PEMERINTAH KABUPATEN BANGKA SELATAN

dokumen-dokumen yang mirip
PERATURAN DAERAH PROVINSI SUMATERA SELATAN NOMOR 7 TAHUN 2011 TENTANG TATA CARA PENYUSUNAN DAN PENGELOLAAN PROGRAM LEGISLASI DAERAH

-2-3. Undang-Undang adalah peraturan perundang-undangan yang dibentuk oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan persetujuan bersama Presiden. 4. Badan Legis

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 61 TAHUN 2005 TENTANG TATA CARA PENYUSUNAN DAN PENGELOLAAN PROGRAM LEGISLASI NASIONAL

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN CIREBON NOMOR 5 TAHUN 2010 SERI D.2 PERATURAN DAERAH KABUPATEN CIREBON NOMOR 5 TAHUN 2010 TENTANG

PROVINSI RIAU BUPATI KEPULAUAN MERANTI PERATURAN DAERAH KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI NOMOR 07 TAHUN 2014 TENTANG

PERATURAN DAERAH KOTA TASIKMALAYA NOMOR : 3 TAHUN 2011 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN DAN PENGELOLAAN PROGRAM LEGISLASI DAERAH

PEMERINTAH KABUPATEN BANGKA SELATAN

PEMERINTAH KABUPATEN SUMBAWA BARAT

BUPATI BANDUNG PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG NOMOR 22 TAHUN 2012 TENTANG PENYUSUNAN DAN PENGELOLAAN PROGRAM LEGISLASI DAERAH

BUPATI SAMBAS PROVINSI KALIMANTAN BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN SAMBAS NOMOR 5 TAHUN 2013 TENTANG PROGRAM LEGISLASI DAERAH

PROVINSI KALIMANTAN BARAT

PERATURAN DAERAH KABUPATEN MAROS NOMOR 13 TAHUN 2010

PROVINSI RIAU BUPATI KEPULAUAN MERANTI PERATURAN DAERAH KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI NOMOR 06 TAHUN 2014 TENTANG

BUPATI TANAH DATAR PROVINSI SUMATERA BARAT PERATURAN BUPATI TANAH DATAR NOMOR 6 TAHUN 2014 TENTANG

PERATURAN DAERAH PROVINSI JAMBI NOMOR 9 TAHUN 2007 TENTANG TATA CARA MEMPERSIAPKAN RANCANGAN PERATURAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

- 1 - PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TENGAH NOMOR 6 TAHUN 2011 TENTANG PEMBENTUKAN PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TENGAH

PEMERINTAH KABUPATEN MUKOMUKO PERATURAN DAERAH KABUPATEN MUKOMUKO NOMOR 1 TAHUN 2013 TENTANG

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN GARUT

GUBERNUR KALIMANTAN BARAT

PERATURAN DAERAH KABUPATEN OGAN KOMERING ULU NOMOR 6 TAHUN 2013 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN PROGRAM LEGISLASI DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN DAERAH KABUPATEN LAMPUNG TENGAH NOMOR 01 TAHUN 2014 TENTANG PENYUSUNAN DAN PENGELOLAAN PROGRAM LEGISLASI DAERAH

PERATURAN BUPATI PANDEGLANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PANDEGLANG,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

- 1 - LEMBARAN DAERAH KABUPATEN SIDENRENG RAPPANG NOMOR 15 TAHUN 2010

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN DAERAH PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG NOMOR 10 TAHUN 2007 TENTANG PEMBENTUKAN PERATURAN DAERAH

- 1 - PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA TIMUR NOMOR 2 TAHUN 2011 TENTANG PEMBENTUKAN PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA TIMUR

BERITA DAERAH KABUPATEN BANTUL

BUPATI KEPULAUAN SELAYAR

TENTANG BUPATI MUSI RAWAS,

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN KULON PROGO

WALIKOTA KEDIRI PERATURAN DAERAH KOTA KEDIRI NOMOR 10 TAHUN 2013 TENTANG PEDOMAN PEMBENTUKAN PRODUK HUKUM DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN DAERAH PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA NOMOR 10 TAHUN 2013 TENTANG

