BAB III: DATA DAN ANALISA 3.1. Data Fisik dan Non Fisik 1.1.1. Data Non Fisik Sebagai stasiun yang berdekatan dengan terminal bus dalam dan luar kota, jalur Busway, pusat ekonomi dan pemukiman penduduk, stasiun Senen seharusnya dapat dikembangkan ke arah transportasi massal dengan sistem transit, pengembangan ini didasarkan juga pada keadaan transportasi Ibukota yang tidak teratur sehingga membuat orang lebih gemar menggunakan kendaraan pribadi, padahal tercatat stasiun Senen termasuk stasiun paling sibuk di Jakarta dan menjadi tempat lalu lalang penumpang yang berasal dari kota-kota penunjang ibukota, oleh karena itu pada daerah ini seharusnya dapat direncanakan menjadi kawasan TOD, dengan pertimbangan-pertimbangan sebagai berikut: Peningkatan jumlah penumpang sekitar 6% per-hari. Memiliki potensi pengembangan sebagai kawasan ekonomi terpadu karena letaknya yang strategis. Masuk dalam Masterplan perkeretaapian Jabodetabek 2020 sebagai Railway- Bus Integrated terminal atau wilayah perpindahan dan integrasi transportasi bus dan rel. Tidak adanya hunian sementara atau menetap bagi penumpang yang terintegrasi langsung dengan area stasiun. Pengembangan wilayah dengan jangkauan pejalan kaki yang nyaman. 1.1.2. Data Fisik Dalam perencanaan dan perancangan Stasiun Terpadu di lokasi Stasiun Manggarai jakarta selatan harus memperhatikan beberapa macam kondisi fisik wilayah secara Program Studi Arsitektur - Universitas Mercu Buana 43
spesifik guna mendapatkan hasil perancangan yang sesuai dan tepat guna pada lokasi tersebut pertimbangan data fisik berupa: 1. Letak Terletak di Jl. Let. Jen. Suprapto-Kramat Bunder, Senen, dengan batas-batas tapak sebagai berikut: Utara : Kantor Camat Senen, Toko kertas Mulia jaya Selatan : Sekolah, Masjid, Pertokoan, Permukiman Timur : Bengkel/Balai Latihan Kerja, Permukiman Barat : GOR, Pusat Grosir Senen jaya 2. Topografi memiliki topografi yang relatif datar memiliki kemiringan di antara 0 dan 2. Tinggi daratan 4 m dpt/m diatas permukaan laut, pada wilayah ini tapak lebih datar dibandingkan dengan Jakarta Selatan. 3. Iklim beriklim panas dengan suhu rata-rata pertahun 29 C dengan tingkat kelembapan berkisar antara 80-90%. Arah angin dipengaruhi angin Muson Barat terutama pada bulan Mei-Oktober. 3.2. Analisa Non Fisik 1. Pemilik, Jenis dan Sasaran Pelayanan a. Pemilik : Pemerintah Pusat dan Pemda DKI Jakarta b. Nama Bangunan : Kawasan Terpadu Stasiun Pasar Senen c. Sasaran Pelayanan : Pengguna Moda Transportasi Massal, Masyarakat Sekitar dan Umum. 2. Data Teknis a. Lokasi Tanah, Jl. Let. Jen. Suprapto-Kramat Bunder, Senen,. 1. Kelurahan : Senen 2. Kecamatan : Senen 3. Kota Administrasi : 4. Provinsi : DKI Jakarta b. Luas Tanah : ± 48.000/ 4,8 Ha c. Daerah Perencanaan (DP) : ± 21.000 Program Studi Arsitektur - Universitas Mercu Buana 44
