KERANGKA ACUAN. Diskusi Panel

dokumen-dokumen yang mirip
Permasalahan Hukum Investasi Sehubungan dengan Perka BKPM 5/2013

BAB II BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL (BKPM)

BERITA NEGARA PERATURAN KEPALA BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN. Kewenangan. Izin. Pelayanan Terpadu Satu Pintu.

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL REPUBLIK INDONESIA,

1 P a g e. Disusun oleh: Deddy Arief Setiawan ABSTRAK

BAB II EKSISTENSI BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL (BKPM) DALAM PENANAMAN MODAL DI INDONESIA. A. Pengertian Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM)

BAB II PENGENDALIAN PELAKSANAAN PENANAMAN MODAL DAN PENGATURANNYA DI INDONESIA. A. Pedoman dan Tata Cara Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal

PERATURAN MENTERI KETENAGAKERJAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 2015 TENTANG

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

2 yang dilimpahkan kepada Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal; c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, dan huruf b,

PERATURAN MENTERI LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA. NOMOR : P.14/Menlhk-II/2015 TENTANG

PEMERINTAH KABUPATEN BONDOWOSO

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL REPUBLIK INDONESIA,

PEMERINTAHAN DAERAH KABUPATEN/KOTA 1. Kebijakan Penanaman Modal PEMERINTAH

2 2. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 67, Tambahan Lembaran Negara Repub

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN 2017 TENTANG KANTOR PERWAKILAN PERUSAHAAN ASING

KOP SURAT BKPM TENTANG SURAT IZIN USAHA PENJUALAN LANGSUNG (SIUPL) TETAP KEPALA BKPM

BERITA NEGARA PERATURAN KEPALA BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL REPUBLIK INDONESIA

1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

GUBERNUR JAWA TENGAH

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

- 2 - Koordinasi Penanaman Modal Nomor 13 Tahun 2015 Tentang Tata Cara Permohonan Pemberian Fasilitas Pengurangan Pajak Penghasilan Badan;

PERATURAN MENTERI KETENAGAKERJAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 2014 TENTANG

BUPATI KEPULAUAN ANAMBAS

P. PEMBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG PENANAMAN MODAL SUB SUB BIDANG PEMERINTAHAN DAERAH PROVINSI PEMERINTAHAN DAERAH KABUPATEN/KOTA

SAMBUTAN GUBERNUR KALIMANTAN BARAT PADA ACARA PEMBUKAAN RAKORNIS KOPERASI & UKM, KERJASAMA, PROMOSI DAN INVESTASI SE-KALIMANTAN BARAT

PEDOMAN DAN TATACARA PERMOHONAN PENANAMAN MODAL

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

2011, No Indonesia Nomor 3262) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang Undang Nomor 16 Tahun 2009 (Lembaran Negara Republi

KOP SURAT BKPM TENTANG SURAT IZIN USAHA PENJUALAN LANGSUNG (SIUPL) SEMENTARA KEPALA BKPM

PENANAMAN MODAL PASCA PERKA BKPM NOMOR 5 TAHUN 2013 BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL SEPTEMBER 2013

SE - 67/PJ/2015 PETUNJUK PELAKSANAAN PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK NOMOR PER-38/PJ/2015 TENTANG

2011, No Indonesia Nomor 3262) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang Undang Nomor 16 Tahun 2009 (Lembaran Negara Republi

- 2 - Koordinasi Penanaman Modal Nomor 13 Tahun 2015 Tentang Tata Cara Permohonan Pemberian Fasilitas Pengurangan Pajak Penghasilan Badan;

WALIKOTA PEKANBARU PROVINSI RIAU

BUPATI SUMBA TENGAH PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR PERATURAN DAERAH KABUPATEN SUMBA TENGAH NOMOR 10 TAHUN 2016 TENTANG PENANAMAN MODAL

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 97 TAHUN 2014 TENTANG PENYELENGGARAAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PEMERINTAH KABUPATEN CILACAP

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN LOMBOK BARAT

2015, No Pengaduan Masyarakat di Badan Koordinasi Penanaman Modal; Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal (Le

PERATURAN DAERAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA NOMOR 16 TAHUN 2003 TENTANG PENANAMAN MODAL DALAM NEGERI DAN PENANAMAN MODAL ASING

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 97 TAHUN 2014 TENTANG PENYELENGGARAAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BUPATI PURWAKARTA PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN BUPATI PURWAKARTA NOMOR 104 TAHUN 2015 TENTANG PENYELENGGARAAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU

PERATURAN DAERAH KOTA BANJARBARU NOMOR 4 TAHUN 2014 TENTANG PENANAMAN MODAL DI KOTA BANJARBARU DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA BANJARBARU,

