POKOK BAHASAN 1. STRUKTUR SEL TUMBUHAN

dokumen-dokumen yang mirip
SEL Iriawati SITH - ITB

biologi agribisnis

Anatomi Tumbuhan. Indah Solihah

BAB I PENDAHULUAN. 1. Latar Belakang

POKOK BAHASAN 5. SEL

HIRARKI ORGANISASI MATERI BENDA HIDUP

A. Bagian-bagian dalam sel tersusun atas sebagai berikut:

Sel. Gbr. Penampang Sel Hewan dan Sel Tumbuhan

Sel merupakan unit dasar Komponen Sel Tumbuhan kehidupan. Setiap organisme

dr. AL-MUQSITH, M.Si

MODUL MATA PELAJARAN IPA

Tujuan. Alat dan Bahan. Cara Kerja. Mengamati struktur sel-sel epidermis pada bawang merah. 1. Mikroskop. 2. Kaca preparat. 3. Kaca penutup. 4.

Lipoprotein ini tersusun atas 3 lapisan yang jika ditinjau dari luar ke dalam urutannya adalah: Protein - Lipid - Protein Þ Trilaminer Layer

STRUKTUR & FUNGSI SEL

PERBEDAAN SEL HEWAN & TUMBUHAN BAGIAN SEL & ORGANEL SEL TRANSPORT MELALUI MEMBRAN

LAPORAN PRAKTIKUM SEL TUMBUHAN

BIOLOGI SEL OLEH : CRISTIN NATALIA. P ILMU KELAUTAN B UNIVERSITAS DIPONEGORO. cristinnatalia.hol.es

Sel sebagai unit dasar kehidupan

SMP kelas 7 - BIOLOGI BAB 11. Organisasi KehidupanLatihan Soal 11.1

BAB I PENDAHULUAN. 1. Mampu mendeskripsikan Peran Fisiologi 'fumbuhan dalam kehidupan 2. Mampu menggambarkarl struktur sel dan organelorganelnya

SEL SEBAGAI DASAR KEHIDUPAN

SEL SEL 1. KONSEP SEL 1. KONSEP SEL 1. KONSEP SEL 2. STRUKTUR SEL TUMBUHAN 2. STRUKTUR SEL TUMBUHAN

ORGANISASI KEHIDUPAN. Sel

Makalah Biokimia Komponen Penyusun Sel Tumbuhan NUKLEUS. Oleh :

Gambar 2.3 Noktah pada batang pinus (A) dan Plasmodesmata (B) (Campbell et al, 2006).

Keanekaragaman Organisme Kehidupan

FKIP Biologi Universitas riau

JARINGAN PEMBULUH PADA TUMBUHAN

KULIAH I FISIOLOGI DAN SEL TUMBUHAN

LAPORAN PRAKTIKUM ANATOMI DAN PERKEMBANGAN TUMBUHAN. Bentuk dan Ukuran Sel

Satuan unit t kecil dr kehidupan : Sel Robert Hooke : "sel" = "kotak-kotak kosong", stlh ia m amati sayatan gabus dgn mikroskop.

SUMBER BELAJAR PENUNJANG PLPG 2017 MATA PELAJARAN/PAKET KEAHLIAN BIOLOGI BAB VIII STRUKTUR DAN FUNGSI JARINGAN TUMBUHAN

SEL DAN JARINGAN MATERI BAHAN PELATIHAN UNTUK GURU-GURU SMA / MA OLEH: DRS. TAUFIK RAHMAN, MPD UPI BANDUNG

SMP kelas 9 - BIOLOGI BAB 10. SISTEM ORGANISASI KEHIDUPANLatihan Soal dan 4. 1 dan 3. 3 dan 5. 4 dan 5. Tebal, tersusun dari selulosa

BIOLOGI UMUM (MIP612112)

Fisiologi Tumbuhan. Pendahuluan

JARINGAN PENGANGKUT/ JARINGAN PEMBULUH

SMP kelas 7 - BIOLOGI BAB 11. Organisasi KehidupanLATIHAN SOAL BAB 11

INDIKTOR 14: Menjelaskan sifat, ciri-ciri, dan fungsi jaringan pada tumbuhan dan hewan

LEMBARAN SOAL. Mata Pelajaran : BIOLOGI Sat. Pendidikan : SMA Kelas / Program : XI IPA ( SEBELAS IPA )

mustofa Tujuan Pembelajaran :

Mikroskopis Amylum Gambar Keterangan Amylum Manihot Nama lain : Nama tanaman asal : Keluarga : Mikroskopis : berbentuk lonjong atau topi baja

