberikan pelayanan yang tanggap, yakni motivasi para karyawan dalam memecahkan masalah yang dihadapi pelanggan dalam menggunakan jasa. Daya tanggap meliputi layanan yang tepat pada pelanggan, mengusahakan pelanggan tetap terinformasi, keinginan untuk membantu pelanggan dan kesiapan untuk menanggapi permintaan pelanggan. 4. Jaminan (Assurance) Jaminan mencakup pengetahuan, kemampuan, kesopanan dan sifat dapat dipercaya yang dimiliki para staf; bebas dari bahaya risiko atau keraguan. 7 P a g e

Yaitu mengenai pengetahuan baik dari karyawan dalam menangani pertanyaan atau keluhan dari pelanggan. 5. Perhatian (Emphaty) Perhatian meliputi kemudahan dalam melakukan hubungan, komunikasi yang baik, perhatian pribadi, dan memahami kebutuhan para pelanggan. Yaitu sikap karyawan yang menunjukkan perhatian yang tulus dalam melayani pelanggan. Loyalitas erat kaitannya dengan kesetiaan. Seorang anggota yang memiliki loyalitas terhadap organisasinya memiliki kesadaran pribadi untuk memanfaatkan semua potensi yang ada dalam dirinya demi kemajuan organisasi. Implemetasi yang terwujud dalam bentuk loyalitas anggota terhadap organisasi, dapat dilakukan dengan memasukkan kebutuhan dan keinginan anggota dalam tujuan organisasi. Dengan demikian akan menimbulkan suasana saling mendukung diantara para anggota dengan organisasi. Sehingga akan membuat anggota dengan rela menyumbangkan sesuatu bagi tercapainya tujuan organisasi, karena anggota memahami tujuan organisasi yang dipercayai telah disusun demi memenuhi kebutuhan pribadi mereka pula. Dalam penjelasan pasal 4 PP No. 10 Tahun 1979, tentang Penilaian Pelaksanaan Kerja, loyalitas memiliki beberapa unsur menurut Saydam (2000:484), unsur-unsur loyalitas itu adalah : 1. Ketaatan/kepatuhan Ketaatan yaitu kesanggupan seorang pegawai untuk mentaati segala peraturan kedinasan yang berlaku dan mentaati perintah dinas yang diberikan atasan yang berwenang, serta sanggup tidak melanggar larangan yang ditentukan. 8 P a g e

Ciri-ciri ketaatan ini adalah : a. Mentaati segala peraturan perundang-undangan dan ketentuan yang berlaku; b. Mentaati perintah kedinasan yang diberikan atasan yang berwenang dengan baik; c. Selalu mentaati jam kerja yang sudah ditentukan; d. Selalu memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan sebaikbaiknya. 2. Tanggung jawab Tanggung jawab yaitu kesanggupan seorang karyawan dalam menyelesaikan pekerjaan yang diserahkan kepadanya dengan baik, tepat waktu, serta berani mengambil resiko untuk keputusan yang dibuat atu tindakan yang dilakukan. Ciri-ciri tanggung jawab tersebut adalah : a. Dapat menyelesaikan tugas dengan baik dan tepat waktu; b. Selalu menyimpan atau memelihara barang-barang dinas dengan sebaik-baiknya; c. Mengutamakan kepentingan dinas dari kepentingan golongan; d. Tidak pernah berusaha melemparkan kesalahan yang dibuatnya kepada orang lain. 3. Pengabdian Pengabdian yaitu sumbangan pemikiran dan tenaga secara ikhlas kepada perusahaan. 9 P a g e

4. Kejujuran Dalam penjelasan pasal 4 PP No. 10 Tahun 1979 tentang DP3, seorang pegawai yang jujur memiliki ciri-ciri sebagai berikut : Selalu melaksanakan tugas dengan penuh keikhlasan tanpa dipaksa; Tidak menyalahgunakan wewenang yang ada padanya; Melaporkan hasil pekerjaan kepada atasan apa adanya. Berdasarkan penjelasan di atas, maka dapat diambil kesimpulan bahwa loyalitas memiliki indikator-indikator sebagai berikut : 1. Ketaatan/kepatuhan; 2. Rasa tanggung jawab; 3. Pengabdian; 4. Kejujuran. Menurut Robbins (2005) pengertian loyalitas yang berkaitan dengan tingkat kepercayaan adalah suatu keinginan untuk melindungi dan menyelamatkan wajah bagi orang lain. Bila seseorang memiliki loyalitas dan kepercayaan terhadap suatu hal, maka orang tersebut bersedia berkorban dan setia terhadap hal yang dipercayainya tersebut. Jadi, loyalitas memiliki hubungan positif terhadap tingkat kepercayaan, semakin tinggi tingkat kepercayaan karyawan terhadap perusahaan, maka semakin tinggi pula tingkat loyalitas karyawan tersebut terhadap perusahaan. 1.6 Hipotesis Penelitian Berdasarkan uraian pada kerangka pemikiran di atas, maka penulis dapat merumuskan suatu hipotesis sebagai berikut : Adanya hubungan secara signifikan antara service quality dengan loyalitas pelanggan pada PT. Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE). 10 P a g e

1.7 Metode Penelitian Dalam penelitian ini penulis mempergunakan metode deskriptif dimana menurut Moh. Nazir (2005:54) mengemukakan bahwa : Metode deskriptif adalah suatu metode dalam meneliti status kelompok manusia, suatu objek, suatu set kondisi, suatu sistem pemikiran, ataupun suatu kelas peristiwa pada masa sekarang. Teknik pengumpulan data yang dipergunakan oleh penulis dalam melaksanakan penelitian ini adalah : 1. Library Research (penelitian kepustakaan) Yaitu pengumpulan data-data dari literatur,sumber-sumber lain yang berhubungan dengan masalah, membaca dan mempelajari buku-buku untuk memperoleh data-data yang berkaitan. 2. Field Research (penelitian lapangan) Yaitu penulis melakukan pengamatan secara langsung ke perusahaan yang dituju yaitu PT. Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) Adapun cara yang dilakukan dalam penelitian ini adalah: Interview (wawancara) Melalui teknik ini penulis mendapatkan informasi dengan melakukan wawancara secara langsung dengan pejabat perusahaan yang berwenang maupun karyawan yang bersangkutan. Kuesioner Dalam penelitian ini penulis menyebarkan kuesioner yang berisikan pertanyaan terstruktur yang diisi sendiri oleh responden atau diisi oleh pewawancara yang membacakan pertanyaan dan kemudian mencatat jawaban yang berikan. Diharapkan responden dapat menjawab dengan jujur semua pertanyaan yang berhubungan dengan penelitian. 11 P a g e

1.8 Lokasi dan Waktu Penelitian Penulis melakukan penelitian pada Mahasiswa Universitas Kristen Maranatha tentang pengguna jasa PT.Tiki Jalur Nugraha Ekakuir (JNE) yang berlokasi di Jln. Drg.Suria Sumantri MPH No.65 Bandung. Adapun waktu penelitian dilakukan sejak bulan April 2014 sampai dengan selesai. 12 P a g e