PROFESI BIDANG T.INFORMASI

dokumen-dokumen yang mirip
Profesi dibidang Teknologi Informasi

Rini Agustina, S.Kom, M.Pd --- Dari berbagai Sumber

PROFESI DI BIDANG IT

Oleh. Salamun Rohman Nudin, S.Kom., M.Kom Etika Profesi/ Teknik Informatika Untag Surabaya

PROFESI DI BIDANG TEKNOLOGI INFORMASI OLEH: S U D I R M A N

Kompetensi Bidang TI

Etika Profesi dan Pengembangan Diri

ORGANISASI, KODE ETIK SERTA STANDARISASI PROFESI IT DI INDONESIA. Dahlia Br Ginting

PROFESIONALISME KERJA BIDANG IT

BAB 4 STANDARDISASI PROFESI BIDANG TI

Standarisasi & Sertifikasi. Etika Profesi

ETIKA PROFESI PROFESIONALISME KERJA (DI BIDANG UMUM DAN IT) PRODI TEKNIK ELEKTRO FT UNJA Dosen Pengampu: Anisa Ulya Darajat S.T, M.

SEJARAH ETIKA KOMPUTER

BAB 3 PEKERJAAN, PROFESI, DAN PROFESIONAL

Pembahasan. 1. Kompetensi Bidang IT 2. Bidang Pendidikan atau Pelatihan 3. Sertifikasi

Pertemuan 3 PROFESIONALISME KERJA BIDANG IT

Pembahasan. I. Kompetensi Bidang IT. 2. Bidang Pendidikan atau Pelatihan 3. Sertifikasi EPTIK /03/2013. Dwi Hartanto, S.

Etika Profesi dan Pengembangan Diri

BAB 3 PROFESI DI BIDANG TEKNOLOGI INFORMASI

Studi Pengembangan Standar Kompetensi Teknologi Informasi. BPPI-Depnakertrans-ELMIK-IPKIN-Gunadarma

KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 2001 TENTANG TUNJANGAN JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KELUARGA BERENCANA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 2001 TENTANG TUNJANGAN JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KELUARGA BERENCANA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

PEDOMAN PENYUSUNAN FORMASI JABATAN FUNGSIONAL PRANATA KOMPUTER

PEMBINAAN TEKNIS TIM PENILAI PRANATA KOMPUTER - ADMINISTRASI

BIDANG KERJA TEKNOLOGI INFORMASI

ETIKA DAN PROFESIONALISME TEKNOLOGI INFORMASI

Pertemuan 4. Pembahasan. 1. Bidang Pendidikan atau Pelatihan 2. Pengembang Sistem ( System Developer ) 3. Specialist Support

Badan Pusat Statistik

DASAR HUKUM JABATAN FUNGSIONAL ANALIS KEPEGAWAIAN :

GUBERNUR KEPULAUAN RIAU

KEBIJAKAN DAN IMPLEMENTASI JABATAN FUNGSIONAL ANALIS KEBIJAKAN

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 38 TAHUN 2010 TENTANG PENYESUAIAN JABATAN FUNGSIONAL GURU DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

2017, No Pemerintah Nomor 40 Tahun 2010 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Nege

BUKU KURIKULUM PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS TEKNOLOGI INFORMASI

Badan Pusat Statistik

ADMINISTRASI JAB-FUNG PRANATA KOMPUTER

URAIAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI JABATAN FUNGSIONAL PRANATA KOMPUTER BERDASARKAN POSISI DAN KEDUDUKAN

by Opong-Sosialisasi Perka No. 2 Th 2017-Perpusnas 18 Juli 2017

Revitalisasi Kompetensi Profesi TIK Disampaikan pada Rakornas APTIKOM

KARAKTERISTIK KHUSUS ILMU INFORMATIKA

KEPUTUSAN BERSAMA KEPALA BADAN PUSAT STATISTIK DAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR : 002/BPS-SKB/II/2004 NOMOR : 04 TAHUN 2004 TENTANG

PENDAHULUAN. Tujuan dan Keuntungan. Dasar Hukum Jabatan Fungsional Pranata Komputer