RANCANGAN BUPATI BANTUL PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN BUPATI BANTUL NOMOR TAHUN 2014 TENTANG

PERATURAN DAERAH KABUPATEN PASURUAN NOMOR 3 TAHUN 2011 TENTANG PEMBENTUKAN PERATURAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PASURUAN,

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BANTUL BUPATI BANTUL DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANTUL NOMOR 07 TAHUN 2016 TENTANG

PERATURAN DAERAH KOTA PAREPARE NOMOR 10 TAHUN 2013 TENTANG PRODUK HUKUM DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BUPATI SIDOARJO PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN DAERAH KABUPATEN SIDOARJO NOMOR 5 TAHUN 2015 TENTANG PEMBENTUKAN PRODUK HUKUM DAERAH

PEMERINTAH KABUPATEN SITUBONDO

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN SIDENRENG RAPPANG NOMOR 09 TAHUN 2010

PEMERINTAH PROPINSI JAWA TIMUR PERATURAN DAERAH PROPINSI JAWA TIMUR NOMOR 5 TAHUN 2006 TENTANG PEMBENTUKAN PERATURAN DAERAH

PEMERINTAH KABUPATEN PROBOLINGGO

PEMERINTAH PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN DAERAH PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA NOMOR 1 TAHUN 2011 TENTANG

GUBERNUR JAWA BARAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR JAWA BARAT,

BUPATI BELITUNG PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG PERATURAN DAERAH KABUPATEN BELITUNG NOMOR 9 TAHUN 2015 TENTANG PEMBENTUKAN PRODUK HUKUM DAERAH

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG NOMOR 8 TAHUN 2010 TENTANG TATA CARA PEMBENTUKAN PERATURAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BANDUNG,

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BANTUL. No.04,2015 Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kabupaten Bantul. Pedoman, pembentukan, produk hukum, daerah

MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG PEMBENTUKAN PRODUK HUKUM DAERAH

MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG PEMBENTUKAN PRODUK HUKUM DAERAH

PEMERINTAH KABUPATEN TULUNGAGUNG PERATURAN DAERAH KABUPATEN TULUNGAGUNG NOMOR 15 TAHUN 2012 TENTANG PEMBENTUKAN PRODUK HUKUM DAERAH

PERATURAN GUBERNUR BANTEN NOMOR 40 TAHUN 2015 TENTANG TATA CARA PEMBENTUKAN PRODUK HUKUM DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BANTEN,

PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN BARAT NOMOR TAHUN 2011 TENTANG PENYUSUNAN DAN PENGELOLAAN PROGRAM LEGISLASI DAERAH

WALIKOTA SERANG PROVINSI BANTEN PERATURAN DAERAH KOTA SERANG NOMOR 1 TAHUN 2015 TENTANG PEMBENTUKAN PRODUK HUKUM DAERAH

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN PADANG LAWAS UTARA NOMOR 14 TAHUN 2014

BUPATI TRENGGALEK PROVINSI JAWA TIMUR

GUBERNUR SUMATERA BARAT PERATURAN DAERAH PROVINSI SUMATERA BARAT NOMOR 6 TAHUN 2017 TENTANG TATA CARA PENYUSUNAN PROGRAM PEMBENTUKAN PERATURAN DAERAH

PEMERINTAH PROVINSI JAMBI

MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 53 TAHUN 2011 TENTANG PEMBENTUKAN PRODUK HUKUM DAERAH

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANTUL NOMOR 10 TAHUN 2012 TENTANG PEDOMAN PEMBENTUKAN PRODUK HUKUM DALAM PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAERAH

PROVINSI JAWA TENGAH

BUPATI PASURUAN PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN DAERAH KABUPATEN PASURUAN NOMOR 2 TAHUN 2015 TENTANG PEMBENTUKAN PERATURAN DAERAH

