analisis perbandingan dan pertimbangan terhadap indikator-indikator

dokumen-dokumen yang mirip
menggunakan asumsi bahwa penghitungan jumlah laba rugi

KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 533/KMK.04/2000 TENTANG

Kementerian Keuangan RI Direktorat Jenderal Pajak

PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 191/PMK.010/2015 TENTANG

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1/PMK.03/2015 TENTANG

Yth. Kepala Kantor Wilayah DJP... Dengan ini kami selaku pengurus/kuasa *) dari: Nama Wajib Pajak :... NPWP :... Alamat :...

PENILAIAN KEMBALI AKTIVA TETAP UNTUK TUJUAN PERPAJAKAN Bagi Permohonan yang Diajukan Pada Tahun 2015 dan Tahun 2016

PENILAIAN KEMBALI AKTIVA TETAP UNTUK TUJUAN PERPAJAKAN

IMPLEMENTASI REVALUASI ASET TETAP BERDASARKAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NO. 79 TAHUN 2008 PADA PERUSAHAAN DI INDONESIA

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PAJAK LAMPIRAN PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK NOMOR PER-10/PJ/2012 TENTANG

1 Catatan Revaluasi Aktiva Tetap Perusahaan

PT SARASA NUGRAHA Tbk NERACA Per 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Data Saham)

BAB 3 TRANSAKSI MATA UANG ASING

KONSEP DASAR AKUNTANSI PAJAK

AKUNTANSI MULTINASIONAL TRANSLASI LAPORAN KEUANGAN ENTITAS ASING MATERI AKL 1

KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK NOMOR KEP - 519/PJ./2002 TENTANG

Pokok Sengketa : bahwa yang menjadi pokok sengketa adalah koreksi Positif atas Peredaran Usaha Tahun Pajak 2008 sebesar Rp

BAB 4 ANALISIS DAN BAHASAN

Lampiran I.1 NOMOR : Kepada Yth. LAMPIRAN :... 1) PERIHAL :... di )

PENILAIAN KEMBALI AKTIVA TETAP

AKUNTANSI PERPAJAKAN KELOMPOK : IV APRIDA DEWI DEVI JUNIANTY ( ) TASLIM GOTAMI

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

Dalam Bahasa dan Mata Uang Apa Laporan Keuangan Disajikan?

BAB 2 TINJAUAN TEORETIS. administratif dan diharapkan akan digunakan lebih dari satu

PENGARUH PERUBAHAN KURS VALUTA ASING LATAR BELAKANG

PSAK 10 PENGARUH PERUBAHAN KURS Aria Farah Mita

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

2016, No penilaian kembali aktiva tetap untuk tujuan perpajakan, perlu melakukan penyempurnaan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 191/PMK.0

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk NERACA 31 Desember 2003 dan 2002 (dalam Ribuan Rupiah, kecuali di nyatakan lain)

Surat Ketetapan Pajak. Nur ain Isqodrin, SE., Ak., M.Acc Isqodrin.wordpress.com

SPT TAHUNAN PPH BADAN TERKAIT PENYAMPAIAN SURAT PERNYATAAN HARTA (SPH) UNTUK PENGAMPUNAN PAJAK

BAB 1 PENDAHULUAN. perusahaan tersebut. Laporan keuangan adalah bagian dari proses pelaporan

Lampiran I.a. Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor : KEP. 229/PJ Tanggal : 22 Maret 2001 Lembar ke-1 : Untuk Kantor

PT PENYELENGGARA PROGRAM PERLINDUNGAN INVESTOR EFEK INDONESIA

Modul ke: PERPAJAKAN I. PPh PASAL Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Tarmidi, SE., M.Ak., BKP. Program Studi Akuntansi.

Keputusan Dirjen Pajak KEP-537/PJ./2000 tgl 29 Desember 2000

KEPUTUSAN KEPALA KANTOR PELAYANAN PAJAK... NOMOR : KEP-...