Sel : Unit Kehidupan Terkecil. Konsep Kunci

STRUKTUR & FUNGSI TUMBUHAN

POKOK BAHASAN 3. JARINGAN DEWASA

POKOK BAHASAN 8. ORGAN AKAR

SEL. SMA Regina Pacis Jakarta. Ms. Evy Anggraeny

LAPORAN PRAKTIKUM ANATOMI TUMBUHAN STRUKTUR TUMBUHAN PADA TINGKAT SEL

PRAKTIKUM VI I. ALAT DAN BAHAN II. CARA KERJA

ORGAN DAN SISTEM ORGAN PADA TUMBUHAN. Pertemuan Ke-5

MODIFIKASI PROTEIN PADA RE SORTASI PROTEIN SEKRESI PADA APARATUS GOLGI ZAHRA FATHYA CHAERUNISA KELAS B

ULANGAN TENGAH SEMESTER (UTS) GASAL TAHUN PELAJARAN 2013/2014

POKOK BAHASAN 7. ORGAN BATANG. Organ yang paling penting pada tumbuhan adalah batang, akar, daun, buga dan buah yang di dalamnya terdapat biji.

Definisi Biokimia, Sel dan fungsi organel. Muhammad Fakhri, S.Pi, MP, M.Sc Tim Pengajar Biokimia Budidaya Perairan FPIK UB

LEMBARAN SOAL. Sat. Pendidikan

A. Pengertian Sel. B. Bagian-bagian Penyusun sel

1. Menjelaskan struktur inti sel eukariot hubungannya dengan fungsi 2. Menjelaskan struktur organel-organel sel dan fungsinya

BIOLOGI UMUM (MIP612112) Priyambodo, M.Sc. staff.unila.ac.id/priyambodo

BAB III SISTEM SELAPUT SITOPLASMIK

dan mengeluarkan CO 2 Sistem kemih (urinari) untuk membuang zat sisa Sistem kardiovaskular untuk mendistribusikan makanan, O 2

Konsep Sel, Jaringan, Organ dan Sistem Organ

Bab. Peta Konsep. Gambar 6.1 Tumbuhan di taman. Jaringan meristem. Jaringan pada tumbuhan. Jaringan dewasa. terdiri dari. menyusun.

SMP kelas 9 - BIOLOGI BAB 10. SISTEM ORGANISASI KEHIDUPANLATIHAN SOAL BAB 10

Tabel Perbedaan Sel Prokariotik dan Sel Eukariotik Perbedaan Sel Prokariotik Sel Eukariotik Ukuran Sel

Bab. Organisasi Tingkat Sel. A. Struktur dan Fungsi Sel B. Transpor Zat-Zat Melalui Membran Sel

PENGAMATAN JARINGAN TANAMAN

Karakteristik SelTumbuhan yang Penting dalam Perkembangan

ANATOMI DAN HISTOLOGI HEWAN DAN TUMBUHAN

BIOLOGI SEL. Pokok Bahasan. 1. Teori sel 2. Alat bantu mempelajari sel 3. Sel prokariot dan eukariot 4. Ultrastruktur Sel

K13 Revisi Antiremed Kelas 11 Biologi

II. TINJAUAN PUSTAKA

BAB II STRUKTUR DAN FUNGSI SEL

Jaringan tulang keras di bagi menjadi... a.1 b.2 = c.3 d.4 e.5

merangsang skutelum menghasilkan GA. GA dikirim ke sel-sel protein untuk membentuk enzim baru sebagai pelarut cadangan makanan.

SEL DAN JARINGAN TUMBUHAN DAN HEWAN

PETUNJUK PRAKTIKUM BIOLOGI SEL

Dr. Halinda Sari Lubis, MKKK Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara

SEL. Sel merupakan unit dasar kehidupan

OLEH ; Titta Novianti, S.Si. M.Biomed.

Hak Cipta pada Kementerian Pendidikan Nasional Dilindungi Undang-Undang. Disusun oleh : Suaha Bakhtiar

Panduan Praktikum. Botani. Tahun Akademik 2015/2016. Oleh : Nurcahyo Widyodaru Saputro, S.Si., M.Sc

Jaringan Tumbuhan. SMA Regina Pacis Jakarta Ms. Evy Anggraeny. August

I. JARINGAN. A.Pengertian Jaringan

STRUKTUR DAN FUNGSI SEL

S E L. Suhardi, S.Pt.,MP

Sumber :

Struktur Anatomi Biji

Antiremed Kelas 11 Biologi

ANALISIS PERTUMBUHAN TANAMAN

Gambar : Struktur Tubuh Tumbuhan Dikotil

BADAN GOLGI BIOSINTETIS DAN FUNGSINYA DALAM METABOLISME ROSITA SIPAYUNG. Fakultas Pertanian Jurusan Budidaya Pertanian Universitas Sumatera Utara