Ketentuan Pasal 1 diubah sehingga berbunyi sebagai berikut:

MENTERI PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA

Risk Based Bank Rating (RBBR) Tantangan Perbankan Menangani Krisis Global

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 27 TAHUN 2009 TENTANG PELAYANAN TERPADU SATU PINTU DI BIDANG PENANAMAN MODAL

MENTERI KETENAGAKERJAAN REPUBLIK INDONESIA MENTERI KETENAGAKERJAAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI KETENAGAKERJAAN REPUBLIK INDONESIA

DEPUTI BIDANG PENGAWASAN

BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL IZIN PRINSIP PENANAMAN MODAL DALAM NEGERI

PANGGILAN RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM TAHUNAN DAN LUAR BIASA PT XL AXIATA Tbk.

Bentuk Izin Usaha Kantor Perwakilan Perusahaan Perdagangan Asing KOP SURAT BKPM RI IZIN USAHA KANTOR PERWAKILAN PERUSAHAAN PERDAGANGAN ASING

2 Korupsi di Badan Koordinasi Penanaman Modal sudah tidak sesuai dengan kondisi saat ini; c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BUPATI BANYUMAS PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANYUMAS NOMOR 2 TAHUN 2013 TENTANG PENANAMAN MODAL DI KABUPATEN BANYUMAS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA TENGAH NOMOR 7 TAHUN 2010 TENTANG PENANAMAN MODAL DI PROVINSI JAWA TENGAH

Nomor : B-463~j/10-16/0V2016 ~3 Mei 2016 Sifat : Segera Lampiran : 1 Berkas Hal : Permohonan data dan informasi terkait e-planning, ULP dan PTSP

Realisasi Investasi PMDN dan PMA Tahun 2017 Melampaui Target

BAB II PERKEMBANGAN DAN PERMASALAHAN

PERATURAN DAERAH KABUPATEN PURBALINGGA NOMOR 13 TAHUN 2013 TENTANG PENANAMAN MODAL DI KABUPATEN PURBALINGGA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Transkripsi:

KERANGKA ACUAN Diskusi Panel Menelaah Peraturan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal No. 5 Tahun 2013 tentang Pedoman dan Tata Cara Perizinan dan Non Perizinan Penanaman ModaL Rabu, 11 September 2013 HOTEL JS LUWANSA Ruang Nissi 1-2, Lantai 3 Jl. H.R. Rasuna Said Kav. C-22 Jakarta 12940

I. Pendahuluan Berbicara mengenai penanaman modal atau invetasi bukanlah merupakan hal yang tabu di kalangan para pebisnis khususnya dunia usaha di Indonesia yang merupakan Negara berkembang dengan segala potensi yang ada sebagai lahan investasi. Hal ini merupakan tugas Pemerintah untuk melakukan berbagai upaya terobosan untuk menarik investor dan memperbaiki iklim investasi saat ini. Salah satu usaha Pemerintah untuk meningkatkan investasi adalah memberikan keleluasaan kepada Investor untuk menentukan bidang usaha yang diminati. Untuk melakukan usaha di Indonesia pemerintah telah menyiapkan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (selanjutnya disebut PTSP), dimana kegiatan PTSP adalah menyelenggarakan Perizinan dan Non Perizinan berdasarkan pendelegasian atau pelimpahan wewenang dari lembaga atau instansi yang memiliki kewenangan, dari mulai tahap permohonan sampai dengan tahap terbitnya dokumen perizinan maupun non perizinan. Namun, tentunya Pelayanan Perizinan Penanaman Modal ini mengacu pada Peraturan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (Perka BKPM) No. 5 Tahun 2013 tentang Pedoman dan Tata Cara Perizinan dan Non Perizinan Penanaman Modal. Masih di seputar penanaman modal dan usaha Pemerintah memberikan keleluasaan kepada investor, kita diingatkan mengenai Peraturan Presiden Republik Indonesia (Perpres No. 36 Tahun 2010) tentang Daftar Bidang Usaha yang Tertutup dan Bidang Usaha yang Terbuka dengan Persyaratan di Bidang Penanaman Modal. Peraturan ini mengatur bidang usaha yang tertutup maupun yang terbuka dengan syarat tertentu untuk kegiatan penanaman modal. Dari dua ketentuan diatas, kita melihat bahwa sekalipun Pemerintah memberikan lebih banyak kemudahan bagi para investor untuk berinvestasi sesuai dengan bidang yang diminati, terdapat batasan yang harus dipatuhi. Hal ini menarik untuk dikaji, khususnya terkait pengawasan yang dilakukan oleh Pemerintah dan apakah investasi yang ada saat ini telah mengikuti aturan yang berlaku serta kendala yang ditemui dalam pelaksanaannya. Diskusi Panel kali ini bertujuan untuk menelaah Perka BKPM No 5 Tahun 2013 tentang Pedoman dan Tata Cara Perizinan dan Non Perizinan Penanaman Modal. Sejauh mana pengawasan yang telah dilakukan oleh Pemerintah terkait dengan Daftar Negatif Investasi dan dampak Perka BKPM No 5 Tahun 2013 ini bagi dunia usaha. 1