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR KALIMANTAN SELATAN,

BERITA DAERAH KOTA BEKASI

PEMERINTAH KABUPATEN BANGKA SELATAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANGKA SELATAN NOMOR 3 TAHUN 2012 TENTANG PEMBENTUKAN PRODUK HUKUM DAERAH

WALIKOTA AMBON PROVINSI MALUKU PERATURAN DAERAH KOTA AMBON NOMOR - 15 TAHUN 2015 TENTANG PROSEDUR PEMBENTUKAN PRODUK HUKUM DAERAH

- 1 - PEMERINTAH DAERAH PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA TIMUR NOMOR 1 TAHUN 2013 TENTANG PEMBENTUKAN PERATURAN DAERAH

BUPATI BANTAENG PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANTAENG NOMOR 8 TAHUN 2012 T E N T A N G PEMBENTUKAN PRODUK HUKUM DAERAH KABUPATEN BANTAENG

PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TIMUR NOMOR 5 TAHUN 2012 TENTANG PEMBENTUKAN PERATURAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BUPATI BARRU PROVINSI SULAWESI SELATAN

BUPATI KOTAWARINGIN TIMUR PROVINSI KALIMANTAN TENGAH PERATURAN DAERAH KABUPATEN KOTAWARINGIN TIMUR NOMOR 2 TAHUN 2015 TENTANG

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN CIREBON NOMOR 4 TAHUN 2010 SERI D.1 PERATURAN DAERAH KABUPATEN CIREBON NOMOR 4 TAHUN 2010 TENTANG

PERATURAN DAERAH KOTA TASIKMALAYA NOMOR : 3 TAHUN 2003 TENTANG TATA CARA DAN TEKNIK PENYUSUNAN RANCANGAN PERATURAN DAERAH KOTA TASIKMALAYA

BUPATI TANGERANG PROVINSI BANTEN PERATURAN DAERAH KABUPATEN TANGERANG NOMOR 7 TAHUN 2015 TENTANG PEMBENTUKAN PERATURAN DAERAH

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN GARUT

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN KULON PROGO

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG NOMOR 5 TAHUN 2016 PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG PEMBENTUKAN PRODUK HUKUM DAERAH

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG BARAT NOMOR 3 TAHUN 2008 TENTANG PROSEDUR PENYUSUNAN PRODUK HUKUM DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BERITA DAERAH KOTA BEKASI

BUPATI TASIKMALAYA PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN TASIKMALAYA NOMOR 1 TAHUN 2016 TENTANG TATA CARA PEMBENTUKAN PRODUK HUKUM DAERAH

4&L Jk Am /L. GUBERNUR KEPULAUAN BANGKA BELITUNG PERATURAN DAERAH PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG NOMOR 6 TAHUN 2017 TENTANG

GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 1 TAHUN 2012 TENTANG PROGRAM LEGISLASI DAERAH PEMERINTAH PROVINSI BALI TAHUN 2012

MATRIKS PERUBAHAN UNDANG-UNDANG TENTANG PEMBENTUKAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN

LEMBARAN DAERAH KOTA SEMARANG TAHUN 2010 NOMOR 16

2016, No (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 182, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5568) sebagaimana telah

MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 80 TAHUN 2015 TENTANG PEMBENTUKAN PRODUK HUKUM DAERAH

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2011 TENTANG PEMBENTUKAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2011 TENTANG PEMBENTUKAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA PERATURAN NOMOR 1 TAHUN 2012 TENTANG TATA CARA PENYUSUNAN PROGRAM LEGISLASI NASIONAL

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2011 TENTANG PEMBENTUKAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN

PERATURAN MENTERI SOSIAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 / HUK / 2011 TENTANG PROSEDUR PENYUSUNAN NASKAH HUKUM DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN SOSIAL