Schwan & Schleiden (1838)

DISKUSI BIOKIMIA DIMULAI DENGAN SEL KARENA SEL MERUPAKAN KERANGKA ALAMIAH DARI HAMPIR SEMUA REAKSI BIOKIMIA

PROGRAM STUDI AGRIBISNIS JURUSAN SOSIAL EKONOMI PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BENGKULU

Pertumbuhan dan Perkembangbiakan pada Tumbuhan

SMP kelas 8 - BIOLOGI BAB 8. FOTOSINTESISLatihan Soal 8.1. Autotrof. Parasit. Saprofit

MIKROBIOLOGI BAKTERI

POKOK BAHASAN I PENDAHULUAN Tujuan Instruksional Khusus Setelah mengikuti kuliah pokok bahasan pendahuluan mahasiswa dapat: 1. Memahami ruang lingkup

BAB II BELAJAR DAN PEMBELAJARAN, HASIL BELAJAR, MEDIA PEMBELAJARAN, PREZI, POWER POINT, ORGANEL SEL

JARINGAN PARENKIM DAN PENYOKONGNYA ABSTRAK

Transkripsi:

POKOK BAHASAN 1. STRUKTUR SEL TUMBUHAN 1.1. Pendahuluan Tumbuhan mempunyai tubuh yang multiselular, artinya tubuhnya tersusun oleh banyak sel. Masing-masing membentuk kelompok, dalam kelompok tersebut Sel yang mempunyai struktur dan fungsi yang sama disebut jaringan. Setiap organ terdiri atas berbagai jaringan, dimana masing-masing mempunyai struktur dan fungsi yang berbeda-beda pula. Sel tumbuhan mempunyai bentuk dan struktur yang bervariasi tergantung pada tempat dan fungsi masing-masing. Sel tumbuhan berbeda dengan sel hewan, karena sel tumbuhan mempunyai dinding sel yang nyata, sedang pada sel hewan bagian disebut dinding sel adalah membran plasma. Selain perbedaan tersebut, pada sel tumbuhan dijumpai adanya plastida serta vakuola sel yang dapat membesar, sedang pada sel hewan tidak demikian. 1.2. Struktur sel tumbuhan Sel tumbuhan berisi bagian yang bersifat hidup (protoplasmik), dan bagian yang bersifat mati (non-protoplasmik). Gambar 1.1. Diagram sel tumbuhan dengan bagian- bagiannya yang bersifat hidup dan mati Gambar 1.2 Hubungan antar sel tumbuhan Universitas Gadjah Mada 1

1.2.1. Bagian-bagian sel yang bersifat hidup 1. 2. 1.1. Sitoplasma Sitoplasma merupakan komponen yang bersifat cair. Secara kimia struktur sitoplasma sangat kompleks, dan mempunyai bahan dasar air, 85-90% tersusun oleh air. Meskipun demikian sitoplasma merupakan substansi yang kental, tembus cahaya. Dengan menggunakan mikroskop elektron tampak adanya diferensiasi sistem selaput di dalam sitoplasma. Sistem selaput yang dimaksud adalah: 1). Plasmalema (membran plasma, ektoplas), merupakan unit selaput yang membatasi sitoplasma dengan dinding sel; 2). Tonoplas, unit selaput yang berbatasan dengan vakuola; 3). Polioplasma, unit selaput yang terletak di antara plasmalema dan tonoplas. Organel berbentuk granula (butir-butir) yang terdapat bebas di sitoplasma adalah: a. Sferosom, ukuran diameter 0,25-1 mikron, mengandung lipid dan protein b. Ribosom, merupakan orgenel yang berfungsi untuk sintesis protein, diameter 150 A. Ribosom dapat pula melekat pada permukaan retikulum endoplasma. c. Retikulum endoplasma, sistem selaput, seperti tabung yang kempis atau lembaran-lembaran. d. Dikitiosom (Badan golgi) merupakan kumpulan sisterna berbentuk sirkular, masing-masing diselubungi oleh unit selaput yang halus e. Mikrobodi. Ada 2 macam mikrobodi, yaitu yang berhubungan dengan fotorespirasi, yang disebut peroksisom, dan yang berhubungan dengan proses biokimia di dalam biji yang sedang berkecambah, disebut glioksisom. f. Mikrotubul, bentuk seperti pipa, berlubang dengan diameter rata-rata 240 A. Terdapat pada sel eukariota, merupakan komponen spindel mitosis dan meiosis. 1.2. 1. 2. Intl sel (nukleus) Inti dalam keadaan tidak membelah bentuknya bulat atau jorong, kadang-kadang berlekuk. Inti dikelilingi selaput inti, dan di dalamnya terdapat suatu matriks yang disebut nukleoplasma, di dalam matriks tersebut terdapat Universitas Gadjah Mada 2