JUDUL SKEMA: PENGEMBANG APLIKASI WEB

Peraturan Kepala Badan Pusat Statistik Nomor 7 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Pusat Statistik; MEMUTUSKAN:

2012, No

MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR 66/KEP/M.PAN/7/2003

BUPATI HULU SUNGAI SELATAN PROVINSI KALIMANTAN SELATAN PERATURAN BUPATI HULU SUNGAI SELATAN NOMOR 8 TAHUN 2016 TENTANG

2 Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1997 Nomor 39, Tambahan Lembaran Negara

JAKSA AGUNG REPUBLIK INDONESIA KEPUTUSAN JAKSA AGUNG REPUBLIK INDONESIA NOMOR : KEP 073/J.A/07/1999

BUPATI HULU SUNGAI SELATAN PROVINSI KALIMANTAN SELATAN PERATURAN BUPATI HULU SUNGAI SELATAN NOMOR 16 TAHUN 2016 TENTANG

PERATURAN KEPALA LEMBAGA SANDI NEGARA NOMOR 20 TAHUN 2015 TENTANG KETENTUAN BATAS USIA PENSIUN BAGI PEJABAT FUNGSIONAL SANDIMAN

PENTINGNYA SERTIFIKASI (1)

XXII. STATISTISI A. DASAR HUKUM

IMPLEMENTASI PERMENPAN NOMOR 38 TAHUN 2014 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL ANALIS KETAHANAN PANGAN

IMPLEMENTASI PERMENPAN NOMOR 38 TAHUN 2014 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL ANALIS KETAHANAN PANGAN

BAB 5 MENINGKATKAN PROFESIONALISME DI BIDANG TEKNOLOGI INFORMASI

MENTERI NEGARA RISET DAN TEKNOLOGI REPUBLIK INDONESIA

SOSIALISASI PERATURAN KA.BPPT NO.019 TAHUN 2017 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN KA.BPPT NO

BUPATI HULU SUNGAI SELATAN PROVINSI KALIMANTAN SELATAN PERATURAN BUPATI HULU SUNGAI SELATAN NOMOR 10 TAHUN 2016 TENTANG

MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA REPUBLIK INDONESIA

Softskill, Kurikulum, Dosen, dan Mahasiswa. Bertalya Universitas Gunadarma

2016, No Birokrasi Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2014 tentang Jabatan Fungsional Pranata Nuklir dan Angka Kreditnya; Mengingat : 1. Undang-

PERATURAN BERSAMA MENTERI SEKRETARIS NEGARA DAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR 1 TAHUN 2007 NOMOR 22 TAHUN 2007 TENTANG

MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI REPUBLIK INDONESIA

XXI. PRANATA HUMAS A. DASAR HUKUM

Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokokpokok Kepegawaian (Lembaran Negara Tahun 1974 Nomor 55, Tambahan Lembaran Negara Nomor

BAB 3. TINJAUAN PROFESI DI BIDANG TEKNOLOGI INFORMASI

PERATURAN BERSAMA MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL DAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR 02/V/PB/2010 NOMOR 13 TAHUN 2010

CUSTOMIZED Program PUBLIC Program

KATA PENGANTAR Ketentuan yang mengatur tenaga fungsional penyuluh kehutanan adalah Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M.PAN

PERATURAN BERSAMA MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL DAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR : 03/V/PB/2010 NOMOR : 14 TAHUN 2010

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.114, 2009 DEPARTEMEN PERTAHANAN. Jabatan. Fungsional. Komputer. Angka Kredit.

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 117 TAHUN 2014 TENTANG TUNJANGAN JABATAN FUNGSIONAL JAKSA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PENGANGKATAN PNS DALAM JABATAN FUNGSIONAL MELALUI PENYESUAIAN/ INPASSING (PERATURAN MENTERI PANRB NO. 26 TAHUN 2016 )

Computer Careers and Certification

SOSIALISASI BIDANG PEMINATAN KURIKULUM 2014

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 33 TAHUN 1994 TENTANG PERATURAN GAJI HAKIM PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

JABATAN FUNGSIONAL PENGAWAS RADIASI

WALIKOTA BATU PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN WALIKOTA BATU NOMOR 11 TAHUN 2017 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