BUPATI TAPIN PROVINSI KALIMANTAN SELATAN PERATURAN BUPATI TAPIN NOMOR 02 TAHUN 2014 TENTANG

PERATURAN DAERAH KOTA PALOPO NOMOR 6 TAHUN 2012 TENTANG PEMBENTUKAN PRODUK HUKUM DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA PALOPO,

- 1 - GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA TIMUR NOMOR 1 TAHUN 2015 TENTANG PEMBENTUKAN PERATURAN DAERAH

PERATURAN DAERAH KABUPATEN KENDAL NOMOR 5 TAHUN 2012 TENTANG PENYUSUNAN PERATURAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KENDAL,

PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN SELATAN NOMOR 2 TAHUN 2016 TENTANG PEDOMAN PEMBENTUKAN PERATURAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PEMERINTAH KABUPATEN TULUNGAGUNG PERATURAN DAERAH KABUPATEN TULUNGAGUNG NOMOR 10 TAHUN 2010 TENTANG PEMBENTUKAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN TULUNGAGUNG

GUBERNUR DAERAH DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

PERATURAN MENTERI SOSIAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 13 / HUK / 2011 TENTANG PROSEDUR PENYUSUNAN NASKAH HUKUM DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN SOSIAL

BUPATI TULUNGAGUNG PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN DAERAH KABUPATEN TULUNGAGUNG NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2011 TENTANG PEMBENTUKAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Transkripsi:

PEMERINTAH KABUPATEN BANGKA SELATAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANGKA SELATAN NOMOR 3 TAHUN 2010 TENTANG PENYUSUNAN DAN PENGELOLAAN PROGRAM LEGISLASI DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BANGKA SELATAN, Menimbang : a. bahwa dalam rangka peningkatan kualitas penyusunan Peraturan Daerah perlu disusun melalui mekanisme secara terarah, terpadu dan terkoordinasi; b. bahwa penyusunan Peraturan Daerah yang terprogram akan dapat menghasilkan peraturan perundang-undangan yang sesuai dengan kebutuhan penyelenggaraan Pemerintahan, pelaksanaan pembangunan dan pelayanan masyarakat; c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu membentuk Peraturan Daerah tentang Penyusunan dan Pengelolaan Prolegda; Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2000 tentang Pembentukan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 217, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4033); 2. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2003 tentang Pembentukan Kabupaten Bangka Selatan, Kabupaten Bangka Tengah, Kabupaten Bangka Barat, dan Kabupaten Belitung Timur di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 25, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4268);

3. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor: 4389); 4. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844); 5. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi, Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4741); 6. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 89, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4741); 7. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan Peraturan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah tentang Tata Tertib Dewan Perwakilan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 89, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4741); 8. Peraturan Presiden Nomor 1 Tahun 2007 tentang Pengesahan, Pengundangan, dan Penyebarluasan Peraturan Perundangundangan; 9. Peraturan Daerah Kabupaten Bangka Selatan Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pembentukan Organisasi Sekretariat Daerah dan Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (Lembaran Daerah Kabupaten Bangka Selatan Tahun 2008 Nomor 18);

Dengan Persetujuan Bersama DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN BANGKA SELATAN dan BUPATI BANGKA SELATAN MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN DAERAH TENTANG PENYUSUNAN DAN PENGELOLAAN PROLEGDA. BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Daerah ini yang dimaksud dengan: 1. Daerah adalah Kabupaten Bangka Selatan. 2. Pemerintahan Daerah adalah penyelenggaraan urusan pemerintahan oleh Pemerintah Daerah dan DPRD menurut asas otonomi dan tugas pembantuan dengan prinsip otonomi seluas luasnya dalam sistem dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. 3. Pemerintahan Daerah adalah Bupati dan Perangkat Daerah sebagai unsur penyelenggara Pemerintahan Daerah. 4. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah selanjutnya disingkat dengan DPRD adalah Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bangka Selatan. 5. Bupati adalah Bupati Bangka Selatan. 6. Sekretaris Daerah adalah Sekretaris Daerah Kabupaten Bangka Selatan. 7. Peraturan Daerah yang selanjutnya disingkat Perda adalah Peraturan Perundangundangan yang dibentuk oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dengan Persetujuan Bersama Kepala Daerah. 8. Program Legislasi Daerah yang selanjutnya disingkat Prolegda adalah instrumen perencanaan program pembentukan Peraturan Daerah yang disusun secara berencana, terpadu, dan sistematis. 9. Badan Legislasi Daerah adalah salah satu Alat Kelengkapan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah yang khusus menangani bidang Legislasi.