satu anak inti (nukleolus) atau lebih, dan rangka inti yang tersusun dan kromatin. 1.2.1.3. Plastlda Plastida adalah organel yang karakteristik pada sel tumbuhan, mempunyai struktur dan fungsi yang khusus, berasal dan proplastida. Plastida mempunyai bentuk, ukuran serta pigmentasi yang bermacam-macam. Tumbuhan tingkat rendah mungkin tidak dijumpai adanya plastida, atau hanya terdapat 1 atau 2 plastida di dalam satu sel. Secara ultrastruktural plastida mempunyai selaput di bagian terluar, kadang-kadang mempunyai membran rangkap. Berdasar ada tidaknya zat wama di dalamnya, plastida dibedakan menjadi: a. plastida berwarna (kioroplas dan kromoplas) b. plastida tidak berwarna (leukoplas). Leukoplas mempunyai fungsi : 1. menghasilkan amilum (zat terpung) yang disebut amiloplas, 2. membentuk protein (proteinoplas) c. Membentuk substansi yang berlemak (elaioplas) Gambar 1.3 Elektron mikroskop transmisi dan kioroplas pada sel tumbuhan tinggi (Angiospermae) 1.2.1.4. Mitokondria Mitokondria adalah organel yang dapat dilihat dengan mikroskop cahaya pada sel hidup yang diwarnai dengan Janus Green B. Dengan mikroskop elektron mitokondria mempunyai bentuk yang bermacarn-macam, Universitas Gadjah Mada 3

yaitu bulat memanjang, kadang-kadang seperti busur, terdapat bebas pada sitoplasma. Mempunyai selaput rangkap, diameter 0,5 um, dan panjangnya lebih dan 6 um. Selaput dalam mengalami percabangan atau melipat-lipat ke arah dalam. Lipatan ini disebut kristae. 1.2.2. Bagian-bagian sel yang bersifat mati Komponen non-protoplasmik dapat bersifat padat maupun cair, terdapat di dalam sitoplasma, vakuola. atau plastida. Bahan-bahan tersebut dikenal sebagai substansi ergastik. 1.2.2.1. Substansi ergastik yang bersifat padat a. kristal kalsiurn oksalat, bentuknya bermacam-macam, a.1. kristal tunggal besar, terdapat pada daun jeruk (Citrus sp.) a.2. kristal pasir, merupakan kristal kecil-kecil terdapat pada tangkai daun bayarn (Amaranthus sp.) a.3. kristal lidi (jarum), pada batang lidah buaya (Aloe sp.) a.4. kristal bintang (roset) terdapat pada tangkai daun Begonia. b. kristal kersik, terdapat pada sel epidermis tumbuhan Poaceae, Cyperaceae dan Orchidaceae. Gambar 1.4. Substansi ergastik pada sel tumbuhan c. Butir aleuron, merupakan badan-badan protein yang terdapat di dalam sel endosperm, misalnya pada jarak (Ricinus communis), jagung (Zea mays), dan padi (Oriza sativa). Pada biji jagung lapisan aleuron terdapat pada selsel bagian terluar endosperm dan merupakan lapisan aleuron. Universitas Gadjah Mada 4

1.2.2.2. Substansi ergastik yang bersifat cair a. Cairan sel, terdapat di dalam vakuola sel. Zat-zat yang terdapat di dalam cairan sel adalah : a. 1. asam organik (asam malat, asam oksalat) a.2. karbohidrat, dapat berupa monosakarida, disakarida ataupun polisakarida a.3. amida a.4. protein a.5. alkaloid a.6. zat penyamak a.7. zat warna (antosiarnn) b. Lemak dan minyak lemak, misalnya poada kacang tanah (Arachis hypogea) dan kelapa (Cocos nucfera) c. Minyak atsiri, di dalam sel tumbuhan minyak atsiri berupa tetestetes misalnya pada akar rimpang jahe, pada kulit buah jeruk (Citrus sp.) dan daun sirih (Piper belle). d. Damar, terdapat pada tumbuhan Coniferophyta, misalnya Pinus. Gambar 1.5. Berbagai macam bentuk kristal kalsium oksalat 1.2.2.3. Substansi ergastik yang terdapat di dalam plastida Substansi ergastik yang terdapat di dalam plastida dapat berupa kristal ataupun amilium, tetapi yang umum adalah amilum. Substansi yang berbetuk kristal terdapat di dalam kromoplas sedang kristaloid protein tedapat di dalam semua plastida. Amilum merupakan polisakarida terdapat di dalam kioroplas atau leukoplas. Apabila terdapat di dalam kioroplas amilum merupakan hasil fotosintesis sedang apabila terdapat di dalam leukoplas merupakan tepung cadangan. Amilum mempunyai tipe yang bermacam-macam didasarkan pada Universitas Gadjah Mada 5