XVII. PERANCANG PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN

Internalisasi Rancangan Peraturan Menteri PAN dan RB

Rekayasa Perangkat Lunak. Tujuan

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang :

Strategi & Upaya Menjadi Sekretaris yang Kompeten dan Profesional

PROFESIONALISME KERJA BIDANG UMUM DAN BIDANG ENGINEER

PERATURAN GUBERNUR KALIMANTAN SELATAN NOMOR 025 TAHUN 2014 TENTANG FORMASI JABATAN FUNGSIONAL DI LINGKUNGAN PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN SELATAN

Evaluasi Kurikulum Prodi Teknik Informatika Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia FTI UII Yogyakarta

WALIKOTA PAREPARE PERATURAN WALIKOTA PAREPARE NOMOR 24 TAHUN 2014 T E N T A N G

DISAMPAIKAN OLEH: KEMENTERIAN PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REPORMASI BIROKRASI 2011 LKPP, SIMPOSIUM,

KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 87 TAHUN 1999 TENTANG RUMPUN JABATAN FUNGSIONAL PEGAWAI NEGERI SIPIL PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN GUBERNUR KALIMANTAN SELATAN NOMOR 0100 TAHUN 2017

(PERATURAN MENTERI PANRB NO. 26 TAHUN 2016 )

JABATAN FUNGSIONAL PENGELOLA PENGADAAN BARANG/ JASA

PENGEMBANGAN DAN PENGUATAN SDM PENELITI SESUAI PERMENPANRB NO 26/2016 EKA YULIA WIDYANTI. Kepala Bidang Jabatan Fungsional SDM Aparatur

2017, No Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5679);

PENGANGKATAN PEGAWAI NEGERI SIPIL DALAM

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

2015, No Mengingat : c. bahwa penyesuaian substansi peraturan sebagaimana dimaksud pada huruf b ditetapkan dengan Peraturan Kepala Lembaga Admi

PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR: PER/220/M.PAN/7/2008 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR DAN ANGKA KREDITNYA

Transkripsi:

Pertemuan Ke-5 / Etika Profesi Teknologi Informasi ARIEF ANDY SOEBROTO ST.,M.Kom/ Ganjil 2011-2012 arief.andy.soebroto@gmail.com / 081 334 289 288 PROFESI BIDANG T.INFORMASI

Tinjauan Instruksional Khusus Mahasiswa mampu memahami: Secara umum pekerjaan di bidang teknologi informasi. Profesi bidang TI Standarisasi profesi TI, SRIGPS-SEARCC Pekerjaan bidang TI standar Pemerintah Indonesia

Sub Materi LatarBelakang Secara Umum Pekerjaan Bidang TI Profesi Bidang TI Standarisasi Profesi TI Oleh SEARCC Klasifikasi Pekerjaan TI di Indonesia

Brain Storming Pekerjaan apa saja yang termasuk bidang TI Profesi apa saja yang termasuk bisang TI ProfesiTI? Pekerjaan TI?

Latar Belakang Pekerjaan bidang TI sangat bervariasi dan sangat cepat mengalami perubahan berdasarkan skala bisnis& kebutuhan pasar. Bidang TI hampir bisa masuk ke seluruh bidang ke ilmuwan. Di indonesia saat ini ada 14 rumpun bidang ke ilmuwan termasuk rumpunilmukomputerdaninformatika. (www.prodibaru.dikti.go.id)

5.1 Secara Umum Pekerjaan Bidang TI Secara Umum Pekerjaan Bid TI: Perangkat Lunak Perangkat Keras Operasional Sistem Informasi Pengembangan Bisnis Teknologi Informasi Namundalamperkembangannyamasing-2 klasifikasibisamemberikanturunansub pekerjaanataubisaberkembangdari4 klasifikasi tsb. Ke depan klasifikasi ini bisa berubah sesuai latar belakang di awal.

5.1 Secara Umum Pekerjaan Bidang TI Perangkat Lunak, secara umum dibagi menjadi: Sistem Analis, bertugas menganalisa sistem yang akan diimplementasikanmulaisistemygtelahada, kelebihan& kekurangan, studi kelayakan dan desain sistem yang akan dikembangkan. Programmer, bertugas mengimplementasikan rancangan sistem analis yaitu membuat program/coding. Web Designer, bertugasmelakukananalisis, perencanaan& desain proyek perangkat lunak berbasis web. Web Programmer, bertugas mengimplementasikan rancangan web designer.