II. Target Peserta Jumlah peserta yang ditargetkan adalah lima puluh (50) orang yang terdiri dari: 1. Direktur dan Komisaris Perusahaan 2. Anggota komite-komite di bawah Direksi dan Komisaris 3. Pejabat senior perusahaan, khususnya di bidang hukum dan pengembangan bisnis 4. Sekretaris perusahaan 5. Pengusaha 6. Professional dan konsultan, khususnya di bidang hukum investasi dan pasar modal 7. Insan perusahaan berkepentingan lainnya III. Cakupan Bahasan Penerapan Perka No. 5 Tahun 2013 tentang Pedoman dan Tata Cara Perizinan dan Non Perizinan Penanaman Modal Perpres No. 36 Tahun 2010 tentang Daftar Bidang Usaha yang Tertutup dan Bidang Usaha yang Terbuka dengan Persyaratan di Bidang Penanaman Modal dan Kaitannya dengan Perka BKPM No. 5 Tahun 2013 Permasalahan Hukum Investasi sehubungan dengan Penerapan Perka BKPM No. 5 Tahun 2013 tentang Pedoman dan Tata Cara Perizinan dan non Perizinan Penanaman Modal dan Perpres No. 36 Tahun 2010 Dampak Penerapan Perka BKPM No. 5 Tahun 2013 tentang Pedoman dan Tata Cara Perizinan dan Non Perizinan Penanaman Modal terhadap Dunia Usaha IV. Tujuan Mensosialisasikan Perka No. 5 Tahun 2013 tentang Pedoman dan Tata Cara Perizinan dan Non Perizinan Penanaman Modal Meningkatkan pemahaman insan perusahaan akan perubahan Pedoman dan Tata Cara Perizinan dan Non Perizinan Penanaman Modal di Indonesia Menelaah dampak implementasi Perka No. 5 Tahun 2013 terhadap dunia usaha dan hukum investasi untuk saat ini dan di masa yang akan dating 2

V. PEMBICARA & PEMBAHASAN Pembukaan: Kanaka Puradiredja Ketua Badan Pengurus Lembaga Komisaris dan Direktur Indonesia (LKDI) Keynote Speaker: M. Chatib Basri Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Panelis: A. Perka BKPM No. 5 Tahun 2013 tentang tentang Pedoman dan Tata Cara Perizinan dan Non Perizinan Penanaman Modal dan Kaitannya dengan Perpres No. 36 Tahun 2010 tentang Daftar Bidang Usaha yang Tertutup dan Bidang Usaha yang Terbuka dengan Persyaratan di Bidang Penanaman Modal 1. Lestari Indah Deputi Bidang Pelayanan Penanaman Modal BKPM Sub Pembahasan: 1. Latar belakang, maksud dan tujuan perubahan Peraturan Kepala (Perka BKPM) No 12 Tahun 2009 tentang Pedoman Penanaman Modal menjadi Perka BKPM No. 5 Tahun 2013 tentang Pedoman dan Tata Cara Perizinan dan Non Perizinan Penanaman Modal 2. Mekanisme pelayanan perizinan dan non perizinan penanaman modal sebelum dan sesudah berlakunya Perka BKPM No. 5 Tahun 2013 3. Kenaikan/penurunan investasi asing dan domestik pasca penerapan Perka BKPM No. 5 Tahun 2013 4. Rencana BKPM untuk meningkatkan minat investor pasca penerapan Perka BKPM No. 5 Tahun 2013 5. Perpres No. 36 Tahun 2010 tentang Daftar Bidang Usaha yang Tertutup dan Bidang Usaha yang Terbuka dengan Persyaratan di Bidang Penanaman Modal 3