Putusan Pengadilan Pajak Nomor : Put.44530/PP/M.XV/15/2013

Bab 10 PERUSAHAAN MODAL ASING (PMA) YANG MENGGUNAKAN BAHASA ASING DAN MATA UANG SELAIN RUPIAH

REVALUASI AKTIVA TETAP

BAB I PENDAHULUAN. valuta asing (Foreign Currency Transactions) terjadi apabila suatu perusahaan

BAB IV PENYAJIAN DAN ANALISIS DATA. pembahasan mengenai perbandingan dan perhitungan PPh pasal 21 Metode

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 138 TAHUN 2000 TENTANG

BAB I PENDAHULUAN. Laporan keuangan yang dipublikasikan perusahaan go public pada Bursa Efek

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 47 TAHUN 2009 TENTANG

SEMINAR KIA III 2016 DAMPAK PENERAPAN IFRS TERHADAP PERPAJAKAN INDONESIA. oleh: Christine Tjen M.Int.Tax 10 Maret 2016

Hasil keuangan AKRA 6M 2012 teraudit dirilis, Laba Neto 6M 2012 meningkat 23% YOY menjadi 297 Miliar

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan masa arus globalisasi pada masa masa ini yang ditandain

LAPORAN KEUANGAN (Tidak Diaudit) 30 September 2008 dan PT Asahimas Flat Glass Tbk

BAB I PENDAHULUAN. dengan tujuan membangun negara untuk lebih berkembang dan maju, termasuk

2016, No c. bahwa dalam rangka perbaikan kondisi keuangan Perusahaan Daerah Air Minum sebagaimana dimaksud dalam huruf b, perlu meningkatkan e

BAB IV. ANALISIS LAPORAN KEUANGAN PT GUDANG GARAM Tbk. modal kerja yang paling tinggi tingkat likuiditasnya. Hal ini berarti bahwa

Modul ke: PERPAJAKAN II BUNGA PINJAMAN. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Deden Tarmidi, SE., M.Ak., BKP. Program Studi Akuntansi.

BAB I PENDAHULUAN. pelaksanaannya diatur dalam undang-undang dan peraturan-peraturan. untuk tujuan kesejahteraan bangsa dan negara.

TRANSLASI MATA UANG ASING

BAB IV PEMBAHASAN. IV.1 Analisis Biaya Pada Laporan Laba Rugi PT. DS. Pada prinsipnya terdapat perbedaan pengakuan penghasilan dan beban antara

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

BAB IV ANALISA HASIL DAN PEMBAHASAN. prinsip dan praktek akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. Mata uang

BAB IV ANALISA HASIL DAN PEMBAHASAN. A. Analisa Perlakuan Akuntansi pada Penggabungan Usaha

PERBEDAAN AKUNTANSI DENGAN UU PAJAK. penyesuaian

JUMLAH AKTIVA

PSAK NO MATA UANG PELAPORAN SEBUAH CONTOH PENERAPAN

Akuntansi Pajak Atas Liabilitas (Kewajiban)

TRANSAKSI DENGAN MATA UANG ASING

30 Juni 31 Desember

PT GARUDA METALINDO Tbk

BAB III METODE PENELITIAN. 2007, UU PPh No. 36 Tahun 2008, UU KUP No. 28 Tahun objek objek ini dapat menjadi sumber data penelitian.

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PAJAK LAMPIRAN NOMOR PER - 01 /PJ/2013 TENTANG

Landasan Hukum: Pasal 24 UU PPh, KMK No. 164/ KMK.03/ 2002

AKUNTANSI PERPAJAKAN PEMBUKUAN & PENCATATAN. Dr. Suhirman Madjid, SE.,MS.i.,Ak., CA. HP/WA :

BAB 13 KONSEP MATA UANG ASING DAN TRANSAKSI

Tabel 1. Ringkasan Laporan Laba Rugi untuk 9 bulan yang berakhir pada 30 September 2012/2011

Transaksi Mata Uang Asing. Bab 13

CONTOH PENERAPAN DAN PENGHITUNGAN FASILITAS PAJAK PENGHASILAN

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN... TENTANG PENGAMPUNAN PAJAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERSANDINGAN PERATURAN PEMERINTAH TENTANG PENGHITUNGAN PENGHASILAN KENA PAJAK DAN PELUNASAN PAJAK PENGHASILAN DALAM TAHUN BERJALAN