d. Koefisien Dasar Bangunan dari DP : 60% e. Koefisien Lantai Bangunan : 2 f. Lapis Bangunan Maksimum : 4 lantai g. Garis Sepadan Bangunan : 0.5 dari lebar jalan h. Batas-batas Lahan 1. Utara : Kantor Camat Senen, Toko kertas Mulia jaya 2. Selatan : Sekolah, Masjid, Pertokoan, Permukiman 3. Timur : Bengkel/Balai Latihan Kerja, Permukiman 4. Barat : GOR, Pusat Grosir Senen jaya i. Kondisi existing : Stasiun Pasar Senen adalah bangunan konservasi kelas B sehingga tampak depan bangunan tidak dapat diubah. j. Elevasi tapak existing : lahan cenderung datar. 3. Bangunan a. Lapis Bangunan Maksimum : 20 Lantai b. Lapis Bangunan : 2 Basement, 2 lantai railway, 3 lantai podium (mall) + Fasum hunian, 12 Lantai Hunian dan 3 lantai untuk fasilitas MICE di luar lapis bangunan stasiun dan mixed use. c. Target jumlah hunian adalah minimal 10-20 unit per lantai. d. Luas per unit menyesuaikan tipe yang disediakan e. Terdapat bangunan penunjang; parkir vertikal 4. Stasiun a. Platform b. Depo kereta & Depo maintenance kereta c. Kelompok ruang penumpang d. Kelompok ruang pengelola e. Kelompok ruang fasilitas/penunjang f. Parkir kendaraan g. Dan lain-lain bisa ditambahkan/diusulkan sesuai kebutuhan 5. TOD a. Bus dalam kota b. Bus luar kota c. Busway d. Taxi e. Angkutan umum Program Studi Arsitektur - Universitas Mercu Buana 45
6. Pemerintahan: Kantor dinas 7. Hunian (Hotel) a. 3 tipe unit b. Sirkulasi dan servis c. Fasilitas umum d. Dan lain-lain bisa ditambahkan/diusulkan sesuai kebutuhan 8. Fasilitas Umum dan Fasilitas Sosial a. Ruang terbuka hijau b. Area bermain anak c. Area olahraga d. Dan lain-lain bisa ditambahkan/diusulkan sesuai kebutuhan 9. Utilitas ( Bangunan Penunjang ) a. Ruang Pompa, Genset dan Hidran Disesuaikan b. Parkir vertikal kendaraan Roda Empat c. Parkir vertikal kendaraan Roda Dua d. Reservoir bawah ( Dibawah bangunan penunjang ) Disesuaikan e. STP Disesuaikan f. Penampungan Limbah g. Dan lain-lain bisa ditambahkan/diusulkan sesuai kebutuhan 10. Lansekap a. Ruang Terbuka Hijau sesuaikan dengan peraturan b. Jalur Sirkulasi antar intermoda dan bangunan c. Dan lain-lain bisa ditambahkan sesuai Kebutuhan 3.3. Analisa Fisik KRITERIA TAPAK 1. Kondisi tanah tidak berkontur 2. Memiliki pencapaian yang cukup baik. dapat di akses dari transportasi umum. 3. Terdapat satu jalan utama dan beberapa jalan kecil di sekitar pemukiman yang menuju tapak. Program Studi Arsitektur - Universitas Mercu Buana 46
POTENSI TAPAK 1. Dekat dengan area pemukiman dan Terminal Senen 2. Terletak di pusat kota 3. Terletak di area komersil 4. Dekat dengan moda transportasi lain (Busway & bus dalam dan luar kota) 5. Termasuk area bebas banjir (dataran tinggi) 6. Dapat menjadi area pengembangan ekonomi terpadu karena menjadi simpul transit commuter line dan kereta api menuju luar daerah PERMASALAHAN 1. Area padat penduduk 2. Tidak ada jalur pengendara sepeda 3. Trotoar yang ada di sekitar stasiun belum terkondisikan dengan baik 4. Dekat dengan pasar yang lalu lintasnya semrawut 5. Area RTH yang ada tidak terawat 6. Kurangnya area parkir 7. Pangkalan ojek liar 8. Bangunan sekitar pasar yang tidak tertata 3.3.1. Analisa Matahari a. Eksisting (Hard Data) Gambar 1 Hard Data Analisa Matahari Program Studi Arsitektur - Universitas Mercu Buana 47