5.1 Secara Umum Pekerjaan Bidang TI Perangkat Keras, secara umum dibagi menjadi: Technical Engineer, bertugas dalam bidang teknis biasanya untuk pemeliharaan dan perbaikan perangkat sistem komputer. Networking engineer, bertugas dalam bidang teknis biasanya untuk pengembangan dan pemeliharaan jaringan komputer.

5.1 Secara Umum Pekerjaan Bidang TI Operasional Sistem Operasi, secara umum dibagi menjadi: Electronic Data Processing (EDP) Operator, bertugas mengoperasikan terkait dengan EDP sebuah organisasi/institusi. System Administrator, bertugas melakukan administrasi sistem, memiliki kewenangan mengatur hak akses/operasional terhdp sistem. MIS Director, bertugas dan memiliki kewenangan paling tinggi terhadap sebuah sistem informasi baik terkait dengan perangkat lunak, perangkat keras maupun SDM.

5.1 Secara Umum Pekerjaan Bidang TI PengembanganBisnisTeknologiInformasi, saat ini masih berkembang terus seperti: Animasi& Multimedia Game Interaktif Telekomunikasi Bergerak& Bisnis Contentnya.

5.2 Profesi Bidang TI Suatu pekerjaan bidang TI akan menjadi suatu profesi bidang TI tentunya harus melalui proses pengujiankriteriaterkaitdenganprfesibidangti tsb. Pengawai Administrasi Vs Akuntan? Operator Komputer Vs Software Engineer? Namun ke depan terkait dengan pegawai administrasi dan operator komputer akan ada semacam sertifikasinya. Suatu profesi akan diakui jika mempunyai suatu pengetahuan tertentu dan ada proses pengakuan apakah melalui ujian/sertifikasi.

5.2 Profesi Bidang TI Software Engineer harus mampu melakukan analisa, perancangan, implementasi dan validasi dalam rangka pengembangan atau rekayasa perangkat lunak, tentunya ada pengetahuan khusus tentang hal tsb. Tentunya karakteristik profesi seperti kompetensi& tanggung jawab harus melekat pada SDM tsb.

5.2 Profesi Bidang TI Beberapa hal yang hrs diperhatikan dan dikembangkan terkait dengan profesi software engineer yaitu: Metodologi Pengembangan Perangkat Lunak Manajemen sumber Daya Manusia Pengelolaan Kelompok Kerja Komunikasi

5.2 Profesi Bidang TI Metodologi Pengembangan Perangkat Lunak, sejauh mana SE mampu melakukan kegiatan sejak mulai analisis s.d menghasilkan suatu produk perangkat lunak. ManajemensumberDayaManusia, sejauhmanase mampu mengolah dan mengkoordinasikan SDM utk proyek/pekerjaan perangkat lunak. Mengelola Kelompok Kerja, sejauh mana SE dapat melakukan sinkronisasi kelompok kerja dalam suatu proyek perangkat lunak tertentu. Komunikasi, sejauh mana SE mampu melakukan komunikasi di internal SDM proyek perangkat lunak.sebab masalah komunikasi bisa membuat gagalnya suatu produk perangkat lunak.

5.2 Profesi Bidang TI Berikut taksonomi skill yang disusun oleh APTIKOM utk para lulusan sarjana bidang Ilmu Komputer& Informatika.