UNIVERSITAS BINA NUSANTARA. Program Ganda Teknik Informatika dan Statistika Skripsi Sarjana Program Ganda Semester Ganjil 2006/2007

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 243/PMK.03/2014 TENTANG SURAT PEMBERITAHUAN (SPT) DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Putusan Pengadilan Pajak : Put-41148/PP/M.XIII/15/2012. Jenis Pajak : Pajak Penghasilan Badan. Tahun Pajak : 2007

ABSTRAK. Kata kunci: Pajak Pertambahan Nilai, perencanaan pajak, PPN terutang. Universitas Kristen Maranatha

KOP SURAT WAJIB PAJAK

Transkripsi:

BABV KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Dari hasil analisis penentuan kebijakan mata uang fungsional dan pengukuran kembali Laporan Keuangan PT SI ke dalam mata uang fungsionalnya (Dollar Amerika Serikat) serta penghitungan Beban Pajak Penghasilan yang terutang, maka beberapa kesimpulan yang dapat dikemukakan adalah sebagai berikut: 1, Penentuan Kebijakan Mata Uang Fungsional Perusahaan Kebijakan mata uang fungsional PT SI ditentukan berdasarkan indikator-indikator yang disebutkan dalam PSAK No. 52. Dari hasil analisis perbandingan dan pertimbangan terhadap indikator-indikator penentu mata uang fungsional sebagaimana dimaksud dalam PSAK No. 52 yaitu arus kas, harga jual dan biaya maka mata uang fungsional PI SI untuk tahun yang dianalisis yaitu Tahun 2004 adalah Dollar Amerika Serikat. Dengan mata uang fungsional perusahaan berupa Dollar Amerika Serikat maka sesuai dengan PSAK No. 52 tentang Mata Uang Pelaporan, perusahaan dapat menyelenggarakan pembukuannya dengan memakai mata uang Dollar Amerika Serikat. 2. Pengukuran Kembali Laporan Keuangan Perusahaan ke dalam Mata Uang Fungsionalnya Hasil pengukuran kembali laporan keuangan PT SI ke dalam mata uang Dollar Amerika Serikat menunjukkan hasil sebagai berikut: 60

61 a. Pengukuran kembali neraca ke dalam mata uang Dollar Amerika Serikat mengambarkan angka-angka yang relatif lebih mendekati daya beli sebenarnya sehingga tingkat komparabilitasnya juga lebih baik dari pada penyajian dalam mata uang Rupiah mengingat bahwa Dollar Amerika Serikat merupakan salah satu mata uang kuat dunia; b. Pengukuran kembali laba rugi dalam mata uang Dollar Amerika Serikat menghasilkan laba bersih yang lebih baik yang terlihat dengan masih diperolehnya laba bersih pada Tahun 2004 sebesar USD 1.196.537,97 sedangkan penyajian dalam Rupiah menghasilkan rugi bersih Rp7.341.584.176,00. 3. Ketentuan Perpajakan Dan Penghitungan Beban Pajak Hasil analisis terhadap perlakuan Pajak Penghasilan atas kebijakan perusahaan untuk menyelenggarakan pembukuan dalam mata uang Rupiah maupun Dollar Amerika Serikat adalah sebagai berikut: a. PT SI merupakan Wajib Pajak dalam rangka Penanaman Modal Asing yang terdaftar di Kantor Pelayanan Pajak Penanaman Modal Asing Satu, sehingga telah memenuhi kriteria sebagai salah satu Wajib Pajak yang dapat menyelenggarakan pembukuan dalam bahasa Inggris dan mata uang Dollar Amerika Serikat sebagaimana dimaksud dalam Keputusan Menteri Keuangan Nomor 533/KMK.04/2000; b. Dalam penghitungan Pajak Penghasilan untuk pembukuan yang diselenggarakan dalam mata uang Rupiah, perusahaan mengalami rugi bersih sebesar Rp7.341.584.176,00 yang sebagian besar akibat