Tabel 1 Tabel Analisa Matahari Masalah Pemecahan Stasiun Arah terbit dan tenggelam matahari menghadap sisi terpanjang eksisting stasiun Sisi barat dan timur merupakan sisi yang terkena sinar matahari langsung. Penggunaan material yang meminimalisir panas matahari. Penggunaan sun shading. Penghawaan sisi barat bangunan harus mendapatkan perhatian khusus. Sisi barat merupakan sisi yang paling panas terkena sinar matahari sore. Hotel Sisi barat dan timur merupakan sisi yang terkena sinar matahari langsung. Sisi barat merupakan sisi yang paling panas terkena sinar matahari sore. Orientasi sisi bangunan terpendek menghadap barattimur Penggunaan material yang meminimalisir panas matahari. Penggunaan sun shading. Penghawaan sisi barat bangunan harus mendapatkan perhatian khusus. Menempatkan ruang yang membutuhan cukup cahaya pada sisi yang terkena matahari langsung Menempatkan ruang ruang servis pada sisi yang terkena matahari langsung Mengolah bentukan massa Program Studi Arsitektur - Universitas Mercu Buana 48
3.3.2. Analisa Kebisingan a. Eksisting (Hard Data) Keterangan : Khusus Hunian 1. Hunian b. Respon Gambar 2 Analisa Kebisingan Karena bangunan stasiun adalah bangunan umum, tentu seluruh area sekitar stasiun adalah area dengan kebisingan tinggi, dan karena hunian dibangun secara vertical maka kebisingan bukan lagi masalah, semakin tinggi lantai tempat hunian maka semakin minim kebisingan yang diterima. Program Studi Arsitektur - Universitas Mercu Buana 49
3.3.3. Analisa Angin a. Eksisting (Hard Data) Gambar 3 Hard Data Analisa Angin b. Respon Untuk bagian terpanjang bangunan stasiun akan terkena dampak langsung dari angin yang berhembus dan membawa debu yang berasal dari jalan raya pada sisi barat stasiun, guna mengatasi debu yang terbawa angin maka bumper pepohonan akan disediakan pada sisi ini, selain sebagai bumper, pepohonan yang ditanam pada sisi ini juga sebagai penyaring alami sehingga hanya angin segar yang akan tersisa dan menyentuh sisi barat bangunan stasiun. Program Studi Arsitektur - Universitas Mercu Buana 50
3.3.4. Analisa Entrance Gambar 4 Analisa Entrance Stasiun Gambar 5 Analisa Entrance Hotel Sumber : Doc. penulis Program Studi Arsitektur - Universitas Mercu Buana 51
3.3.5. Analisa View a. Eksisting (Hard Data) Gambar 6 Hard Data Analisa View b. Penilaian View Tabel 2 Tabel Penilaian View Stasiun Hotel Eksisting Kategori Eksisting Kategori view view Barat Kantor camat, hotel, RTH, GOR Cukup baik Jalan stasiun senen, grosir senen jaya Cukup Timur BLK, permukiman Kurang Stasiun Cukup baik Utara Rel, permukiman Kurang Kantor camat, terminal bus senen Kurang Selata n Jalan Suprapto let. Kurang RTH, GOR Cukup baik Program Studi Arsitektur - Universitas Mercu Buana 52
Kesimpulan 1. Berdasarkan analisa view untuk bangunan stasiun, sisi yang dinilai baik sebagai orientasi view adalah sisi barat, karena disitu terdapat beberapa bangunan yang dapat menjadi view yang baik, terutama bangunan hotel yang sedang direncanakan, oleh karena itu desain bangunan hotel harus dibuat semenarik mungkin. 2. Berdasarkan analisa view untuk bangunan hotel, terdapat beberapa sisi yang view nya cukup baik, yaitu timur dan selatan, sedangkan untuk sisi barat hanya bernilai cukup, dari sekian banyak view yang cukup baik, view yang mesti diolah agar tampak lebih baik adalah bangunan stasiun, perlu ada pengolahan massa yang baik agar menjadi view dari hotel. 3. View terbaik pada area pengembangan ini adalah view ke dalam tapak. Program Studi Arsitektur - Universitas Mercu Buana 53
3.4. Konsep Zoning a. Zoning Horizontal Parkir Gambar 7 Gambaran Zoning Horizontal Program Studi Arsitektur - Universitas Mercu Buana 54
b. Zoning Vertikal Gambar 8 Gambaran Zoning Vertikal Program Studi Arsitektur - Universitas Mercu Buana 55