APTIKOM Soft Skills Taxonomy for Empowering Graduates with Strong Characters LEADERSHIP COMMUNICATION BUSINESS AND MANAGEMENT PERSONAL DEVELOPMENT SOCIAL SKILL Basic Assertiveness Delegation Skill Team Building Motivating People Problem Solving Change Management Basic Communication Presentation Skill Negotiation Internet Discourse Meeting Management Inter Cultural Communication Non Verbal Communication Financial and Accounting Basic Organisation Management Ethics and Legal Perspective Managing Virtual Office Good Corporate Governance Business Plan and Execution Customers Relationship Management Entrepreneurship Managing Personal Goals Time Management Self Program Management Stress and Anger Management Confidence Building Self Learning Development Multi Cultural Interaction Social Ethics Social Discourses Management Media and Interaction Corporate Social Responsibilities Nation and State Building Coaching and Counseling Conflict Management Project Management Group Communication Public and Mass Communication Marketing and Public Relations Reading and Writing Management Innovation Development Sales and Marketing Management Human Resource Management Strategic Alliance Management Multi-Intelligence Development Lateral and Creative Thinking Holistic Thinking and Action Learning Life and Environmental Care Globalisation Political Dynamic

5.2 Profesi Bidang TI Dari taksonomitersebutmakaseorangse sebaiknya memiliki kemampuan gabungan dari bidang berikut: Ilmu Komputer Engineering (Rekayasa) Teknik Industri(Industrial Engineering) Ilmu Manajemen Ilmu Sosial

5.2 Profesi Bidang TI Suatutantanganbahwasecarakompetensi& tanggung jawab maka SE sdh bisa dikatakan sebagai profesi namun sampai dengan hari ini belum ada semacam pengakuan secara resmi seperti akreditasi terkaitdenganlembaga-2 yang berkompeten untuk melakukan sertifikasi/akreditasi.

5.3 Standarisasi Profesi TI Oleh SEARCC South East Asian Regional Computer Confederation (SEARCC) merupakan suatu forum/badan yang beranggotakan himpunan profesional IT yang terdiri dari 13 negara. Padatahun1978 didirikanoleh6 negarayaitu Hongkong, Indonesia, Malaysia, Philipina, Singapura& Thailand. Indonesia sbg anggota SEARCC aktif dalam interest groupnya yang disebut dengan Special Regional Interest Group on Profesional Standardisation-(SRIG-PS)

5.3 Standarisasi Profesi TI Oleh SEARCC Ke-13 anggota SEARCC: Australian Computer Society Canadian Information Processing Society Hong Kong Computer Society Computer Society of India Computer and Informatics Professionals Society of Indonesia (IPKIN) Information Processing Society of Japan Malaysian National Computer Confederation New Zealand Computer Society Computer Society of Pakistan Philippine Computer Society Computer Society of Sri Lanka Computer Society of the Republic of China Computer Association of Thailand

5.3 Standarisasi Profesi TI Oleh SEARCC SRIG-PS, mencoba merumuskan tandardisasi pekerjaan di dalam dunia Teknologi Informasi. Model pembagian pekerjaan/job berdasarkan SEARCC dipertimbangkan dari sisi 2 dimensi yaitu: Jenis Pekerjaan& Tingkat Keahlian. Kriteria yang dipertimbangkan utk melakukan klasifikasi pekerjaan/job tersebut ada 4, yaitu:

5.3 Standarisasi Profesi TI Oleh SEARCC Cross Country, cross-enterprise applicability Pekerjaan harus relevan dengan kondisi region dan negara serta memiliki kesamaan pemahaman atas fungsi setiap pekerjaan. Function oriented bukan tittle oriented berorientasi pada fungsi: gelarsetiapnegaraakanberbedanamunyang penting adalah fungsi yang diberikan pada pekerjaan adalah sama. Testable/ certifiable pekerjaanharusbersifattestable artinya fungsi yang didefinisikan dalam pekerjaan dapat diukur. Applicable fungsi yang didefinisikan harus dapat diterapkan pada mayoritas profesional ti di region masing- 2.

5.3 Standarisasi Profesi TI Oleh SEARCC Model klasifikasi job/pekerjaan berdasarkan SEARCC:

5.3 Standarisasi Profesi TI Oleh SEARCC Ada 5 pekerjaan dimana masing-2 pekerjaan mempunyai 3 tingkatan pematangan yaitu: Supervised(terbimbing). Tingkatanawaldengan0-2 tahun pengalaman, membutuhkan pengawasan dan petunjukdalampelaksanaantugasnya. Moderately supervised (madya). Tugas kecil dapat dikerjakan oleh mereka tetapi tetap membutuhkan bimbingan untuk tugas yang lebihbesar, 3-5 tahun pengalaman. Independent/Managing(mandiri). Memulaitugas, tidak membutuhkan bimbingan dalam pelaksanaan tugas.