letak hilus dan jumlah hilus. Berdasarkan letak hilus dibedakan a. Amilum sentris apabila hilus terdapat di tengah amilum dan b. Eksentrik apabila hilus terdapat di tepi. Berdasarkan jumlah hilus, tipe amilum dibedakan menjadi amihim tunggal, majemuk dan setengah majemuk. Gambar 1.6 Struktur dan pertumbuhan dinding sel serta struktur selulosa (komponen utama dinding sel) 1.2.3. Dinding sel 1.2.3.1. Struktur dan fungsi dinding sel Dinding sel merupakan bagian sel yang bersifat mati. Dinding sel menentukan bentuk sel serta tekstur jaringan, berfungsi sebagai penguat dan melindungi protoplas. Dinding sel ditemukan lebih dulu dan protoplas. Dinding sel pada tumbuhan mempunyai tebal yang bermacam-macam tergantung pada umur dan tipe sel. Pada umumnya sel muda berdindmg tipis dan sel dewasa berdinding tebal. Kadang beberapa sel dindingnya tidak mengalami penebalan sampai sel berhenti tumbuh. Dinding sel mempunyai struktun yang kompleks, dan berdasarkan perkembangan serta struktunnya dibedakan menjadi 3 bagian pokok, yaitu lamela tengah (substansi antar sel), dinding primer dan dinding sekunder. Semua sel mempunyai lamela tengah dan dinding primer, sedangkan adanya dinding sekunder hanya pada sel-sel tertentu. Lamela tengah terdapat di antara dinding primer 2 sel yang berdakatan, terutama tersusun dan air dan pektin. Zat pektin ini memungkinkan gerakangerakan antar sel dan penyesuaian yang diperlukan sebelum sel-sel dapat mencapai bentuk dewasa. Pada jaringan yang berkayu lamela tengah mengandung lignin. Lemela tengah sebagian besar terdiri dan air, mempunyai Universitas Gadjah Mada 6

sifat lentur. Lamela tengah juga berfungsi sebagai perekat antar sel satu dengan sel lainnya. 1.2.3.2. Penebalan dinding sel Dinding primer merupakan dinding pertama yang dibentuk oleh sel baru. Dinding primer mengandung selulosa, hemiselulosa dan pektin. Sel yang sedang membelah dan sel-sel meristematik mempunyai dinding sel yang bersifat primer. Dinding sekunder dibentuk di sebelah dalam permukaan dinding primer. Dinding sekunder terutama tersusun oleh selulosa atau campuran selulosa dengan hemiselulosa. Kemungkinan dinding sekunder juga terdiri dari lignin atau zat yang lain. Dinding sekunder dapat terdiri dari 2 lapis atau lebih. Dinding sel tidak hanya menebal tetapi juga memperluas permukaan. Pada dasarnya pertumbuhan dinding sel meliputi 2 proses yaitu pertumbuhan pada area permukaan dan pertumbuhan menebal. Ada 2 perdapat mengenai perkembangan dinding sel dalam penebalannya yaitu secara intususepsi dan aposisi. Intususepsi, mikrofibril yang baru diletakkan di antara mukrifibril yang lama, sedang secara aposisi, mikrifibril yang baru diletakkan di atas mikrofibril yang lama, selapis demi selapis. Cara ini ditunjukkan pada penambahan lamela-lamela pada dinding sekunder. Penimbunan selulosa merata pada seluruh permukaan sel. Pertumbuhan dinding secara aposisi ini berdasarkan arahnya disebut sentripetal. Tidak semua dinding sel mengalami penebalan. Bagian dinding sel yang tidak mengalami penebalan terdapat diantara penebalan-penebalan dinding sekunder sebagai suatu lubang kecil yang disebut noktah. Ada beberapa macam noktah pada sel yang dindingnya menebal, yaitu: a. notah sederhana b. noktah berhalaman c. noktah buta d. noktah majemuk unilateral e. noktah bercabang Universitas Gadjah Mada 7

Gambar 1.7. Penebalan dinding sel beserta noktah didalamnya Universitas Gadjah Mada 8