6. Perpres No. 36 Tahun 2010: implementasi, tantangan dan solusinya bagi dunia usaha 7. Pengawasan Pemerintah dalam implementasi Perka BKPM No. 5 Tahun 2013, khususnya terkait dengan Daftar Negatif Investasi yang tercantum dalam Perpres No. 36 Tahun 2010 B. Permasalahan Hukum Investasi Sehubungan dengan Perka BKPM No. 5 Tahun 2013 tentang Pedoman dan Tata Cara Perizinan dan Non Perizinan Penanaman Modal 2. Ira Andamara Eddymurthy Founding Partner SOEWITO SUHARDIMAN EDDYMURTHY KARDONO (SSEK) Sub Pembahasan: 1. Sinergitas Undang- Undang No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal dengan Perka BKPM No. 5 Tahun 2013 2. Manfaat dan tantangan dari kelonggaran yang diberikan BKPM terhadap investor dalam hal perizinan dan non perizinan penanaman modal dari kacamata hukum investasi 3. Dampak Perka BKPM No. 5 Tahun 2013 terhadap kepastian hukum dan nilai keadilan bagi bangsa Indonesia yang merupakan tujuan dari penanaman modal C. Dampak Penerapan Perka BKPM No. 5 Tahun 2013 tentang Pedoman dan Tata Cara Perizinan dan Non Perizinan Penanaman Modal terhadap Dunia Usaha 3. Martiono Hadianto Direktur Utama PT. Newmont Nusa Tenggara Sub pembahasan 1. Perka BKPM No. 5 Tahun 2013 dan dampaknya terhadap dunia usaha 2. Apakah Perka BKPM No. 5 Tahun 2013 dalam realisasinya memberikan kemudahan kepada para investor dalam melakukan usaha investasi di Indonesia? 4

3. Apakah Perka BKPM No. 5 Tahun 2013 dinilai memberikan perubahan iklim investasi bagi dunia usaha di masa yang akan datang? Moderator: Indra Safitri Ketua Himpunan Konsultan Hukum Pasar Modal (HKHPM), Wakil Ketua Badan Pengurus LKDI *) Pembicara dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan VI. Hari/Tanggal dan Tempat Hari/Tanggal : Rabu, 11 September 2013 Tempat : HOTEL JS LUWANSA Ruang Nissi 1-2, Lantai 3 Jl. H.R. Rasuna Said Kav. C-22 Jakarta 12940 Waktu : 08.00 13.00 WIB 5

VII. Susunan Acara 08.00 08.30 (30 ) Registrasi 08.30 08.40 (10 ) Pembukaan dan Pengarahan Kanaka Puradiredja Ketua Badan Pengurus Lembaga Komisaris dan Direktur Indonesia (LKDI) 08.40 09.10 (30 ) Keynote Speaker M. Chatib Basri Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) 09.10 09.25 (15 ) Tanya jawab Keynote Speaker 09.25 09.30 (5 ) Penyerahan tanda penghargaan dan foto bersama Keynote Speaker 09.30 09.35 (5 ) Pengarahan oleh Moderator Indra Safitri Ketua HKHPM, Wakil Ketua Badan Pengurus LKDI 09.35 10.35 (30 ) Pemaparan Panelis: Latar Belakang Perubahan dan Penerapan Perka No. 5 Tahun 2013 tentang Pedoman dan Tata Cara Perizinan dan Non Perizinan Penanaman Modal Lestari Indah Deputi Bidang Pelayanan Penanaman Modal BKPM 6

10.35 11. 05 (30 ) Permasalahan Hukum Investasi sehubungan dengan Perka BKPM No. 5 Tahun 2013 tentang Pedoman dan Tata Cara Perizinan dan Non Perizinan Penanaman Modal Ira Andamara Eddymurthy Founding Partner SOEWITO SUHARDIMAN EDDYMURTHY KARDONO (SSEK) 11.05 11. 35 (30 ) Dampak Penerapan Perka BKPM No. 5 Tahun 2013 tentang Pedoman dan Tata Cara Perizinan dan Non Perizinan Penanaman Modal terhadap Dunia Usaha Martiono Hadianto Direktur Utama PT. Newmont Nusa Tenggara 11. 35 11.55 (20 ) Tanya Jawab 11.55 12.00 (5 ) Kesimpulan oleh Moderator 12.00 12.05 (5 ) Penutupan oleh MC 12.05 12.15 (10 ) Penyerahan tanda penghargaan dan foto bersama Panelis & Moderator 12.15 13.00 (45 ) Makan Siang 7

VIII. PENUTUP Kami mengucapkan terimakasih atas kesempatan dan kepercayaan yang diberikan kepada Lembaga Komisaris dan Direktur Indonesia (LKDI) sebagai penyelenggara Diskusi Panel Menelaah Peraturan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal No. 5 Tahun 2013 tentang Pedoman dan Tata Cara Perizinan dan Non Perizinan Penanaman Modal. Kami berharap Diskusi Panel ini dapat meningkatkan pemahaman insan Perusahaan dan Professional akan perubahan pedoman dan tata cara perizinan dan non-perizinan penanaman modal di Indonesia serta dampaknya bagi dunia usaha dan investasi di Indonesia. Semoga kerjasama yang baik ini dapat terus berlanjut di masa-masa yang akan datang 1. 8