5.3 Standarisasi Profesi TI Oleh SEARCC Matriks job berdasarkan SRIG-PS SERACC Jobs Programmer System Analyst Project Manager Instructor Specialist Independent/Managing Moderately/Supervising Supervised

5.3 Standarisasi Profesi TI Oleh SEARCC Programmer melakukan pemrograman terhadap suatu sistem yang telah dirancang sebelumnya System Analyst (analis sistem) melakukan analisa dan desain sebuah sistem sebelum dilakukan implementasi/pemrograman lebih lanjut Project Manager (menejer proyek) melakukan manejemen dan pengambilan keputusan terhadap proyek-2 berbasis sistem informasi/komputer.

5.3 Standarisasi Profesi TI Oleh SEARCC Insrtuctor(instruktur) melakukan bimbingan, pendidikan dan pengarahan terhadapanakdidik/pekerjadilevel bawahnya Specialist membutuhkankeahliankhusus, misalnya: data communication, database, security, system software suport, is audit

5.4 Klasifikasi Pekerjaan TI di Indonesia Mengingat pentingnya teknologi informasi bagi pembangunan bangsa maka pemerintah merasa perlu membuat standarisasi pekerjaan di bidang TI bagi pegawainya. Institusi pemerintah telah mulai melakukan klasifikasi pekerjaan dalam bidang teknologi informasi sejak tahun 1992.

5.4 Klasifikasi Pekerjaan TI di Indonesia Klasifikasi pekerjaan ini mungkin masih belum dapat mengakomodasi klasifikasi pekerjaan pada teknologi informasi secara umum. Terlebih lagi, deskripsi pekerjaan masih kurang jelas dalam membedakan setiap sel pekerjaan. Pegawai Negri Sipil yang bekerja dibidang teknologiinformasi, disebut pranata komputer. Beberapa penjelasan tentang pranata komputer sebagai berikut :

5.4 Klasifikasi Pekerjaan TI di Indonesia Pengangkatan Pegawai Negri Sipil dalam jabatanpranata Komputer ditetapkan oleh Mentri, Jaksa Agung, Pimpinan Kesekretariatan Lembaga Tertinggi/ Tinngi Negara. Pimpinan Lembaga Pemerintah Nondepartemen dan Gubernur Kepala aerah Tingkat 1.

5.4 Klasifikasi Pekerjaan TI di Indonesia Syarat-Syarat Jabatan Pranata Komputer: Bekerja pada satuan organisasi instansi pemerintah dan bertugas pokok membuat, memelihara dan mengembangkan sistem dan atau program pengolahan dengan komputer. Berijazah serendah-rendahnya SarjanaMuda/ D3 atau yang sederajat. Memiliki pendidikan dan atau latihan dalam bidang komputer dan pengalaman melakukan kegiatan di bidang komputer. Memiliki pengetahuan dan atau pengalaman dalam bidang tertentu yang berhubungan dengan bidang komputer. Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan sekurang kurangnya bernilai baik

5.4 Klasifikasi Pekerjaan TI di Indonesia Jenjang& Pangkat Pranata Komputer No. Jabatan Pranata Komputer Pangkat Gol. 1. Asisten Pranata Komp. Madya Pengatur Muda Tk 1 II/b 2. Asisten Pranata Komputer Pengatur II/c 3. Asisten Pranata Komputer Muda Pengatur Tk 1 II/d 4. Ajun Pranata Komputer Madya Penata Muda III/a 5. Ajun Pranata Komputer Penata Muda Tk 1 III/b 6. Ahli Pranata Komputer Penata III/c 7. Ahli Pranata Komputer Muda Penata Tk 1 III/d 8. Ahli Pranata Komputer Utama Madya Pembina IV/a 9. Ahli Pranata Komputer Utm. Pratama Pembina Tk 1 IV/b 10. Ahli Pranata Komputer Utama Muda Pembina Utama Muda IV/c 11. Ahli Pranata Komputer Utama Pembina Utama IV/d

Referensi http://en.wikipedia.org/wiki/searcc http://www.searcc.org