10. Naskah Akademik adalah naskah yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah mengenai konsepsi yang berisi latar belakang, tujuan penyusunan, sasaran yang ingin diwujudkan dan lingkup, jangkauan, objek, atau arah pengaturan Rancangan Peraturan Daerah. 11. Pemrakarsa adalah Pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan yang mengajukan usul penyusunan Rancangan Peraturan Daerah termasuk Pemrakarsa di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. 12. Satuan Kerja Perangkat Daerah yang selanjutnya disingkat dengan SKPD adalah unsur pembantu Kepala Daerah dalam penyelenggaraan Pemerintahan Daerah yang terdiri dari Sekretariat Daerah, Sekretariat DPRD, Dinas Daerah, Lembaga Teknis Daerah, Kecamatan dan Kelurahan. 13. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah selanjutnya disingkat APBD adalah rencana keuangan tahunan Pemerintahan Kabupaten Bangka Selatan yang disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dan Bupati Bangka Selatan serta ditetapkan dengan Peraturan Daerah. BAB II TUJUAN DAN PENETAPAN PROLEGDA Bagian Kesatu Tujuan Pasal 2 Prolegda dibentuk dengan tujuan: a. untuk menjaga agar Perda tetap berada dalam kesatuan sistem hukum nasional; b. agar perencanaan dan pembentukan Perda sebagai penentu arah pelaksanaan otonomi daerah dapat disusun secara optimal, terencana, dan sistematis berdasarkan kebutuhan daerah; c. adanya kejelasan dan kepastian perencanaan dalam penyusunan Perda; d. sebagai pedoman guna penyamaan persepsi antar SKPD, DPRD serta pihak terkait lainnya terhadap perencanaan penyusunan Perda; e. menentukan parameter skala prioritas penyusunan Perda;

f. sebagai pedoman dalam hal mekanisme dan tata cara pembahasan Raperda baik usulan Pemerintah Kabupaten maupun prakarsa DPRD; dan g. adanya kepastian hukum dalam penyelesaian pembahasan Raperda. Bagian Kedua Penetapan prolegda Pasal 3 (1) Prolegda ditetapkan setiap tahun dalam Rapat Paripurna DPRD. (2) Prolegda ditetapkan untuk jangka waktu tahunan berdasarkan skala prioritas pembentukan rancangan Peraturan Daerah. Pasal 4 (1) Prolegda sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1) memuat program pembentukan Perda dengan pokok materi yang akan diatur serta keterkaitannya dengan Peraturan Perundang-undangan lain. (2) Pokok materi yang akan diatur serta keterkaitannya dengan Peraturan Perundangundangan lainnya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan penjelasan secara lengkap mengenai konsepsi rancangan Peraturan Daerah yang meliputi: a. latar belakang dan tujuan pembentukan; b. dasar hukum; c. sasaran yang ingin diwujudkan; d. pokok pikiran, lingkup, dan objek yang akan diatur; e. tujuan pembentukan; f. jangkauan serta arah pengaturan; dan g. keterkaitan dengan Peraturan Perundang-undangan lain. BAB III PENYUSUNAN DAN PENGELOLAAN PROLEGDA Bagian Kesatu Umum Pasal 5 (1) Penyusunan Prolegda dilingkungan DPRD dikoordinasikan oleh Badan Legislasi Daerah. (2) Penyusunan Prolegda dilingkungan Pemerintah Kabupaten dikoordinasikan oleh Bupati.