62 rugi selisih nilai tukar yang berasal dari utang yang didominasi dalam mata uang Dollar Amerika Serikat kepada pemegang saham sebesar Rpl5.944.331.605,-. Atas kerugian yang dialami oleh perusahaan tersebut tidak terutang Pajak Penghasilan karena Pajak Penghasilan hanya dikenakan terhadap laba perusahaan; c. Dalam penghitungan Pajak Penghasilan untuk pembukuan yang diselenggarakan dalam mata uang Dollar Amerika Serikat, perusahaan mengalami Laba bersih sebesar USD 1.196.537,97. Selain itu, perusahaan juga mempunyai hak kompensasi kerugian fiskal sebesar USD 455.600,67. Atas Laba yang dialami oleh perusahaan tersebut setelah dikurangi dengan hak kompensasi kerugian fiskal terutang Pajak Penghasilan sebesar USD 220,392.57; d. Perbandingan Penghitungan Pajak Penghasilan antara pembukuan dalam mata uang Rupiah dengan Dollar Amerika Serikat memberikan gambaran bahwa kebijakan PT SI untuk menyelenggarakan pembukuan dalam mata uang Rupiah akan sangat menguntungkan apabila dilihat dari sudut pandang pemenuhan kewajiban perpajakannya, namun apabila dilihat kembali dari sudut pandang kinerja keuangan perusahaan, maka pembukuan dalam mata uang Dollar Amerika Serikat merupakan suatu kebijakan yang lebih cocok untuk diselenggarakan oleh PT SI.

63 B. Saran Dari berbagai kondisi dan kesimpulan hasil pembahasan bab sebelumnya, maka penulis mencoba memberikan saran kepada PT SI sehubungan dengan kebijakan perusahaan untuk menyelenggarakan pembukuan dalam mata uang asing untuk tujuan perpajakan sebagai berikut: 1. Menyangkut Kebijakan Mata Uang Fungsional dan Penyajian Laporan Keuangan Sehubungan dengan mata uang fungsional perusahaan menurut analisis penulis adalah Dollar Amerika Serikat dan mengingat Dollar Amerika Serikat memiliki nilai yang relatif lebih stabil dari pada Rupiah, maka sebaiknya perusahaan menyelenggarakan pembukuannya dalam mata uang Dollar Amerika Serikat dalam situasi Rupiah yang melemah seperti sekarang ini. Sehubungan dengan penyajian itu maka sebaiknya perusahaan mulai membuat pembukuan dalam Dollar Amerika Serikat sebagai mata uang dasar {base currency) sehingga tidak diperlukan lagi prosedur pengukuran kembali yang kadang-kadang kurang akurat. 2. Berkaitan Dengan Kebijakan Perpajakan Oleh karena sampai saat ini PT SI belum memperoleh izin untuk menyelenggarakan pembukuan untuk kepentingan perpajakan dalam mata uang Dollar Amerika Serikat namun mata uang fungsionalnya adalah dalam mata uang Dollar Amerika Serikat, dan melihat juga aspek kerugian selisih kurs yang cukup besar yang disebabkan kondisi Rupiah yang sedang melemah, maka untuk tujuan tax planning, penulis

64 menyarankan agar untuk sementara waktu perusahaan menyelenggarakan pembukuan dengan menggunakan dua mata uang {dual currency), yaitu Rupiah (untuk kepentingan perpajakan) dan Dollar Amerika Serikat (untuk kepentingan komersial). Namun untuk tahun buku selanjutnya apabila terlihat tanda-tanda akan terjadi keuntungan selisih kurs yang cukup besar yang berasal dari utang piutang yang didominasi dalam Dollar Amerika Serikat, maka penulis menyarankan agar perusahaan mengajukan permohonan kepada Direktur Jenderal Pajak u.p. Direktur Pajak Penghasilan untuk menyelenggarakan pembukuan dalam mata uang Dollar Amerika Serikat.