Bagian kedua Penyusunan Prolegda Pasal 6 (1) Penyusunan Rancangan Peraturan Daerah diususun berdasarkan Prolegda. (2) Penyusunan Prolegda dilaksanakan oleh DPRD dan Pemerintah Kabupaten untuk jangka waktu 1 (satu) tahun, yang disusun secara berencana, terpadu, dan sistematis yang pelaksanaannya dikoordinasikan oleh DPRD melalui Badan Legislasi Daerah atau Alat Kelengkapan lainnya yang menangani bidang Legislasi. (3) Prolegda disusun dengan mempertimbangkan Rencana Strategis atau Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP), Rencana Kerja Jangka Menengah (RPJM) dan Rencana Kerja Pemerintah Kabupaten. (4) Penyusunan Prolegda sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilaksanakan selambat-lambatnya pada Masa Persidangan ketiga (DPRD) atau telah mulai dilaksanakan setiap bulan oktober Tahun Anggaran sebelumnya. Pasal 7 Penyusunan Prolegda dilingkungan DPRD dan Pemerintah Kabupaten sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 dilaksanakan dengan memperhatikan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4. Bagian Ketiga Penyusunan Prolegda di lingkungan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. Pasal 8 (1) Badan Legislasi Daerah dalam mengkoordinasikan penyusunan Prolegda dilingkungan DPRD dapat meminta atau memperoleh bahan dan/atau masukan dari DPRD dan/atau masyarakat. (2) Penyusunan Prolegda dilingkungan DPRD sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan sebagai bagian yang sinergis dengan rencana Prolegda yang telah disusun dan ditetapkan bersama dengan Pemerintah Kabupaten. (3) Hasil penyusunan Prolegda di DPRD oleh Badan Legislasi Daerah atau Alat Kelengkapan lainnya wajib untuk dikoordinasikan kepada Pemerintah Kabupaten melalui Kepala Bagian Hukum dalam rangka sinkronisasi dan harmonisasi Prolegda.

(4) Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara penyusunan Prolegda dilingkungan DPRD diatur oleh DPRD dengan berdasarkan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku. Bagian Keempat Penyusunan Prolegda di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pasal 9 (1) Sekretaris Daerah melalui Kepala Bagian Hukum meminta kepada Pimpinan SKPD lain perencanaan pembentukan rancangan Peraturan Daerah di lingkungan instansinya masing-maasing sesuai dengan lingkup bidang tugas dan tanggung jawabnya. (2) Penyampaian perencanaan pembentukan rancangan Peraturan Daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disertai dengan pokok materi yang akan diatur serta keterkaitannya dengan Peraturan Perundang-undangan lainnya sebagaimana dimaksud dalam pasal 4. (3) Dalam hal Pimpinan SKPD telah menyusun Naskah Akademik rancangan Peraturan Daerah, maka Naskah Akademik tersebut wajib disertakan dalam penyampaian perencanaan pembentukan Prolegda. Pasal 10 (1) Kepala Bagian Hukum mengadakan pengharmonisasian, pembulatan, dan pemantapan konsepsi rancangan Peraturan Daerah yang diterima dengan SKPD lain dan instansi terkait lainnya. (2) Upaya pengharmonisasian, pembulatan, dan pemantapan konsepsi rancangan Peraturan Daerah diarahkan pada perwujudan keselarasan konsepsi tersebut dengan kebijakan Nasional dan Undang-Undang yang telah ada berikut segala peraturan pelaksanaannya dan kebijakan lainnya yang terkait dengan bidang yang diatur dalam rancangan Peraturan Daerah tersebut. (3) Upaya pengharmonisasian, pembulatan, dan pemantapan konsepsi rancangan Peraturan Daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (2), dilaksanakan melalui Forum Konsultasi yang dikoordinasikan oleh Kepala Bagian Hukum. (4) Dalam Forum Konsultasi sebagaimana dimaksud pada yat (3) dapat menyertakan para ahli dari lingkungan perguruan tinggi dan organisasi dibidang sosial, politik, profesi atau kemasyarakatan lainnya sesuai dengan kebutuhan.

Pasal 11 Dalam hal Bupati memandang perlu untuk mendapatkan kejelasan lebih lanjut, dan/atau melakukan perubahan/penyempurnaan serta memberikan arahan terhadap Prolegda yang telah disusun dilingkungan Pemerintah Kabupaten, Bupati menugaskan Sekretaris Daerah untuk mengkoordinasikan kembali Prolegda tersebut dengan SKPD lain dan pimpinan instansi terkait lainnya dan melaporkan hasilnya kepada Bupati. Pasal 12 Persetujuan Bupati terhadap Prolegda yang disusun dilingkungan Pemerintah Kabupaten diberitahukan secara tertulis kepada Sekretaris Daerah dan sekaligus menugaskan Kepala Bagian Hukum untuk mengkoordinasikan kembali dengan DPRD melalui Badan Legislasi Daerah dalam rangka sinkronisasi dan harmonisasi Prolegda. Pasal 13 Ketentuan mengenai hasil penyusunan Prolegda di DPRD sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 ayat (3) berlaku ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 sampai dengan Pasal 13. Bagian Kelima Penyusunan Prolegda di Lingkungan DPRD dan Pemerintah Kabupaten Pasal 14 (1) Hasil penyusunan Prolegda dilingkungan DPRD dan Pemerintah Kabupaten dibahas bersama antara DPRD dan Pemerintah Kabupaten yang pelaksanaannya dikoordinasikan oleh DPRD melalui Badan Legislasi Daerah. (2) Hasil penyusunan Prolegda sebagaimana dimaksud pada ayat (1), selanjutnya disusun menjadi prolegda yang merupakan kesepakatan bersama antara DPRD dan Pemerintah Daerah yang dituangkan dalam bentuk nota kesepahaman (Memorandum of Understanding) dan selanjutnya ditetapkan dalam Keputusan Bupati.

BAB IV PENGELOLAAN PROLEGDA Pasal 15 Pengelolaan Prolegda diarahkan agar program pembentukan Perda dalam Prolegda dapat dilaksanakan sesuai dengan skala prioritas yang ditetapkan dan memenuhi kebutuhan masyarakat. Pasal 16 Dalam keadaan tertentu dimana pelaksanaan program pembentukan Perda dalam Prolegda belum dapat diselesaikan pada tahun berjalan sesuai dengan skala prioritas yang ditetapkan, program pembentukan Perda tersebut dijadikan Prolegda tahun berikutnya dengan skala prioritas utama. Pasal 17 (1) Dalam keadaan tertentu dan dengan memperhatikan kebutuhan masyarakat, program pembentukan Perda dalam Prolegda tahunan dapat diubah skala prioritasnya setelah disepakati bersama antara DPRD dan Pemerintah Kabupaten. (2) Perubahan prioritas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dilaksanakan dalam hal: a. terjadi perubahan kebijakan pada Pemerintah Pusat; b. terjadi bencana alam atau keadaan darurat; c. terjadi perubahan tingkat kebutuhan masyarakat; dan d. terjadinya pembatalan dan atau perubahan Peraturan Perundang-undangan yang menjadi dasar pembentukan Perda. (3) Perubahan skala prioritas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaporkan oleh Badan Legislasi Daerah pada Sidang Paripurna DPRD. BAB V PENYUSUNAN RANCANGAN PERDA DILUAR PROLEGDA Pasal 18 (1) Dalam keadaan tertentu Pemrakarsa dapat menyusun rancangan Peraturan Daerah diluar Prolegda.

(2) Keadaan tertentu sebagaimana dimaksud pada ayat (1) antara lain: a. adanya perintah langsung dari Peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi; b. keadaan tertentu lainnya yang berhubungan dengan potensi kondisi Sumber Daya Daerah, kebutuhan organisasi, perubahan APBD dan keadaan mendesak lainnya yang mengharuskan adanya urgensi untuk pembentukan Perda yang dapat disetujui bersama antara DPRD dan Bupati. (3) rancangan peraturan daerah diluar Prolegda sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yang diusulkan oleh Pimpinan SKPD dapat dilakukan setelah terlebih dahulu mengajukan permohonan izin prakarsa kepada Bupati dengan tetap memperhatikan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4. (4) rancangan peraturan daerah diluar Prolegda sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yang diusulkan oleh DPRD dapat dilakukan sesuai dengan mekanisme Tata Tertib DPRD dengan tetap memperhatikan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4. ANGGARAN Pasal 19 (1) Anggaran penyusun Perda dalam Prolegda dibebankan pada APBD melalui: a. anggaran DPRD untuk Prolegda yang disusun oleh DPRD; b. untuk Prolegda yang disusun dilingkungan Pemerintah Kabupaten, penganggaran dilakukan melalui: 1. anggaran Sekretariat Daerah pada Bagian Hukum dalam rangka penyempurnaan/ perubahan konsepsi rancangan Peraturan Daerah serta anggaran pembahasan (sinkronisasi dan harmonisasi konsepsi rancangan Perda) pada tingkat Pemerintah Kabupaten dan anggaran pembahasan rancangan Perda di DPRD;dan 2. anggaran SKPD pemrakarsa dalam rangka perencanaan penyusunan rancangan Perda pada masing-masing SKPD. (2) anggaran Badan Usaha Milik Daerah dalam rangka perencanaan penyusunan rancangan Perda pada masing-masing Badan Usaha Milik Daerah. (3) anggaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2), direncanakan penganggarannya setelah setiap rancangan Perda yang tersusun dalam Prolegda ditetapkan dalam Sidang Paripurna DPRD.

BAB VII BENTUK DAN TATA CARA PENGISIAN PROLEGDA Pasal 20 Bentuk dan tata cara pengisian Prolegda sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Daerah ini adalah: A. BENTUK PROGRAM LEGISLASI DAERAH PROGRAM LEGISLASI DAERAH TAHUN. UNIT KERJA:. NO JENIS TENTANG MATERI POKOK STATUS PELAKSANAAN UNIT/ INSTANSI TARGET PENYAMPAIAN/ KET BARU UBAH TERKAIT PEMBAHASAN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 B. TATA CARA PENGISIAN PROGRAM LEGISLASI DAERAH Kolom 1 : nomor urut pengisian; Kolom 2 : Peraturan Daerah; Kolom 3 : penamaan Peraturan Daerah; Kolom 4 : materi muatan Peraturan Daerah; Kolom 5/6 : penyusunan Perda/ perubahan Perda; Kolom 7 : penyusunan Perda merupakan delegasi/ perintah peraturan yang lebih tinggi; Kolom 8 : unit kerja/instansi terkait dengan materi muatan penyusunan Perda; Kolom 9 : tahun penyampaian dan penyelesaian Perda; Kolom 10 : hal-hal yang berkaitan dengan pembahasan Perda.

BAB VIII KETENTUAN PERALIHAN Pasal 21 Pada saat Peraturan Daerah ini mulai berlaku, perencanaan penyusunan dan pembentukan Peraturan Daerah berdasarkan Prolegda atas prakarsa DPRD maupun Pemerintah Kabupaten, harus berpedoman pada ketentuan yang telah diatur dalam Peraturan Daerah ini. BAB IX KETENTUAN PENUTUP Pasal 22 Peraturan Daerah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Daerah ini dengan penempatannya dalam Lembaran Daerah Kabupaten Bangka Selatan. Ditetapkan di Toboali pada tanggal 18 Juni 2010 BUPATI BANGKA SELATAN, ttd JUSTIAR NOER Diundangkan di Toboali pada tanggal 18 Juni 2010 SEKRETARIS DAERAH KABUPATEN BANGKA SELATAN, ttd USMAN SALEH LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BANGKA SELATAN TAHUN 2010 NOMOR 3